You are on page 1of 12

PENDAHULUAN

Trauma lahir adalah trauma pada bayi yang diterima dalam atau karena proses kelahiran. Istilah trauma lahir digunakan untuk menunjukkan trauma mekanik dan anoksik, baik yang dapat dihindarkan maupun yang tidak dapat dihindarkan, yang didapat bayi pada masa persalinan dan kelahiran.(1) Sebagian besar trauma lahir terjadi selama persalinan lama dan berlarut-larut atau kesulitan lahir. Trauma lahir dapat terjadi apabila janin besar atau presentasi atau posisi janin abnormal. Akan tetapi, terdapat kasus terjadinya cedera dalam uterus. Beberapa macam jejas persalinan seperti caput succadaneum, cephalhematoma, trauma pleksus brakialis, fraktur klavikula dan fraktur humerus. Kejadian caput succadaneum pada bayi sendiri adalah benjolan pada kepala bayi akibat tekanan uterus atau dinding vagina dan juga pada partus lama atau persalinan dengan tindakan vakum ekstraksi. (2,3) Caput succedaneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi karena tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak, atau pembengkakan difus, kadangkadang bersifat ekimotik atau edematosa, pada jaringan lunak kulit kepala, yang mengenai bagian kepala terbawah, yang terjadi pada kelahiran verteks. Edema pada kepala bayi, terasa lembut dan lunak pada perabaan dengan batas yang tidak jelas merupakan beberapa tanda dari caput succadaneum. Caput succadaneum biasanya menghilang setelah 2-5 hari.(1)

1

Fontanella : datar.1 °C : < 2 detik    Sistem Neurologis : . PEMERIKSAAN TANDA VITAL : . belum menutup 2 . bayi langsung menangis dengan gerakan aktif.Denyut Jantung .6 cm : 150 x/menit : 45 x/menit : 36. Apgar Skor 7/8. lahir spontan LBK dengan induksi atas indikasi kala 2 lama.Suhu .KASUS Bayi laki-laki lahir tanggal 12 Maret 2013 pukul 14. air ketuban hijau kental.Capillary Refill Time PEMERIKSAAN FISIK : Berat Badan Lahir Panjang Badan Lahir Lingkar Kepala : 3300 gr : 50 cm : 37.Kesadaran : composmentis .25 wita.Respirasi . usia kehamilan 38-40 minggu.Aktivitas bayi : tidur . Riwayat kehamilan G1 A0 P0.

Sutura : Tampak edema yang tidak merata yang tidak melewati sutura.Bising jantung (-) 3 . teraba lunak dan lembut.Sianosis (-) .Udara Masuk : 0 .Bunyi nafas tambahan (-) Down’s Score : .Merintih : 0 Total : 0 Kesimpulan : Tidak ada gawat nafas Sistem Kardiovaskuler : .Bunyi jantung : S1-S2 regular murni .Retraksi : 0 . Sistem Respirasi : .Apneu (-) .Bunyi nafas : bronkovesikuler .Nafas cuping hidung (-) .Frekuensi nafas : 0 .Retraksi (-) .. berwarna kemerahan.Sianosis : 0 .Merintih (-) .

Kelainan Kongenital : (-) 4 .Sistem Hematologi .Testis sudah turun dan rugae pada skrotum tampak jelas (+) Pemeriksaan lain : .Turgor .Umbilikus : bernanah (-).Ikterus (-) Sistem Gastrointestinal :  : . lengkap : Baik : Caput suksadaneum .Kelainan dinding abdomen (-) .Pucat (-) .Anus imperforata (-) .Ekstremitas .Trauma Lahir : Akral hangat. edema (-) Sistem Genital : .Diare (-) .Muntah (-) . iritasi (-).

Ballard’s Score Maturitas Neuromuskular Sikap tubuh : 3 Persegi jendela : 3 Recoil lengan : 4 Tanda selempang : 4 Sudut poplitea : 3 Tumit ke telinga : 3 : Maturitas Fisik .Payudara : 3 .ASI / PASI 8 x 30 cc .Oksigen 2-3 Liter/menit .Kelamin : 3 Total : 37 Estimasi Minggu Kehamilan : 38 .Kulit : 3 .40 Estimasi usia kehamilan menurut kurva Lubscencho: Bayi Aterm + Sesuai Masa Kehamilan DIAGNOSIS : Bayi Aterm + SMK + Caput Succadaneum TERAPI : .Permukaan Plantar : 3 .Lanugo : 2 .Daun Telinga : 3 .Injeksi vitamin K1 1mg Intramuscular 5 .Rawat terbuka talipusat .

Tetes mata Gentamicin . kejang (-). apnea (-). Pada kepala tampak adanya edema yang teraba lunak dan lembut serta berwarna kemerahan. peristaltik (+) kesan normal. retraksi(-). ikterus (-) . Denyut jantung Suhu Pernapasan : 132x/m : 38 0c : 32x/m Capillary Refill Time : < 2 detik Lingkar kepala : 37.5 cm 6 .Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu FOLLOW UP Tanggal 18/1/2013 S : (-) O : Kondisi umum sakit sedang. tingkat kesadaran compos mentis.Observasi tanda-tanda vital . merintih (-).Minimal Handling ANJURAN PEMERIKSAAN : ..

A : Bayi Aterm + SMK + Caput Succadaneum P: Rawat terbuka talipusat ASI / PASI 8 x 30 cc Minimal Handling 7 .

3) Caput succadaneum terjadi karena adanya tekanan yang kuat pada kepala pada saat memasuki jalan lahir. sesuai dengan posisi bagian yang bersangkutan. Pada bagian tersebut terjadi edema sebagai akibat pengeluaran serum dari pembuluh darah.(1) Faktor predisposisi terjadinya trauma lahir antara lain (5): 1) Makrosomia 2) Prematuritas 3) Disproporsi sefalopelvik 4) Distosia 5) Persalinan lama 6) Persalinan yang diakhiri dengan alat (ekstraksi vakum dan forceps) 7) Persalinan dengan sectio caesaria 8) Kelahiran sungsang 9) Presentasi bokong 8 . Caput succadaneum tidak memerlukan pengobatan khusus dan biasanya menghilang setelah 2-5 hari.2.(1.DISKUSI Caput succadaneum ditemukan biasanya pada presentasi kepala. misalnya vakum ekstraksi sehingga terjadi bendungan sirkulasi perifer dan limfe yang disertai dengan pengeluaran cairan tubuh ke jaringan ekstravaskuler. Keadaan ini dapat pula terjadi pada kelahiran spontan dan biasanya menghilang dalam 2-4 hari setelah lahir.

10) Presentasi muka 11) Kelainan bayi letak lintang Patofisiologi kelainan ini timbul karena tekanan yang keras pada kepala ketika memasuki jalan lahir sehingga terjadi bendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran cairan tubuh ke jaringan extravaskuler.) Terasa lembut dan lunak pada perabaan 3.) Benjolan berisi serum dan kadang bercampur dengan darah 4.5): 1. Cephalhematoma terjadi sangat lambat.2) Gejala-gejala yang mungkin timbul pada caput succadaneum adalah (3. Umumnya moulase ini ditemukan pada sutura sagitalis dan terlihat segera setelah bayi lahir.) Edema di kepala 2. Cephalhematoma dapat sembuh dalam waktu 2 minggu hingga 3 bulan. Caput succadaneum berbeda dengan cephalhematoma.) Batas yang tidak jelas 9 .(1. tergantung pada ukuran perdarahannya. Benjolan caput ini berisi cairan serum dan sering bercampur dengan sedikit darah.) Edema melampaui tulang tengkorak 5. Benjolan dapat terjadi sebagai akibat bertumpang tindihnya tulang kepala di daerah sutura pada suatu proses kelahiran sebagai salah satu upaya bayi untuk mengecilkan lingkaran kepalanya agar dapat melalui jalan lahir. Moulase ini umumnya jelas terlihat pada bayi prematur dan akan hilang sendiri dalam satu sampai dua hari. sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Cephalhematoma sendiri merupakan perdarahan subperiosteum.

Pada kasus ini. Gejala yang timbul pada kasus ini berupa edema kepala yang terasa lembut dan lunak pada perabaan.) Benjolan akan menghilang sekitar 2-3 minggu tanpa pengobatan.) Perawatan bayi sama dengan perawatan bayi normal. 3. pasien mengalami kasus caput succaedaneum kemungkinan akibat kala dua yang lama (persalinan lama) dilihat dari riwayat kelahiran secara spontan dengan induksi.) Pencegahan infeksi harus dilakukan untuk menghindari adanya infeksi pada benjolan.) Pemberian ASI yang adekuat. 2. Manajemen caput succadaneum terdiri dari pengamatan saja secara lengkap. Pada kasus ini caput succadaneum berkurang ± 1 cm sehari setelah kelahiran. Pemulihan cepat biasanya akan terjadi pada caput succedaneum. 10 . 5.) Pengawasan keadaan umum bayi.) Berikan lingkungan yang baik. Penatalaksanaan pada kasus ini adalah sebagai berikut (6): 1. 4.) Permukaan kulit pada benjolan berwarna ungu atau kemerahan 7.6. bidan harus mengajarkan pada ibu teknik menyusui dengan benar. adanya ventilasi dan sinar matahari yang cukup.

Keadaan trauma yang dialami oleh bayi. tentang: a.6. 11 .) Berikan konseling pada orang tua. b. Jelaskan bahwa benjolan akan menghilang dengan sendirinya setelah sampai 3 minggu tanpa pengobatan.

S.. 2008 12 . Kamus Kedokteran Dorland. 2005 4.. 15. Yunanto A. Depkes RI. Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir.. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU. 6. Jakarta. 2012 8. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Kuliah 1. Kosim M. Buku Ajar Neonatologi. Depkes RI. Behrman. Edisi 1. 2007 Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU. Ed. 2002 5. dan Arvin. 2008 3. Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Tim JNPK PONEK. Jakarta. Ilmu Kesehatan Anak Nelson Vol.. Dewi R. dan Usman A. Kliegman.. Jakarta. IDAI UKK Perinatologi. Jakarta. dan Newman. Buku Acuan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED).I. Dorland. EGC. dalam slide “Trauma Lahir”. 1991 2. EGC. Ilmu Kesehatan Anak. Sylviati. Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sarosa G.1. Sumatera Utara 7. Surabaya. dalam slide “Trauma Lahir”.DAFTAR PUSTAKA 1. Tim Paket Pelatihan Klinik PONED. Edisi 29.