Pendidikan kewarganegaraan

Nama : Lucia Indah Safitri NPM : P2.31.31.0.11.022

D3 Gizi 3A

Sistem Presidensial Sistem pemerintahan presidensial adalah sistem pemerintahan dimana badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut dipilih oleh rakyat secara terpisah. Sistem presidensial tidak mengenal adanya lembaga pemegang supremasi

tertinggi.Kedaulatan negara dipisahkan (separation of power) menjadi tiga cabang kekuasaan, yakni legislatif,eksekutif, dan yudikatif, yang secara ideal diformulasikan sebagai ”Trias Politica” oleh Montesquieu. Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat untuk masa kerja yang lamanya ditentukan konstitusi. Konsentrasi kekuasaan ada pada presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam sistem presidensial para menteri adalah pembantu presiden yang diangkat dan bertanggung jawab kepada presiden. Ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial:  Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.      Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial 1. Badan eksekutif lebih stabil

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial eksekutif diluar pengawasan

kedudukannya 1. Kekuasaan

karena tidak tergantung pada parlemen 2. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan

langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.

jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan 2. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, 3. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik Presiden Indonesia adalah lima tahun. 3. Penyusun disesuaikan jabatannya 4. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatanprogram dengan kerja jangka kabinet waktu mudah masa umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. 4. Terbentuknya pemerintahan minoritas akibat sistem multipartai Mainwaring dalam studinya

Kasus Bank Century menciptakan kondisi yang potensial untuk menjadikan hubungan Presiden dan DPR terkena gridlock (jalan buntu). yang dengan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya di Indonesia pada pemilu 2004.Jusuf Kalla (SBYJK) terpilih secara mayoritas lebih dari 60% pada Pemilihan Presiden putaran kedua. Sistem Presidensial di Indonesia Permasalahan sistem Presidensial pada umumnya terjadi ketika ia dikombinasikan dengan sistem multipartai. Impeachment. Konflik DPR versus Presiden sehingga pemerintahan tidak efektif 9. Tetapi di indonesia. tetapi basis dukungan politiknya di parlemen rendah. dengan demikian akan membuka peluang terjadinya deadlock dalam relasi eksekutif-legislatif yang kemudian berdampak pada instabilitas demokrasi presidensial. karena antara presiden yang dipilih oleh rakyat. Accountability blame by blaming 10. Kombinasi sistem Presidensial dengan sistem multi partai. tindakan Presiden di luar konstitusi dan impeachment 5. Koalisi Kerakyatan yang dibangun oleh calon Presiden SBYJK hanya didukung oleh Partai yang memiliki suara pada Pemilu legislatif 2004 sekitar38. risiko deadlock kebijakan pemerintahan negara. Karena. terjadi pergeseran hingga sedikit menyentuh praktik sistem parlementer. Praktik korupsi politik dan penyalahgunaan kekuasaan akan berkembang luas 6. tahapan pemilu eksekutif (presiden) harus lebih dulu diadakan sebelum legislatif (DPR).jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri tahun 1993. Kenyataan inilah yang dikhawatirkan akan menyebabkan efek buruk bagi sistem presidensial. Pada sistem Presidensil. Presiden dapat saja mengabaikan DPR dan beralih pada berbagai perangkat . tahapan pemilu eksekutif (presiden) diadakan setelah legislatif (DPR). Terancamnya konsolidasi demokrasi 8. Rule by decree atau menjadikan undangundang sebagai instrument kekuasaan 7. Dilema presidensialisme tersebut bertambah kompleks jika tidak ada satu partai pun yang menguasai kursi mayoritas di parlemen.36%. cenderung mengakibatkan ketidakstabilan pemerintahan. Hal ini bisa dilihat dari kebijakan pemerintah yang sulit dipahami dan terjadi tarik menarik antar partai. menyebabkan adanya perbedaan basis dukungan. periode pemerintahan Presiden tidak bergantung pada DPR. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. belum tentu mereka memiliki dukungan politik yang cukup kuat di parlemen.

Hasilnya Presiden dan DPR tidak dapat bekerja optimal. Sebaliknya.konstitusional yang dia miliki untuk menjalankan pemerintahan. tetapi keduanya baru bisa diganti pada saat jadwal pemilihan umum tiba. 05 Januari 2011 pukul 10:08:00) . Presiden mengambil jalan kompromi soal kedudukan Menteri Keuangan. Sri Mulyani diganti dan secara politik kasus Bank Century selesai. DPR dapat terus menghasilkan keputusan-keputusan yang menghalangi kebijakan Presiden. Presiden dapat meneruskan kembali agenda-agendanya bersama DPR hingga menjelang berakhirnya tahun 2010 lalu. Rabu. (Republika. Pada saat yang sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful