You are on page 1of 17

UPAYA PENDEKATAN TERHADAP KELUARGA Bp.

SADIRAN DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

TAHAP 1. KARAKTERISTIK EMOGRAFI KELUARGA Nama kepala keluarga : Tn. Sadiran (71 tahun) Alamat Bentuk keluarga : Cangkiran RT 01/RW 01, Kec. Mijen Semarang : nuclear family

Tabel 1. Daftar anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah No 1. Nama Kedudukan L/P L Umur 71 th Pendidikan SD Pekerjaan Pasien Pensiuna n PNS, wiraswas ta 2. Ny. Sutini Istri P 62 th SD Ibu rumah tangga Pasien Ket. DM

Tn. Sadiran Kepala keluarga

Kesimpulan tahap 1 Di dalam keluarga Tn. S berbentuk nuclear family didapatkan pasien yaitu Tn. S usia 71 tahun, tamat SD seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dengan penyakit Diabetes Melitus tipe 2. TAHAP 2. STATUS PASIEN A. IDENTITAS PENDERITA Nama : Tn. S

Konsumsi minum normal. Mijen Semarang : Jawa : 23 juli 2013 B. operasi ginjal kanan diambil 4. ANAMNESIS 1. Keluhan yang paling dirasakan yaitu ____/mudah lelah?? BAK 3-4x/hari.inap : disangkal : (+) : (+) : disangkal : (+) saat masih muda riwayat batu ginjal. 3. Riwayat penyakit sekarang 8 tahun yang lalu pasien didiagnosa hipertensi. Kec. lalu pasien dirujuk ke RSUP dr. tidak ada polidipsia. Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit serupa Riwayat hipertensi Riwayat sakit gula Riwayat alergi Riwayat r.Umur Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Agama Alamat Suku Tanggal periksa : 71 tahun : Laki-laki : Pensiunan PNS : SD : Islam : Cangkiran RT 01/RW 01. Riwayat penyakit keluarga Riwayat sakit serupa mellitus Riwayat hipertensi 5. kariadi dan di diagnosa Diabetes mellitus tipe 2. Keluhan utama Mudah lelah semenjak 8 tahun yang lalu 2. saat malam 2x/hari. Riwayat kebiasaan Riwayat merokok Riwayat olahraga teratur : (+) : disangkal : disangkal : (+) ayah serta adik pasien menderita diabetes .

Jantung 6. 300. PEMERIKSAAN FISIK 1. Gizi kesan cukup.900.000 dan penghasilan toko Rp. sayur. C. Mata 4. Gaji pensiun sebesar Rp. Riwayat gizi Pasien makan 2 kali sehari dengan nasi. buah. Riwayat social ekonomi : dulu??? : disangkal Pasien adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan saat ini pasien mempunyai usaha wiraswasta berupa toko. 1.000 status ekonomi cukup. Status gizi BB TB IMT 3. RESUME ___ PATIENT CENTERED DIAGNOSIS . Pulmo 7.Riwayat makan tinggi karbohidrat Riwayat alcohol 6. Leher 5. Status neurologis : 65 Kg : 175 cm : 21 : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : 140/80 mmHg : 86x/menit : 19x/menit : Normal D. Tanda vital Tekanan darah Nadi Frekuensi nafas Suhu 2. Ekstremitas 9. Abdomen 8. 7.

4.  Lemak Asupan lemak yang dianjurkan sekitar 20-25% dari total kebutuhan kalori. Status ekonomi cukup. daging tanpa lemak.1. 2006. PENATALAKSANAAN A. 2008). DM 1. seafood. Ekonomi. Diagnosis Biologis Diabetes mellitus tipe 2 3. membatasi PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) dan asam lemak jenuh. Budaya Penderita merupakan anggota masyarakat biasa dan hubungan dengan masyarakat sekitar berjalan baik. diabetes mellitus tipe 2. Sumber protein yang baik adalah ikan. S usia 71 tahun nuclear family. Hubungan antar anggota keluarga akrab dan saling mendukung. Contohnya ikan laut dan kerang (PERKENI. ayam . ADA.  Protein Total protein yang dianjurkan adalah sekitar 15-20% dari total asupan energi. Diagnosis Holistik Tn. Komposisi makanan yang dianjurkan kepada penderita diabetes melitus terdiri dari:  Karbohidrat Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% dari total asupan energi. Lemak yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah yang berasal dari sumber asam lemak tidak jenuh (MUFA/Mono Unsaturated Fatty Acid). keluarga cukup harmonis dan anggota masyarakat biasa. Non medikamentosa Terapi gizi medis Jadwal makan dapat diatur dengan interval 3 jam. Diagnosis Sosial. 2. Diagnosis Psikologis Pasien tidak mengalami beban pikiran terhadap penyakitnya.

2006). produk susu rendah lemak. (PERKENI. bersepeda santai. B. sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan jasmani Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin. Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik seperti jalan kaki. Hipertensi 2. Medikamentosa acarbose Buku obat???? FOLLOW UP Tanggal 24 Juli 2013 o Subyektif o Obyektif o Tanda vital Tensi Nadi : 150/90 mmHg : 90 kali permenit :: keadaan umum baik. Latihan jasmani ini dilakukan secara teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit) (PERKENI. tahu. jogging dan berenang. buah dan sayuran serta sumber karbohidrat yang tinggi serat. 2006).  Garam Anjuran asupan natrium untuk penderita diabetes sama dengan anjuran untuk masyarakat umum yaitu tidak lebih dari 3000 mg atau sama dengan 6-7 g (1 sendok teh) garam dapur.tanpa kulit. 2006) . Dianjurkan mengkonsumsi cukup serat dari kacang-kacangan. composmentis .  Serat Anjuran konsumsi serat adalah ± 25 g/hari. kacang-kacangan (Leguminosa). 2006). (PERKENI. tempe (PERKENI.

istirahat cukup.5 mg 3 dd 1 Penurunan tekanan darah hingga < 140/90 mmHg Tanda Vital Keluhan Rencana Terapi Target Non medikamentosa : diet rendah garam. FLOW SHEET Nama Diagnosis : Tn. trigliserida.5 mg 3 x 1 tablet perhari dilanjutkan. FUNGSI HOLISTIK . Flowsheet penderita Tangga l 20/10/1 1 Tensi : 150/90 mmHg Nadi : 90x/menit RR : 20x/menit Suhu : 36. rendah lemak istirahat cukup olahraga teratur mengurangi stress edukasi pada penderita dan keluarga mengenai hipertensi dan komplikasinya pemeriksaan penunjang laboratorium (kolesterol.5°C : Hipertensi Stage I : Terapi medikamentosa berupa Captopril 12. T (55 tahun) : Hipertensi Stage I Tabel 2. terapi non medikamentosa berupa mengurangi konsumsi garam dan makanan berminyak. ureum. dan olahraga teratur. kreatinin) TAHAP III. gula darah. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA 1.RR Suhu o Assesment o Planning : 20 kali permenit : 36.5°C Nyeri kepala (-) Medikamentosa : Captopril 12.

P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya. 2 2 2 Tn.900. A Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan.000 status ekonomi cukup. Fungsi Sosial Penderita dan keluarga hanya sebagai anggota masyarakat biasa. saling mendukung.S 71 tahun).a. dan perhatian satu sama lain. APGAR score keluarga Tn.S 62 tahun) tinggal bersama dalam satu rumah. istri (Ny. Fungsi Penguasaan Masalah dan Kemampuan Beradaptasi Komunikasi anggota keluarga berlangsung baik.S 2 Ny.S . G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru. Fungsi Biologis Keluarga terdiri atas penderita (Tn. FUNGSI FISIOLOGIS Tabel 3. Gaji pensiun sebesar Rp. 1. perhatian dll. Fungsi Psikologis Hubungan keluarga cukup harmonis. 300. Kebutuhan dapat terpenuhi dengan cukup baik. c. e. 2. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Pasien adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan saat ini pasien mempunyai usaha wiraswasta berupa toko. b. d.000 dan penghasilan toko Rp. Hubungan dengan masyarakat sekitar baik dan cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. permasalahan diselesaikan dengan cara dimusyawarahkan bersama-sama. T Kode A APGAR Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya mendapat masalah.

Tn. banyak tradisi budaya yang masih diikuti. Kesimpulan : keluarga Tn.S Sumber Social Cultural Patologi Interaksi sosial cukup. rumah sakit. Fungsi Patologis SCREEM keluarga Tn. ketaatan ibadah cukup baik Economic Education Penghasilan keluarga cukup ( di atas UMR) Tingkat pendidikan keluarga kurang. S A n . T Tn.S memiliki satu fungsi patologis yaitu fungsi edukasi + Keterangan - 4.S = Kesimpulan : Fungsi fisiologis keluarga Tn. Kepuasan atau kebanggaan terhadap budaya baik. aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Jika sakit pasien segera berobat ke dokter.R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi waktu bersama-sama. FUNGSI PATOLOGIS Tabel 4. puskesmas. Genogram keluarga Tn. S Ny. S dan Ny. Religion Beragama dan memiliki pemahaman terhadap ajaran agama. S hanya tamat SD (tidak menempuh wajib belajar 9 tahun) Medical Kesadaran tentang pentingnya kesehatan cukup baik.S = 3. Total (kontribusi) 2 9 Rata-rata APGAR score keluarga Tn. P . GENOGRAM Diagram 1.

