You are on page 1of 8

Konsep Dasar Penyakit Urethrocystitis Pengertian Uretritis adalah suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan sebagai

gonoreal atau nongonoreal. Uretritis gonoreal ditularkan melalui kontak seksual.( Brunner & Suddarth edisi 8,2002) Cystitis adalah inflamasi akut pada mukosa kandung kemih akibat infeksi oleh bakteri dan disebabkan oleh penyebarab infeksi dalam uretra. Urethrocystitis adalah infeksi pada saluran kemih dan kandung kemih yang disebabkan oleh bakteri. Penyebab Penyebab cystitis : 1. E. Coli, enterocoli, proteus, stapilococus aureus 2. E. coli (banyak ditemukan pada wanita) 3. Infeksi ginjal 4. Prostat hipertrofi karena adanya urine sisa 5. Infeksi usus 6. (no. 1-4 penyebab sistitis akut) (no. 5-10 penyebab sistitis kronis) 7. Infeksi kronis dari traktus bagian atas 8. Adanya sisa urine 9. Stenosis dari traktus bagian bawah. 10. Pengobatan sistitis akut yang tidak sempurna 11. Adanya faktor predisposisi 12. Infeksi yang konstan (infeksi ulang yang menetap) dan infeksi spesifik Penyebab uretritis :
Uretritis disebabkan oleh kuman gonore atau terjadi tanpa adanya bakteri. Sesuai dengan sebutan infeksi itu sendiri yaitu uretritis gonoreal dan nongonoreal. 1. Uretritis gonoreal, disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Dan ditularkan melalui kontak seksual. Pada pria inflamasi orifisium meatal terjadi disertai rasa terbakarketika urinasi, meskipun demikian penyakit ini dapat asimtomatik. Pada wanita, rabas uretra tidak selalu muncul dan penyalkit juga asimtomatik, oleh karena itu gonore pada wanita tidak didiagnosis/dilaporkan. 2. Uretritis nongonoreal, uretritis yang tidak berhubungan dengan neisseria gonorrhoeae biasanya disebabkan oleh klamidia trakomatik atau urea plasma urelytikum. Jika pasien pria adalah simtomatik akan mengeluh adanya disuria tingkat sedang atau parah dan rabas uretral dengan jumlah sedikit atau sedang.

pasien akan disuria tingkat sedang-parah dan rabas uretral dengan jumlah sedikit-sedang. epididimis dan striktur uretra. Uretra gonorhoeal tidak berhubungan dengan neisseria gonorrhoeae biasanya disebabkan oleh Klamidia trakomatik atau Ureaplasma urelytikum. prostitis. Rabas uretral purulen muncul dalam 3-4 hari setelah kontak seksual. Pada wanita rabas uretral tidak selalu muncul dan penyakit bersifat asimtomatik. Pada pria inflamasi orifosium meatal terjadi disertai rasa terbakar ketika urinasi. baik akut maupun kronik dapat bilateral maupun unilateral.Patofisiologi Cystitis merupakan infeksi saluran kemih bagian bawah yang secara umum disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu Escheriachia Coli peradangan timbul dengan penjalaran secara hematogen ataupun akibat obstruksi saluran kemih bagian bawah. . Pada pria melibatkan jaringan disekitar uretra menyebabkan periuretritis. Pada pria adalah asimtomatik. Uretra Gonorhoeal disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae dan ditularkan melalui kontak seksual.

