You are on page 1of 5

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Definisi Etik Etik adalah norma-norma yang menentukan baik-buruknya tingkah laku manusia, baik secara sendirian maupun bersama-sama dan mengatur hidup ke arah tujuannya ( Pastur scalia, 1971 ). Etika juga berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David (1978) berarti ” kebiasaaan ”. ”model prilaku” atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. (Mimin. 2002). Dari pengertian di atas, etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu : baik dan buruk serta kewajiban dan tanggung jawab Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. Sehingga juga dapat disimpulkan bahwa etika mengandung 3 pengertian pokok yaitu : nilai-nilai atau norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku, kumpulan azas atau nilai moral, misalnya kode etik dan ilmu tentang yang baik atau yang buruk (Ismaini, 2001) 1.2 Tipe-Tipe Etika 1. Bioetik Bioetika merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetika difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology. Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etika pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin

2. Inti falsafah keperawatan adalah hak dan martabat manusia. sifat. etika lingkungan. Etika keperawatan dapat diartikan sebagai filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan praktek keperawatan. Teori ini menekankan pada pelaksanaan kewajiban. 3. jadi selama melakukan kewajiban sudah melakukan kebaikan. yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. Beberapa teori etik adalah sebagai berikut : 1. Teori ini menekankan pada perbuatan yang menghasilkan manfaat. Deontologi Deontology berasal dari kata deon dari bahasa yunani yang artinya kewajiban. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan. Clinical ethics/Etik klinik Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien. sedangkan fokus etika keperawatan adalah sifat manusia yang unik (k2-nurse. atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau perspektif yang berlainan. Teori ini sebelum melakukan perbuatan harus sudah memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. pemberian pelayanan kesehatan. 2.membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri.3 Teori Etik Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan suatu tindakan. Nursing ethics/Etik Perawatan Bagian dari bioetik. Utilitarisme Sesuai dengan namanya Utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis yang artinya “bermanfaat”. 2010) . dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia). tentu bukan sembarang manfaat tetapi manfaat yang banyak memberikan kebahagiaan kepada banyak orang. Teori ini tidak terpatok pada konsekuensi perbuatan dengan kata lain teori ini melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. 2009) 1. yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban. (Aprilins.

Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum. 6. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. 4. Berbuat baik (Beneficience) Beneficience berarti. 7. adalah kewajiban seseorang perawat untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya kepada pasien. Terkadang. Karahasiaan (Confidentiality) . Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Menepati janji (Fidelity) Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. kesetiaan. komprensensif. Ketaatan. dalam situasi pelayanan kesehatan. memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan. memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain.4 Prinsip-Prinsip Etik 1. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada. Informasi harus ada agar menjadi akurat. Kebaikan. hanya melakukan sesuatu yang baik. dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. 5. legal dan kemanusiaan. terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi 3. standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.1. 2. penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Otonomi (Autonomy) Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri.

(Geoffry hunt. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. 1994) .Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasinya. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien.

Law. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ethics. 1999 Breen Kerry. 1997 . Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. and Medical Practice.DAFTAR PUSTAKA    Achadiat. Australia : DOCUPRO. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan edisi 3. Chrisdiono. 2007 Hanafiah. Dinamika Etika dan Hukum Kedoteran. Muhammad Jusuf.