You are on page 1of 2

Islam Pada Masa Penjajahan oleh Alfan Nur Fauzan, 1206219086 Judul Buku Pengarang Penerbit : Islam di Asia

Tenggara Perspektif Sejarah : Ahmad Ibrahim, Sharon Siddique, Yasmin Hussain : LP3ES, 1989

Sejak kedatangan perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) di Asia Tenggara menjelang abad ke-17, Belanda telah menghadapi rasa permusuhan dari kaum Muslim di Indonesia. Berulang kali konsolidasi kekuatan ekspansi mereka terancam oleh pecahnya perlawanan lokal yang berinspirasikan Islam, yang dipimpin oleh para penguasa Indonesia yang beralih kepercayaan kepada Islam, atau, di tingkat desa, oleh ulama fanatik, yaitu para guru dan penulis Islam yang independen. Menjelang akhir abad ke-18 Islam di Indonesia memperlihatkan tanda-tanda berkembangnya keresahan, yang pada abad ke-19 meledak dalam serangkaian pergolakan besar. Demikianlah pada tahun 1825, Pangeran Diponegoro bangkit berontak melawan pemerintah kolonial yang “kafir”. Walaupun apa yang dinamakan Perang Jawa itu dengan mudah ditindas oleh Belanda, namun kerusuhan desa yang dikipas oleh penulis Islam, masih terus mengganggu pemerintah kolonial di Jawa, pusat kekuasaan Belanda. Perempat ketiga abad itu merupakan awal suatu pergolakan yang lebih serius lagi di Aceh, Sumatera Utara, yang segera berkembang menjadi operasi-operasi militer berskala penuh yang dilancarkan di bawah panji-panji “Perang-Suci” Islam. Meningkatnya militansi Islam Indonesia ini menyebabkan tumbuhnya perhatian di kalangan para administrator yang kurang siap menghadapinya. Umumnya, sikap Belanda terhadap Islam Indonesia dibentuk oleh kombinasi yang bertentangan antara kekuatiran dan harapan yang berlebih-lebihan, yang keduanya lahir dari

bahkan bisa dikatakan gagal.kurangnya pengetahuan yang memadai. ke tengah-tengah masyarakat Muslim pada masa itu. Sehingga Belanda mengambil langkah-langkah untuk melawan kekuatan Islam dengan beberapa cara. Lalu ada lagi dengan cara mengirim seorang ahli Bahasa Arab dan Islam dari Belanda yang terkemuka. antara lain dengan membatasi orang yang akan pergi haji. Karenanya. Sayangnya usaha-usaha tersebut masih belum berjalan dengan baik. . pada masa itu Islam dianggap sebagai musuh berat. terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Islam. dan juga mencoba mengkristenkan mayoritas orang Indonesia secara cepat. kalau bukan dari sikap acuh yang hampir total. Islam pada masa itu semakin berkembang pesat melawan penjajah.