You are on page 1of 31

MIOMA UTERI

CASE REPORT
Disusun oleh :
Fransisca Mulyadi (C11050049) Ervita Mediana (C11050050) Wirawan Anggorotomo (C11050065) Nita (1301-1206-0108) Sharmilah Balakrishnan (1301-1206-3008)

Pembimbing :
dr. Udin Sabarudin, SpOG (K)., MM.

KETERANGAN UMUM
Nama : Ny.T Usia : 39 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Jenis Kelamin : Perempuan Status : Menikah Agama : Islam Alamat : Kp. Pasir Kukun, Bandung Tanggal Pemeriksaan: 31 Oktober 2006

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Benjolan pada perut bagian bawah Anamnesis khusus:

Seorang wanita P2A0 (AH2, AT 13 tahun) mengeluh terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 1 tahun yang lalu. Benjolan tidak dirasakan nyeri dan makin membesar hingga saat ini sebesar sebesar kepala bayi. Riwayat pendarahan dari jalan lahir, pendarahan setelah berhubungan seksual, keputihan dan panas badan disangkal. Menstruasi 3 bulan terakhir teratur. BAB dan BAK tidak ada kelainan.

. Riwayat sakit pada saat menstruasi disangkal. Menstruasi pertama kali usia 12 tahun. Siklus haid 30 hari dengan lama 6 hari. Hari pertama haid terakhir tanggal 4 Oktober 2006.Riwayat persalinan terakhir tahun 1993.

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : kompos mentis Tanda vital : Tekanan Darah: Nadi : Respirasi : Suhu : 120/70 mmHg 88x/menit 20x/menit afebris .

Status Generalis • Kepala : konjungtiva tidak anemis. VBS kiri = kanan Cor : Bunyi jantung murni reguler • Abdomen: Datar. VF. sklera tidak ikterik • Leher : JVP tidak meningkat. lembut Hepar dan lien tidak teraba Bising usus (+) Normal . KGB tidak membesar • Thoraks : Bentuk dan gerak simetris. VR. Pulmo : Sonor.

permukaan rata. batas tegas. nyeri tekan (-) • Massa (+) supra simfisis sebesar kepala bayi. kenyal padat.Status Ginekologik • Pemeriksaan luar : • Abdomen cembung. pekak samping (-). mudah digerakkan. lembut. Defence muscular (-). nyeri tekan (-) .

Fluor (-).Status Ginekologik Pemeriksaan dalam : Vulva/vagina :tidak ada kelainan Portio :Bentuk dan Konsistensi biasa Corpus Uteri :membesar ~ gravid 16-18 mggu Parametrium :kiri-kanan lemas Kavum Douglasi :tidak menonjol Inspekulo :Fluxus (-). Portio licin .

siklus haid 30 hari dengan lama 6 hari. . BAB dan BAK tidak ada kelainan. HPHT tanggal 4 Oktober 2006. Riwayat dismenorea (-). menikah. P2A0 (AH2. pendarahan kontak. menarche usia 12 tahun. febris (-).Resume Seorang wanita. Menstruasi 3 bulan terakhir teratur. Benjolan tidak dirasakan nyeri dan makin membesar hingga saat ini sebesar kepala bayi. AT 13 tahun) mengeluh terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 1 tahun yang lalu. 39 tahun. lekorrhoe. Riwayat partus terakhir tahun 1993. datang dengan keluhan utama benjolan pada perut bagian bawah. Riwayat pendarahan dari jalan lahir.

Status ginekologik.• Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum dan status generalis dalam batas normal. nyeri tekan (-). nyeri tekan (-). parametrium kiri-kanan lemas. pada pemeriksaan luar abdomen cembung. corpus uteri membesar ~ gravid 16-18 minggu. Defence muscular (-). lembut. portio bentuk dan konsistensi biasa. • Pada pemeriksaan dalam vulva/vagina tidak ada kelainan. massa (+) supra simfisis sebesar kepala bayi. batas tegas. . pekak samping (-). kenyal padat. kavum douglasi tidak menonjol. permukaan rata. Pada inspekulo didapatkan dalam batas normal. mudah digerakkan.

Diagnosis Banding • Mioma Uteri • Adenomyosis .

Diagnosis Klinis • Mioma Uteri .

Usulan Pemeriksaan • USG .

Terapi • Rencana Histerectomy .

Prognosis • Quo ad vitam : • Quo ad functionam: ad bonam dubia ad bonam .

MIOMA UTERI • Batasan: Tumor jinak miometrium • Etiologi : Sebab utama belum jelas. salah satu teori dihubungkan dengan hiperestrogen .

Gejala umum • Perdarahan banyak anemia  palpitasi.Tekanan tumor  hipoksia ginjal lokal dan pembentukan eritropoietin ginjal . penurunan berat badan.Gejala Klinis 1. • Eritrositosis  gangguan menstruasi. Disebabkan oleh : .Massa menekan diafragma  hipoksia  merangsang eritrositosis . pucat.Arteriovenous shunt  hipoksia dan polisitemia vera .

