You are on page 1of 2

Bioteknologi 3. Bioteknologi Modern.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien. Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi, dan sebagainya. Dengan adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. Beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai berikut. a. Rekayasa genetika Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencangkokan gen atau rekombinasi DNA. Bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern dibedakan berdasarkan teknologi yang digunakannya. Perkembangan bioteknologi dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional berupa fermentasi mikroba dengan teknik fermentasi non steril untuk produksi berbagai jenis makanan, contohnya tempe, tape, dan kecap. Biodekomposer dimanfaatkan untuk mendekomposisi limbah dan kotoran, biofertiliser (pupuk hayati) menggunakan mikroba telah dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Kontrol Biologi berupa penggunaan pestisida hayati seperti bakteri, fungi atau predator serangga untuk melindungi tanaman dari hama. Teknologi kultur jaringan memainkan peran penting untuk perbanyakan secara cepat. Teknologi fusi sel (hibridoma) digunakan dalam produksi antibodi monoklonal. Penemuan enzim restriksi memberi jalan berkembangnya teknologi DNA rekombinan. Teknologi DNA rekombinan (rekayasa genetika) pada awalnya dilakukan pada mikroba, kemudian berkembang pada rekayasa genetika tanaman dan hewan. Rekayasa genetika telah membuka jalan lahirnya bioteknologi modern. Rekayasa genetika adalah memodifikasi gen-gen spesifik untuk tujuan tertentu dan memindahkannya diantara organisme yang berbeda seperti bakteri, tumbuhan dan hewan. Dengan rekayasa genetika para ahli menyisipkan gen dengan sifat yang diinginkan ke dalam molekul DNA sehingga dihasilkan DNA rekombinan. DNA hasil rekayasa tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam sel sehingga dapat mengekspresikan gennya, untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi

untuk menghasilkan barang dan jasa. kimia. mikrobiologi. yaitu: 1. 4. Membentuk produk organisme transgenik. seperti biokimia. Mentrasfer gen tersebut ke organisme baru. biologi molekular. Melalui proses mutagenesis . matematika.[1] Dengan kata lain. Secara umum. 2. bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. komputer.[1] Dewasa ini. Prosedur rekayasa genetika secara umum meliputi[2]: 1. Rekayasa genetika Rekayasa genetika adalah prosedur dasar dalam menghasilkan suatu produk bioteknologi. Melalui proses introduksi gen 2. dan lain sebagainya. Memodifikasi gen sehingga fungsi biologisnya lebih baik. perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata. 3. tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain. genetika. rekayasa genetika melakukan modifikasi pada mahluk hidup melalui transfer gen dari suatu organisme ke organisme lain. Prosedur pembentukan organisme transgenic ada dua. Isolasi gen.