You are on page 1of 19

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb. Alhamdulillah, saya ucapkan segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah serta Karunianya yang tiada ternilai kepada saya dan kita semua sebagai umat muslim. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita semua Nabi Besar, yakni Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat – sahabatnya, hingga akhir zaman, Amin. Banyak kendala yang saya hadapi dalam penyusunan makalah ini. Namun berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, Syukur Alhamdulillah makalah ini dapat diselesaikan sesuai rencana. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan dan do’a, semoga Allah membalas amal baik yang telah dilakukan umat-Nya atas sesama. Amin. Wassalamu’alaikum. wr. wb

Pangkalpinang, 3 Januari 2013

Penulis Yudi Wahyono

ii

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Dakwah Islam Dalam Masyarakat Plural . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepemimpinan Islam dalam Masyarakat Plural . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Latar Belakang . . . . . 4 A. . . . . . . . . . 4 B. . . . . 8 C. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Saran . . . . . . . . . 3 BAB II - ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10 BAB III - PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Kesimpulan . . . . . . . . . .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17 iii . . . . . . . . . ii DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii BAB I - PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . Perngertian Masyarakat Plural . . . .

demi terciptanya hubungan yang harmonis pada tataran eksternal diharapkan ada dialog yang bersahaja antarumat beragama. sebagaimana tipologi masyarakat daerah lain di Indonesia memiliki pluralitas yang tinggi dalam budaya. budaya. Banyak konflik dan ketegangan di zaman ini yang disulut oleh perbedaan pandangan agama. dan penyiaran agama-agama besar dunia. liberalisasi. seperti Hindu. dan dalam keadaan tertentu berbagai benturan kebudayaan diramalkan akan terjadi. Budha.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pluralitas agama di Indonesia merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. sebagai akibat dari perkembangan modernisasi. pluralisme. Abad ke-21 melahirkan tantangan beragam. dan Islam. Namun hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan oleh umat Islam atau pun pemerintah untuk tidak menghormati apalagi mendiskreditkan agama-agama lain. dan agama. dan globalisasi. sejak dahulu kala telah menjadi sasaran misi dakwah. dan berbagai varian lainnya.21%). 1 . sebab secara demografi daerah ini dihuni oleh beragam etnik dan agama. etnis budaya. namun dalam perjalanannya justru sering diperalat untuk melanggengkan penindasan dan perampasan hak-hak sesama manusia. Agama yang semestinya mendatangkan keadilan dan kebahagiaan. Hal ini sangat boleh jadi karena pemahaman keberagamaan masyarakat telah terkontaminasi oleh limbah kepentingan dengan aroma politik. dan ekonomi yang menyengat. bahasa. agama. Agama-agama tersebut memang diakui secara resmi oleh negara RI sebagai agama yang menjadi anutan masyarakat. Kong Hu Chu. Sedangkan dalam tataran internal agama diperlukan reinterpretasi pesan-pesan agama yang lebih menyentuh kemanusiaan yang universal. namun kondisi obyektif Kendari secara umum masih tercipta suasana harmoni sosial yang memadai dibanding dengan daerah-daerah berpotensi konflik lainnya. demokratisasi. Nasrani (Katolik dan Protestan). dan dakwah Islam mempunyai cita moral dalam pembangunan peradaban manusia yang bergerak begitu cepat ke arah pluralitas dengan beragam budaya bahasa. Isu globalisasi. Oleh karenanya. Keragaman tampak dalam ikatan kesukuan. dan agama Islam merupakan anutan mayoritas penduduk Indonesia (88. Tokoh agama sesungguhnya mempunyai peran-peran strategis di era global tersebut. Masyarakat Nusantara. Meskipun kemajemukan di satu sisi memiliki potensi konflik. Dalam konteks masyarakat Kendari.

Muna. yaitu menjadikan dakwah sebagai piranti dalam menyebarluaskan ajaran Islam. dan hal ini hanya dapat dilakukan melalui peran-peran strategis yang dimainkan oleh para tokoh agama melalui dakwah. namun sebagai upaya preventif sekaligus untuk mempersempit ruang dan potensi konflik. namun belum diketahui secara pasti bagaimana peranan para tokoh agama dalam upaya memelihara harmoni sosial melalui aktivitas dakwah mereka. maka dipandang penting untuk sesegera mungkin menata pemahaman umat beragama tentang arti penting inklusivitas. Maluku Utara dan Poso hingga saat ini tidak berdampak langsung di Kendari. sehingga dapat memberikan solusi atas berbagai problem yang dihadapi masyarakat terutama dalam kaitannya dengan upaya memelihara harmoni sosial.Nampaknya ada peran yang dimainkan oleh para tokoh agama di daerah ini. Bugis. mengingat peranan tokoh agama dipandang paling signifikan dalam menciptakan pemahaman agama di tengah masyarakat. Rumpun etnik tersebut masih memiliki hubungan emosional kekerabatan apalagi di antara mereka ada yang telah pindah dari Ambon ke Kendari (sebagai eksodus) pasca kerusuhan dan membuat pemukiman baru. bahkan dapat dikatakan bahwa arah dan bentuk pemahaman keagamaan suatu masyarakat tergantung pada pemahaman tokoh agamanya. dan Makassar sebagai rumpun etnik yang banyak mendiami Kendari. Hal ini menjadikan penelitian ini penting dilakukan. 2 . Diakui bahwa harmoni sosial di Kendari sampai sekarang masih terpelihara dengan indikasi ada peran yang dimainkan oleh tokoh agama di daerah tersebut. Hal tersebut menjadi dasar bagi pentingnya memberikan apresiasi terhadap peranan tokoh agama melalui penelitian ini. pandangan. konflik yang terjadi di Poso sangat boleh jadi berimbas pada masyarakat di Kendari. Selain itu. Selain alasan tersebut. dapat dikemukakan bahwa meskipun konflik SARA seperti yang terjadi di Ambon. mengingat kedua daerah tersebut masih berada dalam satu wilayah besar pulau Sulawesi yang secara geografis berdekatan. dan pemahaman tokoh agama tentang ajaran agama sangat ditentukan oleh latar belakang (back ground) kedalaman ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dilaluinya (frame of reference dan field of experience). dari sudut pandang geografis. Sejauhmana pemahaman tokoh agama mengenai pentingnya hubungan antar keyakinan akan berpengaruh signifikan bagi umatnya dan dakwah mereka. agar dapat mengetahui bagaimana sesungguhnya peranan mereka dalam memelihara harmoni sosial hubungan antarumat beragama di Kendari melalui strategi dakwah yang mereka lakukan. selain etnik Tolaki yang menjadi etnik asli di daerah ini. Upaya preventif seperti yang diutarakan di atas sangat beralasan terutama bila mengingat bahwa konflik SARA di Ambon yang terjadi pada tahun 1999 secara individu-individu banyak melibatkan masyarakat etnik Buton. Sedangkan luasnya wawasan. Melalui dakwah nampaknya cukup ampuh untuk menjadikan ajaran Islam tersosialisasi dengan baik.

adat. 1967. Bagaimana kepemimpinan terhadap Masyarakat Plural dalam pandangan Islam. Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri. merupakan suatu masyarakat majemuk (plural society). TUJUAN PENULISAN Melalui makalah ini. saya berharap dapat berbagi pengetahuan tentang Islam dan Masyarakat Plural sehingga makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu bacaan alternatif bagi mahasiswa yang ingin menambah pengetahuan tentang pandangan Islam terhadap Masyarakat Plural. halaman 446-469). Bagaimana Pandangan Islam terhadap Masyarakat Plural. agama.Hal tersebut disebabkan karena banyaknya suku bangsa yang memilik struktur budaya sendiri yang berbeda dengan budaya suku bangsa yang lainnya. Netherlands India: A Study of Plural Economy. RUMUSAN MASALAH Dalam penyusunan makalah ini kami sebagai penulis membatasi permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1. Masyarakat Indonesia pada masa Hindia Belanda. suatu istilah yang mula-mula dikenalkan oleh Furnivall untuk menggambarkan masyarakat Indonesia pada masa Hindia Belanda. Apakah yang dimaksud Masyarakat Plural 2. Cambridge at The University Press. Bagaimana strategi dakwah tokoh agama Islam dalam upaya memelihara harmoni sosial Masyarakat Plural. demikianlah menurut Furnivall. 3 . dan kedaerahan seringkali disebut sebagai ciri masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk. yakni suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam kesatuan politik (JS Furnivall.sendiri. Konsep masyarakat majemuk sebagaimana yang digunakan oleh ahli-ahli ilmu kemasyarakatan dewasa ini memang merupakan perluasan dari konsep Furnivall tersebut. begitu juga hubungan antara keduanya. Perbedaanperbedaan sukubangsa. 4. 3.Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan.

Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah umat pilihan. Karena itu. ras. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. perpecahan bahkan konflik antar pemeluk agama. peradaban dan lain-lain. serta penindasan atas nama agama. sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep kemajemukan atau keberagaman. perang atas nama agama. Menurut kaum pluralis. Pengertian Masyarakat Plural ( Majemuk ) Pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Jadi ketika setiap individu mengaplikasikan konsep toleransi terhadap individu lainnya maka lahirlah pluralisme itu. kebudayaan. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan klaim kebenaran (truth claim) yang dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem.BAB II ISI MAKALAH A. Pada prinsipnya. menurut mereka. keyakinan-keyakinah inilah yang sering memicu terjadinya kerenggangan. sosial dan budaya. Kemajemukan disini dapat berarti kemajemukan dalam beragama. Sebenarnya berbicara tentang konsep pluralisme. Dalam konsep pluralisme-lah bangsa Indonesia yang beraneka ragam ini mulai dari suku. Menurut kaum pluralis. Lahirnya gagasan mengenai pluralisme (agama) sesungguhnya didasarkan pada sejumlah factor: • Pertama adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan keselamatan. konflik horisontal. agama. diperlukan gagasan pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi memicu konflik. 4 . Namun yang sering menjadi issu terhangat berada pada kemajemukan beragama. radikal. dan golongan dapat menjadi bangsa yang satu dan utuh. dimana jika kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwa pluralisme itu merupakan suatu kondisi masyarakat yang majemuk. konsep pluralisme ini timbul setelah adanya konsep toleransi. agama. konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar. Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran.

