You are on page 1of 26

Systemic inflammatory markers in COPD

Results from the Bergen COPD Cohort Study

Oleh: Bagus Adi Suberkah 07700003
Pembimbing: dr. Arif Hermanto, Sp. P

alveoli paru dan pembuluh . dan prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia.ABSTRAK • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit peradangan umum dari saluran udara dan parenkim paru. • Disebabkan oleh masuknya sel-sel kekebalan tubuh. baik di dinding saluran napas dan lumen.

ABSTRAK • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kadar peningkatan dari enam mediator inflamasi. • C-reactive protein (CRP) • soluble tumour necrosis factor receptor (sTNFR)-1 • Osteoprotegrin • Neutrophil activating peptide-2 • CXCL16 • Monocyte chemoattractant protein-4 .

Diambil 409 pasien PPOK dan 231 tanpa PPOK Kisaran umur antara 40-76 Metode Riwayat eksaserbasi. penyakit penyerta lainnya. riwayat perokok dan penggunaan obat Diambil dari berbagai klinik dan RS di Norwegia bagian barat .

7 s • Riwayat merokok ≥ 10 pak/tahun .Kriteria Inklusi • Nilai FEV 1 < 80% • Forced vital capacity ratio < 0.

Kriteria Eksklusi • Rheumatoid arthritis • Lupus eritematosus sistemik atau gangguan jaringan ikat yang lain • Penyakit radang usus • Kanker aktif .

METODE .

Result .

Result • Dari total 640 • 272 wanita dan 368 pria • > 50% masuk Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) kategori II • 1 dari 6 pasien PPOK memiliki riwayat eksaserbasi dalam 1 tahun terakhir • 1 dari 8 pasien PPOK memiliki riwayat hipoksemia .

Inflammatory Markers .

sTNFR-1. MCP-4 • MCP-4 ada perbedaan signifikan pada COPD dan non-COPD tetepi hanya berlaku untuk lelaki saja • CRP nilainya 2x lebih tinggi pada pasien COPD • sTNFR-1 tidak ada perbedaan signifikan • OPG pada pasien COPD lebih tinggi .Inflammatory Markers • Perbedaan pasien copd dan non-copd dilihat dari perbedaan CRP.

Inflammatory Markers .

Inflammatory Markers • Dalam analisis multivariabel. sTNFR-1 tidak lagi berbeda antara pasien COPD dan non-COPD • OPG secara signifikan lebih rendah di antara pasien PPOK • MCP-4 perbedaan yang ditemukan antara pasien COPD dan non-COPD hanya pada laki-laki .

Inflammatory Markers .

Inflammatory Markers .

• sTNFR-1 meningkat pada comorbid heart disease.Inflammatory Markers • CRP meningkat pada riwayat eksaserbasi. hypertensi. hipoksemia. penggunaan pletelet inhibisi • OPG meningkat pada comorbid heart disease or hipertensi • MCP-4 meningkat pada pengguna steroid inhalasi (exclude) . hipertensi.

Inflammatory Markers .

Inflammatory Markers • STNFR-1 menurun pada pasien dengan FEV 1 rendah • Berbanding terbalik. OPG mengalami peningkatan pada pasien dengan FEV 1 rendah • CRP dan OPG meningkat pada pasien yang memiliki riwayat eksaserbasi 2x dalam setahun .

Diskusi .

CRP Memiliki peran sebagai protektor terhadap berbagai macam mikroba yang terlibat dalam eksaserbasi akut Peningkatan CRP ditemukan pada pasien COPD dengan riwayat 2x atau lebih riwayat eksaserbasi dalam 1 tahun Lebih banyak meningkat pada laki-laki .

sTNFR-1 sTNFR-1 menurun pada pasien dengan FEV1 rendah sTNFR-1 meningkatkan resiko CHD pada pasien PPOK Pada gangguan depresi didapatkan peradangan menetap yang melibatkan sistem sTNFR-1 .

tapi peningkatan OPG bisa menjelaskan derajat keparahan penyakit Terlibat dengan terjadinya aterosklerosis Peningkatan OPG hanya berlaku pada pasien dengan FEV1 yang rendah Biasa dengan riwayat eksaserbasi dalam 1 tahun ini .OPG Mempunyai pengaruh pada metabolisme tulang. sistem imun Nilai OPG rendah pada pasien PPOK.

monosit dan Tcell pada jaringan inflamasi Nilai MCD-4 meningkat pada pasien asma. dengan tingkat tertinggi pada eksaserbasi asma akut .MCD-4 Bertugas memanggil eosinofil.

Kesimpulan • Peradangan sistemik adalah salah satu fitur terpenting pada kasus PPOK • Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk informasi tentang perkembangan serta penanganan pada kasus PPOK .