You are on page 1of 19

LI 1. Mengetahui dan Memahami Hemostasis LO 1.

1 Definisi Fungsii tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan keenceran darah sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah dan menutup kerusakan dinding pembuluh darah sehingga mengurangi kehilangan darah pada saat terjadinya kerusakan pemuluh darah. Faal hemostasis melibatkan :  Sistem vaskuler  Sistem trombosit  Sistem koagulasi  Sistem fibrinolysis Keempat hal tadi harus bekerja sama. Jika kelebihan fungsi hemostasis akan menyebabakn thrombosis, sedangkan bila kekurangan faal hemostasis akan menyebabkan pendarahan (hemorrhagic diathesis). Secara singkat, hemostasis adalah penghentian perdarahan dari suatu pembuluh darah yang rusak, agar tejadi perdarahan dari pembuluh darah dan tekanan dalam pembuluh darah harus lebih besar dari pada tekanan di luar untuk mendorong darah melalui kerusakan tersebut LO 1.2 Fungsi - mampu menambal kebocoran dan menghentikan pengeluaran darah melalui kerusakan kecil dikapiler arteriol dan venula. Hal ini bergantung dari :  Integritas pembulu darah  Fungsi trombosit yang normal
-

menjaga agar kehilangan darah melalui trauma kecil tersebut tetap minimum. Menghentikan perdarahan dari pembuluh darah yang terluka. Proses yang terjadi setelah adanya suatu luka adalah :  Vasokonstriksi pembuluh darah  Pembentukan sumbat trombosit

LO 1.3 Faktor Nomor Nama deskriptif Faktor I Fibrinogen

Bentuk Aktif
-

II

Protrombin

III

Faktor Jaringan (Tissue factor/Trombolpastin)

precursor fibrin (protein terpolimerisasi) Sub unit Fibrin Serin protease Prekusor ensim proteolitik thrombin (Proenzim) Konversi protrombin Reseptor/Kofaktor yang aktif tanpa modifikasi proteolitik Aktivator Lipoprotein jaringan pada protrombin

- IV Kalsium - V Faktor Labil (Akselerator plasma globulin Proaccelerin) VI VII Akselerator konversi protrombin serum (Tidak dipakai lagi) Prokonvertin (Globulin antihemofilik AHG) - VIII IX Faktor antihemofilik Faktor Christmast (Plasma Tromboplastin) - X Faktor Stuart-Power - Merubah protrombin menjadi trombin Untuk aktivasi protrombin dan pembentukan fibrin Untuk semua tahap Kofaktor Faktor plasma yang mempercepat konversi protrombin menjadi thrombin (membentuk tromboplastin) Faktor serum yang mempercepat konversi protrombin Serin Protease Faktor plasma yang berkaitan dengan faktor III Merubah protrombin menjadi thrombin Kofaktor Pembentukan tromboplastin Serin Protease Faktor serum yang berkaitan dengan faktor III dan VIII untuk mengaktovasi protrombin Pembentukan tromboplastin Serin protease Akselerator konversi protrombin menjadi trombin Pembentukan tromboplastin Serin Protease Diaktivasi oleh faktor Hageman dan akselerator pembentukan thromboplastin Serin Protease Mengaktivasi faktor XI Mengawali proses pembekuan darah invitro Transglutamine Serin Protease Kofaktor (aktif tanpa modifikasi proteolitik) Menghasilkan bekuan fibrin yang lebih kuat dan tidak larut di dalam urea (Merubah fibrin menjadi polimer fibrin) Fletcher : Pengaktivasi – kontak HMWK : High molecular weight XI Faktor Anteseden trombolpastin plasma - XII Faktor Hageman - XIII Faktor Stabilisasi Fibrin Prakalikrein (Faktor Fletcher) HMWK (Faktor Fitzgerald) - .

