You are on page 1of 1

AMANDEMEN KELIMA UUD 1945 AKAN UBAH BENTUK NEGARA KESATUAN Perubahan UUD 1945 pada 1999-2002

telah mengubah paradigma konsensus bangsa terhadap bentuk Negara Kesatuan. Ada inkonsistensi dalam perumusan bentuk negara. Di satu sisi NKRI dianggap final sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1 dan pasal 37 ayat 5 UUD NRI 1945. Tapi di sisi lain, diberlakukan sistem dua kamar pada lembaga Legislatif, yaitu kamar DPR yang mewakili rakyat melalui Parpol dan kamar Dewan Perwakilan Daerah yang mewakili kepentingan daerah. “Ketika sebuah negara memberlakukan sistem dua kamar dengan pembagian kekuasaan legislatif seperti itu maka dengan sendirinya mempraktekan sistem federalisme yang bertentangan dengan sistem unitarisme atau Negara Kesatuan,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ahmad Basarah saat berbincang dengan MediaIndonesia.com di Jakarta, Rabu (11/1). Namun, lanjutnya, karena keberadaan DPD sudah diakomodasi dalam UUD maka terjadilah apa yang disebut dengan toleransi konstitusional. Ini berarti menerima sistem dua kamar tetapi dengan kewenangan legislasi, pengawasan dan anggaran yang bersifat terbatas dari kamar DPD. “Toleransi tersebut sudah bersifat maksimal. Dan kalau mau diubah lagi posisi juridis formal DPD menjadi equal (setara) dengan DPR, sebagaimana yang diusulkan DPD dalam usulan amandemen ke-5, maka hal itu secara otomatis bertentangan dengan konsensus bangsa yang telah menjadikan bentuk Negara Kesatuan menjadi bentuk negara yang final,” pungkas anggota komisi III DPR dari Fraksi PDIP tersebut. [MICOM]