You are on page 1of 2

1.

2. 3.

4.

PRO Polri, Pemerintah, dan Komisi III DPR membuat sistem kontrol yang jelas terhadap kinerja Densus 88. Selama ini praktis tidak ada kontrol terhadap kinerja Densus. Latar belakang dibentuknya densus 88 antiteror Keamanan dan kedaulatan bagi negara merupakan hal penting. Ketiadaan keamanan yang cukup akan menyebabkan kekacauan hidup. Demikian juga dengan kedaulatan negara. Eksistensinya dalam kancah kehidupan politik dunia dan melindungi rakyatnya merupakan perkara wajib. Negara yang tidak berdaulat pasti menjadi bulan-bulanan negara super power. Bahkan tidak bisa disebut negara jika tidak berdaulat. Lha wong namanya juga Teroris kok,ya lebih bagus ditembak di dor langsung di tempat,sebab Teroris itu mereka sudah "berani mati", bahkan jika dihampiri ditangkap dengan tangan kosong,mereka akan menembak duluan melawan dan bahkan menyalakan bom bunuh diri yang sering dibawa diikat di tubuh mereka. Dan pendapat ini,setuju bukan..? Atau ada pula pendapat ini,Densus kan sudah mantap dan tidak sembarang mengejar orang yang diduga teroris,aksi dar-der-dor di tempat adalah sebuah aksi lanjutan dari proses intelijen atau proses sebelumnya.Dan berbagai pertimbangan teknis lainnya. Dan masih banyak lagi pendapat yang lainnya,termasuk pendapat anda teman pembaca...?Ayo apa pendapat anda dengan ini..hehe..? Yang jelas,semoga pemberantasan jaringan teroris di bumi Indonesia ini diridloi Tuhan,karena Densus 88 adalah hakikatnya adalah wakil rakyat untuk membuat kondisi keamanan di negara kita kondusif dan baik. Mengenai teknis dan caranya mereka mengejar pelaku terorisme,kita berpikiran positif saja,yaitu mereka tidak bertindak secara amatir semoga mereka profesional dan selalu mendapat Lindungan Tuhan,pada hakikatnya mereka membasmi kejahatan.dan kita yang mendambakan kedamaian pasti

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

KONTRA anggota Densus yang cenderung menjadi algojo ketimbang sebagai aparat penegak hukum yang melumpuhkan tersangka untuk kemudian dibawa ke pengadilan. Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin ke Mabes Polri terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 Anti Teror di Poso, Sulteng harus disikapi secara serius. Selama ini tak ada pengawasan yang ketat terhadap Densus 88. "Laporan tersebut merupakan bukti bahwa kekerasan yang dilakukan oleh Densus 88 mulai bermunculan dan sebagai sebuah bentuk pelanggaran HAM serius Di sisi lain sikap parno sebagian masyarakat terhadap isu-isu terorisme seakan memberi legitimasi kepada Densus untuk berbuat apa pun. Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Sebab siapa pun di negeri ini, termasuk Densus 88 tidak boleh bersikap semena-mena IPW juga mendesak petugas Densus yang melakukan penyiksaan di Poso segera diadili karena melakukan tindak pidana penyiksaan. Jika tak ada kontrol yang lebih baik, IPW mendesak Densus 88 dibubarkan. Aksi-aksi terorisme meresahkan masyarakat dan merupakan pelanggaran hukum berat. Meski mendukung upaya pemberantasan teror, MUI memandang penanganan Densus 88 terlalu berlebihan dan sewenang-wenang. "Melihat sebagian penanganan terorisme oleh Densus 88 sangat berlebihan, arogansi kekuasaan dan tidak jarang bertentangan dengan prinsip-prinsip penegakan hukum," ujar ketua MUI KH Amidhan saat konferensi pers hasil rapat kerja nasional (Rakernas) MUI "Densus 88 terkadang langsung melakukan tembak mati terhadap terduga teroris yang tidak melakukan perlawanan," imbuh Amidhan. Amidhan menambahkan, MUI mendukung sepenuhnya kebijakan dan tindakan pemberantasan terorisme selama hal itu berdasarkan hukum, menjunjung HAM, dan menegakkan asas praduga tak bersalah. Hal yang patut dicatat adalah tujuan dari itu semua untuk terpeliharannya keselamatan

Selama ini yang ada pun pemerintah berlepas tanggung jawab dalam memberikan rasa aman bagi rakyat. Adapun upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran HAM oleh oknum Densus 88 tetap wajib ditegakkan sesuai dengan prinsip “equality before law”. Masih ada polisi. Ruang lingkup ini jelas bertentangan dengan definisi masyarakat. Tindakan yang dilakukan densus 88 juga dapat merupakan usaha penyelidikan secara preventif terhadap terduga teroris untuk mencegah aksi “gila” yang mungkin akan dilakukan terduga teroris tersebut.5. Dan Densus harus berani bertanggungjawab atas tindakan-tindakan exstra judicial killing selama menjalankan proyek kontra-terorismen . Di uu terorisme ga ada dibilang kalo untuk tp teroriisme ga pake asas praduga tak bersalah. 9. Densus harus professional dan mereka tidak perlu mengkait-kaitkan dengan agama dan kelompok tertentu. Masyarakat yang terdiri dari pemikiran. ya tindak saja karena islam pun tidak membenarkan hal itu. 13. perasaan. 10.yang mempertanyakan ke-profesionalan kerja Densus 88. 8. Kalau ada orang yang melakukan teror. Hal yang mengerikan saat ini terjadi adalah bentuk teror yang dilakukan pihak keamanan dengan mengatasnamakan penangkapan terorisme. menjadi perbaikan dalam pelaksanaan pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia tanpa menghancurkan badan antiteror yang masih dibutuhkan bagi keamanan masyarakat Indonesia. 11. Jadi menurut hemat saya. bangsa. Terlebih lagi dihadapkan dengan penanganan terorisme yang berisiko kematian terkhusus bagi aparat Densus 88. 6. 14. hal ini menunjukkan ketidak-profesionalan sebuah institusi penegak hukum. 7. ada baiknya wacana pembubaran Densus 88 dipikirkan lebih matang lagi bagi kelompok yang menyarankan dan “memaksa” pembubaran Densus 88 mengingat Densus 88 masih sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan terorisme di Indonesia. Terlepas dari kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Densus 88. efektifkan aja Selain dinilai sebagai bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu dengan dilanggarnya asas praduga tak bersalah. karena oknum aparat juga adalah manusia yang memiliki banyak kekurangan dan dapat khilaf. berarti kan masih sama dengan tindak pidana lain pada umunya “presumption of innocent” Bagaimana jika yang ditembak belum terbukti sebagai teroris atau salah sasaran ?. kesalahan. 12. Lagipula. ada baiknya kita melihat kinerja dan keberhasilan yang telah dilakukan oleh Densus 88 dalam usaha menangkap terduga teroris maupun teroris seperti Noerdin M top dkk. dan tentu saja sejuta pertanyaan lainnya. setuju.atau : Bagimana jika ada peluru nyasar yang mengenai ke warga biasa di sekitar TKP ?. kekhilafan dan kekeliruan yang dilakukan beberapa oknum aparat adalah suatu hal yang wajar. dan peraturan yang sama. Pertama.