You are on page 1of 41

http://nheyaya.wordpress.

com/2011/06/13/biosintesis-protein/

BIOSINTESIS PROTEIN A. PROTEIN

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang sulfur serta fosfor. Protein merupakan salah satu bio-makromolekul yang penting perananya dalam makhluk hidup. Setiap sel dalam tubuh kita mengandung protein, termasuk kulit, tulang, otot, kuku, rambut, air liur, darah, hormon, dan enzim. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesar kedua setelah air. Diperkirakan 50% berat kering sel dalam jaringan hati dan daging terdiri dari protein. Sedangkan dalam tenunan daging segar sekitar 20%. Protein ditemukan dalam berbagai jenis bahan makanan, mulai dari kacang-kacangan, biji-bijian, daging unggas, seafood, daging ternak, sampai produk susu. Buah dan sayuran memberikan sedikit protein. Pemilihan sumber protein ini harus bijaksana, karena banyak makanan yang tinggi protein juga tinggi lemak dan kolesterol. Fungsi dari protein itu sendiri secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular. Beberapa protein struktural, fibrous protein, berfungsi sebagai pelindung, sebagai contoh a dan b-keratin yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku. Sedangkan protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat, seperti kolagen. Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain, protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking dan lain-lain. Selain itu protein juga dapat berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup. Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma. Suatu sistem metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya mengalami kerusakan.

B.

SINTESIS PROTEIN

Tahap-tahap dalam sintesis protein, secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu transkripsi dan translasi. Baik transkripsi maupun translasi, masing-masing dibagi dibagi lagi menjadi 3 tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Transkripsi Transkripsi adalah proses sintesis RNA dengan menggunakan DNA sebagai cetakan. DNA berlaku sebagai arsitek yang merancang pola penyusunan protein sedangkan RNA yang akan menjadi duta sebagai pembawa informasi genetik berupa kode kode genetik atau kodon-kodon. RNA hasil transkripsi salah satunya adalah m RNA yang akan berperan sebagai cetakan protein. Basa mRNA akan membetuk rangkaian kodon (adalah rangkaian 3 basa yang berdampingan pada mRNA yang menyandikan satu asam amino). Pesan genetik mRNA diterjemahkan menjadi rangkaian asam amino berdasarkan sandi genetik.

Hal yang perlu diketahui pada proses transkripsi : o Promotor site, adalah titik awal proses transkripsi dimana promotor merupakan rangkaian nukleotida yang dikenali oleh transkriptase /enzim RNA Polimerase dan tempat melekat dan mulainya proses transkripsi. Pada promotor ditemui 3 titik penting yang berkaitan dengan proses transkripsi, yaitu:

Titik isyarat awal, merupakan daerah yang menunjukkan faktor sigma. Yang memberitahukan bahwa dihilir ada utas DNA yang harus ditranskrip sikan Daerah penempelan, dihilir ditemukan suatu tempat daerah pelekatan enzim transkriptase yang tersusun oleh 7 pasangan basa dengan rangkaian konsensus yang kadang sering disebut kotak pribnow ( pasangan basa AT ) ps bs kaya akan A-T yang lebih mudah terdenaturasi ( lebih mudah membuka pilinan double heliks ) dibandingkan ps bs G-C. Titik awal transkripsi, Merupakan nukleotida DNA pertama yang ditranskripsikan kedalam nukleotida RNA. Pada titik pelekatan ini transkripstase akan berasosiasi erat dengan DNA dan Ribonuleotide akan masuk untuk berpasangan dengan utas cetakan. Titik permulaan biasanya (90%) merupakan suatu basa Purin

Enzim RNA Polimerase, sering disebut dengan RNA Transkriptase untuk membedakannya dengan RNA yang bertugas dalam proses Replikasi.Enzim ini sering dijadikan model suatu organisme. Enzim ini tersusun atas struktur yang kompleks (tersusun atas + 15 subunit – subunit) aktif yang disebut Holoenzim. Holoenzim terdiri dari enzim inti dan faktor σ (sigma ). Enzim inti : Mengkatalisis sintesis RNA

-

Faktor σ (sigma ) : Mengenali tanda awal transkripsi yang terdapat pada utas DNA cetakan. Sub unit – sub unit ini tidak disatukan dengan ikatan kovalen tetapi dengan ikatan sekunder

Antisense ( – ) strand. DNA adalah double strand pada proses transkripsi salah satu dari utas DNA akan menjadi cetakan/template. Sedangkan utas yang

satunya akan menjadi utas pendamping (utas antipararel) bagi utas cetaka. Rangkaian nukleotida RNA yang disintesis merupakan utas anti pararel terhadap utas cetakan atau sama dengan utas pendamping. Utas cetakan disebut Antisense strand (-). Utas yang tidak digunakan sebagai cetakan disebut Antisense strand (+). Terminator. Rangkaian nukleotida pada DNA yang mengisyaratkan bahwa transkripsi harus berakhir. Semua terminator pada prokariot mengandung rangkaian polidrom , tepat sebelum titik penutup. Polidrom adalah dua rangkaian pasangan nukleotida yang terpasang terbalik yang dipisahkan oleh rangkaian nukleotida dengan jarak kecil. Titik penutup adalah pasangan basa AT. Terminator akan menghasilkan RNA dengan struktur pada ujungnya berupa jepitan rambut yang terbentuk akibat adanya pasangan antipararel antara nukleotida ulang terbalik. Disamping itu terbentuk juga utas /rangkaian poli U. Utas jepit rambut berfungsi untuk mengurangi kecepatan atau bahkan menghentikan kerja transkriptase menjelang proses akhir transkripsi. Terminologi / Tahap transkripsi o Inisiasi o Elongasi o Terminasi

1. Inisiasi Proses penempelan kompleks RNA polimerase pada promotor site. 2. Elongasi Setelah terjadi proses inisiasi subunit σ (faktor sigma) akan melepaskan diri dan sintesis RNA dilanjutkan oleh Core enzim (enzim yang tidak mengandung faktor sigma) menggunakan utas cetakan arah 51 – 31 dan membutuhkan 4 macam nukleosida (ribonukleosida 51trifosfat) yaitu : r-ATP, r-CTP, r-GTP, r-UTP. 3. Terminasi Transkripsi berlangsung sampai ditemukannya tanda untuk berhenti. Tanda terminasi yang sederhana adalah bagian DNA yang dengan urutan basa GC disebut palidrome dan diikuti oleh bagian DNA yang kaya akan basa AT. Bila genom tidak mengandung palidrome maka terminasi menggunakan protein Rho. Translasi Translasi adalah proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA ke dalam urutan asam amino. Translasi menjadi tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses translasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip dengan ATP. 1. Inisiasi

Tahap inisiasi terjadi jika adanya tiga komponen, yaitu mRNA, sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit ribosom. mRNA yang keluar dari nukleus menuju sitoplasma di datangi oleh ribosom, kemudian mRNA masuk ke dalam “celah” ribosom. Ketika mRNAmasuk ke ribosom, ribosom “membaca” kodon yang masuk. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. Sebagai catatan ribosom yang datang untuk membaca kodon biasanya tidak hanya satu, melainkan beberapa ribosom yang dikenal sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk sate, di mana tusuknya adalah “mRNA” dan dagingnya adalah “ribosomnya”. Dengan demikian, proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Ketika kodon I terbaca ribosom (misalnya kodonnya AUG), tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang. tRNA masuk ke celah ribosom. Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal.

2. Elongasi Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin). Ribosom terus bergeser agar mRNA lebih masuk, guna membaca kodon II. Misalnya kodon II UCA, yang segera diterjemahkan oleh tRNA berarti kodon AGU sambil membawa asam amino serine. Di dalam ribosom, metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan serine membentuk dipeptida. Ribosom terus bergeser, membaca kodon III. Misalkan kodon III GAG, segera diterjemahkan oleh antikodon CUC sambil membawa asam amino glisin. tRNA tersebut masuk ke ribosom. Asam amino glisin dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribosom, yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida.

Elongasi berlanjut hingga kodon stop mencapai ribosom. Terminasi Tahap akhir translasi adalah terminasi. UAG. . Triplet basa kodon stop adalah UAA. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim. yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba. dan UGA. Polipeptida yang dibentuk kemudian “diproses” menjadi protein. 3.Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sinyal untuk menghentikan translasi.

.

