You are on page 1of 8

I.

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat merupakan senyawa C, H, dan O yang merupakan sumber energi utama mahluk hidup. Karbohidrat dibagi menjadi tiga jenis yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida(Iriawan,2007). Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi. Contoh monosakarida adalah glukosa, galaktosa dan fruktosa. Disakarida adalah karbohidrat yang terbentuk dari 2 monosakarida, contoh dari disakarida adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Polisakarida adalah polimer dari monosakarida-monosakarida. Contoh polisakarida adalah amilum, glikogen dan selulosa(Wulandari,2013).

B. Tujuan
Untuk memahami dan terampil dalam tahapan umum uji kualitatif untuk mengetahui jenis karbohidrat tertentu pada suatu sampel bahan.

II.

Bahan dan Metode

A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2013 , pukul 07.00-09.00 WIB bertempat di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler , Fakultas Biologi , Universitas Kristen Satya Wacana , Salatiga.

B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah tabung reaksi, panci, bunsen, mortar dan pestle, penjepit tabung reaksi dan pipet tetes. Bahan yang digunakan adalah beberapa jenis larutan karbohidrat( glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, laktosa, sukrosa, amilum dan arabinosa), H2SO4 pekat, roti tawar, akuades, reagen Molisch, Iod, Benedict, Selliwanoff, dan Bial.

C. Metode
Pada pengujian tahapan umum uji kualitatif karbohidrat dilakukan dengan sampel yang akan digunakan dihaluskan menggunakan mortar dan pestle dan ditetesi akuades, setelah itu dimasukkan ke dalam tabung reaksi menggunakan pipet, setelah itu ditambah dengan 2 tetes uji Molisch, lalu ditetesi dengan H2SO4 pekat melalui dinding secara perlahan, lalu diamati perubahan warna yang terbentuk pada daerah pertemuan H2SO4 dan larutan sampel.

1

kemudian ditambahkan dengan H2SO4 pekat melalui dinding tabung dengan perlahan. Hasil Berdasarkan hasil pengamatan dengan menguji beberapa larutan karbohidrat dan sampel (roti tawar) diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil dan Pembahasan A. kemudian dilakukan hal yang sama untuk fruktosa. lalu diamati perubahan warna yang terjadi. Hasil Pengujian Kualitatif Karbohidrat Metode Uji Molisch Sampel glukosa fruktosa galaktosa maltosa Hasil reaksi terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu Keterangan (+) (+) (+) (+) 2 . galaktosa. kemudian ditambahkan dengan 10 tetes Reagen Selliwanoff. sukrosa dan akuades. arabinosa. dikocok larutan tersebut dan diamati perubahan warna yang terjadi dan dilakukan langkah yang sama untuk amilum dan akuades. kemudian dilakukan langkah yang sama untuk fruktosa. sukrosa. Pada pengujian Iod dilakukan dengan misalnya 5 tetes glukosa ke dalam tabung reaksi. Pada pengujian Bial dilakukan dengan 5 tetes glukosa dimasukkan dalam tabung reaksi. lalu ditambahkan dengan 2 tetes larutan Iod ke dalam tabung reaksi. III. kemudian ditambahkan dengan 5 tetes Reagen Benedict ke dalam tabung reaksi. kemudian diamati perubahan warna yang terbentuk dan dilakukan langkah yang sama untuk fruktosa. dan akuades. laktosa. galaktosa. kemudian ditambahkan Reagen Bial sebanyak 5 tetes kedalam tabung reaksi. lalu dimasukkan kedalam air mendidih selama 1 menit.Pada pengujian Molisch dilakukan dengan 10 tetes sampel misalnya glukosa. Pada pengujian Selliwanoff dilakukan dengan 10 tetes glukosa dimasukkan dalam tabung reaksi.amilum dan arabinosa. maltosa. diamati perubahan warna yang terbentuk dan diperhatikan terbentuknya endapan. dipanaskan pada bunsen sebanyak 1-3 kali dengan hati-hati sampai larutan tepat akan mendidih dan diamati perubahan warna yang terjadi. lalu ditambahkan 2 tetes Reagen Molisch. sukrosa. dipanaskan 4-5 kali sampai larutan tepat akan mendidih. laktosa. kemudian dilakukan langkah yang sama untuk arabinosa dan akuades . amilum. maltosa. Pada pengujian Benedict dilakukan dengan 5 tetes glukosa dimasukkan dalam tabung reaksi.

