You are on page 1of 56

MAKALAH NEGARA DAN KONSTITUSI

undefined

Makalah Negara dan Konstitusi
BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Reformasi menuntut dilakukannya amandemen atau mengubah UUD 1945 karena yang menjadi causa prima penyebab tragedi nasional mulai dari gagalnya suksesi kepemimpinan yang berlanjut kepada krisis sosial-politik, bobroknya managemen negara yang mereproduksi KKN, hancurnya nilai-nilai rasa keadilan rakyat dan tidak adanya kepastian hukum akibat telah dikooptasi kekuasaan adalah UUD Republik Indonesia 1945. Itu terjadi karena fundamen ketatanegaraan yang dibangun dalam UUD 1945 bukanlah bangunan yang demokratis yang secara jelas dan tegas diatur dalam pasal-pasal dan juga terlalu menyerahkan sepenuhnya jalannya proses pemerintahan kepada penyelenggara negara. Akibatnya dalam penerapannya kemudian bergantung pada penafsiran siapa yang berkuasalah yang lebih banyak untuk legitimasi dan kepentingan kekuasaannya. Dari dua kali kepemimpinan nasional rezim orde lama (1959 – 1966) dan orde baru (1966 – 1998) telah membuktikan hal itu, sehingga siapapun yang berkuasa dengan masih menggunakan UUD yang all size itu akan berperilaku sama dengan penguasa sebelumnya. Keberadaan UUD 1945 yang selama ini disakralkan, dan tidak boleh diubah kini telah mengalami beberapa perubahan. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakekatnya merupakan tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Atau dengan kata lain sebagai upaya memulai “kontrak sosial” baru antara warga negara dengan negara menuju apa yang dicita-citakan bersama yang dituangkan dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). Perubahan konstitusi ini menginginkan pula adanya perubahan sistem dan kondisi negara yang otoritarian menuju kearah sistem yang demokratis dengan relasi lembaga negara yang seimbang. Dengan demikian perubahan konstititusi menjadi suatu agenda yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi suatu keharusan dan amat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa. Realitas yang berkembang kemudian memang telah menunjukkan adanya komitmen bersama dalam setiap elemen masyarakat untuk mengamandemen UUD 1945. Bagaimana cara mewujudkan komitmen itu dan siapa yang berwenang melakukannya serta dalam situasi seperti apa perubahan itu terjadi, menjadikan suatu bagian yang menarik dan terpenting dari proses perubahan konstitusi itu. Karena dari sini akan dapat terlihat apakah hasil dicapai telah merepresentasikan kehendak warga masyarakat, dan apakah telah menentukan bagi pembentukan wajah Indonesia kedepan. Wajah Indonesia yang demokratis dan pluralistis, sesuai dengan nilai keadilan sosial, kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan. Dengan melihat kembali dari hasil-hasil perubahan itu, kita akan dapat dinilai apakah rumusanrumusan perubahan yang dihasilkan memang dapat dikatakan lebih baik dan sempurna. Dalam artian, sampai sejauh mana rumusan perubahan itu telah mencerminkan kehendak bersama. Perubahan yang menjadi kerangka dasar dan sangat berarti bagi perubahan-perubahan selanjutnya. Sebab dapat

dikatakan konstitusi menjadi monumen sukses atas keberhasilan sebuah perubahan. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini. Masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1.2.1 Apakah pengertian negara itu? 1.2.2 Apakah pengertian konstitusi itu? 1.2.3 Bagaimanakah hubungan antara negara dan konstitusi? 1.2.4 Bagaimana keberadaan Pancasila dan konstitusi di Indonesia? 1.3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari negara. 1.3.2 Untuk mengetahui pengertian dari konstitusi. 1.3.3 Untuk mengetahui hubungan antara negara dan konstitusi. 1.3.4 Untuk mengetahui keberadaan Pancasila dan konstitusi di Indonesia. 1.4 MANFAAT PENULISAN Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.4.1 Menambah pengetahuan kita tentang pengertian suatu negara. 1.4.2 Menambah wawasan kita tentang pengertian konstitusi. 1.4.3 Kita menjadi tahu bagaimana hubungan antara negara dan konstitusi. 1.4.4 Kita tahu keberadaan Pancasila dan konstitusi di negara kita.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN NEGARA Negara merupakan suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah (territorial) tertentu dengan mengakui adanaya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang ada di wilayahnya.Organisasi negara dalam suatu wilayah bukanlah satu-satunya organisasi, ada organisasi-organisasi lain (keagamaan, kepartaian, kemasyarakatan dan organisasi lainnya yang masing-masing memiliki kepribadian yang lepas dari masalah kenegaraan). Secara umum negara dapat diartikan sebagai suatu organisasi utama yang ada di dalam suatu wilayah karena memiliki pemerintahan yang berwenang dan mampu untuk turut campur dalam banyak hal dalam bidang organisasi-organisasi lainnya. Terdapat beberapa elemen yang berperan dalam membentuk suatu negara. Elemen-elemen tersebut adalah: 1. Masyarakat Masyarakat merupakan unsur terpenring dalam tatanan suatu negara. Masyarakat atau rakyat merupakan suatu individu yang berkepentingan dalam suksesna suatu tatanan dalam pemerintahan. Pentingnya unsur rakyat dalam suatu negara tidak hanya diperlukan dalam ilmu kenegaraan (staatsleer) tetapi perlu juga perlu melahirkan apa yang disebut ilmu kemasyarakatan (sosiologi) suatu ilmu pengetahuan baru yang khusus menyelidiki, mempelajari hidup kemasyarakatan. Sosiologi merupakan ilmu penolong bagi ilmu hukum tata negara.

2. Wilayah (teritorial) Suatu negara tidak dapat berdiri tanpa adanya suatu wilayah. Disamping pentingnya unsur wilayah dengan batas-batas yang jelas, penting pula keadaan khusus wilayah yang bersangkutan, artinya apakah layak suatu wilayah itu masuk suatu negara tertentu atau sebaliknya dipecah menjadi wilayah berbagai negara. Apabila mengeluarkan peraturan perundang-undangan pada prinsipnya hanya berlaku bagi orang-orang yang berada di wilayahnya sendiri. Orang akan segera sadar berada dalam suatu negara tertentu apabila melampaui batas-batas wilayahnya setelah berhadapan dengan aparat (imigrasi negara) untuk memenuhi berbagai kewajiban yang ditentukan. Paul Renan (Perancis) menyatakan satu-satunya ukuran bagi suatu masyarakat untuk menjadi suatu negara ialah keinginan bersatu (le desir de’etre ansemble). Pada sisi lai n Otto Bauer menyatakan, ukuran itu lebih diletakkan pada keadaan khusus dari wilayah suatu negara. 3. Pemerintahan Ciri khusus dari pemerintahan dalam negara adalah pemerintahan memiliki kekuasaan atas semua anggota masyarakat yang merupakan penduduk suatu negara dan berada dalam wilayah negara. Ada empat macam teori mengenai suatu kedaulatan, yaitu teori kedaulatan Tuhan, kedaulatan negara, kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat. 1. Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit) Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit) meyatakan atau menganggap kekuasaan pemerintah suatu negara diberikan oleh Tuhan. Misalnya kerajaan Belanda, Raja atau ratu secara resmi menamakan dirinya Raja atas kehendak Tuhan “bij de Gratie Gods”, atau Ethiopia (Raja Haile Selasi) dinamakan “Singa Penakluk dari suku Yuda yang terpilih Tuhan menjadi Raja di Ethiopia”. 2. Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit) Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit)menganggap sebagai suatu axioma yang tidak dapat dibantah, artinya dalam suatu wilayah negara, negaralah yang berdaulat. Inilah inti pokok dari semua kekuasaan yang ada dalam wilayah suatu negara. Otto Mayer (dalam buku Deutsches Verwaltungsrecht) menyatakan “kemauan negara adalah memiliki kekuasaan kekerasan menurut kehendak alam”. Sementara itu Jellinek dalam buku Algemeine Staatslehre menyatakan kedaulatan negara sebagai pokok pangkal kekuasaan yang tidak diperoleh dari siapapun. Pemerintah adalah “alat negara”. 3. Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit) Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit) menyatakan semua kekuasaan dalam negara berdasar atas hukum. Pelopor teori ini adalah H. Krabbe dalam buku Die Moderne Staats Idee. 4. Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit), Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit), semua kekuasaan dalam suatu negara didasarkan pada kekuasaan rakyat (bersama). J.J. Rousseau (Perancis) menyatakan apa yang dikenal dengan “kontrak sosial”, suatu perjanjian antara seluruh rakyat yang menyetujui Pemerintah mempunyai kekuasaan dalam suatu negara. Di dalam perkembangan sejarah ketatanegaraan, 3 unsur negara menjadi 4 bahkan 5 yaitu rakyat, wilayah, pemerintahan, UUD (Konstitusi) dan pengakuan Internasional (secara de facto maupun de jure).

2.2 PENGERTIAN KONSTITUSI Kata “Konstitusi” berarti “pembentukan”, berasal dari kata kerja yaitu “constituer” (Perancis) atau membentuk. Yang dibentuk adalah negara, dengan demikian konstitusi mengandung makna awal (permulaan) dari segala peraturan perundang-undangan tentang negara. Belanda menggunakan istilah “Grondwet” yaitu berarti suatu undang-undang yang menjadi dasar (grond) dari segala hukum.

Indonesia menggunakan istilah Grondwet menjadi Undang-undang Dasar. Menurut Brian Thompson, secara sederhana pertanya¬an: what is a constitution dapat dijawab bahwa “…a consti¬tution is a document which contains the rules for the the operation of an organization” Organisasi dimaksud bera¬gam bentuk dan kompleksitas struktur¬nya. Negara sebagai salah satu bentuk organisasi, pada umumnya selalu memiliki naskah yang disebut sebagai konstitusi atau Undang-Undang Dasar. Dahulu konstitusi digunakan sebagai penunjuk hukum penting biasanya dikeluarkan oleh kaisar atau raja dan digunakan secara luas dalam hukum kanon untuk menandakan keputusan subsitusi tertentu terutama dari Paus. Konstitusi pada umumnya bersifat kondifaksi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). Namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi Konstitusi memuat aturan-aturan pokok (fundamental) yang menopang berdirinya suatu negara. Terdapat dua jenis kontitusi, yaitu konstitusi tertulis (Written Constitution) dan konstitusi tidak tertulis (Unwritten Constitution). Ini diartikan seperti halnya “Hukum Tertulis” (geschreven Recht) yang termuat dalam undang-undang dan “Hukum Tidak Tertulis” (ongeschreven recht) yang berdasar adat kebiasaan. Dalam karangan “Constitution of Nations”, Amos J. Peaslee menyatakan hampir semua negara di dunia mempunyai konstitusi tertulis, kecuali Inggris dan Kanada. Di beberapa negara terdapat dokumen yang menyerupai konstitusi, namun oleh negara tersebut tidak disebut sebagai konstitusi. Dalam buku yang berjudul The Law and The Constitution, Ivor Jenning menyebutkan di dalam dokumen konstitusi tertulis yang dianut oleh negara-negara tertentu mengatur tentang: 1. Adanya wewenang dan tata cara bekerja suatu lembaga kenegaraan. 2. Adanya ketentuan hak asasi yang dimiliki oleh warga negara yang diakui dan dilindungi oleh pemerintah. Tidak semua lembaga-lembaga pemerintahan dapat diatur dalam poin 1 dan tidak semua hak-hak warga negara diatur dalam poin 2. Seperti halnya di negara Inggris. Dokumen-dokumen yang tertulis hanya mengatur beberapa lembaga negara dan beberapa hak asasi yang dimiliki oleh rakyat, satu dokumen dengan dokumen lainya tidak sama. Ada konstitusi yang materi muatannya sangat panjang dan sangat pendek. Konstitusi yang terpanjang adalah India dengan 394 pasal. Kemudian Amerika Latin seperti uruguay 332 pasal, Nicaragua 328 pasal, Cuba 286 pasal, Panama 271 pasal, Peru 236 pasal, Brazil dan Columbia 218 pasal, selanjutnya di Asia, Burma 234 pasal, di Eropa, belanda 210 pasal. Konstitusi terpendek adalah Spanyol dengan 36 pasal, Indonesia 37 pasal, Laos 44 pasal, Guatemala 45 pasal, Nepal 46 pasal, Ethiopia 55 pasal, Ceylon 91 pasal dan Finlandia 95 pasal. a. TUJUAN DARI KONSTITUSI Pada umumnya hukum bertujuan untuk mengadakan tata tertib untuk keselamatan masyarakat yang penuh dengan konflik antara berbagai kepentingan yang ada di tengah masyarakat. Tujuan hukum tata negara pada dasarnya sama dan karena sumber utama dari hukum tata negara adalah konstitusi atau Undang-Undang Dasar, akan lebih jelas dapat dikemukakan tujuan konstitusi itu sendiri. Konstitusi juga memiliki tujuan yang hampir sama deengan hukum, namun tujuan dari konstitusi lebih

terkait dengan: 1. Berbagai lembaga-lembaga kenegaraan dengan wewenang dan tugasnya masing-masing. 2. Hubungan antar lembaga negara 3. Hubungan antar lembaga negara(pemerintah) dengan warga negara (rakyat). 4. Adanya jaminan atas hak asasi manusia 5. Hal-hal lain yang sifatnya mendasar sesuai dengan tuntutan jaman. Semakin banyak pasal-pasal yang terdapat di dalam suatu konstitusi tidak menjamin bahwa konstitusi tersebut baik. Di dalam praktekna, banyak negara yang memiliki lembaga-lembaga yang tidak tercantum di dalam konstitusi namun memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan lembagalembaga yang terdapat di dalam konstitusi. Bahkan terdapat hak-hak asasi manusia yang diatur diluar konstitusi mendapat perlindungan lebih baik dibandingkan dengan yang diatur di dalam konstitusi. Dengan demikian banyak negara yang memiliki aturan-aturan tertulis di luar konstitusi yang memiliki kekuatan yang sama denga pasal-pasal yang terdapat pada konstitusi. Konstitusi selalu terkait dengan paham konstitusionalisme. Walton H. Hamilton menyatakan “Consti¬tutionalism is the name given to the trust which men repose in the power of words eng¬rossed on parchment to keep a government in order. Untuk tujuan to keep a government in order itu diperlukan pengaturan yang sede-mikian rupa, sehingga dinamika kekuasaan dalam proses peme¬rintahan dapat dibatasi dan dikendalikan seba¬gai¬mana mestinya. Gagasan mengatur dan membatasi kekua-saan ini secara alamiah muncul karena adanya kebutuhan untuk merespons perkembangan peran relatif kekuasaan umum dalam kehidupan umat manusia. b. KLASIFIKASI KONSTITUSI Hampir semua negara memiliki kostitusi, namun antara negara satu dengan negara lainya tentu memiliki perbeadaan dan persamaan. Dengan demikian akan sampai pada klasifikasi dari konstitusi yang berlaku di semua negara. Para ahli hukum tata negara atau hukum konstitusi kemudian mengadakan klasifikasi berdasarkan cara pandang mereka sendiri, antara lain K.C. Wheare, C.F. Strong, James Bryce dan lain-lainnya. Dalam buku K.C. Wheare “Modern Constitution” (1975) mengklasifikasi konstitusi sebagai berikut: a. Konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis (written constitution and unwritten constitution) b. Konstitusi fleksibel dan konstitusi rigid (flexible and rigid constitution) Konstitusi fleksibelitas merupakan konstitusi yang memiliki ciri-ciri pokok: 1. Sifat elastis, artinya dapat disesuaikan dengan mudah . 2. Dinyatakan dan dilakukan perubahan adalah mudah seperti mengubah undang-undang. c. Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak derajat tinggi (Supreme and not supreme constitution). Konstitusi derajat tinggi, konstitusi yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam negara (tingkatan peraturan perundang-undangan). Konstitusi tidak derajat tinggi adalah konstitusi yang tidak mempunyai kedudukan seperti yang pertama. d. Konstitusi Negara Serikat dan Negara Kesatuan (Federal and Unitary Constitution) Bentuk negara akan sangat menentukan konstitusi negara yang bersangkutan. Dalam suatu negara serikat terdapat pembagian kekuasaan antara pemerintah federal (Pusat) dengan negara-negara bagian. Hal itu diatur di dalam konstitusinya. Pembagian kekuasaan seperti itu tidak diatur dalam konstitusi negara kesatuan, karena pada dasarnya semua kekuasaan berada di tangan pemerintah pusat. e. Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive Constitution).

Pada masa lalu timbul suatu permasalahan yang mengakibatkan Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi tertutup. yaitu Hans Nawiasky. Norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm). maka raja yang menentukan berlaku tidaknya suatu konstitusi.3 HUBUNGAN NEGARA DENGAN KONSTITUSI Berhubungan sangat erat. Presiden dipilih langsung oleh rakyat atau dewan pemilih. Jika yang berlaku adalah paham kedaulatan raja. Aturan dasar negara (staatsgrundgesetz). 2. tetapi juga memiliki kedudukan sebagai Kepala Pemerintahan. Pengertian constituent power berkaitan pula dengan pengertian hirarki hukum (hierarchy of law). di lingkungan negara-negara demo¬krasi. Salah seorang tokoh yang mengembangkan teori tersebut adalah murid Hans Kelsen. maka sumber legitimasi konstitusi itu adalah rakyat. 3. Konstitusi merupakan hukum yang lebih tinggi atau bahkan paling tinggi serta paling fundamental sifatnya. dan konstitusi mendahului organ pe¬me¬rin¬tahan yang diatur dan dibentuk berdasarkan konstitusi. konstitusi lahir merupakan usaha untuk melaksanakan dasar negara. rak¬yatlah yang dianggap menentukan berlakunya suatu konstitusi. Oleh sebab itu menurut Sri Soemantri di Indonesia menganut sistem konstitusi campuran. dan . 2. peraturan-peraturan itu tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi tersebut. Teori Nawiaky disebut dengan theorie von stufenufbau der rechtsordnung. Berlakunya suatu konstitusi sebagai hukum dasar yang meng¬ikat didasarkan atas kekuasaan tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam suatu negara. Pancasila disebut sebagai norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm) dengan menggunakan teori Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. 2. maka agar peraturanperaturan yang tingkatannya berada di bawah Undang-Undang Dasar dapat berlaku dan diberlakukan. Karena itu. Pancasila merupakan filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa. Undang-undang formal (formell gesetz).4 PANCASILA DAN KONSTITUSI DI INDONESIA Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dasar negara memuat norma-norma ideal. dimana dalam Pembukaan UUD 45 tercantum dasar negara Pancasila. 2.Dalam sistem pemerintahan presidensial (strong) terdapat ciri-ciri antara lain: 1. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) tidak termasuk kedalam golongan konstitusi Pemerintahan Presidensial maupun pemerintahan Parlementer . karena konstitusi itu sendiri merupakan sumber legitimasi atau landasan otorisasi bentuk-bentuk hukum atau peraturan-peraturan perundangundangan lainnya. Presiden tidak termasuk pemegang kekuasaan legislatif dan tidak dapat memerintahkan pemilihan umum. Sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku universal. Constituent power menda¬hului konstitusi. Susunan norma menurut teori tersebut adalah: 1. Teori Hans Kelsen yang mendapat banyak perhatian adalah hierarki norma hukum dan rantai validitas yang membentuk piramida hukum (stufentheorie). Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa pancasila berada di atas dan diluar konstitusi. melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara. yang penjabarannya dirumuskan dalam pasal-pasal oleh UUD (Konstitusi) Merupakan satu kesatuan utuh. Jika negara itu menganut paham kedau¬latan rakyat. 3. Presiden memiliki kekuasaan nominal sebagai kepala negara. Hal inilah yang dise¬but oleh para ahli sebagai constituent power yang merupakan kewe¬nangan yang berada di luar dan sekaligus di atas sistem yang diatur¬nya. Dengan ciri-ciri konstitusi yang disebutkan oleh Wheare ” Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive Constitution)”. Hal ini dikarenakan di dalam tubuh UUD 45 mengndung ciri-ciri pemerintahan presidensial dan ciri-ciri pemerintahan parlementer. oleh Sri Soemantri.

