You are on page 1of 19

1

BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Tawadhu atau sering disebut dengan rendah hati merupakan sifat mulia yang dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan dan keagungan, lawannya adalah takabur atau sombong. Rendah hati bukan berarti merendahkan diri kepada orang lain karena menggap dirinya kalah dalam berbagai aspek kehidupan. Akan tetapi, rendah hati merupakan sifat mulia yang tertanam di dalam bathin dan dengannya timbul perbuatan nyata. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mohammad Abdai Ranthomy, bahwa : Rendah hati atau tawadhu bukannya merendahkan diri terhadap orang lain karena merasa kalah tinggi dari padanya, misalnya kalah banyak hartanya, kalah tinggi derajatnya,kalah mulia keturunannya, kalah kuat tubuhnya, kalah besar kekuasaannya dan lain lain sebagainya. Sebab jikalau merendahkan diri itu dengan sebab adanya perasaan kalah dalam dirinya, maka pada lain kali, jikalau dirinya telah menang, pastilah tawadhu nya hilang. !adi tawadhu yang sesungguhnya itu bukan karena kalah dalam apapun, tetapi memang sudah merupakan sifat yang meresap dalam hatinya, lalu tanpak keluar keanggota tubuhnya. "ebalikan tawadhu itu adalah takabur, sombong atau #ongkak1. $engan memahami kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa tawadhu merupakan suatu sifat mulia dan yang terpuji tertanan di dalam bathin seseorang
Mohammad Abdai Ranthomy, Tiga Serangkai Sendi Agama; Tauhid,Fiqh,Tasawuf, %et.&, '(andung : Al)Ma arif,1**+,, h -&..
1

dan dengannya timbul perbuatan. 0a memandang semua manusia sederajat, tidak memandang kehidupan bertahta dan berkasta, tidak memandang adanya kedudukan walaupun ia memilikinya, dalam arti ia tidak angkuh, tidak sombong dan tidak #ongkak terutama kepada Allah S12 dan terhadap sesama muslim. (ersikap tawadhu dalam kehidupan dan pergaulan antar sesama mukmin sangat di anjurkan oleh islam. Sebagaimana firman Allah S12 dalam al) 3uran surat al)4ijr ayat &&, yang berbunyi : ................... Artinya :dan berendah dirilah kamu terhadap orang "al#$i%r : && ' orang yang beriman!

Makna yang terkandung di dalam frman Allah S12 di atas adalah perintah agar antara mukmin dengan mukmin yang lainnya tidak saling membanggakan diri, membanggakan harta, pangkat5jabatan atau keturunan. Akan tetapi, anjuran agar antar mukmin saling menghormati, saling memuliakan dan saling menghargai sehingga ter#ipta tatanan kehidupan yang harmonis penuh dengan limpahan rahmat dan kasih sayang Allah S12. 0ni hanya dapat terbentuk jika seseorang telah memiliki sikap tawadhu . Sikap tawadhu pada dasarnya dapat dibentuk melalui pembiasan bertaqarrub 'mendekatkan diri , kepada Allah S12, sedangkan sarana untuk bertaqarrub kepada)6ya adalah melaksanakan perintah ibadah baik yang berbentuk wajib maupun ibadah sunat.

$engan melaksanakan ibadah, maka manusia sebagai makhluk #iptaan)6ya akan selalu merasa rendah dihadapan Allah S12 selaku pen#iptanya semata untuk mengharap ridha)6ya. Sebab, tidak ada kerendahan yang lebih baik dan lebih sempurna selain menganggap diri rendah dihadapan Allah S12 sebagai pemilik "emuliaan dan "eagungan dan tidak ada ibadah yang dapat direalisasikan dengan sempurna tanpa dengan kerendahan dihadapan Allah S12 sebagaimana yang dikatakan oleh 7uad bin Abdul A8i8 Al)Syalhub,bahwa 9 suatu ibadah tidak dapat direalisasikan dengan sempurna jika tanpa adanya rendah hati terhadap Allah:/. "ebiasaan rendah hati kepada Allah S12 ketika melakukan ibadah akan membentuk sikap rendah hati terhadap sesama muslim dalam kehidupan dan pergaulannya sehari)hari. Sebab segala sesuatu yang dilakukannya semata)mata karena Allah. !ika amal perbuatan dilakukan karena Allah,maka seseorang terhindar dari sikap angkuh,sombong dan membanggakan diri dari segala kelebihan yang dimilikinya, sebab dihadapan Allah S12 ia tetap merasa rendah. Sikap inilah yang menghiasi jiwanya dan dengannya pula timbul tingkah laku. Salah satu ibadah yang paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah S12 adalah shalat 2ahajjud. 2ahajjud merupakan shalat sunat yang dilaksanakan pada sepertiga malam, jumlah rakaatnya tidak terbatas dan minimal dua rakaat. Shalat 2ahajjud dikatakan efektif untuk mendekatkan diri kepada

7uad bin Abdul A8i8 Al)Shallub,(uantum Tea)hing,*& +angkah ,ela%ar -enga%ar .( /ara 0abi SA1, %et.0,'!akarta: ;ikrul 4akim,/<<.,,h 1*.

Allah berdasarkan pernyataan Salman Al)7arisi seperti yang dikutip oleh Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y sebagai berikut : 94endaklah kamu mengerjakan qiyamul lail, karena sesungguhnya itu lah adatnya orang) orang shalih sebelummu. 0a mendekatkan kamu kepada 2uhanmu, ia menutupi kesalahan) kesalahanmu,ia men#egah kamu dari dosa dan ia mengusir penyakit dari tubuh:-. $i $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya ' M?$0 M@SRA, Samalanga, dari realitas yang ditemui di lapangan bahwa sebagian santri memiliki sikap tawadhu yang sangat tinggi, namun sebagian yang lainnya nyaris tidak memiliki sikap tawadhu. Sebagai sebuah lembaga pendidikan 0slam, perbedaan sikap tawadhu santri di dayah ini semestinya tidak terjadi. Sebab, tujuan pendidikan 0slam itu sendiri adalah 9 untuk membina peserta didik men#apai tiga aspek, yakni aspek keimanan men#akup seluruh arkanul iman, aspek ibadah, men#akup seluruh akhlakul karimah: +. Aada aspek akhlak termasuk di dalamnya adalah sikap tawadhu. 7enomena sikap tawadhu santri yang terjadi di $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya Samalanga diatas, di asumsikan sebagai akibat dari implementasi shalat 2ahajjud yang dilaksnakan oleh masing)masing santri. $ari hasil wawan#ara sementara terhadap beberapa santri yang memiliki sikap tawadhu tinggi diperoleh informasi bahwa mereka se#ra rutin melaksanakan shalat 2ahajjud. Sedangkan menurut pengakuan beberapa orang santri yang

Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y, 2edoman 2uasa,/et!3,'Semarang : Austaka Ri8ki Autra,/<<B,,h./<.. 4 4aidar Autra $aulay, 2endidikan 4slam dalam Sistem 2endidikan 0asional di 4ndonesia! %et.0, 'Medan : 0A06 Ares Medan,/<</,, h.--

memiliki sikap tawadhu rendah, bahwa mereka jarang melaksanakan shalat 2ahajjud. Atas dasar fanomena sikap tawadhu santri $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya Samalanga diatas, penulis termotiCasi untuk melakukan analisis sikap tawadhu santri yang melaksanakan dengan santri yang tidak melaksanakan shalat 2ahajjud. Aenelitian ini di tuangkan ke dalam sebuah judul Sikap Tawadhu Santri !ang "elakukan Shalat Taha##ud dengan Santri !ang Tidak Melakukan Shalat Taha##ud$. %Stud! &'"perati( pada Santri Da!ah Mudi Mesra). B. *u"usan Masalah Agar penelitian ini dapat terlaksana se#ara sistematis dan terarah, maka latar belakang di atas menjadi rumusan masalah dalam penelitian sebagai berikut : 1. (agaimana sikap tawadhu santri yang melakukan Shalat 2ahajjud di $ayah Mudi Mesra /. (agaimana sikap santri yang tidak melakukan Shalat 2ahajjud di $ayah Mudi Mesra +. Tu#uan Penelitian $alam setiap kegiatan yang dilakukan penentuan tujuan merupakan hal yang sangat penting, karena tujuan yang jelas dapat menentukan arah atau sasaran yang akan di#apai.

1. ?ntuk mengetahui sikap tawadhu santri yang melakukan Shalat 2ahajjud di $ayah Mudi Mesra. /. ?ntuk mengetahui sikap santri yang tidak melakukan Shalat 2ahajjud di $ayah Mudi Mesra $. "egunaan Aenelitian Adapun kegunaan penelitian ini dapat ditinjau dari dua sudut, yakni sudut teoritis dan sudut praktis.

1. Se#ara 2eoritis $iperoleh informasi tentang sikap tawadhu santri $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya 'M?$0 M@SRA, Samalanga yang melaksanakan Shalat 2ahajjud dan Santri yang tidak melakukan Shalat 2ahajjud . $engan terkumpulnya informasi tersebut, maka di harapkan dapat menjadi kha8anah keilmuan dalam memperkarya teori di bidang penddikan. $i samping itu, dapat dijadikan sebagai rujukan bagi yang berkepentingan pada suatu waktu.

/. Se#ara Araktis (ila sikap tawadhu antara santri yang melaksanakan dengan yang tidak melaksanakan shalat 2ahajjud lebih tiggi, maka dapat disarankan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan $ayah Ma had >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya Samalanga agar menumbuhkan motiCasi bertahajjud pada santrinya.

Selanjutnya,juga disarankan kepada seluruh orang tua5wali dari santri agar mendirikan shalat 2ahajjud guna menumbuhkan sikap tawadhu pada diri masing) masing.

E. Pen#elasan ,stilah ?ntuk menghindari kekeliruan dalam memahami Cariabel judul penelitian ini, terlebih dahulu diberikan batasan terhadap istilah) istilah yang memiliki makna ganda. 0stilah tersebut antara lain : 1. Sikap 2awadhu Se#ara sederhana, sikap adalah #iri perilaku yang melekat pada seseorang dan menjadi pembeda antara dirinya dengan orang lain. Menurut Muhibbin Syah, sikap 'attitude, adalah 9ke#endurungan yang relatif menetap untu bereaksi dengan #ara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu: .. Menurut Mun8ier Suparta dan 4erri 6oer Aly, sikap adalah 9ke#endurungan untuk bertindak dengan #ara tertentu:B. Sedangkan tawadhu sering disebut dengan rendah hati atau tidak sombong. Menurut Al)7udhail seperti yang dikutip oleh Sa id 4awwa, tawadhu adalah 9"amu tunduk kepada kebenaran, dan patuh kepadanya sekalipun kebenaran itu kamu dengar dari anak ke#il, bahkan sekalipun kamu dengar dari orang yang tidak tahu kiblat shalatnya:D. Menurut Abu Ea8id

5 Muhibbin Syah, 2sikologi 2endidikan dengan 2endekatan ,aru, %et.0F, '!akarta : Remaja Rosdakarya,/<<+,,h.1/< 6 Mun8ier Suparta dan 4erri 6oer Aly, -etodologi 2enga%aran Agama 4slam,%et.00,'!akarta : Amiss#o,/<<-,, h..<.

Sa id bin Muhammad $a ib 4awwa, -ensu)ikan %iwa: 5onsep Ta6kiyatun 0afs Terpadu,ter%!Aunur 7afiq Shaleh Tahmid,%et.G00' !akarta : Rabbani Aress,/<<+,,h 1.-.

&

8tawadhu adalah apabila tidak memandang adanya kedudukan dan hal bagi dirinya:&. $alam pembahasan ini, yang penulis maksudkan dengan 9perbedaan sikap tawadhu adalah perbedaan tingkat ke#endurungan yang relatif menetap untuk bertindak atau memberi reaksi dengan #ara merendah diri atau tidak memandang diri di atas saudara)saudaranya yang seiman. /. Santri dan Shalat 2ahajjud a. Santri Menurut penelitian !ohns, istilah kata 9santri: berasal dari bahasa tamil yang berarti 9guru mengaji:.* 2erlepas dari asal usul kata santri, jika ditelusuri se#ara mendalam, maka kata 9santri: mengandung beberapa arti: PertamaH tiga matahari. Aengertian ini diambil dari kata san dan tri. 9san: adalah bahasa inggris yang sudah di0ndonesiakan, yang asalnya adalah Sun 'matahari,. Sedangkan 9tri: juga bahasa inggris yang berarti tiga. Sehingga bila disusun, santri mengandung arti 9tiga matahari:. Adapun yang dimaksud tiga matahari itu adalah 0man, 0slam, dan 0hsan. 0ni menunjukkan bahwa santri adalah orang yang berpegang teguh pada 0man, 0slam, 0hsan. KeduaH arti santri adalah jagalah tiga hal. Aengertian ini mengambil dari kata 9San: dan 92ri: juga. 9San: adalah bahasa arab yang sudah di)0ndonesiakan, yang berasal dari kata Sun 'jagalah,. Sedangkan 92ri: adalah bahasa 0nggris yang berartikan tiga. !ika disusun, mengandung arti 9jagalah tiga hal:. 2iga hal tersebut adalah, '1, jagalah ketaatan kepada Allah, '/, !agalah
8
9

