You are on page 1of 13

LAPORAN ANALISA OBAT II

EVALUASI SEDIAAN SUSPENSI ANTASIDA

Disusun oleh: ALVIAN 1043050011

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945

JAKARTA 2013

Judul Percobaan III. dan tidak termasuk kelompok suspensi yang lebih spesifik.I. sedangkan yang lain berupa campuran padat yang harus dikonstitusikan terlebih dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum digunakan. Nama II. suspensi topikal. dan bila digojog perlahan-lahan. Satuan dasar yang digunakan adalah poise ( 1 poise = 100 sentipoise) (Menurut FI ed IV hlm 1037) Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut. tidak boleh cepat mengendap. Sediaan yang digolongkan sebagai suspensi adalah sediaan seperti tersebut diatas. Suspensi dalam pembawa yang mengandung air terkadang menggunakan istilah susu yang ditujukan untuk pemakaian oral. Tanggal Percobaan IV. Tujuan - : Alvian : Evaluasi Sediaan suspensi antasida : Selasa. seperti suspensi oral. dan lain-lain. Suspensi juga dapat dikatakan sebagai sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Zat yang terdispersi harus halus. Istilah Magma sering digunakan untuk menyatakan suspensi zat padat anorganik dalam air seperti lumpur. Dapat ditambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah digojog dan dituang. Kekentalan didefenisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan ditentukan kekentalannya. dimana makin tinggi kekentalan maka makin besar hambatannya. endapan harus segera terdispersi kembali. Beberapa suspensi dapat langsung digunakan. Teori : Kekentalan adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. 26 November 2013 : Untuk menetapkan kadar dan uji stabilitas pada sediaan suspensi antasida V. seperti Susu Magnesia. jika zat padatnya mempunyai kecenderungan terhidrasi dan teragregasi kuat yang menghasilkan konsistensi seperti gel dan sifat reologi . terdispersi dalam cairan pembawa.

Sesuai sifatnya. Beberapa suspensi dibuat sediaan mata dan telinga. Suspensi Optalmik Suspensi optalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung partikelpertikel yang terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata seperti yang tertera pada suspensi. Suspensi Topikal Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Pengendapan seperti ini dapat mempermudah pengerasan dan pemadatan sehingga sulit terdispersi kembali. dan jamur seperti yang tertera pada emulsa dengan beberapa pertimbangan penggunaan pengawet antimikroba juga berlaku untuk suspensi. polimer atau gula. dapat ditambahkan zat yang sesuai untuk meningkatkan kekentalan dan bentuk gel suspensi seperti tanah liat. Obat dalam suspensi harus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi dan atau goresan pada kornea. walaupun dengan pengocokan untuk mengatasi masalah tersebut. poliol.tiksotropik seperti Magma Bentonit. yaitu suspensi yang siap digunakan atau yang dikonstitusikan dengan sejumlah air untuk injeksi atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. surfaktan. Pembagian Suspensi adalah sebagai berikut: Suspensi Oral Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk penggunaan oral beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai susu atau magma termasuk dalam katagori ini. partikel yang terdapat dalam suspensi dapat mengendap pada dasar wadah bila didiamkan. Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara intravena dan intratekal. Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan dengan cara tertentu harus mengandung zat antimikroba yang sesuai untuk melindungi kontaminasi bakteri. ragi. . Istilah Lotio banyak digunakan untuk golongan suspensi topikal dan emulsi untuk pemakaian pada kulit seperti Lotio Kalamin. Suspensi Tetes Telinga Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel-partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai “Lotio” termasuk dalam kategori ini. Suspensi dapat dibagi dalam 2 jenis.

. Ukuran Partikel Semakin kecil ukuran partikel maka semakin luas penampangnya. Sedimentasi lambat dimana masing-masing partikel mengenap terpisah dan ukurannya minimal sehingga sedimen akan membentuk cake (agregat) yang sukar terdispersi kembali. makin besar ukuran partikel maka makin kecil luas penampangnya. Hal yang sangat penting adalah bahwa suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa. Suspensi harus disimpan dalam keadaan atau wadah tertutup rapat. sehingga daya tekan ke atas semakin besar dan memperlambat gerakan partikel untuk mengendap. 2. Deflokulasi Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain. 5.Suspensi obat mata tidak boleh digunakan bila terjadi massa yang mengeras atau penggumpalan. Pada pembuatan suspensi dikenal 2 macam system yaitu sistem deflokulasi dan flokulasi. Kekentalan (viskositas) Dengan menambahkan kekentalan (viskositas) cairan. sehingga suspensi tetap stabil. Sifat-sifat relatif dari partikel deflokulasi dan flokulasi dalam suspensi adalah sebagai berikut: 4. Jumlah partikel (konsentrasi) Semakin besar konsentrasi partikel. Flokulasi Partikel merupakan agregat bebas dimana sedimentasi terjadi cepat sehingga partikel mengenap sebagai flok yaitu kumpulan partikel dan membentuk cake yang mudah terdispersi kembali seperti semula. 3. maka semakin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu cepat. Sebaliknya. hingga menjamin keseragaman dan dosis yang tepat. gerakan turun partikel yang dikandungnya akan diperlambat (laju pengendapan diperlambat). Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi: 1. sehingga daya tekan ke atas semakin kecil dan mempercepat gerakan partikel untuk mengendap.

