You are on page 1of 21

KONSEP DASAR AKUNTANSI IJARAH

1. A. Konsep Dasar Transaksi Ijarah Al ijarah berasal dari kata al ajru yang berarti al iwadhu (ganti). Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa, melalui upah pembayaran sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership / milkiyah) atas barang itu sendiri. Ijarah berarti lease contract dimana suatu bank atau lembaga keuangan menyewakan peralatan (equispment) kepada salah satu nasabahnya berdasarkan pembebanan biaya yang sudah ditentukan secara pasti sebelumnya (fixed charge)

1. B. Landasan Fiqh dan Fatwa DSN tentang Transaksi Ijarah Landasan Fiqh 1. Al Qur’an Q.S. Al Baqarah: 233 “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah Allah Maha Melihat apa yang kammu kerjakan.” 1. Al Hadist Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa rosulullah SAW bersabda, “Berbekam kamu, kemumdian berikanlah olehmu upahnya kepada tukang bekam itu.” (Hr. Bukhari dan Muslim) Dari Umar bahwa Rosulullah bersabda, “Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.” (Hr. Ibu Majah) Fatwa DSN No: 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang IJARAH Beberapa ketentuan yang diatur dalam fatwa ini, antara lain sebagai berikut: Pertama : Rukun dan Syarat Ijarah 1. Pernyataan Ijab dan Qobul 2. Pihak-pihak yang berakad (berkontrak): pemberi sewa (lessor, pemilik aset, LKS) dan penyewa (lesse, pihak yang mengambil manfaat atas aset, pengguna aset, nasabah) 3. Obyek kontrak: pembayaran (sewa) dan manfaat dari penggunaan aset 4. Manfaat dari penggunaan aset dalam ijarah adalah obyek kontrak yang harus dijamin, merupakan rukun yang harus dipenuhi sebagai ganti dari sewa 5. Sighat ijarah adalah berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berkontrak, baik secara verbal atau dalam bentuk lain yang equivalent, dengan cara penawaran dari pemilik aset (LKS) dan penerimaan yang dinyatakan oleh penyewa (nasabah). Kedua : Ketentuan Obyek Ijarah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang dan jasa Manfaat barang harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak Pemenuhan manfaat harus yang bersifat dibolehkan Kesanggupan memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai dengan syariah Manfaat harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan jahalah (ketidaktahuan) yang akan mengakibatkan sengketa Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas termasuk jangka waktunya Sewa adlah sesuatu (harga) yang dijanjikan dan dibayar nasabah kepada LKS sebagai pembayaran manfaat Pembayaran sewa boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak Kelenturan dalam menentukan sewa dapat diwujudkan dalam ukuran waktu, tempat dan jarak.

Ketiga : Kewajiban LKS dan Nasabah dalam Pembiayaan Ijarah Kewajiban LKS sebagai pemberi sewa 1. Menyediakan aset yang disewakan 2. Menanggung biaya pemeliharaan aset 3. Menjamin bila terdapat cacat pada aset yang disewakan Kewajiban nasabah sebagai penyewa 1. Membayar sewa dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan aset yang disewa serta menggunakannya sesuai kontrak 2. Menanggung biaya pemeliharaan aset yang sifatnya ringan (tidak material) 3. Jika aset yang disewa rusak, bukan dari penggunaan yang dibolehkan juga bukan karena kelalaian pihak penyewa dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut Fatwa DSN No: 27/DSN-MUI/III/2002 tentang IMBT Beberapa ketentuan yang diatur dalam fatwa ini, antara lain sebagai berikut: Pertama : Akad IMBT boleh dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Semua rukun dan syarat yang berlaku dalam akad ijarah berlaku pula dalam akad IMBT 2. Perjanjian untuk melakukan akad IMBT harus disepakati ketika akad ijarah ditandatangani 3. Hak dan kewajiban setiap pihak harus dijelaskan dalam akad Kedua : Ketentuan tentang IMBT 1. Pihak yeng melakukan IMBT harus melaksanakan akad ijarah terlebih dahulu 2. Janji pemindahan kepemilikan yang disepakati di awal akad ijarah adalah wa’d, yang hukumnya tidak mengikat. Ketiga :

1. antara lain sebagai berikut: 1. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari terdapat kekeliruan. Wa’ad adalah janji dari satu pihak kepada pihak lain untuk melaksanakan sesuatu. pengukuran. Umur manfaat adalah suatu periode dimana aset diharapkan akan digunakan atau jumlah produksi/unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset. Karakteristik . Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar (arms length transaction). C. dan pengungkapan transaksi ijarah.1. penyajian dan pengungkapan atas transaksi ijarah. akan disempurnakan sebagaimana mestinya 3. Standar Akuntansi Keuangan tentang Akuntansi Ijarah Standar akuntansi keuangan yang mengatur tentang akuntansi ijarah termuat dalam PSAK 107 sebagai pengganti PSAK 59 paragraf 105-129b: Akuntansi Syariah yang berhubungan dengan perlakuan akuntansi untuk pengakuan. Ruang Lingkup Pemberlakuan Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi ijarah serta mencakup pengaturan untuk pembiayaan multijasa yang menggunakan akad ijarah. maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syariah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah 2. Definisi Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. Beberapa hal yang diatur dalam PSAK 107. 1. pengukuran. Tujuan Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan aset berwujud atau tidak berwujud. namun tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi untuk obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad ijarah 1. Standar Akuntansi Transaki Ijarah 1. Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. penyajian. IMBT adalah ijarah dengan wa’ad perpindahan kepemilikan obyek ijarah pada saat tertentu.