melainkan mesti dipahami sebagai semua bagian manusia terhadap kehidupannya yang kemudian akan melahirkan banyak wajah. Multikulturalisme berasal dari dua kata. bahasa dan lain-lain. • Tingkat mikro. pluralisme dapat membentuk kebudayaan baru tanpa konflik asimilasi dan juga menunjukan hak-hak individu maka pengertian pluralisme dapat berbeda di berbagai tempat. Selain isu-isu demokrasi. pluralisme mengisyaratkan kebebasan individual untuk memilih dan mengembangkan kepercayaan pribadinya masing-masing. 5 . Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara. multi (banyak/beragam) dan kultural (budaya atau kebudayaan). bukan hanya sosial kultural • pluralisme digunakan sebagai alasan pencampuran antar ajaran agama • pluralisme digunakan sebagai alasan untuk merubah ajaran suatu agama agar sesuai dengan ajaran agama lain Pluralisme agama bisa dianalisis pada tiga tingkat sosial yang berurutan: • Tingkat makro. pluralisme agama mengisyaratkan bahwa otoritasotoritas sosial mengakui dan menerima pluralitas dalam bidang keagamaan.• Kedua faktor kepentingan ideologis dari Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme global yang digalang Amerika Serikat untuk menghalang kebangkitan Islam. Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masing-masing. Seperti pada saat ini pluralisme menjadi polemik di Indonesia karena perbedaan mendasar antara pluralisme dengan pengertian awalnya yaitu pluralisme sehingga memiliki arti : • pluralisme diliputi semangat religius. pluralisme mengisyaratkan penerimaan akan keragaman organisasi-organisasi keagamaan yang berfungsi sebagai unit-unit kompetitif. Budaya yang mesti dipahami. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. pemikiran. hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia. seperti sejarah. yang secara etimologi berarti keberagaman budaya. • Tingkat meso. budaya verbal. adalah bukan budaya dalam arti sempit. Pengertian Masyarakat Multikulturalisme Multikulturalisme adalah sebuah filosofi yang juga terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern.

dan cara khusus untuk mengantisipasi keanekaragaman budaya tersebut. mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain. Menurut Parekh (1997:183-185) terdapat lima macam multikulturalisme : • Multikulturalisme isolasionis. dan ketentuanketentuan yang sensitif secara kultural. kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar. Baru pada sekitar pertengahan abad ke-20. • Multikulturalisme akomodatif.Istilah multikulturalisme dengan cepat berkembang sebagai objek perdebatan yang menarik untuk dikaji dan didiskusikan karena memperdebatkan keragaman etnis dan budaya. yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. • Multikulturalisme kosmopolitan. Perhatian pokokpokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka. yang pada awalnya hanya dikenal dengan istilah pluralisme yang mengacu pada keragaman etnis dan budaya dalam suatu daerah atau negara. yaitu: budaya. dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan. sebaliknya. yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom. keragaman budaya. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang. Begitupun sebaliknya. berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa. masyarakat modern terdiri dari berbagai kelompok manusia yang memiliki status budaya dan politik yang sama. • Multikulturalisme otonomis. Secara umum. masyarakat plural dimana kelompokkelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Istilah ini setidaknya memiliki tiga unsur. • Multikulturalisme kritikal atau interaktif. hukum. serta penerimaan kaum imigran di suatu negara. tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka. mulai berkembang istilah multikulturalisme. 6 .

Sosialisasi yang menjamin bahwa konsepsi polotik yang disepakati harus mampu memberi ruang tindak bagi generasi mendatang dan penyelarasan konteks kehidupan individu dan kehidupan kolektif tetap terjaga. ras dan agama. Dengan mempelajari kebudayaan lain. yang kesemuanya itu akan menjadikan Indonesia menjadi sebuah bangsa yang mampu mengakomodasi 7 . Paradigma hubungan dialogal atau pemahaman timbal balik sangat dibutuhkan. d. Dapat dikatakan bahwa secara konstitusional negara Indonesia dibangun untuk mewujudkan dan mengembangkan bangsa yang religius. Integrasi sosial yang menjamin bahwa koordinasi tindakan politis tetap terpelihara melalui sarana-sarana hubungan antar pribadi dan antar komponen politik yang diatur secara resmi tanpa menghilangkan identitas masing-masing unsur kebudayaan. maka akan memperluas cakrawala pemahaman akan makna multikulturalisme. humanis. c. Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kokoh. untuk mengatasi ekses-ekses negatif dari suatu problem disintegrasi bangsa. suku. f. kemasyarakatan dan kepribadian. dimana sistem nilai dan makan diterapkan dalam berbagai simbol-simbol budaya dan ungkapan-ungkapan bangsa. sehingga dialog berkelanjutan sangat diperlukan demi terciptanya persatuan. tatanan sosial politik yang demokratis dan struktur sosial ekonomi masyarakat yang adil dan bersifat kerakyatan. Semboyan tersebut masih merupakan mitos yang perlu didekatkan dengan realitas sejarah. bersatu dalam kebhinnekaan. Keanekaragaman Budaya menunjukkan adanya visi dan sistem makan yang berbeda.secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. e. Setiap kebudayaan secara Internal adalah majemuk. yaitu kompetensi kebudayaan. belum sepenuhnya tercapai. b. Konsekuensinya adalah keharusan melanjutkan proses membentuk kehidupan sosial budaya yang maju dan kreatif. Upaya-upaya untuk mewujudkan kehidupan Indonesia yang lebih baik dari sebelumnya dapat dilakukan dengan menerapkan sikap-sikap sebagai berikut: a. Dengan demikian kita melihat bahwa semboyan Satu bangsa. etnik. satu tanah air dan satu bahasa dan Bhinneka Tunggal Ika masih jauh dari kenyataan sejarah. Manusia tumbuh dan besar pada hubungan sosial di dalam sebuah tatanan tertentu. beranekaragam budaya. sehingga budaya satu memerlukan budaya lain. Paradigma hubungan timbal balik dalam masyarakat multikultural mensyaratkan tiga kompetensi normatif. memiliki sikap budaya kosmopolitan dan pluralis. Demokratis dan berkeadilan sosial.

mulai dari dalilnya. Oleh karena itu Alqur'an harus dijadikan pedoman hidup bagi umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. Alqur'an juga memberi petunjuk. Sehingga ancaman disintegrasi dan perpecahan bangsa dapat dihindari. Demikian pula tentang masalah kepemimpinan. menjelaskan apa maksud Allah dengan sunnah pluralisme tersebut. syarat-syaratnya. Tetapi Islam memandang pluralisme sebagai wujud kemahakuasaan Allah atas ciptaan-Nya dan rahmat bagi makhluk-Nya. tetapi juga memberikan petunjuk tentang kehidupan bermasyarakat (Hablumminannas). dia tidak hanya memberikan petunjuk dalam hal peribadatan saja (Hablumminallah). hukum pengangkatannya. dia tidak hanya memberikan petunjuk dalam hal peribadatan saja (Hablumminallah). 8 . Islam tidak memandang pluralisme sebagai sebuah perpecahan yang membawa kepada bencana. Kepemimpinan Terhadap Pandangan Islam Masyarakat Plural Dalam Setiap umat Islam harus meyakini dan mempercayai bahwa Alqur'an itu telah diturunkan kepada malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Islam sebagai agama yang diturunkan Allah untuk membawa rahmat bagi seluruh alam. tetapi juga memberikan petunjuk tentang kehidupan bermasyarakat (Hablumminannas). Tetapi Islam memandang pluralisme sebagai wujud kemahakuasaan Allah atas ciptaan-Nya dan rahmat bagi makhluk-Nya. Alqur'an juga memberi petunjuk. hukum pengangkatannya. syarat-syaratnya. Setiap umat Islam harus meyakini dan mempercayai bahwa Alqur'an itu telah diturunkan kepada malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. kemudian disebarkan kepada seluruh umat manusia. B. Demikian pula tentang masalah kepemimpinan. kemudian disebarkan kepada seluruh umat manusia. Islam sebagai agama yang diturunkan Allah untuk membawa rahmat bagi seluruh alam. pandangan Alqur'an tentang kepemimpinan dan bagaimana sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. menjelaskan apa maksud Allah dengan sunnah pluralisme tersebut.kemajemukkan itu menjadi sesuatu yang tangguh. Islam tidak memandang pluralisme sebagai sebuah perpecahan yang membawa kepada bencana. mulai dari dalilnya.

tetapi yang lebih mendasar harus disertai dengan sikap tulus menerima kemajemukan itu dengan nilai positif dan merupakan rahmat Tuhan kepada manusia. tidak cukup dengan hanya sikap mengakui dan menerima kenyataan bahwa masyarakat itu bersifat majemuk. Berkaitan dengan pluralisme. Islam menetapkan prinsip untuk saling menghormati dan saling mengakui eksistensi agama. tanpa memperhatikan makananya yang lebih universal dan mendalam. Namun dalam masyarakat ada tanda-tanda bahwa orang memahami pluralisme hanya sepintas lalu saja. Pluralisme merupakan sunnatullah di alam ini. tidak dapat disangkal bahwa masyarakat kita masih menunjukkan pemahaman yang dangkal dan kurang obyektif. Oleh karena itu Islam secara jelas menegaskan tidak ada prinsip paksaan dalam masalah pluralisme apalagi masalah pluralisme agama. Pada dasarnya paham kemajemukan atau pluralisme pada hakikatnya. Dan dalam pengumpulannya diperoleh dari buku-buku yang membahas masalah kepemimpinan dan masalah pluralisme secara umum. Allah menciptakan berbagai suku bangsa dan dalam kerangka kesatuan bangsa Allah menciptakan beragam suku. Oleh karena itu Alqur'an harus dijadikan pedoman hidup bagi umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. budaya dan suku masingmasing. Dalam kerangka kesatuan bahasa Allah menciptakan beragam dialek. yang didukung dengan metode deduktif dalam pengambilan keputusan. Tentunya masih banyak lagi sunnah pluralisme yang Allah tunjukkan di alam ini. 9 . yakni data-data yang diperlukan berasal dari buku-buku dan literatur lain yang berkenaan dengan topik bahasan. Istilah pluralisme sudah menjadi wacana umum yang berkembang di negara kita. Kita dapat melihat dalam kerangka manusia. Permaslaahannya sekarang adalah bagaimana pandangan Islam tentang prinsip kepemimpinan dalam masyarakat plural tersbut dan hikmah apa yang dapat diambil sebagai makhluk-Nya atas sunnah pluralisme ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Dalam hubungannya dengan pluralisme. Adapun pluralisme dalam Islam diterima sebagai kenyataan sejarah yang sesungguhnya diwarnai oleh adanya pluralisme kehidupan manusia itu sendiri.pandangan Alqur'an tentang kepemimpinan dan bagaimana sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Disamping itu pluralisme juga merupakan suatu perangkat untuk mendorong pemberdayaan budaya bangsa. artinya masyarakat kita masih memandang pluralisme sebagai suatu hal yang bernilai negatif dan akan berakibat pada sebuah pertikaian yang menjurus pada suatu perpecahan. Kemudian setelah data tersebut terkumpul dilakukan analisa dengan menggunakan metode kritis.

lebih dari satu. yang abadi tanpa henti-hentinya. Yahudi. Dakwah Tokoh Islam Dalam Masyarakat Plural Kata plural berarti “more than one”. Dalam perspektif Islam. maka al-Qur’an sejak mula diwahyukan. Pencarian titik temu tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui reinterpretasi atau rekonstruksi ulang pemahaman umat beragama tentang hakikat suatu kebenaran. akan tetapi yang penting ia harus commited terhadap agama yang dianutnya. yang bukan merupakan monopoli golongan tertentu. dan Zoroaster. Masyarakat pluralistik sudah terbentuk dan telah menjadi kesadaran umum pada saat itu. Paling tidak ada empat cara pandang yang kemudian melahirkan sikap hidup beragama dari masyarakat beragama itu sendiri dalam melihat dan mempraktekkan keberagamaan mereka. Seorang pluralis dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama. Katolik. mengajak kepada seluruh penganut agama dan pemeluk Islam untuk mencari titik temu (kalimat sawâ) di luar aspek teologi yang memang sudah berbeda sejak dari semula. atau banyak. Untuk itu dialog antar iman termasuk tema sentral Qurani. melalui pintu para tokoh agama masing-masing agama. masyarakat pluralistik merupakan pengalaman paling dini dari historisitas keberagamaan Islam era ke-Nabian. 10 .C. Sebagai upaya meminimalisasi dampak dan implikasi negatif dari sifat truth claim para pemeluk agama. Di tengah pluralitas agama. yaitu: (1) sikap eksklusif. (2) sikap toleran (3) sikap inklusif. tidak saja dituntut untuk membuka diri belajar dan menghormati mitra dialognya. yaitu komitmen yang kokoh dan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap agama masing-masing. Pencarian titik temu lewat perjumpaan dan dialog yang konstruktif berkesinambungan merupakan tugas kemanusiaan yang perennial. Majusi. kaum pluralis harus bersyaratkan satu hal. Lebih dari itu kaum pluralis tidak saja meyakini adanya kemajemukan (dalam agama) melainkan terlibat aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. Budha. Keadaan demikian sudah sewajarnya lantaran secara kronologis Islam memang muncul setelah berkembangnya agama Hindu. dan (4) sikap pluralis. Dalam perkembangannya istilah ini kemudian digunakan untuk menunjukkan suatu paham religiusitas yang struktur fundamentalnya mengacu pada pengertian tentang keragaman agama-agama. dan dari keragaman tersebut masing-masing mengandung kebenaran dan secara substansial dapat memberikan manfaat serta keselamatan bagi penganutnya.

Pandangan ini merupakan pandangan umum yang diperpegangi oleh umat beragama. Bila eksklusif mengandaikan ketertutupan dalam melihat dan memandang idiologi yang berbeda. bahwa hanya agamanyalah satu-satunya kebenaran. eksklusif dapat dibedakan menjadi dua kategori. Sikap hidup beragama lainnya yang muncul dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia adalah sikap toleran atau toleransi beragama. Sebagai suatu sikap di dalam kehidupan beragama. yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat dan memiliki kecenderungan untuk melihat kelompoknya sebagai satu-satunya kelompok yang ada. Adapun kelanjutan eksklusif absolut. inklusif tidak saja mengejawantah dalam rumusan teoritis tetapi juga dalam 11 .Sikap eksklusif adalah suatu sikap atau paham yang dianut dan dihayati oleh kelompok sosial yang mengandung makna “terpisah dari yang lain khusus dan tidak mencakup” Ketika menjadi suatu paham disebut ekslusivisme. Pandangan eksklusif relatif berangkat dari kerangka konseptual yang berdiri di atas landasan berfikir. yaitu eksklusif relatif. Jika eksklusif mengandaikan ketertutupan serta memandang agama orang lain adalah salah dan pada kondisi tertentu memungkinkan untuk diperangi atau dimusnahkan. Penganut agama lain kadang dianggap sebagai agama yang harus diperangi dan dimusnahkan dari muka bumi. Sikap toleran berada satu tingkat di atas sikap eksklusif. termasuk di dalamnya umat Islam. Komunitas agama yang eksklusif memandang. Sebagai pandangan yang “tertutup”. Inklusif adalah suatu pandangan yang terbuka dalam menyikapi suatu kenyataan di luar lingkungannya dan memandangnya sebagai suatu kenyataan yang harus diakui dan diperhitungkan keberadaannya. diberi perhatian bukan untuk mereduksinya tetapi untuk menghargai dan memberi apresiasi yang berimbang terhadap realitas tersebut. agama lain dengan sendirinya salah. maka inklusif adalah sikap yang sebaliknya. Sebagai anti tesis dari sikap eksklusif adalah sikap inklusif. sekaligus memandang agama dan kepercayaan orang lain adalah keliru atau tidak benar. bahwa hanya agamanya saja yang paling benar untuk semua orang. yaitu eksklusif absolut dan eksklusif relatif. Eksklusif absolut adalah pandangan yang mengacu pada suatu pemahaman. yang secara sederhana melihat kebenaran hanya terdapat dalam tradisi agama sendiri. bahwa berbagai sistem kepercayaan agama tidak dapat dibandingkan satu sama lain karena orang harus menjadi “orang dalam” untuk dapat mengerti kebenaran masing-masing agama. maka sikap toleran adalah sikap yang berdiri di atas pemahaman yang didasari oleh rasa saling hormat namun secara prinsip masih memegang keyakinan. paham ini muncul sebagai akibat dari tradisi keberagamaan yang terlalu menekankan eksklusif absolut.

Hubungan tersebut dapat terjalin dengan baik bila yang kedua (inklusif) menjadi perkembangan dari yang pertama (eksklusif). (4) pluralis realistik. (2) ekslusif relatif. Ninian Smart menyederhanakan menjadi lima kategori. Akan tetapi dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan akidah dan ibadah. agama-agama lain juga memiliki kebenaran sebagaimana kebenaran agama yang diyakini. Adapun sikap beragama berikutnya adalah pluralis. ia menghormati perbedaan dan tidak begitu saja mengambil alihnya. dan oleh sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. merupakan pandangan umum yang terdapat dalam banyak agama. (3) inksklusif hegemonistik. Pandangan tersebut berbeda dengan pandangan MUI dalam teks fatwanya yang disampaikan dalam Munas ke-7 di Jakarta pada tanggal 25-29 Juli 2005. Pada zaman modern sekarang terdapat beragam respon yang dikemukakan oleh penganut-penganut agama terhadap orang lain agama. Pandangan ini secara sederhana melihat 12 . melainkan sebagai dua sikap yang dapat saling berhubungan satu sama lain. Lebih lanjut MUI menyatakan bahwa dalam masalah akidah dan ibadah. dan (5) pluralis regulatif. bahwa agama yang dianut dan diyakini bukanlah satu-satunya kebenaran yang mesti diperuntukkan kepada semua orang. umat Islam wajib bersikap eksklusif. umat Islam bersikap inklusif dalam artian tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan. yang berpandangan bahwa selain kebenaran agama yang dianutnya. bahwa mereka yang berada di luar lingkungan agamanya juga memiliki aspek-aspek kebenaran yang penting dan baik untuk diperhatikan. (1) eksklusif absolut. dalam aspek-aspek tertentu tidak harus disikapi sebagai dua hal yang bertentangan atau berlawanan. menerima bahwa ada perbedaan tetapi pada saat yang sama. dalam artian haram mencampurkan antara akidah dan ibadah umat Islam dengan akidah dan ibadah pemeluk agama lain. Memang tidak semua kebenaran atau nilai-nilai yang ada dalam suatu agama dapat seluruhnya diserap oleh kelompok budaya lain karena terdapat kebenaran yang khas menjadi milik suatu agama dan budaya.tindakan. Kategori pertama yaitu eksklusif absolut. Inklusif memandang. Sebagai suatu realitas. tetapi juga memandang. eksklusif dan inklusif. Dalam fatwa tersebut pluralisme agama diartikan sebagai paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Ketika sampai batas ini manusia mengembangkan sikap paralelis. Bahkan kebenaran agama lain dapat memperkaya kehidupan rohani bagi yang tidak memeluk agama tersebut.

