You are on page 1of 21

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kematian hanya dapat dialami oleh organisme hidup. Secara medis, kematian merupakan suatu proses dimana fungsi dan metabolisme sel organ-organ internal tubuh terhenti. Setiap sel tubuh memiliki perbedaan waktu untuk mengalami kematian sel yang disebabkan oleh perbedaan metabolisme seluler didalamnya. Pada tubuh akan terjadi kematian sel demi sel dan kematian secara keseluruhan akan terjadi dalam beberapa jam.1 Memperkirakan saat kematian yang mendekati ketepatan mempunyai arti penting, khususnya bila dikaitkan dengan proses penyidikan. engan demikian penyidik dapat lebih terarah dan selektif dalam melakukan pemeriksaan terhadap tersangka tindak pidana. !anyak cara yang dapat digunakan dalam memperkirakan saat kematian salah satunya adalah penggunaan cairan sino"ial. alam beberapa tahun terakhir, sebagian besar karya-karya telah terkonsentrasi pada perubahan biokimia yang terjadi dalam cairan tubuh yang berbeda, tetapi penelitian terbaru dari cairan sino"ial telah menarik perhatian ahli biokimia forensik dan patologis.1,# !erdasarkan uraian di atas, maka perlu rasanya pembahasan mengenai perkiraan saat kematian berdasarkan cairan sino"ial. 1.2 Batasan Masalah $eferat ini membahas tentang perkiraan saat kematian berdasarkan cairan sino"ial, mulai dari anatomi, komponen cairan sino"ial, perubahan postmortem, perubahan cairan sino"ial setelah mati, dan perkiraan saat kematian berdasarkan cairan sino"ial. 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Tujuan Umum %ujuan umum penulisan referat ini adalah untuk mengetahui dan memahami tentang perkiraan saat kematian berdasarkan perubahan cairan sino"ial setelah mati. 1.3.2 Tujuan Khusus %ujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami tentang & a. 'natomi sendi dan komposisi cairan sino"ial b. Perubahan postmortem khususnya perubahan cairan sino"ial setelah mati
1

c. Perkiraan saat kematian berdasarkan cairan sino"ial 1. Man!aat "enulisan Melalui penulisan referat ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi dan pengetahuan tentang perkiraan saat kematian berdasarkan cairan sino"ial. 1.# Met$%e "enulisan Penulisan referat ini menggunakan tinjauan kepustakaan yang merujuk kepada berbagai literatur.

2

Diartr$sis Persambungan antara dua tulang atau lebih yang memungkinkan tulang-tulang bergerak satu sama lain. Sendi ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu& ) Sindemosis & iantara persambungan tulang dipisahkan loeh jaringan ikat misalnya pada tulang tengkorak.1 Anat$mi %an )isi$l$gi (en%i Sendi adalah tempat persambungan tulang. rawan sendi.( 3 .BAB 2 T&N'AUAN PU(TAKA 2. 'pabila kita lihat dari jenis pergerakannya maka sendi dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu & ( 1.sendi antara corpus "ertebra. antara radius dan ulna.( iantara tulang-tulang yang bersendi tersebut terdapat rongga yang iartrosis ini juga disebut sebagai sendi sino"ial yang tersusun atas kapsul retikuler. 3. ) ) Sinkonrosis Sinostosis & iantara persambungan tulang dipisahkan oleh jaringan tulang rawan misalnya pada os pubic pada orang dewasa & iantara persambungan tulang dipisahkan oleh jaringan tulang misalnya persambungan pada os ilium. bursa dan ligamen. antara gigi dan rahang. disebut ka"um artikular. Misalnya sendi sacroiliac dan sendi. Am!iartr$sis Sendi yang memungkinkan tulang.dan os pubic. membran sino"ium serta kapsul sendi.# 2. baik yang memungkinkan tulang-tulang tersebut dapat bergerak ataupun tidak antara satu dengan dengan yang lainnya. Sendi sino"ial umumnya dijumpai pada ekstremitas. (inartr$sis Sendi yang tidak memungkinkan tulang-tulang yang berhubungan dapat bergerak satu sama lain. os ischium. Pada sendi ini ditemukan adanya celah sendi.tulang yang saling berhubungan dapat bergerak secara terbatas.

. Sino"ium merupakan jaringan a"askular yang melapisi permukaan dalam kapsul sendi. tetapi tidak melapisi permukaan rawan sendi. berlipat-lipat sehingga dapat menyesuaikan diri pada setiap gerakan sendi atau perubahan tekanan intraartikular.( 4 . 3ukleusnya terlihat lebih pucat dengan beberapa nucleoli.(02 merupakan sino"iosit tipe '.( +alaupun banyak pembuluh darah dan limfe di dalam jaringan sino"ial. cukup banyak aparatus golgi dan sedikit retikulum endoplasmik.ran (in$*ial Sino"ium merupakan bagian penting dari sendi diartrosis dan secara fisiologis berfungsi dalam transpor nutrien ke dalam rongga sendi serta mengeluarkan sisa metabolismenya. Sel ini merupakan salah satu sel yang memiliki peran utama pada sino"ium disamping sel-sel lain seperti fibroblast. sel mast. makrofag. sino"iosit merupakan tipe ! dan #0. Sedangkan sino"iosit ! menyerupai bentuk fibroblast -bipolar shape.#.*ambar 1. . Sendi syno"ial (in$*ium + Mem. ( Sino"ium tersusun atas 1-( lapis sel-sel sino"iosit yang menutupi jaringan subsino"ial dibawahnya. sel "askular dan sel limfatik. tetapi tidak satupun yang mencapai lapisan sino"iosit. memiliki banyak "akuola sitoplasmik. yang memiliki karakteristik fibroblast. Sino"iosit ' memiliki nukleus yang kaya akan chromatin. Sino"iosit dibagi dua tipe berdasarkan morfologi dan petanda molekular permukaannya. #. memiliki banyak retikulum endoplasmik dan well developed aparatus golgi.aringan pembuluh darah ini berperan dalam transfer konstituen darah kedalam rongga sendi dan pembentukan cairan sendi. yang memiliki sifat seperti makrofag dan sino"iosit ! -syno"ial fibroblast. Membran ini licin dan lunak. yaitu sino"iosit tipe ' -syno"ial macrophage. membantu stabilitas sendi dan bersifat sebagai low-friction lining. Sebagian besar -/0-102.