Mg2+.blogspot. dan terminasi. serta penyusunan serum dalam plasma darah. Ini merupakan tahap pertama. Tahap-tahap sintesis protein yaitu: Aktivitas asam amino Komponen yang diperlukan : 20 asam amino. Proses ini yang memerlukan guanosis triposfat (GTP). promoter mempunyai urutan gen TATAAT dan TTGACA dan rantai anti sense mengandung komplementernya (ATA TTA dan AAC TGT) yang tidak akan dikenali oleh RNA polymerase. Rantai DNA yang digunakan pada proses perekaman gen hanya satu buah. pembawa pesan (mRNA) yang membawa sandi bagi polipeptida yang akan dibuat diikat oleh sub-unit ribosom yang berukuran lebih kecil. Umumnya. Mg2+. kodon inisiasi pada mRNA (AUG). Transkripsi adalah percetakan mRNA oleh DNA. Pemanjangan (elongasi) . Protein dapat berupa enzim atau hormone. GTP. 20 atau lebih RNA pemindahan. dilangsungkan oleh tiga protein sitosol spesifik yang dinamakan factor inisiasi. yakni urutan basa nitrogen khusus pada DNA yang dapat memberikan sinyal inisiasi transkripsi. Proses transkripsi terjadi selama proses inisiasi.com/2011/03/biosintesis-protein. Sintesis protein merupakan proses yang sangat kompleks. dinamakan rantai sense. Enzim yang berperan dalam transkripi adalah RNA polymerase. 20 aminoasil t-RNA sintetase. sub-unit 50s ribosom. membentuk suatu kompleks inisiasi. Hal ini dikenali adanya promoter pada rantai sense. Sementara rantai lainnya merupakan rantai noncoding atau antisense (tidak digunakan dalam transkripsi). yang terjadi didalam sitosol dan bukan dalam ribosom. dengan memanfaatkan energy ATP.IF-3). RNA polymerase menempel pada promoter. Informasi genetik yang dikode pada susunan basa DNA diterjemahkan ke dalam 20 macam asam amino. N-formilmetionil-tRNA.html biosintesis protein BIOSINTESIS PROTEIN Protein merupakan polimer yang berfungsi sebagai penyusun protoplasma dan struktur tubuh lainnya. Ada lima tahapan sintesis protein dan masing-masing memerlukan sejumlah komponen. sub-unit 30s ribosom. elongasi. Reaksi ini dikatalis oleh enzim pengaktifan dan memerlukan Mg2+ sebagai kofaktor. ATP. Penyusun hemoglobin dalam darah manusia dan hewan.afrariko.IF-2. Pada tahap inisiasi. Mekanisme sintesis protein terjadi melalui dua tahap utama yaitu transkripsi dan translasi. masing-masing spesifik bagi satu asam amino dan bagi tRNAnya. Inisiasi rantai polipeptida Komponen yang berperan : m-RNA. diikuti oleh inisiasi asam amino yang diikat oleh tRNAnya. Jenis dan rangkaian yang menyusun protein berbeda antara protein yang satu dengan protein yang lainnya. Masing-masing dari 20 asam amino ini diikat secara kovalen dengan suatu RNA pemindah spesifik (tRNA). Merupakan tahap kedua. sedangkan translasi adalah penerjemahan kode oleh tRNA berupa urutan yang dikehendaki. factor inisiasi (IF-1. tRNA asam amino menginisiasi ini berpasangan dengan triplet nukleotida spesifik atau kodon pada mRNA yang menyandi permulaan rantai polipeptida. antara lain sebagai penyusun pigmen pada tumbuhan.

karboksil atau gugus lain pada residu asam amino tertentu. konversi prekursor inaktif menjadi aktif. khususnya kodon. peptidil transferase. R2 dan S). Tahap elongasi ditunjukkan oleh aktivitas RNA polymerase yang bergerak sepanjang rantai DNA sehingga dihasilkan rantai RNA yang didalamnya mengandung urutan basa nitrogen pertama sebagai hasil perekaman (leader sequence). atau untuk mengikat gugus oligosakarida atau gugus prostetik. t-RNA aminoasil. peptida signal. Ketika memasuki tahap terminasi. dan mengikat gugus fosfat. dan modifikasi kovalen gugus R asam amino spesifik melalui pengikatan gugus fosfat. factor pemanjang (Tu. Urutan basa kodon dideduksi dari percobaan dari pertologan RNA pembawa pesan sintetik yang diketahui komposisi dan urutannya. peningkatan gugus prostetik enzim. Sebelum atau sesudah pelipatan polipeptida baru dapat mengalami pengolahan oleh kerja enzimatik untuk melepaskan asam amino penginisiasi. Pemanjangan digiatkan oleh protein sitosol yang dinamakan factor pemnjangan. Terminasi dan pembebasan Komponen yang berperan: kodon terminasi pada mRNA. yang dicirikan oleh suatu kodon terminasi (pengakhir) pada mRNA.Komponen yang berperan: ribosom 70s fungsional (kompleks inisiasi). Modifikasi lipofilik: Penambahan komponen lipid pd protein. yang dilangsungkan oleh factor pembebas. Ts dan G). proses perekaman (transkripsi) berhenti dan molekul RNA yang baru akan terpisah dari DNA template. diikuti oleh pembebasannya dari ribosom. yang berpasangan dengan kodonnya pada molekul RNA pembawa pesan. Pelipatan dan pengolahan Komponen yang berperan: enzim dan kofator khusus untuk melepaskan residu penginisiasi dan pemuka yang member syarat. Modifikasi setelah proses translasi meliputi: Pemotongan proteolitik: menghilangkan residu terminal metionin. untuk melakukan modifikasi residu ujung. atau gugus karbohidrat. Hidroksilasi: prolin → hidroksiprolin & lisin → hidroksi lisin (pd Kolagen). Untuk memperoleh bentuk aktifnya secara biologis polipeptida harus mengalami pelipatan menjadi konfirmasi tiga dimensi yang benar. Penambahan ggs prostetik. factor pembebas polipeptida (R1. karboksil. Energy yang diperlukan untuk mengikat setiap aminoasil t-RNA yang dating dan untuk pergerakan ribosom disepanjang RNA pembawa pesan satu kodon deperoleh dari hidrolisis dua molekul GTP bagi setiap residu yang ditambahkan kepolipepida yang sedang tumbuh. Mg2+. Rantai polipeptida sekarang diperpanjang oleh pengikatan kovalen unit asam amino berturut-turut. GTP. Fosforilasi : penembahan ggs fosfar pad peptida/ asam amino. Metilasi : penambahan ggs metil pada residu asam amino ( misal pd aspartat & lisin). metil. Penyempurnaan rantai polipeptida. masing-masing diangkut menuju ribosom dan diletakkan ditempatnya secara benar oleh tRNA masing-masing. Pembentukan ikatan sulfida: misal pada insulin . Kodon-kodon untuk asam amino terdiri dari triplet-triplet nukleotida spesifik. metil. Glikosilasi: penambahan komponen gula.

bisa juga ada ↓ penambahan gugus fosfat. Terminasi : akhir terbentuknya protein tetapi belum sempurna ↓ Pelepasan dan pelipatan(releasing and folding): modifikasi pasca translasi. dll. 3 dst. bertemunya asam amino 1. Targeting : asam amino menuju tempat masing-masing. 2. Elongasi : perpanjangan rantai. yang terjadi ↓ ikatan peptide sampai terbentuk kodon stop.Penjelasan singkat gambar untuk sintesis protein : Aktivasi : asam amino diikat pada tRNA dengan bantuan enzim aminoasil-tRNA ↓ Inisiasi(awal): proses antara kompleks sub-unti ribosom 30s bergabung dengan 50s ↓ (kodon dan anti kodon terikat). ada yang masih di sitosol namun ada juga yang kemembran dan tempat lain yang membutuhkan . gula.

cari Segelas susu sapi. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Selain itu. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa. dan polinukleotida. lipid.wikipedia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. selain polisakarida. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Molekul protein mengandung karbon. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.org/wiki/Protein Protein Dari Wikipedia bahasa Indonesia. yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia.http://id. sistem kendali dalam bentuk hormon. Sebagai salah satu sumber gizi. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. oksigen. hidrogen. hanya tersusun dari . Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Susu sapi merupakan salah satu sumber protein. protein masih "mentah". protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.[1] Sampai tahap ini.

dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu.2 Keuntungan Protein 4 Methode Pembuktian Protein 5 Bacaan lebih lanjut 6 Referensi Struktur Struktur tersier protein. terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. Urutan asam amino menentukan fungsi protein. tersier (tingkat tiga). dan kuartener (tingkat empat):[4][5]  struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida).[2][3] Daftar isi       1 Struktur 2 Kekurangan Protein 3 Sintese protein o 3. Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein. dan lebih lanjut memicu mutasi genetik. sekunder (tingkat dua). Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki.asam amino proteinogenik. Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein. menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). yaitu berupa struktur primer (tingkat satu).1 Sumber Protein o 3. . pada tahun 1957. Melalui mekanisme pascatranslasi.

struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. "puntiran-alfa"). (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman. 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer. Pada struktur kuartener. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Jadi. trimer. "lekukan-gamma"). pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. protein tersebut tidak fungsional. Pada spektrum FTIR. komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah. "lempeng-beta"). Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah. maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. o beta-turn. "lekukan-beta"). berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. (γ-turn. berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet. (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. dan [4] o gamma-turn. setelah struktur kompleksnya berpisah. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).   struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. (β-turn. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Kekurangan Protein bisa berakibat fatal: . Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: o alpha helix (α-helix. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer. dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa. proses kekebalan tubuh. o beta-sheet (β-sheet. Struktur ini terdiri dari 40350 asam amino.[6] Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempengbeta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Pada protein yang lebih kompleks. Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya. ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Kekurangan Protein Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita.

