You are on page 1of 17

Mengukur Komponen

1. Mengukur ResistorResistor adalah suatu rangkaian elektronika. Fungsi utamanya listrik. Fungsi lainnya sebagai resistor

Mengukur Komponen 1. Mengukur Resistor Resistor adalah suatu rangkaian elektronika. Fungsi utamanya listrik. Fungsi lainnya sebagai

komponen yang banyak dipakai di dalam adalah membatasi (restrict) aliran arus (R) pembagi tegangan (voltage divider),

yang menghasilkan tegangan panjar maju (forward bias) dan tegangan panjar mundur (reverse bias), sebagai pembangkit potensial (output) vo, dan potensial merujuk pada hukum Ohm : I = V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil arus (I) yang dapat mengalir. Besar kecilnya nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh resistor dapat

dihitung dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan resistor. Mengikuti gambar di bawah ini:

Mengukur Komponen 1. Mengukur Resistor Resistor adalah suatu rangkaian elektronika. Fungsi utamanya listrik. Fungsi lainnya sebagai

Jika

pita

pertama

berwarna kuning, pita kedua berwarna ungu, pita ketiga berwarna coklat, pita keempat berwarna emas, nilai satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470 dengan toleransi 5%. Harap diingat, warna kuning menunjukkan angka 4, warna ungu menunjukkan angka 7, warna coklat menunjukkan angka 1, dengan demikian faktor pengali = 101, jika pita ketiga berwarna merah, faktor pengali = 102, demikian seterusnya. (Lihat kembali modul tentang komponen elektronika). Untuk lebih jelas, pelajari gambar di bawah ini, (di download dari situs/website www.diyguitarist.com)

Mengukur Komponen 1. Mengukur Resistor Resistor adalah suatu rangkaian elektronika. Fungsi utamanya listrik. Fungsi lainnya sebagai

Cara lain

untuk

mengetahui

besarnya

nilai

satuan

Ohm

sebuah resistor adalah

mengukurnya

dengan

Multimeter. Perhatikan gambar di bawah ini. Saklar jangkauan ukur

pada

posisi

Ω,

batas

ukur

(range)

berada

pada

posisi

x1,

x10

atau kΩ.

 

Gambar. Megukur Resistor

2. Mengukur Variabel ResistorVariabel resistor adalah resistor yang dapat berubah nilai satuan Ohm-nya dengan cara memutar-mutar tuas pemutar atau sekrup yang menggerakkan kontak geser/penyapu (wiper) yang terdapat di dalam resistor tersebut. Lihat gambar di bawah ini

Variabel resistor memiliki

yang

tuas

pemutar

biasanya disebut

potensiometer

(potentiometer),

dan yang memiliki sekrup pengatur disebut preset atau trimpot. Mengukur nilai satuan Ohm dari variabel resistor dengan Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ, sesuai kebutuhan.

Gambar. Mengukur Variabel Resistor 3. Mengukur Resistor Peka Cahaya/LDRResi stor Peka Cahaya/Light Dependence Resistor (LDR) adalah
Gambar.
Mengukur
Variabel
Resistor
3.
Mengukur
Resistor
Peka
Cahaya/LDRResi
stor Peka
Cahaya/Light
Dependence
Resistor (LDR)
adalah sebuah resistor yang berfungsi sebagai input transducer (sensor) dimana nilai
satuan Ohm-nya dipengaruhi oleh cahaya yang jatuh di permukaan LDR tersebut.
Mengukur nilai satuan Ohm dari LDR dengan menggunakan Multimeter adalah seperti
yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas
ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ, sesuai kebutuhan.
Gambar. Mengukur Light Dependence Resistor (LDR) Sebagai acuan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR =

Gambar. Mengukur Light Dependence Resistor (LDR)

Sebagai

acuan,

ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR = 1MΩ (1 Mega

Ohm/1000.000Ω).

Ditempat terang nilai satuan Ohm dari LDR = 100Ω.