Sa id bin Muhammad $a ib 4awwa ,0bid. h.1.-

;amakhsyari $hofir, Tradisi 2esantren, Studi Tentang 2andangan $idup 5iai!online : http:55pengertianpengertian.blogspot.#om5/<1/5<15pengertian)santri.html pukul 1- .-- tanggal /& 6oC /<1-.Akses Rasyidin

ketaatan kepada Rasul)6ya dan '-, para pemimpin. Ketiga: jika ditulis dengan tulisan arab, maka kata 9santri: terdiri dari lima huruf, yaitu : I ,J ,K ,L ,M. Artinya ialah: OP N Q RRS T 'sin, asalnya yaitu U TJ OV Q RW OX QY Z [\ QRS O 'menutup aurat,. Arti ini

memberi kepahaman bahwa santri termasuk orang yang selalu menutup aurat sekaligus berpakaian sopan. LV Q RRRR] [ 'nun, asalnya Z T RRRR^ O_ Q` [X QY N T RRRRa O b [ RRRRc Q] O adalah

'meninggalkan maksiat,. Aengertian ini menunjukkan bahwa kata santri adalah orang yang meninggalkan perbuatan maksiat. QdYJ O 'ra , asalnya ialah b Q e T fW O` OX QY g [Z Qh O 'menjaga diri dari hawa nafsu,. 0ni berarti para santri adalah orang yang selalu menjaga hawa nafsunya, agar tidak terjerembab dalam kenistaan., d Qf O R i Ea, asalnya yaitu N j RP Qk Ti O 'yakin5mantab,. 4al ini memberi pemahaman bahwa santri adalah orang yang selalu yakin dan mantap dengan #ita) #itanya. "arena para santri umumnya meyakini salah satu kandungan nadham imrithi:

# $ ! ' % " & +, * ' * ) (


Artinya: 9ketinggian derajat pemuda, tergantung pada keyakinannya. Setiap orang yang tidak mempunyai keyakinan, maka ia tidak ada gunannya:1< b. Shalat 2ahajjud

;amakhsyari $hofir, Tradisi 2esantren, Studi Tentang 2andangan $idup 5iai!online : http:55pengertianpengertian.blogspot.#om5/<1/5<15pengertian)santri.html pukul 1- .-- tanggal /& 6oC /<1-.Akses Rasyidin

1-

1<

Shalat 2ahajjud '3iyaamul lail, adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang setelah ia bangun dari tidurnya di malam hari meskipun tidurnya hanya sebentar. Sangat ditekankan apabila shalat ini dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir karena pada saat itulah waktu dikabulkannya do a.

4ukum shalat 2ahajjud adalah sunnah muakkadah 'sunnah yang sangat ditekankan,. Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al)3ur)an, Sunnah Rasulullah shallallaahu >alaihi wa sallam, dan ijma kaum Muslimin. Allah Subhanahu wa 2a ala berfirman.

5 ; 6 /7 3 4 (1 <9 0 2 " 8 .0 / % & : # 4 =) > * Y6 @? & & A & 6 8 8


m$an pada sebahagian malam, lakukanlah shalat 2ahajud 'sebagai suatu ibadah, tambahan bagimuH mudah)mudahan Rabb)mu mengangkat ke tempat yang terpujim nAl)0sraa51D : D*o Allah Subhanahu wa 2a ala berfirman.

E 4 6 ./ A D C ?7 B $ ?) 1 2 * & ; " .0 / % & ; H G * ' F


mMereka sedikit sekali tidur di waktu malamH dan di akhir)akhir malam mereka memohon ampun 'kepada Allah,.m nAd8)$8aariyaat5.1 : 1D)1&o Rasulullah shallallaahu >alaihi wa sallam bersabda.

