Kanker Leher Rahim Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang

terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80 ter!adi di negara berkembang. "akta-#akta tersebut membuat kanker leher rahim menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di dunia, dan menempati urutan pertama di negara berkembang. Saat ini, kanker leher rahim men!adi kanker terbanyak pada wanita $ndonesia yaitu sekitar 3% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang %8 !uta perempuan $ndonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim. Kanker leher rahim adalah kanker yang ter!adi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. &sia rata-rata ke!adian kanker leher rahim adalah '( tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak ( kali pada usia 3'-3) tahun dan 60 * 6% tahun. Kanker leher rahim sendiri merupakan keganasan yang dapat dicegah karena + ,. -emiliki masa preinvasi# .sebelum men!adi keganasan/ yang lama (. 0emeriksaan sitologi .sel/ untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sudah tersedia 3. 1erapi lesi preinvasi# .bibit keganasan/ cukup e#ekti#

2ambar ,. 3okasi Kanker 3eher 4ahim Faktor risiko ,. 4as 0ada ras 5#rika-5merika ke!adian kanker leher rahim meningkat sebanyak ( kali dari 5merika 6ispanik. Sedangkan untuk ras 5sia-amerika memiliki angka ke!adian yang sama dengan warga 5merika. 6al ini berkaitan dengan #aktor sosioekonomi (. "aktor seksual dan reproduksi 6ubungan seksual pertama kali sebelum usia ,6 tahun berkaitan dengan peningkatan risiko kanker leher rahim ( kali dibandingkan wanita yang melakukan hubungan seksual setelah usia (0 tahun. Kanker leher rahim !uga berkaitan dengan !umlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual maka semakin meningkat risiko kanker leher rahim. 0eningkatan paritas .!umlah kehamilan/ !uga merupakan #aktor risiko kanker leher rahim

6uman 0apilloma 7irus/ 0enelitian epidemiologi memperlihatkan bahwa in#eksi 607 terdeteksi menggunakan penelitian molekular pada )). terutama yang menggunakan kombinasi mekanik dan hormon memperlihatkan penurunan angka ke!adian kanker leher rahim yang diperkirakan karena penurunan paparan terhadap agen penyebab in#eksi '.3. 1erdapat ..penghalang/.mempercepat/ pertumbuhan sel kanker dari noninvasi# men!adi invasi# .tidak ganas men!adi ganas/ 6. "aktor risiko meningkat ( kali dengan risiko tertinggi didapatkan pada orang yang merokok dalam !angka waktu lama dengan intensitas yang tinggi .kutil kelamin/ Skrining 0emeriksaan secara berkala bagi seluruh wanita terutama yang memiliki #aktor risiko menggunakan 0ap smear adalah cara yang e#ekti# untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan penanganan lebih awal serta adekuat.dubur dan alat kelamin/. $n#eksi 607 . Skrining dilakukan 3 tahun setelah akti# secara seksual dan diulangi setiap tahunnya.6 dan . Kontrasepsi 0enggunaan kontrasepsi pil dalam !angka waktu lama . Selain pap smear. ada % tipe 607 yang biasa menyebabkan masalah di manusia seperti ( subtipe 607 dengan risiko tinggi keganasan yaitu tipe . . -erokok -erokok merupakan penyebab penting ter!adinya kanker leher rahim !enis karsinoma sel skuamosa. 30 diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi imunosupresi .!umlah yang banyak/ %. metode lain adalah inspeksi visual dengan asam asetat .8 wanita dengan karsinoma sel skuamosa karena in#eksi 607 adalah penyebab mutasi neoplasma . yang menyebabkan )0 kasus genital warts .perubahan sel normal men!adi sel ganas/.. 0enggunaan metode kontrasepsi barrier .8 yang ditemukan pada 80 kanker leher rahim serta 607 tipe 6 dan . 1es tersebut mudah dilakukan dan memiliki hasil yang e#ekti#. dapat mengakselerasi .penurunan kekebalan tubuh/ seperti transplantasi gin!al dan 6$7.38 strain 607 yang sudah diidenti#ikasi.7$3$/ serta 607-hybrid capture.penurunan kekebalan tubuh/ 0ada wanita imunokompromise .7$5/ atau dengan 3ugol:s $odine . 9ari sekian tipe 607 yang menyerang anogenital .' tahun atau lebih/ meningkatkan risiko kanker leher rahim sebanyak ( kali.

&ntuk men!adi kanker serviks dibutuhkan waktu sampai belasan tahun.meninggi/ dan bergranul yang mudah berdarah bila disentuh. <ila perdarahan berlangsung dalam !angka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya. 9iantaranya ke kelen!ar getah bening. 3esi . rektum. 0emeriksaan 0ap Smear untuk deteksi dini kanker leher rahim Tanda dan Gejala 2e!ala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau #lek . perdarahan postmenopause."$2@/ staging system digunakan untuk evaluasi dan . dan ovarium . 5pabila kanker sudah menyebar ke panggul maka nyeri punggung dapat ter!adi diikuti dengan hambatan dalam berkemih serta hidrone#rosis . 2e!ala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah men!adi keganasan dan menyusup ke !aringan sekitarnya. kandung kemih.luka bernanah/. namun dapat muncul !uga perdarahan diantara ( siklus menstruasi. menoragia. vagina.pembesaran gin!al/. penyebaran melalui peredaran darah !arang ter!adi.indung telur/. penurunan berat badan.bercak/ vagina. Stadium $nternational o# 2ynecology and @bstetrics . atau bercak . -asing-masing memberikan ge!ala yang berbeda-beda. atau daerah yang sedikit elevasi . 0erdarahan abnormal ini terutama ter!adi setelah berhubungan seksual. 0enyebaran kanker leher rahim pada umumnya melalui peredaran kelen!ar getah bening. pasien dapat mengeluh bercak vagina yang berbau.luka atau tanda/ dini pada kanker leher rahim dapat berupa lesi indurasi . endometrium . hematosche?ia = <5< berdarah>.selaput dinding rahim/.sumbatan/ dalam berkemih. <ercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. 0ada stadium lan!ut. 2e!ala kandung kemih maupun rektum .2ambar (. #istula/ dapat berhubungan dengan penyebaran ke kandung kemih serta rektum pada tumor invasi#. dan obstruksi .hematuri =kencing berdarah>. Penyebaran penyakit Kanker leher rahim dapat menyebar ke berbagai macam organ.keras/ ataupun ulserasi .

parametrium/ sekitar rahim. serta biopsi.3 vagina bagian bawah. 0enyebaran melibatkan vagina (. dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari kedalaman ' mm dan lebar 8 mm A/ Stadium $5. . Kanker meluas keluar dari leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul. Stadium berdasarkan FIGO : Stadium I. Kanker leher rahim hanya terdapat pada daerah leher rahim . tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam dari ' mm dengan lebar 8 mm A/ Stadium $<. Kanker melibatkan . Kanker menyebar ke organ yang !auh Pemeriksaan Penunjang 0emeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan radiologi dada..' mm dalamnya dan dengan lebar 8 mm atau kurang Stadium $<. Kanker meluas sampai dinding samping vagina yang menyebabkan gangguan berkemih sehingga berakibat gangguan gin!al Stadium I"! 1umor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum. Kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul Stadium III! Kanker meluas sampai ke dinding samping panggul dan melibatkan .. 1umor yang terlihat sepan!ang % cm atau kurang A/ Stadium $<(. atau meluas melampaui panggul  Stadium $75.diagnosis dari kanker leher rahim berdasarkan ge!ala yang ter!adi. gin!al.menggunakan mikroskop/. Kanker tidak melibatkan !aringan penyambung . $nvasi lapisan stroma sedalam 3 mm atau kurang dengan lebar 8 mm atau kurang A/ Stadim $5(. Stadium $$$ mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di gin!al dan berakibat gangguan gin!al  Stadium $$$5.. dan tulang. $nvasi stroma antara 3.3 bagian atas vagina  Stadium $$<.. namun melibatkan (. 1umor yang terlihat lebih pan!ang dari % cm  Stadium II.3 bagian atas.serviks/  Stadium I ! Kanker invasive didiagnosis melalui mikroskopik . Kanker menyebar ke kandung kemih atau rectum  Stadium $7<.3 bagian bawah vagina namun tidak meluas sampai dinding panggul  Stadium $$$<.  Stadium $$5.

leher rahim/ Terapi @perasi dan terapi radiasi adalah ( modalitas utama di dalam penanganan kanker leher rahim invasi#. Kemoterapi merupakan penanganan pada pasien dengan stadium $7< atau mereka dengan kanker yang rekuren .. Sebaiknya vaksin diberikan sebelum kontak seksual pertama atau sebelum wanita terekspos dengan 607. dan .sering kambuh/ yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi. . yaitu tipe 6.. 0encegahan yang dilakukan adalah menghindari #aktor risiko diatas. 7aksin tersebut beker!a dengan cara melindungi dari % tipe 607 yang paling sering menyebabkan penyakit. 0ada umumnya. 6al ini disebabkan karena vaksin mencegah penyakit pada wanita yang belum terkena satu atau . <iopsi Kerucut pada Serviks . atau ( dosis sa!a. <elum diketahui kee#ekti#annya pada wanita yang hanya menerima . operasi terbatas pada pasien dengan stadium $ dan $$5. dan 6 bulan berikutnya. Kee#ekti#an vaksin 607 menurut penelitian diperkirakan selama ' tahun. 7aksin diberikan dalam 3 dosis dalam periode 6 bulan yaitu pemberian awal. tahun sekali untuk mengetahui lesi prekanker."oods and 9rugs 5dministration . -asing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan. 7aksin tersebut dikeluarkan oleh &. .0-S/ lainnya yang menyebar melalui cairan tubuh. karena itu penggunaan kondom tidak sepenuhnya e#ekti# karena kondom tidak meliputi seluruh area kulit dimana 607 dapat ditemukan. Karena ini sangat penting diberikan 3 dosis penuh untuk para wanita.S. Pen#egahan dan $eteksi $ini 1idak seperti 0enyakit -enular Seksual . sementara radiasi dapat dilakukan pada semua stadium dari penyakit. (. tipe yang menyebabkan 80 kanker leher rahim dan )0 kutil kelamin.8.2ambar 3."95/ pada tahun (006 dan sudah dinyatakan aman untuk wanita berusia ) * (6 tahun. seberapa lama vaksin ini dapat memberikan e#ek perlindungan masih belum !elas.6. 9eteksi dini terutama adalah melakukan pemeriksaan skrining secara teratur . "aksin %P" 7aksin 607 saat ini sudah digunakan untuk mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin karena 607. 607 merupakan virus yang menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit.

7aksin ini tidak beker!a terlalu e#ekti# pada wanita yang sudah memiliki virus 607 di dalam tubuhnya sebelum menerima vaksin. B#ek samping paling umum adanya nyeri ketika disuntikkan. 2ardasil. Skrining tetap diperlukan setelah memperoleh vaksin 607 karena vaksin tidak melindungi untuk semua tipe 607. 7aksin 607 ini hanya bersi#at melindungi dari paparan yang belum ter!adi. 2ambar %. dan bukan untuk mengobati.beberapa tipe 607 yang dapat dilindungi oleh vaksin. 7aksin ini belum direkomendasikan pada wanita hamil karena masih sedikit in#ormasi mengenai keamananya pada wanita hamil. 7aksin 607 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful