You are on page 1of 17

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah engan hadirnya toko-toko modern.

Persaingan pasar yang semakin kuat di masa sekarang ini, menghasilkan sebuah dilema. Dengan semakin beragamnya aktor yang terlibat dalam perekonomian pasar membuat dua generasi pasar yaitu pasar tradisional dan pasar atau toko modern saling beradu kekuatan. Masing-masing pasar tersebut memiliki basis masa tersendiri. Pasar tradisional yang merupakan pasarnya masyarakat lapis bawa cenderung dirugikan d Dibukanya tempat-tempat perbelanjaan modern di kota-kota besar menimbulkan kegamangan akan nasib pasar tradisional skala kecil dan menengah di wilayah perkotaan. Hilangnya pasar tradisional yang telah berpuluh tahun menjadi penghubung perekonomian pedesaan dengan perkotaan dikhawatirkan akan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan. Allah Swt. berfirman; “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu Berlaku adil, Kendatipun ia adalah kerabat(mu)[519], dan penuhilah janji Allah[520]. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.” Persaingan dalam industri ritel telah melanda negara-negara maju sejak beberapa dekade, khususnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat. Persaingan terjadi terutama antara usaha ritel tradisional dan ritel modern. Namun, menjelang dekade akhir milenium lalu, persaingan makin meluas hingga ke negaranegara berkembang, yang mana deregulasi sektor usaha ritel yang bertujuan untuk meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/ FDI) telah berdampak pada pengembangan jaringan ritel modern seperti supermarket. Di Indonesia, supermarket lokal telah ada sejak 1970-an, meskipun masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Pemberlakukan liberalisasi sektor ritel pada 1998 menjadi awal masuknya ritel asing ke pasar dalam negeri. Akibatnya, persaingan dunia saudagar pun semakin sengit. Meningkatnya persaingan telah mendorong kemunculan supermarket di kota-kota yang lebih kecil dalam rangka untuk mencari pelanggan baru dan terjadinya perang harga. Akibatnya, persaingan bukan hanya antarsesama pasar modern, pasar tradisional pun menjadi korban persaingan ini. Sebab, supermarket tidak hanya mengincar pasar kelas menengah ke atas, tetapi juga kelas bawah. Syahdan, kondisi ini menyebabkan pasar tradisional kehilangan pelanggan akibat membanjirnya produk-produk bermutu dengan harga murah dan lingkungan perbelanjaan lebih nyaman yang disediakan. Lambat laun, sejumlah pasar tradisional gulung tikar. Survei AC Nielsen menyebutkan, meski jumlah pasar tradisonal di Indonesia mencapai 1,7 juta unit atau mengambil porsi 73% dari keseluruhan pasar yang ada, laju pertumbuhan pasar modern jauh lebih tinggi.

tempat sampah. dan lebih sedih lagi karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa. dan harga bahkan lebih murah untuk ritel-ritel tertentu. Pedagang lainnya di pasar Cempaka mengeluh karena hampir seharian hanya satu dua orang yang mengunjungi kiosnya. Mitra Plaza yang seharian kosong melompong tanpa pengunjung. Suasana sepi pembeli ini juga terjadi di pasar Sudimampir. pasar Lama. paling besar dan paling menguasai. sedangkan pasar modern mencapai 16%. berdirinya pasar modern besar juga telah mematikan mall-mall lainnya yang lebih kecil. Yang membuat risau adalah dampaknya bagi pasar tradisional. pasar Teluk Dalam.Pertumbuhan pasar tradisonal hanya 5% per tahun. Seorang pedagang di Ujung Murung bercerita bahwa sekarang ini jumlah pembeli sangat berkurang. dan bila itu juga tidak dimungkinkan maka barulah mereka mengakhiri usahanya atau pindah ke lokasi lain. pasar Telawang dan pasar-pasar tradisional lainnya. tertuju dan tersimpan dibanyak saku. Posindo. tindakan kriminal tinggi. Nasib mall-mall seperti ini. pasar Lima. Apalagi. toilet. semrawut. karena persaingan dimenangkan oleh yang paling kuat. pantas dan selayaknya terjadi. listrik. pedagang hanya bisa mengambil untung tipis asal barang bisa terjual. harga bersaing ketat. Kendati persaingan antarsupermarket secara teoritis menguntungkan konsumen. Lima Cahaya. karena dipasar inilah sesungguhnya perputaran ekonomi masyarakat terjadi. kotor. hingga 2007 sudah ada tujuh pasar yang tutup. air. dan mungkin perekonomian secara keseluruhan. jalan becek dan sempit. karena itu sesungguhnya tidak terlalu membawa dampak . tetapi dampaknya pada pasar tradisional tidak bisa dihindari. pasar tradisional identik dengan tempat kumuh. untuk di Jakarta saja. Ditingkat ini rupanya pasar benar-benar seperti rimba belantara tanpa aturan. Persoalan ini tentu juga dialami di negara berkembang lainnya. Jangankan pasar tradisonal. karena semua pengunjung menumpuk pada satu mall besar yang dianggap paling modern dan paling lengkap. dan itu telah terjadi dibanyak kota yang pemerintahnya memberi kemudahan bagi menjamurnya pasar modern. aman. fasilitas minim seperti parkir. Di Banjarmasin sebut saja beberapa mall seperti Makro. Disini uang beredar dibanyak tangan. Bandingkan dengan ritel modern yang nyaman. Berbeda dengan pasar modern besar. kemudian mungkin mencari strategi baru untuk bertahan. tidak nyaman. Dengan berbagai persoalan yang dihadapi pasar tradisional selama ini. sehingga kelipatan perputaran yang panjang itu berdampak pada pergerakan perekonomian bagi kota dan daerah. Sebuah liputan media elektronik bahkan memberitakan bahwa pasar modern telah mematikan pasar tradisional. mungkin dampaknya tidak terlalu makro atau menikam langsung pada masyarakat. Sementara berdasarkan data Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Roberta. Adakah diantara kita yang sempat mengamati secara serius dampak dari hadirnya pasar modern besar terhadap pasar tradisional? Ada yang mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi dari persaingan ekonomi. secara bertahap paling-paling pemilik mall akan mengurangi jumlah karyawan agar beban tidak terlalu berat. rantai perpindahannya lebih panjang. sangat mustahil bisa bersaing dengan ritel modern. semua uang yang dibelanjakan tersedot pada hanya segelintir penerima yang disebut dengan kasir dan efeknya bagi perputaran ekonomi lebih pendek.

