You are on page 1of 24

JOURNAL READING : RISK FACTORS OF RECURRENT LUMBAR DISK HERNIATION

AMIRA DANILA MAYA LIANA KEPANITERAAN KLINIK SMF BEDAH RSUP FATMAWATI 18 NOVEMBER 2013

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS
 Keluarnya nucleus pulposus dari discus melalui robekan

annulus fibrosus keluar ke belakang/dorsal menekan medulla spinalis atau mengarah ke dorsolateral menakan saraf spinalis sehingga menimbulkan gangguan.

HNP Lumbalis  HNP merupakan salah satu penyebab dari nyeri punggung (NPB) yang penting.  Prevalensinya berkisar antara 1-2% dari populasi.  HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5 .

. memiliki fungsi menahan beban sekaligus sebagai bantalan.Nukleus Pulposus  Gel viskus yang terdiri dari proteoglikan yang mengandung kadar air yang tinggi.

Annulus Fibrosus  merupakan lapisan jaringan fibrus dan cartilago yang membentuk bantalan diantara lingkaran cartilago .

.Discectomy  Operasi yang dilakukan dengan mengangkat sebagian diskus intervetebralis untuk mengurangi tekanan terhadap saraf.

LDH yang berulang sebanyak 515% Penyebab utama: Annulus fibrosus yang tidak menutup secara sempurna. .PENDAHULUAN 80-90% operasi dari LDH menghasilkan hasil yang baik selama post op tahun pertama.

PENDAHULUAN Faktor resiko LDH berulang dalam literatur :  Kelemahan jaringan annular  Paparan berulang dari mengangkat atau getaran  Angkat berat  Usia lanjut  Merokok  Ukuran dan tingkat LDH saat pra operasi  Munculnya herniasi pada saat operasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor risiko berulang herniasi dalam populasi Iran. .

40 pasien dengan LDH berulang (group I) dan 120 pasien yang tidak berulang setelah operasi (group II) yang secara acak dipilih diantara pasien yang menjalani discectomy hernia lumbalis di RS Imam Reza and Shohada. .Study Design  Di dalam penelitian ini.Materials and Methods . Iran untuk mengevaluasi kemungkinan faktor resiko pada hernia berulang. Tabriz.  Pasien dipilih dengan tim bedah saraf yang sama.  Group I termasuk pasien dengan LDH berulang pada sisi dan level yang sama sebelum 18 bulan postoperative dan Group II termasuk pasien tanpa hernia pada sisi dan level yang sama atau tidak dalam 18 bulan postoperative. Teknik operasi tidak dibahas pada penelitian ini.

atau gangguan psikologis dan kognitif. arthritis punggung yang berat dan penyakit neuropatik selain diabetes tidak dilibatkan. ketidakmampuan untuk pemeriksaan MRI.Study Design  MRI dianjurkan untuk semua pasien postoperative yang mengalami nyeri pada tungkai yang menetap atau berulang. riwaya amputasi. serebrovaskular arrest akhir-akhir ini.Materials and Methods . atau penyimpangan dari jaringan saraf (sebagaimana dilaporkan oleh ahli radiologi yang hadir ).  Pasien dengan kekambuhan herniasi di sisi dan tingkat yang berbeda.  Herniasi berulang secara klinis: herniasi yang menyebabkan nyeri pada tungkai dengan hasil MRI pada diskus di sisi yang dan tingkat yang sama saat operasi mengalami pergeseran. kompresi. .

semua pasien juga dinilai kondisi komorbiditas yang memungkinkan predisposisi kekambuhan (misalnya. jenis kelamin. penggunaan tembakau. .Catatan medis semua pasien dievaluasi demografis termasuk usia. Selain itu. indeks massa tubuh (BMI) dan pendidikan. atau diabetes).

.

