Hand decontamination practices and the appropriate use of gloves in two adult intensive care units in Malaysia

ABSTRAK Yang melatarbelakangi penelitian ini ialah dekontaminasi tangan merupakan kontrol yang paling penting dalam infeksi praktek untuk pencegahan infeksi nasokomial. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kebersihan tangan perawat dan dokter di Unit Perawatan Intensif( ICU ) di Malaysia. Metode yang digunakan yaitu, anggota staf yang diamati selama kontak dengan pasien dan teknik mencuci tangan. Hasilnya kepatuhan staf terhadap praktek kebersihan tangan adalah 70 % selama kontak dengan pasien. Anggota staf tidak sepenuhnya mematuhi langkah cuci tangan, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mencuci tangan adalah 20 detik dan langkah-langkah yang diperlukan (menggosok telapak tangan,menggosok sela-selajari dan menggosok jempol dengan cara memutarnya) tidak dilakukan dengan baik. Hanya 4 % dari staf mengganti sarung tangan yang sudah terkontaminasi pasien. Kesimpulannya adalah kepatuhan kebersihan tangan oleh anggota staf ICU perlu ditingkatkan.

PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan karena infeksi nasokomial adalah penyebab utama mortalitas di ICU di Negara maju maupun berkembang.Kebersihan tangan adalah yang paling penting sebagai cara pencegahan dan mengendalikan penyebaran infeksi nosokomial di ICU. Pasien ICU berada pada resiko yang sangat tinggi tertular infeksi nosokomial karena beberapa factor resiko untuk berkontribusi pada transfer mikroorganisme patogen dari pasien kepada pasien . Faktor resiko termasuk penempatan wastafel dan sabun, handuk dan perlengkapan rumah sakit. Prosedur yang kurang baik dan factor penggunaan antibiotik yang kurang baik termasuk didalamnya. Mikrorganisme yang ada dikasur pasien dapat pindah ke tangan staf yang memegang perlengkapan pasien yang terinfeksi lalu mikroorganisme tersebut dapat bertahan beberapa menit sebelum transmisi karena teknik yang salah dan menyebabkan penyakit berpindah jika staf tersebut lalai melakukan teknik mencuci tangan lalu kemudian menangani pasien lain. Ini yang dapat menyebabkan transmisi mikroorganisme ketika staf kontak langsung dengan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kepatuhan dalam profesionalisme tenaga kesehatan (dokter dan perawat) untuk kebersihan tangan, pemakaian alkohol, dan penggunaan sarung tangan di Malaysia. Peneliti melakukan penelitian di Malaysia dengan meneliti di dua ICU yang berbeda. ICU A adalah rumah sakit pemerintah dan ICU B adalah rumah sakit pendidikan.

1

cincin dan menggulung lengan baju sampai seatas siku ) Menyalakan air membasahkan tangan dengan menggunakan sabun antimikroba Menggosok tangan demi tangan( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok permukaan tangan ( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok jari-jari tangan ( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok punggung tangan( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok ibu jari dengan cara memutarnya ( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok pergelangan tangan ( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Menggosok lengan bawah ( selama 3-6 kali selama 3-6 detik ) Membilasnya dengan air yang mengalir Menjaga agar tangan lebih tinggi dari pada siku Mematikan air Mengeringkan dengan handuk kertas sekali pakai Menjaga agar tangan tidak menyentuh apapun Hasil dari pengamatan meliputi rasio dari kontak perawat ke pasien berfariasi 1 : 1 sampai 1 : 3 totalnya ada 505 pasien kontak dengan 101 staf. ICU yang dilengkapi wastafel untuk mencucitangan.2% yaitu 80 dari 101. Dengan metode penelitian observasi. jam tangan. Alkohol digunakan dan staf melakukan kontak tanpa menunggu alkohol kering. Staf terdiri dari 61 perawat dan 40 dokter. dan rata-rata mereka berumur 30 tahun. Subjek penelitian meliputi 101 staf yang terdiri dari perempuan 79. Hasilnya hanya 18 staf yang mematuhi ketaatan menggunakan tangan yang bersih selama praktek. Kriteria dan daftar referensi untuk cucitangan sebagai pengendalian infeksi pun sudah disosialisasikan dalam sebuah edukasi yang ternyata hanya dihadiri oleh 18 staf dari 101 staf yang ada. Pengamatan dilakukan mulai jam 7 pagi sampai jam 2 siang dan jam 2 siang sampai jam 9 malam setiap harinya selama terjadi aktifitas klinik. Mayoritas 85% kontak dengan perawat. 71.3% staf hanya memakai sarung tangan tanpa mencuci tangannya terlebih 2 . tetapi cuci tangan dengan teknik yang benar tidak dilakukan oleh 70 % staf. Bahkan untuk staf yang telah mencuci tangan dengan benar setelahnya menyentuh barang lain sebelum melakukan kontak dengan pasien. sabun antiseptik dan handuk.Di ICU tidak memiliki dinding yang memisahkan setiap unit pasien melainkan hanya dipisahkan oleh tirai. Penggunaan sarung tangan pada tangan yang bersih dan pembuangan sarung tangan yang tepat setelah kontak dengan pasien.Waktu yang dugunakan dalam melakukan penelitian ialah 3 bulan di dua ICU dengan izin dari staf. Rata-rata waktu yang mereka pakai untuk mencuci tangan berkisar antara 15-20 detik saja. Berikut adalah teknik mencuci tangan yang dikembangkan oleh AS Pusat Pengendalian Penyakit: Membuka seluruh aksesoris ( gelang tangan.

3 . Ternyata yang menyebabkan staf tidak patuh terhadap kepentingan ini ialah banyaknya pasien di rumah sakit sehingga tidak sempat untuk selalu mencuci tangan. 70. karena ketidakpatuhan terhadap praktik kebersihan tangan paling berpotensi terhadap penyebab infeksi nosokomial dan sepsis di rumah sakit. dan juga staf malas memakai alcohol karena merekat akut kulit tangan mereka kering. 29. 93. Staf juga perlu dtekankan dalam menggunakan sarung tangan dan memakai alcohol sangat penting untuk mengurangi infeksi nasokomial di rumah sakit.dahulu.1 % tidak mengganti sarung tangan ketika menjawab telfon atau menulis catatan rekam medis dengan sarung tangan yang terkontaminasi. Sedangkan yang menyebabkan staf tidak menggunakan sarung tangan ialah stok sarung tangan dari rumah sakit yang terbatas.3% staf menyalah gunakan penggunaan sarung tangan. 74.7 % mengganti sarung tangan mereka setelah menangani pasien dan yang segera menggantinya dan 28.3% tidak melepas sarung tangan setelah selesai melakukan kontak. kebiasaan buruk dari staf yang masih belun dapat diubah.75 mencuci tangan setelah melepas sarung tangan . Kesimpulannya adalah praktik mencuci tangan dengan teknik yang baik perlu ditingkatkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful