You are on page 1of 34

Kuliah 3 :

Mekanika Kekuatan Material (MET 2304)


Ir. Bambang Wahyu Sidharta, M.Eng.
bwahyusidharta@yahoo.co.id
Stress Strain Diagram
08/12/2013 MET 2304 2
Sifat mekanis dari material ditentukan dari hasil pengujian spesimen
material.
Untuk mendapatkan hasil pengujian yang dapat dibandingkan dengan
mudah, maka dimensi dari spesimen dan metode penggunaan beban yang
dipakai telah distandarisasi.
Standar yang digunakan dalam pengujian ini diantaranya adalah ASTM
(American Society for Testing and Materials) dan JIS (Japan Industrial
Standards).
Specimen dideformasi/ditarik hingga patah,
dengan memberikan beban tarik sepanjang
sumbu panjang specimen, penambahan beban
tarik (tensile load) dilakukan secara gradual.
Pengujian dilakukan untuk material logam
maupun non logam.
Pengujian Tarik (Tension Test/Tensile Test)
08/12/2013 3 MET 2304
08/12/2013 MET 2304 4
Tension Test/Tensile Test
08/12/2013 5 MET 2304
Hasil dari uji tarik :
Output yang utama dari uji tarik adalah kurva beban
(load) vs. perpanjangan (elongation) dari specimen,
yang dicatat menggunakan load cell dan extensometer.
Dengan kurva ini kemudian dapat ditentukan dua jenis
kurva stress-strain :
Engineering stress-strain.
True stress-strain.
08/12/2013 6 MET 2304
08/12/2013 MET 2304 7
Kurva Stress-Strain

Kurva stress-strain ini
dihasilkan dari uji
tarik.


0
0
0
strain g Engineerin
stress g Engineerin
l
l l
A
F

= =
= =
c
o
) ln( ) ln( strain True
stress True
'
0
0
'
'
'
0
A
A
l
l
l
dl
A
F
l
l
t
t
= = = =
= =
}
c
o
Load Gaya yang diberikan pada material selama pengujian.
Strain gage or Extensometer Alat yang digunakan untuk
mengukur perubahan panjang dan juga regangan.
Glass temperature (Tg) Temperatur rendah dimana material
yang ulet (ductile material) menjadi rapuh.
Engineering stress Beban atau gaya yang digunakan , dibagi
dengan luas penampang dari material.
Engineering strain Jumlah deformasi material per unit panjang
pada pengujian tarik.
Istilah yang digunakan pada diagram
stress-strain.
08/12/2013 8 MET 2304
Engineering Stress and Strain:
Engineering stress (oe) didefinisikan sebagai
perbandingan dari beban (P) atau gaya (F) dan luas
penampang awal (Ao).
Engineering strain () didefinisikan sebagai
perbandingan dari perubahan panjang (l
1
-l
o
) dan
panjang awal (l
o
).
( )
e
o
F P
A
o =
1
100%
o
o o
l l l
x
l l
c
A
= =
Stress (
e
) mempunyai satuan MPa atau psi
Strain () tidak mempunyai satuan, biasanya dalam (%)
08/12/2013 9 MET 2304
Kurva Stress Strain Engineering :
Kurva engineering stress-strain
(o
e
- ) diperoleh dari kurva load-
elongation .

Yield point (titik luluh), dinamakan
juga sebagai yield strength (Y),
menandakan awal dari daerah
plastis. region.
08/12/2013 10 MET 2304
Kurva stress-strain
menggambarkan sifat
deformasi elastis dan
plastis, batas proporsional
P dan yield strength
y
,
yang mana
menentukannya dengan
menggunakan metode
offset strain 0,2% (0,002
strain). P adalah transisi
perubahan dari elastis ke
platis secara bertahap
(gradual).
08/12/2013 11 MET 2304
F
o
bonds
stretch
return to
initial
Elastic means reversible.
Deformasi Elastis
1. Initial 2. Small load 3. Unload
08/12/2013 12 MET 2304
Perbandingan sifat elastisitas antara baja dan aluminium
08/12/2013 13 MET 2304
F
o
linear
elastic
linear
elastic
o
plastic
Plastic means permanent.
Deformasi Plastis (Logam)
1. Initial 2. Small load
3. Unload
08/12/2013 14 MET 2304
Dari perspektif atom, deformasi plastis berhubungan
dengan rusaknya ikatan atom yang ada dengan atom
sekelilingnya dan yang kemudian akan membentuk
ikatan atom yang baru dengan atom sekelilingnya.
Setelah stress dihilangkan, atom-atom yang telah
direlokasi/dipindahkan, tidak akan kembali ke posisi
semula.
Yield strength adalah nilai dari ketahanan terhadap
deformasi plastis.
Deformasi Plastis
08/12/2013 15 MET 2304
08/12/2013 MET 2304 16
Elastic
Region
Plastic
Region
ultimate
tensile
strength

yield
strength

Strain
Hardening
necking
Fracture
Elastic region
slope=Youngs(elastic) modulus
yield strength
Plastic region
ultimate tensile strength
strain hardening
fracture
Strain ( ) (e/Lo)
1 2
y


E

=
E =

E =
UTS
o
y
o
1
2
3
4
5
Stress-Strain Diagram
08/12/2013 MET 2304 17
Stress-Strain Diagram (contd)
Elastic Region/Daerah Elastis (Point 1 2)
- Material akan kembali kebentuk semula setelah beban
dihilangkan.
- Stress pada daerah ini proporsional linear dengan strain.
E o c =
atau
E
o
c
=
: Stress (psi)
E : Modulus Elastisitas (Modulus Youngs)
(GPa atau psi)
: Strain (in/in)
- Point 2 : Yield Strength : suatu titik dimana perubahan permanen
terjadi.( Jika titik ini dilewati, maka material tidak akan kembali ke
panjang semula.)
E=modulus of elasticity or
Youngs modulus (GPa or psi)
for metals E=45-407 GPa.
for polymers E=0.007-4 GPa