11

I J BK BK BK < J 0 5 4? L@ 0 )( 4 J 0 " O" ?N .0 / M


mShalat yang paling utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.:11 Menurut 4aidar Autra $aulay, santri adalah 9orang yang belajar agama islam:1/. Sedangkan Shalat 2ahajjud adalah 9 Shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam sesudah shalat 0sya sampai waktu 7ajar. Sedikitnya dua rakaat dan sebanyak)banyaknya tidak terbatas, dengan syarat yang dilakukan sesudah bangun dari tidur:1-. Menurut 0mam As)syafi 0 seperti yang dikutip oleh Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y, bahwa 9 2ahajjud dan 1itir itu satu, yakni shalat malam, baik digenap)genapkan rakaatnya, maupun di ganjil)ganjilkan:1+. Selanjutnya 4asbi

Ash Shiddie=y memberi penjelasan bahwa 9 $inamai Shalat malam, dengan shalat 2ahajjud, atau =iyamul lail, karena shalat malam itu dikerjakan di waktu manusia telah masuk ke dalam tidur, baik dikerjakan sesudah tidur,atau sebelumnya:1..

4adits shahih: $iriwayatkan oleh Muslim 'no. 11B- '/<-,,, dari Shahabat Abu 4urairah radhiyallaahu >anhu.. 12 4aidar Autra $aulay, 2endidikan 4slam dalam Sistem 2endidikan 0asional di 4ndonesia! 0bid. h.//. 13 Mohammad Rifa 0, 4lmu Fiqh 4slam +engkap, 'Semarang : 2oha Autra,/<<<,, h./.B. 14 Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y, 2edoman 2uasa, ibid!h. /<.. 15 Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y .0bid, h. /<B.

11

1/

$alam pembahasan ini, yang di maksud dengan 9santri yang melakukan shalat 2ahajjud dengan santri yang tidak melakukan sahalat 2ahajjud:adalah bahwa perbedaan tingkat ke#endurungan untuk bertindak dengan #ara merendah diri sebagaimana disebutkan diatas ditinjau dari aktifitas santri dalam melakukan shalat tahajjud. $engan kata lain, perbedaan sikap tawadhu santri disebut dari implementasi shalat 2ahajjud yang dilakukan oleh masing) masing santri. Sedangkan santri yang di maksud adalah seluruh peserta didik yang berstatus sebagai santri di $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya pampong Miden jok ke#amatan Samalanga "abupaten (ireun. -. T,N.AUAN PUSTA&A a. "ajian 2erdahulu 7ungsi kajian terdahulu ini antara lain : Seorang peneliti tidak akan meneliti hal yang sama yang sudah pernah dibuat kajian oleh orang lain, dengan adanya kajian terdahulu ini bisa menunjukkan bahwa permasalahan yang diteliti belum pernah dibuat Aenelitian oleh orang lain atau susah pernah tetapi dalam permasalahan yang berbeda. 1B E. P'pulasi dan Sa"pel

Aopulasi adalah keseluruhan subjek penelitian, di mana suatu penelitian bertujuan untuk mengambil suatu kesimpulan tentang subjek tersebut se#ara

16

2im Aenyusun buku Aanduan Aenulisan "arya 0lmiah, 2anduan 2enulisan 5arya 4lmiah STA4 Al#A6i6iyah,"Samalanga:Al#A6i6iyah 2ress, 9:;;' h! &

1-

keseluruhan. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan %ontoh dalam penelitian nantinya1D. ?ntuk menentukan jumlah sampel penelitian ini, penulis berpedoman kepada pernyataan Suharsimi Arikunto yang mengatakan bahwa 9 Apabila subjek kurang dari seratus orang dapat diambil keseluruhan, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. !ika subjek lebih dari orang maka dapat diambil antara D. q atau lebih:1&. Eang menjadi populasi penelitian ini adalah seluruh santri $ayah Ma had >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya' M?$0 M@SRA, pampong Miden !ok ke#amatan Samalnga "abupaten (ireun. !umlah Santri yang terdaftar hingga tahun pelajaran /<1-5/<1+ adalah sebanyak kurang lebih orang. rleh karena penelitian ini bersifat komperatif dengan tujuan untuk mengatahui perbedaan sikap tawadhu antara santri yang melaksanakan shalat 2ahajjud dengan santri yang tidak melaksanakn shalat 2ahajjud, maka untuk mengambil sampel dalam penelitian ini terlebih dahulu santri sebagaimana dimaksudkan diatas diklasifikasi menjadi dua bagian yakni santri yang melaksanakan Shalat 2ahajjud dengan santri yang tidak melakukan shalat 2ahajjud. ?ntuk mengatahui jumlah santri yang melaksanakan shalat 2ahajjud dengan yang tidak, maka penulis melakukan studi pendahuluan dengan #ara menyebarkan angket skala bentuk gradasi dari satu jenis kualitas. Alternatif yang diajukan berupa frekuensi dibagi atas 9Sangat Sering:, 9Sering:, 9!arang: dan 9Sangat !arang:. Santri yang menyatakan sangat sering
17

