Laporan Kasus

Hernia Dewasa
Oleh: Della Putri Yuwinanda 0708112231

Pembimbing: Dr. Kisman Harahap, Sp B

Pendahuluan
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan / Locus Minoris Resistentiae (LMR).  Bagian - bagian hernia meliputi pintu hernia, kantong hernia, leher hernia dan isi hernia.

• Prevalensi hernia pada pria adalah 27% dan wanita 3% • Di AS 700.000 operasi hernia per tahun • Lima puluh persennya adalah untuk hernia inguinal indirek, dengan rasio pria-wanita 7:1. Dua puluh lima persen menunjukan hernia inguinalis direk.

Anatomi abdomen
1. Kutis 2. lemak subkutis 3. fasia skarpa 4. muskulus obliqus eksterna 5. muskulus obliqus abdominis interna 6. muskulus abdominis tranversal 7. fasia transversalis 8. lemak peritoneal 9. peritoneum.

. bagian terbuka dari aponeurosis m.Kanalis inguinalis dibatasi oleh:  anulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari fasia transversalis dan aponeurosis m. Obliqus eksternus.  atapnya ialah aponeurosis m. di atas tuberkulum pubikum. Obliqus eksternus dan di dasarnya terdapat ligamentum inguinale. Tranversus abdominis.  Di medial bawah.  Kanal berisi tali sperma pada laki-laki dan ligamentum rotundum pada perempuan. kanal ini dibatasi oleh anulus inguinalis eksternus.

Kanalis Inguinalis .

pinggang atau perineum.  Hernia eksterna hernia yang menonjol ke luar melalui dinding perut.Klasifikasi Hernia Hernia interna tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lobang dalam rongga perut .  .

Berdasarkan terjadinya:  Hernia kongenital  Hernia akuisita . bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga abdomen.  Hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk.  Hernia ireponibel.Menurut sifatnya.

Berdasarkan letak  Hernia diafragmatika  Hernia inguinal  Hernia umbilikal  Hernia femoral .

Tidak nyeri .Tidak ada obstruksi usus Hernia Ireponibilis /Hernia Irreducible / Hernia Akreta . 2.Isi hernia dapat keluar masuk . Hernia Reponibilis / Hernia Reducible .Sifat Hernia : 1.Isi hernia tidak bisa kembali masuk akibat perlekatan dengan kantong hernia .Tidak ada obtruksi usus .

Terjadi gangguan vakularisasi (strangulata) .Dapat terjadi iskemia sampai nekrosis .3.Merupakan kasus gawat darurat . Inkarserata & H. H.Terjadi gangguan pasase usus (inkarserata) . Strangulasi .Isi hernia terjepit oleh cincin .

Hernia Inguinalis Medialis (25%) = (Direct) 3. Hernia pada dinding abdomen tersering : Hernia Inguinalis (75-80%)  Jenis Hernia Inguinalis ada 3 macam : 1. Scrotalis / H. Hernia Inguinalis Lateralis (60%) = (Indirect) 2. Hernia Femoralis (15%) Pada Laki-laki HIL dapat turun sampai ke scrotum  H. Kompleta  .

hamil. dinding abdomen Penutupan prosesus vaginalis peritonei tidak sempurna Terkadang manifest setelah dewasa atau tua  1.Perbandingan Hernia Inguinalis Pada Anak dan Dewasa :  1. Dewasa / Tua : Merupakan hernia akuisita Adanya kelemahan dinding abdomen Adanya tekanan intra abdominal yang meningkat (ascites. 3. 2. 2. Bayi / Anak : Merupakan Hernia kongenital Tidak ada kelemahan otot/ lap. 4. dll) 3. BPH batuk kronis. .

.

konstipasi dan asites 4. Kelemahan otot dinding perut karena usia . Tekanan intra abdomen yang meninggi secara kronik. hipertrofi prostat. baik kongenital maupun didapat 3. Kelemahan aponeurosis dan fasia tranversalis 2. Prosesus vaginalis yang terbuka.Faktor Predisposisi 1.

Diagnosis Keluhan utama tersering adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri. bersin atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Nyeri yang disertai mual dan muntah baru timbul jika terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena terjadi nekrosis atau gangren. batuk. .

 .  Palpasi bergantung pada isi organ pd kantung hernia.Pada inspeksi penonjolan di regio inguinalis yang berjalan di lateral atas ke medial bawah.

sering bilateral. tonjolan di atas tuberculum pubicum Bulat.HIL Finger test Diraba pada ujung jari HIM Diraba pada sisi jari Hernia femoralis Kemungkinan terjadi inkarserata Gampang karena keluarnya dari annulus eksternus Sulit terjadi dari inkarserata karena keluarnya dari trigonum Hasselbach Mudah terjadi inkarserata dan sifatnya ireponibel Perabaan Lonjong. menonjol di bawah kulit Globuler di lipat paha Penekanan pada annulus internus Lokasi defek Hernia tidak keluar Hernia keluar - Annulus internus (di tengah SIAS tuberculum pubicum 1-2cm ke medial) Trigonum hasselbach Kanalis femoralis Bisa congenital atau akuisita Sering pada orang tua Sering pada perempuan .

Hernia inkarserata Leher kantung hernia yang sempit  Adhesi antara isi kantung hernia dan kantung hernia. Adhesi ini kadangkadang merupakan manifestasi dari iskemia dan inflamasi  Terjadi proses patologis pada viskus yang mengalami inkarserasi seperti adanya karsinoma atau diverticulitis pada colon  .

Hernia Strangulata Nyeri hebat dan kemerahan di daerah tonjolan  Tiba-tiba rasa sakit yang memburuk dalam waktu singkat  Demam  Denyut nadi cepat  Mual. muntah.  . dan infeksi berat dapat terjadi.

Hernia Femoralis  Merupakan penonjolan kantong di bawah ligamentum inguinal di antara ligamentum lakunare di medial dan vena femoralis di lateral. Hernia ini sering ditemukan pada wanita : lakilaki  2:1 .

 Disebabkan oleh peninggian tekanan intraabdominal  mendorong lemak preperitonial ke dalam kanalis femoralis Faktor predisposisi:  Kehamilan multipara.  obesitas dan  degenerasi jaringan ikat karena usia lanjut. .

 . Apabila sudah terjadi inkaserata nyeri yang begitu hebat dan dapat terjadi shok.  Sering terjadi inkaserata dan biasanya terjadi dalam 3 bulan.Diagnosis Pembengkakan sering muncul di bawah ligamentum inguinal.  Nyeri bersifat nyeri tumpul dan jika telah terjadi obstruksi dapat menimbulkan muntah dan gangguan konstipasi.

Penatalaksanaan Pada umumnya hernia femoralis cenderung untuk menjadi inkarserasi dan strangulasi.  Operasi terdiri atas herniotomi dan disusul oleh hernioplasti  .

Kasus Identitas Pasien:  Nama : Tn.A  Umur : 57 tahun  Jenis Kelamin : Laki-laki  Pekerjaan : Buruh  Alamat : Kubang  Tanggal Masuk RS : 25 Agustus 2011  No MR : 73 18 32 .

Benjolan tidak dapat dimasukkan kembali.Anamnesis Keluhan Utama  Nyeri pada benjolan di kantung pelir kanan sejak 1 hari SMRS Riwayat Penyakit Sekarang  Sejak 1 hari SMRS pasien mengeluhkan pasien mengeluhkan nyeri pada benjolan di kantung pelir sebelah kanan. . Nyeri bersifat menetap dan tidak menjalar.

 Pasien juga mengalami mual dan muntah. Isi muntah berupa cairan berwarna kuning bercampur makanan. BAK tidak ada keluhan. Pasien masih dapat buang air besar namun sedikit cair. nafsu makan (-). .

Benjolan terutama muncul saat batuk. dapat dimasukkan kembali dan terkadang benjolan dapat turun sampai ke kantung pelir. Sejak 3 tahun SMRS benjolan pertama kali muncul di lipat paha kiri. . mengedan dan saat pasien berdiri namun hilang saat pasien berbaring. Awalnya benjolan berukuran sebesar telur ayam .

 Riwayat cedera di sekitar perut tidak ada.Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat sulit BAB tidak ada. . Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada keluarga yang menderita sakit yang sama.

Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Komposmentis Keadaan gizi : Baik Vital sign  Tekanan darah : 120/80 mmHg  Frekuensi napas : 20 x/menit .

Pemeriksaan kepala : dalam batas normal Pemeriksaan leher : dalam batas normal Pemeriksaan toraks : dalam batas normal Pemeriksaan abdomen : status lokalis Pemeriksaan ekstremitas : dalam batas normal Pemeriksaan kelenjar limfe : dalam batas normal Pemeriksaan ilioskrotalis : status lokalis .

 Auskultasi : BU (+) meningkat. terlihat benjolan pada lipat paha sebelah kiri. darm steifung (-). metalic sound (-)  Perkusi : timpani. nyeri tekan pada benjolan (+) . nyeri tekan (+) pada benjolan konsistensi keras.  Palpasi : defence muskular (+). darm contour ().Status Lokalis Regio Abdomen  Inspeksi : distensi (+).

Regio Ilioskrotalis  inspeksi : skrotum kanan membesar. isi skrotum tidak bisa dimasukkan kembali  Finger test: tidak dilakukan . konsistensi kenyal.warna kemerahan (+)  palpasi : nyeri tekan (+).

Diagnosis klinis  Hernia Inguinalis Lateralis dextra strangulata Diagnosis diferensial  Hernia Inguinalis Lateralis dextra inkarserata .

200/ul  Platelet : 266.Pemeriksaan Darah Rutin  Hb :13.9 gr/dl  Ht : 42%  Leukosit : 9.000/ul .

Rencana Penatalaksanaan  Herniotomy-hernioplasty cito .

demam (-) O : TD: 120/80 mmHg. RR: 20x/menit. Nadi:71/menit.50C Luka operasi: perdarahan sekunder (-) A : Post operasi herniotomy-hernioplasty hari ke 2 P : IVFD RL 20 tpm inj ketorolac 2 x 30 mg Inj ceftriakson 2 x 1 gr . T: 36.Follow Up Tanggal 27 Agustus 2011 S : nyeri pada bekas operasi (-).

demam (-) O : TD: 120/80 mmHg.50C Luka operasi: perdarahan sekunder (-) A : Post operasi herniotomy-hernioplasty hari ke 2 P : IVFD RL 20 tpm inj ketorolac 2 x 30 mg Inj ceftriakson 2 x 1 gr . T: 36.Tanggal 28Agustus 2011 S : nyeri pada bekas operasi (-). Nadi:71/menit. RR: 20x/menit.

 Tanggal 2 September 2011 pasien pulang atas permintaan sendiri .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful