You are on page 1of 8

Prosiding Seminar Nasional Ergonomi dan K3 2006 © Surabaya, 29 Juli 2006

Lab.E&PSK-TI-FTI-ITS-2006 ISBN : 979-545-040-9

Analisis Metode Pengangkatan Material Secara Manual Berdasarkan Kriteria Beban Fisik (Studi Kasus Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta)
Heru Prastawa, Novie Susanto, Herdini A.N, Rizky Juwita Program Studi Teknik Industri UNDIP Kontak Person: Novie Susanto Program Studi Teknik Industri UNDIP Semarang, 50275 Telp: 024-7460052, Fax: 024-7460052, E-mail: novie@industri.ft.undip.ac.id
Abstrak Sebuah penelitian menyatakan bahwa 33 % penyebab cedera pada pekerja disebabkan oleh pekerjaan handling. Penanganan material pada Pabrik Tjie Moy Kong masih dilakukan secara manual. Sebagian besar penanganan material yang ada berupa pengangkatan dan penurunan krat. Krat yang digunakan terbuat dari kayu Albasiah dengan sudut-sudut yang lancip dan permukaan yang kasar karena tidak diamplas permukaannya. Dengan berat sebesar 34 kg, berada diatas nilai maksimum berat yang direkomendasikan NIOSH sebesar 23kg. Karena hal itulah penulis menganggap krat ini kurang ergonomis. Sebanyak 54 % operator mengeluhkan rasa pegal dan nyeri pada punggung bagian bawah, 36% pada lengan atas dan 10% pada bahu. Keluhan ini berhubungan dengan berat beban, karakteristik krat yang buruk, dan belum diketahuinya metode pengangkatan yang menghasilkan besar beban otot erector Spinae dan otot bisep yang terkecil. Desain Eksperimen dilakukan untuk menganalisis pengaruh berat beban , lokasi tangan (handle, oblique, bottom) dan postur tubuh (stoop dan semi-squat) terhadap pembebanan otot Erector Spinae dan Bisep serta pengaruhnya terhadap konsumsi energi dan waktu pergerakan. Metode yang digunakan berupa simulasi kerja sedangkan hasil pengukurannya dianalisa dengan uji Anova. Output EMG dan konsumsi energi pada pengangkatan krat lama menghasilkan nilai yang melebihi batas aman. Lokasi tangan berpengaruh terhadap output EMG dan waktu pergerakan dengan tipe Handle adalah tipe yang terbaik. Postur tubuh berpengaruh terhadap output EMG, konsumsi energi dan waktu pergerakan. Postur Stoop mengakibatkan pembebanan otot Erector Spinae yang besar dibandingkan postur semi-squat. Dilain sisi, postur ini memberikan konsumsi energi dan waktu pergerakan yang lebih kecil dibandingkan postur semi-squat. Perancangan krat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek berat beban, antropometri dan kondisi genggam. Krat hasil perencangan memiliki kapasitas 12 botol dengan berat keseluruhan 17kg. Berat ini merupakan hasil perhitungan RWL. Kata Kunci : Metode Pengangkatan, Desain Eksperimen, EMG, konsumsi energi. 1 PENDAHULUAN Pabrik Tjie Moy Kong merupakan pabrik yang memproduksi produk saus sambal, cuka dan kecap. Setiap hari, pabrik ini memproduksi sebanyak 2400 botol untuk masing-masing produk. Produk-produk ini dikemas pada krat yang kapasitasnya 24 botol, sehingga setiap harinya pabrik menghasilkan 300 krat produk. Krat yang digunakan terbuat dari bahan kayu Albasiak dengan sudutB 11 - 1

N.2 Pemindahan Bahan secara Manual Manual Material Handling berhubungan dengan pemindahan beban dimana pekerja menggunakan gaya otot untuk mengangkat. diperlukan adanya suatu perancangan ulang krat. karakteristik krat yang buruk dan belum diketahuinya teknik pengangkatan yang menghasilkan besar beban pada otot erector spinae dan otot bisep yang terkecil. menggenggam objek [Swedish National Board of Occupational Safety and Health (1998)]. Untuk itu perlu dicari pengaruh berat beban dan teknik pengangkatan yang berbeda terhadap beban otot sehingga nantinya akan diketahui teknik pengangkatan yang dapat meminimalkan beban otot erector spinae dan otot bisep. Novie Susanto. Sedangkan berat krat berisi 24 botol produk sebesar 34 kilogram. dan stoop lift dilakukan B 11 . Dalam melakukan tugasnya tiap operator memiliki cara yang berbeda. membawa. Teknik pengangkatan akan berpengaruh pada pekerja yang berhubungan dengan beban mekanis pada sistem otot. 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. terlihat ada dua posisi tubuh yang digunakan operator yaitu posisi membungkuk (stoop lift) dan posisi jongkok (squat lift ) sedangkan lokasi tangan saat memegang krat juga didapatkan perbedaan antar tiap operator. Berat ini berada diatas berat yang direkomendasikan oleh ILO ( International Labor Organization) untuk pekerja berumur 20-35 tahun yaitu 240 N atau sebesar 24 kilogram. Keluhan ini berhubungan dengan berat beban. Ada tiga lokasi tangan saat mengangkat krat. Squat lift dilakukan dengan menekuk lutut dan membungkukkan badan. Sedangkan NIOSH merekomendasikan besar gaya yang bekerja pada L5/S1 yang masih dapat ditoleransi yaitu sebesar 3400 N. operator harus menurunkan krat-krat tersebut untuk selanjutnya diangkat ke truk dan mulai didistribusikan. Dalam observasi yang dilakukan pada penelitian pendahuluan.Heru Prastawa. Pekerjaan ini dimulai dengan pengangkatan krat dari tempat packing produk kemudian disusun di tempat penyimpanan produk jadi.1 kilogram. Perbedaan posisi ini terjadi karena faktor kebiasaan masing-masing operator dan tidak adanya ketentuan khusus yang diberikan oleh pimpinan pabrik berkaitan dengan cara pengangkatan. bentuk. Pendistribusian produk dilakukan dengan dua buah truk dengan kapasitas maksimal masing-masing truk 129 krat. yang kedua yaitu oblique type dan yang ketiga bottom type. seperti pengangkatan dan penurunan produk.2 . Pekerjaan pengangkatan juga terjadi saat pendistribusian produk ke toko-toko dan akhirnya disore hari kegiatan unloading krat berisi botol kosong dari truk ke tempat penyimpanan. Sedangkan untuk mengatasi permasalahan karakteristik krat yang buruk. berukuran 56 cm x 33 cm x 31 cm dengan berat 4. Besar gaya ini dapat dicapai oleh kondisi yang berada pada Action Limit (AL). menarik. dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Teknik pengangkatan juga mempengaruhi faktor keselamatan dan produktivitas kerja (yang dalam penelitian ini berupa jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban) [National Institut for Working Life & authors 2003]. Rasa pegal dan kelelahan otot dirasakan operator setelah melakukan pekerjaan pengangkatan krat. Pengaruh lainnya yaitu pada kelelahan otot. Lifting berarti menaikkan beban dari posisi yang rendah ke posisi yang lebih tinggi dan menunjukkan/menyatakan bahwa penggunaan gaya harus melebihi/melampaui gaya gravitasi beban. Sedangkan antropometri menurut Stevenson (1989) dan Nurmianto (1991) adalah suatu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia ukuran. Setiap harinya. Herdini A. menurunkan. 2. Berdasarkan wawancara dan quisioner yang dilakukan kepada operator yang bertugas menangani pemindahan produk mengeluhkan rasa pegal dan nyeri dibagian lengan dan lekuk tulang belakang. beban ini berupa gaya internal yang terjadi pada otot dan sendi. yang pertama yaitu disela – sela kayu dan posisi ini bisa dikategorikan pada handle type. mendorong.1 Ergonomi Ergonomi didefinisikan sebagai “a discipline concerned with designing man-made object (equipments) so that people can use them effectively and safely and creating environments suitable for human living and work” [Sritomo Wignjosoebroto: 54-57]. Rizky Juwita sudut yang lancip dan permukaan kasar karena tidak diamplas permukaannya.beda. Penanganan bahan pada pabrik ini masih dilakukan secara manual karena semua pekerjaan yang berkaitan dengan pemindahan produk dari satu tempat ketempat lainnya tidak didukung dengan penggunaan alat atau mesin angkat.

Persamaan yang direkomendasikan oleh NIOSH adalah sebagai berikut: RWL = LC x HM x VM x DM x AM x FM x CM Dimana Tabel 1 Komponen Persamaan Pembebanan NIOSH [NIOSH : 13] Komponen LC = Load Constant HM= Horisontal Multiplier VM = Vertikal Multiplier DM = Distance Multiplier AM = Asimetric Multiplier FM = Frequency Multiplier CM = Coupling Multiplier Metrik 23 kg 25/H 1-0. Pergeseran filamen ini dipacu oleh fenomena listrik yang dinamakan aksi potensial (potential action). RWL ini merupakan kondisi pembebanan dimana hampir semua pekerja normal dapat melakukan pekerjaan tersebut dalam periode waktu tertentu (misalnya 8 jam) tanpa menimbulkan resiko terjadinya cedera tulang belakang (low back pain) akibat pengangkatan. Langkah-langkah dalam mendesain kontainer [The Eastman Kodak Company : 521]: lebar kontainer. Aksi potensial merupakan hasil dari perubahan beda potensial pada membran sel otot. Electromyography adalah alat atau metode untuk merekam fenomena listrik yang diakibatkan oleh kontraksi otot. loose parts. frekuensi kerja. panjang kontainer. mesin dan material yang bertujuan untuk meningkatkan performansi pekerja dan meminimalkan resiko terjadinya musculoskeletal disorder.0075[V-30] 0.0.8/D 1.5/D 1 – 0.4 Desain Kontainer Satuan berat beban yang aman untuk diangkat tergantung pada banyak faktor. lingkungan fisik.3 Biomekanika Biomekanika Okupasi dapat didefinisikan sebagai studi tentang interaksi fisik manusia dengan peralatan.82 + 1. studi pendahuluan dilakukan dengan melakukan pengamatan pada sistem kerja yang berlangsung. jarak horisontal. 2. AE-128 Snap Lead dan AE-178 Elektroda Habis Pakai 2. 2. Kedua metode angkat ini dikenal sebagai 2 teknik angkat yang ekstrim.1 Konsep Electromyography (EMG) Kontraksi otot dan produksi energi berhubungan dengan posisi relatif dari berbagai molekul berbentuk benang atau filamen yang tersusun didalam otot. 1994 memformulasikan persamaan pembebanan Recommended Weight Limit (RWL).2 Komponen EMG 1. AE-131 Elektroda Habis Pakai 2.003 [ V-75] 0. berupa aktivitas pengangkatan dan pemindahan bahan. berat beban yang diangkat. Beban berat yang berbentuk padat dan bisa dipegang dengan genggaman yang stabil lebih mudah ditangani daripada barang yang lebih ringan tapi berbentuk besar. termasuk konfigurasi dan ukuran beban dan apakah beban tersebut mudah digenggam dan dipindahkan.Analisis Metode Pengangkatan Material Secara Manual Berdasarkan Kriteria Beban Fisik (Studi Kasus Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta) dengan kaki lurus dan badan dibungkukkan ke depan.3 .3.0032A Dari tabel frekuensi Dari tabel Kopling 3 METODOLOGI PENELITIAN Sebelum melakukan penelitian. Lapisan Alkohol 4. kedalaman kontainer. 2. desain pegangan tangan.3. Rekaman pola dari aksi potensial otot ini disebut electromyogram.0032 A Dari tabel frekuensi Dari tabel kopling US Customary 51 lb 10/H 1-0. vertikal dan sudut B 11 . GE-127 Gel Elektroda 3. 2.82 + 4.5 Persamaan Pembebanan NIOSH National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) Technical Report. durasi kerja.

3. keluhan. yang diukur dengan stopwatch. dapat menunjukkan seberapa besar energi yang digunakan oleh seseorang dalam melakukan pekerjaan. Pemilihan objek penelitian (Object Recruitment): 4 (orang) operator berjenis kelamin laki-laki. yang diukur dengan menggunakan pulses meter. oblique type. Waktu Pergerakan. Pengangkatan dilakukan dengan postur tubuh : • Variasi lokasi tangan pada kontainer yaitu Handle. Urutan perlakuan diacak untuk tiap-tiap operator. Herdini A. Beban kerja dan teknik kerja yang dilakukan dalam simulasi sama dengan kondisi di lapangan yaitu pengangkatan kontainer berisi botol isi produk. 2. yaitu berat beban dengan taraf faktor 34 kg dan 17 kg.2): • Posisi awal dan akhir Horisontal : awal = 25 cm akhir = 40 cm • Posisi awal dan akhir Vertikal : awal = 0 akhir 93 cm • Jarak Vertikal (D) 93 cm • Sudut angkat 00 • Jumlah pengangkatan 20 pengangkatan • Setiap jenis variasi perlakuan diberi jarak waktu untuk istirahat sebanyak 20 menit.. Oblique dan Bottom type. dan bottom type. Sedangkan variabel respon dalam penelitian ini adalah 1. tinggi badan 165 – 175 cm. berat badan 55 – 68 kg. Urutan pengambilan data untuk otot erector spinae dan bisep diacak.4 . Konsumsi energi. • Membungkuk (Stoop Lift) dan jongkok (Squat lift) c. Beban yang diangkat : • Kontainer kayu yang digunakan oleh pabrik dengan berat keseluruhan 34 kg • Kontainer plastik dengan berat keseluruhan 17 kg. • Pengambilan output EMG dilakukan per siklus pengangkatan. dapat menunjukan besarnya aktifitas dan kelelahan otot pinggang (Erector Spinae) dan otot lengan (Bisep)dalam melakukan kontraksi pada suatu pekerjaan. dapat menunjukkan jumlah waktu yang digunakan untuk satu siklus angkat. Penyebaran quisioner dan wawancara pada pekerja juga dilakukan pada studi pendahuluan ini. yang diukur dengan M4 EMG Patient Trainer. b.N. • Pengambilan data waktu pergerakan dilakukan per siklus pengangkatan. Output sinyal EMG. tidak dalam keadaan sakit dan tidak pernah menderita kelainan atau cedera otot terutama pada otot pinggang dan lengan.Heru Prastawa. Desain eksperimen yang digunakan memiliki 3 (tiga) faktor. lokasi tangan pada kontainer dengan taraf faktor yaitu handle type. Rizky Juwita angkat. Pengangkatan dilakukan dengan ( gambar 4. postur tubuh dengan taraf faktor yaitu postur tubuh membungkuk (stoop lift) dan postur tubuh setengah jongkok (semi-squat lift). ketidaknyamanan dan rasa sakit yang timbul setelah melakukan pekerjaan pengangkatan dan penurunan beban. • Pengambilan data denyut jantung dilakukan sebelum operator bekerja (selama 5 menit) dan selama bekerja. Novie Susanto. usia 25 – 35 tahun. untuk mengidentifikasi kondisi pekerjaan yang dilakukan. Prosedur simulasi kerja adalah sebagai berikut: a. Penelitian yang dilakukan merupakan simulasi dari aktivitas loading –unloading yang terdapat di Pabrik Tjie Moy Kong. 4 PEMBAHASAN Hasil Pengukuran rata-rata sinyal EMG dari seluruh obyek penelitian menurut jenis otot yang diukur untuk semua perlakuan dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2 berikut : B 11 .

67 4.34 3.75 3.52 671.06 4. kerja dan konsumsi energi dapat dilihat pada gambar 3 berikut: Konsumsi Energi Konsumsi Energi (KKal/menit) 5 3.Analisis Metode Pengangkatan Material Secara Manual Berdasarkan Kriteria Beban Fisik (Studi Kasus Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta) Output EMG Otot Erector Spinae 900 800 700 Output EMG Otot Bisep 900 800 738. waktu pergerakan ( dalam satuan detik) dari setiap variasi perlakuan ditunjukkan pada tabel berikut : Waktu Pergerakan 6 5 4 3 2 1 0 4.50 4.60 3.43 3.80 3.33 593.81 3.98 3.72 2.69 688.60 4 3 3.17 2 1 0 1.47 736.85 3. Hasil penghitungan jumlah pengeluaran energi istirahat. sedangkan interaksi faktor (AB). (BC).23 724.26 1. (ABC) tidak B 11 .5 .58 723.67 675.54 2.17 2.86 H-St H-Sq O-St O-Sq B-St B-Sq Jenis Perlakuan 17 kg 34 kg Gambar 3 Grafik Konsumsi Energi Pengukuran waktu ini dilakukan dengan menggunakan stopwatch.71 1.95 738.35 2.63 2. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan.70 704.74 Waktu (detik) H-St H-Sq O-St O-Sq B-St B-Sq Jenis Perlakuan 17 kg 34 kg Gambar 4 Grafik Waktu Pergerakan Hasil penelitian dengan pengujian Anova Trifaktor memperlihatkan bahwa faktor berat beban (A).04 5. dan interaksi faktor (AC) memberikan pengaruh signifikan (α = 5 %) terhadap pembebanan otot Erector Spinae.19 Output Emg (myu Volt) 744.15 2.36 700 600 500 400 300 200 100 0 Output Emg (myu Volt) 600 500 400 300 194 200 100 0 159 212 168 208 166 195 192 246 239 225 226 H-St H-Sq O-St 17 kg O-Sq 34 kg B-St B-Sq H-St H-Sq O-St O-Sq B-St B-Sq Jenis Perlakuan Jenis Perlakuan 17 kg 34 kg Gambar 1 Output EMG Otot Erector Spinae Gambar 2 Output EMG Otot Bisep Pengukuran konsumsi energi dilakukan dengan mengukur denyut jantung istirahat (denyut sebelum melakukan kerja) dan denyut jantung kerja (denyut jantung saat obyek penelitian bekerja). data diambil mulai obyek penelitian menggerakkan badannya kebawah sampai dengan material berada dilokasi akhir pengangkatan. lokasi tangan (B). posisi tubuh (C).43 695.

7 cm + 0. Jenis Handle tidak sama dengan tipe Bottom dan tipe Oblique. pemilihan tipe material. interaksi faktor (AB). Tipe Bottom = tipe Oblique untuk pembebanan otot Erector Spinae. Pengangkatan kontainer lama menghasilkan rata-rata pembebanan otot termasuk dalam kategori kontraksi otot maksimal yang berpotensi menyebabkan gangguan otot. . Novie Susanto. Uji homogenitas menunjukkan Jenis Handle tidak sama dengan tipe Bottom dan tipe Oblique. analisa dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan. Lokasi tangan berpengaruh terhadap pembebanan otot Erector Spinae. dan tipe Bottom tidak sama dengan tipe Oblique untuk lama waktu pergerakan. lokasi tangan (B). memberikan pengaruh signifikan (α = 5 %) terhadap pembebanan otot Bisep. (AC).3 cm)) + (3 x 0. Bisep. interaksi faktor (AC). posisi tubuh (C). (BC). Faktor berat beban (A). dan handle ergonomis.476 cm + 1 cm = 4. otot Bisep dan waktu pergerakan.3cm) + (2 x 1 cm) + ( 2 x 1 cm) = 28. Waktu pergerakan rata-rata lebih besar 25% daripada kontainer dengan berat 17 kg.N. (BC).Heru Prastawa.sisi samping yang digunakan yaitu 1 cm Tinggi handle = 19 cm + 1 cm = 20 cm 5 KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil pengolahan data. Herdini A.9 cm c) Ketebalan kontainer pada sisi. posisi tubuh (C). Faktor berat beban (A). = 3. Postur tubuh berpengaruh terhadap pembebanan otot Erector Spinae. antara lain: 1. posisi tubuh (C).3 cm b) Lebar handle = Tebal telapak tangan (metacarpal) P. Panjang kontainer = (4 x (diameter botol + allowance 1)) + (3 x tebal sekat antar botol) + (2 x allowance 2) + (2 x tebal bahan di sisi – sisi samping kontainer) = (4 x (7. Rizky Juwita memberikan pengaruh secara signifikan terhadap pembebanan otot Erector Spinae. lokasi tangan (B). (AC). Berat beban berpengaruh terhadap pembebanan otot Erector Spinae.6 2. 3.7cm + 0. Jenis Handle tidak sama dengan tipe Bottom dan tipe Oblique. sedangkan interaksi faktor (AB). Perancangan kontainer usulan yang dilakukan mempertimbangkan berat beban.6 cm Tinggi kontainer = Panjang botol + Ketebalan bahan + Allowance = 29 cm + 1 cm + 1 cm = 31 cm Ukuran handle a) Panjang Handle = Lebar tangan (metacarpal) P. memberikan pengaruh signifikan (α = 5 %) terhadap besarnya konsumsi energi. (ABC) tidak memberikan pengaruh secara signifikan. Tipe Handle memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dua tipe lainnya.3 cm) + (2 x 1 cm) + (2 x 1cm) = 37 cm Lebar Kontainer = diameter botol + tebal sekat antar botol + allowance 2 + ketebalan bahan sisi– sisi samping kontainer = 3 x ( 7. (ABC) tidak memberikan pengaruh secara signifikan. sedangkan interaksi faktor (AB). (ABC) tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap lama waktu pergerakan. Faktor berat beban (A). dan tipe Bottom tidak sama dengan tipe Oblique untuk pembebanan otot bisep.95 + Dimensi dinamis (14%) + allowance untuk tebal sarung tangan.23 cm + 1 cm = 11. sedangkan faktor lokasi tangan (B). konsumsi energi dan waktu pergerakan. Besar konsumsi energinya juga melebihi batas aman. (BC).95 + Dimensi dinamis (14%) + allowance untuk sarung tangan = 8. Postur Stoop menghasilkan pembebanan otot Erector Spinae yang lebih B 11 .8 cm + 1.3 cm) + (2 x 0. konsumsi energi dan waktu pergerakan. memberikan pengaruh signifikan (α = 5 %) terhadap besarnya konsumsi energi.4 cm + 0.

Ekawati. [10] Nurmianto. [19] Sudjana. [15] Sanders.1994.org. Mital et al. Human Factors Group. McCormick. [18] Sudjana. access 10 Agustus 2005. John Wiley & Sons Inc. 1991. Andersson. [14] Rash. National Institute for Working Life. besar dibandingkan postur Squat. 1986. www. E.1994. Electromygraphy Fundamentals... 2004. http://www.hse. and Vern Putz-Anderson. Inc. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.ac. Imam dan N. Human Factors in Engineering and Design.org/ref. [6] Kjellberg. New York. access 20 April 2005.p2pays.S Departement of Health and Human Services.uoeh-u. http://Joh. John Wiley & Sons Inc. Arch Physical Medicine & Rehab. Solichul HA. Metoda Statistika. 75:216225. Kodak’s Ergonomic Design for People at Work. John Castellan. UNIBA PRESS. http://ebib. Aplication Manual For The Revised NIOSH Lifting Equation. and Gunnar B. Douglas C.. access 20 April 2005.med. Proceeding Seminar Nasional Ergonomi Yogyakarta. Andrew .E .. 5.. Ohio. John Wiley & Sons Inc.. Ergonomi.. [9] M4 EMG Patient Trainer User’s Guide. access 15 April 2005. J Occup Health 2000. 2002. Gregory. [12] Pinder.. and Ernest J. Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Benchmarking of the Manual handling Assessment Charts (MAC).wwu.. [13] Poernomo. Eko.. Ergonomi. Occupational Biomechanics. Delivering the Goods Benefits of Reusable Shipping Containers. David. 1998. William S. Waters. Manual Material Handling. [2] Chaffin.orosha. 2004 [21] The Eastman Kodak Company. Reduction of Spinal Loading Through The Use of Handles.Analisis Metode Pengangkatan Material Secara Manual Berdasarkan Kriteria Beban Fisik (Studi Kasus Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta) 4. Surakarta.ac.. Maras and Thomas R. Jakarta. Operator disarankan untuk menggunakan teknik pengangkatan yang dapat meminimalkan resiko terjadinya gangguan otot. Tarsito. [24] Waters. www. ITB Bandung. Shoko. DAFTAR PUSTAKA Ando. PT. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. access 12 Agustus 2005. Tetepi besar konsumsi energi dan waktu pergerakannya lebih kecil dibanding postur Squat. http://biodynamics..edu/publication.twcc. Bandung.state.J. 2003. Work technique in lifting and patient transfer tasks. 1995. 1998. 42 : 315-320. PT. www. [17] Snook and Ciriello. Herjamo dan Mudjiani Basuki... Canada. Semarang.se . United States of America. Ergonomic vol.edu. Kermit G. dan dapat memaksimalkan penggunaan ruang pada truk. [22] Walpole. Jakarta.Guna Widya. Sweden. Thomas R. Fitting the Task to The Man. 1996. The Public Education Section.. Inform. Bandung. Ney Jersey. B 11 . NeuroDyne Medical Corporation. Arbetslivsinstitute. Badan Penerbit UNDIP. Mark S. 1994. McGRAW-HILL Inc. 1996 [20] Tarwaka. 2002. Ronald.gov. Surabaya. Taylor & Francis. access 15 April 2005. And Yuichiro Ono. Sritomo. [23] Wignjosoebroto.41. Tujuan perancangan ulang kontainer adalah untuk mengurangi resiko terjadinya gangguan otot dan cedera pada operator. Desain Eksperimen. 1991. Tarsito. [5] Grandjean.7 [1] . access 15 April 2005. Petunjuk Praktis Elektrodiagnostik. Lilik Sudiajeng.uk. Canada. [4] Ghozali.osu. 1994. Ergonomics of Manual Material Handling.tx. Katarina. Bandung. [11] OR-OSHA. Statistik Non Parametrik. [3] Davis. Design and Analysis of Experiments. [7] Martyaningsih. Studi Gerak dan Waktu. Strength and Perceived Exertion in Isometric and Dynamic Lifting with Three Different Hand Location..1995. 2003.Guna Widya. access 30 Mei 2005. [16] Saphire. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan.S. Analisis Beban Kerja Pedagang Jamu Gendong Ditinjau Dari Aspek Biomekanika . 1986.jp . London. www.us.. U. Don B. 1993. [8] Montgomery.

Novie Susanto. Rizky Juwita B 11 . Herdini A.N.8 .Heru Prastawa.