Posisi hukum dari suatu Staatsfundamentalnorm adalah sebagai syarat bagi berlakunya suatu konstitusi. Konstitusi memuat aturan-aturan pokok (fundamental) yang menopang berdirinya suatu negara. dan pelaksanaanya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan teori Nawiaky tersebut. Staatsfundamentalnorm ada terlebih dahulu dari konstitusi suatu negara. termasuk di dalamnya Pancasila. Peraturan pelaksanaan dan peraturan otonom (verordnung en autonome satzung). Pancasila adalah lima dasar atau lima asas. Dengan ditetapkannya Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm maka pembentukan hukum. Hamid S. Attamimi menunjukkan struktur hierarki tata hukum Indonesia dengan menggunakan teori Nawiasky. Antara negara dan konstitusi mempunyai hubungan yang sangat erat. Staatsfundamentalnorm adalah norma yang merupakan dasar bagi pembentukan konstitusi atau Undang-Undang Dasar (staatsverfassung) dari suatu negara. Posisi ini mengharuskan pembentukan hukum positif adalah untuk mencapai ide-ide dalam Pancasila. Seluruh nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara Indonesia. 2) Staatsgrundgesetz: Batang Tubuh UUD 1945. Berdasarkan teori tersebut. filsafat. yang merupakan Philosofische grondslag dan Weltanschauung bangsa Indonesia. karena berada di atas konstitusi. 4) Verordnung en Autonome Satzung: Secara hierarkis mulai dari Peraturan Pemerintah hingga Keputusan Bupati atau Walikota. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. penerapan. 2. 3. Soekarno juga menyebutnya dengan istilah Weltanschauung atau pandangan hidup. Negara merupakan suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah (territorial) tertentu dengan mengakui adanaya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang ada di wilayahnya. maka kedudukan pancasila berada di atas undang-undang dasar.1 SIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan. Tap MPR. BAB III PENUTUP 3. maka hasil dari persidangan-persidangan tersebut.4. serta dapat digunakan untuk menguji hukum positif. Soekarno menyebutkan dasar negara sebagai Philosofische grondslag sebagai fondamen. struktur tata hokum Indonesia adalah: 1) Staatsfundamentalnorm: Pancasila (Pembukaan UUD 1945). Karena melaksanakan . Yang menjadi pertanyaan mendasar sekarang adalah. Dengan menempatkan pancasila sebagi Staatsfundamentalnorm. Attamimi memban-dingkannya dengan teori Kelsen dan menerapkannya pada struktur tata hukum di Indonesia. Pancasila tidak termasuk dalam pengertian konstitusi. apakah pancasila merupakan staatsfundamentalnorm atau merupakan bagian dari konstitusi? Dalam pidatonya. 3) Formell gesetz: Undang-Undang. dan Konvensi Ketatanegaraan. Jika masalah dasar negara disebutkan oleh Soekarno sebagai Philosofische grondslag ataupun Weltanschauung. dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. A. pikiran yang sedalam-dalamnya yang diatasnya akan didirikan bangunan negara Indonesia. Konstitusi diartikan sebagai peraturan yang mengatur suatu negara. yaitu Piagam Jakarta yang selanjutnya menjadi dan disebut dengan Pembukaan UUD 1945. Penempatan pancasila sebagai suatu Staatsfundamentalnorm di kemukakan pertama kali oleh Notonagoro.

3. Pancasila merupakan filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa. Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi tertutup. NEGARA DAN KONSTITUSI.prince-mienu.2 SARAN Kepada para pembaca kami menyarankan agar lebih banyak membaca buku yang berkaitan dengan Negara atau Konstitusi agar lebih memahami kedua hal tersebut. Mirza.wikipedia.com Diposkan oleh prince di 19:05 .konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://www. 2004 ( diakses lewat internet) http://www. sehingga pancasila bukan sebagai konstitusi melainkan UUD 1945 yang menjadi konstitusi di Indonesia. 4.com Nasution.

D. Pada jaman dahulu walaupun belum ada undang-undangseperti halnya sekarang. Kita dapat mengetahui pengaruh konstitusi terhadap suatu Negara khususnya Negara Indonesia. Jika salah satu dari unsur tersebut tidak ada maka tempat tersebut tidak dapat dinamakan Negara. Tinjauan Negara 1. seperti halnya suatu Negara yang tanpa kostitusi maka semua hal dalam Negara tidak dapat diatur pergerakannya yang jika dibiarkan mengakibatkan Negara akan kacau. runtuh dan berdampak buruk dengan hilang keberadannya. konstitusi telah ada yang berfungsi mengatur kehidupan bermasyarakat yang disebut dengan adat istiadat yang ada karena kesepakatan dari suatu masyarakat yang terlahir dan dipakai sebagai pengatur kehidupan bermasyarakat.Adat istiadat mempunyai suatu hukum yang dinamakan hukum adat. Penulis ingin menjelaskan hubungan antara Negara dengan konstitusi di Indonesia. yaitu : 1. Suatu tempat dapat disebut dengan Negara jika mempunyai 3 unsur terpenting yang harus ada didalamnya yaitu : 1. Tujuan 1. Perumusan Masalah 1. 2. 1. Seperti halnya adat istiadat. pelanggar adat istiadat dikenai hukum adat maka dalam konstitusi. 2. 2. pelanggar konstitusi dikenai hukuman yang telah diatur dalam undang-undang. Suatu Negara tanpa konstitusi atau undang-undang seperti halnya mobil yang tanpa stir yang tidak dapat diatur geraknya yang jika dibiarkan akan menabrak. Unsur yang lainnya yang juga harus dimiliki oleh suatu Negara adalah pengakuan dari Negara lain. Manfaat Penulis menyusun makalah ini karena mempunyai beberapa manfaat. Pengakuan dari Negara lain harus dimiliki oleh suatu Negara supaya keberadaan Negara tersebut diakui oleh Negara-negara lain. A. konstitusi sangat dibutuhkan keberadaannya. Latar Belakang Negara yaitu suatu tempat yang di dalamnya di diami oleh banyak orang yang mempunyai tujuan hidup yang bermacam-macam dan berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. konstitusi juga mengatur kehidupan suatu Negara supaya tertatanya kehidupan dalam Negara. Pengertian Negara . tetapi kehidupan masyarakat sudah diatur dengan adat istiadat dan yang melanggar adat istiadat akan dikenakan suatu hukum yang telah masyarakat setempat sepakati yaitu hukum adat. Penulis ingin menjelaskan pengaruh konstitusi terhadap suatu Negara khususnya Negara Indonesia. Ketiga unsur tersebut saling melengkapi dalam suatu Negara.Konstitusi di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia.Makalah Negara Dan Konstitusi BAB I PENDAHULUAN 1. Bagaimana hubungan antara Negara dengan konstitusi di Indonesia? 2. 1. Wilayah Pemerintah Rakyat Ketiga unsur tersebut harus ada dalam suatu Negara.Jika dalam adat istiadat. 1. A. BAB II PEMBAHASAN 1. B. 2. Setelah suatu Negara terbentuk maka Negara tersebut berhak membentuk undang-undang atau konstitusi.Maka untuk mengatur kehidupan Negara dan unsur-unsur didalamnya. bobrok. 3. Apakah pengaruh konstitusi terhadap suatu Negara khususnya Negara Indonesia? C. Kita dapat mengetahui hubungan antara Negara dengan konstitusi di Indonesia.

Pengertian Negara menurut para ahli : 1. 1. 1. soultau Negara adalah alat (agency) atau wewenang atau authority yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. 2) Bukan Penduduk Bukan Penduduk adalah mereka yang berada di dalam wilayah Negara. 1. dimana semua hunungan individu dan sosialnya dalam hidup sehari-hari diatur dan dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kranenburg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsa sendiri. Negara ditinjau dari segi organisasi kesusilaan menurut G. 4) Bukan Warga Negara Bukan Warga Negara adalah mereka yang mengakui Negara lain sebagai negaranya  Wilayah .A. Unsur dan Sifat Negara Unsur-unsur terbentuknya Negara ada 2. Roger F.Negara dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi yang mengatur dan menyelenggarakan tata pergaulan hidup warga masyarakat. v a) 2. Friedrich Hegel Negara adalah suatu organisasi yang mewadahi penjelmaan seluruh individu dengan kekuasaan tertinggi Pengertian Negara secara umum adalah organisasi dalam suatu wilayah yang bertujuan kesejahteraan umum. 1.H. George Gelinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berkediaman dalam wilayah tertentu. Carl Schmitt Negara adalah sebagai suatu ikatan dari manusia yang mengorganisasi dirinya dalam wilayah tertetntu. yaitu: Unsur Konstitutif Negara Unsur Konstitutif Negara adalah unsur yang menentukan ada tidaknya suatu Negara. Logemann Negara adalah organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur masyarakat dengan kekuasaaannya itu. meliputi: 1) Penduduk Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal tetap atau berdomisili tetap di dalam wilayah Negara (menetap). seperti:  Rakyat Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam suatu Negara atau menjadi penghuni Negara. 1. Negara ditinjau dari segi organisasi kekuasaan menurut J. 1.W. tetapi tidak bermaksud bertempat tinggal di Negara itu. 1.M.Misalnya : Wisata Asing yang sedang melakukan perjalanan wisata 3) Warga Negara Warga Negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari Negara (menurut undang-undang diakui sebagai warga negara). maclver Negara adalah suatu bentuk organisasi yang melaksanakan kehendak anggotanya yang dituangkan dalam perundang-undangan. Negara ditinjau dari segi organisasi politik menurut R.

artinya wibawa. Jamaica. 1. menghasilkan batas wilayah Negara sebagai berikut: 1. dan udara. pegunungan. ü Kedaulatan keluar adalah mempunyai kedudukan yang sederajat dengan negara lain. 2. Landas Kontinen Landas kontinen merupakan daratan yang berada di bawah permukaan air di luar laut territorial sampai kedalaman 200 m. misalnya: sungai. 1) Daratan Batas wilayah darat suatu Negara biasanya ditentukan dengan perjanjian antara suatu Negara dengan Negara lain dalam bentuk traktat. Perbatasan antara Negara dapat berupa: 2) Batas alam. Pembatasan wilayah suatu negara sangat penting sekali karena menyangkut pelaksanaan kedaulatan suatu negara dalam segala bentuk. Pemerintah Yang Berdaulat. Batas buatan. selebar lebih kurang 200 mil di lautan bebas. Laut Teritorial Setiap negara mempunyai kedaulatan atas laut territorial selebar 12 mil laut. Berkuasa mengusir orang-orang yang bukan warga negaranya dalam wilayah tersebut bila tidak memiliki izin dari negara itu. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Zona Ekonomi Eksklusif merupakan batas lautan suatu negara pantai lebarnya 200 mil laut dari garis dasar. Pemerintah yang berdaulat mempunyai kekuasaan sebagai berikut : ü Kedaulatan ke dalam. Berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada di dalamnya.Dalam batas ini. 3. misalnya: pagar tembok. bujur timur/barat. landas kontinen dinyatakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah daratan. lautan. berwenang menentukan dan menegakkan hukum atas warga dan wilayah negaranya. atau lembah..Wilayah adalah bagian tertentu dari permukaan bumi dimana penduduk suatu Negara bertempat tinggal secara tetap. 3) Udara Wilayah udara suatu negara ada di atas wilayah daratan dan wilayah lautan Negara itu. misalnya: lintang utara/selatan. sehingga bebas untuk menentukan hubungan diplomatik dengan negara lain. Landas Benua Landas benua adalah wilayah daratan negara pantai yang berada di bawah lautan di laut ZEE. Lautan Menurut Konferensi Hukum Laut internasional III pada 10 Desember 1982 yang diselenggrakan oleh PBB di Montego Bay. 1. 1. Zona Bersebelahan Zona bersebelahan merupakan batas laut selebar 12 mil laut dari garis batas laut territorial atau batas laut selebar 24 mil laut dari garis dasar. 1. yang diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar (base line) garis pantai kearah laut bebas. negara pantai berhak menggali kekayaan alam yang ada dan menangkap para nelayan asing yang kedapatan sedang melakukan penangkapan ikan. Wilayah suatu Negara meliputi: wilayah daratan. Bagi negara pantai. danau. seperti hal-hal berikut : 1. pagar kawat berduri Batas menurut geofisika.  Pemerintah .

Misalnya : setiap warga Negara harus membayar pajak dan orang yang menghindarinya akan dikenakan denda. Lenin (1870-1924). 31 Mei 1945): 2. Teori Individualisme Diajarkan oleh Thomas Hobbes (1588-1679). J. b) Unsur Deklaratif Negara Pengakuan dari Negara-negara lain merupakan unsure deklaratif Negara.Maka Karl Marx menganjurkan revolusi kaum buruh untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis dan balas .J.Suatu Negara memiliki pemerintah. Soepomo (dalam Sidang BPUPKI.Pengakuan itu berdasarkan kenyataan bahwa satu komunitas politik telah terbentuk dan memenuhi ketiga unsur konstituf negara. b. Misalnya : aliran kepercayaan atau aliran politik dilarang bertentangan dengan tujuan masyarakat. Adalah atas fakta adanya negara. Herbert Spencer (1820-1903). rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Sifat memaksa artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan. a. v ü 3. Rousseau (1712-1778). pada umumnya setiap Negara memepunyai sifat seperti : 1. Misal : keharusan membayar pajak. agar peraturan perundang-undangan ditaati dengan demikian penertiban dalam masyarakat tercapai serta timbulnya anarkhi dicegah. Ada dua pengakuan:  Pengakuan de facto. yaitu kekuasaan tertinggi untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara yang tersedia untuk mengatur kehidupan warganya. Sifat monopoli artinya Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat atau untuk mencapai cita-cita Negara. 1. Frederick Engels (1820-1895). Mencakup semua artinya semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali. John Locke (1632-1704). v Sifat-sifat Negara Menurut Miriam Budiardjo. 3. Teori dan Bentuk Negara Teori-teori Negara Tiga teori pengertian negara yang dikemukakan Mr. Teori Kelas (Golongan) Diajarkan oleh Karl Marx (1818-1883). Makna pengakuan dari negara lain adalah untuk menjamin suatu negara baru dapat menduduki tempat yang sejajar sebagai suatu organisasi politik yang merdeka dan berdaulat di tengan keluarga bangsa-bangsa. Teori ini menganggap negara sebagai masyarakat hukum yang disusun berdasarkan perjanjian antara setiap pribadi (individu) yang menjadi anggota masyarakat itu.  Pengakuan de jure Adalah pengakuan bahwa keberadaan suatu negara itu sah menurut hukum internasional. maka yang diutamakan dalam setiap kegiatan negara adalah kepentingan dan kebebasan pribadi sehingga kepentingan seluruh warga negara kurang diperhatikan.Unsur ini bersifat menerangkan saja tentang adanaya Negara. V. Harold J.  Kedaulatan Suatu Negara meilikii kedaulatan. yaitu suatu organisasi yang berwenang untuk memutuskan dan memerintah seluruh warga Negara di dalam wilayahnya. Teori ini menganggap negara sebagai alat dari suatu golongan atau kelas ekonomi kuat yang menindas golongan ekonomi lemah.I. Laski (1839-1950). yaitu wilayah.Karena merupakan perjanjian antarpribadi.

v Tiap negara bag punya 1 UUD. yaitu: ü ü Sentralisasi. 4. SERIKAT (Federasi) disebut gabungan. Ciri-ciri : ü ü ü Mempunyai 1 UUD Mempunyai 1 presiden Hanya pusat yang berhak membuat UU Untuk memerintah daerah. dibagi 2 sistem.Baginya tiada tempat dalam negara untuk kepentingan pribadi. Bentuk Negara Kesatuan adalah suatu negara merdeka dan berdaulat yang memiliki pemerintah pusat dan berkuasa mengatur seluruh wilayah. Menurut teori integralistik. tujuan negara merupakan gabungan dari teori individualisme dan sosialisme. pemda diberi kekuasaan mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (hak otonomi) 1. harus dengan persetujuan parlemen negara bagian.menindas mereka. melainkan menjamin keselamatan hidup seluruh bangsa sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. 1 lembaga legisltif Masing-masing negara bagian masih memegang kedaulatan ke dalam. Sosialisme Menurut teori sosialisme negara mempunyai hak campur tangan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Bentuk-bentuk Negara Bentuk Negara ada 2. yaitu: 1. bila semua urusan diatur dan diurus pusat Desentralisasi. yaitu: . Kedaulatan tetap dipegang oleh pusat. Individualisme Menurut teori individualisme bahwa negara tidak boleh campur tangan dalam urusan warga negaranya. Teori Integralistik Diajarkan oleh Benedictus de Spinoza (1632-1677). negara adalah susunan masyarakat yang integral: semua anggota masyarakat merupakan bagian dari persatuan organis. 2. ü Teori Ideologi Negara 1. tidak mengutamakan kepentingan pribadi. Adam Muller (1799-1829). 4. Fungsi dan Tujuan Negara Fungsi Negara ada 4. suatu negara yang terdiri dari beberapa negara bagian yang tidak berdaulat. v Fasisme Menurut teori fasisme. tujuan negara adalah imperium dunia. c.Teori ini mendasari komunisme yang dianut dalam bentuk diktatur proletariat. kedaulatan keluar dipegang pusat. Friedrich Hegel (1770-1831). Integralistik Menurut teori Integralistik. Aturan yang dibuat pusat tidak lgs bisa dilaksanakan daerah. Negara tidak memihak kepada golongan yang paling kuat. Ciri-ciri : ü ü ü 1. 3.