molekul dari cairan sendi dapat kembali ke plasma tanpa halangan apapun melalui sistem limfatik 5 . sebelum mencapai rongga sendi.Sawar endotel sangat selektif.. kemudian melalui matriks subsino"ial dan lapisan sino"ium.molekul dari plasma. tetapi kadar proteinnya lebih rendah. Sino"ium# . growth factors dan kemokinlain. Kedua jenis sino"iosit ini saling berinteraksi melalui sinyal yang diperantarai oleh sitokin. tulang-tulang yang saling berhubungan dilapisi rawan sendi.a/an (en%i Pada sendi sino"ial. makin besar molekulnya makin sulit melalui sawar tersebut. Pada umumnya kadar molekul dan ion kecilnya sama dengan plasma. $awan sendi merupakan jaringan a"askular dan juga tidak memiliki jaringan syaraf.4ungsi utama sino"iosit yang membentuk membran sino"ium adalah menyediakan berbagai molekul lubrikan seperti glikosaminoglikan disamping oksigen dan protein plasma nutrien bagi ruang sendi dan rawan sendi serta khondrosit. Sino"iosit ' selain memiliki aktifitas fagositik yang berguna untuk menyingkirkan berbagai debrisdari ruang sendi. Molekul.( *ambar #. berfungsi pula sebagai prosesor antigen. sehingga molekul protein yang besar akan tetap berada dalam jaringan "askular. Ketebalan rawan sendi kurang dari 6 mm tergantung jenis sendi dan lokasi di dalam sendi. Sebaliknya. harus melewati sawar endotel mikro"askuler. #.Sel ini mampu mengeluarkan berbagai en5im perusak. berfungsi sebagai bantalan terhadap beban yang jatuh ke dalam sendi.# 0airan (in$*ial 7airan sendi merupakan ultrafiltrat atau dialisat plasma. Sino"iosit ! berfungsi mensintesis hyaluronan disamping produksi berbagai komponen matriks seperti kolagen.

1 Peru. $asio protein cairan sendi dan plasma dapat menggambarkan keseimbangan kedua proses diatas.2. relaksasi pada otot polos akan mengakibatkan iris dan spingter ani mengalami dilatasi. ligamen menyatu ke dalam kapsul sendi sedangkan pada sendi yang lain dipisahkan oleh lapisan areolar. .2 a.elaksasi 4t$t . terutama tersusun oleh elastin.18 Ka"sul %an Ligamen Struktur ligamen dan kapsul satu sendi berbeda dengan sendi yang lain baik dalam hal ketebalannya maupun dalam hal posisinya. Pada sendi bahu. otot-otot polos akan mengalami relaksasi sebagai akibat dari hilangnya tonus. .elaksasi sekun%er $elaksasi sekunder terjadi karena lisis sel otot akibat proses pembusukan. ( 2.ahan1"eru. Pada mayat dari orang yang mati akibat kekurangan oksigen atau keracunan 5at-5at tertentu -misalnya keracunan karbon monoksida.ahan Mem"engaruhin3a Peru.2. Pada fase ini otot sudah tidak memiliki rangsangan dari sistem saraf pusat. Kelonggaran kapsul sendi sangat berperan pada lingkup gerak sendi yang bersangkutan.(. $elaksasi perimortal didapatkan # : ( jam setelah kematian. $elaksasi pada stadium itu disebut relaksasi primer. Korban masih dalam pengertian mati somatik. dan sedikit proteoglikan. Pada beberapa sendi.ancurnya sel dan jaringan otot membuat tulang-tulang tidak dapat dipertahankan posisinya. 'kibat tidak adanya impuls listrik dari sistem saraf pusat maka tidak ada lagi koordinasi otot-otot tubuh yang selalu berusaha menjaga keseimbangan dalam segala posisi tubuh seperti pada rahang bawah. 6 6 . .ahan Kulit Muka Perubahan setelah kematian dapat terlihat perubahan pada kulit muka akibat berhentinya sirkulasi darah maka darah yang berada pada kapiler dan "enula di bawah kulit muka akan mengalir ke bagian yang lebih rendah sehingga warna raut muka tampak menjadi lebih pucat.walaupun ukurannya besar.( 9igamen dan kapsul sendi.6 2. warna semula dari raut muka akan bertahan lama dan tidak cepat menjadi pucat. dada. Pada fase ini kematian sel belum terjadi sempurna.2 2.elaksasi "rimer (etelah Kematian %an )akt$r1!akt$r 2ang Pada saat mati sampai beberapa saat sesudahnya. struktur ligamennya tipis dan longgar..6 . sedangkan pada sendi lutut tebal dan kuat. Komponen glikosaminoglikannya terutama adalah kondroitin sulfat dan dermatan sulfat.