4 Mekanisme (Jalur dan control. sehingga pengeluaran darah dapat diperkecil. Heparin megaktivasi antitrombin. (Guyton. 2001) Menurut sumber lain. Kontraksi terjadi akibat refleks syaraf dan spasme miogenik setempat. Refleks saraf dicetuskan oleh rasa nyeri atau lewat impuls lain dari pembuluh darah yang rusak. endotel tersebut menjadi lengket dan melekat satu sama lain. Protein C diaktivasi melalui kompleks thrombin.trombomodulin. Pembentukan Sumbat Trombosit Bila celah luka pada pembuluh darah berukuran sangat kecil dan setiap hari terbentuk banyak lubang yang sangat kecil. Ciri-ciri fisik dan kimia dari trombosit Trombosit berbentuk bulat kecil atau cakram oval dengan diameter 2-4 mikrometer.kininogen (kininogen berberat molekul tinggi) Faktor ini menghambat kaskade koagulasi dan memastikan bahwa kerja thrombin terbatas di tempat cedera : • Antitrombin menginaktivasi protease serin. menghambat jalur koagulasi in vivo utama dengan menghambat factor VIIa dan Xa. terutama factor Xa dan thrombin. Karena pemecahan endotel (bagian dalam) pembuluh saling menekan satu sama lain akibat spasme sekunder awal ini. Vasokonstriksi pembuluh darah Pembuluh darah yang terpotong atau robek segera berkonstriksi akibat respon vaskuler inheren terhadap cedera dan vasokonstriksi yang diinduksi oleh rangsang simpatis. 1997) B. kemudian menutup pembuluh yang rusak. segera setelah pembuluh darah terpotong atau pecah. Maka lubang itu biasanya ditutup oleh sumbat trombosit. antitrypsin α2. • Macroglobulin α2. bukan oleh bekuan darah. LO 1. antiplasmin α2. Kontriksi ini akan memperlambat aliran darah melalui defek. . sampai kapan aktif dan non aktif) A. a. ( Sherwood. Kontraksi miogenik yang sebagian besar menyebabkan refleks saraf ini. kemudian dibantu dengan protein S untuk menghambat koagulasi dengan menginaktivasi factor Va dan VIIIa. Protein C juga meningkatkan fibrinolisis dengan menginaktivasi inhibitor activator plasmogen jaringan. Konstriksi suatu arterioul menyebabkan tertutupnya lumen arteri. rangsangan dari pembuluh darah yang rusak menyebabkan dinding pembuluh berkontraksi sehingga aliran darah dari pembuluh darah yang pecah barkurang. terjadi karena kerusakan pada dinding pembuluh darah yang menimbulkan transmisi potensial aksi sepanjang pembuluh darah. • Protein C dan S adalah protein tergantung vitamin K yang dibuat dalam hati. • Inhibitor jalur factor jaringan. dan kofaktor II heparin menghambat protease dalam sirkulasi.

membrane mengandung banyak fosfolipid yang berperan dalam mengaktifkan berbagai hal dalam proses pembekuan darah. 3. . 4. bentuknya menjadi ireguler dengan tonjolan-tonjolan yang mencuat dari permukaannya . sehingga melekat pada serat kolagen. trombosit itu menjadi lengket. terutama oleh system makrofag jaringan. Selain itu. Faktor pertumbuhan yang dapat menyebabkan penggandaan dan pertumbuhan sel endotel pembuluh darah. sel otot polos pembuluh darah dan fibroblast.trombosit merupakan struktur yang aktif. 5. b. baik dalam susmsum tulang atau segera setelah memasuki darah. Membrane sel trombosit juga penting. Trombosit melakukan perbaikan terhadap pembuluh yang rusak didasarkan pada beberapa fungsi penting dari trombosit itu sendiri : pada waktu trombosit bersinggungan dengan permukaan pembuluh yang rusak. Trombosit mempunyai banyak ciri khas fungsional sebagai sebuah sel. yang dapat menyebabkan trombosit berkontraksi. yang juga disekresikan ke dalam darah. Lebih dari separuh trombosit diambil oleh makrofag dalam limpa. Sisa-sisa reticulum endoplasma dan apparatus golgi yang mensintesis berbagai enzim dan menyimpan sejumlah besar ion kalsium. Molekul aktin dan miosin Sama seperti yang terdapat dalam sel-sel otot. Di permukaannya terdapat lapisan glikoprotein yang menyebabkan trombosit dapat menghindari pelekatan pada endotel normal dan justru melekat pada daerah dinding pembuluh yang terluka. yaitu tromboplastin. yaitu pada waktu darah melewati kisi-kisi trabekula yang rapat. Suatu protein penting yang disebut faktor stabilisasi fibrin. yang merupakan hormone setempat yang menyababkan berbagai jenis reaksi pembauluh darah dan reaksi jaringan setempat lainnya. juga protein kontraktil lainnya. Waktu paruh hidupnya dalam darah ialah 8-12 hari. misalnya dengan serat kolagen di dinding pembuluh atau bahkan dengan sel endotel yang rusak. Mekanisme sumbat trombosit. Trombosit itu kemudian diambil dari sirkulasi. 6. Mitokondria dan system enzim yang mampu membentuk adenosintriposfat dan adenositdiposfat (ADP). yaitu sel yang sangat besar dalam susunan hemopoietik dalam susmsum tulang yang memecah menjadi trombosit. 2. Trombosit itu mulai membengkak. sehingga dapat menimbulkan pertumbuhan sel-sel untuk memperbaiki dinding pembuluh yang rusak.Trombosit dibentuk di sumsum tulang dari megakariosit. protein kontraktilnya berkontraksi dengan kuat dan menyebabkan pelepasan granula yang mengandung berbagai faktor aktif . khususnya ketika mencoba untuk memasuki kapiler paru. System enzim yang mensintesis prostaglandin. walaupun tidak mempunyai inti dan tidak dapat bereproduksi. terutama pada sel-sel endotel yang rusak dan bahkan melekat pada jaringan kolagen yang terbuka di bagian dalam pembuluh. Di dalam sitoplasmanya terdapat faktor-faktor aktif seperti : 1. menyekressi sejumlah besar ADP. maka sifatsifat trombosit segera berubah dengan drastis. dan enzim-enzimnya membentuk tromboksan Az.

Dalam keadaan normal zat antikoagulan lebih dominan sehingga darah tidak membeku. Setelah itu selama proses pembekuan darah selanjutnya. sel darah. Bila lukanya besar. Pada jalur ekstrinsik pembentukan dimulai dengan adanya peristiwa trauma pada dinding pembuluh darah sedangkan pada jalur intrinsik. dinding pembuluh yang rusak atau jarringan di luar pembuluh menimbulkan suatu siklus aktivasi trombosit yang jumlahnya terus meningkat yang menyebabkannya menarik lebih banyak lagi trombosit tambahan sehingga membentuk sumabt trombosit. Pada dasarnya secara umum proses pembekuan darah melalui tiga langkah utama yaitu (1) pembentukan aktivator protombin sebagai reaksi terhadap pecahnya pembuluh darah. (2) perubahan protombin menjadi trombin yang dikatalisa oleh aktivator protombin.ADP dan tromboksan kemudian mengaktifkan trombosit yang berdekatan. yang terjadi ratusan kali setiap hari. Pentingnya metode trombosit untuk penutupan luka pembuluh. Sumbat ini pada mulanya longgar namun biasanya berhasil menghalangi hilangnya darah bila luka di pembuluh ukurannya kecil. Malah. a. sumbat trombosit saja sudah cukup untuk menghentikan perdarahan. Tetapi bila pembuluh darah rusak aktivitas prokoagulan di daerah yang rusak meningkat dan bekuan akan terbentuk. Bila luka pada pembuluh ukurannya kecil. berbagai lubang kecil pada sel endotel itu sendiri sering kali tertutup oleh trombosit yang bergabung dengan sel endotel untuk membentuk membrane sel endotel. benang-benag fibrin terbentuk dan melekat pada trombosit sehingga terbentuklah sumbat yang rapat dan kuat. dan (3) perubahan fibrinogen menjadi benang fibrin oleh trombin yang akan menyaring trombosit. setiap hari mengalami perdarahan kecil di bawah kulit dan di seluruh jaringan bagian dalam. dan plasma sehingga terjadi bekuan darah (Guyton. Mekanisme sumbat trombosit sangat penting untuk menutup luka-luka kecil pada pembuluh darah yang sangat kecil. sebagai tambahan diperlukan bekuan darah untuk menghentikan perdarahan. Pembentukan aktivator protombin Aktivator protombin dapat dibentuk melalui dua jalur. Banyak sekali zat yang mempengaruhi proses pembekuan darah salah satunya disebut dengan zat prokoagulan yang mempermudah terjadinya pembekuan dan sebaliknya zat yang menghambat proses pembekuan disebut dengan zat antikoagulan. pada orang normal hal ini tidak terjadi. . b. Pembekuan darah Bekuan mulai terbentuk dalam 15-30 detik bila trauma pembuluh sangat hebat dan dalam 1-2 menit bila traumanya kecil. c. 1997). dan karena sifat lengket dari trombosit tambahan ini maka akan menyebabkannya melekat pada trombosit semula yang sudah aktif. Yaitu fosfolipid dan satu glikoprotein yang berfungsi sebagai enzim proteolitik. Orang yang mempunyai trombosit sedikit sekali. Mekanisme ekstrinsik sebagai awal pembekuan sebagai berikut : 1) Pelepasan tromboplastin jaringan yang dilepaskan oleh jaringan yang luka. pembentukan aktivator protombin berawal pada darah itu sendiri. Dengan demikian pada setiap lubang luka. C. yaitu jalur ekstrinsik dan jalur intrinsik.

