You are on page 1of 8

Sirkulasi Pulmonal Sirkulasi dalam paru mencakup pembuluh nutrien (sistemik) maupun pembuluh

fungsional (pulmonal). Arteri dan vena pulmonal merupakan sirkulasi fungsionalnya. Arteri pulmonal memiliki dinding yang tipis akibat tekanan yang rendah (25 mmHg sistolik dan 5mmHg diastolik) di dalam sirkulasi paru. Di dalam paru, arteri pulmonal bercabang mengikuti percabagan bronkus. Cabang-cabangnya di kelilingi adventisitas bronkoli dan bronkioli. Di daerah duktus alveolaris, cabang-cabang arteri ini membentuk jalinan kapiler di dalam septum interalveolaris dan berkontal erat dengan epitel alveolus. Paru-paru mempunyai jalinan

kapiler yang paling berkembang di dalam tubuh, dengan kapiler di antara semua alveoli, termasuk kapiler di bronkiolus respiratorius. Venula yang berasal dari jaringan kapiler ditemukan satu-satu didalam parenkim, dan agak menjauh dari jalan napas . venula di topang oleh slapis tipis jaringan ikat dan memasuki septum interalveolar. Setelah meninggalkan lobulus, vena mengikuti percabangan bronkus ke arah hilus. Pembuluh nutrien mengikuti percabangan bronkus dan mendistribusikan darah ke sebagian besar paru sampai pada bronkiolus respiratorius, di tempat pembuluh ini beranastomosis dengan cabang-cabang kecil dari arteri pulmonal. Pembuluh darah dalam paru– paru, arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari partikel kanan jantung ke paru-paru cabang-cabangnya menyentuh

yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru –paru ke jantung. Hilus (tampuk) paru –paru dibentuk oleh struktur sebagai berikut : 1. kapiler paru – paru bersatu sampai menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonalis meninggalkan setiap paru – paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan keseluruh tubuh melalui aorta. maka pertukaran gas berlangsung dengan difusi . Persyaratan . Sisa darah itu diantarkan dari setiap paru –paru oleh vena bronkialis dan ada yang dapat mencapai vena cava superior. arteriola itu membelah dan membentuk jaringan kapiler dan kapiler-kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara. yang mengembalikan darah tanpa oksigen kedalam paru –paru untuk diisi oksigen. merupakan jalan utama udara. Kapiler itu hanya dapat memuat sedikit maka praktis dapat dikatakan sel – sel darah merah membuat garis tunggal. dan pembuluh limfe yang masuk-keluar paru-paru. Pembuluh darah yang dilukiskan sebagai arteri bronkialis membawa darah berisi oksigen langsung dari aorta torasika ke paru –paru guna memberi makan dan mengantarkan oksigen kedalam jaringan paru –paru sendiri.saluran bronkial. 2. Cabang akhir arteri –arteri ini membentuk plexus kapiler yang tampak jelas dan terpisah. Arteri bronkial .tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu kedalam vena pulmonalis. Maka dengan demikian paru –paru mempunyai persediaan darah ganda. sangat banyak. bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi arteriola halus. Arteri pulmonalis. yang merupakan fungsi pernafasan. Bronkus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkial. Vena pulmonalis. terbentuk oleh cabang akhir arteri pulmonalis . keluar dari aorta dan mengantarkan darah dari paru-paru ke vena cava superior . Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis.

. Disamping syaraf-syaraf tersebut syaraf simpatis dan para simpatis. Nervus phrenicus mempersyarafi diafragma sementara nervus spiral toraxic mempersyarafi otot-otot intercosta.penting dalam aksi pergerakan pernafasan disuplai melalui nervus phrenicus dan nervus spiral toraxic.

Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Jumlah darah yang dibutuhkan oleh oleh jaringan tubuh selalu berubah. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. dan fungsi jaringan itu sendiri. Darah di pompakan dari ventrikel kanan ke pulmonal trunk yang mana cabang arteri pulmonary membawa darah ke paru-paru kanan dan kiri.PENGERTIAN Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang mempunyai arti perputaran. Darah yang teroksigenasi kemudian mengalir ke vena pulmonal dan kembali ke atrium . Jantung kanan menerima darah yang miskin oksigen dari sirkulasi sistemik. peredaran. Jadi Sirkulasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. ketersediaan oksigen.Pada kapiler pulmonal darah melepaskan CO2 yang di ekshalasi dan mengambil O2. Prosentasi aliran darah yang diterima oleh organ atau jaringan tertentu ditentukan oleh kecepatan metabolism jaringan. SIRKULASI PARU Dari jantung kanan darah dipompakan ke sirkulasi pulmonal.