FAKTOR PERILAKU . 5. perempuan meninggal : pasien : penderita DM : tinggal serumah Kesimpulan Genogram : Berdasarkan genogram di atas.Keterangan : : laki-laki : perempuan : laki-laki. P interaksi Diagram 2. POLA INTERAKSI KELUARGA T n . S N y . R Keterangan : : Hubungan baik : Hubungan tidak baik A n . T Kesimpulan : Pola interaksi 2 arah antar anggota keluarga berjalan baik dan harmonis. 6. T A n . Pola keluarga Tn.

a. dan makanan manis. pencahayaan dan ventilasi cukup. Pasien sudah berusaha mengurangi asupan karbohidrat. sampah dibuang pada tempat sampah. pasien makan hanya 2 kali sehari . mengurangi konsumsi nasi. ruang makan. FAKTOR NON PERILAKU a. Keluarga menyadari arti penting kesehatan tetapi memiliki pengetahuan yang kurang tentang hipertensi. Apabila ada anggota keluarga yang sakit langsung berobat ke puskesmas atau rumah sakit. ruang keluarga yang dilengkapi TV.S sudah cukup memadai. Pengetahuan Pendidikan keluarga penderita kurang. b. Keadaan di dalam dan di luar rumah cukup bersih. T tinggal di sebuah rumah berukuran 15x8 m2 dengan posisi rumah menghadap ke timur. sumber air terjaga kebersihannya. Pasien memiliki askes. sanitasi baik. penderita dan istrinya bersekolah sampai lulus SD. Tindakan Penderita dan keluarga cukup menyadari pentingnya arti hidup sehat karena pasien selalu control rutin tiap bulan. Lingkungan Rumah yang ditempati oleh keluarga Tn. Sikap Sikap keluarga dan pasien sendiri terhadap penyakit yang dideritanya positif karena penderita rutin mengontrolkan dan mengobati penyakit diabetes mellitus dan hipertensi yang diderita. LINGKUNGAN INDOOR Keluarga Tn. dapur. c. Rumah tertata rapi terdiri atas ruang tamu yang cukup luas. b. 7. Lingkungan sekitar cukup bersih. dan satu kamar mandi . dan pengobatannya. tiga kamar tidur. Pelayanan Kesehatan Unit pelayanan kesehatan tersedia dengan baik. Kondisi rumah juga rapi dan di halaman terdapat beberapa pot tanaman hias dan pepohonan yang rindang. Orang tua penderita ada yang mengalami DM yaitu ayah?? c. bahayanya. 8. Keturunan Terdapat faktor keturunan yang mempengaruhi penyakit penderita.

TIDUR R. Dinding rumah terbuat dari batu bata yang sudah dicat. Rumah penderita juga dilengkapi tiga pintu keluar. Fungsi Holistik (biopsikososial) : baik 2.dengan WC yang terpisah. Ventilasi dan pencahayaan cukup baik. KELUARGA JEMURAN KM KM DAPUR 9. Lantai rumah semuanya telah dilapisi keramik. Sehari-hari keluarga memasak menggunakan kompor minyak tanah. Secara keseluruhan kebersihan rumah cukup baik. Di belakang rumah terdapat tempat untuk membuang dan membakar sampah. yaitu pintu depan. RESUME IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA 1. Atap rumah terbuat dari genteng dan tidak ditutupi langit-langit. Di sebelah kanan dan kiri berdekatan dengan rumah tetangga. Masing-masing kamar sudah memiliki ranjang dan kasur yang layak. TIDUR KM. S TOKO KM. TAMU R. Fungsi Fisiologis (APGAR) 3. pintu samping. LINGKUNGAN OUTDOOR Rumah penderita terletak di pinggir jalan dengan halaman yang cukup luas dan tanpa pagar. Di depan rumah terdapat selokan dengan aliran lancar. Perabotan rumah tangga cukup. Di halaman depan terdapat dua pohon mangga dan beberapa pot tanaman hias. Sumber air berasal dari sumur dengan pompa sendiri. Gambar denah rumah Tn. Fungsi Patologis (SCREEM) : baik : ada fungsi patologis yaitu edukasi . dan pintu belakang.

Masalah Nonmedis a. Fungsi Non Perilaku Keluarga 8. Fungsi Perilaku Keluarga 7. Diet dan 5 5 5 3 4 4 4 2 4. dan pengobatannya.4. bahayanya. Kurangnya kesadaran penderita untuk kontrol tensi secara rutin PRIORITAS MASALAH Tabel 5. Fungsi Genogram Keluarga 5. Matrikulasi masalah untuk memilih prioritas masalah N o . Daftar Masal ah P I S S B T M n R M o M a J u m la h I x T x R 1 . Kurangnya pengetahuan penderita dan keluarganya tentang hipertensi. b. Masalah Medis Hipertensi Stage I 2. Fungsi Lingkungan Indoor 9. dan tidak berolahraga teratur. Fungsi Pola Interaksi Keluarga 6. Diet dan gaya hidup tidak sehat yaitu makanan yang asin. Fungsi Lingkungan Outdoor : ada penyakit hipertensi yang diturunkan dari ibu : baik : cukup : baik : baik : baik DAFTAR MASALAH 1. . makanan berminyak (gorengan). c.

dan pengo batann 5 5 4 3 4 4 4 0 0 0 (I ) 1 9. Kuran gnya penget ahuan pender ita tentan g hiperte nsi. tidak olahra ga teratur ) 2 .pola hidup tidak sehat (maka nan asin. bahay anya. makan an bermi nyak. 2 0 0 (I I) .

