You are on page 1of 13

SEMEN / MANI adalah lendir yang keluar dari genitalia jantan waktu ejakulasi.

SEMEN ( MANI ) atau cairan sperma, adalah cairan yang membawa sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh organ-organ seksual jantan. Fungsi utama semen adalah untuk mengantarkan sel-sel sperma untuk membuahi sel telur yang dihasilkan oleh individu betina. Proses pengeluaran semen dalam situasi normal disebut ejakulasi Semen terdiridari : 1. Bagian padat : Spermatozoa 2. Bagian cair : Plasma semen ( air mani ) Spermatozoa dihasilkan oleh testis, sedangkan plasma semen dihasilkan oleh ampula vasdeferens dan kelenjar-kelenjar prostat, vesicula seminalis, cowper dan littre.

Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa adalah sel dari sistem reproduksi lakilaki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Sel sperma manusia adalah sel sistem reproduksi utama dari laki-laki. Sel sperma memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Sel sperma manusia terdiri atas kepala yang berukuran 5 µm x 3 µm dan ekor sepanjang 50 µm. Sel sperma pertama kali diteliti oleh seorang murid dari Antonie van Leeuwenhoek tahun 1677. Urutan pertumbuhan sperma (spermatogenesis) adalah sebagai berikut: spermatogonium (membelah 2), spermatosit pertama (membelah 2), spermatosit kedua (membelah 2), spermatid dan tumbuh menjadi spermatozoa (sperma). Pada pria dewasa normal, proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup, walaupun kualitas dan kuantitasnya makin menurun dengan bertambahnya usia. Bagian-Bagian Sperma Sperma berbentuk seperti kecebong, dan terbagi menjadi 3 bagian yaitu: kepala, leher dan ekor. Sebagian besar kepala sperma berisi inti. Dua pertiga bagian inti di selimuti tutup akrosom. Jika terjadi terjadi pembuahan maka tutup akrosom pecah, dari akrosomnya keluar enzim-enzim yang terpenting ialah hialurodinase dan protease mirip tripsin. (Yatim, 1994: 239).  Kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nucleus) mengandung lapisan tipis sitoplasma, dan sebuah inti berbentuk lonjong yang hampir mengisi seluruh

Perbedaanya denga flagella lain pada umumnya ialah bahwa pada spermatozoa di sebuah luar teras itu ada Sembilan berkas serat padat (Yatim. Pada bagian tengah ekor di sebuah luar serat padat ada cincin mtokondria yang bersusun rapat dengan arah spiral. bagian utama. Ini sama dengan sitoskeleton yang dimiliki flagella. Persambungan itu berbentuk semacam sendi peluru pada rangka. Susunan sksonema sama dari pangkal ke ujung ekor. Pada bagian utama di sebuah luar serat padat tak ada cincin mitokondria. bagian ujung. Ekor berfungsi untuk bergerak maju. Seludung ini tipis dan berbentuk tulang rusuk. Di depan di sebut tudung depan atau akrosom. Ke tudung belakang melekat sentriol depan dan filament poros (Yatim. Dalam leher pula lah terdapat sentriol (Yatim. (Jadi sentriol yang terdapat 2 buah pada setiap sel umumnya. Mitokondria dan sentriol belakang berbentuk cincin. di depan atau di belakang.  Leher adalah tempat persambungan ekor dengan kepala. 1994: 239).  Ekor dibedakan atas tiga bagian yaitu bagian tengah. sedang di bagian tengah atas-bawah menebal menonjol. 1994: 241). 1994: 240). tetapi di gantikan oleh seludung serat. yang terdiri dari Sembilan doublet mikrotubul dan dua singlet mikrotubulsentral.  Badan mengandung filament poros. 1994: 238). . Serat padat di tentang ini bergabung dengan penebalan tengah itu. pada sperma letaknya terpisah dan berbeda bentuk (Yatim. 1994: 241). Inti di selaputi oleh selabung perisai.bagian kepala itu. panjang ekor sekitar 10 kali bagian kepala (Yatim. Ekor memiliki teras yang disebut aksonema. Di belakang di sebut tudung belakang.