bronkus.tekanan arteri berfluktuasi antara systole 120 mmHg dan diastole 80 mmHg. Hidung . rongga hidung. Pada arteri pulmonalis tekanan bersifat pulsatif seperti pada aorta tetapi tingkat tekanannya jauh lebih rendah.Tekanan kapiler paru rata-rata 7 mmHg FUNGSI SIRKULASI PARU Fungsi sirkulasi paru adalah karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap. Selama darah mengalir melalui sirkulasi sistemik. larinx trachea. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum (rongga) hidung.kiri.tekanan menurun secara progressive sampai dengan kira-kira 0 mmHg.Tekanan arteri pulmonal rata-rata 16 mmHg. karena pemompaan oleh jantung bersifat pulsatif.Tekanan berbagai sirkulasi karena jantung memompa darah secara berulang ke dalam aorta. farinx.Tekanan dalam kapiler sistemik bervariasi dari setinggi 35 mmHg mendekati ujung arteriol sampai serendah 10 mmHg mendekati ujung vena tetapi tekanan fungsional rata-rata pada sebagian besar pembuluh darah adalah 17 mmHg yaitu tekanan yang cukup rendah dimana sedikit plasma akan bocor ke luar dengan kapiler pori. melalui siklus darah yang kontinyu mengelilingi sirkulasi sistemik dan paru. dan bronkiolus. .pada waktu mencapai ujung vena cava di atrium kanan jantung. maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa dapat berlangsung bagi semua sel Sirkulasi Pulmonal Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung.Tekanan diaorta menjadi tinggi rata-rata 100 mmHg.walaupun nutrient berdifusi dengan mudah ke sel jaringan.pada tekanan sistolik sekitar 25 mmHg diastole 8 mmHg. Nares anterior adalah saluransaluran di dalam.

Sirkulasi pulmonal (pernapafasan eksternal) dimulai pada arteri pulmonar yang menerima darah vena yang membawa campuran oksigen dari ventrikel kanan. yang mengeluarkan darah sekitar 4 sampai 6 liter/menit.-sel jaringan (2) Distribusi darah dalam sirkulasi pulmonal dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam alveolus. transportasi yang terdiri dan beberapa aspek yaitu : (1) Difusi gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksternal) dan antara darah sistemik dan sel. Faring (tekak) : Adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan esopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Stadium pertama adalah ventilasi yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan keluar paru-paru. karena ada selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus akibat kerja mekanik dari otototot.Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. MEKANISME SIRKULASI Proses fisiologi pernafasan dimana O2 dipindahkan dari udara ke dalam jaringan-jaringan. Maka letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal). dan C02 dikeluarkan keudara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. dan bersambung dengan lapisan faringnya dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Stadium kedua. Darah mengalir dari arteri pulmonar melalui alterior pulmonar ke kapiler pulmonar tempat darah kontak dengan membran kapiler-alveolar dan . Aliran darah yang melalui sistem ini bergantung pada kemampuan pompa ventrikel kanan.

dan karbon dioksida ditrasfer dari jaringan ke darah untuk kembali ke alveoli dan dikeluarkan. yaitu sel dimana metabolik dioksida untukmendapatkan energi. Dinding pembuluh darah pulmonar tipis dan berisi lebih sedikit otot halus karena tekanan dan tahanan yang rendah. yakni hanya sekitar 3%. Pembentukan oksihemoglobin dengan mudah berbalik (reversibel). Molekul hemoglobin bercampur dengan oksigen untuk membentuk oksihemoglobin. Pada tingkat jaringan. tekanan diastolik kurang dari 12 mm Hg dan tekanan rata-rata kurang dari 20 mm Hg . dan C02 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru .berlangsung pertukaran gas pernapasan. Oksigen ditransfer dari paru-paru ke darah dan karbon dioksida ditransfer dari darah ke alveoli untuk dikeluarkan sebagai produk sampah. Darah yang kaya oksigen kemudian bersirkulasi melalui venula pulmonar dan vena pulmonar kembali ke atrium kiri. Tekanan dalam sistem sirkulasi pulmonar adalah rendah. membuat oksigen menjadi bebas. Sebagian besar oksigen ditrasportasi oleh hemoglobin. Hemoglobin berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. (3) Reaksi kimia dan fisik dari 02 dan C02 dengan darah respimi atau respirasi interna menipak-an stadium akhir dari respirasi. kecuali pada kasus hipoksia alveolar. oksigen ditrasfer dari darah ke jaringan. sehingga memungkinkan hemoglobin dan oksigen berpisah. Jumlakh oksigen yang larut dalam plasma relatif kecil. Paru-paru menerima curah jantung total dari ventrikel kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari satu daerah ke daerah lain. Transfer ini bergantung pada proses difusi. Gas pernapasan mengalami pertukaran di alveoli dan kapiler jaringan tubuh. Sehingga oksigen ini bisa masuk ke dalam jaringan. Tekanan arteri sistolik pulmonar yang normal antara 20 dan 30 mm Hg.

(4) Transportasi. · Ventilasi berkurang → perfusi normal. Dapat terjadi : · · Ventilasi normal.5 urn). perfusi normal → semua O2 diambil darah Ventilasi normal. Terjadi pada atelektasis edema paru. dari unit pulmonary harus sesuai pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paru-paru. yaitu. perfusi kurang → ventilasi berlebihan. tahap kcdua dari proses pemapasan mencakup proses difusi gasgas melintasi membran alveolus kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0. Darah tidak mendapat cukup oksigen (desaturasi) unit ini disebut “Shunt”. (5) Perfusi. Aliran darah di kapiler paru (perfusi) ikut menentukan jumlah O2 yang dapat diangkut Masalah timbul jika terjadi ketidak-seimbangan antara ventilasi alveolair (VA) dengan perfusi (Q) yang lazim disebut VA/Q imbalance. Kekuatan mendorong untuk pemindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. yaitu pemindahan gas secara efektif antar alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi merata dari udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler dengan perkataan lain ventilasi dan perfusi. tak semua O2 sempa t diambil unit ini dinamai “dead space” yang terajadi pada shock dan emboli paru. ARDS dan aspirasi cairan .