1. Sistem Konstitusi Negara Indonesia 2.1. atau menyatakan suatu Negara. naskah konstitusi merupakan naskah penting yang sulit untuk diubah dan dengan sendirinya menjamin kepastian hukum. Nicolo Machiavelli tujuan negara adalah untuk menghimpun dan memperbesar kekuasaan negara agar mencapai kehormatan. Dalam arti sempit Konstitusi berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (Loi constitutionallle) ialah suatu dokumen lengkap mengenai peraturan dasar Negara. Menurut EC Wade Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas pokok dari badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan tersebut. Tujuan Negara menurut ahli ada 4. yaitu: Shang Yang tujuan negara adalah mengumpulkan kekuasaan negara yang sebesar-besarnya. 1. menyusun. 1. Sehingga konstitusi menentukan segala norma. Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran Negara harus mengeksplorasi sumber daya alam (SDA) dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan pendapatan rakyat guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Dante Allighieri tujuan negara adalah untuk mrnciptakan perdamaian dunia. Hal ini didasarkan bahwa negara adalah ikatan dari manusia yang mengorganisir dirinya dalam wilayah tertentu. Fungsi Pengaturan dan Ketertiban Negara harus mempunyai peraturan (UU) dan peraturan-peraturan lainnya untuk menjalankannya agar terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat. berbangsa dan bernegara. Immanuel Kant tujuan negara adalah untuk membentukdan memelihara hak dan kemerdekaan warga negara. dan kesejahteraan bangsa.   . 1. B. Konstitusi memuat hal-hal yang fondamental saja sehingga tidak absolut. 1. tantangan. Fungsi Keadilan Negara harus dapat menegakkan hukum secara tegas dan tanpa adanya unsur kepentingan tertentu. 1. yaitu membentuk. 1. Fungsi Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Negara harus dapat melindungi rakyat. Pengertian Konstitusi Konstitusi berasal dari bahasa Prancis constituer yang berarti membentuk. Konstitusi dalam arti relatif. hambatan dan gangguan. kebesaran. mencakup seluruh keadaan dan struktur dalam negara. Setiap warga negara harus dipandang sama di depan hukum. wilayah serta pemerintahan dari ancaman. v 1. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Konstitusi dalam pengertian luas adalah keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar. konstitusi merupakan keputusan tertinggi dari pada rakyat. Konstitusi menentukan segala bentuk kerja sama dalam organisasi negara. Konstitusi dalam arti positif. 4. Sedangkan menurut Carl Schmitt dari mazhab politik adalah :  Konstitusi dalam arti absolut.

Hukum dasar tertulis ini terdiri atas Pembukaan. sehingga tidak bertentangan. sebagai satu kesatuan organic yang masing-masing mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri. dan Penjalasan. Konstitusi dalam arti ideal. Merupakan perudangan-undangan yang tertinggi dan berfungsi sebagai alat control terhadap norma-norma hukum yang lebih rendah. Merupakan aturan-aturan dasar sebagai pelengkap yang tidak terdapat dalam Undang-Undang Dasar. Sedang flexibel berarti elastic. 1. 4.Materiil dilihat dari segi isinya berisikan hal-hal bersifat dasar pokok bagi rakyat dan negara. 1. sehingga tidak bertentangan dengan kehendak rakyat. yang primer adalah bangunan masyarakat atau sering disebut political decision. Batang Tubuh. Merupakan hukum yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara Negara. - konstitusi sebagai peraturan hukum. peraturan hukum tertulis. Bangunan masyarakat sebagai hasil keputusan masyarakat. 3. Hukum dasar tidak tertulis disebut dengan istilah konvensi. mencerminkan keadaan sosial politik suatu bangsa . 3. Konstitusi Negara Indonesia Konstitusi dalam praktik ketatanegaraan dapat diartikan sebagai undang-undang dasar suatu Negara. aturan atau ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan. kesederhanaan hukum dan kepastian hukum. Sifat-sifat hukum tertulis antara lain : 1. . Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sebagian dari hukum dasar. Sifat dan Fungsi Konstitusi 1. 2. Dengan demikian UUD adalah bagian dari konstitusi tertulis. Sifat Konstitusi Formil dan materiil Formil berarti tertulis. Flexibel dan rigid. 1. Diterima oleh rakyat. Tingkat Konstitusi Herman Heller membagi Konstitusi dalam 3 tingkat:  Konstitusi sebagai pengertian politik. konstitusi dapat menampung ide yang dicantumkan satu persatu sebagai isi konstitusi seperti pada konstitusi relatif.   1. Berjalan sejajar dengan Undang-Undang Dasar. yang harus berlaku. keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normatif. sehingga dapat memenuhi    tuntutan zaman. 2. yang di sampingnya masih ada hukum dasar tidak tertulis. 4. Dari pengertian ini timbul aliran kodifikasi menghendaki hukum tertulis untuk terciptanya kesatuan hukum.Hukum dasar tertulis merupakan konstitusi. Berisi norma-norma. diumumkan dan diubah sama dengan undang-undang. Kalau rigid berarti kaku sulit untuk mengadakan perubahan. mempunyai syarat-syarat yang disebut dengan cirri-cirinya yaitu :     Kebiasaan yang terpelihara dalam praktik penyelenggaraan Negara. Memuat aturan-aturan pokok yang bersifat singkat dan supel serta memuat hak asasi manusia. Pengertian Hukum menjadi sekunder. yaitu khusus hukum dasar tertulis.Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang berlaku adalah Undang-Undang Dasar 1945 beserta amamdemennya. Tertulis dan tidak tertulis Fungsi Konstitusi Menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagai suatu fungsi konstitusionalisme Memberikan legitimasi terhadap kekuasaan pemerintah Sebagai instrumen untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam sistem demokrasi atau raja dalam sistem monarki) kepada organ-organ kekuasaan negara. maupun rakyat sebagai warga Negara. Konstitusi sebagai pengertian hukum .

1. Presiden. Pemerintah berdasar atas system kontitusi (hukum dasar). Sebelum amandemen dirumuskan Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi dibawah majelis. menteri negara tidak bertanggung jawab kepada dewan perwakilan rakyat. dan Dewan Perwakilan Rakyat. sedang presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh majelis. Sistem Konstitusional. Akan tetapi presiden bekerja sama dengan dewan. dan rancangan Undang-Undang anggaran pendapatan dan belanja negara diajukan oleh presiden untuk dibahas bersama DPR dengan memerhatikan pertimbangan DPD. Tugas dan wewenang MPR adalah    1. tidak bersifat absulitisme (kekuasaan yang tidak terbatas). akan tetapi tergantung pada Presiden. diciptakan system mekanisme hubungan tugas dan hukum antara lembaga-lembaga Negara yang dapat menjamin terlaksananya system itu sendiri serta dapat memperlancar pelaksanaan pencapaian cita-cita nasional. Hal ini mengandung arti bahwa Negara termasuk di dalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga Negara dalam melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum atau harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas . Sistem Pelaksana Lembaga Negara yang tercantum dalam system pelaksana pemerintahan ada tiga lembaga Negara. yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sitem ini dijelaskan dalam UUD 1945 sebagai berikut :presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara. 1. Menetapkan Undang-Undang Dasar dan menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. dikenal tujuh kunci pokok system pemerintahan Negara yang dibagi dua kelompok yaitu system dasar dan system pelaksana. Presiden harus mendapatkan persetujuan DPR. Mengangkat kepala negara dan wakil kepala negara Memegang kekuasaan negara yang tertinggi. Dengan landasan kedua system itu. 1.Maka logis bahwa dalam menyelenggarakan pemerintahan Presiden disamping MPR dan DPR. Kekuasaan Negara yang Tertinggi di tangan rakyat Sebelum amandemen dirumuskan: Kekuasaan Negara yang Tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dan Presiden bukan sebagai mandataris majelis. Sistem ini memberikan ketegasan bahwa cara pengendalian pemerintah dibatasi ketentuan-ketentuan konstitusi serta ketentuan-ketentuan hukum lain yang merupakan produk konstitusional seperti GBHN dan UU. 1. Sistem Pemerintahan Negara Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan dalam penjelasan UUD 1945. system Negara hukum dan system konstitusioanal. Menteri-menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Sistem Dasar Sistem dasar meliputi : Sistem Negara hukum yaitu Negara yang berdasarkan atas hukum ( Rechtsstaat) tidak berdasarkan atas kekuasaaan belaka (Machtsstaat). Kedudukannya tidak tergantung daripada dewan. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi disamping MPR. Dalam pembuatan Undang-Undang. 1. sesuai UUD 1945 hasil amandemen yaitu presiden berhak mengajukan rancangan Undang-Undang kepada DPR.1. Berdasarkan Undang-Undang 1945 hasil amandemen Presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat . Menteri Negara ialah pembantu Presiden. Presiden tidak bertanggung jawab kepada dewan perwakilan rakyat Menurut sistem pemerintahan ini presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. 5. 1.

1.jadi dalam arti kebijaksanaan. tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat indonesia sebesar besarnya. Politik ekonomi yang bersifat swasembada dan swadaya dengan tidak mengisolasi diri. 1. Politik dalam arti kebijaksanaan Politik dalam arti kebijaksanaan adalah penggunaan pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional. Jadi sesuai dengan sistem ini maka kebijaksanaan atau tindakan Presiden dibatasi pula oleh adanya pengawasan yang efektif oleh DPR. 1. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyar serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa. dan pengendalian). keinginan atau keadaan yang dikehendaki. Politik dan Strategi Nasional 1. dengan bekal bersatu dalam bentuk nasionalisme Indonesia. usaha serta kebijaksanaan tindakan negara tentang pembinaan (perencanaan. v Konsep Dasar Strategi . v Konsep Dasar Politik Untuk memberikan pengertian kata politik. baik yang potensial maupun yang efektif untuk mencapai tujuan nasional. dan dalam arti kebijaksanaan. ancaman. akan disampaikan terlebih dahulu berapa arti kata politik dari segi kepentingan penggunaannya. cita-cita. pengembangan. 1. Politik sebagai kepentingan umum Politik dalam pengertian ini adalah medan atau arena tempat keseluruhan individu atau kelompok individu bergerak dan masingmasing mempunyai kepentingan atau idenya sendiri. Politik pertahanan keamanan. tujuannya masyarakat adil dan makmur dengan sistem kedaulatan rakyat. Politik nasional meliputi : Politik dalam negeri.Dalam sistem ini kedudukan dan peranan DPR adalah kuat. C. yang bersifat defensif aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan. DPR tidak dapat dibubarkan oleh presiden tetapi DPR pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang dan setiap rancangan Undang-Undang dibahas oleh DPR dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. yaitu dalam arti kepentingan umum. dan gangguan. meninggikan dan memelihara harkat derajat dan potensi rakyar indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan dakibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat dan dapat dibanggakan. Pengertian politik nasional Politik nasional adalah asas haluan. hambatan. Konsepsi Politik Dan Strategi Politik dan strategi nasional meruapakan konsepsi operasional dari proses pencapaian cita-cita nasional. Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif antiimperalisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasi. yang diarahkan kepada mengangkat. pemeliharaan. titik beratnya adalah adanya : Proses pertimbangan Menjamin terlaksananya suatu usaha Pencapaian cita-cita yang dikehendaki Jadi politik dalam pengertian ini adalah tindakan dari satu individu atau suatu kelompok individu mengenai satu masalah atau keseluruhan masalah dari masyarakat atau negara.

1. Pengertian Strategi Nasional Strategi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan-kekuatan nasional (yaitu : ideologi politik. yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. kelompok kepentingan (interest group).sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”.  Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden. Lebaga -lembaga tersebut adalah MPR. yang masing-masing memberi definisi sebagai berikut :    Karl von Clausewitz (1780-1831) menyatakan bahwa “Strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk kepentingan perang. MA. DPR. 2. Antoine Henri Jomini (1779-1869) memberikan definisi strategis yang bersifat deskriptif yakni “strategi adalah seni menyelenggarakan perang diatas peta dan meliputi seluruh kawasan operasi”. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”.  Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik nasional dalam Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut : Tingkat penentu Kebijakan Puncak .Istilah strategi berasal dari kata Yunani “strategia” yang diartikan “the art of the general” atau seninya orang panglima. demikian juga bentuk teknologi dipengaruhi juga strategi yang dintentukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 1. dan kelompok penekan (pressure group). Liddle Hart (1921-1953) seorang kapten cacat veteran yang menekuni sejarah perang secara global menyatakan bahwa “strategi adalah seni untuk mendistribusikan dan menggunakan sarana-sarana militer untuk mencapai tujuan politik. BPK. dan kemudian oleh Liddle Hart dari Inggris. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Hasil penemuan teknologi diteliti untuk dapat diterapkan dalam konteks strategi. dan sebaliknya keinginan-keinginan strategi perlu dirumuskan untuk mendapatkan tanggapan dari teknologi. sosial-budaya dan militer) dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. dan perang adalah lanjutan politik dengan cara lain”. Pengertian strategi secara ilmiah pertama kali dikemukakan oleh Karl von Clausewitz dari Prusia. seperti partai politik. dan keseluruhan proses ini terjadi dalam suatu arah tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. media massa. Antoine Henri Jomini dari Swiss. Sistem Politik Dan Strategi Nasional Politik nasional diartikan sebagai kebbijaksanaan umum untuk mencapai cita-cita nasional masyarakat adil dna makmur yang terkandung dalam alinea kedua. ekonomi.Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. DPA. Strategi pada dasarnya merupakan kerangka dan tindakan yang disusun dan disiapkan dalam suatu rangkaian pentahapan yang masing-masing merupakan jawaban yang optimal terhadap tantangan baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari langkah sebelumnya. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Presiden. dan tujuan nasional keamanan dan kesejahteraan yang terkandung dalam alkinea keempat dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Hubungan Strategi dan teknologi Strategi membutuhkan teknologi dalam mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh politik. organisasi kemasyarakatan.

yang lingkupnya juga menyeluruh nasional. menjadi landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional. Tugas bangsa indonesia sekarang adalah untuk membangun suatu mekanisme yang dapat mengatur dinamika masyarakat yang berbeda-beda sesuai dengan cita-cita bangsa dalam kehidupan nasional.Wewenang pengeluaran kebijakan teknis ini terletak ditangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga non departemen. Tingkat Penentu kebijakan khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan.- Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan UUD. Kebjaksanaan nassional merupakan suatu manifestasi pencapaian tujuan nasional melalui rumusanrumusan pokok yang dapat menjamin tercapainya tujuan nasional. penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional berdasarkan filsafat Pancasila dan UUD 1945. dan kegiatan. Tingkat penentu kebijakan umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak. Tingkat penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis merupakan penggarisan dalam satu sektor dari bidang utama di atas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. pada akhirnya diputuskan secara politis. 4) 1. yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden (UUD 1945 pasal 4 ayat (1) ). Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD.Politik nasional merupakan pula konsepsi perjuangan dalam rangka mengisi cita-cita kemerdekaan yang mencerminkan aspirasi dan ideologi bangsa serta sikap kearah tindakan yang nyata. 1. dan dalam kerangka inilah penyelenggaraab fubgsi politik itu berlangsung. . Strategi nasional merupakan bagian yang penting dalam proses pemantapan. sekarang telah memasuki periode konstruksi. sebab setiap mekanisme yang dibentuk. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 samapai dengan 15 UUD 1945 . program.Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan dalam bidang utama tersebut. Pelaksanaan Politik Nasional Perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya telah mengalami masa-masa peralihan sebagai periode transisi. Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden. 3. Hakikat Politik Nasional Politik nasional pada hakikatnya adalah sama dengan kebijaksanaan nasional. Kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah : Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat didaerah terletak ditangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat didaerah yuridiksi masing-masing. 1. 2) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945 pasal 5 ayat 2) 3) Keputusan atau instruksi presiden. Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat terdapat serangkaian kebijaksanaan politik. Hasil-hasilnya dapat berbentuk: 1) Undang-undang yang kekuasaan pembuatannya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 ayat (1) ).Wewenang kebijakan khusu berada ditangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya.

serta meningkatkan perlindungan. Sasaran Nasional sebagai hasil perhitungan Tujuan Nasional dalam jangka pendek. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang–undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif. Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi : 1. Penertiban dunia dengan dasar kemerdekaan. tujuan . maka politik nasional disusun oleh pemerintah bersama DPR. Implementasi Politik Dan Strategi Nasional Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum: 1. murah dan terbuka. . Selain penegasan faktor Karsa menurut proyeksi berdasarkan tahapan jangka waktu. pembidangan fungsional. perlindungan hak–hak konsumen. kepentingan sosial. Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut ketatanegaraan indonesia dengan prinsip Kabinet presidensial. tuntas. mudah. Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.Sehingga dapat dikatakan politik nasional adalah politik pembangunan. Tugas yang diberikan oleh Undang-undang Dasar 1945 kepada setiap pemerintah Indonesia adlah pembangunan bangsa Indonesia yang mencakup :    Perlindungan terhadap semua bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan. sehingga konsepsi politik nasional berorientasi kepada pembangunan.Cita-cita kemerdekaan terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke dua. 4. Konsepsi politik nasional berdasarkan pola dan orientasi pada daya upaya untuk mengatur negara dengan sebaik-baiknya demi memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi rakyat banyak. 1. serta bebas korupsi dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan dan kebenaran. kualitas hidup. Perumusan Politik Nasional Perumusan politik nasional indonesia adalah dilakukan oelh presiden yang dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara. Politik nasional ini disusun berlandaskan ketetapan-ketetapan MPR.Dalam landasan tersebut telah ditentukan masyarakat yang bagaimana yang dicita-citakan dan cara-cara bagaimana yang harus ditempuh. termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuaianya dengan reformasi melalui program legalisasi. idaman. Proses penegasan cita-cita nasional itu secara berturut-turut harus dapat menentukan :    Idaman Nasional sebagai hasil proyeksi Cita-cita Nasional dalam jangka panjang. 2. perdamaian abadi. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat.Dengan demikian politik nasional adalah berlandaskan pada ideologi pancasilam karena ideologi pancasila bersifat asasi sedang politik nasional merupakan pelaksanaan ideologi yang disesuaikan dengan ruang dan waktu. 5. pembagian kewilayahan atau kedarrahan dan lain sebagainya. struktur program. yang sebagai jelmaan dari empat pokok pikiran pancaran dari pancasila. dan sasaran nasional tersebut menurut keperluan dapat pula menjadi pangkal bagi penentuan arah menurut struktur organisasial. yang identik dengan cita-cita nasional. maka cita-cita. 4. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi. dan keadilan sosial.Ketetapan-ketetapan MPR merupakan penjabaran dari Undang-undang Dasar 1945. Tujuan Nasional sebagai hasil prakiraan Idaman Nasional dalam jangka sedang. Cita-cita nasional perlu mengalami proses penegasan atau konkretisasi yang dinamis lewat penjabatan yang terjadi dengan memproyeksikan cita-cita nasional itu secara bertahap. nilai–nilai keadilan. serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang belum ditangani secara 3. pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.

