You are on page 1of 13

ANATOMI PERKEMIHAN

DIPOSKAN OLEH IRFAN REZPECTOR (AHB)

FISIOLOGI

SISTEM

A. Fisiologi Sistem Perkemihan. 1. Pengertian Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Susunan sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin, b) dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), c) satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan d) satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria. 2. Ginjal (Ren) Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. 3. Fungsi ginjal

Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masingmasing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores. fascia (fascia renalis). Proses Filtrasi . Fascia Renalis terdiri dari: Fascia renalis terdiri dari . kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa). Proses pembentukan urin Tahap pembentukan urin. Nefron terdiri dari : Glomerulus. a). yang berwarna cokelat gelap. pembuluh limfe.Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun. a. Struktur Ginjal. tubulus distal dan tubulus urinarius. dan c). 4. ansa henle. Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa. Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. tubulus proximal.. Jaringan lemak peri renal. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. 5. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis. Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. terdapat cortex renalis di bagian luar. 6. dan d) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum. Terjadi penyerapan darah. dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal.di glomerulus. ureter dan nervus. puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. kreatinin dan amoniak. b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan. b). yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali . c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.

Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar.protein. klorida. sulfat. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus. Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa. sodium. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriolae eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior. fospat dan beberapa ion bikarbonat. Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis. Pendarahan. saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. bikarbonat dll. Persarafan Ginjal. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis. . Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa. Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). sodium. Proses Reabsorbsi. Proses sekresi. 7. c. arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal. Arteri renalis bercabang menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. 8. diteruskan ke tubulus ginjal. klorida. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. air. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulu b.

Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). c. b. Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar.9. Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. dengan penampang 0. Vesika Urinaria (Kandung Kemih). .5 cm. Dinding kandung kemih terdiri dari: a. Lapisan sebelah luar (peritoneum). letaknya d belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul.2 cm.7-16. 11. . Tunika submukosa. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13. terdiri dari: a. Panjangnya ± 25-30 cm. Lapisan dinding ureter terdiri dari: Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) Lapisan tengah lapisan otot polos. Uretra. . Tunika muskularis (lapisan berotot). Ureter. Urethra pars Prostatica Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa) . Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. d. 10. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih. b. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.

Berat jenis 1. e. b. terdiri dari: a. Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan: a. Elektrolit. Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein. Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3.c. c. Bau. bikarbonat. b. Pagmen (bilirubin dan urobilin). bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak. merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria mengandung jaringan elastis dan otot polos. bila lama-lama menjadi alkalis. fospat dan sulfat. Komposisi air kemih. b. d. 12. Lapisan submukosa. natrium. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup. Warna. kuning tergantung dari kepekatan. Sifat fisis air kemih. Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air. c.020. kalsium. Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi. diet obat-obatan dan sebagainya. Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1. Urethra pars spongiosa. g. asam urea amoniak dan kreatinin. c. .7-6.015-1. f. Warna. terdiri dari: a. Urin (Air Kemih). juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein member reaksi asam). NH3. Lapisan mukosa. lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya. bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. Reaksi asam. Lapisan otot polos.2 cm (Taylor). 3-5 cm (Lewis).

Pengukuran keasaman dan berat jenis urin. dan badan keton dalam urin (masing-masing untuk proteinuria. Urinalisis merupakan pemeriksaan rutin pad sebagian besar kondisi klinis. Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi. Urinalisis Urialisis dapat meberikan informasi klinik yang penting. Hormon. yaitu: a. Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”. da ketonoria) . b. Observasi warna dan kejernihan urin. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PADA SISTEM PERKEMIHAN A. glukosa. Toksin. 13. Mikturisi Mikturisi ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. glukosuria. pemeriksaan urin menangkup evluasi hal-hal berikut: 1. Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin). 2. sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi.Mikturisi melibatkan 2 tahap utama. Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna. 4. sebaliknya spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI (normal: tidak nyeri). Pengkajian bau urin 3. keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2. f.e. adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih. Tes untuk memeriksa keberadaan protein.

Kristal (kristaluria). Karena sensitivitasnya. karena specimen ini lebih pekat dan lebih besar kemungkinannya untuk mengungkapkan abnormalitas. Organ-organ dalam system urinarius akan menghasilkan gambar-gambar ultrasound yang khas. Pemeriksaan Sinar-X dan Pencitraan lainnya Dalam pemeriksaan ini dibagi ke dalam beberapa macam. Kidney. Fungsi ginjal dapat dikaji secara lebih akurat jika dilakukan dibeberapa pemeriksaan dan kemudian asilnya dianalisis bersama. pus (piuria) dan bakteri (bakteriuria). Ultrasound Ultrasound atau pemeriksaaan USG menggunakan gelombang suara yang dipancarakan ke dalam tubuh untuk mendeteksi abnormalitas. Pemeriksaan fungsi ginjal yang umum dilakukan adalah kemampuan pemekatan ginjal klirens kreatinin. Pemeriksaan USG merupakan teknik noninvasif dan tidak memerlukan persiapan khusus kecuali menjelaskan prosedur serta tujuannya kapada pasien. pemeriksaan USG telah menggantikan banyak prosedur diagnosis lainnya sebagai tindakan diagnostic pendahuluan. kadar kreatinin serum dan nitrogen urea darah (BUN). Spesimen tersebut dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan dilindungi terhadap kontaminasi bakteri serta perubahan kimiawai. Pemeriksaan ini juga memberikan informasi tentang efektifitas ginjal dalam melaksanakan fungsi ekskresinya. Cara Pengumpulan Sampel Urin Pengumpulan sampel urin dilakukan sewaktu bangun tidur pagi. Karena jika dibiarkan dalam suhu kamar urin akan menjadi alkalis akibat kontaminasi bakteri pemecah ureum dari lingkungan sekitarnya.5. bentuk serta posisi ginjal dan mengidentifikasi semua kelainan seperti batu dalam ginjal atau traktus urinarius. malformasi. Pemeriksaan Fungsi Ginjal Tes fungsi ginjal dilakukan untuk mengevaluasi beratnya penyakit ginjal dan mengikuti perjlanan klinik. B. Semua specimen harus diseimpan dalam lemari pendingin. Abnormalitas seperti akumulasi cairan. perubahan ukuran organ ataupun obstruksi dapat diidentifikasi. yaitu : 1. slinder (silindruria). sel darah putih. Ureter and Bladder (KUB) Pemeriksaan radiologi abdomen yang dikenal dengan istilah KUB dapat dilaksanakan untuk melihat ukuran. C. D. . massa. Pemeriksaan mikroskopik sedimen urin sesudah melakukan pemusingan (centrifuging) untuk mendeteksi sel darah erah (hematuria). hidronefrosis (distensi pelvis ginjal).

dan kemudian media kontras disemprotkan untuk mellihat garis besar dinding kandung kemih serta membantu dalam mengevaluasi refluks vesikouretral. 4. Dalam pielografi retrograd. Pemindai CT dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pemeriksaan pemindai CT dan MRI merupakan teknik noninvasive yang akan memberikan gambar penampang ginjal serta saluran kemih yang sangat jelas. 3. Tebal nefrotomogram dapat dilaksanakan sebagai bagian dari pemeriksaan untuk melihat berbagai lapisan ginjal serta struktur difus dalam setiap lapisan dan untuk membedakan massa atau lesi yang padat dari kista didalam ginjal atau trakrus urinarius. sebuah kateter dimasukkan kedalam kandung kemih. Urografi Intravena (Ekskretori Urogram atau intravenous pyelogram) Pemeriksaan urografi intravena yang juga dikenal dengan nama intravenous pyelogaram(IVP) memungkinkan visualisasi ginjal ureter dan kandung kemih. 2.kista. Infusion drip pyelography merupakan pemberian lewat infuse larutan encer media kontras dengan volume yang besar untuk menghasilkan opasitas parenkim ginjal dan mengisi seluruh traktus urinarius. Metode ini berguna bila teknik urografi yang biasa dikerrjakan tidak berhasil memperlihatkan struktur drainase. Sistogram juga dilakukan . Pielografi retrograd biasanya dilakukan jika pemeriksaan IVP kurang memperlihatkan dengan jelas system pengumpul. Pemeriksaan pielografi retrograd jarang dilakukan dengan semakin majunya teknik-teknik yang digunakan dalam urografi ekskretorik. Sesudah media kontras (sodium diatrisoat atau meglumin diatrisoat) disuntikan secara intravena. Sistogram. Media kontras radiopaque disuntikan secara intravena dan kemudian dibersihkan dari dalam darah serta dipekatkan oleh ginjal. tumor atau pergeseran ginjal akibat abnormalitas pada jaringan disekitarnya. Kedua pemeriksaan ini akan memberikan informasi tentang luasnya lesi invasive pada ginjal. khususnya dalam menegakan diagnose lesi pada ginjal dan ureter. pembuatan foto rontgen yang multiple dan seril yang dilakukan untuk melihat struktur drainase. 5. Pemeriksaan ini juga memberikan perkiraan kasar terhadap fungsi ginjal. kateter uretra dimasukan lewat ureter ke dalam pelvis ginjal dengan bantuan sistoskopi. Pielografi retrograd. Pemeriksaaan IVP dilaksanakan sebagai bagian dari penkajian pendahuluan terhadap semua masalah urologi yang dicurigai. 6. Kemudian media kontras dimasukkan dengan gravitasi atau penyuntikan melalui kateter.

Pemeriksaan sistoskopi merupakan metode untuk melihat lanngsung uretra dan kandung kemih. Batu dapat dikeluarkan dari uretra. Alat sistokop. Uretra dan kandunng kemih diinspeksi. Media kontras disuntikkan untuk menghasilkan opasitas suplai arteri renalis. Sistoskop juga memungkinkanahli urologi untuk mendapatkan spesimen urin dari setiap ginjal guna mengevaluasi fungsi ginjal tersebut. Alat forceps dapat dimasukkan melalui sistoskop untuk keperluan biopsi. Alat endoskop dimasukkan dengan melihatnya secara langsung. yang dimasukan melalui uretra ke dalam kandung kemih. Endourologi (prosedur endoskopi urologi) 1. memperlihatkan vaskulatur yang abnormal dan membantu membedakan kista renal dengan tumor renal.bersama dengan perekaman tekanan yang dikerjakan secara bersamaan di dalam kandunng kemih. Penggunaan cahaya denngan intensitas tinggi dan lensa yang bisa ditukar-tukar memungkinkan visualisasi yang sangat baik serta memudahkan pembuatan gambar-gambar yang diam dan yang bergerak dari struktur ini. Sebelum melaksanakan prosedur pemeriksaan dapat diberikan preparat sedativ. Prosedur ini memungkinkan visualisasi arteri renalis. Sistoskop tersebut dapat dimanipulasi untuk memungkinkan visualisasi uretra dan kandung kemih secara lengkap selain visualisasi orifisium uretra dan uretra pars prostatika. 8. memiliki system lensa optis yang sudah ada pada alat itu sendiri sehingga akan meemberikan gambar kandung kemih yang diperbesar dan terang. Angiografi memungkinkan evaluasi dinammika aliran darah. kandung kemih dan ureter melalui sistoskop. Larutan irigasi steril disemprotkan untuk menimbulkan distensi kandung kemih dan membilas keluar semua bekuan darah sehinngga visualisasi menjadi lebih baik. Sistouretrogram menghasilkan visualilsasi uretra dan kandung kemih yang bisa dilakukan melalui penyuntikan retrograde media kontras ke dalam uretra serta kandunng kemih atau dengan pemeriksaan sinar X sementara pasien mengekskresikan media kontras. Anestesi topical local disemprotkan kedalam uretra sebelum ahli urologi memasukkan . Kateter uretra yang halus dapat dimasukan melalui sistoskop sehingga ureterdan pelvis ginjal dapat dikaji. Arteri femoralis atau aksilaris ditusuk dengan jarum khusus dan kemudian sebuah kateter disisipkan melalui arteri femoralis serta iliaka ke dalam aorta atau arteri renalis. 7. E. Angiografi renal.