Gangguan menstruasi MENORRHAGI.2. yang disebabkan oleh : • Bertambah besarnya kavum uteri yang memperluas permukaan perdarahan • Terjadi perubahan sirkulasi darah dalam endometrium • Sering bersamaan dengan hiperplasia endometrium • Gangguan kontraksi uterus .

sehingga uterus berkontraksi berusaha mengeluarkan tumor ini. . yang disebabkan oleh : • Adanya ulkus pada mioma sub mukosa • Terjadi degenerasi seperti keganasan (sarcoma) • Adanya carcinoma serviks DISMENORRHOE jarang terjadi.METRORRHAGI. tetapi kadang ditemukan pada mioma submukosa yang bertangkai.

terutama bila rasa sakit ini disertai nyeri tekan . endometriosis. Biasanya disebabkan oleh : . apendisitis.Terjadinya adhesi tumor dengan viscera pelvis atau abdomen akibat perubahan degeneratif pada myoma .Terjadinya suatu proses pada tumornya sendiri. dll .Perubahan degeneratif pada tumor .Torsi pada mioma bertangkai sehingga terjadi nekrosis pada tumor tersebut .3.Adanya lesi lain seperti komplikasi kehamilan. Nyeri Bukan gejala dari mioma tanpa komplikasi.

. dan rektum.4. • Tumor besar dapat menyebabkan kongesti vena dan edema ekstremitas bawah atau terjadi konstipasi. kandung kemih. • Mioma parasitik dapat menyebabkan obstruksi intestinal jika besar dan mengenai omentum usus. Gejala penekanan • Tumor intramural atau interligamenter dapat menyebabkan obstruksi organ lain. • Mioma servikal yang besar dapat mengisi seluruh rongga pelvis sehingga menekan ureter.

Gejala-gejala yang berhubungan dengan kehamilan • Pada hamil muda sering diduga sebagai kehamilan ektopik. tumor ovarium.5. dan perdarahan postpartum . distocia. ennertia uteri. besar. atau kelainan uterus • Pada trimester kedua kehamilan akibat perubahan posisi. dan aliran darah akan menimbulkan gejala penekanan • Pada trimester ketiga dapat menyebabkan terjadinya prematuritas. kelainan letak.

tetapi mengecil kembali setelah terminasi. hal ini disebabkan oleh hipertrofi serat otot dan terjadi edema jarinagn ikat • Dapat terjadi degenerasi. nyeri dan demam . biasanya degenerasi merah. yang biasanya diikuti dengan gejala akut.Pengaruh kehamilan pada myoma : • Mioma bertambah besar pada kehamilan.

dan tidak nyeri tekan. nontender. Pemeriksaan bimanual vaginal examination : • Firm.Pemeriksaan ginekologis Terdapat pembesaran uterus. Dalam pemeriksaan terlebih dahulu kandung kemih harus dikosongkan. konsistensi kenyal padat. bentuk irreguler. berbatas jelas. terletak lebih ke tengah. gerakan tidak bebas. permukaan berbenjol-benjol pada umumnya multipel. . permukaan ireguler. midline Pada pemeriksaan luar dapat teraba tumor yang keras. berbenjolbenjol.

akan teraba adanya benjolan tumor. • Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah histerografi atau histeroskopi. Maka diagnosa ditegakkan dengan kuretase atau dengan sonde. dan kuldoskopi .• Kadang sulit untuk mendiagnosa mioma submukosa karena tersembunyi di dalam rongga uterus.

Konservatif non operatif • Dilakukan pada tumor yang berukuran kecil dan tidak membutuhkan tindakan segera. Jika ada keluhan ringan follow up lebih sering. Penderita di follow up (dengan pemeriksaan bimanual) setiap 3-6 bulan sekali. Pemeriksaan apusan serviks dibuat setiap 12 bulan sekali untuk melihat adanya keganasan. • • • .Penatalaksanaan 1.

dengan tindakan ini selain untuk diagnosa juga untuk terapi .• Jika terdapat gangguan menstruasi yang ringan atau sedang. • Kadang-kadang perlu tindakan kuretase jika perdarahan banyak. maka dilakukan pemeriksaan hemoglobin setiap bulan dfan anemia yang terjadi diobati sesuai prosedur.

Tindakan ini sebaiknya perabdominal. Operatif • Miomektomi dilakukan pada wanita yang masih ingin mempunyai anak. tetapi pervaginam dapat dilakukan pada tumor submukosa bertangkai dan telah keluar dari ostium uteri eksternum dengan memutar tangkainya. . wanita yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya dan pada kasus-kasus infertilitas.2.

. dan ovarium dapat dipertahankan. Keuntungannya adalah dapat menghilangkan kemungkinan tumbuhnya keganasan di kemudian hari. gejala dapat dihilangkan lebih pasti.• Histerektomi totalis dianggap cara rutin untuk pengangkatan uterus.

Radiasi • • Tidak digunakan lagi. dan gejala menopause yang timbul biasanya lebih berat daripada gejala menopause alamiah. kecuali terdapat kontraindikasi absolut untuk operasi. Dapat menyebabkan terjadinya menopause sebelum waktunya. Tujuan : menghentikan fungsi ovarium dan dekstruksi aktivitas endometrium.3. • .