Kemudian botol ditutup rapat-rapat dan diberi nama yang bersangkutan. Melakukan abstinensia selam 3 – 5 hari. Analisis sperma sekali saja tidak cukup karena sering didapati variasi antara produksi sperma dalam satu individu. hampir setengah pasangan yang tidak berhasil memperoleh keturunan. Ada dua tahap penting pada pemeriksaan sperma. Analisis semen merupakan salah satu pemeriksaan tahap pertama untuk menentukan kesuburan pria. d. disebabkan karena ketidaksuburan pasangan prianya. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan apakah ada masalah pada sistim produksi sperma atau pada kualitas sperma. paling lama selama 7 hari. Sedangkan 'makhluk' kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut sperma. Bila tidak mungkin. Perlu diketahui. Pasien mencatat waktu pengeluaran mani. Sebelum pemeriksaan dilakukan sebaiknya pasien dianjurkan untuk memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. 1. Ejakulat ditampung dalam wadah / botol gelas bemulut besar yang bersih dan steril ( jangan sampai tumpah ).PEMERIKSAAN ANALISA SPERMA Pemeriksaan sperma (lebih tepatnya analisis semen) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur jumlah serta kualitas semen dan sperma seorang pria. cairan putih dan kental yang keluar dari alat kelamin pria saat ejakulasi disebut semen. penampungan dan pengiriman sperma ke laboraturium. Penerangan dan cara penampungan sperma manusia. Penerangan mengenai cara pengeluaran. b. c. setelah itu langsung di serahkan pada petugas laboraturium untuk pemeriksaan dan harus diperiksa sekurang-kurangnya 2 kali dengan jarak antara waktu 1-2 minggu. Pengeluaran ejakulat sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan harus dikeluarkan di laboratorium. Pengertian semen berbeda dengan sperma. Sebelum melakukan analisis sperma perlu terlebih dahulu untuk memberikan penerangan sejelas-jelasnya kepada pria yang akan diperiksa tersebut mengenai maksud dan tujuan analisis sperma dan juga untuk menjelaskan cara pengeluaran dan penampungan sperma tersebut. harus tiba di laboraturium paling lambat 2 jam dari saat dikeluarkan. Secara keseluruhan. yang menjadi biang ketidaksuburan. yaitu tahap pengambilan sampel dan tahap pemeriksaan sperma. .

Coitus Condomatosus Pengeluaran sperma dangan cara ini dilarang dan sangat tidak diperkenankan. eritosit. Kebaikan cara ini menghindari kemungkinan tumpah ketika menampung sperma. bila tidak mungkin dapat dengan cara rangsangan senggama terputus (koitus interuptus) dan jangan ada yang tumpah.1 Beberapa cara memperoleh sperma a. leukosit. Sperma dikeluarkan dengan cara : rangsangan tangan (onani/masturbasi). Untuk menampung sperma tidak boleh menggunakan botol plastik atau kondom. biasanya dengan tangan (baik tangan sendiri maupun tangan istrinya) atau dengan suatu alat tertentu. Coitus Interuptus ( CI ) Adalah melakukan persetubuhan secara terputus. b. karena sperma sebagian dapat mesuk ke vagina.  Dalam jumlah penampungannya kurang. yaitu bahan yang dapat mematikan sperma d. Disamping itu terjadi kesalahan pada pemeriksaan PH dan konsentrasi. f. jamur dll. parasit.e. sehingga banyak mengandung epitel. disini . Massage prostat Adalah suatu cara pengeluaran dengan cara memijat kelenjar prostat lewat rectum. bakteri. 1. sperma tersebut dibilas demga pz atau cairan lainnya. Hal ini akan timbul kekeliruan dalam volume konsentrasi dan viskositas. Reflux poscital Adalah suatu cara Coitus dimana setelah sperma keluar dan masuk kevagina. Karena sebagian besar karet kondom mengandung bahan spermiacidal. hal ini kurang baik dianjurkan sebab :  Memungkinkan sperma dapat tercampur dengan cairan vagina. c. menghindari dari pencemaran sperma dengan zat-zat yang lain. Masturbasi / Onani Cara ini merupakan methode yang paling dianjurkan untuk memperoleh sperma. e.