dan pemanfaatan sumber daya alam. lembaga hukum. indutri kecil dan kerajinan rakyat. Untuk menyelesaikan masalah–masalah yang mendesak dalam kehidupan bermasyarakat. perlu upaya rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undang–undang. 3. serta mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang demokratis dengan menyempurnakan berbagai peraturan perundang–undangan dibidang politik. dan lembaga–lembaga tinggi negara lainnya dengan menegaskan fungsi. serta industri kecil dan kerajinan rakyat. pengembangan kelembagaan penguasaan teknologi. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat. terutama bagi fakir miskin dan anak–anak terlantar dengan mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah serta menumbuhkembangkan usaha dan kreativitas masyarakat yang pendistribusiannya dilakukan dengan birokrasi efektif dan efisien serta ditetapkan dengan undang–undang. Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan ruang. menyediakan fasilitas publik yang memadai dan harga terjangkau. murah. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komperatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah. yang merugikan masyarakat. 3. 4. nyata dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat. mudah. baik fisik maupun sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelaksanaan ekonomi daerah. lembaga politik. 4. dinamika dan tuntutan reformasi. menyediakan kebutuhan pokok terutama perumahan dan pangan rakyat. melalui regulasi. Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup : . Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. Memberdayakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka melaksanakan fungsi dan perannya guna memantapkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas. serta seluruh masayrakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4. 5. 6. 2. 2. yang dilakukan secara transparan dan diatur undang–undang. dan cepat. mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman aspirasi politik. Menyempurnakan Undang–Undang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan bangsa. Implementasi politik strategi nasional di bidang politik : 1. kelautan. pertambangan. lembaga keagamaan. berbangsa dan bernegara. 3. kehutanan. tingkat inflasi terkendali. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis guna menentukan tingkat suku bunga wajar. pembangunan sistem agribisnis. lembaga ekonomi. Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana. tingkat kurs rupiah yang stabil dan realitis. Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah propinsi. lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat. terutama pertanian dalam arti luas. legislatif dan yudikatif. nyata dan bertanggung jawab. layanan publik. serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan Undang–Undang Dasar 1945. dengan tetap memelihara kesatuan dan persatuan bengsa. Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dengan mengutamakan kepentingan daerah yang lebih luas melalui desentralisasi perizinan dan investasi serta pengelolaan sumber daya. Mengembangkan otonomi daerah secara luas. subsidi dan insentif.2. pariwisata. 6. wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga eksekutif. Secara umum Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut : 1. daerah kota dan desa. Mengembangkan prsaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka. serta memperlancar perizinan yang transparan. 5. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang menganggu mekanisme pasar. daerah kabupaten.

Kepolisian Negara Republik Indonesia dan rakyat. Kepolisian Negara Repuiblik Indonesia sebagai kekuatan utama didukung komponen lainnya dari kekuatan pertahanan dan keamanan negara dengan meningkatkan kesadaran bela negara melalui wajib latih dan membangun kondisi juang. Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi. dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan 2. Sistem Manajemen Nasional 5. serta mewujudkan kebersamaan Tentara Nasional Indonesia. rehabilitasi. memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri. 4. dan pelayanaan yang diperlukan dalam ranga mewujutkan cita. Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi. Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga.1. dan anggaran yang memadai. Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia. redefinisi. dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk melindungi. pembangunan yang berkelanjutan. memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.  Bangsa Indonesia Sebagai unsure pemilik Negara yang berperen menentukan system nilai ndan arah serta haluan negera sebagai landasan dan pedoman bagi penyelengraan fungsi Negara. serta penataan ruang. Dengan kata lain bahwa SISMENNAS merupakan suatu system dimana managemen adalah merupakan faktor upaya yang mengunakan organisasi sebagai faktor sarana serta administrasi sebagai faktor karsa yang member arah dalam kebijaksanaan pemerintah. Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan : 1. 1. kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal. dan penghematan penggunaan. Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar–besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. Menerapkan indikator–indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan pembaharuan dalam pengelolaan sumber daya 5. yang diatur dengan undang–undang. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi.cita bangsa. 2. 3. Pengertian SISMENNAS SISMENNAS merupakan suatu himpunan usaha nasional secara menyeluruh yang memadukan pengertian manajemen sebagai perilaku. dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan. yang pengusahaannya diatur dengan undang–undang. 3. Unsur-unsur Manjemen Ketatanegaraan Meliputi hal.hal sebagai berikut :  Negara Sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan. Administrasi meliputi bidang : a) b) Administrasi Negara Administrasi Niaga 2. meningkatkan rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan negara ke wilayah yang di dukung dengan sarana. D. 4. Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia. prasarana. alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik. pengaturaan.  Pemerintah .

Secara structural unsure utama SISMENNAS tersusun atas empat tatanan :     Tata Laksana Pemerintahan (TLP) Tata Administrasi Negara (TAN) Tata Politik Nasional (TPN) Tata Kehidupan Masyarakat (TKM) Secara prases SISMENNAS berpusat pada suatu rangkaian pengambilan keputusan yang berwenagan pada tatanan TAN dan TLR. 3.Hak rakyat adalah berupa terpenuhinya berbagai kepentingan sedangkan kewajiban rakyat berupa likutsertaan dan tangung jawab bagi terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. norma. 3. penerima. atau pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam program berbagai kegiatan. Dalam prosesnya Arus Masuk terdapat 2 fungsi: a) Fungsi Pengenalan Kepentingan Untuk menemukan dan mengenali serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur Tata Kehidupan Masyarakat. sebagai pengarahan. untuk memperbandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelasaknaan selesai. BAB III . patokan dan pedoman sebagai cara yang singkat dalam kebijaksanaan umum.Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan diarahkan pada penjaminan hak dan penerbitan kewajiban rakyat. sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. F Penerapan Aturan Penyelengaraan. F Penghakiman Aturan Penyelesaian segala macam perselisihan.Sebagai Manager dan Penguasa dalam penyelengraan fungsi pemerintahan umum.orang yang berkualitas guna menempati derbagai kedudukan dan jabatan tertentu yang menyelengarakan berbagai tugas dan prkerjaan dalam rangka TPKB.sangsi tertentu yang ditujukan pada masyarakat umum. Perencanaan. 2. b) Fungsi Pemilihan Kepemimpinan Untuk memberikan masukan tentang tersedianya orang. Penilaian. dan konsumen bagi hasil kegiatan penyelengraan fungsi pemerintahan. Kata wewenang berarti bahwa keputusan itu bersifat mengikat dan dapat dipaksakan dengan sangsi. Tata Pengambilan Keputusan Berwenangan(TPKB) merupakan inti SISMENNAS yang meliputi fungsi : 1.  Masyarakat Sebagai unsure Penunjang dan Pemakai sebagai contributor. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan penentuan kebijaksanaan umum dalam rangka pemeliharaan tertip hukum. penegakan. Pada aspek Arus Keluar secara fungsional SISMENNAS untuk menghasilkan: F Pembuatan Aturan(Rule Making) A turan. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. Pengendalian. Fungsi SISMENNAS Fungsi pokok SISMENNAS adalah pemesyarakatan politik. penerapan.

Konstitusi juga mempunyai kegunaan bagi penguasa sebagai alat mewujudkan cita-cita dari tujuan Negara yang sesuai dengan kaedah Negara pembuatnya.Sedangkan selain mempunyai tujuan.Sedangkan dalam arti sempit memiliki arti piagam dasar atau undang-undang dasar yang merupakan dokumen lengkap mengenai peraturan dasar Negara. Oleh karena itu. Bentuk Negara ada 2 yaitu Negara Kesatuan dan Serikat( Federasi ) yang masing-masingnya mempunyai cirri-ciri yang membedakan satu dengan yang lainnya. Sedangkan dalam arti sempit memiliki arti piagam dasar atau undang-undang dasar yang merupakan dokumen lengkap mengenai peraturan dasar Negara. Konstitusi mempunyai tujuan dan kegunaan dalam pembentukannya. Konstutusi mempunyai pengertian dalam arti luas adalah keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar/ hukum dasar. Konstitusi juga mempunyai kegunaan bagi penguasa sebagai alat mewujudkan cita-cita dari tujuan Negara yang sesuai dengan kaedah Negara pembuatnya. . Sedangkan selain mempunyai tujuan. Konstutusi mempunyai pengertian dalam arti luas adalah keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar/ hukum dasar.KESIMPULAN Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa : Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang bertujuan kesejahteraan umum. Konstitusi dibuat dengan tujuan mencapai tujuan dari sutu negar yang membuatnya kalau di Indonesia konstitusi dibuat untuk mencapai tujuan yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang sebagai dasar Negara Indonesia. dimana semua hunungan individu dan sosialnya dalam hidup sehari-hari diatur dan dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan serta suatu negara mempunyai unsur dan sifat. manfaat dan kegunaan konstitusi bagi suatu Negara khususnya bagi Indonesia untuk mewujudkan suatu cita-cita luhur bangsa Indonesia maka konstitusi sangat dibutuhkan bagi Negara Indonesia yang dapat juga sebagai alat pencapai tujuan Negara berdasarkan pada Dasar Negara yaitu Pancasila. dengan adanya konstitusi maka pengaturan dalam Negara akan berjalan dengan baik.Konstitusi dibuat dengan tujuan mencapai tujuan dari sutu negar yang membuatnya kalau di Indonesia konstitusi dibuat untuk mencapai tujuan yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang sebagai dasar Negara Indonesia. manfaat dan kegunaan konstitusi bagi suatu Negara khususnya bagi Indonesia untuk mewujudkan suatu cita-cita luhur bangsa Indonesia maka konstitusi sangat dibutuhkan bagi Negara Indonesia yang dapat juga sebagai alat pencapai tujuan Negara berdasarkan pada Dasar Negara yaitu Pancasila. dimana semua hunungan individu dan sosialnya dalam hidup sehari-hari diatur dan dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan serta suatu negara mempunyai unsur dan sifat. Bentuk Negara ada 2 yaitu Negara Kesatuan dan Serikat( Federasi ) yang masing-masingnya mempunyai cirri-ciri yang membedakan satu dengan yang lainnya.Konstitusi memiliki sifat dan fungsi. Konstitusi memiliki sifat dan fungsi. Konstitusi mempunyai tujuan dan kegunaan dalam pembentukannya. Tampak bahwa begitu banyak tujuan. Tampak bahwa begitu banyak tujuan. lancar dan tertata sehingga dinamika dan proses pemerintahan Negara dapat dibatasi dan dikendalikan serta dapat mewujudkan kehidupan dalam Negara yang dinamis dan terkendali untuk kepentingan bersama. BAB III KESIMPULAN Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa : Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang bertujuan kesejahteraan umum.

Pendidikan Kewarganegaraan. dengan adanya konstitusi maka pengaturan dalam Negara akan berjalan dengan baik. lancar dan tertata sehingga dinamika dan proses pemerintahan Negara dapat dibatasi dan dikendalikan serta dapat mewujudkan kehidupan dalam Negara yang dinamis dan terkendali untuk kepentingan bersama.Oleh karena itu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Noor Ms. 2009. . DAFTAR PUSTAKA Bakry.

Isi norma tersebut bertujuan mencapai cita-cita yang terkandung dalam dasar Negara. Fungsi dasar Negara antara lain adalah sebagai : Dasar . Dasar Negara menempati kedudukan sebagai norma hukum tertinggi suatu Negara. BAB II DASAR TEORI Dasar Negara adalah ajaran atau teori yang merupakan hasil pemikiran yang mendalam (filsafat) mengenai dunia dan kehidupan di dunia. konstitusi bersumber dari dasar Negara.Makalah Dasar Negara dan Konstitusi 09:42 IBRAHIM AGHIL NO COMMENTS BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1 Latar Belakang Masalah Dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan konstitusi. Dasar Negara merupakan cita hukum dar Negara. termasuk kehidupan berbegara di dalamnya. Dengan demikian.3 Rumusan Masalah bagaimana hubungan antara daasar negara dengan konstitusi? apa yang dimaksud dengan substansi konstitusi negara? bagaimana kedudukan Pembukaan UUD 1945? bagaimana sikap positif terhadap konstitusi negara? Tujuan dan Manfaat Penulisan Adapun yang akan dibahas serta menjadi rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut : Tujuan penulisan yang ingin dicapai penulis dalam makalah ini adalah penulis ingin mengetahui tentang hubungan dasar negara dan konstitusi yang nantinya semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca agar nantinya pembaca mengerti seperti apa hubungan dasar negara dan konstitusi. Sehingga dapat dihasilkan penulisan yang mendekati kebenaran yang sesungguhnya.2 1. yaitu keseluruhan aturan dasar. yaitu satu atau beberapa dokumen yang memuat aturan-aturan yang bersifat pokok. 2. Sebagai norma tertinggi. 4. Dalam arti yang luas : konstitusi adalah hukum tata negara. Dimana sumber data dalam makalah ini berasal dari sumber data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung dari berbagai dokumen berupa buku dan sumber informasi lain. 1. Konstitusi adalah salah satu norma hukum dibawah dasar Negara. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode dokumenter. Jadi kaitan antara dasar Negara dengan konstitusi adalah dasar Negara menjadi sumber bagi penyusunan konstitusi. Dalam arti tengah : konstitusi adalah hukum dasar. yaitu keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. 1. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis Dalam arti sempit : konstitusi adalah Undang-Undang Dasar. Konstitusi sebagai norma hukum dibawah dasar Negara haru bersumber dan berdasar pada dasar Negara. dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan normanorma hukum dibawahnya.norma hukum dibawah dasar Negara isinya tidak boleh bertentangan dengan norma dasar. 3. yang dijadikan pedoman dasar yang mengatur dan memelihara kehidupan bersama dalam suatu negara.4 Metodologi Penelitian Penulisan makalah ini memerlukan suatu metode penulisan yang sistematis guna menggali kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Dengan mengakui persamaan derajat. 7. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sila Kedua: Maha Esa. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa slira. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaannya Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut Membina kerukunan hidup di antara umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kata Pancasila terdiri dari dua kata dari sansekerta. bedakan suku. antara lain: Sila pertama: 1. 2. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagi Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 2. II/MPR/1978. 10. manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi lima butir sebagai berikut: 1. Panca berarti lima. kedudukan sosial. 1. Mampu menemptakan persatuan. 2. Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 8. agama. 4. masing-masing. 9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Sila ketiga: kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sesuai dengan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila yang tercantum pada Tap MPR no. 6. 3. ada 45 butir pengamalan Pancasila. 1. dasar kegiatan penyelenggaraan Negara . 5. Agama kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan dan kepercayaan Tidak meakasakan suatu dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. dasar pergaulan antar warga Negara. dan sila berarti prinsip atau asas. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. keturunan.berdiri dan tegaknya Negara . Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 3. kesatuan. 4. Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. 2. warna kulit dsb. 3. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. kepercayaan. 4. dasar partisipasi dasar Negara . Menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. 7. 5. 3. 5. Berani membela kebenaran dan keadilan. jenis kelamin. . persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedaMengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 6.

Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. 3. 2. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama daiatas kepentingan pribadi dan golongan. 9. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan hak dan Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 7. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuann yang merata dan berkeadilan sosial. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. yaitu aturanaturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. 7. 1. meskipun tidak tertulis”. 3. Fungsi konstitusi adalah sebagai berikut : yaitu menentukan dan membatasi kekuasaan penguasa Negara dan penjamin hak-hak asasi manusia. dan keadilan sosial. 6. yaitu keseluruhan peraturan . 6. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. Suka bekerja keras. perdamaian abadi. 4. Hukum dasar tidak tertulis disebut Konvensi. 5. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur. Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar. Tidak menghunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 6. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 4. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika. konstitusi member perintah agar penguasa Negara melindungi hak asasi manusia warga Negara atau penduduknya. Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Undang-Undang Dasar adalah konstitusi yang tertulis. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. 5. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan keasatuan demi kepantingan bersama. Para penyusun UUD 1945 menganut pikiran yang sama dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan : “Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian hukum dasar negara itu. Melalui pembagian kekuasaan Negara . 5. konstitusi menentukan dan membatasi kekuasaan penguasa . Menghormati hak orang lain. Undang-Undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban. 8.4. 10. sedangkan melalui aturan tentang hak asasi . 2. 7. 9. 8. 10. cita-cita. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil keputusan musyawarah. Istilah “constitution” lebih luas. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. 1. dan tujuan negara yang .yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat. Sila Keempat: kewajiban yang sama. sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar tersebut berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. Dengan iktikad baik dan tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Sila Kelima: kegotongroyongan. 11.baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Dari dasar negara inilah kehidupan negara yang dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan diatur dan diwujudkan.world) bisa klik di sini atauhttp://www. yaitu Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.ziddu.tertuang dalam Mukadimah atau Pembukaan Undang-Undang Dasar suatu negara. yaitu Pancasila. dan batang tubuh UUD 1945. kemanusiaan yang adil dan beradab. Pembukaan UUD 1945 diundangkan bersama-sama dalam Untuk men-Download versi lengkapnya (ms. Hal tersebut ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV bahwa “.” Para pendiri negara Republik Indonesia yang arif dan bijaksana telah berhasil meletakkan dasar negara yang kokoh dan kuat.. UUD 1945. dan UUDS 1950.com/download/14923151/DasarNegaradanKonstitusi.html Posted in: Kuliah.1 Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berkaitan erat dengan konstitusi atau undang-undang dasar negara.dengan berdasarkan kepad a Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila digali dari bumi Indonesia sendiri dan mewariskan landasan konstitusional kepada bangsanya. BAB III PEMBAHASAN 3. Persatuan Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Proklamasi 17 Agustus 1945. Konstitusi RIS 1949. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.doc.Makalah . Kemudian. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.. Dasar negara Pancasila selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional negara Indonesia (Pancasila sebagai ideologi negara). Salah satu perwujudan dalam mengatur dan menyelenggarakan kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk Konstitusi atau Undang-Undang Dasar. semua pembukaan atau mukadimahnya mencantumkan Pancasila. pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam tiga UUD yang pernah berlaku di Indonesia.

1.2 Pembatasan Masalah dan Identifikasi Masalah 1. dan tidak boleh diubah kini telah mengalami beberapa perubahan. disebabkan berjalannya sistem pemerintahan tidak lepas dari rujukan yang mesti dilaksanakan dalam perundang – undangan negara. bobroknya managemen negara yang mereproduksi KKN.2 Identifikasi masalah Dalam prosesnya. masalah perundang – undangan merupakan hal yang sangat penting bagi jalannya sistem pemerintahan suatu negara. Atau dengan kata lain sebagai upaya memulai “kontrak sosial” baru antara warga negara dengan negara menuju apa yang dicita-citakan bersama yang dituangkan dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). 1.1 Latar Belakang Reformasi menuntut dilakukannya amandemen atau mengubah UUD 1945 karena yang menjadi causa prima penyebab tragedi nasional mulai dari gagalnya suksesi kepemimpinan yang berlanjut kepada krisis sosial-politik. Wajah Indonesia yang demokratis dan pluralistis. sehingga siapapun yang berkuasa dengan masih menggunakan UUD yang all size itu akan berperilaku sama dengan penguasa sebelumnya. Permasalahan yang kencenderungan terjadi perdebatan sehingga timbulnya pra-kontra terhadap perumusan amandemen UUD 1945. Perubahan yang menjadi kerangka dasar dan sangat berarti bagi perubahanperubahan selanjutnya. menjadikan suatu bagian yang menarik dan terpenting dari proses perubahan konstitusi itu. Dengan demikian perubahan konstititusi menjadi suatu agenda yang tidak bisa diabaikan. Dalam artian.2. 1. sesuai dengan nilai keadilan sosial. Beberapa pendapat terhadap amandemen UUD 1945. masalah kontroversi perubahan UUD 1945 yang masih menjadi perbincangan.2. penyusun mengidentifikasi beberapa masalah pokok sebagai berikut : 1. 3.1 Tujuan penulisan . kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan. merupakan bahan yang kami bahas dalam makalah ini. Keberadaan UUD 1945 yang selama ini disakralkan. sampai sejauh mana rumusan perubahan itu telah mencerminkan kehendak bersama. Karena dari sini akan dapat terlihat apakah hasil dicapai telah merepresentasikan kehendak warga masyarakat. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakekatnya merupakan tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari dua kali kepemimpinan nasional rezim orde lama (1959 – 1966) dan orde baru (1966 – 1998) telah membuktikan hal itu. Bagaimana cara mewujudkan komitmen itu dan siapa yang berwenang melakukannya serta dalam situasi seperti apa perubahan itu terjadi. Hal ini menjadi suatu keharusan dan amat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa. hancurnya nilai-nilai rasa keadilan rakyat dan tidak adanya kepastian hukum akibat telah dikooptasi kekuasaan adalah UUD Republik Indonesia 1945. kita akan dapat dinilai apakah rumusan-rumusan perubahan yang dihasilkan memang dapat dikatakan lebih baik dan sempurna. Sebab dapat dikatakan konstitusi menjadi monumen sukses atas keberhasilan sebuah perubahan. Sejarah ketatanegaraan Republik Indonesia sejak awal terbentuknya UUD 1945 sampai saat kini. amandemen UUD 1945 menimbulkan perdebatan. dan apakah telah menentukan bagi pembentukan wajah Indonesia kedepan.1 Pembatasan Masalah Dalam sistem kenegaraan. Perubahan konstitusi ini menginginkan pula adanya perubahan sistem dan kondisi negara yang otoritarian menuju kearah sistem yang demokratis dengan relasi lembaga negara yang seimbang. Itu terjadi karena fundamen ketatanegaraan yang dibangun dalam UUD 1945 bukanlah bangunan yang demokratis yang secara jelas dan tegas diatur dalam pasal-pasal dan juga terlalu menyerahkan sepenuhnya jalannya proses pemerintahan kepada penyelenggara negara. 2. Realitas yang berkembang kemudian memang telah menunjukkan adanya komitmen bersama dalam setiap elemen masyarakat untuk mengamandemen UUD 1945.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan melihat kembali dari hasil-hasil perubahan itu. Akibatnya dalam penerapannya kemudian bergantung pada penafsiran siapa yang berkuasalah yang lebih banyak untuk legitimasi dan kepentingan kekuasaannya.3.

Adapun tujuan penulisan tugas makalah ini adalah : 1. kondisi dewasa ini dikhawatirkan kita menghadapi bahaya pengulangan sejarah. Dalam masa pemerintahan transisi. Pada 1949 bangsa Indonesia telah mengganti UUD 1945 dengan Konstitusi RIS dan tahun 1950 lagi-lagi diganti dengan UUD Sementara 1950. tetapi karena ada kepentingan politik dari kalangan militer dan pendukung Soekarno. Konstituante dibubarkan melalui Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959. Baru tahun 1955 pertama kali diselenggarakan pemilu dan dibentuk Majelis Konstituante untuk membuat UUD baru yang definitif. hanya di masa kabinet Soekarno-Hatta yang pertama (Agustus 1945-sampai keluar Maklumat X tanggal 16 Oktober 1945). Dengan diberlakukannya kembali UUD 1945 melalui Dekrit 5 Juli 1959.1 Sejarah ketatanegaraan Saat founding fathers menerima diberlakukannya UUD 1945 yang dicetuskan Prof Soepomo pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 telah menyadari. Lebih mengenal kembali Undang-undang dasar negara Republik Indonesia 3. Menganalisa sejauh mana proses perkembangan amandemen dan beberapa pendapat tentang amandemen UUD 1945. adanya sisa-sisa kalangan militer dan pendukung Soekarno yang menghendaki kembalinya "Demokrasi Terpimpin". Sebelum tugasnya selesai. Atau pendukung Soeharto yang menghendaki kembalinya "Demokrasi Pancasila" yang dengan landasan UUD 1945 yang "murni dan konsekuen" berhasil berkuasa selama 32 tahun. Megawati sebelum Pemilu 2004. menjabarkan beberapan pendapat pro-kontra terhadap amandemen UUD 1945. Dalam periode revolusi. Bukan disebabkan Konstituante tak berhasil atau mengalami deadlock dalam menyusun UUD baru sebagaimana diajarkan dalam semua buku pelajaran sejarah versi pemerintah.2 Manfaat Penulisan Sedangkan manfaat yang diharapkan dapat diperoleh adalah sebagai berikut : 1. tetapi tetap menganut paham demokrasi konstitusional meski dengan sistem berlainan. Pemegang kekuasaan negara bisa melakukan berbagai distorsi dan devisiasi nilai-nilai demokrasi dan sistem pemerintahan. meski tetap menggunakan UUD 1945 sebagai konstitusi. timbul kembali pemerintahan otoriter di bawah panji Demokrasi Terpimpin Soekarno dilanjutkan rezim otoriter Orde Baru Soeharto dengan panji Demokrasi Pancasila. 1. Abdurrahman Wahid. UUD 1945 hanya bersifat sementara atau istilah Bung Karno "undang-undang dasar kilat". bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilu untuk membuat UUD baru yang definit berasas kedaulatan rakyat. baik di zaman Habibie. Mereka semua committed jika kelak keadaan mengizinkan. Sejarah ketatanegaraan kita yang menggunakan konstitusi UUD 1945 sebagai landasan struktural telah menghasilkan berbagai sistem pemerintahan yang berbeda-beda. Mengikuti proses perkembangan perundangan Republik Indonesia. bahkan pernah bertolak belakang secara konseptual. Dulu mereka berhasil menjegal Majelis Konstituante dengan memakai "pedang" Dekrit 5 Juli 1959. 2. . Meningkatkan pengetahuan tentang negara dan konstitusi negara Republik Indonesia 2. Maklumat Wakil Presiden No X mengubah secara mendasar sistem ketatanegaraan dari Presidensial ke Parlementer. berarti hanya dua bulan kita menerapkan UUD 1945 yang "asli" yang kekuasaan sepenuhnya di tangan Presiden.3. BAB II PEMBAHASAN 2. kita menyaksikan betapa lemahnya UUD 1945 mengatur penyelenggaraan kekuasaan negara karena sifatnya yang multi-interpretasi.

Mengingat hanya ada dua model pemerintahan yang dianut negara-negara demokrasi lainnya. hak asasi manusia. Pertahanan dan Keamanan Negara. MPR yang dimaknai sebagai representasi kekuasan tertinggi rakyat dan dapat melakukan kontrol terhadap kekuasaan lainnya menjadi super body yang tidak dapat dikontrol. hasil perubahan-perubahan UUD 1945 itu belum menyentuh persoalan-persoalan yang menyangkut MPR. Sebagaimana hakikat dari konstitusionalisme yang mengharuskan adanya pengakuan dan jaminan terhadap HAM diatur dalam konstitusi. Sistem dengan pencampuran semacam nampaknya akan masih menyisakan persoalan-persoalan. Selain itu dengan adanya pembatasan kewenangan dan masa jabatan bagi eksekutif (presiden). telah mengurangi dominasi dari pemerintahan yang eksekutif heavy. masih belum menampakkan secara jelas sistem pemerintahan yang akan diterapkan. Perubahan dan penambahan kewenangan kepada DPR itu nampaknya hanya memindah masalah baru dan memperpanjang krisis politik. MPR telah mengubah UUD 1945 sebanyak empat kali. Satu hal mendasar lagi adalah tentang keberadaan MPR yang dalam posisinya sebagai lembaga tertinggi negara membuat rancu sistem pemerintahan yang demokratis. antara sistem pemerintahan presidensiil atau parlementer. Dan sebagai perimbangannya diberikan kewenangankewenangan kepada DPR. warga negara dan penduduk. MPR mengubah 9 pasal UUD 1945 yang berkenaan dengan soal kewenangan eksekutif-legislatif serta pembatasan masa jabatan eksekutif (presiden). terutama dengan dimuatnya soal hak asasi manusia. Perubahan ini berangkat dari pengalaman pemerintahan yang terjadi selama ini dengan sangat kuatnya eksekutif (presiden) dan lemahnya DPR. Perubahan dan penambahan itu menyangkut soal wilayah negara.2 Pandangan Terhadap Amandemen UUD 1945 Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai badan/lembaga politik yang diposisikan “tertinggi” karena dianggap representasi dari kedaulatan rakyat adalah badan yang dianggap memiliki kewenangan melakukan perubahan UUD. sebagai upaya untuk memberdayakan legislatif terutama dalam fungsinya melakukan kontrol terhadap eksekutif. Namun pergeseran itu sendiri. Dengan penambahan kewenangan kepada DPR. karena tidak berangkat dari kerangka dasar disertai pemahaman yang jelas. disamping memilih dan menetapkan Presiden dan Wapres serta membuat GBHN. Sedangkan pada perubahan yang kedua. Meskipun telah ada pemikiran dan kehendak dari masyarakat untuk merekontruksi kembali posisi dan peran MPR terkait dengan keinginan pemilihan presiden secara langsung menjadi sistem bikameral atau meniadakannya sama sekali. karena perannya juga seperti lembaga legeslatif namun ia bukan lembaga legeslatif. Keputusan untuk tidak mengubah ketiga hal . Hal ini didasari pula pada ketetentuan pasal 37 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “untuk melakukan perubahan UUD ditentukan dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang hadir”. Kesemuanya masih menggantung. Indonesia dikategorikan menganut sistem percampuran (quasi) antara keduanya berdasarkan distribusi kekuasaan bukan atas dasar pemisahan kekuasaan. Pengalaman dengan pemerintahan yang didominasi eksekutif dan tiadanya kontrol terhadapnya telah berlangsung lebih dari 32 tahun dan itu menimbulkan akibat-akibat seperti yang dialami saat ini. Bahasa. terutama dalam soal fungsi legislasi dan pengawasannya dapat dikatakan telah terjadi pergeseran bandul politik ke arah legislatif. sehingga “tidak ada” kontrol sama sekali dari DPR terhadap kinerja pemerintahan. Disamping mengubah dan menambah materi dalam UUD 1945. Diakui bahwa dalam perubahan UUD 1945 itu ada beberapa kemajuan. kewenangan DPR. Bendera. Sistem Pemerintahan Presidensiil dan Konsep Negara Kesatuan. Sepanjang reformasi dalam sidang-sidangnya. Pada perubahan yang pertama. Ditambah ketentuan lain yang terdapat dalam pasal 3 UUD 1945 bahwa tugas dari MPR adalah menetapkan UUD. MPR juga telah memutuskan untuk tidak mengubah Pembukaan.Tuntutan untuk kembali ke UUD 1945 jelas diwarnai nostalgia atau sindrom pada kekuasaan otoriter dan totaliter yang pernah dinikmati di masa lampau dan merasa "kehilangan" atau tak bisa eksis lagi untuk membangun kekuatan politik dalam konteks UUD 1945 hasil amandemen. MPR tidak hanya mengubah tapi juga menambah muatan materi yang terkandung didalamnya. Lambang Negara dan Lagu kebangsaan. apalagi perubahan itu juga tidak dilakukan secara bersamaan. masih menyisakan soal yudikatif (kekuasaan kehakiman yang mandiri) yang belum diubah yang selama ini juga tidak lepas dari dominasi eksekutif. 2. Pemerintahan Daerah (otonomi daerah). jika dikaitkan dengan kejelasan masing-masing hak dan kewenangan lembaga-lembaga negara serta relasi (check and balances).

hak sosial-budaya. Apabila ditinjau dari tujuan negara sebagaimana diatur dalam Pembukaan UUD maka ada hak-hak yang secara khusus hanya dimiliki dan diberikan oleh negara hanya untuk warganegara. Hal ini terlihat pula dalam contoh hak yang diberikan untuk warga negara dalam pasal 28 D (3) “Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan “ hanya diatur dalam satu pasal. Namun keputusan itu tidak berangkat dari kenyataan yang ada dan disertai pemahaman dan penerimaan publik yang rasional. Sedangkan penetapan sistem pemerintahan presidensiil. Rumusan HAM ini dibuat di Sidang Tahunan MPR 2000 dalam Bab XA Pasal 28 Perubahan Ke-II UUD 1945 yang perumusannya terdiri dari 10 pasal (A – J). Hal ini dapat dilihat. 2. Dengan “ditutupnya” ruang publik untuk dapat menerima ketiga hal tersebut secara obyektif dan rasional. § Penyusunan pasal-pasal HAM itu juga kurang sistematis dan tidak didasari pada pembidangan HAM dalam hak politik. ketentuan hak asasi warga negara ini harus diatur serta dalam mengelaborasi ketentuan mengenai hak asasi manusia perlu kiranya dibedakan antara hak yang diberikan kepada setiap orang dengan hak yang diberikan kepada warga negara. Dirumuskannya materi HAM dalam bab tersendiri diharapkan akan memberikan perlindungan dan jaminan bagi pelaksanaan HAM di Indonesia. karena sebelumnya dalam UUD 1945 dapat dikatakan “tidak ada” sama sekali materi atau bab tersendiri soal HAM. Ruang publik itu telah dipenjara secara politis oleh MPR. catatan dibawah ini dibuat sistematikanya berdasarkan tema/issue (bab perubahan) yang dilakukan. 1. Oleh karena itu. MPR terlalu tergesa-gesa menutup ruang publik yang hendak mempertanyakan kembali esensi dari ketiganya dan publik dipaksa untuk menerima sesuatu yang diluar kehendak dan pada kenyataannya adalah berbeda. Alasan yang dikemukakan lebih menekankan pada penghargaan terhadap para pendiri bangsa yang telah merumuskan itu. secara substansial rumusan-rumusan yang dihasilkan tidak mengelaborasi secara rinci seluruh hak asasi manusia. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa hasil perubahan UUD 1945 tidak menunjukkan perubahan yang mendasar bagi bangunan negara Indonesia yang demokratis kedepan. hak sipil. masyarakat telah menggugat konsep negara kesatuan dan ingin menggantikannya dengan negara federal untuk menghindar dari sentralisasi dan eksploitasi yang selama ini terjadi dalam negara kesatuan. kekhawatiran bubarnya negara kalau itu diubah dan adanya deologi negara pancasila dalam pembukaan. MPR tidak memberikan alasan yang tepat dan cukup rasional diterima publik. bila dijabarkan keseluruhan. pada kenyataannya masih ada unsur-unsur pemerintahan parlementarian yang dianut dan diterapkan. sistem presidensiil dan negara kesatuan bisa muncul sewaktu-waktu. aspirasi dan semangat yang berkembang saat ini. Lebih dari itu. Sesungguhnya kekhawatiran bubarnya negara jika pembukaan diubah tidaklah beralasan. Dan perubahan pembukaan itu ternyataa tidak menyebabkan bubarnya negara. dikhawatirkan akan tetap menimbulkan persoalan dikemudian hari. Bahkan kalau mau jujur saat ini model pemerintahan yang diterapkan sudah condong jauh kearah parlementarian. karena secara historis para founding fathers yang merumuskan pembukaan itu juga telah mengubahnya dalam pembukaan Konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950. Ibaratnya seperti bom waktu yang setiap saat bisa meledak. hasil perubahan-perubahan UUD 1945 belum memberikan jaminan soal itu. legeslatif dan yudikatif.tersebut secara politis memang terkesan telah menjadi kehendak mayoritas bangsa. yakni sebagai berikut.CatatanTerhadap Hasil Perubahan Catatan-catatan ini ditujukan untuk dapat melihat secara komprehensif dan menelaah lebih jauh beberapa kekurangankelemahan dari hasil amandement UUD 1945. Padahal masih banyak lagi sesungguhnya hak-hak yang hakikatnya diberikan kepada warga negara sebagai konsekuensi kalau UUD adalah hukum dasar yang substansinya antara lain mengenai bagaimana hubungan antara negara dan warga negara. Guna memudahkan pemahaman. Dalam soal negara kesatuan misalnya. merupakan satu langkah maju. juga pemerintahan yang bersifat desentralistik. misalnya dipisahkannya hak bekerja dengan hak . Terhadap soal pembukaan. tuntutan dan gugatan terhadap pembukaan. sehingga terkesan bahwa Anggota MPR tidak dilandasi pemahaman yang mendalam tentang esensi HAM yang harus diatur dalam UUD. Beberapa persoalan-kelemahan yang terdapat dalam rumusan HAM ini adalah: § Rumusan-rumusan HAM ini. hak ekonomi. hasil perubahan UUD 1945 belum menjadikan identitas nasional baru yang sesuai dengan kebutuhan. Hak Asasi Manusia (HAM) Dimuatnya materi soal hak asasi manusia dalam perubahan UUD 1945.3 Catatan. Mengingat peran konstitusi sebagai sumber dari segala sumber hukum dan sebagai kerangka kerja demokrasi yang mengatur dan menentukan posisi serta hubungan lembaga presiden.

Maka dari itu perlu dipertimbangkan secara serius apakah asas non derogable tetap akan dipertahankan dalam UUD atau dihilangkan. rumusan itu tidak menyerap seluruh aspirasi dalam DUHAM dan ICCPR yang mengakui adanya kewenangan untuk mengadili para pelanggaran HAM masa lalu. suatu hal yang kurang disadari oleh para anggota MPR 2. Berarti. jika dikaitkan dengan ketentuan hak fakir miskin dan anak-anak terlantar sebagaimana pula dicantumkan dalam UUD akan berakibat pada masalah pelanggaran hak asasi manusia. § Rumusan – rumusan HAM itu juga tidak sesuai dengan Deklarasi Umum HAM atau International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). . hak untuk tidak diperbudak. Perumusan pasal ini juga dipandang sangat lemah. sosial. hak beragama. hal ini dapat dilihat dari rumusan-rumusan Rumusan pasal 28D (2) yang berbunyi “ setiap orang berhak untuk bekerja…” rumusan semacam itu ada pemikiran berusaha untuk menghilangkan/ menyembunyikan tanggungjawab negara. Oleh karena itu keberadaan pasal itu bukan untuk melindungi para pelanggar HAM melainkan untuk tempat persembunyian para pelaku pelanggaran HAM. yang dianggap sebagai kejahatan menurut hukum nasional maupun internasional. Rumusan ini mengundang pertanyaan apa yang dimaksud dengan “dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban itu”? Penggunaan kata „tradisional‟ lebih mengarah kepada pengertian yang sempit. System Pemerintahan Yang akan dicermati soal sistem pemerintahan ini adalah rumusan perubahan yang berkenaan dengan pemberian kewenangan/kekuasaan kepada Legeslatif (DPR) dan pengurangan kewenangan presiden serta pembatasan masa jabatannya. begitu pula hak pendidikan dipisahkan dengan hak memilih pendidikan dan pengajaran. Berbeda esensinya dengan rumusan yang berbunyi “setiap orang berhak atas pekerjaan…”. budaya dan politik.memilih pekerjaan. Bahkan dalam beberapa soal perumusannya disebut disebut dua kali yakni. Sementara di pihak lain. Karena sepertinya kita mengikat tangan sendiri. apalagi bila mengingat bahwa PBB sendiri hanya meletakkan non derogable rights dalam kovenan. Rumusan itu telah memutlakkan prinsip non retroaktif dan tidak membuka peluang bagi digunakannya prinsip-prinsip hukum internasional seperti yang tertuang dalam pasal 11(2) DUHAM dan pasal 15 (1-2) ICCPR (Konvensi Hak Sipil dan Politik). § Pasal 28I (3) yang berbunyi “Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban”. Demikian pula dalam rumusan pasal lainnya seperti berhak untuk mendapat pendidikan (pasal 28 C ayat 1) berhak untuk memperoleh informasi (pasal 28 F). hak untuk tidak disiksa. menimbulkan ketidakjelasan dan persoalan/kontroversi baru. Meskipun ada klausul lain dalam pasal 28 J (2) yang menyatakan wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. keterbatasan dana pemerintah yang selalu menjadi alasan untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar dapat diterima masyarakat. Prinsip itu memang merupakan prinsip hukum pidana modern yang oleh sistem hukum internasional ditempatkan sebagai hak yang bersifat sekunder ketika berhadapan dengan asas keadilan dan adanya kejahatan HAM berat. dan menjadi dilematis apabila diterapkan. Malah perumusannya disatukan atau dicampurbaur antara satu soal dengan soal lain. dengan memasukkan hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun (non derogable) kedalam UUD. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”. § Dalam perumusan pasal 28 I (1) dimasukkan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (prinsip non retroaktif) yang lengkapnya berbunyi “hak untuk hidup. Artinya. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Seharusnya adalah kewajiban negara untuk melindungi apa-apa yang telah diakui sebagai hak asasi seseorang bukan malah menyembunyikannya. masih rancu. yang statusnya sama dengan undang-undang. yang hanya berkaitan dengan identitas budaya tidak menerjemahkan secara lebih luas mencakup hak ekonomi. Adanya penegasan untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut karena belum ada aturan ketentuan sebelumnya atau dikenal dengan asas nonretroaktif telah mengadposi secara mentah Konvensi Hak Sipil dan Politik tanpa mengetahui prinsip dasarnya. seperti yang tertuang dalam pasal 23 ayat 1 DUHAM. Misalnya soal penyiksaan dalam pasal 28 G (2) dan 28 I (1). demikian pula soal hak beragama (pasal 28E ayat 1 dan pasal 28I ayat 1) dan hak hidup (pasal 28A dan pasal 28I ayat (1). sebagaimana dimaksud Konvensi Geneva 1949. hal ini bisa berdampak serius mengingat bahwa penempatan pasal ini ada dalam konstitusi yang merupakan hukum tertinggi yang tidak mungkin dikalahkan peraturan perundangan dibawahnya.

Berdasarkan perubahan pertama pasal 5 UUD 1945. hak angket dan hak menyatakan pendapat untuk menjalankan fungsinya (pasal 20A ayat 2). sedangkan dalam perubahan pasal 20 (1) DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Dan dalam pasal 20 (5) disebutkan “Dalam hal rancangan UU yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu 30 hari semenjak RUU tersebut disetujui. Kebebasan berekspresi. Perubahan dengan semangat “parlementarian” itu. Sedangkan dalam perubahan yang kedua kekuasaan DPR ini ditambah dengan memiliki hak interpelasi. RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan”. yaitu persetujuan yang dilakukan oleh DPR dan Presiden. disatu sisi. yang secara tidak langsung pula menandakan pembatasan kewenangan presiden yang besar. Misalnya dalam kasus RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB) dan RUU Serikat Pekerja. Dalam kekuasaan membuat undang-undang. Namun ada ketentuan lainnya yg mengatur bahwa dalam pembahasan rancangan undang-undang dibahas oleh DPR bersama presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Yakni dalam soal presiden mengangkat duta/konsul dan penerimaan/penempatan duta negara lain (pasal 13).§ Terhadap pemberian kewenangan/kekuasaan kepada DPR dapat terlihat dalam rumusan-rumusan perubahan pertama UUD 1945. presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. Hal ini menjadi dilematis. Disisi lainnya dari ketentuan ini menimbulkan adanya abuse of power terhadap kewenangan DPR untuk mengusulkan rancangan undang-undang sekaligus untuk memaksa Presiden agar mensahkan RUU yang diajukan DPR tersebut. Dalam hal ini. diyakini dalam masa transisi tidak akan terjadi lagi penyalahgunaan kekuasaan lagi oleh presiden. hal ini dapat dilihat dari tertundanya pembebasan Sdr. Karena dari usulan rancangan UU yang diajukan DPR kepada Presiden itu. presiden memberi amnesti dan abolisi (pasal 14 ayat 2). Dua ketentuan ini membikin rancu dan mengundang kontroversi karena menempatkan secara bersama kewenangan presiden dan DPR dapat mengesahkan undang-undang. Perubahan ini menempatkan DPR pada posisi sebagai pemegang kekuasaan pembuat undangundang yang sebelumnya dipegang oleh presiden. ada 3 hal pokok yang terkandung. dan itu termasuk bagian dari kekuasaan proses penerapan kekuasaan membentuk . Rupanya pula pengertian pemegang kekuasaan membentuk undang-undang ini tidak dicermati secara benar. Namun konsekwensinya yang terjadi kemudian adalah terhambatnya proses-proses pemulihan yang harus dilakukan oleh presiden karena kesemuanya harus melalui mekanisme atau prosedur DPR. yang hingga kini menggantung tidak jelas nasib penentuannya. harus dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Perubahan-perubahan tersebut menunjukkan adanya upaya pemberdayaan dan meningkatkan peran DPR. Artinya. § Perubahan lainnya yang terjadi adalah dalam soal pengajuan dan pengesahan undang-undang. Selain itu ketentuan ini juga menimbulkan kendala lain apakah memang ketentuan ini berlaku surut terhadap RUU yang belum disahkan Presiden sebelum adanya amandemen kedua UUD. meskipun masa jabatan dan kekuasaan presiden tidak dibatasi seperti yang tertuang diatas. satu sisi pemberian kekuasaan itu membuat DPR menjadi “kuat” dan disisi lain membuat presiden menjadi “lemah” tidak berdaya. (pasal 20 ayat 2). Budiman Sujatmiko karena harus menunggu proses dari DPR dan pembubaran Departemen Sosial dan Penerangan yang menimbulkan konflik antara Presiden dan DPR. Kontruksi semacam ini nampaknya juga tidak menguntungkan juga bagi jalannya demokrasi. pada akhirnya Presiden tidak mempunyai hak apakah akan menyetujui ataukah menolak RUU yang diusulkan DPR itu. berorganisasi dan pers yang telah dijamin dapat menjadi kontrol yang efektif kepada kekuasaan presiden. Sama seperti halnya perubahan pada pasal 7 yang telah membatasi masa jabatan presiden dan wapres hanya untuk dua periode. dan kewenangan mengundang UU. karena dalam amandemen pasal 20 (4) menyatakan bahwa Presiden mengesahkan Rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama DPR dan Presiden untuk menjadi undang-undang. presiden membentuk departemen (pasal 17 ayat 4). telah menempatkan DPR pada posisi yang kurang proporsional karena tidak berangkat dari kebutuhan yang paling urgen yang sekarang dibutuhkan. Sebagai contoh. pernyataan mengesahkan RUU untuk menjadi UU. Perubahan-perubahan itu menjadikan lembaga DPR “setara” dengan presiden sebagai balance sekaligus kontrol terhadap peranan presiden. Kekuasaan ini tidak hanya DPR secara institusional namun juga secara personal anggota DPR mempunyai hak mengajukan usul rancangan undangundang (pasal 21). perihal pernyataan mengesahkan RUU oleh Presiden menimbulkan pertanyaan. termasuk dalam hal ini ketika presiden memberikan grasi dan rehabilitasi harus dengan pertimbangan MA (pasal 14 ayat 1) dan dalam memberikan gelar serta tanda jasa yang harus diatur dengan undang-undang (pasal 15).

karena bisa jadi itu bukan merupakan rumusan yang final berdasarkan kehendak politis seluruh rakyat Indonesia. Rumusan –rumusan ini dapat dikatakan masih menggunakan sebagian sistem presidensiil dan sebagian sistem parlementer.kepada DPR dengan melakukan pemangkasan terhadap peran dan kewenanangan presiden. namun disisi lain pada kenyataan adanya tuntutan untuk membebaskan daerah (merdeka) seperti Aceh dan Papua. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. 22 tahun 1999 yakni Otonomi yang luas. Dampak dari perbedaan ini disamping menimbulkan kotradiksi hukum. terutama bagi faktor kepentingan politis baik yang dilakukan untuk kepentingan presiden sendiri maupun fraksi-fraksi politik di MPR. Wilayah Negara Masalah wilayah negara dirumuskan dalam Bab IX A pasal 25 E yang menyatakan bahwa “Negara Kesatuan RI adalah sebuah negara kesatuan yang berciri Nusantara dengan wilayah dan hak-haknya ditetapkan dengan UU”. Dikarenakan masih belum jelasnya apa yang dimaksud dengan tidak dapat mengadakan sidang. TAP MPR No. Perubahan itu ditambah lagi dengan adanya Ketetapan MPR No. persoalan kemudian adalah bias apa yang hendak ditekankan karena harus diatur (atribusi) lagi dalam undang-undang. yang amat rentan menimbulkan konflik antara Presiden dan DPR. Rumusan ini dapat menimbulkan penafsiran diskriminatif terhadap hak warga negara untuk menduduki jabatan di pemerintahan (presiden). § Terhadap penambahan pasal 9 yang menyatakan “jika MPR/DPR tidak dapat mengadakan sidang. pemilihan kepala daerah dan DPRD (ps 18 ayat 3&4). meskipun prinsip pemerintahan daerah dengan otonomi daerah itu merupakan hakikat dalam konteks negara kesatuan. Karena pengertian “dibagi” ini tergantung dari interprestasi pemerintah pusat yang tidak didasari realitas dan aspirasi masing-masing daerah. yakni di Amandemen Kedua UUD 1945. jika mau konsisten prosedur itu menjadi kewenangan DPR sesuai dengan bunyi pasal 20 (1) Amandemen UUD 1945. Kalaupun itu mau diatur dalam UUD. Rumusan ini nampaknya mengadopsi dari Ketetapan MPR No. Disini ada ketidakjelasan apa yang dimaksud dengan “yang berciri Nusantara” itu? apa yang kemudian menjadi tolak ukurnya? . nyata dan bertanggungjawab. yang sebelumnya merupakan hak prerogatif presiden sebagaimana diatur dalam pasal 10 UUD 1945. IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah dan UU No. § Konsepsi otonomi daerah dalam rumusan pasal 18 (5) yang berbunyi “ Pemerintah Daerah menjalankan otonomi seluasluasnya. Dalam kasus lain. Dan seharusnya digunakan kata terdiri yang lebih menunjukan prinsip independensi dan egalitarian dalam mewujudkan otonomi daerah. Hal ini berkenaan dengan adanya beragam format pengaturan perundang-undangan tentang pemerintahan daerah/otonomi daerah. § Terhadap perubahan yang menyatakan bahwa “presiden ialah warga negara Indonesia asli” (pasal 6) apa yang menjadi ukuran “asli” itu tidaklah jelas. 3. VII/MPR/2000 yang mengaharuskan adanya persetujuan DPR jika Presiden mengangkat Panglima TNI dan Kapolri. Presiden dan Wapres bersumpah /berjanji dihadapan pimpinan MPR dengan disaksikan oleh pimpinan MA”.…” berbeda maknanya dengan apa yang sebelumnya dirumuskan dalam UU No. Seharusnya. Rumusan semacam ini dapat menimbulkan penafsiran yang beragam. § Penggunaan kata “dibagi” dalam perumusan “Negara kesatuan RI dibagi atas daerah provinsi-provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota…. Seperti soal. dan apa yang hendak dikonsepsikan dalam konstitusi ini perihal pemerintahan daerah (otonomi daerah). apa syarat-syaratnya atau dalam kondisi yang bagaimana MPR/DPR itu dikatakan tidak dapat mengadakan sidang. § Perubahan-perubahan dalam konteks sistem pemerintahan itu nampaknya cenderung memberi penguatan – terutama fungsi kontrolnya -. sampai soal pengakuan terhadap masyarakat hukum adat (ps. 18B ayat 2).undang-undang. pembagian wilayah (ps 18 ayat 1).” dapat menimbulkan kontradiksi. Pemerintahan Daerah § Secara umum perumusan yang terkandung dalam pasal 18 ini tidak mensistematisir apa yang sesungguhnya harus diatur dalam UUD perihal otonomi daerah. Sehingga penempatan konsep pemerintahan daerah ini dalam konstitusi masih manjadi kendala. Hampir semua obyek yang merupakan proporsi undang-undang diatur dalam pasal ini. juga akan menimbulkan interpretasi yang beragam dalam pelaksanaannya.VII/MPR/1973 yang dipakai sebagai landasan yuridis pengunduran diri Soeharto sebagai presiden. 4. Dengan kata lain DPR lah yang harus mengesahkan RUU menjadi UU berdasarkan asas kedaulatan rakyat. serta kehendak untuk merubah bentuk negara kesatuan menjadi federalisme tidak bisa dinafikkan begitu saja.

Kedua. adanya kelemahan tersebut tidak berarti kita harus kembali kepada UUD 1945.. untuk mencegah terulangnya kembali “ekspansi” dalam kasus Timur -Timor. AL. dan AU. maka terlihat adanya paksaan dari negara kepada warga negaranya untuk ikut serta dalam usaha pertahanan negara. yang tampak dari segi sistematika yang rancu maupun bahasa hukum yang dipergunakan.” Dalam hal usaha pertahanan negara ini seharusnya bukan menjadi kewajiban tetapi menjadi hak dan kehormatan bagi warga negara. Nampaknya masih ada upaya konsolidasi militer dan menarik-narik kembali militer kekancah politik. banyak pasal hasil amandemen yang tumpang tindih. menyangkut masalah teknik yuridis. Dalam ketentuan pasal 35 Amandemen UUD 1945 ini dipisahkan antara kekuatan pertahanan dan keamanan negara yang semula berada dalam satu sistem (Sistem HANKAMARATA). yaitu Indonesia dan Myanmar. setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. yakni lemahnya kemampuan legal drafting dalam merumuskan dan menyusun pasalpasal.4 Pandangan Penolakan Terhadap Amandemen UUD 1945 Adanya pro dan kontra amandemen UUD 1945 dilihat dari perspektif konstitusionalisme adalah karena belum jelasnya konsep kenegaraan (staatsidee) yang kita anut.Bagaimana penentuannya yang meskipun akan diatur kembali lewat UU. masih ada ketentuan pasal yang menimbulkan kendala. Akibatnya. Upaya ini amat rentan terhadap kemungkinan terjadinya konflik horizontal yang dapat menimbulkan kerusuhan-kekerasan dalam skala yang luas. MPR tidak memiliki konsep atau desain ketatanegaraan yang jelas tentang arah dan tujuan yang hendak dicapai melalui serangkaian amandemen itu. dengan mengacu hukum internasional. bila mengingat pula Ketetapan MPR No. yaitu : Pertama. Jadi hanya tinggal dua negara didunia ini yang Panglima TNI berada tidak di bawah Menhankam. Dengan demikian kewenangan untuk mengangkat Panglima AD. Namun. Misalnya dari ketentuan pasal 7 UUD 1945 yang mensyaratkan bahwa Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas AD. apakah paham kenegaraan integralistik atau demokrasi konstitusional. Seharusnya hal mengenai pembelaan negara ini cukup menjadi hak dan bukan menjadi kewajiban warga negara. namun tetap seharusnya dari penentuan wilayah ini. Adapun beberapa alasan penolakan atas amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan sebagai berikut : . kontradiktif. Dari pemisahan kedua sistem ini. (misalnya RUU Kepolisian) agar antara peraturan satu dengan lainnya tidak saling bertentangan. terkait dengan masalah konseptual. AL. kebijakan itu amat bertentangan dengan kehendak tuntutan dicabutnya dwifungsi TNI dan penempatan kontrol militer dibawah sipil. VII/MPR/2000 bahwa untuk penentuan Panglima TNI/Kapolri harus melalui persetujuan DPR. Bila hal ini menjadi suatu kewajiban bagi warga negara. Dari UUD 1945. yang perlu dicermati kemudian adalah siapa yang berwenang untuk menengahi apabila suatu saat terjadi persinggungan antara kekuatan pertahanan dan keamanan. 6. Dengan adanya ketentuan pasal 35 ini berarti pula harus pula diperhatikan ketentuan peraturan-peraturan dibawah UUD yang berkaitan dengan TNI dan POLRI. Dengan kewajiban itu akan memudahkan siapapun yang mempunyai kewenangan (dalam hal ini alat negara yang bernama TNI) untuk melakukan mobilisasi secara paksa terhadap warga negara. Warga Negara dan Penduduk Dalam pasal 27 (3) bab tentang warga negara disebutkan bahwa. 5. Secara umum perumusan amandemen UUD 1945 ada beberapa kelemahan mendasar. dimana sistem Pertahanan dipegang oleh kekuatan TNI dan sistem keamanan yang dipegang oleh POLRI. Ketentuan pasal 35 amandemen II UUD 1945 (tentang Pertahanan dan Keamanan Negara) ini memperbaharui ketentuan dari pasal 30 UUD 1945 (tentang Pertahanan Negara). Pertahanan dan Keamanan Dalam pasal 35 ayat 1 amandemen II UUD 1945 disebutkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan negara. dan AU pun berada di tangan Presiden. dan memungkinkan multitafsir. Sehingga kedudukan Panglima TNI sejajar atau bahkan diatas kedudukan menteri. 2.

partisipasi publik rendah. bukan oleh komisi independen.? TAMBAH UKURAN VITAL METODE ARAB SUDAN INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. MAU ? KumpulBlogger. MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU LOWONGAN KERJA TERBARU ! LOWONGAN KERJA ONLINE 2012 MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! GASA REKOM BOYKE UTK EREKSI KERAS LEBIH KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. lebih terfokus pada aspek restriktif negara dan aspek protektif individu dalam hak asasi manusia aspek restriktif ini merupakan koreksi langsung terhadap. Selain itu. misalnya. Selain sifatnya restriktif. . Konstitusi ini masih bersifat parsial.Free Download Tips Blog HASIL 45 JUTA/BULAN MODAL AWAL 175RIBU CARA ALAMI MEMPERBESAR ALAT VITAL 1-3 CM KERAS DAN TAHAN LAMA SEX. penjelasan mengenai pasal-pasal yang diamandemen pun minim.Amandemen UUD 1945 ini juga tak memiliki content draft yang utuh. . Publik tidak diberi peluang menilai perubahan yang dilakukan. proteksi bahasa daerah. Demikian pula peningkatan otonomi daerah yang membatasi kekuasaan pusat.. . sehingga peraturan di bawah konstitusi dapat mengurangi arti kekhususan otonomi.com . dan masyarakat adat. MAU.dibuat Majelis Permusyawaratan Rakyat. amandemen UUD 1945 juga memiliki aspek integratif yang tercermin dari pembentukan DPD. . Amandemen UUD 1945 memiliki pula aspek protektif dengan dicantumkannya 10 pasal (28A sampai 28J) tentang HAM. yang diharapkan dapat membantu penyampaian aspirasi daerah. tiadanya pembatasan masa jabatan presiden di masa Presiden Soeharto.amandemen yang telah dilakukan masih meninggalkan tiga hal yang penting dilihat dari segi kedaulatan : o tiadanya kemampuan rakyat pemilih menarik kedaulatan mereka o tidak dicantumkan supremasi otoritas sipil terhadap militer o tidak tercantumnya otonomi khusus Aceh dan Papua maupun Yogyakarta.Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 dinilai belum transformatif.

"Salah satu contoh terjadinya perombakan itu pada pasal 1 ayat 2 UUD 45 yang berbunyi kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Hal ini akan menimbulkan kontroversi.kurangnya kemampuan rakyat sebagai pemegang kedaulatan melakukan koreksi atas pihak yang dititipi kedaulatan. kontradiktif.tampak amandemen belum bersifat membatasi (restriktif) kekuasaan legislatif terhadap pemilih. Sebaliknya. . DAFTAR PUSTAKA http://www. Ketiga. MPR tidak memiliki konsep atau desain ketatanegaraan yang jelas tentang arah dan tujuan yang hendak dicapai melalui serangkaian amandemen itu. Kedua. yakni lemahnya kemampuan legal drafting dalam merumuskan dan menyusun pasalpasal. 2. KRHN. banyak pasal hasil amandemen yang tumpang tindih. Pertama.. tidak dicantumkan supremasi otoritas sipil terhadap militer.com/ http://www.go. militer terhadap sipil. .Rakyat pemilih tidak dapat melakukan impeachment pada wakil rakyat yang tidak menjalankan aspirasi mereka. keempat amandemen yang telah dilakukan masih meninggalkan tiga hal yang penting dilihat dari segi kedaulatan. yakni DPR. perombakan itu membawa implikasi perubahan hukum yaitu hilangnya eksistensi konstitusional MPR dan tidak lagi penyelenggara negara yang tertinggi. dan pemerintah pusat terhadap daerah otonomi khusus. dan memungkinkan multitafsir Perbedaan perdapat yang terjadi pula terkait dengan masalah konseptual.mpr.maret. pola pemecatan pejabat eksekutif dapat dilakukan oleh lembaga legislatif BAB III KESIMPULAN Melihat dengan adanya pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya. sehingga peraturan di bawah konstitusi dapat mengurangi arti kekhususan otonomi. Akibatnya. Maka penyusun dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut : 1. 2001 . Permasalahan pokok yang mengakibatkan terjadinya perdebatan adalah perumusan amandemen UUD 1945 yang multitafsir.pikiran-rakyat.Hilangnya Kemampuan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Sekarang dirombak menjadi kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. yang tampak dari segi sistematika yang rancu maupun bahasa hukum yang dipergunakan. tiadanya kemampuan rakyat pemilih menarik kedaulatan mereka.id/ Catatan terhadap hasil rumusan amandemen pertama dan kedua UUD 1944. tidak tercantumnya otonomi khusus Aceh dan Papua maupun Yogyakarta. 3.

. Konstitusi adalah salah satu norma hukum dibawah dasar Negara. Bahkan bukan hanya mengabaikan. yaitu keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. apalagi tercabut dari akar budaya bangsa dan keimanannya. yaitu keseluruhan aturan dasar.Makalah Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia BAB I PENDAHULUAN A.I dalam melaksanakan segala kegiatannya sebagai cerminan dari nilai-nilai pancasila dan UUD 1945. Pernyataan-pernyataan tersebutlah yang membuat penulis mengangkat permasalan tersebut ke dalam tema makalah ini yang berjudul ‘Dasar Negara dan Konsitusi Negara Indonesia’. Terdapat hubungan-hubungan yang sangat terkait antara keduanya yang perlu kita ketahui. menganalisis dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan di dalam Pembukaaan UUD 1945. Dasar Negara menempati kedudukan sebagai norma hukum tertinggi suatu Negara. konstitusi bersumber dari dasar Negara. . namun banyak juga yang tidak mengetahui makna dari dasar negara dan konstitusi tersebut. Dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan konstitusi. maka mereka sudah tentu dapat menghayati filsafat dan ideologi Pancasila sehingga menjiwai tingkah lakunya selaku warga negara R. namun tidak kehilangan jati dirinya. Golongan masyarakat yang demikian sepertinya kurang pemahaman pendidikan tentang dasar negara kita itu. Dalam arti tengah : konstitusi adalah hukum dasar. Sesungguhnya bila seluruh warga negara Republik Indonesia mampu memahami. Dasar Negara merupakan cita hukum dar Negara. Dalam arti yang luas : konstitusi adalah hukum tata negara. memahami dan melaksanakan segala kegiatan kenegaraan berlandasakan dasar negara dan konstitusi. Dengan demikian. Dalam arti sempit : konstitusi adalah Undang-Undang Dasar. Latar Belakang Masalah Dewasa ini banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan arti dari pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi. dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan norma-norma hukum dibawahnya. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dengan pendidikan tentang dasar negara dan konstitusi diharapkan masyarakat Indonesia mampu mempelajari. Terlebih di era globalisasi ini masyarakat dituntut untuk mampu memilah-milah pengaruh positif dan negatif dari globalisasi tersebut. Isi norma tersebut bertujuan mencapai cita-cita yang terkandung dalam dasar Negara. Sebagai norma tertinggi. yaitu satu atau beberapa dokumen yang memuat aturan-aturan yang bersifat pokok.norma hukum dibawah dasar Negara isinya tidak boleh bertentangan dengan norma dasar.

meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Ibukota negara ialah Jakarta. Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Indonesia adalah negara kepulauanterbesar di dunia yang terdiri dari 13. oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar". “constitution” (Inggris). Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik. Konstitusi Kata konstitusi secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu “constutio”.“constituer” (Prancis). 2. “constitutie” (Belanda). yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benuaAsia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Negara Indonesia Indonesia adalah negara di Asia Tenggara. kata “dasar” (filsafat) berarti asal yang pertama. Dasar Negara Dalam Ensiklopedia Indonesia. dan wilayah persatuanKepulauan Andaman dan Nikobar di India.[1] . dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan denganTimor Leste di Pulau Timor. Pengertian Judul 1. Kata “dasar” bila dihubungkan dengan negara (dasar negara). 3. Dalam pengertian ketatanegaraan istilah konstitusi mengandung arti undang-undang dasar hukum dasar atau susunan badan. Filipina. Istilah ini juga sering dipakai dalam arti: pengertian yang menjadi pokok (induk) dari pikiran-pikiran lain (substrat). dan “konstitution” (Jerman). memiliki pengertian merupakan pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Australia. di samping Jawa yang dianggap pusat). Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan. Negara tetangga lainnya adalah Singapura.487 pulau. dengan Dewan Perwakilan Rakyat.B. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006.

BAB III PEMBAHASAN . Apa yang dimaksud dengan Dasar Negara? 2. Apa yang dimaksud dengan Konstitusi? 4. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan pengertian judul yang telah diuraikan. maka perlu kiranya diberi batasan-batasan menyangkut permasalahan yang akan diungkap dalam makalah ini yaitu dibatasi pada masalah dasar negara dan konstitusi.BAB II PERMASALAHAN A. Bagaimana kedudukan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasar Negara di Indonesia (Pancasila)? 3. Bagaimana hubungan antara Dasar Negara dan Konstitusi? . dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini. Pembatasan Masalah Agar mendapatkan gambaran dan kerangka yang jelas mengenai ruang lingkup pembahasan. Adapun yang akan dibahas dan menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kedudukan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Konstitusi di Indonesia (UUD 1945)? 5.

3.A.[4] Tentulah sebagai warga negara Indonesia harus mampu dengan mudah melaksanakan. mewariskan. nilai-nilai luhur yang terkandung Pancasila telah ada dalam kalbu bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka. Selain pengertian tersebut ada juga pengertian lain mengenai dasar negara. artinya pancasila sebagai norma dasar negara bersifat mengikat semua warga negara Indonesia untuk melaksanakan. Fungsi Pancasila Sebagai dasar negara Indonesia tentulah Pancaila memiliki peranan/fungsi-fungsi tertentu dalam pelaksanaannya. pejabat. yaitu sebagai berikut: Dasar negara merupakan sistem nilai yang dijadikan dasar dari segala hukum dan dasar moral dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. dasar negara berarti pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai kehidupan. Semua warga negara. namun keduanya terdapat keselarasan yaitu dasar negara sebagai penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Kedudukan Pancasila Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara termaksud secara yuridis konstitusional dalam pembukaan UUD 1945. mengembangkan dan melestarikan Pancasila tersebut sebagai identitas bangsa karena sifat Pancasila yang universal memungkinkan setiap rakyat mampu menjiwainya. Dasar negara yang digunakan di Indonesia adalah Pancasila. 2. mengembangkan dan melestarikannya. Pengertian Dasar Negara Dalam Insiklopedi Indonesia. mewariskan. yaitu sebagai berikut: . Dasar Negara Indonesia 1. dapat disimpulkan dari beberapa pengertian di atas bahwa dasar negara adalah suatu landasan yang mengatur penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat yang didalamnya terdapat sistem nilai yang dijadikan dasar dari segala hukum. lembaga negara bahkan hukum perundangan wajib bersumber dan sesuai dengan nilai Pancasila.[2] Dalam pengertian di atas berarti negara adalah pedoman dalam melakukan segala kegiatan ketatanegaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi. berbangsa dan bernegara.[3] Pengertian ini lebih menekankan kepada sistem nilai yang dijadikan dasar. Indonesia menerapkan dasar negara berupa pancasila yang dianggap memiliki nilai-nilai luhur yang dijiwai oleh bangsa.

Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Pancasila merupakan sikap mental dan pola tingkah laku bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam perbuatan/kepribadianbangsa Indonesia. d. Pancasila sebagai Filsafat Hidup yang Mempersatukan Bangsa Indonesia Pancasila adalah filsafat hidup dan kepribadian bangsa Indonesia. yakni: a. Notonegoro ada 3 jenis nilai yang terkandung dalam pancasila. Nilai Vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk hidup dan mengadakan kegiatan. e. penyeleggara negara dan lembaga-lembaga kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah harus berpedoman kepada Pancasila. Nilai-Nilai dalam Pancasila Pancasila sebagai pandangan hidup digunakan sebagai petunjuk. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Pancasila telah disepakati oleh seluruh rakyat indonesia melalui wakilnya dan harus kita bela selamanya. Dr. 4. Pancasila sebagai Cita-cita dan Tujuan Bangsa Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 tujuan bangsa Indonesia adalah terciptanya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang diakini oleh bangsa Indonesia paling benar. Menurut Prof. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Pancasila sebagai pandangan hidup berarti bahwa semua tingkah laku dan tindak perbuatan harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila-sila Pancasila. bijaksana dan paling sesuai serta tepat bagi bangsa Indonesia sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia. c. .a. adil. Nilai Material adalah segala benda yang berguna bagi manusia. b. dan merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain. b. f. Ini berarti semua tingkah laku dan perbuatan masyarakat Indonesia merupakan pancaran dari nilai-nilai pancasila. Pancasila sebagai Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara berfungsi untuk mengatur setiap aktivitas warga negara.

maupun konstitusionil. hak-hak yang diperintah. Strong mengemukakan bawa konstitusi itu merupakan kumpulan asas-asas yang tiga materi pokok. Karena pada dasarnya nilai-nilai pancasila digali dari bumi Indonesia. tetapi juga mengatur tugas dan wewenang lembaga-lembaga tadi. baik dari segi isi maupun waktu dijalankannya kekuasaan. dilakukan pula pembatasan kekuasaan.[9] . Untuk mencegah agar kekuasan tidak disalahgunakan. Nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia sendiri dari masa ke masa bersama-sama dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa. Undang-Undang Dasar 1945 bukan hanya memuat struktur-struktur lembaga negara. materiil.F. Konstitusi mempunyai arti dan fungsi yang sangat penting bagi negara.[6] Selanjutnya. Bagir Manan mengatakan bahwa konstitusi ialah sekelompok ketentuan yang mengatur organisasi negara dan susunan pemerintahan suatu negara. dan hubungan antara yang memerintah dengan yang diperintah.[7] Selain itu juga C. meskipun mungkin tidak tertulis. B. baik secara formil. Konstitusi jugamempunyai fungsi konstitusional. maka kita akan melihat bagaimana halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi tertulis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia[8] Sebagai salah satu konstitusi modern. sebagai sumber dan dasar cita bangsa dan negara yang berupanilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar bagi kehidupan bernegara. Ia selalu mencerminkan semangatyang oleh penyusunnya ingin diabadikan dalam konstitusi tersebut sehingga mewarnai seluruhnaskah konstitusi tersebut. diungkap dari budaya dan peradaban bangsa Indonesia sendiri. Prof.c. Sehingga negara dankonstitusi adalah satu pasangan yang tidak dapat dipisahkan.Dengan melihat teori-teori dasar tentang konstitusi di atas. Nilai Spiritual adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.[5] Jadi. yaitu tentang kekuasaan pemerintahan. Setiap negara tentu mempunyaikonstitusi. pada dasarnya pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiki nilai-nilai penting yang harus diamalkan oleh setiap masyarakat sehingga setiap tindakan yang dilakukan selalu mencerminkan nilai-nilai pancasila dan tidak menyimpang dari nilai-nilai tersebut. Pengertian Konstitusi Konstitusi adalah sejumlah aturan-aturan dasar dan ketentuan ketentuan hukum yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur lembaga pemerintahan termasuk dasar hubungan kerja sama antara negara dan masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi Negara Indonesia 1.

[12] Dari beberapa pengertian tersebut. UUD merupakan bagian tertulis dari suatu konstitusi.Definisi tersebut menjelaskan suatu bentuk konstitusi. yaitu aturan-aturan dan ketentuan hukum untuk mengatur pemerintahan suatu negara. ia tidak membedakan antara konstitusi dengan UUD.J. Di Indonesia aturan-aturan tersebut terwujud dalam UUD 1945. Memberi petunjuk dan arah kemana negara akan dibawa.[11] Konstitusi juga memiliki sifat dalam pelaksanaanya pada setiap negara. yaitu A. 2. dapat disimpulkan bahwa konstitusi adalah aturan-aturan hukum baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang memuat garis-garis besar dan asas-asas kenegaraan. 3. 2. Merupakan pencerminan keadaan masyarakat dan negara yang bersangkutan. Kedudukan UUD 1945 Undang-Undang Dasar adalah naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan secara garis besar cara kerja badan-badan pemerintahan tersebut.[10] Kemudian definisi terkait juga dikemukakan oleh seorang ahli. Artinya kebiasaan politik dalam politik dalam ketatanegaraan yang tidak tertulis.[14] . 4. yaitu sebagai berikut: Menurut L.A Struycken. Dasar dan sumber hukum bagi peraturan perundangan dibawahnya. konstitusi adalah UU yang memuat garis-garis besar dan asas-asas tentang organisasi negara. seperti presiden setiap tanggal 17 Agustus. Sifat-sifat konstitusi tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Selain itu ada pula hukum dasar yang tidak tertulis yang sering disebut konvensi. sementara konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tidak tertulis. Konstitusi yang digunakan di Indonesia adalah UUD 1945. Menurutnya. 5. Membatasi kekuasaan si penguasa dan menjamin hak warga negara. adapun pelaksanaanya dapat diterima dan dibenarkan oleh rakyat. Van Apeldoorn. Produk politik yang tertinggi bagi suatu bangsa dalam membentuk dan menjalankan negara. Undang-Undang Dasar adalah hukum dasar yang tertulis.A Struycken sebegai berikut: Menurut A. Demikian hak-hak warga negara akan dilindungi. Terdapat juga definisi terkait mengenai kostitusi tersebut menurut para ahli. Sifat konstitusi adalah membatasi kekuasaan pemerintah sehingga penyelenggara kekuasaan tidak bertindak sewenangwenang.[13] Selanjutnya.

