You are on page 1of 6

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Keberhasilan pembuatan makalah yang berjudul Tekt nik Pulau !umatera" ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada# $. %apak !uaidi &hadi, !T, MT selaku d sen pembimbing mata kuliah Tekt nik 'nd nesia. (. )ekan-rekan *e fisika (& dan (% yang telah memberikan dukungannya. +. !emua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Penulis berharap sem ga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pemba,a. !elain itu, penulis juga menyadari bah-a masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. .ntuk itu, kritik dan saran membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini. &khir kata penulis mengu,apkan terima kasih atas perhatian pemba,a.

Tangerang, /uli (0$$

Penulis

DAFTAR ISI
i

K&T& PEN*&NT&) 1&2T&) '!'

i ii

%&% ' '.$ '.( '.+ '.5 '.7 '.6

PEN1&3.4.&N *ambaran .mum K ndisi 3idr l gi /a-a %arat K ndisi *e m rf l gi /a-a %arat K ndisi *e grafi /a-a %arat !ejarah /a-a %arat !tratigrafi /a-a %arat

$ $ ( + 6

%&% '' ''.$ ''.( ''.+ ''.5 ''.7 ''.6

2'!'8*)&2' 1&N TEKT8N'K P.4&. !.M&T)& 2isi grafi /a-a %arat *e l gi )egi nal /a-a %arat !istem !esar /a-a %arat !istem !ubduksi /a-a %arat Pulau %usur !unda Peri de Tekt nik !umatra

9 9 : $0 (5 (6 (;

%&% ''' '''.$ '''.(

PEN.T.P Kesimpulan !aran

ii

%&% ' PEN1&3.4.&N

$.$ . *&M%&)&N .M.M *e l gi /a-a %arat merupakan salah satu daerah di 'nd nesia yang memiliki daya tarik tersendiri. &ktifitas ge l gi yang telah berlangsung selama berjuta-juta tahun di -ilayah ini menghasilkan berbagai jenis batuan mulai dari batuan sedimen, batuan beku <ekstrusif dan intrusif= dan batuan metam rfik dengan umur yang beragam. &kibat pr ses tekt nik yang terus berlangsung hingga saat ini, seluruh batuan tersebut telah mengalami pengangkatan, pelipatan dan pensesaran. 1ari sudut pandang ilmu kebumian, daerah /a-a %arat sangat menarik untuk dipelajari karena ge l gi daerah ini dik ntr l leh hasil aktifitas tumbukan dua lempeng yang berbeda jenis. 4empeng yang pertama berada di bagian utara berk mp sisi granitis yang selanjutnya dinamakan sebagai 4empeng %enua Eurasia, selanjutnya lempeng yang kedua berada di selatan berk mp sisi basaltis yang selanjutnya dinamakan sebagai 4empeng !amudra 3india-&ustralia. Kedua lempeng ini saling bertumbukan yang mengakibatkan 4empeng !amudra menunjam di ba-ah 4empeng %enua. > na tumbukan <subduction zone=, membentuk m rf l gi menyerupai lembah ,uram yang dinamakan sebagai palung laut <trench=. 1i dalam palung ini terakumulasi berbagai jenis batuan terdiri atas batuan sedimen laut dalam <Pelagic sediment=, batuan metam rfik <batuan ubahan= dan batuan beku berk mp sisi basa hingga ultra basa < ofiolit=. Per,ampuran berbagai jenis batuan di dalam palung ini dinamakan sebagai batuan ban,uh <batuan ,ampur aduk= atau dkenal sebagai batuan melange./ejak-jejak aktifitas tumbukan lempeng masa lampau <pale subduk= dapat dilihat di daerah ?iletuh, !ukabumi. 1i daerah ini tersingkap batuan melange Ciletuh" yang berumur Kapur dan merupakan salah satu batuan tertua di /a-a yang dapat diamati di permukaan. 1aerah lain di /a-a yang juga memiliki batuan sama adalah daerah Karangsambung di Kebumen, /a-a tengah dan Pegunungan /i- di %ayat, / gyakarta.

iii

Pola Sesar %erdasarkan hasil penafsiran f t udara dan ,itra indraja <,itra landsat= daerah /a-a %arat, diketahui adanya banyak kelurusan bentang alam yang diduga merupakan hasil pr ses pensesaran. /alur sesar tersebut umumnya berarah barat-timur, utara-selatan, timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara. !e,ara regi nal struktur sesar berarah timurlaut-baratdaya dikel mp kan sebagai P la Meratus, sesar berarah utara-selatan dikel mp kan sebagai P la !unda dan sesar berarah barat-timur dikel mp kan sebagai P la /a-a. !truktur sesar dengan arah barat-timur umumnya berjenis sesar naik, sedangkan struktur sesar dengan arah lainnya berupa sesar mendatar. !esar n rmal umum terjadi dengan arah ber@ariasi. 1ari sekian banyak struktur sesar yang berkembang di /a-a %arat, ada tiga struktur regi nal yang memegang peranan penting, yaitu !esar ?imandiri, !esar %aribis dan !esar 4embang. Ketiga sesar tersebut untuk pertamakalinya diperkenalkan leh @an %emmelen <$:5:= dan diduga ketiganya masih aktif hingga sekarang. !esar ?imandiri merupakan sesar paling tua <umur Kapur=, membentang mulai dari Teluk Pelabuhanratu menerus ke timur melalui 4embah ?imandiri, ?ipatat-)ajamandala, *unung Tanggubanprahu-%urangrang dan diduga menerus ke timur laut menuju !ubang. !e,ara keseluruhan, jalur sesar ini berarah timurlaut-baratdaya dengan jenis sesar mendatar hingga bliAue <miring=. 8leh Mart dj j dan Pulungg n <$:96=, sesar ini dikel mp kan sebagai P la Meratus. !esar %aribis yang letaknya di bagian utara /a-a merupakan sesar naik dengan arah relatif barat-timur, membentang mulai dari Pur-akarta hingga ke daerah %aribis di Kadipaten-Majalengka <%emmelen, $:5:=. %entangan jalur sesar %aribis dipandang berbeda leh peneliti lainnya. Mart dj j <$:95=, menafsirkan jalur sesar naik %aribis menerus ke arah tenggara melalui kelurusan 4embah !ungai ?itanduy, sedangkan leh !imandjuntak <$:96=, ditafsirkan menerus ke arah timur hingga menerus ke daerah Kendeng </a-a Timur=. Penulis terakhir ini menamakannya sebagai %aribis-Kendeng 2ault > ne". !e,ara tekt nik sesar %aribis me-akili umur paling muda di /a-a, yaitu

