You are on page 1of 13

2009 I.

PENDAHULUAN

Hormon Kelamin Pria Salah satu organ reproduksi pada pria adalah testis,yang terdiri dari 900 lilitan tubulus semineferus. Pada tubulus semineferus ini terdapat sel interstisial Leydig, yang berfungsi menghasilkan hormone androgen, yaitu testosterone dan juga androstenedion, namun testosteron merupakn hormon yang lebih berperan dibandingkan dengan androstenedion dalam system reproduksi. Sel leydig hampir tidak ditemukan pada masa kanak- kanak tetapi sel Leydig akan meningkat pada saat bayi laki-laki baru lahir dan pada saat dewasa setelah pubertas. Hal ini dikarenakan pada trimester pertama kehamilan kadar gonadotropik Korionik akan memuncak (8-12 minggu) dan menstimulasi sel Leydig janin untuk mensekresikan testosterone, sedangkan pada saat bayi memasuki masa kanak – kanak kadar testosteron menurun dan akan meningkat lagi pada saat masa pubertas, yaitu pada usia 10-13 tahun. Hormon androgen ini tidak hanya disekresikan oleh testis namun juga disekresikan oleh kelenjar adrenal, tetapi efek yang ditimbulkan dari hormon androgen yang berasal dari kelenjar adrenal hanya pada pertumbuhan rambut axila dan pubis1 Sistem hormone pria terdiri dari tiga komponen hormone, diantaranya: Hormon yang dikeluarkan hypothalamus, hormon pelepas gonadotropin (GnRH) Hormon hipofisis anterior, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon lutein (LH), keduanya disekresi sebagai respon terhadap pelepasan hormon GnRH dari hipothalamaus. Hormon – hormon testis, testosteron dan estrogen yang disekresi oleh testis sebagi respon terhadap kedua hormon dari kelenjar hipofisis anterior.2

Gambar 1. Komponen Hormon Androgen pada Pria3

Fungsi Testosteron Perkembangan karakteristik tubuh pria, yaitu pada penis dan scrotum

Penurunan testes Pertumbuhan dan penyebaran rambut tubuh diatas pubis, keatas sepanjang linea alba, umbilikus, wajah dan dada. Menimbulkan kebotakan Perubahan suara menjadi suara bass ang khas Penebalan pada kulit dan pada wajah akan timbul akne Peningkatan pembentukan protein dan perkembangan otot Peningkatan pertumbuhan tulang dan retensi kalasium Meningkatakan metabolis basal Meningkatakan eritropoeisis (pembentukan eritrosit) Pengaruh pada elektrolit dan keseimbanagan cairan 4

Gambar 2. Fungsi Hormon Testosteron pada Pria 5

Hormon Kelamin Wanita

Organ reproduksi wanita yang berperan dalam produksi hormon ialah ovarium dan placenta (pada wanita normal yang hamil). Pada ovarium terdapat folikel dan corpus luteum yang berfungsi sebagai penghasil hormon gonadotropin pada wanita.6 Sistem hormone wanita terdiri dari tiga komponen hormon, diantaranya: Hormon yang dikeluarkan hypothalamus, hormon pelepas gonadotropin (GnRH) Hormon hipofisis anterior, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon lutein (LH), keduanya disekresi sebagai respon terhadap pelepasan hormon GnRH dari hipothalamaus. Hormon – hormon ovarium, estrogen dan progesterone yang disekresi oleh ovarium sebagi respon terhadap kedua hormon dari kelenjar hipofisis anterior.7

Gambar 3. Komponen Hormon Androgen pada Wanita4 Hormon Estrogen Esterogen merupakan hormon yang dihasilkan oleh folikel yang matang dan corpus luteum. Hormon ini memilki organ target dan fungsi pada setiap organ targetnnya , yaitu :

  

Tubuh secara umum Estrogen berfungsi menstimulus perkembangan karakteristik seksual sekunder pada wanita. Uterus Estrogen berfungsi menstimulus proliferasi sel-sel uterus Ovaries Estrogen berfungsi dalam pembentukan sel telur (Ovum) Kelenjar Mamae (Payudara) Estrogen berfungsi menstimulus perkembangan saluran kelenjar ASI

Anterior Pituitary Estrogen berfungsi menstimulus burst like release LH 8 Hormon Progesteron Pogesteron merupakan hormon yang dihasilkan oleh corpus luteum dan placenta. Hormon ini memilki organ target dan fungsi pada setiap organ targetnnya, yaitu : Pada perempuan :

Uterus Memelihara ketebalan endometrium Menstimulus pelepasan nutrisi Kel. Mamae (payudara) Menstimulus perkembangan alveoli dalam memproduksi ASI

Anterior Pituitary Menghambat produksi dan pelepasan FSH dan LH 9

Peranan hormon Hypothalamus – Hipofisis pada Reproduksi Pria dan Wanita Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH) Gonadotropin Releasing Hormon diproduksi oleh Hipothalamus .Hormon ini disekresikan dan menuju sel target pada kelenjar hipofisis. Fungsi dari GnRH adalah : 1) Menstimulasi produksi Folikel Stimulating Hormon (FSH) dan Leutinizing Hormon (LH). 2) Mengatur pelepasan FSH dan LH oleh kelenjar hipofisis.10 Folikel Stimulating Hormon (FSH) Folikel Stimulating hormon diproduksi oleh sel gonadotropin pada kelenjar hipofisis, pada lobus Anterior. Sel target dari FSH ialah : testis (Tubulus semineferus) pada laki-laki dan ovarium pada perempuan . Fungsi FSH pada : Ø Laki-laki : Menstimulasi produksi sperma dengan cara mempengaruhi reseptor testosterone pada tubulus semineferus. Ø Perempuan : ~ Menstumulasi perumbuhan dan pematangan folikel ~ Menstimulasi produksi estrogen pada corpus luteum 11 Leutinizing Hormone (LH) Leutinizing Hormone diproduksi oleh sel gonadotropin pada kelenjar hipofisis, pada lobus Anterior. Sel target dari LH ialah : Tubulus semineferus testis pada laki-laki dan ovarium pada perempuan . Fungsi LH pada : Ø Laki-laki : Menstimulasi produksi sperma dalam proses spermatogenesis dengan cara menstimulasi sel intersisial leydig pada testis untuk mensekresikan testosterone. Ø Perempuan : ~ Transforms ruptured follicle into corpus luteum ~ Menstimuslus produksi progesteron oleh corpus luteum ~Transforms ruptured follicle into corpus luteum 11

II. ISI II. 1. Hipogonadisme Pada Pria HIPOFUNGSI TESTIS Hipofungsi testis dapat primer dalam testes (Hipogonadisme Pimer atau akibat defisiensi hormone gonadotropik kelenjar pituitary (Hipogonadisme Skunder). Penderita dengan hipogonadisme primer mengalami peningkatan kadar gonadotropin (Hipergonadotropik), mereka yang dengan hipogonadisme sekunder memiliki kadar rendah atau tidak ada sama sekali ( Hipogonadotropik ). 12 Etiologi

Hipogonadisme Primer Hipogonadisme primer atau kegagalan testis terjadi akibat penyakit sisitemik , gagal ginjal dan serosis.orkitis , radioterapi gonad atau obat-obat sistemik anti kanker(jarang terjadi ) , adanya sindrom knilfelter(kariotipeXXY) , terjadi 1 pada 1000 kelahiran. Hipogonadisme Sekunder Hipogonadisme (kegagalan hypothalamus hipofisis) dapat disebabkan oleh penyakit berat atau malnutrisi, penyakit hipofisis, hiperprolaktinemia, Sindrom Kallmann (sindrom genetic terkait kromosom X yang menyebabkan kegagalan hypothalamus mensekresikan GnRH disertai dengan anosmia.13 Epidemiologi Mortality/Morbidity Tidak terjadi peningkatan kematian pada pasien dengan hipogonadisme .namun lebih sering mengalami infertile dan osteoporosis. Ras Tidak ada ras yang spesifik Sex Hypergonadotropic hypogonadism lebih banyak pada laki-laki dari pada wanita Age Hipogonadisme dapat terjadi pada semua umur.14

Patofisiologi

Gambar 4. Patofisiologi Hipogonadisme pada Pria dan Wanita15

Manifestasi Klinis

Gambar 5. Manifestasi Klinis Hipogonadisme pada Pria16

Diagnosis Penegakan diagnosa hipogonadisme dilakukan berdasrkan : 1. Anamnesa, pemeriksaan fisik Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang teliti dengan memperhatikan perubahan keadaan hormonal . 2. Gejala klinis yang timbul 3. Penilaian laboratorium ▪ Kadar testosterone serum (nilai normal serum : 3-10 ng /ml) ▪ Kadar gonadotropin serum ▪ Kadar FSH dan LH ▪ Stimulasi Klomifen

Tabel 1.Perbedaan antara hipogonadisme primer dan skunder FSH dan LH Testosteron dan Estrogen Hipogonadisme Primer ↑ ↓ Hipogonadisme Sekunder ↓ ↓ Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan ialah : Kariotipe, prolaktin, MRI fosa hipofisis dan hipothalamus.17

Penatalaksanaan ▪ Terapi penggantian Androgen: dapat menghilangkan gejala – gejala dan mencegah osteoporosis, tetapi tidak dapat memperbaiki infertilitas, yang pada hipergonadisme primer bersifat irreversible . ▪ Gonadotropin atau GnRH digunakan untuk merangsang fertilitas pada hipergonadisme sekunder. Testosterone yang tersedia di Indonesia ( POM) Oral Administration : • Testosteron Undecanoat capsul 40mg • Mesterolone tablet 25 mg Intra Muscular Adminstration: • Testosteron Propionat 30mg, Testosteron Phenylpropionat 60mg, Testosteron decanoat 100mg Ampul • Testosteron Undecanoat 1000 mg ampul 18

Prognosis Penderita hipogonadisme baik laki –laki maupun perempuan dapat hidup normal dengan penggantian hormon . 19 II. 2. Hipogonadisme Pada Wanita HIPOFUNGSI OVARIUM Hipofungsi ovarium dapat disebabkan oleh kegagalan perkembangan congenital, penghancuran pasca natal (hipogonadisme primer atau hipergonadotropik) atau kurangnya stimulasi oleh kelenjar hipofisis (hipogonadisme skunder atau hipogonadotropik).20 Etiologi Hipogonadisme primer (kegagalan ovarium) Kegagalan ovarium dapat terjadi secara genetic atau didapat terjadi pada 1 % wanita yang berusia < id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354113031248228514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_S7zHtjgFhn8/Sk2hb0LXMKI/AAAAAAAAACI/_LgkDAU89sE /s320/Untitled.jpg5.jpg" border="0"> Gambar 6. Patofisiologi pada Hipogonadisme pada Wanita22

Manifestasi Klinis

Gambar 7. Manifestasi Klinis Hipogonadisme pada Wanita16

Diagnosa Diagnosis hipogonadisme primer (hipogonadisme hipergonadotropik) sebelum pubertas adalah sulit, kecuali dalam kasusu Sindrom Turner, kebanyakan penderita yang terkena tidak memiliki manifestasi klinis pada pra –pubertas. Diagnosa tidak sulit pada penderita dengan defisiensi hormon tropic kelenjar pituitary, tetapi sulit membedakan hipogonadisme hipogonadotropik murni dengan keterlambatan pubertas fisiologis. 20

Penatalaksanaan Pada kegagalan ovarium, terapinya adalah dengan estrogen, yang dapat meringankan gejala defisiensi dan mencegah komplikasi jangka panjang, seperti osteoporosis .21

Prognosis Penderita hipogonadisme baik laki –laki maupun perempuan dapat hidup normal dengan penggantian hormon . 19

III. KESIMPULAN Hipogonadisme adalah berkurangnya atau menurunnya hormone androgen sehingga mempengaruhi fungsi dan cirri seks dari kelamin baik pria dan wanita.