Smart memasukkan sikap Islam ke dalam kategori inklusif hegemonistik karena di dalam agama ini terdapat pengakuan terhadap agama Kristen dan Yahudi sebagai agama wahyu dan dalam hukum Islam kelompok non muslim diberi suatu otonomi parsial di dalam keseluruhan sistem Islam. Kategori kedua. Kategori ketiga. merupakan pandangan bahwa sementara berbagai agama memiliki nilai-nilai dan kepercayaan masing-masing. Kategori keempat. bahkan jika setiap tradisi agama menekankan pada posisi eksklusif absolut akhirnya akan jatuh pada ekslusif relatif. Menurutnya suatu kebenaran mempunyai level-level di mana pada level yang lebih tinggi Yang Maha Mutlak tidak bisa diekspresikan pada level lebih rendah. adalah bahwa setiap orang dapat membuat klaim kebenaran semacam ini sehingga dapat berimplikasi bagi lahirnya benih-benih konflik. Smart yang berangkat dari teori Copernicus. Kategori kelima. yang betapapun merupakan suatu noumena terhadap mana agama-agama empiris dapat dikatakan sebagai fenomenanya. Lebih lanjut Smart menyatakan bahwa posisi dan cara pandang ini sangat riskan untuk dipertahankan sebab dapat merusak kebenaran itu sendiri. Dia muncul dalam sebutan God. menyatakan bahwa agama seperti planet-planet yang mengorbit di sekitar Yang Maha Nyata. eksklusif relatif berpandangan bahwa berbagai sistem kepercayaan agama tidak dapat dibandingkan satu sama lain karena orang harus menjadi orang dalam untuk dapat mengerti kebenaran masing-masing agama. Kesulitannya menurut Smart. namun menyatakan prioritas pada agamanya sendiri. Pandangan ini banyak ditonjolkan dalam berbagai dialog antarumat beragama. mereka mengalami suatu evolusi historis dan perkembangan ke arah suatu kebenaran bersama. Wawasan ini agaknya sangat rigid untuk dijadikan sandaran dalam upaya menciptakan harmoni sosial untuk tidak menyatakan berbahaya. tiap-tiap agama memiliki pandangan tersendiri mengenai hakikat Tuhan. Allah dan seterusnya. Gagasan ini mulanya dilontarkan oleh Swami Vivikenada pada Parlemen Agama-agama Dunia di Chicago tahun 1893. Sebagaimana Vivikenada. inklusif hegemonistik mencoba melihat ada kebenaran yang terdapat dalam agama lain.kebenaran sebagai hanya terdapat dalam tradisi agama sendiri sedangkan agama lain dipandang sebagai sesuatu yang keliru. pluralis regulatif. yaitu pandangan yang menyebutkan bahwa setiap agama merupakan jalan hidup yang berbeda-beda atau merupakan berbagai versi dari satu sumber kebenaran yang sama yaitu Tuhan. hanya saja kebenaran bersama tersebut belum lagi 13 . disebut dengan pluralis realistik. Karenanya setiap keyakinan agama tidak pernah mempunyai akses terhadap kebenaran agama lain.

Menurutnya agama adalah bersifaf pribadi dan bersifat universal juga. Pandangan ini tampak jelas dalam berbagai dialog antar agama yang tidak menentukan bagaimana hasil akhir dari dialog tersebut. Dengan jalan ini orang makin mengenal agamanya sendiri dan akan melihat bahwa inti yang baik dari agamanya itu terdapat juga dalam agama-agama lain. Pemikiran ini tidak dapat diterima karena agama di sini menjadi produk pemikiran manusia. A. yaitu berbagai aliran dan gejala-gejala yang mencoba mencampurkan segala agama menjadi satu dan menyatakan bahwa semua agama pada hakekatnya adalah sama. terlihat pada ajaran kejawen. Berbeda dengan gagasan di atas. akan timbul intoleransi karena orang akan berusaha dengan segala cara untuk menarik orang lain ke dalam agamanya. yaitu dengan jalan reconception. Gagasan ini pertama kali diluncurkan oleh WE. Hocking dalam Living Religion and a World Faith. Dengan dimasukkannya unsur-unsur agama lain ke dalam agama sendiri maka segalanya akan berkembang ke arah satu persatuan dan akan tercapai suatu consociation suatu koeksistensi religius. Agama yang hidup dan berbeda dengannya harus diganti dengan yang ia peluk dan dengan itu ia menduga bahwa kerukunan hidup beragama baru dapat tercipta. jalan penggantian. Kedua. Di sini agama besar bagaikan sungaisungai mengalir menjadi satu. 14 . Mukti Ali dalam merespon pluralitas beragama mengajukan lima konsep. padahal agama adalah wahyu yang memberi petunjuk kepada akal manusia bukan sebaliknya. Pandangan ini tidak dapat diterima karena menyamakan Khalik dengan makhluk. Menurut Ali. dari segi teologi dasar sinkretisme ialah pandangan yang tidak melihat adanya garis batas antar Khalik dan makhluk-Nya. Pendapat ini pun tidak dapat diterima dalam masyarakat yang majemuk. Dengan jalan ini orang menduga bahwa kehidupan pemeluk agama akan menjadi rukun.terdefinisikan. artinya menyelami dan meninjau kembali agama sendiri dalam konfrontasinya dengan agama lain. dengan jalan sintesis. Ketiga. Di Indonesia paham ini juga hidup subur. Pemikiran ini juga tidak dapat diterima karena agama punya latar belakang sejarah sendiri-sendiri yang tidak bisa disintesiskan. Keempat. ialah mengakui bahwa agamanya sendiri yang benar sedang agama lain salah dan berusaha agar orang lain masuk ke dalam agamanya. yaitu menciptakan suatu agama baru yang elemen-elemennya diambil dari berbagai agama supaya tiap-tiap pemeluk agama merasa bahwa sebagian dari ajaran agamanya telah terambil dalam agama sintesis itu. yaitu: Pertama semua agama adalah sama dan disebut sebagai sinkretisme.