.

tinggi .Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin (pria). pekerjaan berat dan perokok bisa menjadi faktor LDH berulang .

dapat ipsilateral/kontralateral. dikarenakan frekuensinya yang lebih sedikit. dan terdapat interval bebas nyeri >6bulan. . dkk) fokus pada LDH berulang pada tingkat dan sisi yang sama.  Penelitian ini mengevaluasi herniasi lumbal berulang pada level dan sisi yang sama pada 160 pasien herniasi lumbal yang menjalani disektomi.  Penelitian ini (Shimia.DISKUSI  Riwayat eksisi diskus diikuti LDH berulang : 5-15% pasien  LDH berulang  Terjadinya LDH pada level yang sama.

dkk : • Laki-laki = risiko tinggi herniasi berulang • Usia ≠ faktor risiko . dkk : • Jenis kelamin ≠ faktor risiko herniasi lumbal berulang. • Usia <50tahun = risiko tinggi operasi berulang pada herniasi lumbal Shimia. Jenis Kelamin dan Usia • Beberapa penelitian : Jenis kelamin dan usia ≠ faktor risiko pada herniasi lumbal berulang • Keskimaki.1.

Tinggi Badan. dkk : • Berat badan dan tinggi yang berlebih  faktor risiko pada herniasi lumbal berulang • BMI tidak mempengaruhi .2. Berat Badan. dkk : Tidak ada hubungan antara BMI dan herniasi lumbal berulang. dan BMI • Kara. • Moiterno. dkk : Non-obes yang BMInya relatif rendah  lebih risiko herniasi lumbal Shimia.

Shimia. dkk : Merokok berhubungan dengan herniasi lumbal berulang  Merokok  Prediktor penting dari segala jenis herniasi  Beberapa penelitian : Tidak ada hubungan antara merokok dan herniasi lumbal berulang. Merokok  Kim. dkk : Merokok lebih tinggi pada pasien herniasi lumbal berulang .3.

dkk : Tidak menemukan hubungan antara DM dan LDH berulang Shimia. Diabetes  Pasien DM : Insidensi terjadinya herniasi lumbal berulang diestimasi mencapai 28%  Kim. dkk : DM tidak berhubungan dengan herniasi lumbal berulang .4.

dkk tetap berhipotesis bahwa hipertensi dapat menyebabkan herniasi lumbal berulang.  Namun. Shimia. dkk : Hipertensi dan herniasi lumbal berulang tidak berhubungan. Shimia.5. Hipertensi  Hipertensi secara signifikan berhubungan dengan herniasi lumbal berulang. .

 Shimia. dkk : Kerja berat tidak berpengaruh pada herniasi lumbal berulang  Studi lain : Jenis pekerjaan/profesi tidak berhubungan dengan herniasi lumbal berulang.6.  Meredith. Pekerjaan yang Berat  Kara. dkk : Pekerjaan yang berat dapat menyebabkan herniasi lumbal berulang. dkk : Kurangnya latihan fisik secara teratur meningkatkan dilakukannya reoperasi pada herniasi lumbal  Jenis pekerjaan tidak mempengaruhi. .

KESIMPULAN  Jenis kelamin (laki-laki). kerja berat. . dan riwayat merokok memiliki risiko herniasi lumbal berulang. tubuh yang tinggi.

TERIMA KASIH .

apa yang dilakukan? Bagaimana cara menilai dari awal pasien yang termasuk yang akan hnp berulang? Pencegahan?  4. Gamar: faktor resiko DM knp? Vaskularisasi? Alasan kim dm tidak menyebabkan hnp berulang? 6.Obesse non obesse knp bisa jadi faktor resiko? Kekurangan? 1. . kevin: penyembuhan annulus fibrosus? Pasien hnp+giziburuk+tb mempengaruhi wound healing? 7. safitri: 5-15% kambuh.agita: merokok knp menyebabkan hnp berulang?  Olahraga seperti apa yang bisa membantu mengurangi insidens hnp?  2. malvin: merokok pemicu terjadi hnp?  3. dinoor: knp hipertensi jadi faktor resiko? Yang rekurensi setelah tindakan bisa rekurensi kembali tidak?  5.