You are on page 1of 8

TINJAUAN PUSTAKA

Dormansi Dormansi benih adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada

kondisi/lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan.

Dormansi benih

merupakan suatu cara untuk mempertahankan diri dari keadaan yang tidak menguntungkan, misalnya masa kering yang panjang, sehingga benih tidak berkecambah secara serentak. Benih dikatakan sulit sulit berkecambah bila waktu yang diperlukan untuk berkecambah lebih dari seminggu dan memerlukan perlakuan pendahuluan untuk mempercepat perkecambahannya. Dengan

perlakuan pendahuluan, benih dapat berkecambah serentak (Mulawarman,dkk, 2002). Dormansi biji atau benih padi penting untuk diketahui. Dengan adanya dormansi, benih tidak akan berkecambah di lapangan sebelum dipanen terutama untuk varietas yang ditanam pada musim hujan. Dormansi pada benih dapat bersifat positif karena akan meningkatkan daya simpan. Benih dari varietas padi yang tidak memiliki masa dormansi dapat langsung ditanam setelah panen, namun dapat berdampak negatif karena benih akan berkecambah di lapangan sebelum dipanen. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya deteriorasi prapanen (Santika, 2005). Benih dikatakan dorman apabila benih tersebut sebenarnya hidup, tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan, bagi suatu perkecambahan

(Wardhani, 2002).

yaitu tersedianya air. seperti kulit benih yang keras dan kedap air. dan komposisi udara yang optimal. cahaya. yang diakibatkan oleh hambatan struktural terhadap perkecambahan.Agar benih dapat berkecambah secara normal. diperlukan kondisi lingkungan tumbuh yang sesuai. Tipe dormansi yang kedua adalah dormansi fisiologis. Dormansi benih dapat menguntungkan atau merugikan dalam penanganan benih. suhu. Jenis-jenis dormansi benih adalah:  Dormansi fisik . 2012) Tipe-Tipe Dormansi Menurut Sutopo (1988) terdapat beberapa tipe dormansi. Benih membutuhkan perlakuan awal yang khusus kegagalan untuk mengatasi masalah ini dapat berakibat kegagalan perkecambahan (Anonim. 2005). Dormansi ini disebabkan oleh sejumlah faktor fisiologis diantaranya zat pengatur tumbuh (penghambat maupun perangsang tumbuh) atau immaturity embrio. Yang pertama yaitu dormansi fisik. Keuntungannya adalah bahwa dormansi mencegah benih dari perkecambahan selama penyimpanan dan prosedur penanganan lain. Namun. Benih yang tidak dorman seperti benih rekalsitran sangat sulit untuk ditangani karena perkecambahan dapat terjadi selama pengangkutan atau penyimpanan sementara. ada kalanya benih tidak dapat berkecambah walaupun kondisi lingkungan perkecambahan cukup optimal. Hal ini menjadi penghalang bagi masuknya air dan oksigen ke dalam embrio benih. Benih atau biji yang demikian disebut sedang tidur atau dalam keadaan dorman (Santika.

Pada kondisi ini penyerapan air terhalang oleh kulit biji yang mempunyai struktur lapisan sel berupa palisade berdinding tebal di permukaan paling luar dan lapisan lilin dari kutikula di bagian dalam. mangium (Acacia mangium). (2) Resistensi mekanis kulit benih terhadap pertumbuhan embrio. dan lain-lain. kemiri (Aleuritis moluccana).  Dormansi mekanis Dormansi mekanis adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang keras sehingga tidak bisa ditembus akar. Air sangat diperlukan untuk proses perkecambahan. kenari (Canarium commune). (3) Permeabilitas kulit benih yang rendah terhadap oksigen. Begitu juga dengan aktivitas dari bakteri dan cendawan. Dormansi ini terdapat pada panggal buaya (Xanthoxylum rhetsa). Embrio dapat segera tumbuh apabila kulit benih ditipiskan. (Mulawarman. turi (Sesbania grandiflora). Dormansi jenis ini terdapat pada sengon (Paraserianthes falcataria). Dormansi jenis ini terdapat pada jati (Tectona grandis).Dormansi fisik adalah dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang tidak bisa dilewati air. 2002) Yang termasuk dalam dormansi fisik diantaranya adalah : (1) Impermeabilitas kulit benih terhadap air. Pada jenis dormansi ini . Dalam hal ini benih tetap dorman karena kulit benih sangat kuat menghalangi pertumbuhan embrio.  Dormansi kimia Dormansi kimia disebabkan oleh adanya zat tertentu dalam benih yang menghambat perkecambahan benih. kaliandra (Calliandra calothyrsus). Pergantian suhu tinggi dan rendah secara bergantian akan memecah dormansi ini. gmelina (Gmelina arborea).dkk.

2012) Metode pematahan dormansi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan cara mekanis. Perlakuan air panas untuk membunuh serangga dan pathogen benih juga dapat berfungsi sebagai perlakuan awal (Anonim. atau benih yang dorman secara mekanis diekstrak dari buahnya sebelum disimpan. Dormansi kadang menguntungkan selama penyimpanan karena mencegah perkecambahan dalam penyimpanan dan pada beberapa jenis dengan kondisi tertentu benih dorman lebih baik daripada yang tidak dorman. KNO3 . lapangan atau untuk pengujian. pengikisan kulit biji selama pengocokan. Metode kimia dapat dikatakan metode yang paling praktis karena hanya dilakukan dengan mencampurkan cairan kimia dengan biji. fisis maupun kimia. Pematahan Dormansi Perlakuan awal adalah perlakuan sebelum penaburan yang dilakukan untuk menambah kecepatan dan keseragaman perkecambahan benih yang ditabur di persemaian. proses penanganan benih berfungsi sebagai perlakuan awal seperti pencucian zatzat penghambat. yakni sesaat sebelum penaburan. selama proses pengupasan daging buah. antara lain padi dan aren. Yang termasuk dalam dormansi fisiologis diantaranya adalah: (1) Imaturity embrio. pematangan lanjutan dari embrio yang belum masak. Oleh karena itu perlakuan awal seringkali ditunda sampai setelah penyimpanan. (4) Hambatan metabolisme pada embrio (Sutopo.perkecambahan akan terjadi apabila kulit benih dibuka atau tekanan oksigen di sekitar benih ditingkatkan. Dalam beberapa hal. Larutan kimia yang terkenal murah dan tersedia banyak di pasaran adalah KNO3. 1988). KNO3 juga sudah teruji efektif mematahkan dormansi beberapa benih tanaman. (3) Dormansi sekunder. (2) After ripening.

2000). Air yang masuk ke dalam benih menyebabkan proses metabolisme dalam benih berjalan lebih cepat akibatnya perkecambahan yang dihasilkan akan semakin baik. amplas.dkk. Perlakuan awal dengan larutan KNO3 berperan merangsang perkecambahan pada hampir seluruh jenis biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pola imbibisi dan perkecambahan benih saga . Benih yang diskarifikasi akan menghasilkan proses imbibisi yang semakin baik. Benih saga manis yang diskarifikasi diduga akan berkecambah lebih baik dibandingkan dengan benih yang tidak diskarifikasi. kertas. Perlakuan perendaman dalam larutan KNO3 dilaporkan juga dapat mengaktifkan metabolisme sel dan mempercepat perkecambahan. 2000). Kulit benih yang permeabel memungkinkan air dan gas dapat masuk ke dalam benih sehingga proses imbibisi dapat terjadi.2007) Skarifikasi merupakan salah satu upaya pretreatment atau perlakuan awal pada benih yang ditujukan untuk mematahkan dormansi dan mempercepat terjadinya perkecambahan benih yang seragam (Schmidt. pengikiran. pembakaran.berfungsi untuk meningkatkan aktifitas hormon pertumbuhan pada benih. (Faustina. pemotong kuku. Skarifikasi (pelukaan kulit benih) adalah cara untuk memberikan kondisi benih yang impermeabel menjadi permeabel melalui penusukan. jarum. dan alat lainnya (Schmidt. Pengaruh KNO3 yang ditimbulkan ditentukan oleh besar kecil konsentrasinya. pemecahan. dan penggoresan dengan bantuan pisau. Air dan gas akan lebih cepat masuk ke dalam benih karena kulit benih yang permeabel. Kecambah normal yang dihasilkan dari benih yang diskarifikasi akan dihitung dan dibandingkan dengan benih saga manis yang tidak diskarifikasi.

manis berbeda antara yang diskarifikasi dan tidak diskarifikasi (Juhanda.dkk. .2013).

dormansi kimia.KESIMPULAN 1. Agar benih dapat berkecambah secara normal. Perlakuan awal adalah perlakuan sebelum penaburan yang dilakukan untuk menambah kecepatan dan keseragaman perkecambahan benih yang ditabur di persemaian. yaitu tersedianya air. lapangan atau untuk pengujian. 5. Keuntungan dormansi adalah bahwa dormansi mencegah benih dari perkecambahan selama penyimpanan dan prosedur penanganan lain. diperlukan kondisi lingkungan tumbuh yang sesuai. suhu. 3. cahaya. . 4. Skarifikasi merupakan salah satu upaya pretreatment atau perlakuan awal pada benih yang ditujukan untuk mematahkan dormansi dan mempercepat terjadinya perkecambahan benih yang seragam. 2. 6. dormansi mekanis. dan komposisi udara yang optimal. Jenis-jenis dormansi benih adalah dormansi fisik. Dormansi benih adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada kondisi/lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan.

Teknik Pengujian Masa Dormansi Benih Padi (Oryza sativa L. Irianto. 2004. Malang. 2000.2002. Yudono. Juhanda.) . Dormansi. Rabaniyah. Mulawarman. Sasongko. Universitas Widyagama.E.2013.D.M. Faustina. Balai Perbenihan Tanaman Hutan Sulawesi.). Meningkatkan Keberhasilan Pembibitan Lerak (Sapindus rarak De Candole) Dengan Mematahkan Dormansinya. International Centre for Research in Agroforestry. Lampung.M. Roshetko. Pengaruh Skarifikasi Pada Pola Imbibisi Dan Perkecambahan Benih Saga Manis (Abruss precatorius L. Bogor. L. Rajawali.R.J. Nurmiaty.T. Pedoman Lapangan Untuk Petugas Lapang dan Petani. Santika. Pengaruh Cara Pelepasan Aril Dan Konsentrasi KNO3 Terhadap Pematahan Dormansi Benih Pepaya (Carica papaya L. Jakarta.). Universitas Gadjah Mada. Guide to handling of tropical and subtropical forest seed.S. Schmitdt. L. Makassar. 1988. 2007. Teknologi Benih. Bogor. Yogyakarta. Wardhani.A. .P. Universitas Lampung.DAFTAR PUSTAKA Anonim.Y. Danida Forest Seed Centre. 2012. Sutopo. IPB. 2005. Ermawati.