You are on page 1of 8

I.

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Stoikiometri berasal dari kata stoicheon yang berarti “unsur” dan metron yang berarti “mengukur”. Secara umum ,stoikiometri merupakan cabang kimia yang mempelajari tentang unsur yang dalam artian lebih luas meliputi perhitungan zat dan campuran kimia. Stoikiometri diterapkan dalam membuat suatu larutan dengan konsentrasi tertentu sesuai dengan kebutuhan. Stoikiometri berhubungan erat dengan konsep mol yang terkait secara lansung dengan konsentrasi larutan. Dalam menyatakan konsentrasi harus meliputi hal-hal berikut yaitu: satuan yang digunakan zat tersebut dan kuantitas pelarut atau keseluruhan larutan dan satuannya . Beberapa cara yang sering digunakan untuk menyatakan konsentrasi suatu larutan antara lain molaritas(M), molalitas(m), normalitas(N), persen massa dan volume, dan part per million (ppm).

B. Tujuan
Untuk memahami konsep dasar pembuatan dan pengenceran suatu larutan dan keterampilan dalam pembuatan dan pengenceran larutan dengan konsentrasi tertentu.

II.

Bahan dan Metode

A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 24 September 2013 , pukul 14.00-16.00 WIB bertempat di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler , Fakultas Biologi , Universitas Kristen Satya Wacana .

B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan antara lain : Beaker glass 100 mL dan 200 mL , labu takar 10 mL, 50 mL dan 100 mL, tabung reaksi , rak tabung reaksi, pipet tetes , pipet ukur 10 mL, pilius , gelas ukur 100 mL, corong kaca , stirrer, batang pengaduk, dan timbangan digital. Bahan yang digunakan antara lain : Akuades, sukrosa (C12H22O11), padatan kalium kromat (K2Cr7), dan padatan kalium permanganat (KMnO4) .

1

01 M pengenceran larutan adalah 0. molalitas dan persen massa sukrosa dalam larutan tersebut dihitung.01 dihitung untuk dibuat 10 ml larutan baru 0.0001 M.09 %.0056 M . Pengenceran H2SO4 berdasarkan data pada label kemasan normalitasnya adalah 0.028 ml. Massa KMnO4 dari pengenceran adalah 0.0005 0.01 M dan 0.005 V KMnO4(ml) 0.05 gr . Pengenceran Larutan KMnO4 0. m Cr adalah 18 mg .1 0. 0. Pengenceran larutan KMnO4 0. Mr.5 1 5 V akhir 10 10 10 10 massanya 0.82 M sedangkan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0.29 mol /kg dan persen massanya adalah 0.02 gr.05 % (w/v) Tabel 1. padatan KMnO4 yang dibutuhkan ditimbang. 10 ml larutan baru dihitung dan dibuat dengan konsentrasi 0. ditambahkan akuades hingga tanda tera. 2 .001 M dan 0. Hasil dan Pembahasan A. Perhitungan pengenceran H2SO4 berdasarkan data pada label kemasan : berat jenis .0056 ml dan pengenceran dengan konsentrasi 0. larutan induk 0. Pada larutan sukrosa molaritasnya adalah 0. kemudian ditimbang .005 M. akuades dilarutkan dalam beaker glass sebanyak 50 ml. larutan baru dibuat dan dipindahkan ke dalam tabung reaksi . Hasil Pada pembuatan dan pengenceran larutan dapat diketahui cara yang sering dikaitkan dengan pembuatan dan pengenceran larutan .0005 M. molaritas dan normalitas larutan dalam kemasan dihitung.001 0.05% (w/v) : padatan K2Cr2O7 yang dibutuhkan dihitung jumlah padatannya .05 M dari larutan induk .molaritasnya adalah 17.01 M Larutan A B C D KMnO4(M) 0. III.0001 0. Pembuatan 100 ml larutan K2Cr2O7 0. dipindahkan ke dalam labu takar 50 ml .C. dan persentase yang tercantum dalam label kemasan dicatat. Metode Pembuatan larutan sukrosa : sukrosa ditimbang sebanyak 5 gr.01 M : jumlah padatan KMnO4 yang dibutuhkan dihitung. 0. ppmnya adalah 180 mg/L. Pembuatan 100 mL larutan K2Cr2O7 0. padatan dilarutkan dalam beaker glass dengan akuades sekitar 10 ml. lalu dilarutkan dengan akuades hingga 100 mL.05 M adalah 0.

Kristiani. Pembahasan Dalam pembuatan larutan dan pengenceran larutan dengan konsentrasi tertentu harus menggunakan labu takar karena dengan menggunakan labu yang misalnya konsentrasinya kecil kita dapat dengan mudah membuat dan mengencerkannya karena dalam labu takar ter dapat tanda batas tera sehingga larutan tersebut tepat konsentrasinya dan dalam mengencer kannya tidak lebih ataupun kurang .persen massa. . Analisis Kimia Kuantitatif . Petrucci. Edisi ke-4 . IV. Bukti visual yang dapat diamati pada larutan sejenis dengan konsentrasinya beragam adalah dari warna pada larutan tersebut ada yang pekat dan ada yang tidak pekat . Kimia Dasar-Prinsip dan Terapan Modern. Pada larutan sejenis yang konsentrasinya tinggi memiliki warna yang pekat dibandingkan dengan larutan yang konsentrasinya rendah . 1987. 1989. Jakarta : Erlangga . Jakarta : Erlangga . Daftar Pustaka Day. .diterjemahkan oleh Suminar Achmadi. Elizabeth B. molaritas. . normalitas . A. dan Underwood .diterjemahkan oleh Aloysius. . ppm dapat dihitung atau diketahui dengan rumus. Petunjuk Praktikum Kimia . 2009. E. Jilid 1 .H. A. Kesimpulan Dalam pembuatan dan pengenceran larutan terdapat massa . L. Edisi ke-5 3 . Dalam membuat dan mengencerkan larutan dengan konsentasi tertentu perlu menggunakan labu takar karena dengan menggunakan labu tersebut larutan yang kita buat bisa sesuai dengan konsep. R. R. Pada larutan sejenis yang berbeda konsentrasinya memiliki warna yang berbeda sehingga jika larutan tersebut konsentrasinya tinggi memiliki warna yang lebih pekat dibanding dengan larutan yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Salatiga : Fakultas Biologi UKSW.B.

Pembuatan 100 ml Larutan K2Cr2O7 0.29 mol/kg % massa = m m + m1 = 5 50+5 = 5 55 = 0.05% (w/v) Diketahui : % massa m+m1 Ar Cr = 0......05 % = m 100 4 = 0...? M Cr..Lampiran 1...? Jawab : 0...? % massa .. Pembuatan Larutan Sukrosa Diketahui: Mr= 342 m = 5 gr V = 0...92 10-3 = 0....05 ml Ditanya : M .09 % 2.05 % = 100 = 104 × 100 % × 100 % × 100 % Mr K2Cr2O7= 294 V Ditanya : m ..1 L × 100 % .05 = 2... ? Jawab : M= n = V = m Mr × V 5 342×0.? ppm Cr2....

? V1 B..01 × V1= 0.01 M Diket : M= 0.01 ×V1= 0...0005 × 10 0.0001 × 10 0..005 5 × m K2Cr2O7 ...01 = 0.massa = 0.? V1 D .? V1 C..? Jawab : Larutan A M1V1= M2V2 0..01×V1= 0...? m....005 V1= 0.001 0.001 V1= 0.1 ml Larutan B M1V1 = M2V2 0..05 294 = 0... Pengenceran Larutan KMnO4 0.05 gr m Cr = Ar Cr Mr K2Cr2O7 = 104 × 0....018 gr = 18 mg ppm Cr = m Cr2 V = 18 mg 0.01 × V1 = 0.1 L = 180 mg/L 3..01 V= 10 ml Mr = 158 Ditanya : V1 A..

.....? H2SO4 0..01 V1= 0.? N..01×V1= 0.? H2SO4 0.0.08 Ditanya : M.01×V1= 0.01 M.01 = 5 ml M = m Mr×V 0.05 0.05 V1= 0.58 m = 0.01×V1= 0.001× 10 0.01 = 1 ml Larutan D M1V1= M2V2 0..01 = 0.01×V1= 0..? Jawab : M= 10 × %× ρ 6 ...005× 10 0.05 M.0158 gr = 0..01 = m 158×0.84 kg/ L %= 95-97% Mr=98.01 0.01 0..02 gr 4...5 ml Larutan C M1V1 = M2V2 0... Pengenceran H2SO4 berdasarkan data pada label kemasan Diketahui : ρ = 1....01 = m 1.

82 = 0.82 = 35.05%(w/v) 7 . Pembuatan Larutan Sukrosa Gambar 2.08 = 17.82 V1=0.05 17.01 M V1M1= V2M2 V1×17.1 V1 = 0.Mr = 10×95× 1.82 M N = n× m =2× 17.82=10×0. Pembuatan 100 mL Larutan K2Cr2O7 0.5 17.08 = 1784 98.028 ml Gambar 1 .82 = 0.5 V1 = 0.1 17.82=10×0.82×V1 = 0.01 17.05 M V1M1=V2M2 V1×17.64 mol/L H2SO4 0.0056 ml H2SO4 0.84 98.

Pengenceran Larutan KMnO4 0.01 M 8 .Gambar 3.