. dua ginjal yang fungsinya membuang limbah dan substansi berlebihan dari darah. yaitu suatu fungsional ginjal. dan membentuk kemih dan dua ureter. Etiologi  Bakteri (Eschericia coli)  Jamur dan virus  Infeksi ginjal  Prostat hipertropi (urine sisa) Anatomi Fisiologi Sistem perkemihan atau sistem urinaria terdiri atas. Saluran yang menghantar kemih dari kandung kemih keluar tubuh sewaktu berkemih. setiap ginjal mengandung lebih dari 1 juta nefron. bila terisi lebih dari setengahnya maka kandung kemih ini mungkin teraba di atas pubis. Cara masuk ke dalam kandung kemih ini penting karena bila kandung kemih sedang terisi kemih akan menekan dan menutup ujung distal ureter itu dan mencegah kembalinya kemih ke dalam ureter. saraf dan ureter. Periteneum ini membentuk beberapa kantong antara kandung kemih dengan organ-organ di dekatnya. Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya 21 % dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Di pelvis menurun ke arah luar dan dalam dan menembus dinding posterior kandung kemih secara serong (oblik).5 cm pada bagian paling tebal. seperti kantong rektovesikal pada pria. Kandung kemih bila sedang kosong atau terisi sebagian. yaitu tempat masuk dan keluarnya sejumlah saluran. seperti pembuluh darah. pemakaian kateter atau sistoskop. kandung kemih ini terletak di dalam pelvis. Ini lebih dari cukup untuk tubuh. Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri karena ada hepar disisi kanan. dan permukaan medialnya yang cekung disebut hilus renalis. yang mengangkut kemih dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai reservoir bagi kemih dan urethra. Panjang ureter sekitar 25 cm yang menghantar kemih. Diantara uterus dan rektum terdapat kavum douglasi. Ginjal terletak retroperitoneal dibagian belakang abdomen. kontaminasi fekal. pembuluh getah bening. Peritenium menutupi permukaan atas kandung kemih. atau kantong vesiko-uterina pada wanita. bahkan satu ginjal pun sudah mencukupi. Setiap hari ginjal menyaring 1700 L darah.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENDERITA URETRO SISTITIS A. Berat satu ginjal pada orang dewasa kira-kira 150 gram dan kira-kira sebesar kepalang tangan. Masing-masing ginjal mempunyai panjang kira-kira 12 cm dan lebar 2. TINJAUAN TEORI Pengertian Uretro Sistitis adalah inflamasi kandung kemih yang paling sering disebabkan oleh penyebaran infeksi dari uretra. Ginjal berbentuk kacang. Ia turun ke bawah pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum. Hal ini dapat disebabkan oleh aliran balik urine dari uretra ke dalam kandung kemih ( refluks urtrovesikal ).

Manifestasi Klinis Uretro Sistitis biasanya memperlihatkan gejala : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 1) 2) Disuria (nyeri waktu berkemih) Peningkatan frekuensi berkemih Perasaan ingin berkemih Adanya sel-sel darah putih dalam urin Nyeri punggung bawah atau suprapubic Demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah. 102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria  2 ) Tes kimiawi. tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji carik. Diagnosa Banding  Uretritis (Inflamasi pada uretra)  Pielonefritis (Inflamasi pada ginjal) B.Uretra pria panjang 18-20 cm dan bertindak sebagai saluran untuk sistem reproduksi maupun perkemihan. Komplikasi : Pembentukan Abses ginjal atau perirenal Gagal ginjal Pemeriksaan diagnostik Urinalisis 1) 2) 1) 2) Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih. Bakteriologis Mikroskopis . satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. Terdapat sfinter internal dan external pada uretra. Uretra mulai pada orifisium uretra internal dari kandung kemih dan berjalan turun dibelakang simpisis pubis melekat ke dinding anterior vagina. Pada wanita panjang uretra kira-kira 4 cm dan bertindak hanya sebagai system Perkemihan. sfingter internal adalah involunter dan external dibawah kontrol volunter kecuali pada bayi dan pada cedera atau penyakit saraf. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pengkajian Dalam melakukan pengkajian pada klien ISK menggunakan pendekatan bersifat menyeluruh yaitu : Data biologis meliputi : 1) Identitas klien 2) Identitas penanggung 3) Riwayat kesehatan : 4) Riwayat infeksi saluran kemih .

Kriteria Hasil : 1) Tanda vital dalam batas normal 2) Nilai kultur urine negative 3) Urine berwarna bening dan tidak bau Intervensi : 1) Kaji suhu tubuh pasien setiap 4 jam dan lapor jika suhu diatas kemih 38. perawatan dan terapi medis Diagnosa Keperawatan 1) Infeksi yang berhubungan dengan adanya bakteri pada kandung kemih 2) Perubahan pola eliminasi urine (disuria.5) Riwayat pernah menderita batu ginjal 6) Riwayat penyakit DM. jantung. bau dan kejernihan meatus urine Riwayat psikososial :  Usia. Pengkajian fisik : 1) Palpasi kandung kemih 2) Inspeksi a) Pengkajian warna. pendidikan  Persepsi terhadap kondisi penyakit  Mekanisme kopin dan system pendukung  Pengkajian pengetahuan klien dan keluarga 1.50 C Rasional : Tanda vital menandakan adanya perubahan di dalam tubuh 2) Catat karakteristik urine Rasional : Untuk mengetahui/mengidentifikasi indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. pekerjaan. b) Pengkajian pada costovertebralis daerah jumlah. dan atau nokturia) yang berhubungan dengan Inflamasi pada kandung kemih 3) Nyeri akut yang berhubungan dengan proses penyakit 4) Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit. Pemahaman tentang pencegahan. Perencanaan 1. jenis kelamin. frekuensi. Infeksi yang berhubungan dengan adanya bakteri pada kandung Tujuan : Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam pasien memperlihatkan tidak adanya tanda-tanda infeksi. . dorongan. Pemahaman tentang penyebab/perjalanan penyakit 2. metode pencegahan. dan instruksi perawatan di rumah.

Nyeri akut yang berhubungan dengan proses penyakit Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam pasien merasa kemih adekuat. 4) Bantu klien ke kamar kecil. Rasional : Mengetahui seberapa jauh efek pengobatan terhadap keadaan penderita. . Rasional : Untuk mencegah adanya distensi kandung kemih 6) Berikan perawatan perineal.3) Anjurkan pasien untuk minum 2 – 3 liter jika tidak ada kontra indikasi Rasional : Untuk mencegah stasis urine 4) Monitor pemeriksaan ulang urine kultur dan sensivitas untuk menentukan respon terapi. Perubahan pola eliminasi urine (disuria. 5) Anjurkan pasien untuk mengosongkan kandung kemih secara komplit setiap kali kemih. Rasional : Untuk menjaga kebersihan dan menghindari bakteri yang membuat infeksi uretra 2. 5) Bantu klien mendapatkan posisi berkemih yang nyaman Rasional : Supaya klien tidak sukar untuk berkemih. pertahankan agar tetap bersih dan kering. 3) Palpasi kandung kemih tiap 4 jam Rasional : Untuk mengetahui adanya distensi kandung kemih. memakai pispot/urinal Rasional : Untuk memudahkan klien di dalam berkemih. 3. dorongan frekuensi dan atau nokturia) yang berhubungan dengan Inflamasi pada kandung Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam klien dapat mempertahankan pola eliminasi secara Kriteria : 1) Klien dapat berkemih setiap 3 jam 2) Klien tidak kesulitan pada saat berkemih 3) Klien dapat bak dengan berkemih Intervensi : 1) Ukur dan catat urine setiap kali berkemih Rasional : Untuk mengetahui adanya perubahan warna dan untuk mengetahui input/out put 2) Anjurkan untuk berkemih setiap 2 – 3 jam Rasional : Untuk mencegah terjadinya penumpukan urine dalam vesika urinaria.

dan instruksi perawatan di rumah. Rasional : Rasa sakit yang hebat menandakan adanya infeksi 2) Berikan waktu istirahat yang cukup dan tingkat aktivitas yang dapat di toleran. metode pencegahan.Beri support pada klien . 2) Kandung kemih tidak tegang 3) Pasien nampak tenang 4) Ekspresi wajah tenang Intervensi : 1) Kaji intensitas. lokasi. dan factor yang memperberat atau meringankan nyeri. Rasional : Analgetik memblok lintasan nyeri 4. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak memperlihatkan tanda. Rasional : Klien dapat istirahat dengan tenang dan dapat merilekskan otot-otot 3) Anjurkan minum banyak 2-3 liter jika tidak ada kontra indikasi Rasional : Untuk membantu klien dalam berkemih 4) Berikan obat analgetik sesuai dengan program terapi.tanda gelisah. Kriteria hasil : 1) Klien tidak gelisah 2) Klien tenang Intervensi : 1) Kaji tingkat Rasional Untuk mengetahui berat ringannya kecemasan klien 2) Beri kesempatan klien untuk Rasional kecemasan : mengungkapkan perasaannya : Agar klien mempunyai semangat dan mau empati terhadap perawatan dan pengobatan 3) Beri support pada klien Rasional : 4) Beri dorongan spiritual Rasional : Agar klien kembali menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan YME.nyaman dan nyerinya berkurang. Kriteria Hasil : 1) Pasien mengatakan / tidak ada keluhan nyeri pada saat berkemih.

(2000). Perubahan warna urine 3. Jilid 1. Kapita Selekta Kedokteran . Nyeri yang menetap atau bertambah 2. EGC . Pelaksanaan Pada tahap ini untuk melaksanakan intervensi dan aktivitas-aktivitas yang telah dicatat dalam rencana perawatan pasien. EGC : Jakarta Doenges.5) Beri penjelasan tentang penyakitnya : Rasional Agar klien mengerti sepenuhnya tentang penyakit yang dialaminya. Diposkan 10th March 2011 oleh ABIYAYAT . Penerapan Proses Keperawatan dan Diagnosa Keperawatan. 2000) Evaluasi Pada tahap yang perlu dievaluasi pada klien dengan Uretra Sistitis adalah. Marilynn E. Jakarta. Agar implementasi/ pelaksanaan perencanaan ini dapat tepat waktu dan efektif maka perlu mengidentifikasi prioritas perawatan. DAFTAR PUSTAKA Arif Mansjoer dkk (2000). dkk. menetes setelah berkemih. memantau dan mencatat respon pasien terhadap setiap intervensi yang dilaksanakan serta mendokumentasikan pelaksanaan perawatan (Doenges E Marilyn. Pola berkemih berubah. perasaan ingin kencing. Edisi 3 . berkemih sering dan sedikit-sedikit. dkk. mengacu pada tujuan yang hendak dicapai yakni apakah terdapat : 1.