1914.   Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin) Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor. dan antibodi . dan produk sejenis Quark Tumbuhan berbji Suku polong-polongan Kentang Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel. Sumber Protein        Daging Ikan Telur Susu. Sintese protein Artikel utama: Proteinbiosynthese Dari makanan kita memperoleh Protein. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama. sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati. sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci. Kemudian karena hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. disebut sebagai translasi. Keuntungan Protein    Sumber energi Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan Sebagai sintesis hormon. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil. penyakit kekurangan protein. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA.Simptom yang lain dapat dikenali adalah: o hipotonus o gangguan pertumbuhan o hati lemak Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian. Kemudian studi selanjutnya. dapat dilihat dari yang namanya busung lapar. Profesor untuk biokimia di Yale.enzim. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani.[7] Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya.

org/wiki/Sintesis_protein Sintesis protein Dari Wikipedia bahasa Indonesia. masing-masing dari 20 asam amino adalahdihubungkan secara kovalen dengan tRNA yang spesifik dengan memakai energiATP. yaitu transkripsi dan translasi. Satu ikhtisarlangkah-langkah ini akan memberikan satu garis besar yang bermanfaat diskusi yangsedang berlangsung.Langkah 1: Pengaktifan Asam Amino.[rujukan?] Sintesis protein meliputi dua langkah. danpenghentian. Dalam proses sintesis protein tidak ada perkecualian. tRNAAminoacylated biasanya dikenal sebagai mahluk "yang dibebankan. Di mana dua atau lebih tRNA ada karena asam amino yangdiuji.[1] Jenis dan urutan asam amino ditentukan oleh ADN (Asam Dioksiribose Nukleat).com/doc/30423267/Biosintesis-Protein Seperti yang sudah kita ketahui tentang DNA dan RNA. Memahami perkecualian tersebut bahkan dapat menguatkan aturanyang asli dengan cara yang mengejutkan. seperti disiplin ilmu yang lain. Pengaktifanprecursor asam amino sebelum penggabungan ke dalam polipeptida dan pengolahanpost-translational polipeptida yang diselesaikan melembagakan dua hal yang pentingdan langkah-langkah terutama tambahan kompleks dalam sintesis protein. Reaksi ini dikatalisasi oleh kelompok Mg2+ -enzim pengaktif bergantung yangdisebut aminoasil-tRNA synthetases. sintese daribiomolekule. yang berlangsung didalam sitosol. Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel http://id. Persyaratan di dalam selsel eukariota hampir sama. Pada waktu yand sama hidup mengajar kita bahwahidup adalah kompleks dan mengilhami kita untuk menemukan kejutan yang laintentang hidup. Komponen selular yang diperlukan untuk masing-masing dari lima langkah-langkah di dalam E. satusintetase aminoasil-tRNA secara umum semuanya aminoacylates.[rujukan?] http://www. Selama langkah ini. dan urutan asam amino yang menyusunnya. bukan di ribosom.coli dan bakteri lain didaftarkandi Table 26-6. cari Sintesis protein adalah proses pencetakan protein dalam sel.scribd. masing-masing khusus untuk satu asam aminodan tRNA yang sesuai.[rujukan?] Sifat enzim (protein) sebagai pengendali dan penumbuh karakter makhluk hidup ditentukan oleh jumlah jenis. Hal .wikipedia. perkecualianuntuk aturan-aturan umum dapat menimbulkan permasalahan bagi para pendidik danmembuat frustrasi parasiswa. polymeric dapat dibedakan menjadi inisiasi. pemanjangan. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. dan olehkarena itu memerlukan diskusi terpisah. Variasi Alamidalam Kode Genetik Di dalam biokimia.

Sangat jarang terdapat variasi dan jenis variasi yang terjadi bersamaanmemberikan bukti tangguh tentang asal-muasal umum yang evolusiner dari semuamakhluk hidup. methiomne dan tryptophan (Tabel 26-4 Jika semua miyokondria tRNA yangmenyadari dua kodon. dapat diprediksi bahwa perubahan kode akan terjadi jika di mana hanyasedikit protein yang terpengaruh. Hal ini bisa terjadi dalam pengkodean genom kecilpada sedikit protein. Mitokondria mempunyai tRNAnya sendiri. hasil penggantian arginina untuk alanina pada posisi gandadalam sejumlah protein akan menyebabkan kematikan. dengan empat basa pada posisi ketiga atau "dua dari tiga" mekanismeyang digunakan pada kasus (misalnya. Hal inimenghasilkan banyak variasi umum kode mitokondria.Oleh karena perubahan kode katastropik berpengaruh secara mendadak pada proteinselular. Satu set aturan wobble mengizinkan 22 tRNA memecahkode ke-64 yang mungkin dari triplet kodon. hanya dua asam amino yang ditetapkan oleh kodontunggal. 18-29). Umpamakan bahwa di suatu tempat ada suatu selbakteri di mana salah satu kodonnya menetapkan alanina kemudian tiba-tiba mulaimenetapkan arginina.Oleh karena variasi kode tunggal umum yang diamati pada spesifikasi UGA. Hewanbertulang belakang mDNA memiliki gen yang mengkode 13 protein. dari"penghentian" Trp. Padamitokondria jenis perubahan bisa dilihat sebagai Streamlining genomik. Kembali pada perubahan yang jarang pada kode selular (berbeda denganmitokondria) genome. dankadang gen pelengkap karena beberapa gen ganda (berlebih lebihan) kodonpenghentian. melibatkan kodon penghentian. genom yang mengkodehanya10 samapi 20 protein.Variasi kode yang ditandai terjadi di dalam mitokondria. Pola ini kenyataannya diamati. Hal ini akan menjurus pada insersi yang sistematis asam aminopada kodon yang tidak menetapkan asam amino tersebut dalam kode yang normal(Gb. Kodon tambahan Met dan Trp diharapkan ada di mitokondria. 2 rRNAs dan 22tRNA (lihat Fig. 26-7). tidak ada pemasangan terjadi di posisi ketigakodon). Pada eukaryotik extramitochondrial yang dikenal sebagai pengkode terjadi dalam beberapa jenis .tersebut akan menunjukkan bahwa adaruang kecil untuk variasi genetik dalam kode genetik. tRNA lain mengenali kodon dengan A atau G di dalam posisi yang ketiga. Suatu perubahanyang mengkonversi suatu kodon penghentian menjadi penetapan kodon satu asamamino akan mempengaruhi penghentian di dalam produk suatu subset gen. Variasi kode disusun padatable 1. variasi kodetidak mempengaruhi banyak genom selualer Perubahan yang paling umum pada mitokondria. Empat family kodon (di mana asam amino ditentukan oleh duanukleotida pertama) dikodekan oleh tRNA dengan U (atau wobble) posisi padaantikodon.Mengubah AUA dari satu Ile kodon ke kodon Met mempunyai kesamaan pengaruh. dan tRNA digunakan untuk kedua kodon. dan variasi ini adalah menarik dan mengandung banyak pelajaran. Kode genetik. digambarkan oleh antikodon pada tRNA(yang menentukan di mana asam amino ditempatkan di suatu polipeptida yangtumbuh) dan dengan kekhususan enzymes-amino-acyl-tRNA synthetases-yangdilakukan oleh tRNA (yang menentukan identitas asam amino terkait dengan yRNAyang diuji).dan menyadari U atau C. Variasi dalam kode terjadipada beberapa organismae. dengan target yang nyata untuk merubah antikodon.kodon Met normal adalah AUG. Pada kode normal. kita menemukan bahwa a variasi yang hanydikenal padaprokariota adalah pemakaian UGA untuk mengkode residuTrp dalam sel bakteribebas yang paling sederhana mycoplasma capricolum. dibanding 32 tRNAdiperlukan kodeyang normal. Perubahan kode genetik sangat jarang. Mekanisme untuk mengubah kode tersebut langsung: perubahanharus terjadi dalam satu atau lebih banyak tRNA. karena hal tidak secara umumterjadi pada gen (lihat Box 26-1 untuk perkecualian pada aturan ini). dan satu-satunya perubahan-perubahan yang diamati pada genom selualer. pada hakekatnya. tRNATrp tunggal dapat digunakan untuk mengenali danmenyisipkan residu Trp di kodon UGA dan kodon Trp yang UGG kodon Trp normal. sehingga hampir semua mampu menyadari dua atau empatkodon. Ingat dari bab 6 dan 7 bahwapenggantian asam amino tunggal dapat mengganggu struktur protein. Konsekuensi biologi dari suatu perubahan kode dapat dibatasidengan pembatasan pada ketiga kodon penghentian.