Jumlah. jika berupa aset yang dapat disusutkan atau diamortisasi. dan jenis obyek ijarah harus jelas diketahui dan tercantum dalam akad. (c) Penjualan pada akhir masa ijarah dengan pembayaran tertentu sebagai referensi yang disepakati dalam akad. 1.Misalnya. Pengaturan penyusutan obyek ijarah yang berupa aset tetap sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap dan amortisasi aset tidak berwujud sesuai dengan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud.2.  Ø Pendapatan dan Beban Beberapa ketentuan pengakuan dan pengukuran pendapatan dan beban dari sudut pandang pemilik aset. ukuran. 2. (b) Penjualan sebelum akad berakhir sebesar sebanding dengan sisa cicilan sewa atau harga yang disepakati. antara lain sebagai berikut: . Pengakuan dan Penyajian Akuntansi Pemilik (Mu’jir)  Ø Biaya Perolehan Obyek ijarah diakui pada saat obyek ijarah diperoleh sebesar biaya perolehan. dilakukan jika seluruh pembayaran sewa atas objek ijarah yang dialihkan telah diselesaikan dan obyek ijarah telah diserahkan kepada penyewa dengan membuat akad terpisah secara: (a) Hibah. Ijarah merupakan sewa-menyewa obyek ijarah tanpa perpindahan risiko dan manfaat yang terkait kepemilikan aset terkait. Kebijakan penyusutan atau amortisasi yang dipilih harus mencerminkan pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat ekonomi di masa depan dari obyek ijarah. 3. Pemilik dapat meminta penyewa untuk menyerahkan jaminan atas ijarah untuk menghindari risiko kerugian. Perpindahan kepemilikan suatu aset yang diijarahkan dari pemilik kepada penyewa dalam IMBT. mobil yang dapat dipakai selama 10 tahun diijarahkan dengan akad IMBT selama 5 tahun. Dengan demikian umur ekonomisnya adalah 5 tahun. 1.  Ø Penyusutan Obyek ijarah. Biaya perolehan obyek yang berupa aset tidak berwujud mengacu ke PSAK 19: Aset Tidak Berwujud. dengan atau tanpa wa’aduntuk memindahkan kepemilikan dari pemilik (mu’jir) kepada penyewa (musta’jir) pada saat tertentu. atau (d) Penjualan secara bertahap sebesar harga tertentu yang disepakati dalam akad. sesuai dengan kebijakan penyusutan atau amortisasi untuk aset sejenis selama umur manfaatnya (umur ekonomis). Umur ekomonis dapat berbeda dengan umur teknis.

sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati. b) Piutang pendapatan sewa diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan pada akhir periode pelaporan. d) Biaya perbaikan obyek ijarah merupakan tanggungan pemilik. dan . maka selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian. Perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh pemilik secara langsung atau dilakukan oleh penyewa atas persetujuan pemilik. maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. . Akuntansi Penyewa (Musta’jir)  Ø Beban . maka selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian. c) Pengakuan biaya perbaikan obyek ijarah adalah sebagai berikut: Biaya perbaikan tidak rutin obyek ijarah diakui pada saat terjadinya. c) Penjualan setelah selesai masa akad.Dalam IMBT melalui penjualan secara bertahap. d) Penjualan objek ijarah secara bertahap. b) Penjualan sebelum berakhirnya masa.  Ø Perpindahan Kepemilikan Pada saat perpindahan kepemilikan objek ijarah dari pemilik kepada penyewa dalam IMBT dengan cara: a) Hibah.Jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek ijarah dengan persetujuan pemilik.a) Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa. sedangkan J Bagian objek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut. maka: J Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian. biaya perbaikan obyek ijarah yang dimaksud dalam huruf (1) dan (2) ditanggung pemilik maupun penyewa sebanding dengan bagian kepemilikan masing-masing atas obyek ijarah. maka jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai beban.

Beban sewa diakui selama masa akad pada saat manfaat atas aset telah diterima. maka entitas tersebut mengakui keuntungan atau kerugian pada periode terjadinya penjualan dalam laporan laba rugi dan menerapkan perlakuan akuntansi penyewa. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual dan ijarah tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah. maka penyewa mengakui aset sebesar biaya perolehan objek ijarah yang diterima. atau (d) Pembelian objek ijarah secara bertahap. Untuk biaya pemeliharaan obyek ijarah. maka penyewa mengakui aset sebesar pembayaran sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati.  Ø Penyajian Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait. dalam IMBT melalui penjualan obyek ijarah secara bertahap. . misalnya beban penyusutan. beban pemeliharaan dan perbaikan. akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepemilikan obyek ijarah. (c) Pembelian setelah masa akad berakhir. dan sebagainya. maka penyewa mengakui aset dan keuntungan sebesar nilai wajar objekijarah yang diterima.  Ø Perpindahan Kepemilikan Pada saat perpindahan kepemilikan objek ijarah dari pemilik kepada penyewa dalamIMBT dengan cara: (a) Hibah. Biaya pemeliharaan obyek ijarah yang disepakati dalam akad menjadi tanggungan penyewa diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Utang sewa diukur sebesar jumlah yang harus dibayar atas manfaat yang telah diterima. maka penyewa mengakui aset sebesar pembayaran yang disepakati. dan perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut.  Ø Ijarah-Lanjut Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa dari pemilik. Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik. (b) Pembelian sebelum masa akad berakhir.  Ø Jual dan Ijarah Transaksi jual-dan-ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung (ta’alluq) sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar. Jika suatu entitas menjual obyek ijarah kepada entitas lain dan kemudian menyewanya. maka entitas tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan akuntansi penyewa dalam PSAK ini.