strata yang sama atau cakupan yang sama. Bagaimana praktek persaingan pasar tradisional dan pasar modern di Sentra Antasari ditinjau dari mekanisme pasar syariah? C. dimana bila uang disatu daerah rantai perpindahannya lebih panjang. Bagaimana dampak keterlibatan pemerintah terhadap perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 4. tetapi lubang kubur yang dilahirkan oleh kebijakan yang tidak sensitif pada nasib pedagang tradisional. maka menciptakan ketidak seimbangan konomi dan sosial. Tujuan Penilitian Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan masalah diatas. Bukanlah persaingan bila pesertanya tidak seimbang. sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai pedagang. terlebih Banjarmasin adalah kota dagang. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 3. bukan di mall-mall. maka uang tersebut akan mampu membawa perputaran ekonomi lebih tinggi bagi daerah tersebut. sebaliknya bila rantai perputarannya pendek maka tidak akan banyak memberi dampak kemajuan ekonomi. Persaingan hanya memberi ruang kompetisi strategi. maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam tentang masalah ini. Bukanlah persaingan bila keseimbangan tidak terjadi.pada perputaran sektor lain diluar dirinya. dan pendapatan mereka sangat ditentukan oleh banyaknya jumlah pengunjung yang membeli. kesesimbangan dan kesamaan posisi. karena yang akan terjadi justru pembantaian. maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Di mana hasil penelitian ini akan dituangkan dalam sebuah skripsi yang berjudul “PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA PASAR MODERN DI SENTRA ANTASARI BANJARMASIN”. Secara sederhana bila operasional lebih tinggi dari pendapatan maka mereka gulung tikar. Teori ini merupakan teori ekonomi makro sederhana. Untuk mengetahui gambaran praktek dan perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. karena itu persaingan selalu saja berada dalam satu kelas yang sama. . . karena bila pasar tradisonal mati. Pastilah pengaruhnya besar sekali. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Jangan anggap ini sesuatu yang biasa. Persaingan diawali dari kesetaraan. Ini bukan persaingan. Untuk mengkaji dan mengetahui perkembangan terakhir serta mencarikan solusi tentang permasalahan yang terjadi di pasar traisional setelah adanya pasar modern. permasalahan yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: 1. dan profesi tersebut mereka jalani di pasar-pasar tradisional yang tersebar diberbagai sudut Banjarmasin. Bagaimana gambaran praktek dan perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 2.