2) Masing-masing protein mengalami proses penguraian dan terjadi sintesis protein baru.Penguraian Protein Dalam Tubuh Asam amino yang dibuat dalam hati. Dalam tubuh kita.coli ada dua contoh asam amino http://rochem.ciliaprotista-protista.wordpress.5 sampai 10 hari. tanpa ada sel yang mati. hasil penguraian protein dalam sel dan hasil sintesis asam amino dalam sel. Rata-rata tiap hari 1. Protein yang terdapat pada jaringan otot mempunyai waktu paruh 120 hari. lalu komponennya mengalami proses penguraian atau katabolisme dan dibentuk sel – sel baru. maupun yang dihasilkan dari proses katabolisme protein dalam hati. di mana kodon penghentian UAA dan UAG yang kedua-duanyamenetapkan glutamin. . dibawa oleh darah kedalam jaringan untuk digunakan. protein mengalami perubahan – perubahan tertentu dengan kecepatan yang berbeda untuk tiap protein. hati dan organ tubuh lain mempunyai waktu paruh antara 2. yaitu : 1) Sel-sel mati. Ada tiga kemungkinan mekanisme perubahan protein.kodon tidak perluselalu menkode asam amino yang sama. Protein dalam dara. Perubahan di dalam kode harus mutlak.asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber. yaitu absorbsi melalui dinding usus. Hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah. 3) Protein dikeluarkan dari dalam sel diganti dengan sintesis protein baru. Di dalam E. Banyaknya asam amino dalam darah tergantung keseimbangan antara pembentukan asam amino dan penggunaannya.proses anabolik maupun katabolik juga terjadi dalam jaringan diluar hati.2 gram protein per kilogram berat badan diubah menjadi senyawa lain. .com/2012/01/20/metabolisme-protein-dan-asam-amino-2/#more-752 1.

Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. 2. a ketoglutarat atau oksaloasetat. Kebutuhan protein yang disarankan ialah 1 sampai 1. melibatkan pelepasan gugus amino. Asam Amino Dalam Darah Jumlah asam amino dalam darah tergantung dari jumlah yang diterima dan jumlah yang digunakan. protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim – enzim yang bersangkutan. karboksi peptidase. kemudian baru perubahan kerangka karbon pada molekul asam amino. untuk mengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses penguraian dan untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. tripeptidase dan dipeptidase. Dua proses utama pelepasan gugus amino yaitu. sedangkan asam amino semula diubah menjadi asam keto. maka dengan proses absorpsi melalui dinding usus.yang dinamakan asam essensial yang dibutuhkan oleh manusia.5 sampai 5 mg per 100 ml darah. Perpindahan asam amino dari dalam darah kedalam sel-sel jaringan juga proses tranpor aktif yang membutuhkan energi. Proses absorpsi ini ialah proses transpor aktif yang memerlukan energi. Reaksi Metabolisme Asam Amino Tahap awal pembentukan metabolisme asam amino. Setelah protein diubah menjadi asam-asam amino. asam amino tersebut sampai kedalam pembuluh darah. Asam-asam amino dikarboksilat atau asam diamino diabsorbsi lebih lambat daripada asam amino netral. Ada dua enzim penting dalam reaksi transaminasi yaitu alanin transaminase dan glutamat transaminase yang bekerja sebagai katalis dalamreaksi berikut : .Protein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen yang lain. Oleh karena itu asam amino tersebut. Dalam reaksi transaminasi ini gugus amino dari suatu asam amino dipindahkan kepada salah satu dari tiga senyawa keto.5 gram per kilogram berat badan per hari. yaitu asam piruvat. Kebutuhan akan asam amino esensial tersebut bagi anak-anak relatiflebih besar daripada orang dewasa. tripsin. Dalam keadaan berpuasa. konsentrasi asam amino dalam darah biasanya sekitar 3. konsentrasi asam amino dalam darah akan meningkat sekitar 5 mg sampai 10 mg per 100 mg darah. 3. amino peptidase. Pada proses pencernaan makanan. Segera setelah makan makanan sumber protein. Transaminasi Transaminasi ialah proses katabolisme asam amino yang melibatkan pemindahan gugus amino dari satu asam amino kepada asam amino lain. tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. transaminasi dan deaminasi. Enzimenzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein antara lain ialah pepsin. kimotripsin. sehingga senyawa keto ini diubah menjadi asam amino.

seperti metal. Alanin transaminase merupakan enzim yang mempunyai kekhasan terhadap asam piruvat-alanin.Pada reaksi ini tidak ada gugus amino yang hilang. Deaminasi Oksidatif Asam amino dengan reaksi transaminasi dapat diubah menjadi asam glutamat. alanin menghasilkan asam piruvat dengan langsung pada reaksi transaminasi dengan asam a ketoglutarat. koenzim yang bekerja disini ialah tetrahidrofolat. Pembentukan Asetil Koenzim A Asetil koenzim A merupakan senyawa penghubung antara metabolisme asam amino dengan siklus asam sitrat. sistein. yaitu melalui asam piruvat dan melalui asam asetoasetat Asam-asam amino yang menjalani jalur metabolic melalui asam piruvat ialah alanin. Oleh karena asam glutamat merupakan hasil akhir proses transaminasi. Telah diterangkan bahwa piridoksalfosfat tidak hanya merupakan koenzim pada reaksi transaminasi. Treonin diubah menjadi gllisin dan asetaldehida oleh enzim treonin aldolase. Glutamat transaminase merupakan enzim yang mempunyai kekhasan terhadap glutamatketoglutarat sebagai satu pasang substrak . Asam glutamat + NAD+ a ketoglutarat + NH4+ + NADH + H+ Dalam proses ini asam glutamat melepaskan gugus amino dalam bentuk NH4+. hidroksi metal dan formil. serin dan treonin. Selain NAD+ glutamat dehidrogenase dapat pula menggunakan NADP+ sebagai aseptor elektron. ada dua jalur metabolic yang menuju kepada pembentukan asetil koenzim A. . tetapi juga pada reaksi-reaksi metabolisme yang lain. asam glutamat dapat mengalami proses deaminasi oksidatif yang menggunakan glutamat dehidrogenase sebagai katalis. 4. Semua enzim transaminase tersebut dibantu oleh piridoksalfosfat sebagai koenzim. glisin kemudian diubah menjadi asetil koenzim A melalui pembentukan serin dengan jalan penambahan satu atom karbon. maka glutamat dehidrogenase merupakan enzim yang penting dalam metabolisme asam amino oksidase dan D-asam oksidase. karena gugus amino yang dilepaskan oleh asam amino diterima oleh asam keto. Reaksi transaminasi terjadi didalam mitokondria maupun dalam cairan sitoplasma. Dalam beberapa sel misalnya dalam bakteri.

yang mereka namakan siklus urea. Sebagai katalis pada pembentukan sitrulin adalah ornitin transkarbamilase yang terdapat pada bagian mitokondria sel hati. Dalam reaksi ini arginin diuraikan menjadi urea dan ornitin. Dalam reaksi pembentukan karbamil fosfat ini. dua tahap pembentukan protein: 1) Tahap pertama disebut transkripsi. Disamping itu sebagai kofaktor dibutuhkan mg++ dan N-asetilglutamat. Ornitin yang terbentuk dalam reaksi hidrolisis ini bereaksi dengan karbamilfosfat untuk membentuk sitrulin. urutan basa purin dan piramidin pada molekul DNA menentukan urutan asam amino dalam pembentukan protein. satu mol ammonia bereaksi dengan satu mol karbondioksida dengan bantuan enzim karbamilfosfat sintetase. Enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi penguraian ini ialah arginase yang terdapat dalam hati. Mereka berpendapat bahwa urea terbentuk dari ammonia dan karbondioksidamelalui serangkaian reaksi kimia yang berupa siklus. Biosintesis Protein Biosintesis protein yang terjadi dalam sel merupakan reaksi kimia yang kompleks dan melibatkan beberapa senyawa penting.5. Karbamil fosfat yang terbentuk bereaksi dengan ornitin membentuk sitrulin. Dalam reaksi ini bagian karbomil bergabung dengan ornitin dan memisahkan gugus fosfat. 6.molekuk DNA merupakan rantai polinukleutida yang mempunyai beberapa jenis basapurin dan piramidin. Reaksi ini membutuhkan energi. Dalam reaksi ini asam argininosuksinat diuraikan menjadi arginin dan asam fumarat. Reaksi terakhir ini melengkapi tahap reaksi pada siklus urea. Selanjutnya sitrulin bereaksi dengan asam aspartat membentuk asam argininosuksinat. suatu enzim yang terdapat dalam hati dan ginjal. dan berbentuk heliks ganda. . karenanya reaksi ini melibatkan dua mol ATP yang diubah menjadi ADP. yaitu pembentukan molekul RNA sesuai pesan yang diberikan oleh DNA. Peran dari DNA itu sendri sebagai pembawa informasi genetic atau sifat-sifat keturunan pada seseorang . terdapat dalam urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Siklus Urea Hans Krebs dan Kurt Heneseleit pada tahun 1932 mengemukakan serangkaian reaksi kimia tentang pembentukan urea. Dalam reaksi tersebut ATP merupakan sumber energi dengan jalan melepaskan gugus fosfat dan berubah menjadi AMP. Pembentukan urea ini terutama berlangsung didalam hati. Reaksi ini berlangsung dengan bantuan enzim argininosuksinase. terutama DNA dan RNA. Reaksi ini berlangsung dengan bantuan enzim argininosuksinat sintetase. bersifat netral. Dengan demikian akan terjadi heliks gandayang baru dan proses terbentunya molekul DNA baru ini disebut replikasi. Urea adalah suatu senyawa yang mudah larut dalam air.

