You are on page 1of 5

Nama : Trisna Caniago NIM : 5552100340

Kelas : III C

BIAYA OVERHEAD PABRIK
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang berkaitan dengan kegiatan menjalankan pabrik. Atau dengan kata lain biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahab baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik dapat digolongkan dengan tiga cara penggolongan : 1. BOP menurut sifatnya,  Biaya bahan penolong : Bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi. Misalnya bahan penolong dalam perusahaan percetakan adalah bahan perekat, tinta koreksi, dan pita mesin ketik.  Biaya reparasi dan pemeliharaan : berupa biaya suku cadang, biaya bahan habis pakai dan harga perolehan jasa dari pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan emplasemen, perumahan, bangunan pabrik, mesin-mesin, dll.  Biaya tenaga kerja tidak langsung : Tenaga kerja pabrik yang upahnyatidak dapat diperhitungkan secara langsung kepada produk.  Biaya depresiasi aktiva tetap : Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah biaya depresiasi emplasemen pabrik, bangunan pabrik, mesin dan peralatan, perkakas laboratorium, alat kerja dan aktiva tetap lain yang digunakan di pabrik.  Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu : Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah biaya asuransi gedung dan emplasemen, asuransi mesin dan peralatan, asuransi kendaraan, asuransi kecelakaan karyawan, dan biaya amortisasi kerugian trial-run.  BOP lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai : Biayabiaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah biaya reparasi yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN, dsb.
1

Menyusun anggaran biaya overhead pabrik Tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP. : BOP yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. : BOP yang berbah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan 3. BOP menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.  Kapasitas Normal : Kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang. 2 . Langkah-langkah penentuan tarif BOP. BOP menurut hubungannya dengan departemen. dan biaya bahan penolong. Contoh : Biaya depresiasi. antara lain : 1.  Manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi per unit pada saat pesanan selesai.  BOP tidak langsung departemen : BOP yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen.  Pembebanan BOP berdasarkan yang sesunggguhnya terjadi sering mengakibatkan harga pokok produksi yang dihasilkan dari bulan ke bulan berubah-ubah.  BOP langsung departemen : BOP yang terjadi dalam departemen tertentu dan manfaatnya hanya dinikmati oleh departemen tersebut. biaya depresiasi mesin. padahal ada elemen BOP yang baru diketahui jumlahnya pada akhir setiap bulan atau akhir tahun.2.  Kapasitas Sesungguhnya yang diharapkan : Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan dating. biaya pemeliharaan dan asuransi gedung pabrik yang digunakan oleh beberapa departemen. yaitu:  Kapasitas Teoritis : Kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu. Contoh : Gaji mandor departemen produksi.  BOP tetap  BOP variable  BOP semivariabel : BOP yang berubah dalam kisar perubahan volume kegiatan tertentu. Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik Alasan pembebanan BOP atas dasar tarif yang ditentukan dimuka.

Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk Ada beberapa macam dasar pembebanan yang dapat dipakai untuk membebankan BOP.2. Menghitung tarif BOP Tarif BOP = 3 . antara lain :  Unit Produk  Biaya Bahan Baku  Biaya Tenaga Kerja Langsung  Jam Kerja Langsung  Jam Mesin 3.

sehingga dengan demikian akan memperjelas tanggung jawab setiap biaya yang akan terjadi dalam departemen tertentu. Dalam departementalisasi BOP. Departementalisasi BOP bermanfaat untuk pengendalian biaya dan ketelitian penentuan harga pokok produk. antara lain :  Penyusunan anggaran BOP per departemen  Alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi Dalam mengalokasi BOP departemen pembantu terdapat dua metode alokasi.DEPARTEMENTALISASI BOP Departementalisasi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian pabrik ke dalam bagian-bagian yang disebut departemen atau pusat biaya (cost center) yang dibebani dengan BOP. Metode Alokasi Langsung Metode Alokasi Bertahap : Metode Aljabar dan Metode alokasi urutan yang diatur  Perhitungan tarif pembebanan BOP per departemen Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik per Departemen Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik per departemen dibagi menjadi empat tahap. tarif BOP dihitung untuk setiap departemen produksi dengan dasar pembebanan yang mungkin berbeda diantara departemen produksi yang ada. Langkah-langkah penentuan tarif BOP per departemen.  Penaksiran biaya overhead tidak langsung departemen  Distribusi biaya overhead tidak langsung departemen ke departemen-departemen yang menikmati manfaatnya.Pengendalian BOP dapat lebih mudah dilakukan dengan cara menghubungkan biaya dengan pusat terjadinya. yaitu :  Penaksiran biaya overhead langsung departemen atas dasar kapasitas yang direncanakan untuk tahun anggaran. II. 4 .  Menjumlah biaya overhead pabrik per departemen baik biaya overhead langsung maupun tidak langsung untuk mendapat anggaran biaya overhead pabrik per departemen baik departemen produksi maupun departemen pembantu. yaitu : I.

tidak diadakan alokasi BOP. Departemen pembantu yang saling memberikan jasa. diletakan paling akhir dalam alokasi  Selama melakukan alokasi BOP harus diperhatikan : I. III. jika tidak materil. antara lain :  BOP departemen pembantu dialokasikan secara bertahap  Alokasi BOP departemen pembantu diatur urutannya sehingga arus biaya menuju ke satu arah  Pedoman umum mengatur alokasi sebagai berikut : I. BOP departemen pembantu yang jasanya paling banyak dipakai. dialokasikan pada urutan yang pertama II. 5 . Urutan alokasi biaya bisa didasarkan pada urutan besarnya BOP Departemen pembantu yang paling banyak menerima jasa.Karakteristik metode urutan yang diatur. Tidak diadakan alokasi BOP ke dalam departemen yang BOP nya telah habis II.