REFERENSI 1. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1265 2. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1268 3. 4. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1275-1277 5. http://content.revolutionhealth.com/contentimages/images-image_popup-m7_testosterone.jpg 6. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1281 7. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1282 8. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1291-1292 9. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1292-1293 10. Wilson,LM dkk.Gangguan Sistem Reproduksi laki-laki. Price,SW dan Wilson,LM.Patofisiologi.Edisi 6.volume 2.Jakarta:EGC.2005.hal : 1312 11. Guyton and Hall. Fungsi Reproduksi dan Hormonal Pria (dari kelenjar pineal).Buku Ajar Fisiologi Kedokteran .Edisi 9.Jakarta: EGC.1997.Hal: 1285 12. Behram dkk. Hipofungsi Testis.lmu Kesehatan Anak Nelson.Edisi 15.Vol 3.Jakarta:EGC.2000.Hal 1985. 13. Davey,Patrick.Hipogonadisme .At a Glance Medicine.Jakarta: Erlangga.2005.hal : 282 14. http://www.emedicine.com/Hypogonadism%20follow%20up%20-%20eMedicine.mht, Stephen Kemp, MD, PhD, Professor, Department of Pediatrics, Section of Pediatric Endocrinology, University of Arkansas and Arkansas Children's Hospital Contributor Information and Disclosures Updated: Nov 16, 2007 15. Silbernagi,S dan Lang,Penyebabdan akibat kelebihan dan defisiensi Androgen.Teks dan Atlas berwarna Patofisisologi .Jakarta:EGC. .Hal : 272 16. Dvey,Patrick.Hipogonadisme .At a Glance Medicine.Jakarta: Erlangga.2005.hal : 282 17. Wilson,LM dkk.Gangguan Sistem Reproduksi laki-laki. Price,SW dan Wilson,LM.Patofisiologi.Edisi 6.volume 2.Jakarta:EGC.2005.hal : 1316 18. Wilson,LM dkk.Gangguan Sistem Reproduksi laki-laki. Price,SW dan

Wilson,LM.Patofisiologi.Edisi 6.volume 2.Jakarta:EGC.2005.hal : 1317 19. http://www.emedicine.com/Hypogonadism%20overview%20-%20eMedicine.mht, Stephen Kemp, MD, PhD, Professor, Department of Pediatrics, Section of Pediatric Endocrinology, University of Arkansas and Arkansas Children's Hospital Contributor Information and Disclosures Updated: Nov 16, 2007 20. Behram dkk. Hipofungsi Testis.lmu Kesehatan Anak Nelson.Edisi 15.Vol 3.Jakarta:EGC.2000.Hal 1995. 21. Davey,Patrick.Hipogonadisme .At a Glance Medicine.Jakarta: Erlangga.2005.hal : 283 22. Silbernagi,S dan Lang.Pengaruh Hormon Seks pada wanita.Teks dan Atlas berwarna Patofisisologi .Jakarta:EGC. .Hal : 272

Hipogonadisme adalah kondisi pada pria dimana testis tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang memadai. Hipogonadisme bisa sialami sejal janin berkembang di perut, sebelum masa puber, atau saat dewasa. Hipogonadisme dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipogonadisme primer dan hipogonadisme sekunder. Pada hipogonadisme primer testis mengalami kelainan, kadar testoteron rendah disertai meningkatnya hormon gonadotropik. Kondisi ini disebut dengan hipogonadotropikhipogonadisme. Sementara pada hipogonadisme sekunder, kelenjar hipofisis di otak yang mengalami gangguan. Pada kasus ini kadar hormon testosteron dan hormon gonadotropik berada pada tingkat yang

rendah. Kondisi ini disebut hipogonadisme-hipogonadotropik dan mengakibatkan beberapa penyakit kronis, seperti tumor hipofisis, penyakit-penyakit kritis, serta kondisi pascaradiasi. Selain menurunkan libido dan DE, hipogonadisme juga bisa mengakibatkan infertilitas karena adanya masalah produksi sperma di dalam testis. Penyebab 1. Hipogonadisme primer terjadi akibat adanya masalah pada testis.
       