UGA. m RNA diproduksi dalam inti sel dan merupakan RNA yang paling sedikit jumlahnya. kode genetika yang berupa urutan basa pada rantai nukleutida dalam molekul DNA. tiap tiga buah basa yang berurutan disebut kodon. bagian molekut t RNA yang penting dalam biosintesis protein ialah lengan asam amino yang mempunyai fungsi mengikat molekul asam amino tertentu dalam lipatan anti kodon. GUG adalah kodon yang terbentuk dari kombinasi guanin-urasil-guanin.GUC. Biosintesis protein terjadi dalam ribososm. perananya dalam dalam sintesis protein yang berlangsung dalam ribosom belum diketahui. Asam aminon dengan enzim dan AMP membentuk kompleks aminosil-AMPenzim.UAG. karena dalam sel normal tidak terdapat t RNA yang mempunyai antikodon komplementer. yaitu molekul RNA menerjemahkan informasi genetika kedalam proses pembentukan protein. misalnya CAU dan CAC adalah sinonim untuk histidin.. reaksi antara kompleks aminoasil-AMP-enzim dengan t RNA proses biosintesis akan berhenti apabila pada m RNA terdapat kodon UAA. pada prosese biosintesis protein.2) Tahap kedua disebut translasi. perbedaan antara sinonim tersebut pada umumnya adalah basa pada kedudukanketiga misalnya GUU. kodon yang menunjuk asam amino yang sama disebut sinonim. tiap molekuln t RNA membawa satu molekul asam amino masuk kedalam ribosom. sebagai contoh AUG adalah kodon yang terbentuk dalam dari kombinasi adenin-urasil-guanin.GUG. . 2. yaitu suatu partikel yang terdapat dalam sitoplasma r RNA bersama dengan protein merupakan komponen yang membentuk ribosom dalam sel.GUA. lipatan anti kodon mempunyai fungsi menemukan kodon yang menjadi pasangannya dalam m RNA yang tedapat dalam ribosom. pembentukkan ikatan asam amino dengan t Rna ini berlangsung dengan bantuan enzim amino asli t RNA sintetase dan ATP melalui dua tahap reaksi: 1.

hanya tersusun dari . oksigen. Selain itu. sistem kendali dalam bentuk hormon. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. hidrogen. Definisi Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik.com/2009/05/protein. Sampai tahap ini. Sebagai salah satu sumber gizi. protein masih “mentah”. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa. lipid.http://www. selain polisakarida. dan polinukleotida. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi.ad4msan. yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Molekul protein mengandung karbon. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).html A. yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.

ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa. Sementara itu. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. dan kuartener (tingkat empat).Struktur Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki. “puntiran-alfa”). Pada protein yang lebih kompleks. trimer. Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Inilah yang membedakan struktur domain dengan . Struktur ini terdiri dari 40350 asam amino. Spektrum CD dari puntiranalfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer. Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. “lempeng-beta”). (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman. Pada spektrum FTIR. dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. “lekukan-gamma”). (?-turn. dan gamma-turn. komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah. yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). sekunder (tingkat dua). (?-turn. Melalui mekanisme pascatranslasi. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: alpha helix (?-helix. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya. terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. “lekukan-beta”). tersier (tingkat tiga). atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. B. beta-sheet (?-sheet. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen.asam amino proteinogenik. berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). beta-turn. Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Jadi.

yang biasanya dilaporkan dalam unit daltons . dan produk sejenis Quark.Telur. Kemudian studi selanjutnya. Polipeptida berkembang yang sering disebut rantai peptida. setelah struktur kompleksnya berpisah. total jumlah kemungkinan kodon adalah 64. atau diikat oleh ribosome setelah dipindahkan dari inti sel. dan beberapa asam amino dapat ditentukan oleh lebih dari satu codon.Ikan. Sebaliknya. oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati.struktur kuartener. Enzim aminoacyl tRNA synthetase menyusun molekul tRNA dengan asam amino yang benar. Sumber Protein Daging. Sintesis Protein digabungkan dari asam amino menggunakan informasi dalam gen. Setiap protein memiliki urutan asam amino unik yang ditetapkan oleh nukleotida.Kentang Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel. MRNA yang diambil ke ribosome kemudian membaca tiga nukleotida dan mencocokan kodon dengan pasangan antikodonnya yang terletak pada RNA transfer yang membawa asam amino sesuai dengan kode kodon. ada beberapa kelebihan dalam kode genetik. protein tersebut tidak fungsional. lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama. Sebagian besar organisme maka proses pra-mRNA (juga dikenal sebagai dasar transkrip) menggunakan berbagai bentuk pasca transcriptional modifikasi untuk membentuk mRNA matang. Laju sintesis protein yang lebih tinggi dapat terjadi di prokaryotes maupun eukariotik yang dapat mencapai hingga 20 asam amino per detik. misalnya Aug (adenine – urasil – guanin) adalah kode untuk methionine. D. Proses yang sintesis protein dari mRNA template dikenal sebagai translasi/terjemahan.Susu. Ukuran panjang sintesis protein dapat diukur dengan melihat jumlah asam amino yang berisi dengan total massa molekul. yang kemudian digunakan sebagai template untuk sintesis protein oleh ribosome.Suku polongpolongan.Oleh karena itu. mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci.Tumbuhan berbji. Protein selalu dibiosintesiskan dari N-terminal ke C-terminal. eukariotik membuat mRNA di inti sel dan kemudian memindahkan ke sitoplasma. Profesor untuk biokimia di Yale. C. sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Pada struktur kuartener. Kode gen DNA yang pertama di transkripsi menjadi pra – messenger RNA (mRNA) oleh enzim seperti RNA polymerase. dimana sintesis protein yang kemudian terjadi. 1914. Karena DNA berisi empat nukleotida. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani. Dalam prokariotik mRNA yang dibuat bisa digunakan segera. Dengan kode genetika maka kumpulan tiga set nukleotida yang disebut kodon dan setiap kombinasi tiga nukleotida membentuk asam amino.

Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya. Sebagai sintesis. 2. Yeast protein rata-rata panjangnya adalah 466 asam amino dan 53 kDa di massa. Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin) Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor. atau turunan unit kilodalton (kDa).000 kDa. Kekurangan Protein bisa berakibat fatal: 1. enzim. dan Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel. gangguan pertumbuhan 4. yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem. komponen dari otot sarkomer. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Akibat Kekurangan Protein Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan. proses kekebalan tubuh. F. Protein terbesar adalah titins. penyakit kekurangan protein. dan total panjang hampir 27. dapat dilihat dari yang namanya busung lapar. hipotonus (lemah otot) 3. E. . antibodi. dengan massa molekular hampir 3.000 asam amino.(identik dengan unit massa atom). Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet. Manfaat Protein Sumber energi. hormon. hati lemak 5. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh.

yaitu suatu enzim yang diperlukan untuk sintesis hormon giberelin. Oleh karena pentingnya sintesis protein bagi fungsi dan fisiologi tubuh. Tetapi bagaimana informasi tersebut dihubungkan dengan sifat-sifat yang diwarisi suatu organisme? Atau dengan kata lain.html I. Kacang yang kerdil jika diberi hormone giberelin akakn menunjukkan perumbuhan yang normal. maka disusunlah makalah sederhana ini untuk membantu memberikan informasi mengenai sintesis protein 1. namun para ahli tumbuhan menjelaskan sebagai berikut: Kacang yang kerdil kekurangan hormon pertumbuhan yang disebut geberrelin. Salah satu karakter yang dipelajari pada kacang ercis adalah panjang batang. apa yang sebenarnya diutarakan oleh gen? Dan bagaimana pesan tersebut diterjemahkan oleh sel ke dalam sifat yang spesifik.blogspot. Apa yang menyebabkan kacang yang kerdil tidak dapat mensintesis hormon giberelin sendiri? Tanaman tersebut ternyata tidak mempunyai suatu protein penting.2 Tujuan . PENDAHULUAN 1. Contoh di atas menggambarkan bahasan utama dari sintesis protein. seperti rambut coklat atau tipe golongan darah A? Ingat kembali kacang ercis Mendel.com/2011/11/i. Mendel tidak mengetahui dasar fisiologis dari perbedaan fenotipik tersebut.http://marwanard. terdapat dalam bentuk urutan nukleotida yang spesifik di sepanjang untai DNA. yang merangsanga pertumbuhan normal pada batang. Variasi dalam satu gen tunggal menentukan perbedaan antara varietas (tanaman) kacang ercis yang tinggi dan yang kerdil.1 Latar Belakang Kandungan informasi DNA. materi genetik.

Konsep tersebut dikenal dengan dogma genetik. Dogma genetik dapat digambarkan secara skematis sebagai berikut. Namun demikian sebuah sel tidak mungkin membuat protein yang dibutuhkan oleh individu yang bersel banyak. Protein mempunyai peranan penting dalam organisasi struktural dan fungsional dari sel. Tahap kedua dogma genetik adalah proses translasi atau penerjemahan kode genetik pada RNA menjadi urutan asam amino. pernapasan dan perkembangbiakan dari sel. Seperti yang telah kita ketahui bahwa DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Sintesis protein dimulai dari anak inti sel. Asam pospat. Meskipun begitu. Jembatan antara DNA dan sintesis protein adalah RNA.2 Pengertian Transkripsi dan Translasi Gen memberi perintah untuk membuat protein tertentu.1 Sintesis protein. dan Basa nitrogen.serabut dan sebagainya. DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polipeptida karena harus melalui RNA. Informasi ditransfer secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari urutan asam amino yang spesifik. Informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. biosintesis. Tetapi gen tidak membangun protein secara langsung. dibedakan atas dua tipe dasar yaitu : pirimidin {sitosin (S) dan timin (T)} dan purin {adenine (A) dan guanine (G)} Suatu konsep dasar hereditas yang mampu menentukan ciri spesifik suatu jenis makhluk menunjukkan adanya aliran informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino (protein). dan bukan timin. Menurut (Suryo. DNA transkripsi RNA translasi Protein 2. II. yang terdiri dari tiga macam molekul yaitu : Gula pentose yang dikenal sebagai deoksiribosa. RNA secara kimiawi serupa dengan DNA. Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida yang diatur susunannya oleh kode genetik. Protein fungsional (enzim dan hormon) mengawasi hamper semua kegiatan metabolisme . 2008:59-61) DNA merupakan susunan kimia makromolekular yang komplek. Protein struktural menghasilkan beberapa komponen sel dan beberapa bagian diluar sel seperti kutikula. Tahap pertama dogma genetik dikenal sebagai proses transkripsi DNA menjadi mRNA.1 2. . pertumbuhan. Sintesis protein melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polipeptida. PEMBAHASAN 1. sebagai gulanya dan memiliki basa nitrogen urasil. bukan deoksiribosa. terkecuali bahwa RNA mengandung ribose.Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui berbagai rangkaian aktivitas sel dalam sintesis protein. sitoplasma dan ribosom.

DNA-nya tidak tersegregasi dari ribosom dan perlengkapan pensintasis-protein lainnya. di mana translasi terjadi. Transkripsi terjadi di nukleus. Tempat-tempat translasi ini ialah ribosom. yang trejadi berdasarkan arahan mRNA. dan pemrosesan RNA menghasilkan mRNA akhir. transkrip gen eukariotik menghasilkan pra-mRNA. Walaupun mekanisme dasar transkripsi dan translasi serupa untuk prokariota dan eukariota. Molekul RNA yang dihasilkan merupakan transkrip penuh dari instruksi-instruksi pembangun-protein dari gen itu. karena molekul ini membawa pesan dari DNA ke peralatan pensintesis-protein dari sel tersebut. terdapat suatu perbedaan penting dalam aliran informasi genetik di dalam sel-sel tersebut. Aliran informasi dari . partikel kompleks yang memfasilitasi perangkaian secara teratur asam amino menjadi rantai polipeprtida. Gambar 1. Dengan demikian.3 Triplet Nukleutida dalam kode genetik Triplet basa nukleotida merupakan unit terkecil dengan panjang seragam yang dapat mengkode seluruh asam amino. Tetapi sebelum mRNA itu meninggalkan nukleus. Karena bakteri tidak memiliki nukleus. selubung nukleus memisahkan transkripsi dan translasi dalam ruang dan waktu. dalam proses dualangkah ini. transkrip-transkrip RNA eukariotik dimodifikasi dengan berbagai cara untuk menghasilkan mRNA akhir yang fungsional. sel eukariotik. dan mRNA dikirim ke sitoplasma. Jenis molekul RNA ini disebut RNA mesenjer (mRNA). dari satu molekul ke molekul lain. Transkripsi dan translasi dikopel (dipasangkan). Perbedaan sintesis protein (a) prokariotk dan (b) eukariotik 2. Translasi merupakan sintesis polipeptida yang sesungguhnya. akan ada 64 kemungkinan kata kode yang lebih dari cukup untuk menentukan semua asam amino tersebut. dan informasinya tinggal ditranskripsikan atau disalin. Kedua asam nukleat menggunakan bahasa yang sama.Transkripsi merupakan sintesis RNA berdasarkan arahan DNA. Sebaliknya. Selama tahapan ini terdapat perubahan bahasa: Sel tersebut harus menerjemahkan (mentranslasi) urutan basa molekul mRNAke dalam urutan asam amino polipeptida. dengan ribosom menempel pada ujung depan molekul mRNA sewaktu transkripsi masih terus berlangsung. Jika setiap susunan yang terdiri dari tiga basah berurutan menentukan satu asam amino.

Triplet basa mRNA ini disebut kodon. RNAuntuk mengganti T. Untaian ini disebut untaian cetakan. Kode triplet Gambar 3. karena untaian ini memberikan cetakan untuk menata urutan nukleotida dalam transkrip RNA. apabiala untai DNA ditranskripsi. sementara di daerah lain di sepanjang heliks ganda untai komplementerlah yang berfungsi sebagai cetakan untuk sintesis RNA. Molekul mRNA lebih merupakan komplementer daripada identik dengan cetakan DNA nyakarena basa RNA disusun pada cetakan tersebut berdasarkan aturan pemasangan basa. berpasangan dengan A. pembawa informasi dari DNA ke peralatan pensintesis-protein sel. kecuali bahwa U.nukleotida ini membentuk . Sel tidak dapat secara langsung mentranslasi gen menjadi asam amino. Pasangan ini serupa dengan pasangan yang terbentuk selama replikasi DNA. Kamus kode genetik 2. Dengan demikian. Gambar 2. dimana selama transkripsi gen tersebut menentukan ururtan triplet basa disepanjang molekul mRNA. enzim yang disebut RNA polimerase membuka pilinan kedua untai DNA sehingga terpisah dan mengaitkannya bersamasama nukleotida pasangan-basa pada saat nukleotida.4 Sintesis dan Pemrosesan RNA RNA mesenjer. DNA yang ada dapat menjadi untaian cetakan dibeberapa daerah dalam suatu molekul DNA.gen ke protein didasarkan pada kode triplet :perintah genetic untuk rantai poipeptida ditulis dalam DNA sebagai satu deret yang terdiri dari kata-kata tiga nukleotida. triplet basa ACC dalam DNA menyediakan cetakan uintuk UGG dalam molekulmRNA terasebut. Langkahnya adalah transkripsi. ditranskripsi dari untai cetakan suatu gen.

Begitu polymerase terikat kuat pada DNA promoter. suatu kumpulan protein yang disebut faktor transkripsi menjadi perantara antara pengikatan polimerase dan insiasi transkripsi. Elongasi untai RNA Pada saat Rna bergerak di sepanjang DNA. II. molekul RNA memanjang dalam arah 5’→ 3’. Dalam prokariota. Inisial transkripsi pada promoter eukariotik B. dan III. Enzim ini menambahkan nukleotida ke ujung . Transkripsi memiliki tiga tahapan sebagai berikut: A.pasangan-basa di sepanjang cetakan DNA. dalam eukariota. Promoter ini juga menentukan yang mana dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan. Susunan yang lengkap antara faktor transkripsi dan RNA polimerase yang mengikatkan diri pada promoter disebut kompleks inisiasi transkripsi. diberi nomor I. memperlihatkan kira-kira 10-20 basa DNA sekaligus untuk berpasangan dengan nukleotida RNA. Bakteri hanya memiliki satu tipe RNA polimerase yang mensintesis tidak saja mRNA tetapi juga tipe RNA lain yang berfungsi dalam sintesis protein. RNA polimerase itu sendiri secara khusus mengenali dan mengikatkan dirinya dengan promoternya. kedua untai DNA mengulur dan enzim mulai mentranskripsi untai cetakannya. Sebaliknya. Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit traskripsi. Gambar 4. Dengan demikian. Suatu promoter mencakup titik-awal transkripsi dan biasanya membentang beberapa lusin pasangan nukleotida “upstream” dari titik-awal. RNA it uterus membuka pilinan heliksganda tersebut. RNA polimerase dapat menambahkan hanya ke ujung 3’ dari polimer yang sedang tumbuh. eukariota memiliki tiga tipe RNA polimerase dalam nukleusnya. Sebaliknya. Pengikatan RNA polimerase dan inisiasi transkripsi Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut promoter. Urutan nukleotida spesifik di sepanjang DNA menandai di mana transkripsi suatu gen dimulai dan diakhiri. Hanya setelah faktor transkripsi tertentu diikat pada promoter barulah RNA polimerase mengikatkan diri pada promoter tersebut. Tipe yang digunakan untuk sintesis mRNA ialah RNA polimerase II.