Sustrisno 4adi,-etodelogi 7esear)h, 'yogyakartaH 7akultas Asikologi,1*DB,, h..B.


18

Suharsimi Arikunto,2rosedur 2eneletian Suatu 2endekatan 2raktis, '!akarta: Rineka %ipta, 1**B,,h.1/<.

1+

dan sering dijadikan satu kelompok atau ditetapkan sebagai kelompok yang melaksanakan shalat 2ahajjud, sedangkan yang Menyatakan jarang dan sangat jarang digolongkan sebagai santri yang tidak melaksanakan shalat 2ahajjud. $ari hasil penyebaran angket diperoleh informasi bahwa dari .<<< santri sebanyak .<< orang dinyatakan melakasanakan shalat 2ahajjud dan sebanyak +.<< orang dinyatakan tidak melaksanakan shalat 2ahajjud. $engan berpegang pada pernyataan Suharsimi Arikunto sebelumnya, maka untuk kelompok yang mendirikan mendirikan shalat 2ahajjud keseluruhan santri akan dijadikan sebagai total sampel karena jumlahnya tidak men#apai 1<<< orang . Sedangkan untuk kelompok yang tidak mendirikan shalat 2ahajjud, karena jumlahnya kurang dari .<< orang maka penulis akan mengambil sebanyak &<q atau sebanyak .<< orang dengan menggunakan teknik sample random sampling. -. Met'de Penelitian $alam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan komperatif. Eakni sebuah pendekatan yang digunakan untuk mengetahui perbedaan antara dua atau lebih Cariabel. ?ntuk mempermudah penentuan metode dan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data, maka terlebih dahulu dijelaskan tentang jenis penelitian dan sumber datanya, yaitu : 1. !enis Aenelitian

!ika dilihat dari tujuannya, penelitian ini tergolong ke dalam penelitian komperatif. Sebab, penulis ingin mengetahui perbedaan sikap 2awadhu santri

1.

$ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya Samalanga antara yang melaksanakan shalat 2ahajjud dengan yang tidak melaksanakan shalat 2ahajjud. !ika dilihat #ara menganalisis data, penelitian 0ni termasuk kedalam penelitian kuantitatif. !ika dilihat dari objek atau tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksplorasi.

/. Sumber $ata

(erhubung jenis penelitian ini tergolong penelitian lapangan, maka data) data diperoleh melalui penelitian langsung ke lapangan, yakni di $ayah Ma hadal >?lum $iniyah Mesjid Raya pampong Miden !ok "e#amatan Samalanga "abupaten (ireun. Agar semua data yang diperlukan dapat diperoleh se#ara sempurna, terlebih dahulu ditetapkan subjek, responden dan sumber data penelitiannya. $ilihat dari #ara hadirnya Cariabel, maka yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh santri $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah 'M?$0, Mesjid Raya Samalanga. Sedangkan yang menjadi sumber data adalah seluruh santri yang menjadi subjek peneletian.

1B

Setelah jenis dan sumber data ditentukan, maka untuk mengumpulkan semua data penulis menggunakan metode dan instrumen sebagai berikut :

a, 0nterCiew

4nter<iew merupakan salah satu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan #ara mengadakan tanya jawab. $alam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan wawan#ara dengan model pertanyaan berstruktur dan dengan menggunakan instrumen inter<iew guide ' pedoman wawan#ara,. $alam hal ini, salah satu pendidik atau tenaga kependidikan yang ada di $ayah

Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah Mesjid Raya Samalanga dijadikan sebagai responden untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.

b, Angket

Angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan tertulis dan jawaban yang diberikan juga dalam bentuk tertulis yaitu dalam bentuk isian atau simbol5tanda1*. $alam pengaplikasian angket ini penulis menggunakan angket tertutup dengan menggunakan instrumen skala bentuk 8Skala +ikert=! Skala ini ditujukan kepada seluruh sampel penelitian dengan maksud untuk mengidentifikasi ke#endurungan sikap kesehariannya.
19

4asbi Amiruddin, dkk, 2edoman 2enulisan 5arya 4lmiah Fakultas Tarbiyah 4A40 Ar# 7aniry, '(anda A#eh : 7akultas 2arbiyah 0A06 Ar)Raniry $arussalam, /<<1,, h./1.

1D

?ntuk mengetahui ke#endurungan sikap tawadhu santri $ayah Ma hal >?lum $iniyah Samalanga, maka angket diberikan terdiri dari /< butir soal dan disetiap butir soal akan dilengkapi dengan lima alternatif jawaban berupa gradasi frekuensi dari satu jenis kualitas. pradasi frekuensi dibagi atas lima tingkatan, yakni 9Sangat Sering:, 9Sering:, 9Abstain:, 9!arang: dan 9Sangat !arang:.

-. 2eknik Analisis $ata

$ata)data yang telah dikumpulkan melalui wawan#ara dan angket akan diklasifikasi dan dianalisis melalui teori dan teknik yang mendukung. ?ntuk data yang bersifat kualitatif akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis

deskriptif kualitatif kemudian diinterpretasikan kedalam bentuk kuantitatif. Sedangkan data)data yang bersifat kuantitatif akan dianalisis dengan

menggunakan bentuk tabel statistik sederhana guna mendapatkan jumlah persentase. ?ntuk men#ari jumlah persentase,maka rumus yang digunakan adalah :

"eterangan : A s Aersentase 7 s7rekuensi jawaban responden 6 s !umlah Sampel 1<<q


2-

s (ilangan konstan /<.

Sutrisno 4adi, -etodelogi!,h./.

1&

?ntuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap tawadhu santri $ayah Ma hadal >?lum $iniyah 0slamiyah 'M?$0, Mesjid Raya Samalanga antara yang melaksanakan shalat 2ahajjud dengan yang tidak, maka dilakukan perbandingan antara hasil pengolahan data yang berkenan dengan sikap tawadhu dengan data yang berkenan dengan aktiCitas pelaksanaan shalat 2ahajjud yang diterima dari masing)masing subjek penelitian. ?ntuk keseragaman dalam penyusunan dan pengetikan skripsi ini, penulis berpedoman pada buku 9Aedoman Aenulisan "arya 0lmiah: yang diterbitkan oleh

7akultas 2arbiyah 0A06 Ar)Raniry, $arussalam (anda A#eh tahun /<<1.

DA-TA* PUSTA&A

7uad bin Abdul A8i8 Al)Shallub,(uantum Tea)hing,*& +angkah ,ela%ar -enga%ar .( /ara 0abi SA1, %et.0,'!akarta: ;ikrul 4akim,/<<.,

4aidar Autra $aulay, 2endidikan 4slam dalam Sistem 2endidikan 0asional di 4ndonesia! %et.0,'Medan : 0A06 Ares Medan,/<</, 4asbi Amiruddin, dkk, 2edoman 2enulisan 5arya 4lmiah Fakultas Tarbiyah 4A40 Ar#7aniry, '(anda A#eh : 7akultas 2arbiyah 0A06 Ar)Raniry $arussalam, /<<1,

1*

Mohammad Abdai Ranthomy, Tiga Serangkai Sendi Agama; Tauhid,Fiqh,Tasawuf, %et.&, '(andung : Al)Ma arif,1**+,,

Muhammad 4asbi Ash Shiddie=y, 2edoman 2uasa,/et!3,'Semarang : Austaka Ri8ki Autra,/<<B, Muhammad Rifa 0, 4lmu Fiqh 4slam +engkap, 'Semarang : 2oha Autra,/<<<, Sustrisno 4adi,-etodelogi 7esear)h, 'yogyakartaH 7akultas Asikologi,1*DB, Suharsimi Arikunto,2rosedur 2eneletian Suatu 2endekatan 2raktis, '!akarta: Rineka %ipta, 1**B,