  • 4. Mengukur

ThemistorThermistor

Gambar. Mengukur Light Dependence Resistor (LDR) Sebagai acuan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR =

sebuah resistor yang dirancang khusus terbagi dalam dua jenis. Pertama, yang

(Thermally sensitive resistor) adalah untuk peka terhadap suhu. Thermistor disebut dengan Negative Temperature

Coefficient Resistor (NTCR), jika mendapat panas, nilai satuan Ohm-nya berkurang, misal pada suhu 250 C nilai satuan Ohm-nya = 47 kilo Ohm (47kΩ). Kedua, yang disebut dengan Positive Temperature Coefficient Resistor (PTCR), jika mendapat panas, nilai satuan Ohm-nya bertambah. Mengukur nilai satuan Ohm dari thermistor dengan menggunakan. Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Gambar. Mengukur Thermistor

5.

Mengukur

KapasitorKapasitor adalah komponen elektronik yang dirancang untuk dapat menyimpan dan membuang

Tegangan Arus Listrik Searah

(Direct

Current

Voltage/DCV). Kapasitor terbagi dalam dua jenis. Pertama, kapasitor yang memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Dalam teknik elektronika disebut kapasitor polar (polarised capacitor). Kedua, kapasitor yang tidak memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Disebut kapasitor non polar (unpolarised capacitor). Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengukur kapasitor polar adalah ; a. Kabel penyidik (probes) positip (+) yang berwarna merah diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda positip (+). b. Kabel penyidik (probes) negatip (-) yang berwarna hitam diletakkan pada kaki

kapasitor yang bertanda negatip (-). c. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ, sesuai kebutuhan. d. Untuk kapasitor non polar (unpolarised) kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor. Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Mengukur Kapasitor

6. Mengukur TransistorTransistor adalah komponen elektronik yang dirancang sebagai penguat arus, karenanya transistor disebut juga piranti (device) yang menangani arus (current handling device). Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Transistor

Dilihat dari tipenya, transistor terbagi dua, yaitu tipe PNP (Positip- Negatip-Positip) dan tipe NPN (Negatip-Positip-Negatip). Saluran masuk (leads) ke transistor (lazimnya disebut kaki transistor) dinamai dengan : Basis (Base), Kolektor (Collector), dan Emitor

(Emitter). Transistor pada dasarnya adalah dua buah dioda yang disambung secara berbalikan. Dioda yang pertama dibentuk oleh Emitor-Basis, dioda yang kedua dibentuk oleh Basis- Kolektor. Pada transistor tipe PNP, Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai Anoda (+) terhadap Basis, sementara Basis berfungsi sebagai Katoda (-) terhadap Emitor dan Emitor. Pada transistor tipe NPN, Basis berfungsi sebagai Anoda (+) terhadap Emitor dan Kolektor, sementara Emitor dan Kolektor berfungsi sebagai Katoda (-) terhadap Basis. Cermati gambar di bawani ini dengan seksama.

Gambar. Konfigurasi dan Simbol Transistor

kapasitor yang bertanda negatip (-). c. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) berada

Konsep dioda pada transistor penting untuk dipahami dengan baik, karena erat kaitannya dengan penggunaan Multimeter dalam mengukur nilai satuan Ohm dari transistor (baca kembali uraian materi tentang baterai pada Multimeter). Hal yang perlu diingat ketika mengukur transistor dengan Multimeter adalah :

  • a. Pada transistor tipe PNP kabel penyidik (probes) warna merah (+) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor dan Kolektor.

  • b. Pada transistor tipe NPN kabel penyidik (probes) warna hitam (-) selalu diletakkan pada kaki Basis, kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan secara bergantian di kaki Emitor dan Kolektor.

  • c. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi Ohm (Ω) dan batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10, atau x1kΩ, sesuai kebutuhan. Lihat gambar di bawah ini.

ini.

