You are on page 1of 4

Perkembangan dan anomaly gigi

Pendahuluan Bentuk gigi susu pada kripta gigi yang muncul dari deretan sel epitel tergabung pada setiap pembentukan rahang. Mulai minggu ke-12 kehidupan janin dari setiap deretan epitel tersebut (lamina dentalis) mempunyai 5 daerah pertumbuhan cepat pada masing-masing sisi maksila dan mandibula, tampak sebagai pembesaran yang bundar, menyerupai pucuk. Pengaturan mesenkim yang berdekatan terjadi pada masing-masing daerah pertumbuhan epitel dan 2 elemennya bersama-sama mulai membentuk gigi. Gigi tetap terbentuk dalam 2 kelompok. Setelah pembentukan kripta susu, generasi benih-benih gigi yang lain terbentuk disebelah lingual dari masing-masing sisi gigi insisivus tetap, gigi kaninus, dan premolar, yang akan tumbuh pada sisi gigi susu sebelumnya. Proses ini kira-kira terjadi sejak umur kehamilan 5 bulan untuk gigi insisivus tengah, sampai bayi berumur sekitar 10 bulan untuk gigi premolar kedua. Sebaliknya, gigi molar tetap, tumbuh dari perluasan lamina dentalis kea rah belakang, di belakang molar susu kedua. Pembesaran yang menyerupai pucuk membentuk berturut-turut untuk molar tetap pertama, kedua dan ketiga pada sekitar kehamilan 4 bulan, umur 1 tahun, dan umur 4-5 tahun. Histodiferensiasi-Morfodiferensiasi. Karena epitel benih gigi berproliferasi, permukaan yang lebih dalam terinvaginasi, dan massa mesenkim sebagian menjadi tertutup. Mulaidengan mahkota, sel epitel mengambil bentuk gambaran gigi, meletakkan matriks organic untuk kalsifikasi dentin, pembuluh darah, syaraf, dan saluran limfe (pulpa gigi, gigi yang sudah matang) disendirikan di dalam mesenkim bagian tengah benih gigi yang cekung. Kalsifikasi. Pengendapan Kristal mineral anorganik email matang dan dentin yang matang terjadi setelah matriks organic telah diletakkan dari bebrapa tempat kalsifikasi yang kemudian bersatu. Karakteristik bagian anorganik dari gigi dapat diubah oleh (1) gangguan pembentukan matriks 92) pengurangan penyediaan 1 atau lebih mineral yang terlibat, atau (3) bergabungnya material asing. Gangguan demikian dapat mempengaruhi warna, anyaman atau ketebalan permukaan gigi Erupsi. Pada saat gigi membentuk benih, tiap-tiap gigi mulai terus menerus bergerak keluar berhubungan dengan tulang. Waktu erupsi tetap pada gigi manusia, dan waktu erupsi serta pergantian gigi susu, tertera pada table 11-6. Gigi mandibula biasanya erupsi sebelum gigi maksila, dan pada wanita umumnya muncul lebih awal daripada laki-laki.

Perubahan warna pada gigi dapat diakibatkan dari penggabungan substansi asing pada pembentukan email. Hiperbilirubinemia neonates dapat menyebabkan perubahan warna biru menjadi hitam pada gigi susu, mulai pada garis neonates; ujung-ujung gigi molar pertama juga dapat terkena . Porfiria dapat menyebabkan perubahan warna menjadi merah-coklat. Tetrasiklin tergabung secara luas ke dalam

dan bila diberikan selama masa pembentukan email dapat menyebabkan perubahan warna menjadi coklat-kekuningan dan hipoplasia enamel. insisi gusi jarang dilakukan. hipotiroidisme. Kehilangan gigi susu pendahulu pada saat yang masih dini merupakan penyebab tersering terjadinya erupsi gigi premature. Ada sedikit bukti bahwa gangguan sistemik. kista atau gigi susu yang tertinggal. dan air liur dapat sangat meningkat. seperti demam. . Kegagalan pertumbuhan satu atau sekelompok kecil gigi dapat berasal dari penyebab local seperti malposisi gigi. gigi tambahan. Gigi yang demikian tampak berfluoresensi di bawah sinar ultraviolet. atau diare ringan dapat disebabkan karena tumbuhnya gigi. maka harus dipikirkan kemungkinan adanya pubertas prekoks atau hipertiroidisme. Masa-masa penuh resiko adalah dari sekitar umur kehamilan 4 bulan sampai bayi berumur 10 bulan untuk gigi susu. Email terbentuk lengkap pada umur 8 tahun. rakitis. dan bayi dari sekitar umur 4 bulan sampai umur 16 tahun untuk gigi tetap. Jika seluruh pertumbuhan gigi terjadi lebih awal. Karena gigi masuk ke dalam gusi. benda keras yang diberikan untuk digigit oleh anak biasanya memberikan rasa enak. tetrasiklin jangan diberikan pada wanita hamil atau pada anak-anak sebelum umur 8 tahun. oleh karenanya. osteodistrofi Albright. Anak dapat menjadi rewel. maka kadangkala terjadi radang dan sensitivitas 9tumbuhnya gigi=teething). Erupsi gigi yang terlambat pada semua gigi dapat menunjukkan adanya gangguan sistemik atau malnutirisi seperti hipopituitarisme. Pengulangan dan perpanjangan terapi dengan tetrasiklin mempunyai resiko paling tinggi. trisomi-21. disostosis kleidokranial. progeria. dipandang dari umur dan jenis kelaminnya. inkontinensiapigmenti. dan sindrom multiple. Benda tumpul.tulang dan gigi-gigi. ruam pada muka.

mencari penyebab. leher. Umumnya rasa nyeri atau tidak nyaman itu akan mereda dalam beberapa hari. Pemberian makanan selingan yang dingin dan menyegarkan seperti yoghurt. Biasanya anak memang lebih rewel. Waktu erupsi gigi bervariasi pada setiap anak. kemerahan pada tubuh. anak merasakan ketidaknyamanan pada gusi hingga memasukkan benda ataupun mainan yang terkontaminasi kuman ke mulutnya. Penggunaan biskuit bayi diperbolehkan selama tidak berlebihan karena bagaimana pun kita harus mempertimbangkan kandungan gula di dalamnya. Di dalam tubuh. dengan kata lain tidak melebihi 37. hingga diare maupun masalah kesehatan lain. pipi. pertumbuhan gigi semata tidak akan membuat bayi menjadi tidak sehat. jus diharapkan dapat mengembalikan selera makan dan meredakan peradangan di gusi. umumnya di sekitar usia 6 bulan. diare. Episode demam. Pada periode ini. Kadang kala gusi memerah dan sedikit bengkak pada area erupsi gigi. Bisa jadi. . bisa lebih cepat atau lebih lambat. dan sejenisnya jelas tidak berhubungan. disertai dengan keluarnya saliva (air ludah) yang lebih banyak. Kesimpulannya. Anda perlu berwaspada. Anak-anak mungkin saja mengalami kenaikan suhu tubuh dalam periode erupsi gigi. Namun. cenderung ingin mengunyah dengan memasukkan jari atau pun barang-barang yang dapat ia raup ke dalam mulut. diare. kuman tersebut akan mencetuskan infeksi yang berujung pada gejala konstitusi seperti demam. Ada beberapa langkah yang mungkin dapat meringankan kegelisahan si kecil menjelang pertumbuhan gigi. Ironis karena sesungguhnya pertumbuhan gigi hanyalah proses perkembangan normal pada seorang anak yang tidak menyebabkan nyeri atau hanya akan disertai dengan rasa tidak nyaman. dan berhenti menyalahkan proses pertumbuhan gigi apabila bayi Anda tampak benar-benar sakit. sebagian bayi akan kehilangan selera makan. semisal wortel atau apel agar tidak tersedak. Gejala dan tanda yang ditunjukkan pun bervariasi.Tidak sedikit orang tua yang menuduh pertumbuhan gigi bayi sebagai pembawa masalah. periode pertumbuhan gigi pada bayi seringkali dihubungkan dengan demam. Saliva yang berlebihan mungkin dapat menyebabkan kulit di sekitar mulut. Apabila sangat mengganggu penggunaan gel analgetik topikal atau sistemik mungkin dapat dipertimbangkan oleh tenaga medis. mungkin hanya koinsiden semata. Pastikan ia tidak memasukkan barang-barang yang kotor ke mulut.50 Celcius. bahkan dada menjadi kemerahan. Pasalnya. tidak ada literatur yang menjelaskan bahwa proses erupsi (pertumbuhan) gigi merupakan penyebab langsung gejala-gejala tersebut. kenaikan suhu ini tidak sampai demam. Nyatanya. orang tua dapat memberikan teething ring yang didesain khusus atau kain yang memang dipastikan bersih guna memenuhi hasrat mengunyah si kecil. Pijatan lembut selama 1-2 menit dengan menggunakan jari Anda yang telah dicuci bersih pada area gusi yang membengkak juga dapat membantu. Jangan sekali-kali memberikan makanan keras untuk digigit-gigit.