DEFINISI KREATIFITAS 1. Menurut Poerwodarminto (2002:1063) sikap adalah perilaku; gerak-gerik.

Kreatif adalah memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan, bersifat (mengandung) daya cipta (Poerwodarminto, 2002:599). Sikap kreatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku yang memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan atau mengungkapkan gagasan-gagasan baru dalam memahami suatu konsep matematika atau kemampuan mengungkapkan gagasan-gagasan baru dalam menyelesaikan suatu masalah matematika. 2. Menurut Chaiken dan Stangor (1987) dalam Zakaria, (2006: 1), sikap itu terdiri dari tiga komponen yakni komponen afektif, komponen kognitif, dan komponen konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan yang menjadi pegangan seseorang. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk bertingkah laku atau berbuat dengan cara-cara tertentu terhadap sesuatu objek. 3. Kreativitas pada intinya merupakan kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya (Munandar, 2004:25).

Beberapa definisi tentang kreativitas berdasarkan 4P menurut munandar (2004:20) 1. Definisi Pribadi. Tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Dimensi kepribadian atau motivasi meliputi ciri-ciri seperti fleksibilitas, toleransi terhadap kedwiartian, dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam menghadapi rintangan, dan pengambilan risiko yang moderat. 2. Definisi Proses. Definisi proses yang terkenal adalah definisi Torrance (1988) tentang kreativitas yang pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah. Adapun langkah-langkah proses kreatif menurut wallas (1926) yang sampai sekarang masih banyak diterapkan dalam pengembangan kreativitas meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. 3. Definisi Produk. Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan orisinalitas, seperti definisi barron (1969) yang menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1926) ’kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial.’ 4. Definisi ”Press”. Kategori keempat dari definisi dan pendekatan terhadap kreativitas menekankan faktor ”Press” atau dorongan, baik dorongan internal (dari diri sendiri berupa keinginan dan hasratuntuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif) maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis.

Sumber : http://karyailmiah-ardhiprabowo.blogspot.com/2011/12/kreatif-definisi-menurut-beberapaahli.html

diantaranya. • Faktor Genetik • Adanya ketebukaan dalam keluarga • Adanya kebebasan psikologis • Kehidupan yang sering berpindah-pindah • Tersedianya fasilitas yang memadai untuk mengembangkan bakat • Keberanian untuk mengambil resiko USAHA USAHA GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS REMAJA. yaitu: • Bersifat mengasuh/membimbing • Suka bersifat informal • Memiliki persiapan mengajar yang matang • Tidak terikat pada buku pelajaran saja . Menurut Clark (1979) dan Rogers yang dikutip dari Munandar (2004) untuk mengembangkan kreativitas (dalam mengajar) perlu menciptakan rasa aman dan kebebasan psikologis. • Keterbukaan terhadap pengalaman • Kemampuan untuk menilai situasi dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation) • Kemampuan untuk bereksperimen. Untuk itu pendidik perlu mengusahakan: • Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala k elebihan dan keterbatasannya • Menghindarkan adanya suasana yang bersifat mengancam • Memberikan empati terhadap persoalan yang dihadapi anak • Memberikan kebebasan untuk berpendapat.CIRI CIRI ORANG KREATIF Individu yang memiliki potensi kreativitas yang tinggi menunjukkan sikap dan perilaku yang kadangkadang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. 2. permissiveness (memaklumi) terhadap pemikiran anak Menurut david Campbel (dalam Mangunhardjono. • Suka humor. Para ahli seperti Torrance dan Dembo (979). Conny Semiawan (1984). tidak kaku dan tidak tegang dalam bekerja. • Suka pada pekerjaan yang menantang • Cukup kuat memusatkan perhatian • Suka mengemukakan ide-ide baru dan bersifat imajinatif • Lebih sensitif terhadap keadaan orang lain • Tidak banyak terikat pada kelompknya • Mampu memunculkan ide-ide yang aneh • Terbuka terhadap ide/penemuan baru • Fleksibel/tidak kaku • Memiliki konsep diri positif FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KREATIVITAS David Champbel (dalam Mangunhardjono. Utami Munandar (2004). 1986) guru harusnya memiliki kebiasaan berikut untuk mengembangkan kreativitas anak. Siegelman (1973) mengemukakan beberapa ciri-ciri orang kreatif. Cohen (1976). Menurut Rogers (dalam Utamu Munandar. Kekhasan atau ciri-ciri individu tersebut menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut: 1. 1986) menjelaskan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas yaitu. untuk bermain dengan konsep-konsep. 2004) ada tiga kondisi pribadi kreatif.

blogspot.com/2011/04/kreativitas.• Terbuka terhadap pendapat yang berlawanan • Suka memberikan penguatan (reinforcement) bila ada siswa yang kreatif • Tidak terlalu pasti Sumber : http://konselorindonesia.html .