juga pengaruh religius. Hal ini dapat terjadi pada orang desa. » Tempat penampung sperma dianjurkan ditampung pada tempat yang terbuat dari bahan yang tidak bereaksi apa-apa. sebab logam bisa mengganggu muatan listrik dan sperma. orang yang tidak di sunat lebih gampang daripada orang yang di sunat. Jadi cara memperoleh sperma yang paling baik adalah dengan onani meskipun faktor psikis ada pengaruhnya. Logam. Volume sperma. Pelaksanaan Analisa Sperma Spermiogram memuat data-data tentang : 1.jelas akan timbul kekeliruan dalam penafsiran pH. 2. tidak mengandung spermatotoxic. Sperma sangat tidak dianjurkan ditampung pada tempat-tempat yang terbuat dari : 1. 2. Bau. Biasanya orang kota lebih gampang dari pada orang desa. 3.2 Tempat Penampung Sperma Sebenarnya semua alat boleh dipakai asalkan tempat tersebut tidak mengandung spermatotoxic. Cara memperoleh sperma sebagai pilihan kedua adalah dengan cara Coitus Interuptus bila alasan religius cara pertama tidak memungkinkan. 2. orang muda lebih mudah dari pada orang tua. » Tempat diberi penutup agar tidak terkontaminasi » Ukuran tempat penampung sperma 50 ml – 100 ml. Plastik sebab plastik umumnya mengandung gugus fenol (C6H5OH) sehingga sperma akan rusak. Pada umumnya tempat yang digunakan menampung sperma terbuat dari gelas yang bersih . 1. » Tempat penampung sperma harus bermulut lebar supaya muat pada penis. sehingga pergerakannya tergaggu. orang tertentu yang tidak bisa melakukan onani atau orang yang tidak mengerti tentang onani. konsentrasi dan sebagainya yang keluar adalah cairan prostat. pH .

cara kerja : ξ Sperma ditampung seluruhnya dalam botol penampung yang bermulut lebar untuk sekali ejakulasi ξ Volume diukur dengan gelas ukur yang mempunyai skala volume 0. ξ Kemudian baca hasil. Viskositas. Jumlah sperma / lapangan pandang.1 ml. Warna.1. disebabkan lain bangsa lain volume. 10. 8. Analisa sperma Secara Makroskopis Sperma yang baru keluar selalu menunjukan adanya gumpalan atau koagolum diantara lendir putih yang cair. Bagi orang indonesia volume yang normal 2 – 3 ml. Liquefaction terjadi karena daya kerja dari enzim – enzim yang diproduksi oleh kelenjar prostat. 7. . Fruktosa. 9. Aglutinasi. Pengukuran Volume Dilakukan setelah sperma mencair. Pemeriksaan makroskopis antara lain meliputi : a. Pada sperma yang normal gumpalan ini akan segera mencair pada suhu kamar dalam waktu 15 – 20 menit. 5. Pergerakan spermatozoa. Leucocyte. 11. Volume normal sperma belum jelas sampai sekarang. Sedangkan yang kurang dari 1 ml disebut Hypospermia.4. enzim ini disebut enzim seminim. Liquefaction. Peristiwa ini dikatakan sperma mengalami pencairan (Liquefaction). Hypospermia disebabkan oleh :  Ejakulasi yang berturut-turut  Vesica seminalis kecil ( buntu cabstuksi )  Penampung sperma tidak sempurna Hyperspermia disebabkan oleh :  Kerja kelenjar prostat dan vesika seminalis terlalu giat. Volume yang lebih dari 8 ml disebut Hyperspermia. 6. 2.

