You are on page 1of 5

3. Bagaimanakah laju reaksi pada saat kesetimbangan tercapai ?

Jawab: Pada saat laju reaksi ke kanan = laju reaksi ke kiri(reaksi bolak – balik 4. Untuk reaksi homogen antara gas: pA + qB ⇄ qC + s D
Bagaimana definisi tetapan kesetimbangan Kc dan Kp. Bagaimana hubungan Kp dengan Kc.

Hubungan Antara Harga Kc Dengan Kp Untuk reaksi umum: a A(g) + b B(g) ↔ c C(g) + d D(g) Harga tetapan kesetimbangan: Kc = [(C)c . (D)d] / [(A)a . (B)b] Kp = (PCc x PDd) / (PAa x PBb) Dimana : PA, PB, PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A, B, C dan D. Untuk gas ideal berlaku : pV = nRt C = p/RT CA = pA/RT CB = pA/RT dan seterusnya.

Kc = Kp(1/RT)Δn Secara matematis, hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai: Kp = Kc (RT) Δn dimana Δn adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri).

hanya terdapat pereaksi (SO2 dan O2) dengan konsentrasi awal tertentu. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva yang mendatar. atau [A] = [B]. laju ke dua arah ini hampirsama.5. pereaksi mulai berubah menjadi hasil reaksi (SO3). sebagian SO3 terurai kembali menjadi pereaksi. laju pembentukan dan laju penguraian SO3 sama sehingga konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi tidak berubah lagi terhadap waktu. setelah keadaan kesetimbangan tercapai. karena jumlah molekul pereaksi lebih banyak. tetapi konsentrasi pada akhir reaksi berbeda. konsentrasi pereaksi sama dengan konsentrasi produk. Setelah mencapai waktu t1. Pada saat SO3 mulai terbentuk. Semua reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan dalam bentuk grafik dengan bentuk yang berbeda bergantung pada sifat reaksinya. Akan tetapi. Pada Gambar (a). seperti ditunjukkan pada Gambar. proses untuk mencapai kesetimbangan sama dengan proses pada pembentukan SO3(g). Bagimana kurva konsentrasi pereaksi terhadap waktu pada reaksi kesetimbangan ? Pada t = 0 detik. laju penguraian SO3 relatif lebih lambat dibandingkan laju pembentukan SO3 sehingga pembentukan SO3 masih dominan. Dengan mengendalikan suhu dan tekanan. Reaksi dalam dua arah berlangsung terus sampai mendekati waktu t1. . Dalam hal ini.

Perubahan tekanan (dP) dan volume (dV) Jika tekanan diperbesar. maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah koefisien kecil. maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah eksoterm (dH=-). tekanan atau volume akan menyebabkan pergeseran reaksi tetapi tidak akan merubah nilai tetapan kesetimbangan. kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). faktor-faktor apa yang mempengaruhi kesetimbangan dan bagaimana pengaruhnya? Berikut adalah faktor-faktor menyebabkan pergeseran kesetimbangan: 1. tekanan dan volume. Reaksi a s o s i a s i m e r u p a k a n r e a k s i p e n g g a b u n g a n i o n . berarti volumenya betambah. Perubahan konsentrasi. jika suhu atau temperatur suatu sistem kesetimbangan dinaikkan. disosiasi dikenal dengan adanya derajat ) yaitu perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengandisosiasi ( jumlah mol mula-mula). Jika suhu diturunkan. Pengaruh temperatur Sesuai dengan azas Le Chatelier. Disosiasi tidak sama dengan dekomposisi. Reaksi asosiasi (reaksi ion) merupakan reaksi kebalikan dari reaksi disosiasi. konsentrasi. . Contoh yaitu disosiasi termal pada NiO2.Dalam sistem kesetimbangan. Apakah yang dimaksud dengan kesetimbangan dissosiasi ? Apakah Lawannya ? Apa pula derajat dissosiasi itu ? Kesetimbangan disosiasi adalah merupakan suatu jenis reaksi yang melibatkan penguraian yaitu penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana. Jika konsentrasi zat dikurangi. maka reaksi kesetimbangan akan bergeser mendekati zat yang dikurang. maka reaksi kesetimbangan akan begeser ke arah koefisien besar. 3. kesetimbangan bergeser ke pihak reaksi endoterm : Pada kesetimbangan (1). penambahan zat lain. 2. reaksi bergeser ke kanan. maka reaksi kesetimbangan akan bergeser menjauhi zat yang ditambah. Jika tekanan diperkecil. berarti volume mengecil. Disosiasi dapat disebabkan oleh pemanasan (produk yang terbentuk bergabung kembali ketika didinginkan yang disebut dengan disosiasi termal. Faktor – faktor yang mempengaruhi kesetimbangan antara lain temperatur. 8.6. karena dekomposisi penguraian senyawanya tidak mempunyai reaksi balik. Perubahan konsentrasi (dM) Jika konsentrasi zat ditambah. Pada kesetimbangan (2). Sebaliknya jika suhu diturunkan. Bagimana kurva laju reaksi terhadap waktu pada reaksi kesetimbangan ? 7. maka reaksi sistem menurunkan temperatur. Perubahan suhu (dT) Jika suhu dinaikan. maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi eksoterm. maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah endoterm (dH=+). reaksi bergeser ke kiri. Hanya perubahan temperatur yang dapatmenyebabkan perubahan tetapan kesetimbangan.i o n a t a u i o n m o l e k u l m e n j a d i s u a t u s e n ya w a Derajat disosiasi adalah perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mula-mula.Pada kenaikan temperatur.