. dan (b) Keberadaan transaksi jual dan ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada transaksi jual dan ijarah). tetapi tidak terbatas. (iii) pembatasan-pembatasan. Ø Pengungkapan Pemilik mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan IMBT. pada: (a) Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada: (i) keberadaan wa’ad pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada wa’ad pengalihan kepemilikan). misalnya ijarah-lanjut. misalnya ijarah-lanjut. Perpindahan hak kepemilikan obyek sewa 2. (iii) agunan yang digunakan (jika ada). Pedoman Pencatatan dan Pelaporan Akuntansi Transaksi Ijarah Pedoman pencatatan akuntansi ijarah adalah sebagai berikut: 1. (iv) agunan yang digunakan (jika ada). Melalui hibah diakui saat seluruh pembayaran selesai dan obyek sewa telah diserahkan kepada penyewa serta dikeluarkan dari aktiva pemilik obyek sewa. D. 1. Aktiva yang dijadikan sebagai objek ijarah diakui sebesar harga perolehan 3. Obyek ijarah disusutkan sesuai kebijakan penyusutan aktiva sejenis. Penyewa mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan IMBT. Bank sebagai pemilik obyek sewa (mua’jir/lessor) 2. Melalui penjualan obyek sewa sebesar sisa cicilan sebelum berakhirnya masa sewa diakui pada saat penyewa membeli obyek sewa pemilik obyek sewa mengakui keuntungan atas kerugian tersebut sebesar selisih harga jual dan nilai bukunya. tetapi tidak terbatas pada: (a) Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi. (ii) keberadaan wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan). tetapi tidak terbatas pada: (i) total pembayaran. (b) Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aset ijarah. 1. sedangkan obyek sewa dalam IMBT disusutkan sesuai masa sewa. 3. dan (c) Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada). (ii) pembatasan-pembatasan.

Melalui pembayaran sekadarnya: J Diakui jika seluruh pembayaran sewa telah diselesaikan dan penyewa membeli obyek sewa dari pemilik obyek sewa. Perpindahan hak kepemilikan obyek sewa dengan cara: 1) Hibah diakui sebagai aktiva sebesar nilai wajar dari obyek sewa dan di sisi lain diakui sebagai pendapatan operasi lainnya. Maka selisihnya diakui sebagai piutang pemilik obyek sewa kepada penyewa. J Jika penyewa berjanji untuk membeli obyek sewa tapi kemudian memutuskan untuk tidak melakukannya dan nilai wajar obyek sewa ternyata lebih rendah dari nilai bukunya. 1. mana yang lebih rendah jika nilai wajar obyek sewa tersebut lebih rendah dari nilai buku. Jika biaya akad menjadi beban penyewa maka biaya tersebut dialokasikan secara konsisten dengan alokasi beban ijarah atau ijarah muntahiyah bittamlik selain masa akad. Bank sebagai Penyewa (musta’jir / lessee) 2. J Obyek sewa dikeluarkan dari aktiva pemilik obyek sewa pada saat terjadinya perpindahan hak milik obyek sewa. . J Nilai buku bagian obyek sewa yang telah dijual dikeluarkan dari aktiva pemilik obyek sewa pada saat terjadinya perpindahan hak milik bagian obyek sewa. maka selisihnya diakui sebagai kerugian pada periode berjalan. J Jika penyewa tidak berjanji untuk membeli obyek sewa dan memutuskan untuk tidak melakukannya maka obyek sewa dinilai sebesar nilai wajar atau nilai buku. Pembayaran beban sewa diakui secara proporsional selain masa akad 3. 2) Pembelian sebelum berakhirnya jangka waktu dengan harga sebesar sisa pembayaran sewa diakui sebesar kas yang dibayarkan. 1. 4. Jika biaya pemeliharaan rutin dan operasi obyek sewa berdasarkan akad menjadi beban penyewa maka biaya tersebut diakui sebagai beban pada saat terjadinya biaya pemeliharaan rutin dan operasi dalam ijarah muntahiyah bittamlik melalui penjualan obyek sewa secara bertahap akan meningkat secaraprogresif sejalan dengan peningkatan kepemilikan obyek sewa.4. J Jika penyewa tidak melakukan pembelian atas obyek sewa yang tersisa maka perlakuan akuntansinya sesuai dengan butir c 3) dan c 4) di atas. 5. J Pemilik obyek sewa mwngakui keuntungan atau kerugian sebesar selisih antara harga jual dan nilai buku atas bagian obyek sewa yang telah dijual. Melalui penjualan obyek secara bertahap adalah sebagai berikut: J Diakui jika seluruh pembayaran sewa telah diselesaikan dan penyewa membeli sebagian obyek sewa dari pemilik obyek sewa.

Adapun speesifikasi kendaraan yang dimaksud dan informasi lain berkaitan dengan akad adalah sebagai berikut: Jenis Kendaraan Merek Kapasitas Mesin Tahun Pembuatan Dealer Umur Ekonomis Harga Perolehan Uang Muka Sewa Sewa Per Bulan Jangka Waktu Sewa Waktu Pembelian Barang : : : : : : : : : : : Sedan TOYOTA ALL New CAMRY 4000 cc 2008 PT.000. Perusahaan tersebut bermaksud menambah 1 buah armada kendaraan jenis Toyota All New Camry keluaran tahun 2008 untuk melayani konsumen kelas menengah atas di jakarta.00 4 tahun (48 Bulan) Bulan ke-48 .000. Aplikasi Akuntansi Transaksi Ijarah AKUNTANSI PEMILIK BPRS ALBARAKAH mendapatkan pengajuan pembiayaan ijarah dari sebuah perusahaan Rental Mobil PT.000.000.000. Uang muka pembayaran sewa aktiva ijarah disajikan dalam pos aktiva lain-lain.3) Pembelian sebelum berakhirnya jangka waktu dengan harga sekedarnya diakui sebesar kas yang dibayarkan.00 (on the roads) Rp 50.000. 1. Toyota Astra Motor (TAM) 5 tahun (60 bulan) Rp 500. 9) Beban perbaiklan aktiva ijarah atas beban pemilik obyek sewa yang dibayarkan terlebih dahulu disajikan dalam pos aktiva lain-lain pada akun piutang kepada pemilik obyek sewa. RENCARINDO. E.00 Rp 15. 7) 8) Tunggakan pendapatan sewa disajikan dalam pos piutang pendapatan ijarah. 4) Pembelian secara bertahap diakui sebesar harga perolehan. 6) Akumulasi penyusutan aktiva ijarah disajikan sebagai pos lawan (contra account) dari aktiva ijarah. 5) Obyek sewa yang dibeli bank untuk disewakan kembali disajikan dalam neraca pada posaktiva ijarah.

000.000. Biaya Administrasi pengurusan akad ijarah J Saat PT.00 Ilustrasi 2.000.000. Pada saat transaksi IjarahPada tanggal10 januari 2008.000. RENCARINDO dan atas transaksi tersebut BPRS mencatat dalam jurnal sebagai berikut: Aset yang Diperoleh untuk Ijarah Aset Ijarah Rp 500.00. TAM Rp 500.000. RENCARINDO Pendapatan Non Operasional Rp 1.000.000.500.000.000.000.Biaya Notaris : Rp 5.000. BPRS ALBARAKAH mnelakukan transaksi ijarah dengan PT. Atas pembelian mobil tersebut BPRS ALBARAKAH mencatat dalam jurnal sebagai berikut: Aset Ijarah Kas/Rekening PT.000.000.500. BPRS ALBARAKAH membeli mobil sedan Toyota All New Camry dengan harga dan biaya-biaya lain yang ditanggung (OTR) sebesar Rp 500.000.00 Rp 3.00 Catatan: pencatan ini dilakukan untuk memberikan informasi dalam neraca bahwa rekening aset ijarah hanya digunakan untuk aset ijarah yang belum disewakan kepadda pihak lain sedangkan rekening aset yang diperoleh untuk ijarah digunakan untuk pencatatan pengakuan aset ijarah yang sudah disewakan oleh pihak lain baik dengan akad ijarah maupun ijarah muntahiyah bittamlik.000.00 Ilustrasi 1.000.00 Rp 50.000.000.00 Rp 500.000. Pada saat menerima uang muka dari penyewa Kas/Rekening PT.00 Rp 1. Ilustrasi 3.00 Rp 500.000.00 J Pada saat BPRS ALBAKARAH membayar biaya notaris Biaya Notaris (pengurusan akad) Kas Rp 3.00 Ilustrasi 5.00 Ilustrasi 4. RENCARINDO Titipan Uang Muka Sewa Ijarah Rp 50. Pada saat perolehan obyek yang akan disewakan Pada tanggal 2 januari 2008. RENCARINDO membayar biaya pengurusan pada BPRS ALBAKARAH Kas/Rekening PT. Penyusutan aktiva ijarah dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik .000.

333.333.000.333 1. RENCARINDO kepada BPRS ALBARAKAH sebesar Rp 15. maka perhitungan penyusutan obyek ijarah dan perlakuan akuntansinya adlah sebagai berikut: (500.333.000 .000 Beban penyusutan Akumulasi Penyusutan Aktiva Ijarah Ilustrassi 6. Umur ekonomis dapat berbeda dengan umur teknis. Misalnya.000. Besar biaya penyusutan aktiva ijarah per bulan dihitung berdasarkan informasi harga perolehan dan umur ekonomis obyek.000 : 60 bulan = 8.000 Rp 10. dan 2.000) : 48 bulan = 10.000.333 500. mobil yang dapat dipakai selam 10 tahun diijarahkan dengan akad ijarah muntahiyan bittamlik selama 5 tahun. Dengan demikian umur ekonomisnya adalah 5 tahun. Perlakuan akuntansi pendapatan Ijarah Misal setiap tanggal 25 dibayarkan sewa jasa ijarah dari PT.000.000 Rp 10.000. Kebijakan penyusutan pemilik obyek sewa untuk aktiva sejenis jika merupakan transaksi ijarah.333 Rp 8.000 – 20. Jika menggunakan akad ijarah muntahiyah bittamlik dengan tambahan informasi bahwa nilai residu obyek ijarah adalah Rp 20.000.PSAK nomor 59 tentang akuntansi Perbankan Syariah khususnya paragraf 108 dijelaskan tentang pengakuan obyek ijarah sebagai berikut: Obyek sewa diakui sebesar biaya perolehan pada saat perolehan obyek sewa dan disusutkan sesuai dengan: 1. Berkaitan dengan kasus di atas akan diilustrasikan perlakuan akuntansi untuk akuntansi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik sebagai berkut: 1.333. yaitu: Rp 8.00 dengan masa sewa selama 4 tahun. Masa sewa jika merupakan transaksi ijarah muntahiyah bittamlik Sedangkan ED PSAK 107 tentang akuntansi ijarah khususnya paragraf 12 menjelaskan bahwa: Kebijakan penyusutan atau amortisasi yang dipilih harus mencerminkan pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat ekonomi di masa depan dari obyek ijarah.000.000.00 pada tanggal 25 januari 2008 dibayar sewa untuk bulan pertama sehingga BPRS ALBARAKAH mencatatnya dalam jurnal sebagai berikut: Titipan Jasa Sewa Obyek Ijarah Rp 15.000.000.333 Beban penyusutan Akumulasi Penyusutan aktiva Ijarah Rp 8.000.

000 Ilustrasi 7.666. Perlakuan akuntansi biaya perbaikan dan pemeliharaan Dalam transaksi ijarah.000.000) 5.333.000.000 10. c) Dalam ijarah muntahiyah bittamlik melalui penjualan secara bertahap biaya perbaikan obyek sewa yang dimaksud huruf a dan b ditanggung pemilik obyek sewa maupun penyewa sebanding dengan bagian kepemilikan masing-masing di dalam obyek sewa.000 (10. maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik obyek sewa dan diakui sebagai beban pada periode terjadinya perbaikan tersebut.333) 6. . PSAK nomor 59 tentang akuntansi ijarah sama-sama menjelaskan tentang pengakuan biaya perbaikan dan pemeliharaan aset ijarah sebagai berikut: a) Biaya perbaikan tidak rutin obyek sewa diakui pada saat terjadinya b) Jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek sewa dengan persetujuan pemilik obyek sewa.Pendapatan Sewa Obyek Ijarah Rp 15.000 8.000 Rp 15. secara prinsip obyek ijarah merupakan milik LKS sehingga biaya pemeliharaan dan perbaikan atas aset ijarah menjadi tnaggung jawab LKS. RENCARINDO Pendapatan Sewa Obyek Ijarah Asumsi akad ijarah (periode bulanan) Pendapatan sewa obyek Ijarah Pengeluaran (berkaitan obyek ijarah Beban penyusutan Beban pemeliharaan Beban lain-lain Total pengeluaran Pendapatan bersih ijarah yang dibagi hasilkan 15.000 Asumsi akad ijarah muntahiyah bittamlik (periode bulanan) Pendapatan sewa obyek Ijarah Pengeluaran (berkaitan obyek ijarah Beban penyusutan Beban pemeliharaan Beban lain-lain Total pengeluaran Pendapatan bersih ijarah yang dibagi hasilkan 15.000.667 Rp 15.000.000.000.000.333 (8.333.000. Sehubungan dengan hal tersebut.000 Sedangkan penerimaan dan pengakuan pendapatan sewa langsung ( tidak dari uang muka) maka jurnal yang dicatat oleh BPRS ALBARAKAH adalah sebagai berikut: Kas/Rekening PT.

333) 5.333 1.000 Ilustrasi 8.250.000 (9.000 1.583.250.667 15.000 Rp 1.000 1.000 per bulan sehingga BPRS ALBARAKAH mencadangkan biaya tersebut dan dicatat dalam jurnal pada tanggal 1 februari 2008 sebagai berikut: Biaya Perbaikan Aset Ijarah Cadangan Biaya Perbaikan Rp 2.000) 3.500.000 Rp 2.250.000 (11. Perlakuan akuntansi perpindahan hak ijarah (hanya untuk aktiva ijarah dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik) .416.000.000.000.250. Cadangan Biaya Perbaikan Kas Rp 1.Ilustrasi berikut memberikan gambaran tentang perlakuan biaya perbaikan dan pemeliharaan aset ijarah: 1) Berdasarkan perhitungan BPRS ALBARAKAH dan informasi dari dealer.000 2) Apabila pada tanggal 5 februari 2008 dilakukan perbaikan atas kendaraan tersebut dan menghabiskan biaya sebesar Rp 1.250.000 Rp 1.750.333.000 10.000 3) Adapun perhitungan pendapatan bulanan yang akan dibagihasilkan kepada pemegang rekening investasi mudarabah adalah sebagai berikut: Pendapatan sewa obyek Ijarah Pengeluaran (berkaitan obyek ijarah Beban penyusutan Beban pemeliharaan Beban lain-lain Total pengeluaran Pendapatan bersih ijarah yang dibagihasilkan Pendapatan sewa obyek Ijarah Pengeluaran (berkaitan obyek ijarah Beban penyusutan Beban pemeliharaan Beban lain-lain Total pengeluaran Pendapatan bersih ijarah yang dibagihasilkan 15.biaya perbaikan rutin dan pemeliharaan aset ijarah kendaraan Toyota All New Camry diperkirakan sebesar Rp 2.000 maka BPRS ALBARAKAH mencatatnya dalam jurnal sebagai berikut: 1.250.000 8.250.500.250. Tanpa sistem pencadangan biaya perbaikan Biaya Perbaikan aset Ijarah Kas Rp 1.500.

000 .000.000.000. 1.000 1) Pada saat pengalihan obyek ijarah dalam akad ijarah muntahiyah bittamlik melalui hibah pada saat seluruh pendapatan sewa telah diterima dan obyek ijarah tidak memiliki nilai sisa. Jika harga jual sama dengan nilai buku Kas/Rekening PT.000) tahun-48 bulan.000.000 Rp 480.000 Akumulasi penyusutan aset ijarah (setelah 4 (480.000.000.000 Rp 480.000 maka jurnalnya: Kas/Rekening PT.000. maka jurnalnya: Kas/Rekening PT.000. RENCARINDO Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Aset IjarahRp 500.per bulan 10.000.000) Nilai residu 20.000. Jika harga jual lebih tinggi dari nilai buku sehingga menghasilkan keuntungan dalam penjualan aset ijarah.000 Rp 50.000.000.000 2) Pada saat pengalihan obyek ijarah dalam ijarah muntahiyah bittamlik melalui penjualan obyek ijarah sebelum berakhirnya masa sewa dengan harga jual sebesar sisa cicilan sewa.000.000 1. RENCARINDO Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Rp 15. maka BPRS ALBARAKAH mencatatnya dalam jurnal: Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Biaya Hibah Ijarah Aset Ijarah Rp 480. misal harga jual Rp 15.000 Rp 480.000.000.000 Rp 20.000.000. RENCARINDO Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Aset Ijarah Keuntungan Penjualan Aset Ijarah 1. Misalnya oby6ek ijarah berhasil dijual Rp 50.000.Ilustrasi berikut memberikan gambaran tentang perlakuan pemindahan kepemilikan obyek ijarah serta informasi tentang kondisi dan status obyek ijarah Aktiva diperoleh untuk ijarah 500.000 Rp 30.000.000 Rp 500.000 Rp 500. Jika harga jual lebih rendah dari nilai buku.000 Rp 20.

RENCARINDO Ilustrasi 10. maka jrnalnya: Kas/Rekening PT.000 .000 per bulan.000 3) Pada saat pengalihan obyek ijarah dalam ijarah muntahiyah bittamlik melalui penjualan obyek ijarah dengan harga jual seekadarnya setelah seluruh penerimaan sewa diterima dan obyek ijarah tidak memiliki nilai sisa.000 Pada saat penerimaan pelunasan pembayaran sewa.000 Rp 36. RENCARINDO Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Ilustrasi 9.000 Rp 500. Penurunan kualitas obyek sewa Misal terjadi penurunan nilai obyek sewa ijarah pada tahun ke-4 sebesar 20% sehingga mengakibatkan penurunan nilai wajar sewa yang semula Rp 15.000. Seluruh biaya sewa telah dibayar oleh PT. jurnalnya: Kas Rp 15. oleh karena selisih tersebut maka pada akhir periode BPRS ALBARAKAH mengembalikan kelebihan biaya sewa.000. maka jurnalnya: Piutang Pendapatan Ijarah Pendapatan Ijarah Rp 15.000. Keterlambatan pelunasan oleh penyewa Pada saat jatuh tempo dan penyewa belum melunasi pembayaran sewa misal Rp 15. RENCARINDO khususnya 1 tahun terakhir sehingga selisih nilai sewa menjadi Rp 3.000.000 maka jurnalnya: Piutang kepada PT.000 sedangkan nilai bukunya Rp 20.000 4) Jika penyewa berjanji untuk membeli tapi kemudian membatalkan dan nilai wajar obyek ijarah lebih rendah dari nilai buku dan dibebankan kepada penyewa.000.0000.000 Rp 36. Misal harga jual Rp 25.000.Kerugian Penjualan Aset Ijarah Aset Ijarah Rp 5.000 per bulan menjadi Rp 12.000 Rp 5.000.000.000.000.000.000.000.000 Rp 5. misal nilai wajar sebesar Rp 15.000 x 12 = Rp 36.000.000 Rp 15.000.000.000 Rp 500. RENCARINDO Akumulasi Penyusutan Aset Ijarah Aset Ijarah Keuntungan Penjualan aset Ijarah Rp 25.000.000.000.000 Rp 5. dengan jurnal: Biaya Pengembalian Kelebihan Penerimaan Sewa Kas/Hutang/Rekening PT.000.000.000.000 Rp 480.000.