Suspensi kemungkinan memerlukan pengental untuk mengurangi kecepatan pengendapan dari partikel. Monografi i. Suspensi Antasida dimaksudkan untuk menetralkan efek dari kelebihan asam lambung dan hal seperti ini digunakan oleh seseorang. B. seperti pasien tukak lambung. Berat Molekul Rumus Molekul Pemerian Kelarutan : 58. : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol. 4. Magnesii Hydroxidum [FI IV halaman 513] Magnesium Hidroksida [1309-42-8] Mg (OH)2 BM 58. dan bebas dari gritty texture (berpasir). Suspensi harus tetap homogen sampai batas waktu tertentu minimal antara waktu pengocokan dalam wadah sampai dituang untuk sejumlah dosis yang diperlukan. 3.5% Mg (OH)2. Endapan yang terbentuk pada saat penyimpanan harus mudah diredispersi dengan pengocokan yang tidak terlalu kuat. ii. larut dalam asam encer. Monografi Aluminium Hidroksida (Al(OH)3) [FI IV hal. 2. aseptabel. Viskositas tidak boleh terlalu tinggi sehingga sulit dipindahkan dari wadah ke alat takar (sendok dll). yang harus mengurangi derajat keasaman dalam lambung.32 Magnesium hidroksida yang telah dikeringkan pada suhu 105o selama 2 jam mengandung tidak kurang dari 95. Kebanyakan preparat antasida disusun dari bahan-bahan yang tidak larut dalam air yang bekerja di dalam membatasi saluran cerna dengan menetralkan asam dan atau meredakan iritasi atau peradangan pada batas dinding saluran cerna. Karakteristik suspensi yang baik adalah sebagai berikut: 1.0% dan tidak lebih dari 100. 82] Aluminium Hidroxydi Gel Gel Aluminium Hidroksida . ruah.32 : Mg (OH)2 : Serbuk putih.Suspensi yang baik memiliki beberapa karakteristik. Partikel yang tersuspensi harus kecil dan uniform untuk mendapatkan sediaan yang halus.

6. Bobot Molekul Romus Molekul Pemerian : 78. Ikatan yang terbentuk antara atom logam pusat dengan ligan seringkali bersifat kovalen. Ikatan Kompleks Biasa Pada tipe ikatan ini. Ikatan Kompleks Chelat (kelat) Merupakan ikatan yang berbentuk cincin. .00 : Al(OH)3 : Suspensi kental. pH antara 5.0. Ion pusat berikatan dengan molekul yang mempunyai dua atau lebih donor pasangan elektron sunyi. C. Sebagai contoh adalah ikatan ion logam dengan EDTA. dari jumlah yang tertera pada etiket. Reaksi pembentukan kompleks dapat dianggap sebagai suatu reaksi asam basa Lewis dengan ligan bertindak sebagai basa. yang merupakan asamnya. putih. lakukan penetapan secara potensiometrik. jika dibiarkan akan terjadi sedikit cairan jernih yang memisah. Ikatan kompleks yang terbentuk antara ion logam dengan suatu kompleksing agent juga dapat dibedakan menjadi 2 macam.Aluminium Hidroksida [21645-51-2] Al(OH)3 amorf.00 Gel Aluminium Hidroksida adalah suspensi dari aluminium hidroksida bentuk dengan karbonat. Sebagai zat pembentuk kompleks yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah garam dinatrium etilendiamina tetraasetat (dinatrium EDTA). sebagian hidroksida tersubstitusi BM 78.5 dan 8. ion pusat berikatan dengan molekul yang hanya mempunyai satu donor pasangan elektron sunyi. karena menyumbangkan sepasang elektronnya kepada kation. Metode Titrasi Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks.0% Al(OH)3. yaitu : 5. Gugus yang terikat pada atom pusat disebut ligan. Mengandung aluminium hidroksida setara dengan tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110. namun dalam beberapa kasus antaraksi tersebut berupa tarik menarik Coulomb.