Gambar. Pengukuran Transistor

Kaki-kaki Emitor, Basis, dan Kolektor dari transistor dapat ditentukan dengan tiga cara:

a. Dengan melihat tanda pada badan (case) transistor. Beberapa pabrik transistor membuat bulatan warna hitam atau tanda lingkaran di atas kaki kolektor dari transistor yang berbentuk silinder. Lihat gambar di bawah

  • b. Dengan menggunakan katalog transistor yang dikeluarkanoleh pabrik

pembuat transistor.

  • c. Dengan melihat sirip kecil yang menonjol keluar dari badan transistor. Lihat kembali gambar transistor.

  • d. Dengan menggunakan Multimeter.

  • e. Untuk transistor daya (power transistors) badan transistor berfungsi sebagai kolektor. Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Kaki-kaki Transistor Dilihat Dari Bawah

7. Mengukur DiodaDioda adalah

komponen elektronik yang memiliki dua elektroda yaitu; (1) Anoda (a), dan (2) Katoda (k). Mengikuti anak panah pada simbol diode pada gambar di

Konsep dioda pada transistor penting untuk dipahami dengan baik, karena erat kaitannya dengan penggunaan Multimeter dalam

bawah ini arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda. Arus listrik tidak akan mengalir dari Katoda ke Anoda. Hal yang perlu diingat ketika mengukur dioda dengan Multimeter adalah :

Gambar. Simbol Dioda

bawah ini arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda. Arus listrik tidak
  • a. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Anoda, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda.

  • b. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ohm (Ω) dan batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau x1kΩ, sesuai kebutuhan. Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Pengukuran Dioda

8.

Mengukur

TransformatorTransformator

adalah

komponen

elektronik

yang

dirancang

untuk

dapat

memindahkan

Tegangan

Arus

Listrik

Bolak

Balik/Alternating

Current

Voltage

(ACV)

dari

bawah ini arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda. Arus listrik tidak

gulungan primer (P) ke gulungan skunder (S) tanpa ada hubungan langsung antara kedua gulungan tersebut. Lihat gambar gambar di bawah ini.

bawah ini arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda. Arus listrik tidak
 

Gambar.

Transformator

Sebuah

transformator

 

masih

baik

dan

dapat

digunakan,

atau

sudah

rusak

dapat

dibuktikan

dengan

cara

mengukurnya

dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur transformator adalah :

  • a. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan primer.

  • b. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan skunder.

  • c. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik terminal primer dan skunder.

  • d. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ sesuai kebutuhan. Lihat gambar di bawah ini.

Catatan : Langkah pengukuran tranformator ini berlaku untuk semua jenis transformator yang digunakan pada catu daya, maupun penguat audio/radio.

dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur transformator adalah : a. Kedua

Gambar. Mengukur Transformator

9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding)Gulungan atau Coil atau winding adalah komponen elektronik yang dirancang khusus untuk menghasilkan induksi maknit. Jika gulungan kawat dialiri arus, pada gulungan tersebut akan dihasilkan induksi maknit. Dalam teknik elektronika, gulungan atau coil ini diterapkan di dalam pembuatan transformator dalam bentuk gulungan primer (P) dan skunder (S), namun ada juga yang dibuat terpisah untuk keperluan khusus. Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Berbagai Jenis Gulungan
Gambar.
Berbagai
Jenis
Gulungan

(Coil/Winding) Untuk Berbagai Keperluan Kondisi sebuah gulungan (coil/winding), apakah masih baik dan dapat digunakan, atau sudah rusak dapat dibuktikan dengan cara mengukurnya dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur gulungan (coil/winding) adalah :

a. Kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) pada terminal yang terdapat pada gulungan. b. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ, sesuai kebutuhan. Lihat gambar di bawah ini.

Gambar. Mengukur Gulungan (Coil/Winding)

Gambar. Berbagai Jenis Gulungan (Coil/Winding) Untuk Berbagai Keperluan Kondisi sebuah gulungan (coil/winding), apakah masih baik dan

MENGUKUR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA

MENGUKUR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA Menguji komponen elektronika merupakan langkah yang harus ditempuh ketika anda beniat akan

Menguji komponen elektronikamerupakan langkah yang harus ditempuh ketika anda beniat akan merakit rangkaian elektronika. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena komponen2 yang dirakit harus dalam keadaan baik semua.Setelah yakin komponen2nya baik semua baru anda mulai merakit.Saya biasanya menggunakan alat multimeter. Penjelasannya silahkan dibaca secara seksama dibawah ini.

