You are on page 1of 6

BAB I PENDAHULUAN

I. 1. Latar Belakang Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort) untuk melakukan aktivitas secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktifitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang aktifitas sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan aktifitas itu. Bila dalam suatu ruangan yang panas dan pengap, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktifitasnya secara baik, dan ia merasa tidak kerasan. Tubuh manusia seolah mesin panas yang terus-menerus menghasilkan panas. Kenyamanan termal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan ini. Dalam keadaan-keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya. Namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus-menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat, kita berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan. Jika laju kehilangan panas terlalu cepat, kita mulai menggigil. Hal ini menyebabkan meningkatnya pembangkitan panas guna mengimbangi kehilangan panas. Kenyamanan manusia dalam bangunan dapat dirasakan secara fisik maupun non fisik. Kenyamanan fisik didasarkan pada kebutuhan standar, sedangkan non fisik pada persepsi manusia. Pembahasan dititik beratkan pada kenyamanan fisik pengudaraan, pencahayaan, dan bunyi/ kebisingan.

1

pengolahan suhu hanya merupakan salah satu dari pengolahan pada udara sebelum disampaikan kepada para penghuni. Temperatur/ suhu b. Penyesuaian atmosfir mengatur kebersihan dan mengendalikan bau-bau. b. Udara bersih dan melindungi peralatan.2 Kenyamanan pengudaraan ruang ditentukan 3 faktor yaitu: a. ventilasi. Temperatur dan kelembaban (RH) udara konstan. Aliran udara Adapun standar kenyamanan untuk setiap ruang ditentukan oleh macam kegiatan yang dilakukan dalam ruang dan iklim setempat. Adapun manfaat lebih dalam penggunaan AC antara lain: a. maka digunakan Penghawaan Buatan (Air Conditioning). AC (pengkondisian udara buatan) sangat penting. yang dicapai dengan mengolah dan mendistribusikan udara yang disejukan ke seluruh bangunan. Tujuan dari sistem pengendalian penghawaan ini adalah memberikan kondisi-kondisi suhu dan suasana yang nyaman. Sebenarnya. kelembaban. Kecepatan udara dapat diatur. . maka untuk menunjang kenyamanan. Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut. Penyesuaian termal mengatur suhu. Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan. tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar. file dan lainnya dari debu d. Salah satu jaringan distribusi penting dalam sebuah bangunan ialah sistem pengadaan udara yaitu sistem pemanasan/pendinginan. Untuk daerah tropis dengan ciri-ciri temperatur. dan aliran udara yang tinggi. c. dan distribusi udara. Kelembaban c. dan air conditioning (AC). kelembaban. arsip. Memberikan kenyamanan sehingga meningkatkan kemampuan kerja dalam ruang.

Sistem VAV melakukan pengaturan volume udara yang disuplai ke setiap ruang secara otomatis. Untuk mengatasi penghematan energy.3 Berbeda dengan jaringan-jaringan distribusi yang berlangsung di seluruh bangunan. Sumber pemborosan energi pada sistem CAV disebabkan oleh tiga hal: a. Sangat rendahnya set temperatur udara dingin untuk seluruh ruangan. Meskipun demikian pemahaman dan pengetahuan tentang implikasiimplikasi sistem AC untuk arsitektur sangat penting artinya untuk diperhatikan. Selain itu sistem ini pada dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam penggunaannya dipandang dari sisi penghematan energi. Sistem ini merupakan perbaikan dari constant air volume (CAV) yang banyak digunakan sebelum dunia dilanda krisis energi pada tahun 1973 (Stein. b. c. sistem refrigerasi diperbaiki dan dimodifikasi sehingga ditemukannya salah satu sistem untuk menghemat energy. Untuk menyediakan kebutuhan pendinginan yang maksimal. temperatur udara diset sangat rendah. Energi yang diperlukan untuk memanaskan ulang udara yang memasuki ruangan. sistem AC dan bagian-bagian komponennya menghendaki jumlah ruang yang cukup. yaitu sistem Variable Air Volume (VAV). Sistem CAV menggunakan saluran udara (duct) tunggal untuk mengalirkan udara dingin ke seluruh ruangan. Energi yang diperlukan oleh fan elektrik dan efeknya terhadap udara dingin (fan elektrik memberikan beban panas pada udara dingin). Sebuah kotak pengontrol yang bekerja berdasarkan informasi temperatur ruangan (thermostatically-control box) mengatur volume udara yang masuk ke dalam ruangan disesuaikan dengan . 1997). Volume udara yang masuk ke setiap ruang disesuaikan dengan besarnya beban pendinginan (cooling load) yang ada di masing-masing ruangan. selanjutnya di setiap ruangan disediakan sistem pemanasulang (reheater) guna mengatur temperatur udara sesuai dengan kebutuhan.

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas. I. Batasan Masalah Adapun batasan masalah yang diambil dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : a. 2. 3. Kampus National Institute of Education Singapura baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari ASHRAE (American Society of Heating. sistem VAV mengalirkan udara pendingin sesuai dengan kebutuhan ruangan. . and Air Conditioning Engineers) berkenaan dengan penghematan energi pada kampus tersebut yang salah satunya merupakan hasil penerapan sistem VAV (ASHRAE. b. I. Bagaimana mendesain sistem ducting c. Perancangan sistem pengkondisian udara pada tugas akhir ini diaplikasikan pada kapal pengawas tipe 42 baja Departemen Kelautan dan Perikanan. Pada tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem pengkondisian udara yang hemat energi dengan menggunakan sistem Variable Air Volume (VAV).4 kebutuhan. Tidak merancang sistem pengkondisian udara pada kamar mesin kapal ini. Bagaimana menentukan beban pendingin pada kapal b. maka yang menjadi permasalahan pada tugas akhir kali ini adalah : a. berbeda dengan sistem CAV yang mensuplai pendinginan maksimal dan seragam untuk kemudian dipanaskan ulang di sebagian ruangan. Refrigeration. 2006). Tidak merancang sistem control untuk sistem Variable Air Volume (VAV). Bagaimana melakukan pemilihan peralatan yang cocok untuk perancangan tugas akhir ini. Bagaiman merancang sistem Variable Air Volume (VAV) pada kapal. d. Dengan demikian.

d. b. Referensi teknis untuk keperluan akademik. c. 4. Mengetahui bahwa sistem Variable Air Volume (VAV) ini sangat hemat energi dan cocok untuk dijadikan sistem pengkondisian udara dikapal. . Mampu mendesain sistem ducting.5 I. Mampu merancang sistem Variable Air Volume (VAV) pada kapal. 5. Mampu melakukan pemilihan peralatan yang cocok untuk perancangan tugas akhir ini. Mengetahui perhitungan beban pendinginan pada kapal. Referensi teknis untuk keperluan penelitian atau pengembangan sistem pendinginan pada kapal. penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk : a. Tujuan Berdasarkan permasalahan diatas. I. c. Manfaat Manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah : a. b.

6 “…Halaman ini sengaja dikosongkan…” .