You are on page 1of 20

MAKASSAR JATUH KE TANGAN VOC

PENGGANTI YANG LEMAH

ABAD 19

RAFFLES (1811-1816)
PAJAK TANAH

VAN DEN BOSCH (1830-1833)


TANAM PAKSA

PIETER MIJER (1866-1872)


POLITIK PINTU TERBUKA

Rakyat tergerak meningkatkan tarif kehidupannya. Rakyat bebas menanam tanaman Rakyat membayar sewa TRADISIONAL

BELUM SIAP

KEKURANGAN PEGAWAI

Seperlima dari tanah milik pemerintah Bebas dari pajak. Hasil tanaman diserahkan kepada pemerintah Kegagalan panen tanggung jawab pemerintah. Tenaga kerja 66 hari.

TEKANAN FISIK DAN MENTAL

GAGAL PANEN

UNDANG-UNDANG AGRARIA 1870 Masa ini dikenal dengan istilah Politik Pintu Terbuka atau Open Door Policy

MELINDUNGI HAK PETANI INVESTASI

Pemerintah Hindia Belanda membangun waduk-waduk, saluran irigasi, jalan ASING kereta api dan dermaga pelabuhan

Kerja Rodi Tahun 1885 harga-harga komoditas ekspor menurun Munculnya kritik-kritik yang tajam

ABAD 20

POLITIK ETIS

(a) ELS (Europese Lagere

School) khusus untuk anakanak Eropa dan HIS (Holands Inlandse School) untuk anak-anak pribumi
priyayi. (b) MULO (Meer Uitgebreid

Emigrasi
Irigasi

Edukasi

Lagere Onderwijk) yang dilanjutkan ke AMS (Algemeene Middelbare School) OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren),

Trias Politika Van Deventer

merupakan sekolah bagi para calon pegawai negeri, STOVIA (School Toot Opleiding van

Indische Artsen) untuk sekolah kedokteran, THS (Technische Hogere School) sebagai sekolah
tinggi tehnik

IDEOLOGI

PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris: nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

SEBAB

PELOPOR INDONESIA

Ekspansinisme Imperialisme Peperangan

Indische Partiij 1912

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Konstitusionalisme Kedaulatan rakyat

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.

Tokoh liberalisme John Locke, Voltaire, Montequieu, J.J. Rousseau. Sementara itu tokoh-tokoh liberalisme dalam bidang ekonomi adalah Adam Smith, David Ricardo, dan Robert Malthus.

Sosialisme ialah paham yang menghendaki suatu masyarakat dibentuk secara kolektif (oleh kita, untuk kita).

PELOPOR

Tujuannya menghilangkan pertentangan antar kelas, kelas buruh dan pemodal

Persatuan panIslamisme mengatasi berbagai perbedaan bahasa, budaya, atau etnis di kalangan muslim

PELOPOR
SI didirikan dengan tujuan mengembangkan jiwa dagang para anggotanya,memberikan bantuan kepada para anggota organisasi,memajukan pengajaran dan meluruskan pendapat-pendapat tentang islam.

PERHIMPUNAN INDONESIA

Tahun 1908, di Belanda dibentuk organisasi mahasiswa Indonesia bernama Indische Vereeniging (IV). Awalnya IV hanya bersifat sosial, tetapi kemudian berkembang ke arah politik. Pada Januari 1924, Indische Vereeniging berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Ideologi yang dikembangkan PI adalah kesatuan nasional, solidaritas, nonkoperasi, dan swadaya.

Majalah PI, yakni Indonesia Merdeka banyak disita pihak kepolisian

Indische Partij

Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara.Indische Partij merupakan satu-satunya organisasi pergerakan yang secara terang-terangan bergerak di bidang politik dan ingin mencapai Indonesia merdeka

Penangkapan terhadap ketiga tokoh Indische Partij dan diasingkan ke Belanda

PNI atau Partai Nasional Indonesia adalah partai politik tertua di Indonesia. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 [1] dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo.

1929 - PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno, Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja Propaganda PNI