Infeksi pada testis Testis yang tidak turun Trauma pada testis akibat dikebiri atau kecelakaan Komplikasi penyakit gondongan Sindrom Klinefelter Pengobatan kanker Radang buah zakar Hemokromatosis

2. Hipogonadisme sekunder terjadi karena adanya gangguan pada kelenjar hipotalamus atau pituitari, yakni bagian otak yang berfungsi mengantarkan sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron.
      

Sindrom Kallmann HIV/AIDS Penuaan Obesitas Tumor Penggunaan obat-obatan tertentu Penyakit peradangan seperti sarkoidosis, histiositosis dan TBC

Gejala 1. Hipogonadisme yang terjadi selama perkembangan janin
  

Muncul alat kelamin wanita. Pada pria alat kelaminnya berbentuk kurang sempurna. Alat kelamin tidak jelas antara wanita atau pria.

2. Hipogonadisme yang terjadi saat puber
    

Suara kurang mendalam Massa otot menurun Pertumbuhan rambut terganggu Kaki dan lengan tumbuh berlebihan Munculnya jaringan payudara

Pertumbuhan penis dan testikel terganggu

3. Hipogonadisme yang terjadi saat dewasa
       

Mandul Disfungsi ereksi Susah konsentrasi Kelelahan Penurunan gairah seksual Hilangnya massa tulang Rambut tubuh seperti jambang menurun Munculnya jaringan payudara

Pengobatan Terapi hormon yaitu testosterone replacement therapy (TRT) yang berbentuk suntikan, gel (AndroGel, Testim), koyo (Androderm) dan suplemen testosteron yang diminum secara oral.

Read more: http://doktersehat.com/hipogonadisme/#ixzz2lKhXS5Lo

Osteoporosis Radiasi Infeksi Genetika Penyakit Autoimun Operasi

Gejala dan Tanda Hipogonadisme
Disfungsi Ereksi (Ditemukan pada Pria) Rambut Rontok Kesulitan Berkonsentrasi Sering Buang Air Kecil (Ditemukan pada Pria) Penyusutan - Penis (Ditemukan pada Pria) Pengurangan Massa Otot (Ditemukan pada Pria) Pembesaran - Payudara (Ditemukan pada Pria) Haid Terlewat (Ditemukan pada Wanita) Penurunan Libido Rasa Panas (Ditemukan pada Wanita) Rambut Rontok Disfungsi Seksual (Ditemukan pada Pria)

Pubertas Tertunda Kecemasan Depresi Ketidakmampuan Membaui Rasa Pegal - Umum Berkeringat di Malam Hari Gangguan Tidur Penambahan Lemak - Perut Penyusutan - Testis (Ditemukan pada Pria) Kelelahan Jerawat (Ditemukan pada Wanita) Kehilangan Ingatan

1. Hipogonadisme primer terjadi akibat adanya masalah pada testis. - sindrom Klinefelter - testis yang tak menurun - orchitis atau radang buah zakar - hemokromatosis - cedera pada testis - pengobatan kanker 2. Hipogonadisme sekuner terjadi akibat adanya masalah pada kelenjar hipotalamus atau pituitari, bagian otak yang berfungsi memberikan sinyal pada testis untuk menghasilkan testosteron. - sindrom Kallmann - gangguan kelenjar pituitari seperti tumor - penyakit peradangan seperti sarkoidosis, histiositosis dan TBC - HIV/AIDS - penggunaan obat-obatan tertentu - obesitas - penuaan