Kedua. cinta kasih. Dalam rangka memelihara harmoni sosial. menghormati perbedaan pendapat. transformasi sosial. rukun/selaras. jalan agree in disagreement (setuju dalam perbedaan). Harmoni sosial dimaksud adalah suatu konsep keharmonisan hubungan yang dinamis dari tiga aspek. yaitu kondisi antara kelompok berbeda yang dinamis. yaitu upaya mendapatkan data yang sesungguhnya mengenai kondisi obyektif masyarakat sebagai obyek dakwah. Keempat. dan sikap-sikap kemanusiaan yang mulia lainnya. tolong menolong. atau agamanya sendiri. dan ahlak. Berdasarkan pengertian itulah akan menimbulkan sikap saling menghargai antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama lainnya dan berusaha agar tindak laku lahirnya sesuai dengan ucapan batinnya yang merupakan dorongan agama yang ia peluk.Kelima. yaitu mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan. evaluating. Seseorang percaya bahwa agama yang ia peluk itulah agama yang paling baik dan benar di antara yang lainnya. Cara dimaksud memiliki empat unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. monopoli dan bentuk-bentuk kejahatan kemanusiaan lainnya. Pertama. budaya. menentukan sebab-sebab penyimpangan dan mengambil tindakan korektif. toleransi. dan keharmonisan hubungan tersebut dapat terjadi tidak harus dengan melebur identitas etnik. mengapresiasi humaniora dan pembentukan kesadaran pada obyek dakwah (masyarakat mad’u) agar tercipta suasana harmoni sosial. Dalam dakwah yang demikian ditanamkan sikap dan kesadaran dewasa dalam menghadapi perbedaan agama dan perilaku keagamaan. Ketiga. yaitu masalah akidah. Paradigma dakwah ditekankan pada aspek emansipatoris. 15 . Strategi dakwah tersebut seyogyanya dilakukan oleh tokoh agama dalam rangka memelihara harmoni sosial. Pesan atau materi dakwah yang demikian tentu saja dapat mengacu pada tiga aspek pokok ajaran Islam. fact finding. planning (perencanaan) sekaligus merumuskan tujuan yang hendak dicapai dengan menentukan tahapan-tahapan skala prioritas. dan saling menguntungkan/seimbang. actuating (melaksanakan kegiatan dakwah baik berupa bi alkitâbah. syariat/ibadah. kebajikan. tenggang rasa. maka pesan dakwah ditekankan pada nilai-nilai moral seperti kasih sayang. bi al-lisân. Selanjutnya mengenai konsep strategi dakwah dalam tulisan ini adalah upaya-upaya (cara) untuk mencapai goal atau apa yang menjadi tujuan dakwah itu sendiri. status quo. Antarumat beragama bersatu menentang ketidakadilan. maupun bi al-hâl). yaitu mengukur seberapa besar keberhasilan dakwah serta controling. selain terdapat perbedaan juga terdapat persamaan.

suku. telah mengatur bagaimana kita berinteraksi dengan umat lainnya.BAB III PENUTUP  KESIMPULAN Dari masalah yang ada dalam makalah ini.  SARAN Diharapkan dengan makalah sederhana yang saya buat ini. sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep kemajemukan atau keberagaman. Semua itu sudah di atur dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Amin Ya Rabb. dan lain-lain di kehidupan sehari-hari terutama tentang “ISLAM & MASYARAKAT PLURAL”. apalagi di dalam Masyarakat Plural yang begitu beraneka ragam kepercayaannya. Kemudian setelah kita semua dapat memahaminya semoga saja kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dimana jika kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwa pluralisme itu merupakan suatu kondisi masyarakat yang majemuk. Islam sebagai agama yang turun dari Allah SWT. pengetahuan yang dimiliki oleh penulis dan para pembaca dapat bertambah luas dalam memandang perbedaan dan keanekaragaman agama. Sebenarnya berbicara tentang konsep pluralisme.bangsa. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. 16 . Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi.

com/2012/04/indonesia-adalahmasyarakat-majemuk. Prinsip Kepemimpinan Terhadap Masyarakat Plural Dalam Pandangan Islam.wordpress.com Membangun Masyarakat Plural. Rasulullah Juga http://www. Qodir. 2012.id/ Anonim. 1984. http://setabasri01.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Sistem Sosial Indonesia. Indonesia Adalah Masyarakat Majemuk. 2003. Basri. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Nasikun. Eksklusivitas Islam http://anditoaja. Zuly. 2001. Jakarta : PT Grafiti Pers Andi.com dan Masyarakat Majemuk. 2008. 2012.itb.blogspot. http://digilib.ac. Seta. Islam Liberal : Paradigma Baru Wacana dan Aksi Islam Indonesia.html 17 .tribunnews.