dan sebagainya. Dapat dilihat dengan jalan melihat coagulumnya. untuk mengukur pH cukup dengan menggunakan kertas pH kecuali dalam satu penelitian dapat digunakan pH meter. Kesan volume ini menggambarkan kerja kelenjar prostat dan vesika seminalis. b. e. buntu. Juga bisa karena sperma terlalu lama disimpan dan tidak segera diperiksa sehingga tidak dihasilkan amoniak ( terinfeksi oleh kuman gram (-). sperma yang normal biasanya berwarna putih keruh seperti air kanji kadang-kadang agak keabu-abuan. Adanya lekosit yang disebabkan oleh infeksi traktus genitalia dapat menyebabkan warna sperma menjadi putih kekuningan. seseorang harus telah mempunyai pengalaman untuk membaui sperma. c. Liquefection Liquefaction dicheck 20 menit setelah ejakulasi (setelah dikeluarkan). Sekali seorang telah mempunai engalaman. Epididimis. Bau Sperma Spermatozoa yang baru keluar mempunyai bau yang khas atau spesifik. maka ia tidak akan lupa akan bau sperma yang khas tersebut. pengukuran sperma harus segera dilakukan segera setelah sperma mencair karena akan mempengaruhi pH sperma. Warna sperma Memeriksa warna sperma sekaligus memeriksa kekeruhan. Bila setelah 20 menit belum homogen berarti kelenjar prostat ada gangguan (semininnya jelek). vesika seminalis atau kelenjar vesika seminalis kecil. pH yang rendah terjadi karena keradangan yang kronis dari kelenjar prostat. untuk mengenal bau sperma. Bila sperma yang baru diterima langsung encer mungkin : Tak mempunyai coagulum oleh karena saluran pada kelenjar vesica seminalis buntu atau memang tak mempunyai vesika seminalis. mungkin juga karena kelenjar prostat kecil. buntu dan rusak. Baunya Sperma yang khas tersebut disebabkan oleh oksidasi spermin (suatu poliamin alifatik) yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat. . d. PH Sperma yang normal tidak banyak berbeda dengan pH darah. Minum obat hormon laki – laki. Adanya perdarahan menyebabkan sperma berwarna kemerahan.

Pemeriksaan fruktosa kualitatif ini harus merupakan pemeriksaan rutin pada sperma azoospermia 2.f.Pengaruh obat-obatan tertentu. sperma tersebut harus diaduk dengan baik. Kalau dilihat perlapang pandang didapatkan nol spermatozoa maka tidak usah dilakukan pemeriksaan konsentrasi. diameter sekitar 2 – 3 mm. diletakan diatas gelas objek yang bersih dan kemudian ditutup dengan gelas penutup.Gangguan liquedaction .Cairannya sedikit .2 Analisa Sperma Secara Mikroskopik Sebelum pemeriksaan mikroskopik. hal ini dapat disebabkan karena . Bila tidak didapati fruktosa dalam sperma. Hal ini mungkin disebabkan karena : .Azospermia yang disebabkan oleh agenesis vas deferens . bila didapatkan nol . Setelah itu siap di periksa dibawah pembesaran 100 X atau 400-600 X.Perubahan komposisi plasma sperma . Viskositas (Kekentalan) Kekentalan atau viskositas sperma dapat diukur setelah likuifaksi sperma sempurna. g.Kelainan pada kelenjar vesika seminalis Bila tidak ada fruktosa maka tidak menjadi perubahan warna.Spermatozoa terlalu banyak . Jumlah Sperma Perlapang Pandang / Perkiraan densitas sperma Sebelum menentukan atau menghitung konsentrasi sperma perlu dilakukan perkiraan kasar jumlah sperma agar dapat menentukan prosedur pengenceran yang akan digunakan dan untuk mempersiapkan sediaan apus untuk analisis morfologi. Semakin kental sperma tersebut semakin besar vikositasnya.Bila kedua duktus ejakulatorius tersumbat . 1. jadi disini menghemat tenaga dan reagensia. Fruktosa Kualitatif Fruktosa sperma diproduksi oleh vesica seminalis. untuk pemeriksaan mikroskopik maka 1 tetes sperma.

Perhitungan : Dihitung dulu spermatozoa yang tidak bergerak kemudian dihitung yang bergerak kurang baik.25 OC).25% .spermatozoa disebut Azoospermia.yang tidak bergerak = 25% .pH dan bau mungkin akan berubah . Pergerakan Sperma Pada pemeriksaan perlapang pandang sekaligus kita memeriksa pergerakan spermatozoa dalam memeriksa pergerakan spermatozoa sebaiknya diperiksa setelah 20 menit karena dalam waktu 20 menit sperma tidak kental sehingga spermatozoa mudah bergerak akan tetapi jangan lebih dari 60 menit setelah ejakulasi sebab dengan bertambahnya waktu maka : .spermatozoa akan memburuk pergerakannya. 20%) Kalau sperma yang tidak bergerak > 50% maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna .Jangan sekali-kali menyebut spermatozoa itu mati yang betul adalah spermatozoa tidak bergerak .Testisnya kecil atau rusak . .yang bergerak baik = 100% .Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada suhu kamar (20OC .Over dosis Androgen dan corticosteroid 2.Salurannya testis buntu (obstruksi) .15%.yang bergerak kurang baik = 50% . ini menggambarkan operasi vasectomy tersebut berhasil dan ini sangat menggembirakan pasien .50% = 25% Prosentase pergerakan cukup ditulis dengan angka bulat (umumnya kelipatan 5 misalnya : 10%. gerak yang kurang baik adalah gerak zig-zag. spermatozoa yang bergerak baik adalah gerak kedepan dan arahnya lurus. Azoospermia dapat disebabkan oleh karena : . lalu yang bargerak baik misal : . berputar-putar dan lain-lain .Vasectomy bila diperlukan untuk check up Apabila Azoospermia.

Sperma yang telah diaduk dengan baik diencerkan 1 :10. Perlu dipahami bahwa yang disebut konsentrasi sperma adalah jumlah spermatozoa/ml sperma. Perbedaan antara jumlah sperma dari kedua pengenceran tadi tidak boleh lebih dari 10 % pada sperma yang mempunyai densitas rendah atau 20% pada sperma yang mempunyai densitas tinggi (> 60 juta/ml). 1:20. Metode hemositometer lebih sering digunakan untuk sperma yang mempunyai perkiraan spermatozoa yang sangat rendah (misalnya 10 juta/ml) atau pemeriksaan sperma yang memerlukan penentuan jumlah dengan segera. 50. Prosedur perhitungan spermatozoa dengan menggunakan hemositometer (kamar hitung Neubauer) adalah sebagai berikut : .mengetahui viabilitas sperma (banyaknya sperma yang hidup) sebab sprermatozoa yang tidak bergerakpun kemungkinan masih hidup.atau 1:100 tergantung pada perkiraan jumlah spermatozoa yang telah dilakukan sebelumnya. Sebagai pengencer berisi 50 gr NaHCO3. 10 ml 35% formalin. Perlu digunakan 2 pengenceran untuk setiap sperma.1:50. Sperma yang diencerkan harus diaduk lebih dahulu dan segera dipindahkan ke hemositometer (kamar hitung Neubauer) yang telah ditutup dengan gelas penutup. 3. Sedangkan jumlah spermatozoa total ialah jumlah spermatozoa dalam ejakulat. Perhitungan Jumlah Sperma Perhitungan konsentrasi spermatozoa dapat ditentukan dengan mengunakan metode hemositometer atau ”electronic coulter counter”. 5 ml cairan gentian violet pekat dan aquadestilita sampai 1000 ml. 100 atau 200ul). Metode hemositometer ini dipergunakan di sebagian besar negara.  Cara penyimpanan sampel yang kurang baik. Pewarnaan tidak diperlukan bila dipergunakan mikroskop fase kontras. Meskipun sering digunakan pipet leukusit tidak cukup tepat untuk digunakan sebagai alat pengenceran dan karena itu disarankan sebagai alat pengenceran dipergunakan pipet mikro modern (10. Sebab menurunnya motilitas spermatozoa  Dilakukan pemeriksaan yang terlalu lama sejak sperma dikeluarkan. Hemositometer ini diletakan kamar lembab selama 15 menit sampai 20 menit agar semua sel mengendap kemudian dihitung dibawah mikroskop cahaya atau mikroskop fase kontras dan pembesaran 100 atau 100X spermatozoa (sel benih yang matang yang mempunyai ekor yang dihitung).

Bentuk Normal :  Bentuk oval Bentuk spermatozoa abnormal :  Bentuk Piri ( Seperti buah pir )  Brntuk terato ( tidak beraturan dan berukuran besar )  Bentuk lepto ( ceking )  Bentuk Mikro ( Kepala seperti jarum pentul )  Bentuk Strongyle ( seperti larva stongyloides )  Bentuk Lose Hezel ( Tanpa kepala )  Bentuk Immature ( spermatozoa belum dewasa. Banyak kepala normal / oval berarti fungsi testis baik . kemudian selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan larutan giemsa. lalu di fixasi dengan larutan metilalkohol selama 5 menit. atau zat warna yang lain menurut kesukaan sendiri. Kamar hitung Neubeur untuk menghitung spermatozoa Perhitungan : Luas = 1 mm2 Tinggi = 0. cukup satu bidang saja (tidak perlu 4 bidang). wright.Hitung jumlah sperma dengan objek 40 x pada daerah leukosit. Morfologi Pemeriksaan morfologi berdasarkan kepala dari spematozoa dapat dilakukan dengan cara : Membuat preparat hapusan diatas obyek glass keringkan selama 5 menit.1 X pengenceran X N = 10 X N X pengenceran = 10 N X Pengenceran /mm3 Jumlah spermatozoa / cc = 10 N X Pengenceran x 1000 N = Jumlah sperma yang dihitung dalam kotak W 4.1 mm3 Jumlah sperma dalam 1 mm3 = 1/0. terdapat cytoplasmic ) Cytoplasmic droplet Arti klinik 1.1 mm Vol = 0.

banyak sel imatur. Kelainan sperma yang dikenal dengan dysspermia ini terjadi bila sel-sel sperma yangdikeluarkan saat berhubungan intim tidak mampu . Seseorang dinyatakan mengalamioligoteratozoospermia bila di dalam 1 cc semennya hanya terdapat 10 jutasel sperma atau kurang. untuk terjadi suatu prosespembuahan. Morfologinya paling sedikit 15% berbentuk normal 4. Konsentrasi sperma paling sedikit 20 juta sperma/ml 3. Azoospermia. sebagai berikut : 1. Lekosit Leukosit di laporkan per lapang pandang seperti halnya dalam sedimen urin. 5. harus terdapat 20 juta sel sperma di dalam 1 cc cairan semen. Volume total cairan lebih dari 2 ml 2. yaitu akibat ada sumbatan pada saluran spermaatau testis tidak mampu (gagal) menghasilkan sel-sel sperma. Hasil pemeriksaan sperma yang normal menurut WHO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nilai acuan untuk analisa sperma/air mani yang normal.2. Kelainan sperma ini dapat dibagi menjadi 2berdasarkan penyebabnya. Kemampuan gerak atau motilitas sperma rendah. Misalnya : radang varicocle atau abstinensia seksualitasnya kurang lama. Cairan semen tidak ada atau nyaris tidak ditemukan adanya sel sperma sama sekali. banyak bentuk bukan oval fungsi testis jelek 3. atau 25% bergerak secara acak kurang dari 1 jam setelah ejakulasi 5. Normalnya. Dysspermia. epidemis banyak gangguan. misalnya 3 – 8 perlapang pandang. Analisa lebih lanjut (tes reaksi antiglobulin menunjukkan partikel ikutan yang ada kurang dari 10 % dari jumlah sperma) 3 jenis kelainan sperma : Oligoteratozoospermia Bentuk sperma tidak normal serta jumlah sel sperma yang dihasilkan hanya sedikit. Jumlah lekosit yang besar erat hubunganya dengan infeksi organ – organ spermiogenesis. Adanya sel darah putih kurang dari 1 juta/ml 6. Pergerakan sperma lebih dari 50% bergerak kedepan.

html http://infoanalis. Embriologi Fungsional. http://www. Jakarta:Buku Kedokteran EGC http://laboratorium-embriologi-fkh-unsyiah.com/doc/76361833/Berbagai-Kelainan-Spermaa . 2011.berenang dengan cukupcepat melewati lapisan mukosa mulut rahim.scribd. dan Drecoll.blogspot.com/2011/01/analisa-sperma.2009.com/2009/01/analisa-sperma. hingga sampai ke ovarium danmembuahi sel telur matang di dalamnya. EL. Johannes W.blogspot.html http://analislabkes.com/2010/02/12/laporan-praktikum-biologi-analisa-semen/ Maulana.wordpress.html http://oktavie.com/2013/05/laporan-praktikum-vpengamatan.blogspot.