maka BPRS menghubungi PT RENCARINDO.000 Biaya Penyisihan Kerugian Ijarah Penyisihan Kerugian Ijarah  Jika ijarah telah jatuh tempo dan PT.000 Pendapatan Ijarah Piutang Pendapatan Ijarah Penyisihan Kerugian Ijarah Piutang Pendapatan Ijarah AKUNTANSI PENYEWA Ilustrasi kasus ini memberikan gambaran transaksi ijarah aset berwujud.000.000 Rp 60.000 Rp 120. misal sebesar Rp 180. Ilustrasi kasus selengkapnya sebagai berikut: BPRS ALBARAKAH mendapatkan pengajuan pembiayaan ijarah dari sebuah perusahaan eksportir kerjinan PT HANDICRAFT di Yogyakarta untuk menyediakan mobil ekslusif bagi manajer perusahaannya.000.000.000.000 Rp 180.000. RENCARINDO belum melunasi sisa angsurannya untuk 1 tahun terakhir.000.000.000 Rp 120. PT HANDICRAFT tidak ingin memiliki mobil tersebut sehingga hanya bermaksud menyewa saja.000.000.000 Rp 180.000 (setelah dikurangi margin keuntungan dengan memperhitungkan biaya seperti misal penyusutan dan lainnya).000. Penyisihan kerugian aktiva produktif Rp 15.000 Piutang Pendapatan Ijarah Penyisihan Kerugian Ijarah  Saat piutang penyewa dianggap non performing. Oleh karena itu BPRS ABARAKAH tidak memiliki mobil yang dimaksud.000.000 Rp 200. LKS sebagai penyewa obyek ijarah yang akan disewakan kembali pada pihak lain. Adapun spesifikasi kendaraan yang dimaksud dan informasi lain berkaitan dengan akad adalah sebagai berikut: Jenis kendaraan Merek : sedan : Toyota All New Camry .  Saat pembentukan penyisihan kerugian aktiva produktif: Rp 200.Piutang Pendapatan Ijarah Ilustrasi 11.000 Analisa kualitas aktiva produktif menyatakan bahwa penyisihan kerugian ijarah dari sewa yang tidak terbayar sebagai aktiva produktif adalah sebesar misal Rp 200. sebelum menghapuskan piutang terlebih dahulu bank harus menghapuskan keuntungan ijarah Rp 60.

000.000. Beban Ijarah : 4000 cc : 2008 : PT TOYOTA ASTRA MOTOR (TAM) : 5 tahun (12 bulan) : Rp. Jika dalam satu periode Biaya Sewa Aset Ijarah (D) Kas/Rekening Pemilik Obyek Ijarah (K) Rp 15.000 Catatan: Biaya sewa obyek ijarah selama satu bulan b. Jika lebih dari satu periode Sewa Dibayar Dimuka (D) Kas/Rekening Pemilik Obyek Ijarah (K) Rp 720.000 : Rp.Kapasitas mesin Tahun pembuatan Dealer Umur Ekonomis Harga perolehan Uang muka sewa Sewa per bulan Jangka waktu sewa Waktu pembelian barang Biaya notaris Ilustrasi 1.000 (OTR) : Rp. 50.000.000 Catatan: biaya sewa untuk 4 tahun (Rp 15.000.000. Pada saat perbaikan aset ijarah atas beban pemilik obyek ijarah . 500.000.000.000 x 48 bulan) 1.000 Rp 720.000 : 4 tahun (48 bulan) : bulan ke-48 : Rp 3.000.000.000 Rp 15.000 Catatan: amortisasi dihitung dari total sewa dibayar dimuka dibagi masa sewa 3.000 Rp 15.000. 15.000. Pada saat amortisasi sewa dibayar dimuka (per bulan) Biaya sewa aset ijarah (D) Sewa dibayar dimuka aset ijarah (K) Rp 15.000 1. Pada saat pembayaran sewa a.

000. Pituang kepada pemilik obyek ijarah (D) Rp 20.000) Nilai residu Rp.000. 500.000.000. Pada saat penerimaan pengalihan obyek sewa dalam IMBT a. 20.000 1. (ii) Jika sumber pembayaran sewa aset ijarah berasal dari investasi tidak terikat Aset Ijarah (D) Rp 500. (iii) Jika sumber pembayaran sewa aset ijarah berasal dari investasi tidak terikat dan modal LKS Aset ijarah (D) Pendapatan operasi lainnya (K) Pendapatan utaman operasi lainnya (K) Rp 500.000.Jika BPRS ALBARAKAH melakukan perbaikan atas aset ijarah yang disewa karena kerusakan sehingga mengeluarkan biaya perbaikan sebesar Rp 20.000 Rp. 480.000 Rp 250. Perpindahan hak milik obyek Aset diperoleh untuk ijarah Akumulasi penyusutan aset ijarah Rp.000.000.000. Melalui hibah pada saat seluruh pendapatan sewa telah dibayar dan obyek ijarah tidak memiliki nilai sisa.000 .000.000.000.000 ) (setelah 4 tahun 48 bulan – perbulan Rp10.000.000.000. (i) Jika sumber pembayaran sewa aset ijarah berasal dari LKS Aset Ijarah (D) Rp 500. 500.000 Kas/Rekening pemilik obyek Ijarah (K) Rp 20.000.000 Pendapatan Operasi Lainnya (K) Catatan: Seluruh pendapatan merupakan hak dari LKS seluruhnya.000 Pendapatan Operasi Utama Lainnya (K) Rp 500.000 Ilustrasi 2.000 Catatan: seluruh pendapatan harus dibagihasilkan juga kepada pemegang rekening investasi mudharabah sesuai kesepakatan nisbah.000 ( Rp.000 Rp 250.

maka selisihnya diakui sebagai piutang jatuh tempo penyewa kepada pemilik sewa dan mengoreksi beban IMBT. Jika suatu entitas menjual obyek ijarah kepada entitas lain dan kemudian menyewanya. seperti yang diilustrasikan sebelumnya.Catatan: pendapatan yang diakui sebagai pendapatan operasi utama lainnya harus dibagihasilkan juga kepada pemegang rekening investasi mudharabah sesuai kesepakatan nisbah sedangkan pendapatan lainnya menjadi hak sepenuhnya LKS.000.000.000.000. Beban pembatalan Pembelian Kas/hutang Pemilik Objek Ijarah Rp.000 Ilustrasi 3.000.000 Aset/Rekening Pemilik Objek Ijarah Catatan: jika nilai sisa cicilan dan nilai buku obyek ijarah sama 1.000. Misalnya sisa cicilan yangbbelum dibayarkan sebesar Rp.000 Rp. 20. Apabila masa sewa diketahui terjadi penurunan kualitas obyek sewa dan bukan disebabkan kelalaian LKS sebagai penyewa yang mengakibatkan jumlah cicilan yang telah dibayar lebih besar dari nilai sewa yang wajar. 60. 60. 20.000.000 Aset Ijarah (D) Rp. b. serta jumlah cicilan sewa yang sudah dibayar melebihi nilai sewa yang wajar. Penurunan Nilai Sebelum Perpindahan Hak Jika penurunan nilai tersebut timbul akibat tindakan penyewa atu kelalaiannya.000 Rp. Jual Beli dan Ijarah ( Penyewaan Kembali) Transaksi jual dan ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantungan (ta’alluq) sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar.000 Rp. Misalnya obyek ijarah mengalami penurunan nilai wajar karena kerusakan kendaraan sehingga mengakibatkan adanya selisih nilai sewa wajar dengan nilai sewa yang dibayarkan yaitu terdapat kelebihan sebesar Rp 50.000. 50. maka LKS akan mencatatnya dalam jurnal sebagai berikut: Kas/Rekening Piutang kepada Pemilik Obyek Ijarah Pendapatan kelebihan Pembayaran Sewa Rp.000. 50. maka entitas . Pembatalan penjualan/perpindahan obyek ijarah oleh pemilik Jika penyewa membatalkan penjualan objek ijarah kepada penyewa dan nilai wajar obyek sewa lebih rendah dari nilai buku dan dibebankan kepada penyewa/lessor.000 Catatan: pendapatan kelebihan pembayaran sewa merupakan offsetting account dari beban sewa Ilustrasi 4. Melalui pembelian obyek ijarah sebelum berakhirnya masa sewa dengan harga beli sebesar sisa cicilan sewa atau sekedarnya.60.

000. Jurnal pada saat membayar sewa kepada pemilik obyek ijarah.000.500.000.000 Beban Lain-lain 0 Total Pengeluaran Pendapatan bersih ijarah yang dibagihasilkan Catatan: Rp 18.000 Beban pemeliharaan** Rp 500. 15.000. 50. Uang Muka Sewa Kas Rp.Lanjut (Menyewakan Kembali) Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain atas asset yang sebelumnya disewa dari pemilik. Ijarah. Ilustrasi 5.000 Jurnal pada saat menerima pendapatan sewa dari nasabah Kas Pendapatan Sewa Rp.000 . Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik dan perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut.tersebut mengakui keuntungan atau kerugian pada periode terjadinya penjualan dalam laporan laba rugi dan menerapkan perlakuan akuntansi penyewa. 18.000. 15. 18. 50.500.000 Rp.000 (Rp15.000.000 Rp.000 Catatan: LKS menyewakan kembali barang pada nasabah Rp 18. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual dan ijarah tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah.000.000 Rp.000/bln Jurnal pada saat amortisasi dari uang muka sewa obyek ijarah Beban Sewa Sewa Dibayar Dimuka Rp.000. maka entitas tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan akuntansi penyewa dalam PSAK ini.000.000 Catatan: harga sewa sesuai dengan informasi di atas Penyajian dalam laporan laba rugi dalam suatu periode tertentu Pendapatan sewa obyek ijarah Pengeluaran (berkaitan obyek ijarah) Beban sewa kepada pemilik awal* Rp 15.000) Rp 2.

PSAK 107 tentang Akuntasi Ijarah . 2008. Depok. Akuntansi Keuangan Syariah. 2008. B3EI FEUI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).* Beban sewa kepada pemilik merupakan amortisasi dari sewa dibayar di muka yang diakui sebagai pengeluaran LKS pada periode tersebut **Jika biaya pemeliharaan pada periode tersebut ditanggung LKS sesuai kesepakatan dengan pemilik obyek ijarah DAFTAR PUSTAKA Muhammad. Rifqi.