T 55 tahun dengan Hipertensi Stage I II. bahaya. Kesadaran penderita untuk kontrol tensi secara rutin masih rendah . dan pengobatannya yang masih kurang III. Pengetahuan tentang hipertensi. 5 2 0 (I II ) P : Prevalence (besarnya masalah) S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah) SB : Social Benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah) T : Technology (tehnologi yang tersedia) R : Resources (sumber daya yang tersedia) Mn : Man (tenaga yang tersedia) Mo : Money (sarana yang tersedia) Ma : Material (pentingnya masalah) DIAGRAM PERMASALAH PASIEN I.ya 3 . Kuran gnya kesada ran pender ita untuk kontro l tensi secara rutin Keterangan : I : Importancy (pentingnya masalah) 5 4 4 3 4 3 4 1 1. Diet dan pola hidup tidak sehat Tn.

Hipertensi dapat menjadi faktor resiko penyakit kardiovaskuler. stres. Gejala paling umum yang dikeluhkan pasien adalah sakit kepala. yaitu jarang berolahraga. T harus mendapatkan edukasi mengenai penyakit yang dideritanya. Edukasi yang diberikan adalah latihan fisik. gemar mengkonsumsi makanan asin dan makanan berminyak. Pola makan yang tidak sehat seperti asupan garam berlebih dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dengan mekanisme melibatkan ginjal. maka penderita hipertensi harus melakukan kontrol rutin dan patuh pada pengobatan serta melakukan modifikasi gaya hidup menuju pola hidup sehat. Tn. meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak.Diagram 3. SIMPULAN DAN SARAN . pusing. T. Diagram permasalahan pasien TAHAP IV. menurunkan asupan garam. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh secara langsung maupun tidak langsung. mata berkunang-kunang. HUBUNGAN DIET DAN GAYA HIDUP TIDAK SEHAT DENGAN HIPERTENSI Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah karena semakin meningkatnya prevalensi hipertensi. TAHAP V. P memiliki pola hidup yang kurang baik. Tn. obesitas. serta mengendalikan stres. rasa berat di daerah leher. Jika asupan garam berlebih terjadi retensi natrium ginjal yang pada akhirnya akan meningkatkan volume cairan kemudian meningkatkan preload sehingga tekanan darah meningkat. 2000) Faktor risiko terjadinya hipertensi antara lain diet dan asupan garam tinggi. Gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada beberapa organ target. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. menyebabkan kerusakan otak. T tidak rutin memeriksakan dirinya ke puskesmas terdekat untuk mengontrol tekanan darahnya. (Arif Mansjoer. mata. dan ginjal. merokok dan faktor genetik. Oleh karena bersifat kronik.

DAFTAR PUSTAKA . V-B. pendidikan penderita dan keluarganya cukup baik. dan penderita mampu memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya dengan baik. 2. kondisi lingkungan dan rumah cukup sehat.V-A. T dan juga komplikasinya sehingga keluarga dapat membantu mengawasi pola makan Tn. Diagnosis Psikologis Penderita tidak memiliki beban pikiran maupun mental akan penyakitnya. T serta mengontrol tekanan darah minimal seminggu sekali. SARAN Saran Komprehensif Saran yang dapat diberikan kepada penderita dan keluarganya adalah sebagai berikut: 1. Kuratif Obat antihipertensi yaitu captopril 12. SIMPULAN Diagnosis Holistik : 1. Diagnosis Biologis Hipertensi Stage I 2. Rehabilitatif Berolahraga secara teratur setiap harinya. Promotif Edukasi kepada keluarga mengenai hipertensi yang diderita Tn. misalnya dengan jalan sehat. 4.5 mg 3 x 1 tablet perhari. Diagnosis Sosial Hubungan dengan masyarakat sekitar berjalan baik. Hubungan antar anggota keluarga harmonis dan saling mendukung. Preventif  konsumsi makanan rendah garam dan tinggi serat  rendah kolesterol  mengendalikan stres  berolahraga teratur 3. 3. penderita menyadari arti pentingnya kesehatan.

.Mansjoer. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta : Media Aesculapius. Arif. 2000.