oleh karena itu pemantauan akan adanya tanda-tanda dan gejala obstruksi pada pasien juga perlu dilakukan. Urin dapat mengandung darah (yang biasanya menjadi jernih dalam waktu 24-48 jam) akibat perembesan pada tempat penyikatan. 3. sistoskopi) perlu dipantau untuk mendeteksi tanda-tanda dan gejala infeksi urinarius. Pemberian diazepam (valium) intravena bersama dengan preparat anestesi topical uretra dapat diberikan. Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi perjalanan penyakit ginjal dan . 4. Kelainan yang dicurigai disikat maju mundur secara teratur untuk mendapatkan sel-sel dan fragmen jaringan permukaan untuk pemeriksaan analisis histology. Kemudian dipasang kateter uretra yang di ikuti oleh tindakan memasukkan alat sikat khusus (biopsy brush) melalui kateter tersebut. melakukan biopsi lesi yang kecil dan membantu menegakan diagnose hematuria serta tumor renal tertentu.alat sistoskop. Biopsi ginjal Bopsi ginjal dilakukan dengan menusukan jarum biopsi melalui kulit kedalam jaringan renal atau dengan melakukan biopsi terbuka melalui luka insisi yang kecil didaerah pinggang. Sebagai alternative lain dapat dilakukan anestesi spinal atau umum. Endoskopi renal (nefroskopi) Merupakan pemeriksaan dengan cara memasukkan fiberskop kedalam pelvis ginjal melalui luka insisi (pielotomi) atau secara perkkutan untuk melihat bagian dalam pelvis ginjal. bekuan darah atau hanya artefak. pemberian cairan infus dapat dilakukan untuk membersihkan ginjal dan mencegah pembentukan bekuan darah. kadang-kadang penderita kelainan patologik obstruktif mengalami retensi urin sebagai akibat dari edema yang disebabkan oleh instrumentasi. Setelah prosedur pemeriksaan selesai dilakukan. Pasien yang menjalani instrumentasi traktus urinarus (yaitu. Brush biopsy ginjal dan uretra Teknik brush biopsy akan menghasilkan informasi yang spesifik apabila hasil pemeriksaan radiologi ureter atau pelvis ginjal yang abnormal tidak dapat menunjukan apakah kelainan tersebut merupakan tumor. 2. Setelah menjalani pemeriksaan sistoskopik. mengelluarkan batu. Penderita hyperplasia prostat harus dipantau dengan cermat akan adanya kemungkinan retensi urin. batu. Edema uretra yang terjadi sekunder akibat trauma local dapat menyumbat aliran urin. Pertama-tama dilakukan pemeriksaan sistoskopik.

Lokasi jarum dapat dipastikan melalui fluuoroskopi atau ultrasound dengan menggunakan teknik khusus. 5. Gambar yang dihasilkan (yang disebut pemindai) menunjukan distribusi preparat radiofarmaseutikal didalam ginjal. Pengukuran urodinamik Pengukuran urodinamik menghasilkan berbagai pemeriksaan fisiologik dan structural untuk mengevaluasi fungsi kandung kemih serta uretra dengan mengukur : a. pasien dipuasakan selama 6 hingga 8 jam sebelum pemeriksaan. Resitensi uretra internal d.Sebelum biopsi dilakukan. pemeriksan koagulasi perlu dilakukan lebih dahulu untuk mengidentifikasi setiap resiko terjadinya perdarahan pascabiopsi. Prosedur. Kulit pada lokasi biopsy diinfiltrasi denngan preparat anestesi local. Pada biopsi terbuka dilakukan insisi yang kecil didaerah ginjal dapat dilihat secara langsung. kandung kemih serta detrusor. khususnya bagi penyakit glomerulus. Kecepatan aliran urin b. Pemeriksaan pemindai Tc menghasilkan informasi tentang perfusi ginjal dan sangat berguna untuk menunjukan fungsi ginjal yang buruk. Pasien yang sudah dalam keadaan sedasi di tempatkan dalam posisi berbaring telungkup dengan bantal pasir diletakan dibawah perut. Set infuse dipasang. Berikut ini merupakan pengukuran urodinamik yang paling sering dilakukan : . Kontras serta relaksasi kandung kemih Tekanan abdominal . inervasi kandung kemih. Preparat radiofarmaseutikal disuntikan intravena. 6.mendapatkan specimen bagi pemeriksaan mikroskopik electron serta imunofluoresen. Tekanan kandung kemih pada saat buang air kecil dan saat istirahat c. Pemeriksaan pemindai hippurate memberikan informasi tentang fungsi ginjal. Jika akan dilakukan biopsi jarum pasien diberitahukan agar menahan nafas ketika jarum biopsi ditusukan. Pemeriksaan radio isotop Merupakan tindakan noninvasive yang tidak mengganggu prosesfisiologik normal dan tidak memerlukan persiapan pasien yang khusus.telungkup atau duduk. Pemeriksaan dilakukan dengan kamera skintilasi yang ditempatkan disebelah posterior ginjal sementara pasien berada dalam posisi telentang. Spesimen urin dikumpulkan dan disimpan untuk dibandingkan dengan specimen pascabiopsi. aktivitas sfingter. tonus otot dan reflex sacrum dikaji.

