You are on page 1of 24

Oktaviani Ahmad Zaki Asmuni Ahmad Zulkivar La Bonto

KELOMPOK 11 B1B1 10 09 B1B1 10 097 B1B1 10 109

Perusahaan yang gagal mengembangkan produk baru menghadapi resiko yang sangat besar. Produk mereka yang telah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi baru, siklus hidup produk yang lebih singkat, serta meningkatnya persaingan domestik dan luar negeri.

Kantor konsultan Booz, Allen n Hamilton telah mengindentifikasikan enam kategori produk baru, antara lain: Produk baru bagi dunia. Lini produk baru. Tambahan pada lini produk baru yang telah ada. Perbaikan dan revisi produk yang telah ada. Penentuan kembali posisi (repositioning). Pengurangan biaya.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Eksekutif level tinggi mungkin memaksakan gagasan favorit walau hasil riset pasar negatif. Ide itu bagus, tetapi perkiraan ukuran pasarnya terlalu berlebihan. Produk itu tidak dirancang dengan baik. Produk itu di posisikan secara keliru di pasar, tidak di iklankan secara efektif, atau terlalu mahal. Biaya pengembangan lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Pesaing membalas dengan lebih gencar daripada yang diperkirakan.

Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu. Pasar yang terbagi-bagi. Kendala sosial Pemerintah. Mahalnya proses pengembangan produk baru. Kekurangan modal. Waktu pengembangan yang lebih singkat. Siklus hidup produk yang lebih singkat.

Menganggarkan pengembangan produk baru. Mengorganisasikan pengembangan produk baru.

Manajemen senior harus memutuskan berapa banyak dana yang harus dianggarkan untuk pengembangan produk baru. Hasil-hasil litbang sangat tidak pasti sehingga sulit untuk menggunakan kriteria investasi normal. Beberapa perusahaan memecahkan masalah itu dengan mendukung dan membiayai sebanyak mungkin proyek, dengan harapan akan mendapatkan beberapa pemenang.

Perusahaan-perusahaan lain menetapkan anggaran litbang mereka dengan menetapkan persentase dari angka penjualan atau dengan membelanjakan sesuai dengan yang dibelanjakan oleh pesaing. Perusahaan yang lain memutuskan berapa banyak produk baru sukses yang mereka inginkan dan bekerja secara mundur untuk memperkirakan investasi litbang yang diperlukan.

Perusahaan menangani aspek organisasi untuk pengembangan produk baru dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah: 1. Manajer produk 2. Manajer produk baru 3. Komite produk baru 4. Departemen produk baru 5. Kelompok kerja produk baru

Lahirnya Gagasan Proses pengembangan produk baru berawal dari pencarian gagasan. Gagasan produk baru bisa berasal dari berbagai sumber: pelanggan, ilmuwan, pegawai, pesaing, saluran pemasaran dan manajemen puncak.

Dalam menyaring gagasan-gagasan, perusahaan harus menghindari dua jenis kesalahan: 1. Kesalahan-Buang (DROP-eror). 2. Kesalahan-Jalan (GO-eror).

Tujuan dari penyaringan adalah membuang gagasan yang buruk seawal mungkin.

PENGEMBANGAN DAN PENGUJIAN KONSEP Gagasan yang menarik harus disempurnakan menjadi konsep produk yang dapat diuji.
Pengembangan konsep Pengujian konsep Analisis gabungan

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN

Setelah tahap pengujian, manajer produkbaru harus mengembangkan rencana awal strategi pemasaran untuk memperkenalkan produk baru itu ke pasar.

Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan perilaku pasar sasaran; rencana penentuan posisi produk; serta penjualan, pangsa pasar, dan laba yang diharapkan dalam beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari strategi pemasaran mengikhtisarkan rencana harga produk itu, strategi distribusi, dan angggaran pemasaran untuk tahun pertama. Bagian ketiga dari rencana strategi pemasaran menjelaskan penjualan jangka panjang dan sasaran laba serta strategi bauran pemasaran selama jangka waktu itu

Setelah manajemen mengembangkan konsep produk dan strategi pemasaran, manajemen dapat mengevaluasi daya tarik bisnis dari proposal itu. Manajemen perlu mempersiapkan proyeksi penjualan, biaya dan laba untuk menentukan apakah semua itu memenuhi tujuan perusahaan. Memperkirakan penjualan total. Memperkirakan biaya dan laba.

PENGEMBANGAN PRODUK
Jika konsep produk dapat melewati pengujian bisnis, konsep itu akan berlanjut ke bagian litbang dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik. Hingga sekarang konsep itu hanya berupa penjelasan kata-kata, gambar, atau prototipe.

Ada berbagai teknik dalam pengujian preferensi konsumen, yaitu: Metode pengurutan peringkat (rank-order) Metode perbandingan berpasangan (paired comparison) Metode penentuan tingkat satuan (monadic-rating)

1.

2.
3.

1. Pengujian Pasar Barang Konsumen Berbagai metode utama pengujian pasar barang konsumsen, dari yang paling murah hingga yang paling mahal, antara lain: Penelitian gelombang-penjualan. Pengujian pasar dengan simulasi. Uji pemasaran yang terkendali (controlled test marketing). Uji Pasar.

2. Pengujian Pasar Barang Bisnis Barang bisnis juga dapat memperoleh manfaat dari pengujian pasar. Barang industri yang mahal dan teknologi baru biasanya melalui pengujian alpha (dalam perusahaan) dan pengujian beta (dengan pelanggan luar).

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan komersialisasi, antara lain: 1. Kapan (penentuan waktu) 2. Di mana (strategi geografis) 3. Kepada siapa (strategi pasar sasaran) 4. Bagaimana (strategi perkenalan pasar)

Tahap-Tahap Dalam Proses Pemasaran. Menurut pengamatan, penerima produk baru melalui lima tahap berikut: 1. Kesadaran (awareness) 2. Minat (interest) 3. Evaluasi (evaluation) 4. Percobaan (trial) 5. Penerimaan (adaption)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penerimaan 1. Kesiapan orang-orang untuk mencoba produk baru sangat berbeda 2. Pengaruh pribadi lebih berperan dalam penerimaan produk baru 3. Karakteristik inovasi mempengaruhi tingkat penerimaannya 4. Organisasi juga berbeda dalam kesiapan untuk menerima inovasi