You are on page 1of 7

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING ASKARIASIS LUMBRICOIDES PADA MURID SDN 201/IV DI KELURAHAN

SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI TAHUN 2011

Skripsi
Diajukan ke Program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sebagai Pemenuhan Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh:

BREFIANI MULYA ARISKA No. BP. 0910335144

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2011

Disain penelitian ini adalah Cross Sectional. No. 3 Tabel. anemia. higiene perorangan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian infeksi cacing askariasis.45%.05. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor tingkat pengetahuan. Dan sampel adalah murid kelas 1. BP. Hal ini akan berakibat buruk karena dapat menyebabkan kekurangan gizi. populasi adalah murid SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin Kota Jambi. Dari analisis statistik terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan. Disarankan untuk melakukan penyuluhan yang berkesinambungan oleh petugas kesehatan setempat tentang pencegahan penyakit kecacingan dan pemberian obat secara rutin oleh petugas kesehatan setempat. Sanitasi Lingkungan. dan 4 SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin Kota Jambi yang berjumlah 55 orang. 0910335144 BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING ASKARIASIS LUMBRICOIDES PADA MURID SDN 201//IV DI KELURAHAN SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI TAHUN 2011 xii + 57 Halaman.3. 21 Juli 2011 Brefiani Mulya Ariska. .PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PEMINATAN EPIDEMIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN Skripsi. p< 0. 9 diagram. 2 . Higiene Perorangan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa murid yang positif menderita infeksi cacing askariasis sebesar 14. Prevalensi di Indonesia antara 60-90% dan yang lebih rentan terkena infeksi cacing pada anak usia 5-9 tahun. higiene perorangan dan sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan kejadian infeksi cacing askariasis. Daftar Pustaka : 28 (1999-2009) Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metoda syistematic sampling. 9 Lampiran ABSTRAK Penyakit kecacingan masih merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.55% dan yang negatif menderita infeksi cacing askariasis sebesar 85. dan pertumbuhan terhambat.

1. diantara keempat macam cacing ascariasis lumbricoides adalah yang tertinggi prevalensinya. Di seluruh dunia. banyak penyakit parasit yang dapat diberantas. aspek sosial ekonomi.000 kematian per tahun. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.3 Hasil survei kecacingan nasional 2009 oleh Ditjen P2PL menyebutkan 31. Dengan demikian.4 Prevalensi di Indonesia antara 60-90%. penyakit parasit sangat erat hubungannya dengan kemiskinan dan rendahnya pengetahuan masyarakat.8 % siswa SD menderita kecacingan.2 Ascariasis adalah salah satu infeksi parasit yang paling umum terjadi pada manusia. Sebaliknya pada negara miskin dan terbelakang memperlihatkan prevalensi parasit yang lebih tinggi. Sebesar 10% dari penduduk negara berkembang terinfeksi cacingan. terutama pada anak-anak. dan tingkat pengetahuan seseorang. infeksi Ascaris menyebabkan sekitar 60. Mekanisme penularan berkaitan dengan higienis dan sanitasi lingkungan yang buruk.1 Di negara kaya dan maju. dan .BAB 1 PENDAHULUAN 1. sebagian besar disebabkan oleh Ascaris. bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat. serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi – tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia. Latar Belakang Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6. 4.18%) murid SDN 204/IV di kelurahan Simpang Sipin mempunyai higiene perorangan yang kurang. 3. 6. Tidak sampai dari separuh (14.1 Kesimpulan 1.73%) murid SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin memiliki sanitasi lingkungan yang baik. 5. 7. Lebih dari separuh (58. Ada hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian infeksi cacing askariasis pada murid SDN 204//IV di Kelurahan simpang IV Sipin Kota Jambi tahun 2011. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian infeksi cacing askariasis pada murid SDN 204//IV di Kelurahan Simpang IV Sipin Kota Jambi tahun 2011. 2. Lebih dari separuh (72. Ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian infeksi cacing askariasis pada murid SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin Kota Jambi tahun 2011.55%) murid SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin menderita kecacingan tahun 2011.18%) ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang kejadian penyakit infeksi cacing askariasis pada murid SDN 204/IV di Kelurahan Simpang IV Sipin. . Lebih dari separuh (78.

2. Bagi petugas kesehatan/puskesmas setempat perlu diadakan penyuluhan tentang kecacingan untuk menambah pengetahuan tentang kecacingan pada orang tua agar mereka bisa mengawasi anak mereka untuk melakukan pencegahan terhadap kejadian kecacingan. Serta dengan dilakukan obsevasi langsung petugas kesehatan dapat mengetahui jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan ataupun yang tidak memenuhi syarat kesehatan. dan disarankan pada anak untuk minum obat cacing setiap 6 bulan sekali. Diharapkan kepada kepada orang tua murid untuk membiasakan anak mereka agar mengutamakan kebersihan diri sendiri untuk mencegah penyakit kecacingan.2 Saran 1. Bagi petugas kesehatan diwilayah tersebut perlu diadakan penyuluhan secara berkala atau turun langsung kelapangan untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi lingkungan rumah masyarakat tersebut. . 3.6.

10. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. [Tesis]. Pusat Data dan Informasi. 2. Achir Yani S.Water Related Disease. James. WHO Programmes and Projects.Dari:http://www. Desy. Irianto K. 6. 1999. 15. Departemen Kesehatan RI. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. 2009. Parasitologi Klinik. . Hamid. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sutanto I. 1999. Yamaguchi. Jakarta : Yrama Widya. Jangkung Samidjo. Parasitologi Medik I Helmintologi.DAFTAR PUSTAKA 1. Soekidjo. Agoes R. Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Kebersihan Perorangan pada Murid SD 250 dan Muhammadiyah 9 di Kelurahan Sukolilo Kecamatan Bulak Kota Surabaya. 9. Profil Kesehatan Indonesia 2009. Padang : PSIKM FK Unand. 2003. Natadisastra D. 2009. 2006. World Health Organization. Sungkar S. Onggowaluyo. 2011. Profil PPM-PL. 2009. Pusat Data dan Informasi. 2006. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 12. Ilyas. 3. Jakarta : Widya Medika. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Cacing Usus di Teluk Kabung Kecamatan Bungus Tahun 2003. 4. Jakarta : FKUI. 8. [Skripsi]. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Waluyo K. 11. Sumaryana. 1999. Jakarta : Infomediak. 14. 1995. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Ismid IS. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Effendi. Rahmawati.who. Tomio. Pencegahan Penyakit Menular. 7. Notoatmojo. Sjarifudin PK. 5. Depkes RI. 13. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta : Rineka Cipta. Edisi Keempat. 2008. Asupan Keperawatan Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja. 2001. Parasitologi Kedokteran. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Departemen Kesehatan RI. Chin. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. 2007. Jakarta : Bharatara.int/water_sanitation_health/diseases/ascariasis/en/ [2 Maret 2011]. Surabaya : Universitas Airlangga.

Hubungan Antara Pengetahuan dengan Kejadian Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) pada Pekerja Genteng di Desa Kedawung Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. 20. Yulianto. Mahar. 27. Sjamsunir. 21. 2008. Purwani. Semarang : FK Universitas Diponegoro. Skripsi. Pengawasan Penyehatan Lingkungan Pemukiman.id. 24. Hygiene Perseorangan. Erik P. 28. 25. 2008. 19. Surabaya 2001. Limin. 2001. [Skripsi]. 2008. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.ui. Shoim. 2003. Sudigdo. Hidayat. Jakarta : Bharatara. 2001. Faktor-Faktor Terjadinya Infeksi “Soil transmitted Helmints” Pada Anak Balita di Pemukiman Kumuh di Surabaya. 2008. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kecacingan yang Ditularkan Melalui Tanah Pada Siswa SD 06 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Evi. Syahrial. Rahmat. Sastroasmoro. 17. [Skripsi]. 1999. Metode Penelitian Survai. Hubungan Hygiene Perorangan Siswa dengan Infeksi KecacinganAnak SD Negeri di Kecamatan Sibolga Kota Sibolga. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. 23. Banjar Baru. Jakarta: LP3ES. Sanropie. Kecacingan Pada Anak SD di Kecamatan Sei Bingai Langkat. penyakit “Soil transmitted Helmints” Pada Murid Sekolah Dasar Sungai Tiung 1 Kelurahan Cempaka. 22. Singarimbun. Masri. Siregar. [Tesis]. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Cacing Usus Yang di Tularkan Melalui Tanah. . Djasio. Hubungan Hygiene Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Kecacingan pada Siswa SD Negeri Rowosari 01 Kecamatan Tembalang Kota Semarang. 18.ac. Rizki. Ekholm. Padang. Universitas Airlangga. MT. Medan : FKM USU. Widayati. Belina. 26. Masalah Kesehatan Lingkungan Sebagai Sumber Penyakit. 2005.//www. 2008. Ginting. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Diakses dari http. Semarang : FKM Universitas Negeri Semarang. Medan : FKM USU. Jakarta : Gramedia. 2007.16. Sumatra Utara. Kalimantan Selatan. Tahun 2001.fkm. [Skripsi]. Jakarta : Binarupa Aksara. Adam.