pakaian barang elektronik. agar lebih memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional dan pasar modern sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Pasar dibagi menjadi dua: pasar tradisional dan pasar modern 2. daging. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket. Bahan masukan dan informasi bagi pemerintah yang berwenang terhadap perpasaran. agar lebih bisa melakukan perniagaan tanpa saling menjatuhkan salah satu pihak. supermarket. Selain itu. buah. Untuk mengetahui dampak keterlibatan pemerintan terhadap perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. 4. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. Yang dimaksud pasar adalah kegiatan penjual dan pembeli yang melayani transaksi jual-beli. los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.2. kain. sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. sayuran. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan. buah. telur. berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode). jasa dan lain-lain. Bahan untuk menambah khazanah kepustakaan bagi IAIN Antasari Banjarmasin. Bahan Informasi bagi mereka yang ingin mengadakan penelitian lanjutan tentang masalah ini namun dari sudut yang berbeda. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung. 4. dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar 3. 3. Bahan masukan dan informasi bagi para pedagang di pasar tradisional dan pihak pengelola pasar modern. ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Untuk mengetahui praktek persaingan pasar tradisional dan pasar modern di Sentra Antasari ditinjau dari mekanisme pasar syariah D. Barang-barang yang dijual. 3. E. daging. dan minimarket. bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional. 2. . Definisi Operasional Untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman dalam penelitian yang dikehendaki pada penelitian ini penulis berusaha membuat definisi operasional sebagai berikut: 1. Signifikasi Penelitian Peneliti mengharapkan baik sekarang maupun di masa yang akan datang hasil penelitian ini berguna dalam hal sebagai berikut: 1. selain bahan makanan makanan seperti. sayur-sayuran.

dan lokasi penelitian. sehingga akan diketahui hubungan dan pengaruh pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari. analisis dan interpretasi data dan pembahasan hasil penelitian. signifikasi penelitian. Jenis. Pedagang perhiasan 2. Penelitian menurut tingkat ekplanasi adalah tingkat penjelasan. demografi. Dengan melihat data yang akan disampaikan maka penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dalam uji hipotesa ini akan digunakan metode-metode tertentu yang sesuai dengan penelitian yang digunakan. Jadi penelitian tingkat ekplanasi adalah peneitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta menjelaskan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. teknik pengumpulan data. Pedagang sembako 3. teknik pengolahan data dan analisis data. tujuan penelitian. Bentuk pengamatan yang dilakukan dalam penelitian adaah berbentuk survey. Menurut Masri Singarimbun dalam Singarimbun dan Effendi (editori : 1995:3) penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan terdiri dari data responden. Penelitian dilakukan pada para pedangan tradisional di Sentra Antasari Kota Banjarmasin yang terdiri dari: 1. tahapan penelitian. yang terdiri dari latar belakang masalah. maka diempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: . Pedagang perlengkapan rumah tangga B. Desain Penelitian Agar penelitian ini dapat tersusun secara sistematis. data dan sumber data. subjek dan objek penelitian. Pedagang elektronik 5. Bab III Metode Penelitian yang memuat jenis. Pedagang pakaian 4. rumusan masalah. Bab V Penutup yang memuat kesimpulan dan saran-saran BAB III METODE PENELITIAN A. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap hipotesa yang telah dirumuskan. Bab II Beberapa gambaran umum tentang Sentra Antasari dan perkembangan perniagaan di kota Banjarmasin. tabulasi data hasil kuisioner perilaku nasabah. Pendekatan dan Lokasi Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah penelitian serta berlandaskan teori yang diuraikan maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksplanatori atau jenis penelitian uji hipotesa. definisi operasional dan sistematika penulisan. Peneliti menggunakan jenis penelitian eksplanatori yang bentuk pengamatannya adalah pengamatan survey dangan pendekatan kuantitatif. Sistematika penulisan Dalam penelitian ini penulis membaginya dalam enam bab dengan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan.F. sifat.

Tahap penyusunan Pada tahap ini penulis melakukan penyusunan berdasarkan sistematika yang telah ada untuk dijadikan sebuah karya ilmiah. yang meliputi: nama. D. Tahap pengolahan dan analisis data Pada tahap ini data-data yang terkumpul dipilih dan dianalisis untuk menjawab rumusan masalah yang menjadi sasaran dalam penelitian ini. b. Kepuasan pembeli dalam melakukan transaksi di pasar tradisional Sentra Antasari Banjarmsin. baik itu dari segi pelayanan. Sumber Data Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah: a. Subjek dan Objek Penelitian 1. Penulis mengkonsultasikannya kepada pembimbing skripsi. Data Dan Sumber Data 1. umur. kemudian dilakukan penggandaan dan selanjutya dilakukan munakasyah dihadapan tim penguji skripsi. 2. para pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan transaksi jual beli di Sentra Antasari banjarmasinn yaitu para pihak konsumen dan pihak pedagang di Sentra Antasari. dapat memberikan informasi dan keterangan- . d. Informan. c. 2. Responden. jumlah barang dagangan dan berapa keuntungan yang didapat. harga maupun kualitas barang yang dijual. a. wawancara dan dokumentasi. C. dalah hal ini adalah responden pedagang tradisional Sentra Antasari Banjarmasin. yaitu orang yang mengenal dan mengetahui. Data Data yang diperoleh secara langsung dari obyek yang dteliti. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perkembangan perniagaan yang diakukan oleh para pedagang di pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. yaitu: pertama para pedagang tradisional Sentra Antasari Banjarmasin yang meliputi sejarah pendirian. konsumen atau pelanggan. b. b. pekerjaan dan alamat.a. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah para pedagang di pasar tradisional di Sentra Antasari Banjarmasin. Identitas responden. Tahap pengumpulan data Pada tahap ini penulis mengumpulkan data-data primer dan sekunder yang berhubungan dengan permasalahan ini dengan tekhnik angket. Tahap pendahuluan Pada tahap ini penulis menetapkan masalah penelitian yang selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan kemudian dijadikan sebuah proposal penelitian untuk diajukan kepada tim seleksi proposal pakultas syariah untuk mendapatkan persetujuan dan kemudian diadakan seminar. pendidikan. Kedua.

Rumusan Masalah C. membahasnya yang mengacu pada landasan teoritis terhadap pasar tradisioanal sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. yaitu dengan langsung bertatap muka dengan memberikan pertanyaanpertanyaan yang telah disusun dalam bentuk pedoman wawancara kepada beberapa pedagang tradisional di Sentra Antasari. kejelasan dan kesempurnaan data yang diperoleh dilapangan. Gambaran Umum Perkembangan Perdagangan di Kota Banjarmasin C. yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun dalam bentuk pedoman angket kepada responden dan teknik wawancara. Teknik Pengolahan Data Dan Analisis Data 1. Matrikasi. Gambaran Umum tentang Sentra Antasri Banjarmasin B. yaitu semua data yang terkumpul dikelompokkan sesuai dengan jenis dan kronologis permasalahan yang diteliti. 2. Analisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Definisi Operasional F. Latar Belakang Masalah B. c. b. yaitu dengan cara mengkaji hasil penelitian. dalam hal ini adalah Distako Banjarmasin dan PT Giri Jaladi Wana selaku pihak pengelola Sentra Antasari. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini. yaitu: penulis meneliti dan memeriksa kembali kelengkapan. Islam Mengatur Pasar . OUTLINE BAB I PENDAHULUAN A. yaitu menyusun data dalam bentuk matriks. F. Signifikansi Penelitian E. Editing. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI A. Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern D. E. Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data dalam penelitian ini meliputi: a.keterangan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti sehingga data menjadi lengkap. . penulis menggunakan teknik angket. Tujuan Penelitian D. Klasifikasi.

Manajemen Pemasaran Modern. 1993. Desain Penelitian C. Sibyek dan Obyek Penelitian D. Jakarta. Etika dan Perlindungan Konsumen dalam Ekonomi Islam. Beirut: Dar al-Fikr. Doktrin Ekonomi Islam. Pengantar pada Muhammad Ridwan. Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi: Raja Grafindo Persada. Prinsip Pemasaran. Pembahasan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP A. 2004. Yogyakarta: Citra Media. Ali. Yogyakarta: PT. Stanton. Analisis dan Interpretasi Data E. 2002 Muhammad. Sutisna. 2004. 2001 Wilian J. Beirut: .‟Mushthafa Ahmad az-. Jenis. Tabulasi dan Hasil Kusioner D. al-Madkhal ila Nadhariah al-Iltizam al-„Ammah fi al-Fiqh al-Islami. Liberty. Menunggu Kiprah Penyelamat Ekonomi Rakyat. Yogyakarta. Fikri. Erlangga. Yogyakarta: Delta Khoirunnisa. Yogyakarta. Saran-Saran DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA Baso Swasta dan Irawan. Jakarta: Rineka Cipta. Mufuh. Muhammad. Nur. Indriantoro. Surabaya: Tri Karya Surabaya. Data Responden B. Sudarsono. Teknik Pengolahan dan Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 2002 Depag Republik Indonesia. tt. Data dan Sumber Data E. Jilid I. Muhammad dan Alimin. AL-Qur‟an dan Terjemahannya. Demografi C. Afzalur. 2006. al-Mu‟amalah al-Madiah wa al-Adabiah. Jakarta 2006. Kesimpulan B. Rahman. Pendekatan dan Lokasi B. Teknik Pengumpulan Data F.BAB III METODE PENELITIAN A. Prilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran: Remaja Rosdakarta. Sistem dan Prosedur Pendirian Baitul Mal wat-Tamwil (BMT). Pokok-Pokok Hukum Islam. 1995. Metodologi Penelitian Bisnis: BPFE. Dana Wakaf. 1995 Zarqa.