Sesuai dengan azas Le Chatelier. kesetimbangan bergeser ke kanan jika pereaksi ditambah ? b. Oleh karena itu. Reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan Berarti laju reaksi ke kanan lebih cepat dari pada reaksi ke kiri V1 A + B C + D v2 [C] dan [D] bertambah sedang [A] dan [B] berkurang B. Reaksi akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar. maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul. sedangkan kosentrasi N2 dan H2 berkurang kebalikan: Jika kosentrasi NH3 ingin ditambah maka reaksi harus geser ke kanan Jika kosentrasi N2 ingin ditambah maka reaski harus digeser ke kiri Jika kosentrasi H2 ingin ditambah maka reaksi harus digeser ke kiri 12. Jelaskan.Pengaruh tekanan dan volume Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi semua komponen. sedangkan kosentrasi N2 dan H2 berkurang. maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan. kesetimbangan dissosiasi HI tidak bergeser ketika volume ruang diperbesar ? d. jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volume. Sebagaimana anda ketahui. kesetimbangan bergeser ke pihak endoterm jika suhu reaksi dinaikkan ? Pergeseran Kesetimbangan Reaksi kimia mencapai kesetimbangan jika: Laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri. V1 V1 = laju reaksi ke kanan ( reaksi A + B C+D A + B C + D V2 = laju reaksi ke kiri ( C + D ) V2 Reaksi kesetimbangan dapat bergeser ke kiri atatu ke kanan. Jika reaksi bergeser ke kiri berati kosentrasi N2 dan H2 bertambah. Contoh reaksi disosiasi . tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung pada jenis gas. kesetimbangan bergeser ke pihak yang jumlah mol-nya besar jika volume ruang diperbesar? c. mengapa: a. A+B A. Reaksi kesetimbangan bergeser ke kiri Berarti laju reaksi ke kiri lebih cepat dari pada reaksi ke kanan v1 A + B C + D V2 [A] dan [B] bertambah sedang [C] dan [D] berkurang Contoh: Reaksi N2 + 3 H2 2 NH3 Jika reaksi bergeser ke kanan berarti kosentrasi NH 3 bertambah. 9. Sebaliknya. untuk mengurangi tekanan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil.

Pada keadaan ini berapakah harga derajat disosiasinya ? Jawab: Misalkan mol N2O4 mula-mula = a mol mol N2O4 yang terurai = a a mol → mol N2O4 sisa = a (1 – a) mol mol NO2 yang terbentuk = 2 x mol N2O4 yang terurai = 2 a a mol Pada keadaan setimbang: mol N2O4 sisa = mol NO2 yang terbentuk a(1 – a) = 2a a → 1 – a = 2 a → a = 1/3 Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia dengan zat-zat yang berada dalam keadaan setimbang mempunyai wujud zat yang berbeda (dua fasa atau lebih).Dalam reaksi disosiasi N2O4 berdasarkan persamaan N2O4(g) ↔ 2NO2(g) banyaknya mol N2O4 dan NO2 pada keadaan setimbang adalah sama. Contoh: H2O(l) H2O(g) C(s) + H2O(g) CO(g) + H2(g) CaCO3(g) CaO(s) + CO2(g) Fe2O3(s) + 3CO(g) 2Fe(s) + 3CO2(g) + 2+ Ag (aq) + Fe (aq) Ag(s) + Fe3+ (aq) .