1. Mengukur Tegangan AC, DC, dan jalur PCB

Mengukur Tegangan AC

  • 1 Pastikan yang diukur adalah tegangan AC.

  • 2 Putar batas ukur ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VAC maka batas ukurnya adalah 250 VAC.

  • 3 Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan (bolak balik sama).

  • 4 Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

§

Mengukur Tegangan

DC

tegangan DC.

MENGUKUR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA Menguji komponen elektronika merupakan langkah yang harus ditempuh ketika anda beniat akan

5 Pastikan yang diukur adalah

  • 6 Putar batas ukur ke arah DCV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur.

Misalnya tegangan yang di ukur 200 VDC maka batas ukurnya adalah 250 VDC.

  • 7 Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan yaitu probe merah ke kutub positif dan probe hitam ke kutub negatif.

§

Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb

§ Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb 9 Putar batas ukur pada Ohm meter

9 Putar batas ukur pada Ohm meter X1 / X10. 10 Hubungkan

probe ke masing-masing ujung jalur / penghantar yang akan dites.

  • 11 Kalau jarum bergerak menunjuk nol, berarti kabel / jalur OK, dan sebaliknya.

§

  • 2. Mengukur

Transformator

§ Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb 9 Putar batas ukur pada Ohm meter

Trafo tersusun dari gulungan kawat primer dan sekunder yang dililitkan pada inti besi. Trafo bisa bekerja hanya dengan tegangan AC. Jenis trafo adaptor ada 2 :

1. TRAFO STEP DOWN (untuk menurunkan tegangan).

  • 2. TRAFO STEP UP (untuk menaikkan tegangan).

Trafo yang kita pelajari nantinya adalah jenis yang stepdown.

§

§

FLYBACK JUGA TERMASUK JENIS TRAFO HANYA SAJA BENTUKNYA MEMANG AGAK LAIN :

§

Mengukur Trafo Dengan Multitester • Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K. • Misal kaki primer A, B, C • Misal kaki sekunder D, E, F.

§

§

§

  • 3. Mengukur IC

IC adalah gabungan dari beberapa komponen yang disatukan. Untuk menetukan baik tidaknya IC tidak bisa diukur dengan

§ Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb 9 Putar batas ukur pada Ohm meter

multitester tapi langsung dicoba ke rangkaian. IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut. Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302, dll.

§ § Contoh IC Vertikal TDA 9302 § 4. Mengukur Mosfet FET bentuk fisiknya seperti transistor.
§
§
Contoh IC Vertikal
TDA 9302
§
4. Mengukur
Mosfet
FET bentuk fisiknya
seperti transistor.
Fungsinya adalah untuk
menaikkan tegangan
atau menurunkan
tegangan.
FET memiliki tiga kaki
juga yaitu :
• GATE (G) adalah
kaki input.
• DRAIN (D) adalah
kaki output.
• SOURCE (S) adalah kaki sumber.
Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan
tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.

§

multitester tapi langsung dicoba ke rangkaian. IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin,

Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE. • Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll. • Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF).

§ • FET PENAIK TEGANGAN Cara mengukur : Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K. § §
§
• FET PENAIK
TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter
X10 / X1K.
§
§
• FET PENURUN
TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter
X10 / X1K.
§
§

5. Mengukur Transistor

Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium yang disatukan. Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu 0,6 volt. Transistor memiliki 3 kaki yaitu :

• EMITOR (E). • BASIS (B). • COLECTOR (C). Jenis transistor ada 2 yaitu :

1. Transistor PNP (anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan). 2. Transistor NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan). Contoh transistor : C 828, FCS 9014, FCS 9013, TIP 32, TIP 31, C5149, C5129, C5804, BU2520DF, BU2507DX, dll

§

Simbol di rangkaian :

5. Mengukur Transistor Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium

“Q”, simbol gambarnya dibawah ini :

§§Menentukan Kaki Transistor Menentukan Kaki Basis :

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100. Misalkan kaki transistor kita

namakan A, B, dan

C.

Bila probe merah / hitam => kaki A dan probe lainnya => 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS. Menentukan Kaki Colector NPN :

Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K. Bila probe merah => kaki B dan probe hitam => kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR. Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah emitor. Mengukur Transistor Dengan Multitester :

Batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100. • TRANSISTOR PNP

§

§

• TRANSISTOR NPN

5. Mengukur Transistor Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium
§ § • TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER § 6. Mengukur Dioda Dioda adalah komponen elektronik yang
§
§
• TRANSISTOR NPN
DENGAN DUMPER
§
6. Mengukur Dioda
Dioda adalah
komponen elektronik
yang terbuat dari unsur
semikonduktor. Bahan
ini adalah silikon atau
germanium. Dioda
silikon bekerja pada
tegangan 0.6 VDC dan
dioda germanium
bekerja pada tegangan 0,2 VDC.
Contoh dioda : IN 4148, IN4002, IN 4003, dll.
§ Simbol Dioda adalah D, simbol gambarnya : § Sifat dioda : • Jika diberi arah
§
Simbol Dioda adalah
D, simbol gambarnya :
§
Sifat dioda :
• Jika diberi arah maju
(tegangan positif =>
anoda dan tegangan
negatif => katoda) akan
menghantarkan arus
dan sebaliknya,
§
• Jika diberi arah
mundur (tegangan
positif => katoda dan
tegangan negatif =>
anoda) tidak akan
menghantarkan arus.
§
Fungsi Dioda :
• Sebagai penyearah.
• Sebagai pengaman
rangkaian dari
kemungkinan
terbaliknya polaritas.
Mengukur Dioda
Dengan Multitester :
Putar batas ukur pada
Ohmmeter X10 / X100.
§
1. probe merah =>
katoda, probe hitam =>
anoda => Jarum

bergerak bukan nol. kemudian posisi dibalik :

probe merah => anoda, probe hitam => katoda, Jarum tdk bergerak berarti dioda dalam kondisi BAIK. 2. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol. kemudian posisi dibalik :

probe merah => anoda, probe hitam => katoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol berarti dioda dalam kondisi RUSAK / SHORT. DIODA ZENER Terbuat dari bahan silikon. Biasanya digunakan pada rangkaian power supply dimana fungsinya adalah sebagai penstabil arus. Meskipun arus AC yang dirubah ke DC berubah-ubah, tidak akan berpengaruh jika terdapat dioda zener ini. Adapun sifatnya adalah sebagai berikut :

bergerak bukan nol. kemudian posisi dibalik : probe merah => anoda, probe hitam => katoda, Jarum

• Tegangan yang dicapai maksimal rata- rata 0,7 s/d 12 volt. • Hanya tahan terhadap arus kecil, maksimal 1 s/d 50 mA. • Hampir tidak ada tegangan yang hilang jika sudah melewati dioda zener. Contoh dioda zener : zener 6 volt, zener 12 volt, dll

§

Pengukuran baik tidaknya dioda zener sama dengan pengukuran dioda biasa. Aplikasi dalam rangkaian :

§ 7. Mengukur Kapasitor
§
7. Mengukur
Kapasitor

Nama lainnya adalah kondensator. Adalah komponen yang terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan dengan isolator. Isolator ini menunjukkan nama dari kapasitor tersebut. Ukuran kapasitor adalah Farad.

  • 1 Farad (F) = 1.000.000 mikro Farad (F).

  • 1 mikro Farad (F) = 1.000 nano Farad (nF).

  • 1 nano Farad (nF) = 1.000 piko Farad (pF).

Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik dan menyimpannya dalam waktu yang relatif.

Adapun jenis – jenis kapasitor berdasarkan isolatornya adalah sebagai berikut :

  • a. Kondensator Elektrolit / ELCO (kondensator yang memiliki polaritas, kaki + dan kaki -).

  • b. Kondensator Keramik.

  • c. Kondensator Mylar.

  • d. Kondensator Mika.

  • e. Kondensator Kertas.

Penggunaan kapasitor dalam rangkaian :

• Sebagai perata arus. • Sebagai penyimpan arus listrik.

§

Simbol Kondensator dalam Rangkaian adalah “C” dan simbol gambarnya adalah :

§

Cara Membaca Elco :

Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif. Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar. Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :

• Angka I : melambangkan angka. • Angka II : melambangkan angka. • Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad. Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF. Mengukur Elco Dengan Multitester :

Sebenarnya cara yg saya sampaikan ini kurang pas untuk cek elco, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :

  • 12 Putar batas ukur pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K

untuk elco yang ukurannya kecil.

  • 13 Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak balik sama saja).

  • 14 Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

§Kesimpulan Hasil Pengukuran • Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat semula : elco baik. • Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula : elco bocor. • Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus. • Jarum menunjuk angka nol : elco short. Mengukur Kapasitor Non Polar Dengan Multitester :

§ Cara Membaca Elco : Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran

Sebenarnya cara ini juga kurang pas untuk cek kapasitor, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :

  • 15 Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K / X10K.

  • 16 Hubungkan probe ke masing-masing kaki kapasitor (bolak balik sama saja).

  • 17 Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

§

Kesimpulan Hasil Pengukuran • Jarum menunjuk angka kemudian & ke tempat semula :

§ Cara Membaca Elco : Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran

kapasitor baik. • Jarum menunjuk angka tdk kembali ke tempat semula : kapasitor bocor. • Jarum tidak bergerak : kapasitor putus. • Jarum menunjuk angka nol : kapasitor short.

8. Mengukur Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari arang yang bersifat sebagai tahanan / penghambat. Satuan Resistor adalah Ohm (Ω). Ukuran lainnya adalah Watt.

1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ).

1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm (Ω). Resistor memiliki gelang warna yang merupakan kode ukuran dari resistor tersebut. Resistor terbagi menjadi :

Fixed resistor ( resistor biasa ) adalah resistor yang ukurannya tetap.

a.

b.

 

18

19

20

21

22

§

§

§

Misal :

§Resistor dengan

gelang warna :

I.

Coklat : 1

II. Hitam : 0 III. Merah : 00 IV. Perak : 10% Jadi nilai resistor

Berikut daftar kode warna resistor :

Variable resistor adalah resistor yang ukurannya dapat dirubah.

Variable resistor ada 5 jenis yaitu :

Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika :

• Sebagai beban rangkaian • Untuk membagi tegangan atau arus.

Simbol Resistor dalam rangkaian :

Potensiometer.

Trimmer Potensio (Trimpot).

NTC (Negative Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin kecil.

PTC (Positive Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin besar.

LDR (Light Dependence Resistor) : bila terkena cahaya maka hambatan akan mengecil.

1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ). 1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm

tersebut adalah 1000 Ohm atau 1 K Ohm dengan toleransi 10% artinya nilai aslinya bisa berkisar antara 900 Ohm – 1100 Ohm. Angka 900 didapat dari

  • 1000 – (1000 x 10%)

dan 1100 Ohm dari

  • 1000 + (1000 x 10%).

GABUNGAN RESISTOR Resistor Hubung Seri :

Resistor yang dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R … Misal : 1K Ohm + 1K Ohm = 2K Ohm.

1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ). 1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm

Resistor Hubung Paralel Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R … .. Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah 0,5 K Ohm.

§

1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ). 1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm

Mengukur Resistor Dengan Multi Tester :

23 Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj. 24 Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas
23
Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj.
24
Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan
perkiraan resistor yang diukur).
25
Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja)
26
Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
§
Kesimpulan Hasil
Pengukuran :
27
Jarum
menunjuk angka
sesuai dengan
ukuran aslinya : resistor baik.
28
Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak.
29
Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus.
30
Jarum menunjuk angka nol : resistor short.