persaingan makin meluas hingga ke negaranegara berkembang. BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Allah Swt. supermarket tidak hanya mengincar pasar kelas menengah ke atas. tt.Persaingan pasar yang semakin kuat di masa sekarang ini. dan apabila kamu berkata. hingga samp ai ia dewasa. Akibatnya. meskipun masih terkonsentrasi di kota-kota besar. persaingan bukan hanya antarsesama pasar modern. Syahdan. Persaingan terjadi terutama antara usaha ritel tradisional dan ritel modern. Hilangnya pasar tradisional yang telah berpuluh tahun menjadi penghubung perekonomian pedesaan dengan perkotaan dikhawatirkan akan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan. Sebab. Wahbah az-. Maka hendaklah kamu Berlaku adil. persaingan dunia saudagar pun semakin sengit. khususnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. dan penuhilah janji Allah[520]. Akibatnya. Dengan semakin beragamnya aktor yang terlibat dalam perekonomian pasar membuat dua generasi pasar yaitu pasar tradisional dan pasar atau toko modern saling beradu kekuatan. tetapi juga kelas bawah. Masing-masing pasar tersebut memiliki basis masa tersendiri. menjelang dekade akhir milenium lalu. kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat. Di Indonesia.Dar al-Fikr. Namun. yang mana deregulasi sektor usaha ritel yang bertujuan untuk meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/ FDI) telah berdampak pada pengembangan jaringan ritel modern seperti supermarket. Beirut: Dar al-Fikr. Meningkatnya persaingan telah mendorong kemunculan supermarket di kota-kota yang lebih kecil dalam rangka untuk mencari pelanggan baru dan terjadinya perang harga. Pemberlakukan liberalisasi sektor ritel pada 1998 menjadi awal masuknya ritel asing ke pasar dalam negeri. pasar tradisional pun menjadi korban persaingan ini. supermarket lokal telah ada sejak 1970-an. Zuhaili. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim. Pasar tradisional yang merupakan pasarnya masyarakat lapis bawa cenderung dirugikan d Dibukanya tempat-tempat perbelanjaan modern di kota-kota besar menimbulkan kegamangan akan nasib pasar tradisional skala kecil dan menengah di wilayah perkotaan. tt. Kendatipun ia adalah kerabat(mu)[519]. menghasilkan sebuah dilema. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Latar Belakang Masalah engan hadirnya toko-toko modern. berfirman.” Persaingan dalam industri ritel telah melanda negara-negara maju sejak beberapa dekade. kondisi ini menyebabkan pasar tradisional kehilangan pelanggan akibat membanjirnya produk-produk bermutu dengan harga murah dan .

jalan becek dan sempit. berdirinya pasar modern besar juga telah mematikan mall-mall lainnya yang lebih kecil. karena persaingan dimenangkan oleh yang paling kuat. pasar Teluk Dalam. aman. pantas dan selayaknya terjadi. karena dipasar inilah sesungguhnya perputaran ekonomi masyarakat terjadi. paling besar dan paling menguasai. Kendati persaingan antarsupermarket secara teoritis menguntungkan konsumen. untuk di Jakarta saja. Mitra Plaza yang seharian kosong melompong tanpa pengunjung. pasar Telawang dan pasar-pasar tradisional lainnya. Sebuah liputan media elektronik bahkan memberitakan bahwa pasar modern telah mematikan pasar tradisional. laju pertumbuhan pasar modern jauh lebih tinggi. Posindo. Lambat laun. toilet. pedagang hanya bisa mengambil untung tipis asal barang bisa terjual. listrik. tindakan kriminal tinggi. Yang membuat risau adalah dampaknya bagi pasar tradisional. pasar Lima. pasar tradisional identik dengan tempat kumuh. Pertumbuhan pasar tradisonal hanya 5% per tahun. harga bersaing ketat. kotor. Nasib mall-mall seperti ini. Persoalan ini tentu juga dialami di negara berkembang lainnya. Ditingkat ini rupanya pasar benar-benar seperti rimba belantara tanpa aturan. karena semua pengunjung menumpuk pada satu mall besar yang dianggap paling modern dan paling lengkap. tetapi dampaknya pada pasar tradisional tidak bisa dihindari. mungkin dampaknya tidak terlalu makro atau menikam langsung pada masyarakat. tertuju dan tersimpan . dan harga bahkan lebih murah untuk ritel-ritel tertentu. tidak nyaman. dan lebih sedih lagi karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Bandingkan dengan ritel modern yang nyaman. Pedagang lainnya di pasar Cempaka mengeluh karena hampir seharian hanya satu dua orang yang mengunjungi kiosnya. Jangankan pasar tradisonal. sejumlah pasar tradisional gulung tikar. Roberta. Lima Cahaya. semrawut.7 juta unit atau mengambil porsi 73% dari keseluruhan pasar yang ada. Disini uang beredar dibanyak tangan. Survei AC Nielsen menyebutkan.lingkungan perbelanjaan lebih nyaman yang disediakan. dan mungkin perekonomian secara keseluruhan. Suasana sepi pembeli ini juga terjadi di pasar Sudimampir. fasilitas minim seperti parkir. Dengan berbagai persoalan yang dihadapi pasar tradisional selama ini. hingga 2007 sudah ada tujuh pasar yang tutup. Adakah diantara kita yang sempat mengamati secara serius dampak dari hadirnya pasar modern besar terhadap pasar tradisional? Ada yang mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi dari persaingan ekonomi. Seorang pedagang di Ujung Murung bercerita bahwa sekarang ini jumlah pembeli sangat berkurang. dan bila itu juga tidak dimungkinkan maka barulah mereka mengakhiri usahanya atau pindah ke lokasi lain. meski jumlah pasar tradisonal di Indonesia mencapai 1. sedangkan pasar modern mencapai 16%. Di Banjarmasin sebut saja beberapa mall seperti Makro. pasar Lama. dan itu telah terjadi dibanyak kota yang pemerintahnya memberi kemudahan bagi menjamurnya pasar modern. secara bertahap paling-paling pemilik mall akan mengurangi jumlah karyawan agar beban tidak terlalu berat. sangat mustahil bisa bersaing dengan ritel modern. air. kemudian mungkin mencari strategi baru untuk bertahan. Apalagi. tempat sampah. Sementara berdasarkan data Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Pastilah pengaruhnya besar sekali. Bukanlah persaingan bila pesertanya tidak seimbang. karena bila pasar tradisonal mati. dan profesi tersebut mereka jalani di pasar-pasar tradisional yang tersebar diberbagai sudut Banjarmasin. Di mana hasil penelitian ini akan dituangkan dalam sebuah skripsi yang berjudul “PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA PASAR MODERN DI SENTRA ANTASARI BANJARMASIN”. sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai pedagang. semua uang yang dibelanjakan tersedot pada hanya segelintir penerima yang disebut dengan kasir dan efeknya bagi perputaran ekonomi lebih pendek. dan pendapatan mereka sangat ditentukan oleh banyaknya jumlah pengunjung yang membeli. bukan di mall-mall. maka uang tersebut akan mampu membawa perputaran ekonomi lebih tinggi bagi daerah tersebut. sehingga kelipatan perputaran yang panjang itu berdampak pada pergerakan perekonomian bagi kota dan daerah. kesesimbangan dan kesamaan posisi. Persaingan hanya memberi ruang kompetisi strategi. strata yang sama atau cakupan yang sama. karena yang akan terjadi justru pembantaian. Teori ini merupakan teori ekonomi makro sederhana. maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam tentang masalah ini. karena itu persaingan selalu saja berada dalam satu kelas yang sama. karena itu sesungguhnya tidak terlalu membawa dampak pada perputaran sektor lain diluar dirinya. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 3. Secara sederhana bila operasional lebih tinggi dari pendapatan maka mereka gulung tikar. terlebih Banjarmasin adalah kota dagang. Untuk mengkaji dan mengetahui perkembangan terakhir serta mencarikan solusi tentang permasalahan yang terjadi di pasar traisional setelah adanya pasar modern.dibanyak saku. Ini bukan persaingan. Jangan anggap ini sesuatu yang biasa. Persaingan diawali dari kesetaraan. Bagaimana gambaran praktek dan perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 2. Bagaimana praktek persaingan pasar tradisional dan pasar modern di Sentra Antasari ditinjau dari mekanisme pasar syariah? C. permasalahan yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: 1. . rantai perpindahannya lebih panjang. Bukanlah persaingan bila keseimbangan tidak terjadi. Tujuan Penilitian . B. Bagaimana dampak keterlibatan pemerintah terhadap perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin? 4. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Berbeda dengan pasar modern besar. maka menciptakan ketidak seimbangan konomi dan sosial. tetapi lubang kubur yang dilahirkan oleh kebijakan yang tidak sensitif pada nasib pedagang tradisional. sebaliknya bila rantai perputarannya pendek maka tidak akan banyak memberi dampak kemajuan ekonomi. dimana bila uang disatu daerah rantai perpindahannya lebih panjang.

daging. Untuk mengetahui dampak keterlibatan pemerintan terhadap perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. telur. agar lebih bisa melakukan perniagaan tanpa saling menjatuhkan salah satu pihak. namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode). Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung. los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani . Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. 3. Bahan masukan dan informasi bagi para pedagang di pasar tradisional dan pihak pengelola pasar modern. Bahan untuk menambah khazanah kepustakaan bagi IAIN Antasari Banjarmasin. 3. 2. Yang dimaksud pasar adalah kegiatan penjual dan pembeli yang melayani transaksi jual-beli.Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan masalah diatas. jasa dan lain-lain. dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar 3. Pasar dibagi menjadi dua: pasar tradisional dan pasar modern 2. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia. 4. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan. Signifikasi Penelitian Peneliti mengharapkan baik sekarang maupun di masa yang akan datang hasil penelitian ini berguna dalam hal sebagai berikut: 1. sayur-sayuran. Untuk mengetahui praktek persaingan pasar tradisional dan pasar modern di Sentra Antasari ditinjau dari mekanisme pasar syariah D. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional. pakaian barang elektronik. buah. E. 2. Untuk mengetahui gambaran praktek dan perkembangan pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. kain. agar lebih memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional dan pasar modern sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai. maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 4. Bahan masukan dan informasi bagi pemerintah yang berwenang terhadap perpasaran. ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Definisi Operasional Untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman dalam penelitian yang dikehendaki pada penelitian ini penulis berusaha membuat definisi operasional sebagai berikut: 1. Selain itu. Bahan Informasi bagi mereka yang ingin mengadakan penelitian lanjutan tentang masalah ini namun dari sudut yang berbeda.

Pedagang elektronik . dan lokasi penelitian. buah. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap hipotesa yang telah dirumuskan. yang terdiri dari latar belakang masalah. Menurut Masri Singarimbun dalam Singarimbun dan Effendi (editori : 1995:3) penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pedagang perhiasan 2. Penelitian menurut tingkat ekplanasi adalah tingkat penjelasan. selain bahan makanan makanan seperti. data dan sumber data. analisis dan interpretasi data dan pembahasan hasil penelitian. Bab V Penutup yang memuat kesimpulan dan saran-saran BAB III METODE PENELITIAN A. signifikasi penelitian. daging.oleh pramuniaga. subjek dan objek penelitian. tujuan penelitian. sifat. teknik pengolahan data dan analisis data. Jenis. Bab II Beberapa gambaran umum tentang Sentra Antasari dan perkembangan perniagaan di kota Banjarmasin. Penelitian dilakukan pada para pedangan tradisional di Sentra Antasari Kota Banjarmasin yang terdiri dari: 1. Pendekatan dan Lokasi Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah penelitian serta berlandaskan teori yang diuraikan maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksplanatori atau jenis penelitian uji hipotesa. Bab III Metode Penelitian yang memuat jenis. supermarket. rumusan masalah. Sistematika penulisan Dalam penelitian ini penulis membaginya dalam enam bab dengan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. tabulasi data hasil kuisioner perilaku nasabah. sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Peneliti menggunakan jenis penelitian eksplanatori yang bentuk pengamatannya adalah pengamatan survey dangan pendekatan kuantitatif. Jadi penelitian tingkat ekplanasi adalah peneitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta menjelaskan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. tahapan penelitian. sayuran. teknik pengumpulan data. dan minimarket. Dalam uji hipotesa ini akan digunakan metode-metode tertentu yang sesuai dengan penelitian yang digunakan. demografi. Pedagang sembako 3. F. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan terdiri dari data responden. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket. sehingga akan diketahui hubungan dan pengaruh pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari. Pedagang pakaian 4. Barang-barang yang dijual. Dengan melihat data yang akan disampaikan maka penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Bentuk pengamatan yang dilakukan dalam penelitian adaah berbentuk survey. definisi operasional dan sistematika penulisan.

Kepuasan pembeli dalam melakukan transaksi di pasar tradisional Sentra Antasari Banjarmsin. konsumen atau pelanggan. c. Pedagang perlengkapan rumah tangga B. jumlah barang dagangan dan berapa keuntungan yang didapat. Subjek dan Objek Penelitian 1. 2. para pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan transaksi jual beli di Sentra Antasari . Desain Penelitian Agar penelitian ini dapat tersusun secara sistematis. umur. Penulis mengkonsultasikannya kepada pembimbing skripsi. C. yang meliputi: nama. yaitu: pertama para pedagang tradisional Sentra Antasari Banjarmasin yang meliputi sejarah pendirian. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah para pedagang di pasar tradisional di Sentra Antasari Banjarmasin. D. pendidikan. Identitas responden. Tahap pengolahan dan analisis data Pada tahap ini data-data yang terkumpul dipilih dan dianalisis untuk menjawab rumusan masalah yang menjadi sasaran dalam penelitian ini. Data Dan Sumber Data 1. harga maupun kualitas barang yang dijual. maka diempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: a. Responden. wawancara dan dokumentasi. Tahap pendahuluan Pada tahap ini penulis menetapkan masalah penelitian yang selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan kemudian dijadikan sebuah proposal penelitian untuk diajukan kepada tim seleksi proposal pakultas syariah untuk mendapatkan persetujuan dan kemudian diadakan seminar. a. Tahap pengumpulan data Pada tahap ini penulis mengumpulkan data-data primer dan sekunder yang berhubungan dengan permasalahan ini dengan tekhnik angket. Sumber Data Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah: a. kemudian dilakukan penggandaan dan selanjutya dilakukan munakasyah dihadapan tim penguji skripsi. b. d. Tahap penyusunan Pada tahap ini penulis melakukan penyusunan berdasarkan sistematika yang telah ada untuk dijadikan sebuah karya ilmiah. dalah hal ini adalah responden pedagang tradisional Sentra Antasari Banjarmasin. Data Data yang diperoleh secara langsung dari obyek yang dteliti.5. baik itu dari segi pelayanan. pekerjaan dan alamat. Kedua. b. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perkembangan perniagaan yang diakukan oleh para pedagang di pasar tradisional sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. 2.