tingkat penurunannya menjadi lebih cepat. !ila mata terbuka pada atmosfer kering. metabolisme yang menghasilkan panas akan terhenti sehingga suhu tubuh akan turun menuju suhu udara atau medium di sekitarnya.kanan kornea akan berwarna kecoklatan dalam beberapa jam berbentuk segitiga dengan dasar di tepi kornea. dan pancaran panas.ahan "a%a mata Perubahan pada mata yaitu berkurangnya daya lihat dan ketegangan pada mata menurun secara cepat seperti tekanan arterial. tetapi kekeruhan yang telah mencapai lapisan lebih dalam tidak dapat dihilangkan dengan tetesan air.= sampai 1 >7 atau sekitar 1. Suhu medium 7 . Kekeruhan kornea terjadi pada lapisan terluar dapat dihilangkan dengan meneteskan air. Pada mayat yang tubuhnya kurus. konduksi. Penurunan ini disebabkan oleh adanya proses radiasi. !aik dalam keadaan mata tertutup maupun terbuka.3 Peru.2. yaitu& 6. dengan catatan penurunan suhu dimulai dari (/ >7 atau =1. #./ %erdapat dua hal yang mempengaruhi cepatnya penurunan suhu mayat ini. Perubahan pada retina dapat menunjukkan saat kematian hingga 16 jam pasca mati.rata maka penurunan suhu tersebut antara 0. b. 4aktor internal a. Penurunan (uhu Tu.2.< 2. kegagalan otot menghasilkan oklusi penuh dan ini akan terjadi pembukaan. Proses penurunan suhu pada mayat terjadi sangat lambat pada jam : jam pertama kemudian penurunan menjadi lebih cepat dan pada akhirnya menjadi lebih lambat kembali. Suhu tubuh saat mati Suhu tubuh yang tinggi akan mengakibatkan penurunan suhu tubuh menjadi lebih cepat sedangkan pada hipothermia sebaliknya. Kelopak mata biasanya tertutup tetapi secara umum tidak sempurna. 6. kornea menjadi keruh kira-kira 10-1# jam pasca mati dan dalam beberapa jam saja fundus tidak tampak jelas. Kekeruhan yang menetap ini terjadi sejak kira-kira < jam pasca mati.6 >4 setiap jam. .8 >4.2. sklera di kiri ./ 1.ika dirata . Keadaan tubuh mayat Konstitusi tubuh pada anak dan orang tua makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat.uh Sesudah mati. 4aktor ?ksternal a.

. .al ini disebabkan karena udara yang lembab merupakan konduktor yang baik dan aliran udara juga makin mempercepat penurunan suhu tubuh mayat. d.2. tingkat penurunan suhu menjadi lebih cepat karena air merupakan konduktor panas yang baik sehingga mampu menyerap banyak panas dari tubuh mayat. dimana setelah terbentuk hipostasis yang menetap dalam waktu 10:1# jam.# LEBAM MA2AT 9ebam mayat terbentuk bila terjadi kegagalan sirkulasi darah dalam mempertahankan tekanan hidrostatik yang menggerakan darah mencapai capillary bed dimana pembuluh: pembuluh darah kecil afferent dan efferent saling berhubungan. tingkat penurunan suhu menjadi lebih besar. 'kumulasi darah pada daerah yang tidak tertekan akan menyebabkan pengendapan darah pada pembuluh darah kecil yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah kecil tersebut dan berkembang menjadi petechie (tardieu`s spot) dan purpura yang kadang-kadang berwarna gelap yang mempunyai 8 . b. 2. .al ini dikarenakan kalor yang ada di tubuh mayat dilepaskan lebih cepat ke medium yang lebih dingin.al ini dikarenakan kontak antara tubuh mayat dengan suhu medium atau lingkungan lebih mudah. Pakaian mayat Semakin tipis pakaian yang dipakai maka penurunan suhu mayat semakin cepat. pada waktu ini dapat dikatakan lebam mayat terjadi secara menetap. c. 9ebam mayat berkembang secara bertahap dan dimulai dengan timbulnya bercak-bercak yang berwarna keunguan dalam waktu kurang dari setengah jam sesudah kematian dimana bercak-bercak ini intensitasnya menjadi meningkat dan kemudian bergabung menjadi satu dalam beberapa jam kemudian. Maka secara bertahap darah yang mengalami stagnasi di dalam pembuluh "ena besar dan cabang-cabangnya akan dipengaruhi gra"itasi dan mengalir ke bawah.enis medium Pada medium air. dimana fenomena ini menjadi komplet dalam waktu kurang lebih 1:1# jam. ke tempat:tempat yang terendah yang dapat dicapai. Keadaan udara di sekitarnya Pada udara lembab.Semakin besar selisih suhu antara medium dengan mayat maka semakin cepat terjadinya penurunan suhu. 1 9ebam mayat biasanya timbul setengah jam sampai dua jam setelah kematian. .

peranan '%P sangat penting dalam pembentukan kaku mayat.5 KAKU MA2AT +. M4.al ini disebabkan karena terjadinya perubahan kimiawi pada protein yang terdapat pada serabut-serabut otot. biasanya memerlukan waktu 11 sampai #8 jam untuk terbentuknya dan sering diartikan bahwa pembusukan sudah mulai terjadi./ a. kaku mayat terjadi pada bayi cukup bulan. perut. . !ila kadar '%P menurun.&64. maka kaku mayat akan lambat. lengan. Keadaan 9ingkungan Keadaan kering lebih lambat dari pada panas dan lembab Mayat dalam air dingin. juga pada orang yang sebelum mati banyak makan karbohidrat. 1 2. c.= Kaku mayat mulai terdapat sekitar # jam post mortem dan mencapai puncaknya setelah 10-1# jam pos mortem. tetapi pada suhu rendah kaku mayat lebih lambat dan lama. dada. keadaan ini akan menetap selama #8 jam dan setelah #8 jam kaku mayat mulai menghilang sesuai dengan urutan terjadinya. 9 . Seperti diketahui bahwa serabut otot dibentuk oleh dua jenis protein.T&(- Kaku mayat atau rigor mortis adalah kekakuan yang terjadi pada otot yang k-kadang disertai dengan sedikit pemendekan serabut otot. kaku mayat akan cepat terjadi dan berlangsung lama. yaitu dimulai dari otot-otot wajah. leher.= 4aktor-4aktor yang mempengaruhi kaku mayat & 6. Kondisi otot • Persediaan glikogen 7epat lambat kaku mayat tergantung persediaan glikogen otot. kaku mayat terjadi lebih cepat dan singkat. dimana sifat lentur dan kemampuan untuk berkontraksi menghilang sehingga otot yang bersangkutan akan menjadi kaku dan tidak dapat berkontraksi. dan tungkai. Asia • • • • • Brang tua dan anak-anak lebih cepat dan berlangsung lama. maka akan terjadi pada perubahan pada aktomiosin. terjadi setelah periode pelemasan@ relaksasi primer.6 b. Pada udara suhu tinggi.diameter dari satu sampai beberapa milimeter. dimana kedua jenis protein ini bersama dengan '%P membentuk suatu masa yang lentur dan dapat berkontraksi. kaku mayat akan lambat dan lama. yaitu aktin dan myosin. Pada kondisi tubuh sehat sebelum meninggal.2. !ayi prematur tidak terjadi kaku mayat. Menurut S5en-*yorgyi.

• Kaku mayat tidak terjadi pada suhu dibawah 10o7. Perubahan warna ini juga dapat dilihat pada permukaan organ dalam seperti hepar. terutama Clostridium welchii. d. Kemudian sel-sel menjadi lepas sehingga jaringan kehilangan strukturnya./. Proses auotolisis terjadi sebagai akibat dari pengaruh en5im yang dilepaskan pasca mati. maka sitoplasma dari organ sel itu akan mengalami disintegrasi dan nukleusnya akan dirusak sehingga sel menjadi lisis atau rheCis. kaku mayat terjadi lebih lambat dan berlangsung lebih lama.81 jam pasca mati berupa warna kehijauan pada dinding abdomen bagian bawah. mengandung lebih banyak bakteri dan letaknya yang lebih superfisial. Perubahan warna ini secara bertahap akan meluas keseluruh dinding abdomen sampai ke dada dan bau busukpun mulai tercium.7 Pada mayat dengan penyakit kronis dan kurus. +aktu terjadinya rigor mortis -kaku mayat. kuku mayat lebih cepat terjadi dan berlangsung tidak lama. dengan demikian pankreas akan mengalami autolisis lebih cepat dari pada jantung. kekakuan yang terjadi pembekuan atau cold stiffening. 'utolisis adalah perlunakan dan pencairan jaringan yang terjadi dalam keadaan steril melalui proses kimia yang disebabkan oleh en5imen5im intraseluler. Kurang dari ( : 8 jam post mortem & belum terjadi rigor mortis 9ebih dari ( : 8 jam post mortem & mulai terjadi rigor mortis $igor mortis maksimal terjadi 1# jam setelah kematian $igor mortis dipertahankan selama 1# jam $igor mortis menghilang #8 : (< jam post mortem Pem. Pada saat Cl.2.1( %anda pertama pembusukan baru dapat dilihat kira-kira #8 jam .1( 10 .usukan Atau M$%i!ikasin3a Pembusukan adalah proses degradasi jaringan pada tubuh mayat yang terjadi sebagai akibat proses autolisis dan akti"itas mikroorganisme. Proses autolisis ini tidak dipengaruhi oleh mikroorganisme oleh karena itu pada mayat yang steril misalnya mayat bayi dalam kandungan proses autolisis ini tetap terjadi.welchii mulai tumbuh pada satu organ parenchim. lebih sering pada fosa iliaka kanan dimana isinya lebih cair. Pada mati mendadak. dimana hepar merupakan organ yang langsung kontak dengan kolon trans"ersum. sehingga organ-organ yang kaya dengan en5im . 7ara Kematian • • • • • • • 2.en5im akan mengalami proses autoilisis lebih cepat daripada organ-organ yang tidak memiliki en5im.

?arly & Brgan dalam yang cepat membusuk antara lain jaringan intestinal. 11. 9ubang mulut keluar darah. !ulla atau kulit ari terkelupas. #. lambung. pankreas. 9ubang lainnya keluar isinya seperti feses -usus. 9ate & Aterus non gra"id dan prostat merupakan organ yang lebih tahan terhadap pembusukan karena memiliki struktur yang berbeda dengan jaringan yang lain yaitu jaringan fibrosa. 8. 6.1( *olongan organ berdasarkan kecepatan pembusukannya. 11 . #. lien. !ibir membengkak. <. yaitu& 1( 1.<( kg sebelum mati menjadi =6 . otak. lidah terjulur diantara dua gigi. Pada wanita uterus dapat menjadi prolaps dan fetus dapat lahir dari uterus wanita hamil. +ajah membengkak. 18.. (. 9idah terjulur. ini menyebabkan mayat sulit dikenali kembali oleh keluarganya. ginjal. /. Mata menonjol. 1# Pengeluaran urine dan feses dapat terjadi oleh karena tekanan intra abdominal yang meningkat.Skrotum dan penis dapat membesar dan membengkak. diafragma. inding perut pecah. dan darah. Moderate & Brgan dalam yang lambat membusuk antara lain paruparu. =. uterus gra"id. yaitu& 1(. bibir menonjol seperti Dfrog-like-fashionE. 16. usus.. Pembuluh darah bawah kulit melebar. 9ubang hidung keluar darah. Kedua bola mata keluar. Pembengkakan yang terjadi pada seluruh tubuh mengakibatkan berat badan mayat yang tadinya 6/ .118 kg sesudah mati. leher dan muka dapat menggembung. jantung. 1. 1<. otot polos dan otot lurik. Brgan dalam membusuk. 1#. uterus post partum. Pada anak-anak adanya gas pembusukan dalam tengkorak dan otak menyebabkan sutura-sutura kepala menjadi mudah terlepas. dan partus -gra"id.18 1. 10. Skrotum atau "ul"a membengkak. Kuku terlepas. 'borescent pattern @ morbling yaitu "ena superfisialis kulit berwarna kehijauan. isi lambung. 1(. medula adrenal. (. Secara garis besar terdapat 1/ tanda pembusukan pada jena5ah. !adan gembung. $ambut terlepas.

Btot masih dapat dirangsang dengan listrik sampai kira-kira # jam pasca mati. dan mengalami mati seluler setelah 8 jam. < efinisi mati seluler -mati molekuler. 9ar"a lalat. sehingga kematian seluler pada tiap organ atau jaringan terjadi secara . kadar nitrogen non-protein kurang dari 10 mg2 menunjukkan kematian belum #8 jam.< 2. sehingga analisis darah pasca mati tidak memberikan gambaran konsentrasi 5at-5at tersebut semasa hidupnya.2. c. Perubahan tersebut diakibatkan oleh akti"itas en5im dan bakteri.8 Bi$kimia/i Darah Kadar semua komponen darah berubah setelah kematian. kadar protein kurang dari 6 mg2 dan 10mg2 masing-masing menunjukkan kematian belum mencapai 10 jam dan (0 jam. !eberapa uji dapat dilakukan terhadap mayat yang masih segar.2. Susunan saraf pusat mengalami mati seluler dalam waktu 8 menit b. Sebagai contoh& a.2. . yaitu kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis. 2. 12 aya tahan hidup masing-masing organ atau jaringan berbeda-beda.r$s"inal + 0(( - Kadar nitrogen asam amino kurang dari 182 menunjukkan kematian belum lewat 10 jam.<.1( 2. ilatasi pupil masih dapat terjadi pada pemberian adrenalin 0. serta gangguan permeabilitas dari sel yang telah mati. Selain itu gangguan fungsi tubuh selama proses kematian dapat menimbulkan perubahan dalam darah bahkan sebelum kematian itu terjadi.1: .eaksi Peri m$rtal $eaksi peri mortal yaitu reaksi jaringan tubuh sesaat pasca mati klinis yang masih sama seperti reaksi jaringan tubuh pada seseorang yang hidup. misalnya rangsang listrik masih dapat menimbulkan kontraksi otot mayat hingga =0 : 1#0 menit pasca mati dan mengakibatkan sekresi kelenjar keringat sampai <0 : =0 menit pasca mati.62 akan mengakibatkan miosis hingga #0 jam pasca mati.12 atau penyuntikan sulfas atropin 1 2 atau fisostigmin 0.< tidak bersamaan.9 0airan sere.1/. sedangkan trauma masih dapat menimbulkan perdarahan bawah kulit sampai 1 jam pasca mati.ingga saat ini belum ditemkan perubahan dalam darah yang dapat digunakan untuk memperkirakan saat mati dengan lebih tepat.

uhan .1 mm perhari dapat digunakan untuk memperkirakan saat kematian bia dapat diketahui saat terakhir yang berangkutan memotong kuku.11 Pertum. Kornea masih dapat ditransplantasikan. sedangkan !altha5ard seperti yang kutip oleh erobert dan 9e !reton tahun 1=61 mengatakan rata-rata pertumbuhan rambut adalah 0. Kulit masih dapat berkeringat sampai lebih dari 1 jam pasca mati dengan cara penyuntikan subkutan pilokarpin #2 atau asetilkolin #02.2.8mm@ hari.d. e.< 13 .am.6 2.2. arah masih dapat dipakai untuk transfusi sampai < jam pasca mati. Keadaan tersebut diatas pada mayat dimana masih dapat menghasilkan gambaran intra"ital disebut reaksi peri mortal dan pertamakali didiskusikan pada tahun 1=<( oleh Schleyer.12 Pertum. f. g. akan tetapi pada tiap indi"idu mempunyai perbedaan dalam rata-rata pertumbuhan dalam area yang sama.( 2. Sejak rambut berhenti pertumbuhannya pada saat kematian maka panjang dari jenggot mayat mungkin dapat menjadi pemikiran tentang lamanya waktu antara kematian dan cukur terakhir. pada tahun 1=68 mengatakan rata-rata pertumbuhan rambut adalah 0. Spermato5oa masih bertahan hidup beberapa hari dalam epididimis. Selain itu "ariasi musim atau iklim mempengaruhi metabolisme dari tubuh itu sendiri. *on5ales dkk.ut Pengetahuan mengenai rata-rata tumbuh rambut muka member petunjuk dalam membuat perkiraan kapan saat cukur terakhir. dan menurut *laister pada tahun 1=/( adalah 1:( mm @ minggu. juga "ariasi rata-rata dari satu tempat ke tempat lain di muka dan juga berbeda dari satu indi"idu ke indi"idu yang lain.6 mm @ hari.uhan Kuku Pertumbuhan kuku yang diperkirakan sekitar 0.

Sendi syno"ial.16. sino"ium dan cairan syno"ial. Selain itu sino"ial juga berfungsi sebagai pelumas dan perekat. 7airan sendi juga mengandung leukosit biasanya normal F #00 sel@mm dengan jumlah sel PM3 F #62. . Sendi syno"ial biasanya terdiri dari kartilago. glukosa normal kadar glukosa di cairan sendi F 102 dari glukosa darah dan asam organic seperti asam laktat dan asam suksinat.1 K$m"$nen 0airan (en%i 7airan sendi -sino"ial.al ini disebabkan karena cairan sendi mengandung asam hyaluronat yang disekresi oleh fibroblast-like B cells didalam sino"ium. Sino"ium adalah jaringan yang menutupi seluruh permukaan sendi.BAB 3 PEMBAHA(AN 3. engan demikian kadar ion : ion dan molekul : molekul kecil eki"alen dengan kadarnya di dalam plasma. sedang protein kadarnya lebih rendah. Sino"ia -cairan sendi.1< 7airan sendi normal adalah ultra filtrate atau dialisat dari plasma.1< *ambar 1. normal berwarna kekuningan. kecuali weight bearing surface sendi diartrodial manusia normal.8.16 14 . cairan sendi ini memberikan nutrisi esensial dan membersihkan sisa metabolisme dari kondrosit di dalam rawan sendi. adalah lapisan cairan tipis yang mengisi ruang sendi normal. 7airan sendi mempunyai "iskositas yang tinggi. bening mengandung leukosit dan tidak membeku karena tidak mengandung fibrinogen.

8( 1( : 110 0 : #6 0 : /1 0 : /1 0 : 1# 1. . 7airan sino"ial merupakan kompartemen cairan yang baik untuk diselidiki dalam ilmu reumatologi dan banyak dijadikan sebagai buku pegangan analisis cairan sendi yang tersedia. Kondisi untuk eksklusi adalah. dan waktu yang tidak diketahui kematian dibuang.ahan 0airan (en%i (etelah Mati 3ilai 3ormal /. Kalium.# : (. sebagian besar karya-karya telah terkonsentrasi pada perubahan biokimia yang terjadi dalam cairan tubuh yang berbeda. mempelajari cairan sino"ial dan "itreous humor.%abel 1.A Plesis -1=/6.2 Peru. 3amun hanya sedikit penelitian yang menyangkut kepentingan hukum medikolegal pada cairan syno"ial. arthritis dll. kreatinin.yaluronat g@dl 3. *ambaran 'nalisis 7airan Sendi 3ormal16 7airan Sendi P.an #008. berdarah. natrium.( alam beberapa tahun terakhir. klorida. Mayat. Studi berkaitan dengan estimasi inter"al postmortem sesuai dengan perjalanan waktu akti"itas ion kalium dalam cairan sino"ial kada"er. tetapi penelitian terbaru dari cairan sendi telah menarik perhatian ahli biokimia forensik dan patologis. dari 1#( kasus dengan waktu yang diketahui sejak epartemen kematian yang menjadi sasaran mediko otopsi hukum di kamar mayat dari Kedokteran 4orensik dan toksikologi di Mahatma *andhi Gnstitute of Medical Sciences. kuning sampai kehijauan berawan. Se"agram selama periode satu tahun . .1 !urkahrd Madea et al -#001. Kasus cedera lutut.0 6< : <( (/ : 88 0.esember #008. kalsium. dan membandingkan kedua cairan. keruh dan perdarahan di dalam dibuang. di mana cairan sino"ial berawan. *lobulin -2. yang disimpan dalam cold storage. kondisi infektif sendi -rematik.( : /.umlah 9eukosit PM3 9imfosit Monosit Sel syno"ia Protein %otal g@dl 'lbumin -2.1 alam penelitian ini cairan sino"ial disedot dari sendi lutut dengan prosedur standar sesuai diadopsi oleh . Sampel. urea 15 . glukosa.

S dan 'rryo M.1 %hanatochemistry adalah perubahan kimia yang terjadi setelah kematian . Persamaan bisa berkembang tanpa pengaruh umur.# Kalium merupakan salah satu analit postmortem yang dipilih untuk diselidiki. .al ini dapat memberikan kuantitatif pengukuran untuk menentukan inter"al postmortem . 'nalisis cairan sino"ial merupakan hal yang sedikit lebih rumit karena "iskositas yang lebih tinggi. asam urat. yang diprediksi mengalami perubahan dan telah banyak digunakan untuk diagnostik. 1=16. Konsentrasi intraselular KI setinggi #-80 kali konsentrasi KI dalam plasma. hypostasis dan dekomposisi terjadi mengarah ke pembubaran semua jaringan lunak . kembali ke ekuilibrium terjadi pada tingkat yang stabil karena mekanisme pemompaan tidak aktif dan dinding sel menjadi membran semipermeabel yang 16 . Kalium memiliki korelasi cukup tinggi dan positif dengan selang waktu. . Setelah kematian.. albumin. %ingkat natrium dan glukosa dalam cairan sino"ial pada mayat memiliki perubahan yang tidak teratur dengan peningkatan dalam waktu sejak kematian dan tidak ada yang signifikan korelasi ada untuk sodium dan glukosa dalam kaitannya dengan waktu sejak kematian dan tidak ada yang pasti. nitrogen. . 7. urea.dianalisis. asam laktat dehidrogenase dan *B% dalam kaitannya dengan penyebab kematian dan mengamati bahwa parameter biokimia cairan sino"ial yang dimodifikasi. glukosa. Sahoo P7H 1==1 mempelajari 18 kasus dan menunjukkan kadar kalium dalam cairan sino"ial meningkat kematiannya.PMG . # Setelah kematian . seks dan penyebab kematian lebih konsentrasi glukosa dan ion natrium dengan waktu sejak kematian. banyak perubahan physiochemical seperti 'lgor mortis .1 7airan syno"ial terdiri dari -oleh Moro . sampai 81 jam setelah 'kibatnya menunjukkan. alkaline phosphatase.al ini digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dalam komposisi kimia dari mayat manusia secepat kematian terjadi . meskipun ini modifikasi terkait lebih langsung dengan durasi proses patologis yang mengarah ke kematian daripada dengan sifat proses itu sendiri. ?"aluasi data dalam hal program waktu selama periode postmortem berguna. total protein. Kornea berkabut terjadi setelah kematian dengan peningkatan intensitasnya sampai kornea kehilangan turgor nya apakah kelopak mata tetap terbuka atau tidak.# Perbandingan premoterm dan posmoterm cairan telah menunjukkan komponen tetap relatif konstan.asilnya konsentrasi kalium dalam cairan sino"ial menunjukkan sedikit lebih tinggi dari "itreous humor namun kedua cairan kompartemen menunjukkan peningkatan kadar kalium dalam kursus hampir sejajar.1. rigor mortis . cairan sino"ial dapat digunakan sebagai alat pemeriksaan post mortem.