kedua ujung transkrip primer biasanya diganti. Seperti tutup 5’. Selama pemrosesan RNA ini.3’ dari molekul RNA yang sedang tumbuh begitu enzim itu berlanjut di sepanjang heliks-ganda tersebut. Sebaliknya. Gambar 5. ujung yang pertama dibuat selama transkripsi. heliks-ganda DNA terbentuk kembali dan molekul RNA batu akan lepas dari cetakan DNA-nya. Transkripsi berlanjut pada laju kira-kira 60 nukleotida per detik pada eukariota. Terminator yang ditranskripsi yakni. ujung 3’. Ekor poli(A) ini juga tampaknya mempermudah ekspor mRNA dari nukleus. pra-mRNA ini dipotong hingga terlepas dari enzim tersebut. pada sel eukariota polymerase ini terus melewati sinyal terminasi. Pertama. suatu urutan RNA berfungsi sebagai sinyal terminasi yang sesungguhnya. Kedua. Tempat pemotongan pada RNA juga merupakan tempat untuk penambahan ekor poli(A)−salah satu langkah pemrosesan RNA. juga dimodifikasi sebelum pesannya meninggalkan nukleus. Setiap ujung molekul pra-mRNA dimodifikasi dengan cara tertentu. setelah mRNA mencapai sitoplasma. Ujung 5’ ini memiliki sedikitnya dua fungsi penting. suatu urutan AAUAAA di dalam pramRNA. C. . Pada saat sintesis RNA berlangsung. ujung 5’ ini berfungsi sebagai bagia dari tanda “lekatkan di sini” untuk ribosom. Pada sel prokariotik. Ekor poli(A) ini menghambat (menginhibisi) degradasi RNA dan membantu ribosom melekat padanya. Tahapan transkripsi 2. ketika polimerase mencapai titik tersebut polimerase melepas RNA dan DNA. Ujung lain molekul mRNA. Pada ujung 3’ ini suatu enzim menambahkan ekor poli(A) yang terdiri atas 30 hingga 200 nukleotida adenin. transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir sinyal terminasi. Ujung 5’.5 Pemrosesan RNA Enzim-enzim dalam nukleus eukariotik memodifikasi pra-mRNA dalam berbagai cara sebelum pesan genetiknya disampaikan ke sitoplasma. Terminasi transkripsi Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut terminator. ujung unu melindungi mRNA dari perombakan oleh enzim hidrolitik. Pada titik yang lebih jauh kira-kira 10-35 nukleotida. segera ditutup dengan bentuk nukleotida guanin (G) yang termodifikasi.

Sinyal-sinyal untuk penyambungan RNA merupakan urutan nukleotida pendek pada ujung-ujung intron. Panjang rata-rata unit transkripsi di sepanjang moleku DNA eukariotik adalah 8000 nukleotida. . Daerah lain disebut ekson. sehingga transkrip RNA primer juga di sepanjang itu. Partikel yang disebut ribonukleoprotein nukleus kecil (snRNP).Gambar 6. RNA dalam partikel snRNP disebut RNA nukleus kecil (snRNA). disebut intron. Intron dipotong dan ekson bergabung menjadi satu untuk membentuk suatu molekul mRNA dengan urutan pengkode yang kontinu. Ini berarti bahwa sebagian besar gen eukariotik dan transkrip RNA-nya memiliki rentangan nukleotida bukan-pengkode. Penambahan tutup 5’ dan ekor poli(A) RNA Tahap yang paling mengagumkan dari pemrosesn RNA di dalam nucleus eukariotik adalah pemindahan sebagian besar molekul RNA yang mula-mula disintesis−pekerjaan potong dan−tempel yang disebut penyambungan RNA (RNA splicing). Gambar 7. Penyambungan RNA Tetapi hanya dibutuhkan kira-kira 1200 nukleotida untuk mengkode protein yang ukuran rata0rata asam aminonya 400. mengenali tempat-tempat penyambungan ini. RNA polymerase mentranskripsi intron maupun ekson dari DNA. karena daerah ini akhirnya diekspresikan−artinya ditranslasi menjasi asam amino. yang menciptakan molekul terlalu besar.

Beriku gambar proses translasi: . Ribosom menambahkan tiap asam amino yang dibawa tRNA keujung rantai polipeptida yang sedang tumbuh. Pesan tersebut berupa serangkaian kodon di sepanjang mRNA.Gambar 8. Fungsi tRNA adalah mentrasfer asam – asam amino dari kolam sitoplasma ke ribosom.6 Translasi Dalam proses translasi suatu sel menginterpretasi suatu pesan genetic dan membentuk protein yang sesuai. Pemrosesan RNA 2. interpreternya adalah RNA transfer (tRNA).

Berikut meru[akan gambar RNA transfer : a) Struktur dua dimensi dari molekul tRNA yang spesifik untuk asam amino fenilalanin. Molekul tRNA terdiri atas untai tunggal RNA yang panjangnya hanya 80 nukleotida. Struktur dan Fungsi tRNA Seperti mRNA dan tipe RNA seluler lain. Baik pada sel prokariotik maupun eukariotik. mengambil desain asam aminonya dalam sitosol. Untuk pembuatan pasangan basa. menyimpan muatan ini di ribosom. Antikoden secara konvensional ditulis 3’ → 5’ untuk menyesuaikan dengan kodon yang ditulis 5’→ 3’. tempat terjadinya translasi. Pada sel eukariotik. seperti DNA.Gambar 9. seperti mRNA. b) struktur tiga dimensi berbentuk L dari tRNA. tRNA dibuat di dalam nucleus dan harus diangkut dari nucleus ke sitoplasma. Struktur RNA transfer b. Untai RNA melipat ke belakang terhadap dirinya sendiri membentuk molekul dengan struktur tiga dimensi yang diperkuat interaksi antara bagian-bagian yang berbeda dari rantai nukleotida. untai RNA harus antiparalel. Contohnya antikodon 3’-AAG-5’ berpasangan dengan kodon mRNA 5’-UUC-3’ Gambar 10. molekun RNA transfer ditranskripsi dari cetakan DNA. Translasi : konsep dasar a. Basa-basa nukleotida di daerah tertentu dari untai tRNA membentuk ikatan hydrogen dengan basa-basa komplementer dari daerah lain. Sintetase tRNA Aminoasil . dan meningglkan ribosom untuk mengambil muatan lainnya. c) bentuk yang disederhanakan untuk tRNA . tiap molekul tRNA digunakan berulang kali.

Tempat aktif dari tiap tipe sintetase tRNA aminoasil hanya cocok untuk kombinasi asam amino dan tRNA yang spesifik. Prngikatan ini harus didahului oleh pemasangan yang benar antara tRNA dengan asam amino. subunit besar dan kecil bergabung untuk membentuk ribosom fungsional hanya ketika kedua subunit tersebut terikat pada molekul mRNA. . Pada eukariotik. Ribosom tersusun dari subunit kecil dan subunit besar. Sub unit ribososm yang dihasilkan kemudian diekspor melaui pori-pori nucleus ke sitoplasma. Sintetase tRNA-aminoasil c. Karena sebagian sel mengandung ribuan ribosom. tRNA yang mengikatkan diri pada kodon mRNA yang menentukan asam amio tertentu. tRNA aminoasil yang dihasilkan dilepaskan dari enzim tersebut dan membawa asam aminonya ke rantai polipeptida yang sedang tumbuh didalam ribosom. harus membawa hanya asam amino tersebut ke ribosom. subunit tersebut dibangun oleh protein-protein dan molekul RNA yang disebut RNA ribosom. Enzim sintetase ini mengkatalisis penempelan kovalen dari asam amino pada tRNA-nya dalam suatu proses yang digerakkan oleh hidrolisis ATP. Baik pada eukariota maupun prokariota. Gen RNA ribosom pada DNA kromosomal ditranskripsi. Ribosom Ribosom memudahkan pemasangan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein.Pengikatan kodon-antikodon sebenarnya merupakan bagian kedua dari dua tahap pengenalan yang dibutuhkan untuk translasi suatu pesan genetic yang akurat. subunit tersebut disintesis di nucleus. Berikut merupakan gambar sintetase tRNA-aminoasil menggabungkan asam amino spesifikke tRNA: Gambar 11. Tiap asam amino digabungkan dengan tRNA yang sesuai oleh suatu enzim spesifikyang disebut sintetase tRNA-aminoasil. rRNA merupakan tipe RNA yang paling banyak. dan RNA tersebut diproses dan disusun dengan protein-protein yang diambil dari sitoplasma.

sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida. Struktur suatu ribosom mereflesikan fungsinya untuk mengumpulkan mRNA dengan tRNA pembawa asam amino. Obat ini termasuk tetrasiklin dan streptomisin. tiap ribosom memiliki tiga tempat pengikatan untuk tRNA. ribosom eukariota sedikit lebih besar dan sedikit berbeda dengan ribosom prokariota dalam komposisi molekulernya. Pertama subunit ribosom kecil mengikatkan diri pada mRNA dan tRNA inisiator khusus. Berikut merupakan gambar anatomi ribosom: Gambar 12. Tiga Pembentukan Polipeptida 1) Inisiasi Tahap inisiasi dari translasi membawa bersama-sama mRNA. Selain satu tempat pengikatan pengikatan untuk mRNA. Perbedaan tersebut memiliki pengaruh medis yang penting. Berikut merupakan gambar inisiasi transkripsi: . Obat-obat tertentu dapat melumpuhkan ribosom prokariota tanpa menghambat kemampuan ribosom eukariota membuat protein. Anatomi suatu ribosom d.Walaupun ribosom eukariota dan prokariota mirip dalam struktur dan fungsinya. digunakan sebagai antibiotic untuk melawan infeksi bakteri. dan dua subunit ribosom.