dan rasa dari sediaan suspensi. 2. registrasi. bau. Pengujian 1. Uji Etiket Melihat berat bersih. ZnSO4.10 hingga ruang C . kemudian ditimbang. Kemudian dicatat volume yang didapat dan dibandingkan dengan yang ada di etiket. Uji Bobot Jenis Bobot jenis dihitung dengan menggunakan piknometer yang bersih. Lalu piknometer yang telah kering dan bersih diisi dengan sediaan suspensi. Indikator Kalkon II. 3. Uji pH Dilakukan dengan menggunakan kertas pH indikator universal. 6. ED. Prosedur Kerja A. batch. Indikator EBT. dan pipet volume Bahan: Antasida DOEN. Beaker glass. warna.05M. Uji Volume Suspensi dimasukkan ke dalam gelas ukur. komposisi. 4. Indikasi. Buret. Plastik. KD. Uji Viskositas (kekentalan) Memasukkan cairan melalui tabung V hingga permukaan cairan terletak antara tanda X dan Y dari ruang A. kertas pH.7H2O. Spatel. kering dan telah dikalibrasi kemudian menimbang bobot piknometer kosong dan bobot air + piknometer pada suhu 250.I. Gelas ukur. Pipet tetes. no. Kemudian viskometer diletakkan dalam tangas bersuhu seperti yang tertera pada masing-masing monografi ± 0. logo produksi yang tertera pada etiket. Klem. label. NA2EDTA 0. no. Uji organoleptik Meliputi bentuk. Alat dan Bahan   Alat: Erlenmeyer. Karet. Statip. dosis. Berat jenis suspensi dihitung Rumus : BJ = ( ( ) ( ) ( ) ) 5.

698 mg Al 2) Magnesium Hidroksida FI edisi IV hal.tair . didinginkan dan ditambahkan 50 ml Etanol mutlak P dan 3 ml larutan Ditizon P 0.tcairan . 973 ) .ηair .tercelup semuanya.05 M ( FI edisi IV hal. Kemudian dititrasi dengan Na2EDTA 0.dair . Penetapan Kadar 1) Penetapan kadar Alumunium [FI IV halaman 972] Ke dalam 20 ml larutan uji ditambahkan 25 ml Dinatrium Edetat 0.025% dalam Etanol mutlak P yang dibuat segar. Kemudian kelebihan Dinatrium Edetat dititrasi dengan Zink Sulfat 0. 836 ) 300 mg ZnSO4. Kemudian dipanaskan hingga mendidih sampai 2 menit. Pada saat cairan pada dasar kapiler mulai mengalir turun.7H2O C.1 M LV hingga warna berubah dari biru kehijauan menjadi ungu kemerahan. didiamkan selama 20 menit. kemudian tabung Z dibuka dan dengan segera tabung W ditutup.7H2O ditimbang seksama. cairan diisap dari ujung tabung W hingga permukaan terletak di tengah-tengah ruang C. Pembakuan Larutan Baku sekunder Pembakuan Na2EDTA 0.05 M hingga warna biru tua. 1 ml Na2EDTA ~ 14. lalu dilarutkan dalam 100 ml air.dcairan : kekentalan air pada suhu penetapan : waktu alir dalam detik : waktu alir cairan dalam detik : bobot per ml air dalam g / ml : bobot per ml cairan dalam g / ml B.1 M LV dan 10 ml campuran volume sama Ammonium Asetat 2 N dan Asam Asetat 2 N.1 M 2.1 ml EBT.377 mg ZnSO4. Rumus Keterangan : ηcairan = ηair : . tabung W dibuka dan dicatat waktu t dalam detik selama permukaan cairan bergerak dari tanda E sampai F. ditambahkan 5 ml larutan dapar Amonia-amonium klorida dan 0. 1 ml Dinatrium Edetat 0. Tabung Z ditutup.