Identifikasi karbohidrat oleh molisch didasarkan 3 . galaktosa. Sehingga menunjukkan sampel-sampel tersebut mengandung karbohidrat. maltosa. Hasil Pengujian Kualitatif menggunakan Sampel Roti Tawar Sampel Roti Tawar Roti Tawar Metode Uji Molisch Uji Iod Hasil keruh keruh ungu ungu kecoklatan Keterangan (+) (+) B. amilum. laktosa. fruktosa. Pembahasan Pada pengujian kualitatif karbohidrat menggunakan pengujian Molisch didapatkan bahwa dalam glukosa. Sedangkan pada akuades hasil perubahan warnanya adalah menjadi keruh menunjukkan akuades ketika diuji menggunakan Molisch tidak mengandung karbohidrat sehingga reaksinya negatif. sukrosa.laktosa sukrosa amilum arabinosa akuades Uji Iod glukosa amilum akuades Uji Benedict glukosa arabinosa akuades Uji Selliwanoff glukosa fruktosa sukrosa akuades Uji Bial glukosa fruktosa galaktosa maltosa laktosa sukrosa amilum arabinosa terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu terbentuk cincin ungu keruh tak berwarna tak berwarna tak berwarna biru biru biru bening merah muda merah muda bening kuning kuning kuning kuning kuning kuning kuning kuning kuning kuning kecoklatan kuning kecoklatan kuning kuning kuning kecoklatan kuning kuning kehijauan kuning biru tua kuning coklat endapan coklat endapan biru (+) (+) (+) (+) (-) (-) (+) (-) (+) (+) (-) (-) (+) (+) (-) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) Tabel 2. arabinosa hasil reaksinya membentuk cincin ungu.

Pada uji iod hanya pati atau amilum lah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iodium.2006). biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3. seperti yang terdapat pada glukosa dan maltosa. Sedangkan glukosa dan 4 .pada hidrolisis karbohidrat oleh asam sulfat pekat yang menghasilkan monosakarida. Bentuk ini menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya. 1 sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut(Anonim . Dalam pengujian karbohidrat menggunakan pengujian Iod dalam amilum ketika diuji dengan Iod hasil reaksinya yang tadinya tak berwarna menjadi biru menunjukkan reaksi positif sehingga didalamnya terdapat karbohidrat. Pada pengujian karbohidrat menggunakan pengujian Selliwanoff dalam fruktosa dan sukrosa hasil reaksinya berwarna merah muda dan menunjukkan adanya karbohidrat jenis aldoheksosa. Uji positif ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Pereaksi molisch terdiri atas alfa-naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural membentuk senyawa kompleks berwarna ungu( Yazid. Sedangkan pada glukosa dan akuades ketika diuji dengan Iod hasil reaksinya yang tadinya tak berwarna menjadi kuning menunjukkan reaksi negatif sehingga didalamnya tidak terdapat karbohidrat. atau orange(Girl'sday. Sedangkan pada akuades hasil reaksinya yang tadinya berwarna biru menjadi tetap berwarna biru dan tidak terbentuk endapan sehingga menunjukkan reaksi negatif dan menunjukkan dalam akuades tersebut tidak mengandung karbohidrat. Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis.2009). Aldoheksosa dan ketoheksosa perbedaan warnanya didasarkan pada perbedaan kecepatan reaksi dehidrasi karena pemanasan yang terlalu lama.2012). Sedangkan golongan heksosa dihidrolisis oleh asam sulfat pekat menjadi hidroksi-metil furfural. Dalam pengujian karbohidrat menggunakan pengujian Benedict dalam glukosa dan arabinosa hasil reaksinya yang tadinya berwarna biru menjadi coklat dan membentuk endapan tapi dalam perubahan warna tidak menunjukkan reaksi positif namun yang menunjukkan reaksi positif adalah endapan yang terbentuk sehingga dalam endapan tersebut menunjukkan adanya karbohidrat didalamnya. Hal ini disebabkan karena dalam larutan pati. Dehidrasi monosakarida jenis pentosa oleh asam sulfat pekat menghasilkan furfural. kadang disertai dengan larutan yang berwarna hijau. merah. Uji benedict merupakan uji umum untuk karbohidrat (gula) pereduksi (yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas).

maka warna yang terjadi adalah kuning. tujuannya 5 . Sedangkan pada pengujian bial dalam fruktosa. maltosa. Maltosa dihidrolisis oleh HCl menjadi glukosa dan glukosa. sehingga menghasilkan warna biru hijau. Pada prinsipnya pentosa-pentosa hampir secara kuantitatif semua terdehidrasi menjadi furfural. Jika gula pentosa dipanaskan dengan HCl akan terbentuk furfural yang kemudian berkondensasi dengan orcinol dan ion feri. Hal ini terjadi karena glukosa tidak memiliki gugus keton sehingga tidak memberikan reaksi terhadap pereaksi Seliwanoff. Dan untuk pengujian bial dalam arabinosa hasil reaksinya yang tadinya berwarna kuning menjadi kuning kehijauan menunjukkan adanya reaksi positif yang artinya dalam arabinosa mengandung karbohidrat jenis pentosa. terjadi perubahan oleh HCl panas menjadi asam levulinat dan hidroksilmetil furfural. Hal ini sesuai dengan tinjauan pustaka menurut Harper et al (1979) yang menyatakan bahwa fruktosa berwarna merah ceri dengan reagen Seliwanoff resorsinolHCl. galaktosa dan sukrosa hasil reaksinya dari warna kuning menjadi kuning kecoklatan menunjukkan dalam reaksi positif sehingga didalamnya mengandung karbohidrat jenis heksosa. Karena fruktosa memiliki gugus keton maka ketika bereaksi dengan resorsinol akan memberikan warna kuning. warna larutan berubah menjadi merah. Pada pereaksi seliwanoff. warna larutan tidak berubah. Pada pengujian karbohidrat menggunakan pengujian Bial dalam glukosa. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya. Sukrosa terhidrolisis oleh HCl menjadi fruktosa dan glukosa. Uji bial bertujuan untuk mengidentifikasi adanya gula pentosa dalam karbohidrat.1994). sehingga tidak bereaksi dengan resorsinol(Poedjiadi. namun karena konsentrasi yang digunakan kecil. Uji seliwanoff merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa. sedangkan pada tabung yang berisi fruktosa. Sebenarnya warna yang diharapkan adalah merah-ceri. Glukosa tidak memiliki gugus keton. Pada hasil percobaan tampak bahwa dalam tabung yang berisi glukosa. laktosa dan amilum hasil reaksinya dari warna kuning menjadi tetap kuning ini menunjukkan bahwa sampel tersebut reaksinya positif dan didalamnya mengandung karbohidrat.akuades hasil reaksinya bening sehingga didalamnya sampel tersebut tidak mengandung karbohidrat. Hal ini sesuai dengan tinjauan pustaka menurut Harper et al (1979) yang menyatakan bahwa fruktosa dapat bereaksi dengan reagen Seliwanoff dan memberikan kompleks warna merah ceri. Pada pengujian ini yang menunjukkan positif warna biru-hijau hanya pada larutan karbohidrat D (Xylosa) dan jika pengujian ditambahkan dengan amil alcohol.

Thenawijaya. Sri. Karbohidrat. Dasar-Dasar Biokimia Jilid ke-1.html). Poedjiadi. Pada pengujian sampel menggunakan roti tawar sebagai contoh dari salah satu makanan yang mengandung karbohidrat saat diuji Molisch hasilnya yang tadinya berwarna keruh menjadi terbentuk cincin ungu pada permukaannya menunjukkan adanya karbohidrat. Kupas Tuntas Ujian Nasional SMA/MA Kimia. (http://www. Karbohidrat pada Uji Kualitatif.com/journal/03. Jakarta.A. Yazid. Estien dan Lisda Nursanti. UI-Press: Jakarta. Sedangkan pada pengujian sampel mengunakan roti tawar kandungan karbohidrat didalamnya sedikit dan didalamnya masih mengandung amilum. 1994. Sindunata: Sukoharjo. Diakses tanggal 17 Oktober 2013. 1982. Kesimpulan Dalam melakukan berbagai uji kualitatif karbohidrat terdapat berbagai macam cara pengujian untuk membedakannya jika mengandung karbohidrat jenis tertentu bisa diamati perubahan warna yang terjadi atau ada tidaknya endapan dalam hasil reaksinya. Min Ah. 2013. Wulandari. M. IV.pssplab. Anwari. 2012. CV. ( http://www.pdf). glikogen dan dekstrin namun karbohidrat jenis amilum. Erlangga. Iriawan. Andi Offset: Yogyakarta.1982).adalah untuk memisahkan mana yang dapat larut dalam air dan mana yang larut dalam alkohol(Thenawijaya. pengujian Selliwanoff untuk membedakan adanya karbohidrat jenis ketoheksosa dan aldoheksosa.net/2009/06/karbohidrat-pada-uji-kualitatif.rismaka. Pada roti tawar juga saat diuji menggunakan uji Iod yang tadinya keruh menjadi ungu kecoklatan menunjukkan adanya karbohidrat jenis amilum. Daftar Pustaka Anonim1. Diakses tanggal 19 Oktober 2013. pengujian Iod untuk menguji adanya karbohidrat jenis amilum dalam sampel. Maggy. Penuntun Praktikum Biokimia. Pada pengujian Molisch untuk menguji adanya karbohidrat dalam suatu sampel. 2007.com/doc/88335537/Uji-Benedict).scribd. Girl’sday. 2006. glikogen dan dekstrin jumlahnya sedikit sehingga kandungan karbohidrat dalam roti tawar sedikit.2009. pengujian Benedict untuk menguji adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu sampel. glikogen dan dekstrin walaupun jumlahnya sedikit. Dasar – Dasar Biokimia. Uji Benedict. 6 . (http://www. dan pengujian Bial untuk membedakan karbohidrat jenis pentosa dan heksosa. Diakses tanggal 18 Oktober 2013.

Lampiran Tabel 1. Gambar Praktikum Pengujian Karbohidrat No Gambar Keterangan 1 Glukosa dan Fruktosa pada Uji Molisch 2 Galaktosa dan Maltosa pada Uji Molisch 3 Laktosa dan Sukrosa pada Uji Molisch 4 Amilum. arabinosa dan akuades pada Uji Molisch 7 .

5 Pengujian Iod 6 Pengujian Benedict 7 Pengujian Selliwanoff 8 Pengujian Sampel Roti Tawar 8 .