kalsium. glukose.1 alam penelitian lain oleh 3ishat et. jenis kelamin. kalsium.3 Perkiraan (aat Kematian Ber%asarkan Peru.al. albumin.# !anyak peneliti telah mempelajari tentang perubahan biokimia dilihat dari berbagai aspek dengan berbagai hasil dan beberapa perdebatan.#. urea.ipoksantin adalah produk degradasi "ital metabolisme purin. nitrogen. klorida. beberapa berpendapat cairan syno"ial dianggap lebih terlindung dan kurang berpaparan terhadap perubahan atmosfer jika dibandingkan dengan cairan tubuh yang lain seperti cairan serebrospinal dan darah. # . ari 18 kasus telah memperlihatkan potassium cairan syno"ial meningkat hingga mencapai maksimum pada 81 jam setelah kematian. . meneliti cairan syno"ial dan cairan "itreus. dan analisa urea pada kedua cairan ini. sebab kematian dan konsentrasi glukosa dan sodium pada cairan syno"ial dan hubungannya dengan waktu kematian menyimpulkan tidak ada hubungan secara langsung.memungkinkan KI bocor melalui membran untuk mendekati keseimbangan.# !urkahrd Madea et al -#001.8 BAB PENUTUP engan demikian perubahan biokimia post mortem dari cairan syno"ial mungkin sangat membantu 17 . potasium. klorida.( . menjelaskan perkiraan dari sodium dan glukosa pada cairan syno"ial yang didapat dari 1#( sendi lutut kada"er mengungkapkan tidak ada perubahan yang signifikan. natirum. menggunakan parameter biokimia cairan syno"ial diantaranya sodium. tetapi secara keseluruhan peningkatan kadar potassium dari nilai normal terjadi pada kedua cairan ini.( 3. dalam memperkirakan post mortem inter"al yang bisa dikatakan mendekati akurat. kreatinin.ahan 0airan (en%i alam suatu studi alam #0 tahun terakhir cairan tubuh banyak digunakan untuk menetukan post mortem inter"al. and urea. hasilnya didapatkan konsentrasi potassium pada cairan syno"ial memperlihatkan kadar yang sedikit tinggi dibanding dengan konsentrasi potassium cairan "itreus. glukosa. cairan liJuor dan cairan syno"ial.asil dari suatu studi tentang pengaruh umur. Pada studi ini paramater yang digunakan adalah potasium dan glukosa. kreatinin. tujuan penelitian adalah membandingkan kadar potassium. !erbagai parameter yang banyak digunakan untuk menilai cairan sendi untuk memperkirakan waktu kematian sampai saat ini seperti glukosa. komparatif.al ini meningkatkan pada periode postmortem dan terutama berdifusi dari retina ke pusat "itreous humor. pospat alkalin dan asam laktat dehidrogenase. asam urea. total protein. diantaranya cairan "itrous.

natrium. kreatinin. molekul dari cairan sendi dapat kembali ke plasma tanpa halangan apapun melalui sistem limfatik walaupun ukurannya besar.1 Kesim"ulan Kematian pasti akan dilalui oleh setiap yang bernyawa. !anyak cara yang dapat digunakan dalam memperkirakan saat kematian salah satunya adalah penggunaan cairan sino"ial. Kalium memiliki korelasi cukup tinggi dan positif dengan selang waktu.asilnya konsentrasi kalium dalam cairan sino"ial menunjukkan sedikit lebih tinggi dari "itreous humor namun kedua cairan kompartemen menunjukkan peningkatan kadar kalium dalam kursus hampir sejajar. 7airan sino"ial merupakan ultrafiltrat atau dialisat plasma. kalsium. dan membandingkan kedua cairan. harus melewati sawar endotel mikro"askuler. Pada tubuh akan terjadi kematian sel demi sel dan kematian secara keseluruhan akan terjadi dalam beberapa jam. mempelajari cairan sino"ial dan "itreous humor. ?"aluasi data dalam hal program waktu selama periode postmortem berguna. glukosa. klorida.Sawar endotel sangat selektif.molekul dari plasma. sebelum mencapai rongga sendi. Setiap sel tubuh memiliki perbedaan waktu untuk mengalami kematian sel yang disebabkan oleh perbedaan metabolisme seluler didalamnya. . makin besar molekulnya makin sulit melalui sawar tersebut. tetapi kadar proteinnya lebih rendah. Sahoo P7H 1==1 mempelajari 18 kasus dan menunjukkan kadar kalium dalam cairan sino"ial meningkat kematiannya. $asio protein cairan sendi dan plasma dapat menggambarkan keseimbangan kedua proses diatas.2 (aran 18 . . urea dianalisis. Memperkirakan saat kematian yang mendekati ketepatan penting untuk proses penyidikan. sebagian besar karya-karya telah terkonsentrasi pada perubahan biokimia yang terjadi dalam cairan tubuh yang berbeda. Pada umumnya kadar molekul dan ion kecilnya sama dengan plasma. !urkahrd Madea et al -#001. sehingga molekul protein yang besar akan tetap berada dalam jaringan "askular. Molekul.. alam beberapa tahun terakhir. Kalium. kemudian melalui matriks subsino"ial dan lapisan sino"ium. 'nalisis cairan sino"ial merupakan hal yang sedikit lebih rumit karena "iskositas yang lebih tinggi. tetapi penelitian terbaru dari cairan sino"ial telah menarik perhatian ahli biokimia forensik dan patologis. sampai 81 jam setelah 'kibatnya menunjukkan. Sebaliknya. cairan sino"ial dapat digunakan sebagai alat pemeriksaan post mortem.

Da!tar Pustaka 19 . !anyak cara yang dapat digunakan dalam memperkirakan saat kematian salah satunya penggunaan cairan sino"ial setelah mati. khususnya bila dikaitkan dengan proses penyidikan.Memperkirakan saat kematian yang mendekati ketepatan mempunyai arti penting. Sehingga dapat membantu dalam penegakan hukum dan mengarahkan penyidik sesuai dengan perkiraan saat kematian yang mendekati ketepatan. Penyidik dapat lebih terarah dan selektif dalam melakukan pemeriksaan terhadap tersangka tindak pidana.

1. . Saat kematian. 3ew #. epartment of 7linical Pathology. %oronto. 'labama #006&1/<-1/. Struktur sendi.al <0-<# alam& Glmu Kedokteran 4orensik Pedoman !agi iponegoro.!iochembull.com. 'delman. %raumatologi.alaman #6-(6. "ol. %hanatologi. Gdris. !adan Penerbit Ani"ersitas iponegoro& Semarang.#0-#<. e *raff. Semarang& !alai Penerbit Ani"ersitas iunduh dari http@@www. . #008. 9ate Postmortem 7hanges@ ecomposition. ahlan. Pedoman !agi Penegak .utline DPerubahan Sistemik PosmotermE diakses melalui of Human $natomy. !ina $upa 'ksara. .freewebs.com tanggal / September #01( 18. ?d&Koopman +. Sofwan. saraf dan endotel "askuler. otot. Muhammad. 10. Simkin P'. . &edoman 'lmu (edokteran )orensik. #00/. M ' 1#. . Ani"ersity of %oronto.KlinikGndonesia.. 'nonim. Syno"ial physiology. 8/-<6. 20 . Muscle %issue and %he Mode of 7ontraction.ukum. # 'pril #001. %oronto. 9inda K. /.htm 11.ukum. iunduh dari http@@www. 9ippincott williams L wilkins.ealth Science 7enter. diakses tanggal (1 'gustus #01(. epartment of 9aboratory i"ision of 7linical Pharmacology and %oCicology. *chaum+s .ill. (. ahlan.com. 1(. 7S77 nergy! "lycolysis and Cellular #espiration. r. Mc-*raw . 1==/ & 6(-//. Glmu Kedokteran 4orensik.1. +ijaya.akarta #00<&10=6-10#. !agian Kedokteran 4orensik 4akulatas Kedokteran Ani"ersitas Gndonesia. Pusat alam 4akultas Kedokteran Ani"ersitas okter dan Gndonesia. Kurniawan. $lgor %ortis. Ph. 4$S7. & !uku ajar Glmu Penyakit Penerbitan 6. http&@@www. 3ew Kork & 4orensic Science Gnternaational & #00=. !ushan Kapur. ?stablishing %he %ime of Kork & Gnfobase Publishing & #00/.ospital for Sick 7hildren. no. and 3ews.klinikindonesia. Man r. Glmu Kedokteran 4orensik. Sumariyono. +'. diakses tanggal (1 'gustus #01( =. . Harvesting Medicine and Pathobiology.p.1==/. <. epartemen Glmu Penyakit alam alam. 'l 4atih. 4'7!. eath in & 4orensic Medicine. okter dan Penegak . %he . #001 & 61-6(. Morelan $+. Sofwan. Gn& 'rthritis and allied conditions.com@forensicpathology@lebammayat.oward 7. 8. 47'7! Sunnybrook .ricky www.ilid GG ?disi GM. 7oC. 60. 4aculty of Medicine. ?ditor Sudoyo '+ dkk. K M.

Setiati S. Setiyohadi !. Ani"ersity of 7alifornia-San. 'lwi G. San diego & #00/. .ilid GGG. Sumariyono. ?disi M. !uku 'jar Glmu Penyakit alam. . 'rtrosentesis dan analisis cairan sendi.16. #00=. alam& Sudoyo '+. 21 . epartments of !ioengineering and +hitaker Gnstitute of !iomedical ?ngineering. Simadibrata M. editors. $ model of synovial fluid lubricant composition in normal and in-ured -oints. 1<.akarta& lGmu Penyakit alam 4KAG.