Berikut merupakan gambar dari tahapan terminasi: 1. Inisiasi translasi 2) Elongasi Pada tahap ini asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama. Ketika suatu ribosom mencapai suatu kodon terminasi pada untai mRNA. Faktor pelepas menghidrolisis ikatan antara tRNA di dalam tempat P dan asam amino terakhir dan rantai polipeptida. 2. Berikut merupakan tahapan atau siklus elongasi transkripsi: Gambar 14. Polipeptida ini kemudian dilepaskan dari .Gambar 13. tempat A pada ribosom itu menerima suatu protein yang disebut factor pelepas sebagai ganti tRNA. Siklus elongasi translasi 3) Terminasi Merupakan tahap akhir translasi. Tiap penambahan mengakibatkan partisipasi beberapa protein yang disebut factor elongasi.

Gambar berikut merupakan sintesis protein secretor dan pengimporannya secara simultan ke RE. Kedua subunit ribosom dan komponen penyusun yang lain terdisosiasi. Terminasi Mekanisme Sinyal untuk mengarahkan protein ke RE Suatu polipeptida yang ditujukan untuk endomembran atau untuk sekresi dari sel dimulai dengan pepptida sinyal. suatu rentangan asam amino yang mengarahkan ke RE. Gambar 15. Gambar 16. Mekanisme sinyal untuk mengarahkan protein ke RE Ringkasan dari transkripsi dan translasi di dalam sel digambarkan sebagai berikut: . 3.ribosom.

Polinukleotidatersusun atas beberapa peptide. sedangkan protein fungsional (misalnya. 3. Ringkasan transkripsi dan translasi dalam sel eukariotik III. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1.nukleotida ini membentuk pasangan-basa di sepanjang cetakan DNA. d i k a t a l i s o l e h e n z i m polimerase. Adapun peptida tersusun atas banyak asamamino.Protein tersusun atas satu atau lebih rantai polinukleo tida.Gambar 17. d a n r R N A .scribd. ditranskripsi dari untai cetakan suatu gen. 4. Transkripsi memiliki tiga tahapan. dan translokasi. protein struktural digunakan sebagai penyusun membran sel. s u m b e r e n e r g i b e r u p a A T P . Comtohnya. RNA mesenjer.t R N A . Diperlukan bahan dasar berupa 20 macam asam amino. http://www. pelaksana berupa mRNA. 1 L a t a r B e l a k a n g Protein merupakan bahan yang sangat penting bagi struktur dan fungsisel-sel makhluk hidup. elongasi untai RNA.Sintesis protein menggunakan kombinasi berbagai jenis asam aminou n t u k m e n g h a s i l k a n b e r a g a m j e n i s p r o t e i n ya n g b e r b e d a .com/doc/24176032/makalah-biologi-q ii BAB IPENDAHULUAN 1 . pembentukan ikatan peptida. pembawa informasi dari DNA ke peralatan pensintesis-protein sel. 2. elongasi. Translasi memiliki tiga tahapan. enzim)digunakan sebagai biokatalisator untuk berbagai proses sintesis dari sel. yaitu inisiasi. dan terminasi transkripsi.Dalam makalah ini akan diuraikan . yaitu pengikatan RNA polymerase dan inisiasi. yaitu pengenalan kodon. enzim yang disebut RNA polimerase membuka pilinan kedua untai DNA sehingga terpisah dan mengaitkannya bersamasama nukleotida pasangan-basa pada saat nukleotida. Pada tahap elongasi translasi terdapat tiga faktor elongasi. dan terminasi.

➢ Protein merupakan bahan dasar dasar bagi struktur dan fungsi sel -selsuatu organism yang tersusun dari beberapa asam amino. Ke arah kananD N A b e r t a n g g u n g j a w a b m e n g a w a s i p e m b u a t a n R N A ( t r a n s k r i p s i ) . sel- . DNA mampu bereplikasi menghasilkan DNA baru. ii BAB IIPEMBAHASAN 2 . Ke arahkiri.Untuk mendeskripsikan dogma sentral biologi.Bagaimanakah dogma sentral biologi itu ?2. Meskipun begitu.Bagaimanakah tahapan dari sintesis protein itu ? 1 . 2 R u m u s a n M a s a l a h 1. Konsep tersebut dikenal sebagai dogmasentral biologi atau sumber seluruh informasi biologi.secara terperinci tentang prosessintesis protein di antaranya tahap-tahap sintesis protein.2. baik mitosis maupun miosis. 1 D o g m a S e n t r a l B i o l o g i Sintesis protein adalah penyusunan amino pada rangkaian polipeptida. ii 1 . Dalam dogmatersebut terlihat dengan jelas peran DNA dan RNA dalam sintesis protein . Tanpa replikasi. 3 T u j u a n P e n u l i s a n 1. DNA tidak dapat secara langsungmenyusun rantai polinukleotida karena h a r u s m e l a l u i R N A . D N A merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari generasike generasi.D a l a m proses tersebut melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polinukleotida.Untuk mendeskripsikan tahapan dari sintesis protein. 4 D e f i n i s i O p e r a s i o n a l ➢ Sintesis merupakan penyusunan atau pembentukan . Bentuk ringkas dogma sentral biologi adalah :DNA replikasi DNA transkripsi RNA translasi ProteinBerdasarkan diagram di atas dapat kita simpulkan bahwa materiangenetika sel berupa DNA menjadi pusat dogma sentral biologi. sementara RNA senderi terlibat dalam sintesis protein (translasi)R e p l i k a s i D N A t e r j a d i d i d a l a m s e l s a a t p e r s i a p a n u n t u k p r o s e s pembelahan sel. 1 . suatu konsep dasar hereditas yang menentukan ciri spesifik suatu jenis yang menunjukan adanya aliran informasi bahan genetik dariDNA ke asam amino (protein).

yaitu salinan dari segmen DNA yang terbentuk. 2 S a r a n S e p e r t i ya n g t e l a h k i t a k e t a h u i b e r s a m a b a h w a s i n t e s i s p r o t e i n sangat erat kaitannya. k a m i a k a n sangat senang jika menerima ucapan pembaharuan dari para pembaca terutamadari dosen pembimbing demi penyempurnaan pada penyusunan yang akan datang.A k h i r k a t a .M a k a l a h y a n g k a m i s u s u n i n i k a m i r a s a k u r a n g d a n m e m b u t u h k a n tambahan berupa kritik dan saran dari pih ak p e m b a c a .Mataram. ii 3 .sel anak t i d a k a k a n m e n e r i m a k u m p u l a n i n f o r m a s i y a n g d i b u t u h k a n u n t u k mempertahankan kehidupan. dan dalam penyusunan makalah ini pada khususnya. Genetika manusia .melalui makalah ini kami sebagai penyusun m e n g a j a k p a r a pembaca dan pendengar untuk dapat m e n g a m b i l pengetahuan dari materi yang telah kami sampaikan tadi . s e m o g a m a k a l a h i n i b e r g u n a b a g i p a r a p e m b a c a p a d a umumnya serta bagi kami pada khususnya. Proses transkripsi membentuk rantai RNA.Penyusunan makalah ini merupakan kerja maksimal kami yang tergabungd a l a m k e l o m p o k 9 d a n l e w a t m a k a l a h i n i k a m i i n g i n menjelaskan tentang“ SINTESIS PROTEIN ”. September 2009Penyusun. 1986. ii Daftar Pustaka Suryo. U n t u k i t u .Oleh karena itu. Magfirah dan Hidayah-Nya kepada kita semua dalam menulusuri alur kehidupan pada umumnya. dengan pembawaan sifat pada keturunan . ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan R a h m a t .

Dkk. D k k . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press..J.Surabaya: yudhistiraPratiwi.2005.A. B a g o d . 2006. Sains Biologi 3A . 2 0 0 6 ..W. M . D R s . Biologi untuk SMA Kelas XII ..Henny.Riandari.D. Siti Soetarmi Tjitrosomo . DR.Jakarta: Erlangga . Biologi Terjemahan Prof. E d . Ir.2007.Solo: Tiga SerangkaiS u d j a d i . Biologi sains dalam kehidupan 3A . Jakarta : ErlanggaKimbal.