lalu ditambahkan 570 ml amonium hidroksida P. Pembuatan Asam Kalkon Karboksilat Campur [FI III hal 649] 100 mg asam kalkon karboksilat P dicampurkan dengan 10 g natrium sulfat anhidrat P.05 M 5. Lalu ditambahkan 10 ml dapar amonia pH 10.1 M LV hingga warna berubah dari ungu menjadi biru.61 g C10H14N2Na2O8.916 mg Mg(OH)2 D.1 M 1 ml dinatrium edetat 0. Larutan Dapar Amonia-amonium klorida [FI IV hal 1143] 67. dan diencerkan dengan air hingga 1000 ml.01 g ditimbang NaOH dalam air hingga 1000 ml. Larutan Dinatrium Edetat 0. Pembuatan Reagen 1. 2. . Larutan HCl 2 N ( FI edisi III hal. Pembuatan EBT [Diktat Penuntun Praktikum KFA Periode 1978-1980] 1 bagian eriochrom dicampurkan dengan 100 bagian NaCl.832 mg Mg(OH)2 2.0 dan lebih kurang 50 mg hitam eriokrom campur P. 6.05 M [FI III hal 745] 18. 5. Kemudian larutan dipanaskan hingga suhu 400 dan dititrasi dengan dinatrium edetat 0. Larutan Natrium Hidroksida 1 N [FI III hal 748] 40. 649 ) 17 ml HCl (p) dilarutkan dalam 100 ml air. 1 ml dinatrium edetat 0.larutan uji diencerkan dengan air hingga 300 ml atau dengan melarutkan sejumlah zat uji dalam 5 ml sampai 10 ml air atau dalam sedikit asam klorida 2 N dan diencerkan dengan air hingga 50 ml.5 g amonium klorida P dilarutkan dalam air.2H2O dilarutkan dalam air hingga 1000 ml. 3. 4.

Keterangan Etiket Antasida Suspensi a.Indonesia : Rp.- f. tukak lambung. dan nyeri ulu hati. Kocok Dahulu g. Registrasi N0. Logo . Label Simpan di tempat sejuk (15-25) 0C dan kering.198. e. 5. Dosis Dewasa Anak-anak : 1-2 sendok takar (5-10 ml). nyeri lambung. Data A. Komposisi Tiap sendok takar (5 ml) suspensi mengandung: Aluminium Hidroksida Dried Gel 250 mg (setara dengan Aluminium Hidroksida 200 mg) Magnesium Hidroksida 200 mg c. Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur. 3-4 kali sehari. Batch Isi Bersih Expired Date Dibuat oleh HET : GBL 910510233 A1 : BN 2731614 : 60 ml suspensi : Juli . Registrasi No. dengan gejala-gejala seperti mual. d. Indikasi Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung. 3-4 kali sehari : ⁄ . tukak usus dua belas jari. Nama Sediaan : Suspensi ANTASIDA DOEN b.5-5 ml).VI.1 sendok takar (2.2016 : FERRON PAR Pharmaceutical Cikarang.

067 g : 41. Uji pH pH suspensi yang diukur adalah 9.700 g ) ( ) ( ) ) BJ = . Uji Viskositas Faktor Spindle : 61 Speed 1.5 x 40 = 2020 80 x 20 = 1600 96 x 10 = 960 1526.5 3 6 Reading Nilai faktor 50.Generik Obat Bebas Kontraindikasi. Uji Bobot Jenis Bobot piknometer kosong Bobot piknometer + air Bobot piknometer + Suspensi ( ( : 13.667 cP 5. 4. Evaluasi Uji Antasida Suspensi 1.836 g : 39. Interaksi Obat. 3.5 40 80 20 96 10 Nilai rata2 viskositas Viskositas 50. Peringatan dan Perhatian Lihat Brosur B. Efek Samping. Uji Volume Volume Suspensi yang diukur adalah 60 ml. Uji Organoleptis Warna Bentuk Bau Rasa : Putih susu : Cairan suspensi kental : Menthol : Mint manis 2.

3. 2.15 5.32 .0514 2) 6.25 6. Sampel (ml) 1. N = N = 0. (ml) 5.0511 x1 3) 6.35 .1 5. N = N = 0.= = 1.35 6.0514 x1 Normalitas Rata-rata = = 0.9 52.0514 N 2.35 . Penetapan Kadar Mg(OH)2 Pengenceran 5 ml sampel ditambah 100 mg aqua dalam labu 100 ml Kadar pengenceran = 5 ml/100 ml = 200 mg/100 ml = 2 mg/1ml No. 51. Penetapan Kadar 1.7 Vol.35 1) 6. N = x1 N = 0. Vol. 2.1041 g/ml C. (ml) 6.25 . 5 5 5 Vol. Massa (mg) 1.05 M dengan Zink Sulfat No. 3. Pembakuan Na2EDTA 0.4 52.1 BM Al(OH)3 BM Mg(OH)2 : 78 : 58.

05 Kadar Tunggal [Al(OH)3] = 40 mg/ml Kadar *( )–( )+ *( )–( )+ 1) Kadar = = 2.75 mg/ml *( )–( )+ 2) Kadar = = 2.78 mg/ml *( )–( )+ 3) Kadar = = 2. Perhitungan Kadar Evaluasi dengan Kadar Etiket % penyimpangan = x 100 % = 38 % .916 Perhitungan : x 0.76 mg/ml x 100 ml = 276 mg/ 5 ml 3.Kesetaran Mg(OH)2 = x konsentrasi = = 2.75 mg/ml Kadar Rata-rata Mg(OH)2 = = 2.