Profil tekanan uretra mengukur resitensi uretra disepanjang uretra..BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH.. h. Selama prosedur pemeriksaan dilakukan.Suzanne C dan Bare Brenda G.. Elektromiografi meliputi penempatan elektroda dalam otot dasar panggul dan fingter ani untuk mengevaluasi fungsi neuromuskuler traktus urinarius inferior.Valerie FISIOLOGI. kandung kemih diisi dengan media kontras dan pasien berkemih sementara foto-foto spot dibuang dpengn cepat.. Pada voiding cystourethogram. jumlah cairan yang dimasukan dan dikeluarkandari kandung kemih disamping rasa penuh pada kandung kemih dan keinginan untuk buang air kecil harus dicatat. _____Smeltzer. j. i. Kateter uretral dihubungkan dengan manometer air. ukuran. Tekanan diatas tingkat nol pada simfisis pubis diukur. pasien memberitahukan dokter pada saat terasa ingin buang air kecil. Pertama-tama pasien diminta untuk berkemih. Uroflometri (kecepatan aliran) merupakan rekaman volume urin yang mengalir melalui ureter per satuan waktu (ml/s) f. Volume sisa diukur dan kateter tersebut dibiarkan pada tempatnya. dan pada saat kandung kemih terasa penuh. dan dokter mengamati lamanya waktu yang diperlukan untuk memulai. Derajat pengisian kandung kemih pada kedua situasi ini dicatat. Sistometrogram merupakan rekaman grafik tekanan dalam kadung kemih (intra vesikal) pada berbagai fase pengisian dan pengosongan kandung kemih untukmengkaji fungsinya.Jakarta : EGC..2006..Jakarta C dan DAFTAR PUSTAKA Sanders Tina. Gas dan cairan dimasukkan melalui sebuah kateter yang ditarik keluar sambil mengukur tekanan disepanjang dinding uretra. dan larutan steril dibiarkan mengalir kedalam kandung kemih dengan kecepatan biasanya 1 ml/s.e. g. Kemudian semua hasil ini dibandingkandengan tekanan yang diukur dalam kandung kemih selama pengisian kandung kemih dan berkemih.BUKU AJAR ANATOMI & :EGC. . dan tekanan serta volume dalam kandung kemih diukur serta dicatat. kekuatan serta kontinuitas aliran urin. ____Scanlon. Kateterretensi dimasukan melalui uretra kedalam kandung kemih. dan derajat mengajan serta adanya hesitancy.2001. Sistouretrogram memungkinkan visualisasi uretra dan kandung kemih yang dapat dilakukandengn penyntikan retrograd atau dengan mengeliminasi media kontras. Ada tidaknnya refluks vesikouretral atau kelainan congenital pada traktus urinarius inferior dapat diperlihatkan. Voidingcystourethrogram juga digunakan untuk menyelidiki kesulitan dalam pengosongan kandung empedu dan inkontinensia.