iv

pembentukannya terjadi pada peri de Pli -Plist sen. !elanjutnya leh Mart dj j dan Pulungg n <$:96=, sesar ini dikel mp kan sebagai P la /a-a. !esar 4embang yang letaknya di utara %andung, membentang sepanjang kurang lebih +0 km dengan arah barat-timur. !esar ini berjenis sesar n rmal <sesar turun= dimana bl k bagian utara relatif turun membentuk m rf l gi pedataran <pedataran 4embang=. Ban %emmelen <$:5:=, mengkaitkan pembentukan sesar 4embang dengan aktifitas *unung !unda <*. Tanggubanprahu merupakan sisa-sisa dari *unung !unda=, dengan demikian struktur sesar ini berumur relatif muda yaitu Plist sen. !truktur sesar yang termasuk ke dalam P la !unda umumnya berkembang di utara /a-a <4aut /a-a=. !esar ini termasuk kel mp k sesar tua yang mem t ng batuan dasar <basement= dan merupakan peng ntr l dari pembentukan ,ekungan Pale gen di /a-a %arat. Mekanisme pembentukan struktur ge l gi /a-a %arat terjadi se,ara simultan di ba-ah pengaruh aktifitas tumbukan lempeng 3india-&ustralia dengan lempeng Eurasia yang beralangsung sejak >aman Kapur hingga sekarang. P sisi jalur tumbukan <subdu,ti n C ne= dalam kurun -aktu tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan. Pada a-alnya subduksi purba <pale subduk= terjadi pada umur Kapur, dimana p sisinya berada pada p r s tengah /a-a sekarang. /alurnya subduksinya berarah relatif barattimur melalui daerah ?iletuh-!ukabumi, /a-a %arat menerus ke timur mem t ng daerah Karangsambung-Kebumen, /a-a Tengah. /alur pale subduk ini selanjutnya menerus ke 4aut /a-a hingga men,apai Meratus, Kalimantan Timur <Katili, $:;+=. Penulis ini menarik jalur pale subduk berdasarkan pada singkapan melange yang tersingkap di ?iletuh <!ukabumi=, Karangsambung <Kebumen= dan Meratus <Kalimantan Timur=. %erdasarkan penanggalan radi aktif yang dialkukan terhadap beberapa , nt h batuan melange, diketahui umur batuannya adalah Kapur. Peristi-a subduksi Kapur diikuti leh aktifitas magmatik yang menghasilkan endapan gunungapi berumur E sen. 1i /a-a %arat, endapan gunungapi E sen di-akili leh 2 rmasi /atibarang dan 2 rmasi ?ik t k. 2 rmasi /atibarang menempati bagian utara /a-a dan pada saat ini sebarannya berada di ba-ah permukaan, sedangkan 2 rmasi ?ik t k tersingkap di daerah %ayah dan sekitarnya.

/alur gunungapi <@ul,ani, ar,= yang umurnya lebih muda dari dua f rmasi tersebut di atas adalah 2 rmasi /ampang. 2 rmasi ini berumur Mi sen yang ditemukan di /a-a %arat bagian selatan. 1engan demikian dapat ditafsirkan telah terjadi pergeseran jalur subduksi dari utara ke arah selatan. .ntuk ketiga kalinya, jalur subduksi ini berubah lagi. Pada saat sekarang, p sisi jalur subduksi berada !amudra 3india dengan arah relatif barat-timur. Kedudukan jalur subduksi ini menghasilkan aktifitas magmatik berupa pemun,ulan sejumlah gunungapi aktif. %eberapa gunungapi aktif yang berkaitan dengan aktifitas subduksi tersebut, antara lain *. !alak, *. *ede, *. Malabar, *. Tanggubanprahu dan *. ?iremai. Dalaupun p sisi jalur subduksi berubah-ubah, namun jalur subduksinya relatif sama, yaitu berarah barat-timur. P sisi tumbukan ini selanjutnya menghasilkan sistem tegasan <gaya= berarah utara-selatan. &ktifitas tumbukan lempeng di /a-a %arat, menghasilkan sistem tegasan <gaya= berarah utara-selatan.

vi