F. Gambaran Umum Perkembangan Perdagangan di Kota Banjarmasin . Definisi Operasional F. kejelasan dan kesempurnaan data yang diperoleh dilapangan. . Gambaran Umum tentang Sentra Antasri Banjarmasin B. yaitu orang yang mengenal dan mengetahui. Informan. yaitu menyusun data dalam bentuk matriks. dalam hal ini adalah Distako Banjarmasin dan PT Giri Jaladi Wana selaku pihak pengelola Sentra Antasari. 2. E. Tujuan Penelitian D. Teknik Pengolahan Data Dan Analisis Data 1. membahasnya yang mengacu pada landasan teoritis terhadap pasar tradisioanal sebelum dan sesudah adanya pasar modern di Sentra Antasari Banjarmasin. Latar Belakang Masalah B. dapat memberikan informasi dan keteranganketerangan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti sehingga data menjadi lengkap.banjarmasinn yaitu para pihak konsumen dan pihak pedagang di Sentra Antasari. Matrikasi. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data dalam penelitian ini meliputi: a. penulis menggunakan teknik angket. yaitu dengan langsung bertatap muka dengan memberikan pertanyaanpertanyaan yang telah disusun dalam bentuk pedoman wawancara kepada beberapa pedagang tradisional di Sentra Antasari. yaitu: penulis meneliti dan memeriksa kembali kelengkapan. yaitu semua data yang terkumpul dikelompokkan sesuai dengan jenis dan kronologis permasalahan yang diteliti. b. Analisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Rumusan Masalah C. Signifikansi Penelitian E. c. Editing. yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun dalam bentuk pedoman angket kepada responden dan teknik wawancara. yaitu dengan cara mengkaji hasil penelitian. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI A. OUTLINE BAB I PENDAHULUAN A. Klasifikasi. b.

Ali. Teknik Pengumpulan Data F. al-Mu‟amalah al-Madiah wa al-Adabiah. Pendekatan dan Lokasi B. Yogyakarta: PT. 1995. Data Responden B. Dana Wakaf. Muhammad dan Alimin. Sibyek dan Obyek Penelitian D. Islam Mengatur Pasar BAB III METODE PENELITIAN A. 2004. Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern D. Sutisna. Doktrin Ekonomi Islam. Surabaya: Tri Karya Surabaya. Jakarta 2006. 2006. Analisis dan Interpretasi Data E. Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi: Raja Grafindo Persada. Tabulasi dan Hasil Kusioner D. Nur. Teknik Pengolahan dan Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 2001 . Sistem dan Prosedur Pendirian Baitul Mal wat-Tamwil (BMT). 1993. Pengantar pada Muhammad Ridwan. Indriantoro. Menunggu Kiprah Penyelamat Ekonomi Rakyat. Afzalur. Prilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran: Remaja Rosdakarta. Pembahasan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP A. Metodologi Penelitian Bisnis: BPFE. Yogyakarta: Citra Media. Jakarta: Rineka Cipta. tt. Muhammad. Saran-Saran DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA Baso Swasta dan Irawan. 2002 Muhammad. Mufuh. Yogyakarta. 2002 Depag Republik Indonesia. Manajemen Pemasaran Modern. Beirut: Dar al-Fikr. Demografi C. Fikri. Jenis. 2004.C. AL-Qur‟an dan Terjemahannya. Yogyakarta. Etika dan Perlindungan Konsumen dalam Ekonomi Islam. Desain Penelitian C. Rahman. Liberty. Yogyakarta: Delta Khoirunnisa. Pokok-Pokok Hukum Islam. Data dan Sumber Data E. Kesimpulan B. Sudarsono.

Wilian J. Jakarta. tt. 1995 Zarqa. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Erlangga. Beirut: Dar al-Fikr. Zuhaili. BAB I . Beirut: Dar al-Fikr.‟Mushthafa Ahmad az-. al-Madkhal ila Nadhariah al-Iltizam al-„Ammah fi al-Fiqh al-Islami. Stanton. tt. Prinsip Pemasaran. Wahbah az-. Jilid I.