. yaitu sebagai berikut: a. memajukan kesejahteraan umum. dan keadilan sosial. Di samping itu masih terdapat hukum dasar yang tidak tertulis. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia juga memiliki nilainilai yang terkandung di dalamnya. Fungsi tersebut adalah suatu acuan dalam melakukan segala kehidupan berbangsa dan keseimbangan dalam berprilaku bila diterapkan dengan baik. yakni hukum dasar yang tertulis. perdamaian abadi. Tujuan negara. Paham negara persatuan yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Sebagai kerangka dasar dalam pembagian dan penyelenggaraan pemerintah negara. sedangkan hukum dasar yang tidak tertulis. bila dijabarkan fungsi UUD 1945 adalah sebagai berikut: Sebagai sumber hukum dalam tertib hukum. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. 3. mencerdaskan kehidupan bangsa.”[15] Jadi dari beberapa penjelasan di atas dapat diketahui kedudukan utama dari Undang-Undang Dasar adalah sebagai hukum dasar dan bukanlah satu-satunya hukum dasar melainkan hanya sebagian hukum dasar. Fungsi UUD 1945 Sebagi Konstitusi tentulah UUD 1945 memiliki fungsi. 4. Sebagai hukum dasar. yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Sebagai alat kontrol bagi hukum yang berada di bawahnya. Nilai-Nilai dalam UUD 1945 Selain sebagai konstitusi. Hukum dasar tidak tertulis ialah aturan-aturan tidak tertulis yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. merupakan perundang-undangan yang tertinggi. b. maka UUD 1945 merupakan sumber hukum. dinyatakan bahwa: “Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar negara itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis. Sebagai pedoman yang memberi arah bangsa.Namun hukum dasar pada UUD hanyalah sebagian saja melainkan ada juga yang hukum yang tidak tertulis sebagaimana dijelaskan pada penjelasan UUD 1945.

berdaulat.. konstitusi lahir merupakan usaha untuk melaksanakan dasar negara. mewakili cita-cita. Menentang Penjajahan f. serta dengan mewujudkan suatu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. bersatu. Persatuan Indonesia. dan makmur Jelaslah bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia memiliki kandungan nilai-nilai yang sangat baik. Hal tersebut ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV bahwa “.c.[16] Secara terperinci dapat dijabarkan hubungan antara Dasar Negara dan Konstitusi. - . melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara. d. yang penjabarannya dirumuskan dalam pasal-pasal oleh UUD (Konstitusi). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Merupakan satu kesatuan utuh. Dasar negara memuat norma-norma ideal. dan tujuan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. yaitu sebagai berikut: Berhubungan sangat erat. Kemanusiaan yang adil dan beradab.. Negara yang berkedaulatan berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. adil. keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun pada dasarnya dilandasi tujuan yang sama dalam memperadabkan bangsa Indonesia dan menjadi suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta saling melengkapi satu sama lainnya. cita-cita. Pancasila sebgai dasar negara Indonesia berkaitan erat dengan konstitusi atau Undang-Undang Dasar Negara. dimana dalam Pembukaan UUD 45 tercantum dasar negara Pancasila. C. dan kepribadian bangsa Indonesia yang harus terus dipupuk agar masyarakat Indonesia tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme. Hubungan Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia Hubungan antara Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia secara umum tampak pada gagasan dasar.dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. seperti yang telah dituangkan dalam pembukaan UUD dan penjabarannya Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat. identitas. Negara berdasar adas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mencita-citakan negara yang merdeka. e.[17] Jadi.

Kesimpulan Dalam makalah ini banyak hal yang dapat kita jadikan pelajaran bagi pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis. BAB IV PENUTUP A.Berdasarkan pembahasan dan penelaahan pada makalah ini maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal: 1.sehingga keduanya harus berjalan bersama-sama dan selaras sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang pada Pembukaaan UUD 1945. Dasar negara berarti pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai kehidupan. .

Karena melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara. Bila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini saya memohon maaf. penulis menyarankan agar dapat mengambil hal-hal positif dari makalah ini untuk pembelajaran dan lebih banyak membaca buku yang berkaitan dengan Dasar Negara dan Konstitusi agar lebih memahami makna dari kedua hal tersebut. 3. maka penulis mencoba untuk memberikan masukan atau saran sebagai berikut: 1. Bagi penulis yang ingin mengetahui dasar negara dan konstitusi. 4. Demikianlah makalah akhir semester yang berjudul ‘Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia’ ini saya tulis dengan harapan dapat menjadi manfaat bagi setiap pembaca khususnya penulis. Konstitusi diartikan sebagai peraturan yang mengatur suatu negara. Konstitusi memuat aturan-aturan pokok (fundamental) yang menopang berdirinya suatu negara. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. penulis sarankan agar lebih memperbanyak referensi yang terkait dengan dasar negara dan konstitusi. karena kebenaran datangnya dari Allah sedangkan kesalahan datangnya dari saya pribadi selaku penulis. Antara negara dan konstitusi mempunyai hubungan yang sangat erat. penulis menyarankan agar berhati-hati dalam melakukan perubahan ataupun melaksanakan Undang-Undang agar tetap terjalin keselarasan antara Dasar Negara dan Konstitusi. Bagi pembaca. sehingga pancasila bukan sebagai konstitusi melainkan UUD 1945 yang menjadi konstitusi di Indonesia. B. Bagi pemerintah.2. Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi tertutup. 2. . Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 3. Saran Setelah menyimpulkan hasil pembahasan dari makalah ini berdasarkan teori-teori yang ada.

Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakarta: Graha Primagama. Abubakar.h. h. Hakikat Kewarganegaraan untuk kelas X. Bambang Priyo Sukonto dkk. Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani Kelas 1 SMA. cet. Suradi dkk. dkk. Jakarta: Yudhistira. 2004.wikipedia. Bambang Priyo Sukonto dkk. 12 Desember 2011. Jakarta: PT. 2009. Hikmat Syahid Indah. Bambang. Ahmad. Ke-1 Priyo Sukonto. 82 [4] Ibid. 1992. 48 [6] Ibid.com/doc/42807545/Hakikat-Dari-Suatu-Konstitusi-Ialah-Mengatur-PembatasanKekuasaan-Dalam-Negara diakses pada hari Jumat.org/wiki/Indonesia diakses pada hari Minggu. hal. Sinergi Pustaka Indonesia. 11 Desember 2011 pukul 13. Idrus dan Karim Suryadi.com/2010/01 diakses pada hari Senin.wikipedia.blogspot. 11 Desember 2011 pukul 13.org/wiki/Indonesia diakses pada hari Minggu. 16 Desember 2011 pukul 09. 47 .02 WIB [2] Drs.02 WIB http://prince-mienu. 2008).DAFTAR PUSTAKA Affandi. 2006. h. Sinergi Pustaka Indonesia. Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakarta: Graha Primagama. Jakarta: PT. Hakikat Kewarganegaraan untuk kelas X (Jakarta: PT. 47 [3] Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman. h. Ke-14 Amik.00 WIB http://www. Hak Asasi Manusia (HAM). cet. Fajjin dan Humaidi Ratiman. 82 [5] Drs. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka. Tesis dan Desertasi IAIN Syarif Hidayatullah.15 WIB [1] http://id. pukul 19. 2010). Aziz Asymuni.scribd. Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS. Ke-2 http://id. 2010. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Primagama. Pedoman Penulisan Skripsi. 2010). cet.

pukul 19. h. Suradi Abubakar dkk. 2. 85 [12] Drs. [9] Idrus Affandi dan Karim Suryadi. 2008).scribd. Pengertian Negara Menurut George Gelinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari kelompokmanusia yang telah berkediaman dalam wilayah tertentu. Sinergi Pustaka Indonesia. H.com/doc/42807545/Hakikat-Dari-Suatu-Konstitusi-Ialah-Mengatur-Pembatasan- Kekuasaan-Dalam-Negara diakses pada hari Jumat. Negara dan Konstitusi1. atau menurut pendapatnya Carl Schmitt Negara adalahsebagai suatu ikatan dari manusia yang mengorganisasi dirinya dalam wilayah tertentu. h. hal.00 WIB 1. Bambang Priyo Sukonto dkk. 2004). h.15 WIB [8] Ibid. Hakikat Kewarganegaraan untuk kelas X (Jakarta: PT. H. 49 [14] Drs. 2009). Negara dan Konstitusi A.blogspot. hal.13 [10] Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman. Sementara itu Roger F Soultau berpendapat bahwa Negara adalah alat(agency) atau wewenang atau authority yang mengatur atau mengendalikan persoalanbersama atas nama masyarakat. 2010). Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakarta: Graha Primagama. Sedangkan menurutKranenburgNegara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan ataubangsa sendiri. 106 [17] http://prince-mienu. Suradi Abubakar dkk. Bambang Priyo Sukonto dkk. 47 [13] Ibid. B. Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani Kelas 1 SMA (Jakarta: Yudhistira. 2010). 111 [15] Drs. h. 12 Desember 2011. 47 [16] Drs. h. Hak Asasi Manusia (HAM) (Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka. Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakarta: Graha Primagama. 85 [11] ibid.com/2010/01 diakses pada hari Senin. Pengertian Konstitusi Konstitusi dalam pengertian luas adalah keseluruhan . Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani Kelas 1 SMA (Jakarta: Yudhistira. 16 Desember 2011 pukul 09. 2004). h.[7] http://www.

Konstitusi dalam pengertian sempit berarti piagam dasar atauundang-undang dasar (Loi constitutionallle) ialah suatu dokumen lengkap mengenaiperaturan dasar negara. c. Kosntitusi dalam arti absolut. 2. Menurut para tokoh pengertian konstitusi diantaranya di kemukakan olehbeberapa tokoh terkenal seperti. Teori Terjadinya Negara John Lock (sebagai bapak Hak Asasi dalam bukunya “Two Traties CivilGovernement”). segala wadah yang mampu menampung segala ide yang dicantumkan satu persatu sebagai konstitusi sebagai mana disebut dalam konstitusi dalam arti relatif.Terdiri dari : 1. Hak Asasi Terhadap Badan. Hak Asasi Terhadap Harta Benda. konstitusi harus menentukan segaa apa dalam negara. tani dsb). maka diadakan suatu perjanjian “Faktum Subjektionis danFactum Unionis”. 3.  2. Rakyat memberikan kekuasaannya kepada pejabat akan tetapi tidakboleh melanggar hak asasi. Oleh karena didorongkeinginan untuk merdeka. 2. Freedom from Want. C. 4. Freedom from of Tobe Free. Sedangkan menurut Carl Schmitt dari mazhab politik. merupakan suatu putusan tertinggi dari pada rakyat atau orang yang tergabung dalam suatu organisasi yang disebut negara. 6. Karena manusia makhluk berakal dan mempunyai hak asasiyang terdiri dari: 1. ia berpendapat bahwa Konstitusi adalahnaskah yang memaparkan rangka dan tugas pokok dari badan pemerintahan suatu negaradan menentukan pokok-pokok cara kerja badan tersebut. maksudnya dapat menjamin kepastian hukum.kekeliruan). 5. Konstitusi dalam arti ideal. seluruh keadaan atau struktur dalam negara. Hak Asasi Terhadap Kehormatan. adalah : a. Konstitusi dalam arti positif. 3. Hak Asasi Terhadap Nyawa. Freedom from of Mistake (kesalahan. Negara kesatuan . EC Wade. TNI. John Lock mengenal pula “Homohominilopus”. Freedom from Fear. Konstitusi dalam arti relatif. 5. Freedom from of State.dari ketentuan-ketentuandasar atau hukum dasar. Selain pendapatnya EC Wadeada juga pendapat lain dari seorang Lasalle yang mengatakan pengertian konstitusiadalah Kekuasaan antara kekuasaan yang terdapat dalam masyarakat (faktor kekuatan riil: presiden. buruh. 4. 2 b. Partai. Freedom from of Relegion. Hak Asasi Terhadap Kemerdekaan.

Kedaulatan Negara adalah Kekuasaan tertinggi berada pada negara. Pengertian dan Penilaian Konstitusi Menurut EC Wade : konstitusi adalah naskah yg memaparkan rangka dan tugaspokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara Negara dan Konstitusi creted by Ilham  4. mencerminkan keadaan sosial politik suatu bangsa . kedaulatannegara dan kedaulatan hukum. Mencapai Kesejahtreraan Umum. Herman Heller dalam bukunya Vervassunglehre : menamakan UUDsebagai riwayat hidup suatu hubungan kekuasaan. Lain dengan negara serikat yang terdiri dari beberapa negara bagian. 2. D. Pelaksanaannya dapatdengan cara: 1. Herman Heller membagi Konstitusi dalam 3 tingkat: 1. Akan tetapi pernah dialami oleh Indonesia menjadi negara Republik Indonesia Serikat (Konstitusi RIS 1949). Sistem Desentralisasi daerah diberikan kesempatan. Akhirnya berdasarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959 kembali ke UUD 45. 2.Kedaulatannegara ini diperoleh dari teori kedaulatan ketuhanan.Suatu negara yg merdeka dan berdaulat hanya Negara dan Konstitusi creted by Ilham  3. Pengertian Hukum menjadi skunder.adalah suatu negara merdeka dan berdaulat yang hanyamempunyai satu pemerintahan. Memperluas Kekuasaan. kedaulatan rakyat. Kedaulatan Negara Negara untuk dapat menjalankan pemerintahannya harus mempu-nyai kedulatanatau kekuasaan. kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri (Otonomi daerah) yang dinamakan daerah otonom. Negara tetap negara Republik yang tidak menjadi negara-negara bagian. Konstitusi sebagai pengertian politik. Oleh karena tidak sesuai dengan rakyat dan bangsa Indonesia maka berubah lagi menjadi Negara Republik Indonesia berdasarkan UUDS 1950. Kedauatan adalah kekuasaan penuh untuk mengatur rakyat tanpadicampuri/ pengaruh dari bangsa asing/pemerintah negara lain. System sentralisasi diatur oleh pemerintah pusat dan daerah sebagai pelaksana. Negara pada pokoknya mempunyai tujuan : 1. yang primer adalah bangunan . 3mempunyai satu pemerintahan yang mengatur seluruh daerah. 4kerja badan itu. Menyelenggarakan Ketertiban Umum dan 3. E.

secara hukum konstitusi diakui kedudukannya sebagai konstitusi negara. H. .masyarakat atau sering disebut political decision. Materiil dilihat dari segi isinya berisikan hal-hal bersifat dasar pokok bagi rakyat dan negara. Adanya pembatasan terhadap kekuasaan sebagai suatu fungsi konstitusionalisme. konstitusi sebagai peraturan hukum. Konstitusi bernilai normatif. Formil dan materiil. 2. keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normatif. kesederhanaan hukum dan kepastian hukum. Selain itu Konstitusi dalam arti positif. Sifat Konstitusi 1. yang harus berlaku. peraturan hukum tertulis. secara yuridis diakui dan tidak operasional. F. Formil berarti tertulis. 2. Menurut Carl schmitt:Konstitusi dalam pengertian absolut. Konstitusi memuat hal-halyang fondamental saja sehingga tidak absolut. Konstitusi ini dikesampingkan oleh kebijakan lain. Konstitusi bernilai nominal. Memberikan legitimasi terhadap kekuasaan pemerintah. Konstitusi bernilai simpati. berarti secara hukum dia-kui dan dilaksanakan secara murni dan konsekwen. Konstitusi menentukan segala bentuk kerja sama dlmorganisasi negara. 2. naskah konstitusi merupakan naskah penting yg sulit untukdiubah dan dengan sendirinya menjamin kepastian hukum. Sehingga konstitusi menentukan segala norma. Dengan demikian UUD adalah bagian dari konstitusi tertulis. Hal ini didasarkan bahwa negara adalah ikatan dari manusia yang mengorganisirdirinya dlm wilayah tertentu. G. Bangunan masyarakat sebagai hasil keputusan masyarakat. mencakup seluruh keadaan dan struktur dalamnegara. konstitusi dapat menampung ide yg dicantumkan satu persatu sebagai isi konstitusiseperti pada konstitusi relatif.. Konstitusi sebagai pengertian hukum .konstitusi merupakan keputusan tertinggi dari pada rakyat dan Konstitusi dalam artiideal. SedangakanKonstitusi dalam arti relatif. 3. Sebagai instrumnen untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam sistem demokrasi atau raja dalam sistem monarki) kepada organ-organ kekuasaan negara. Negara dan Konstitusi creted by Ilham  5. Dari pengertian ini timbul aliran kodifikasi menghendaki hukum tertulis untuk terciptanya kesatuan hukum. 5 3. Fungsi Konstitusi 1. 3. Menilai konstitusi 1.

Hamilton dengan paham konstitualisme. Konstitusi untukpengaturan negara. sehingga dinamika kekuasaan dan proses pemerintahan dapat dibatasidan dikendalikan. Tertulis dan tidak tertulis I. ciri flexibel : a) Elastis. 3.(sama dengan konstitusi dalam arti relatif). Flexibel dan rigid. Menurut Walton H. Cara Perubahan Konstitusi a) Oleh rakyat melalui referendum b) Oleh sejumlah negara bagian c) Dengan konvensi ketatanegaraan2. Kalau rigid berarti kaku suliot untuk mengadakan perubahan sebagaimana disebutkan oleh KC Wheare Menurut James Bryce. Hubungan antara Negara dan Konstitusi. b) Diumumkan dan diubah sama dengan undang-undang. 2. .