08/12/2013 MET 2304 18
E adalah ukuran kekakuan bahan atau ketahanan material terhadap deformasi elastis.
Makin besar nilai modulus, material makin kaku , atau makin kecil regangan yang terjadi
akibat adanya stress yang diberikan.
Deformasi elastis bersifat non permanen atau reversible.
Linear elastic deformation
Non-linear elastic deformation
08/12/2013 MET 2304 19
E for ceramic materials are higher than for
metals
E for polymers are lower than for metals.
A compressive, shear, and torsional stresses
presents a elastic behavior.
= G
G = shear modulus
08/12/2013 MET 2304 20
Untuk material seperti gray cast iron (besi tuang kelabu),
concrete (beton) dan beberapa polymer, awal bagian elastis
pada kurva stress-strain, tidak linear.
08/12/2013 MET 2304 21
Stress-Strain Diagram (contd)
Strain Hardening
- Jika material kembali diberi beban dari titik 4, kurva akan
menyerupai Modulus Elastisitas (slope) ke titik 3.
- Pada point 4 sekarang material mempunyai yield strength yang
lebih tinggi.
- Bertambahnya yield strength karena regangan material yang
permanen disebut Strain Hardening.
08/12/2013 MET 2304 22
Tensile Strength (Point 3)
- Nilai stress terbesar pada diagram dinamakan
Tensile Strength (TS) atau Ultimate Tensile Strength
(UTS)
- Titik ini merupakan stress maksimum dimana material tetap
bertahan tanpa material menjadi patah.
Fracture (Point 5)
- Jika material ditarik melewati Point 3, stress akan berkurang
menjadi necking dan akan terjadi deformasi yang tidak seragam.
- Akhirnya akan terjadi patah pada Point 5.
Stress-Strain Diagram (cont)
08/12/2013 MET 2304 23
Tensile properties of Metals:
1) Yielding and yield strength
Kebanyakan struktur yang dibuat, memastikan bahwa hanya deformasi elastis saja yang
terjadi ketika stress diaplikasikan. Oleh karena itu sangatlah berguna mengetahui
level stress dimana deformasi plastis mulai terjadi atau ketika terjadi mulur pada
material.
08/12/2013 MET 2304 24
2) Tensile strength:
M adalah stress pada
titik maksimum dari
kurva stress-strain.
F adalah titik patah
Tensile strength bervariasi antara 50 MPa
hingga 3000 MPa.
08/12/2013 MET 2304 25
3) Ductility: adalah besaran
dari tingkat deformasi plastis
yang dihasilkan ketika patah.
Material yang mengalami
deformasi plastis yang sangat
kecil atau bahkan tidak
mengalaminya sebelum patah
dikenal sebagai material yang
rapuh (brittle).
Ductility adalah persen elongation atau persen reduksi area :
0
0
% 100
f
l l
EL x
l
| |
=
|
\ .
0
0
% 100
f
A A
RA x
A
| |
=
|
\ .
Dimana :
l
f
adalah panjang specimen ketika patah.
A
f
adalah luas penampang ketika patah.
08/12/2013 MET 2304 26
%AR > %EL terjadi jika terbentuk rongga pada neck.
08/12/2013 MET 2304 27
4) Toughness: adalah istilah mekanis, yaitu ukuran kemampuan dari
material untuk menyerap energi hingga patah.
Untuk kondisi beban dinamis dan ketika ada takik/notch, ketangguhan takik
harus diperhitungkan. Fracture toughness adalah ketahanan material
terhadap patah ketika ada takik pada material tersebut. Fracture Toughness
dinyatakan sebagai K
I C
.
Untuk situasi laju strain yang lambat, daerah di bawah kurva o-c hingga titik
patah berhubungan dengan ketangguhan.
Untuk material yang tangguh, harus memperlihatkan baik strength/kekuatan
dan keuletan, dan biasanya material yang ulet lebih tangguh dibandingkan
dengan material yang rapuh.
Toughness
08/12/2013 MET 2304 28
Poisson's ratio:
metals: ~ 0.33
ceramics: ~0.25
polymers: ~0.40
Linear Elastic Properties
Hooke's Law:
o = E c
v = c
x
/c
y

Units:
E: [GPa] or [psi]
: dimensionless
08/12/2013 MET 2304 29
= E .
Hukum HOOKE :
E = /
Dimana :
E = modulus Young atau modulus elastisitas [GPa] atau [psi]
= tegangan tarik
= regangan
=
x
/
y
= regangan lateral/regangan aksial
Angka POISSON (POISSONS Ratio) :
08/12/2013 MET 2304 30
Contoh Soal 1 :
Jika material pada batang mengalami elastis linear dan tegangan tariknya
25.000 psi, serta regangan tariknya 0,005 ; berapa modulus elastisitas dari
material ?
Penyelesaian :
08/12/2013 MET 2304 31
Jika kita substitusikan rumus untuk stress dan strain ke
Hukum Hooke, maka akan kita dapatkan :
08/12/2013 MET 2304 32
Contoh 2 :
Tentukan luas penampang kabel baja sepanjang 100 foot yang men-
support gaya tarik sebesar 25.000 lbs dimana tidak boleh melebihi
tegangan tarik yang diijinkan sebesar 40.000 psi atau perpanjangan
maksimum 0,1 ft. Asumsikan modulus elastisitas dari baja adalah E =
29.000.000 psi.
Penyelesaian :
08/12/2013 MET 2304 33
Luas penampang maksimum adalah :
08/12/2013 MET 2304 34
Selesai