3) Pengaktifan faktor IX oleh faktor XI yang teraktivasi. suatu alfa 2 globulin yang dibentuk terus menerus di hati dan selalu dipakai untuk pembekuan darah. Langkah dalam jalur intrinsik ini pada prinsipnya sama dengan langkah terakhir dalam jalur ekstrinsik. Yang kecepatannya berbanding lurus dangan jumlahnya. Faktor X yang teraktivasi bergabung dengan faktor V dan fosfolipid trombosit untuk membentuk suatu kompleks yang disebut dengan activator protombin. Kemudian berikatan dengan faktor V untuk membentuk suatu senyawa yang disebut aktivator protombin.2) Pengaktifan faktor X yang dimulai dengan adanya penggabungan glikoprotein jaringan dengan faktor VII dan bersama fosfolipid bekerja sebagai enzim membentuk faktor X yang teraktivasi. Perubahan fibrinogen menjadi benang fibrin Trombin merupakan enzim protein yang mempunyai kemampuan proteolitik dan bekerja terhadap fibrinogen dengan cara melepaskan 4 peptida yang berberat molekul kecil dari setiap molekul fibrinogen sehingga terbentuk molekul fibrin monomer yang mempunyai kemampuan otomatis berpolimerisasi dengan molekul fibrin monomer lain sehingga terbentuk retikulum dari bekuan. c. Protombin adalah protein plasma. activator protombin akan menyebabkan perubahan protombin menjadi trombin yang selanjutnya akan menyebabkan polimerisasi molekul-molekul fibrinogen menjadi benang-benang fibrin dalam 10-15 detik berikutnya. 4) Pengaktifan faktor X oleh faktor IX yang teraktivasi yang bekerja sama dengan faktor VIII dan fosfolipid trombosit dari trombosit yang rusak untuk mengaktifkan faktor X. Perubahan protombin menjadi thrombin (dikatalisis oleh activator protombin) Setelah activator protombin terbentuk sebagai akibat pecahnya pembuluh darah. 3) Terjadinya ikatan dengan fosfolipid sebagai efek dari faktor X yang teraktivasi yang dilepaskan dari tromboplastin jaringan . e. Vitamin K diperlukan oleh hati untuk pembekuan protombin. Pada tingkat awal . maka ia akan berubah menjadi bentuk baru sebagai enzim proteolitik yang disebut dengan faktor XII yang teraktivasi. Aktivator protombin sangat berpengaruh terhadap pembentukan trombin dari protombin. Aktivator protombin dalam beberapa detik mengawali pemecahan protombin menjadi trombin dan dilanjutkan dengan proses pembekuan selanjutnya. Kecepatan pembekuan sebanding dengan trombin yang terbentuk. Pembentukan activator protombin adalah faktor yang membatasi kecepatan pembekuan darah. Perbedaannya hanya terletak pada fosfolipid yang dalam hal ini berasal dari trombosit yang rusak dan bukan dari jaringan yang rusak. Bila faktor XII terganggu misalnya karena berkontak dengan kolagen. 2) Pengaktifan faktor XI yang disebabkan oleh karena faktor XII yang teraktivasi bekerja secara enzimatik terhadap faktor XI. Pada reaksi ini diperlukan HMW kinogen dan dipercepat oleh prekalikrein. d. Faktor XI yang teraktivasi bekerja secara enzimatik terhadap faktor IX dan mengaktifkannya. Mekanisme intrinsik sebagai awal pembekuan sebagai berikut : 1) Pengaktifan faktor XII dan pelepasan fosfolipid trombosit oleh darah yang terkena trauma. 5) Kerja dari faktor X yang teraktivasi dalam pembentikan aktivator protombin.

Pca selanjutnya akan . Kemudian zat yang telah aktif ini bekerja sebagai enzim untuk menimbulkan ikatan kovalen diantara molekul fibrin monomer dan menimbulkan jembatan silang multiple diantara benang-benang fibrin yang berdekatan sehingga menambah kekuatan jaringan fibrin secara tiga dimensi. Protein C diaktifkan oleh trombin bersama dengan ion kalsium dan trombomodulin yang terletak di permukaan sel endotel. dan dalam tingkatan yang lebih tendah juga menghambat IXa . ATIII merupakan inhibitor kaogulasi fisiologik yang kuat . ATIII menghambat aktivasi aktivitas trombin (IIa) .Xa .dari polimerisasi. dan kalikrein . terdiri atas glikoprotein yang disintesis oleh hepar. Globulin plasma dilepaskan oleh trombosit yang terperangkap dalam bekuan. XIa . molekul-molekul fibrin monomer saling berikatan melalui ikatan non kovalen yang lemah sehingga bekuan yang dihasilkan tidaklah kuat daan mudah diceraiberaikan. disintesa di hepar . 2. Oleh karena itu untuk memperkuat jalinan fibrin tersebut terdapaat faktor pemantap fibrin dalaam bentuk globulin plasma. Protein C merupakan zimogen . tergantung vitamin K. Gangguan Hemostatis Beberapa inhibitor penting dalam sistem koagulasi 1. XIIa . F. Sebelum faktor pemantap fibrin dapat bekerja terhadap benang fibrin harus diaktifkan lebih dahulu.

Herediter = hereditary hemorrhagic teleaiectasia 2. Protein S juga disintesa di hepar . Kelainan mieloproliferative d. Thromboasthemia Glanzmann c. Bentuk didapat a. Protein S dalam sirkulasi berfungsi sebagai kofaktor protein C . c. Penyakit hati menahun Gangguan koagulasi herediter a.5 Pemeriksaan penyaring 1. Purpura scurvy f. Hemofilia A disebabkan oleh defisiensi F.menghambat faktor Va dan F. Akibat terapi aspirin yang mengakibatkan gangguan sintesis tromboxane A2 sehingga mencegah agregasi trombosit b. Hemofilia B disebabkan oleh F. Trombopati herediter terdiri atas : a. Sindrom bernard souldier d. Gangguan hemostasis karena faktor vaskuler Kelainan ini dapat dibagi menjadi : 1. Tourniquet)  Tujuan : Untuk menguji ketahanan dinding pembuluh darah  Dipengaruhi oleh jumlah dan fungsi trombosit  Pada trombositopenia (+)  Pasang tensimeter ditengah nilai sistol dan diastole. Purpura karena infeksi e. C . Trombopati ialah kelainan fungsi trombosit Gangguan faal trombosit 1. Didapat a. ion kalsium . Purpura karena steroid Gangguan hemostasis karena kelaianan trombosit 1. dimana paraprotein akan menyelimuti trombosit yang akan menganggu faal trombosit.VIII b. Platelet pool storage disease b. Trombositolpenia adalah penurunan jumlah trombosit 2. Penyakit von willebrand 2. tergantung vitamin K. seperti pada mieloma multiple dan makroglobulinemia waldenstorm . Purpura simpleks b. tunggu sampai 10 menit lalu liat daerah pengamatan 2. Masa Perdarahan  Dipengaruhi oleh dinding kapiler dan trombosit . Aktivitas ini memerlukan permukaan fosolipid . VIII . Gagal ginjal kronik e. Purpura senilis c. Percobaan Pembendungan (Rumple Leede.IX LO 1. dan sangat ditingkatkan oleh protein S . Hiperglobulinemia . Purpura alergik d. 3.

seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan. Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. . pergelangan kaki atau siku tangan. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal.000-450. Untuk menentukan lamanya perdarahan pada luka yang mengenai kapiler  Fungsi : menilai factor hemostasis letaknya ekstravascular  Terdapat 2 metode : o Ivy (N : 1-6 menit) : pada lengan o Duke (N : 1-3 menit) : pada daun telinga 3. Prevalensinya adalah sekitar 30-100 per sejuta populasi. Hitung Trombosit (N : 150. yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang. LO 2. Hemofilia A  Hemofilia Klasik Defisiensi faktor koagulasi herediter yang paling sering dijumpai. Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit. atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat. pembengkakan pada persendian. otomatik. semiotomatik)  Tidak langsung : SHDT  membandingkan jumlah trombosit dengan RBC LI 2. seperti lulut. Mengetahui dan Memahami Hemofilia LO 2. Pewarisannya berkaitan dengan jenis kelamin tetapi hamper sepertiga pasien tidak memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga dan terjadi karena mutasi baru.000)  Langsung (manual.1 Definisi Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno.2 Klasifikasi Hemofilia terbagi atas dua jenis.  Hemofilia kekurangan Factor VIII Kekurangan faktor VIII protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan. Faktor VIII disebut juga faktor antihemofilik yang memiliki bentuk aktif sebagai co-faktor. yaitu : 1. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

Laki-laki yang memiliki kelainan genetika di kromosom X-nya akan menderita hemofilia. Faktor VIII disebut juga faktor Christmas yang memiliki bentuk aktif sebagai serin protease.3 Etiologi Hemofilia disebabkan oleh adanya defek pada salah satu gen yang bertanggung jawab terhadap produksi faktor pembekuan darah VIII atau XI. Perempuan harus memiliki kelainan genetika di kedua kromosom X-nya untuk dapat menjadi hemofilia (sangat jarang).  Hemofilia Kekurangan Factor IX Kekurangan faktor IX protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Hemofilia B  Christmas disease Pertama kali terjadi pada seseorang bernama Steven Christmas asal Kanda. Gen tersebut berlokasi di kromosom X. yang kemudian dapat . Wanita menjadi karier hemofilia jika mempunyai kelainan genetika pada salah satu kromosom X. Identik dengan yang dijumpai pada hemophilia A LO 2.2.

000 orang.000-30. Gambar 3. namun diperkirakan sekitar .4 Epidemiologi Penyakit ini bermanifestasi klinik pada laki-laki. Sebanyak 18. Angka kejadian hemofilia A sekitar 1:10. Belum ada data mengenai angka kekerapan di Indonesia. sekitar 400 bayi dilahirkan dengan kelainan bawaan ini. Pola penurunan pada Hemofilia – Contoh 2 LO 2.000 orang dan hemofilia B sekitar 1:25. Pola penurunan pada Hemofilia – Contoh 1 Gambar 4.. Tiap tahun.diturunkan kepada anak-anaknya.000 orang di Amerika Serikar menderita hemofilia.

000 kasus dari 200 juta penduduk Indonesia saat ini.1/1 juta populasi. Pendarahan otot dan hematoma juga sering terjadi. Gejala klinik dapat timbul berupa : 1. Seseorang yang mengalami pendarahan akan mengalami gangguan fungsi gerak yang mengakibatkan aktivitas sehari-harinya terganggu. 2. Disebutkan bahwa lutut dan siku paling banyak mengalami pendarahan karena sering dipaksa kerja. LO 2. Mutasi gen secara spontan diperkirakan mencapai 20-30% yang terjadi pada pasien tanpa riwayat keluarga. Pendarahan intraserebrum spontan lebih sering terjadi . kadang disertai obstruksi akhibat perdarahan intramukosa. geografi. sehingga produktivitas dan kualitas hidupnya menurun. Kasus hemofilia A lebih sering dijumpai dibandingkan hemofilia B.5 Manifestasi Klinik Manifestasi klinik hemofili A dan hemofili B tidak dapat dibedakan. 4. Hemofili dijumpai pada anak laki-laki. angka ini sangat kecil dibandingkan prediksi secara epidemiologi seharusnya di Indonesia penderita hemofilia ± 21. Setelah mengalami pendarahan pasien akan mengalami fase akut kemudian fase kronik. Tekanan local dapat menyebabkan neuropati jepitan atau nekrosis iskemik. Berdasarkan data terakhir dari Yayasan Hemofilia Indonesia (HMHI) Pusat jumlah penderita hemofilia yang sudah teregistrasi sampai Juli 2005 sebanyak 895 penderita yang tersebar di 21 provinsi dari 30 provinsi. sedangkan anak wanita sebagian besar sebagai karier. yaitu berturut-turut mencapai 80-85% dan 10-15% tanpa memandang ras. Pendarahan spontan sering terjadi terutama pendarahan sendi (haemarthros). Keparahan klinis penyakit berbanding terbalik dengan kadar faktor VIII 6. secara nasional prevalensi hemofilia hanya mencapai ± 4.20. berarti ada 9 provinsi yang belum membuat data registrasi kemungkinan adanya penderita hemofilia di daerahnya. dan keadaan sosial ekonomi.854. 2004). dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 217. Pada bayi akan mengalami pendarahan pasca sirkumsisi yang parah atau pendarahan sendi atau jaringan lunak serta memar luas ketika mereka mulai aktif (Hemartrosis) 3. Ekstrasi gigi menyebabkan pendarahan berkepanjangan 5. Perdarahan pasca operasi atau pasca-trauma dapat mengancam nyawa (yang ringan maupun berat) 7.000 orang. Pendarahan sendi berulang-ulang menyebabkan kerusakan sendi (anklylose) dan gangguan berjalan.000 populasi (BPS Indonesia. Dapat terjadi hematuria spontan dan perdarahan saluran cerna.

Perdarahan spontan yang sering di sendi.Kadang perdarahan spontan .Perdarahan setelah trauma minor .Penyakit parah .Penyakit ringan .Perdarahan hanya setelah trauma signifikan dan pembedahan LO 2.Penyakit sedang .Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh). Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh. Ada HIV Aktivasi faktor koagulasi <1 1-5 >5 Manifesasi klinis . lalu darah keluar dari pembuluh. Pseudotumor hemophilia adalah hematoma besar berkapsul yang diserati pembengkakan kistik progresif akhibat perdarahan berulang (lesi) 9.6 Patofisiologi .8. . - Pembuluh darah mengerut/mengecil. Proses Pembekuan Darah pada Orang Normal : . Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh. - Proses Pembekuan Darah pada Penderita Hemofilia : Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir . Perdarahan subperiosteum berulang disertai destruksi tulang dan pembentukan tulang baru 10.Deformitas sendi dan lumpuh jika tidak dicegah atau diobati dengan memadai . organ dalam sejak usia dini . otot.

Pemeriksaan ini terutama mengenai trombosit.X. F. Hemofili diturnkan secara sex-linked recessive. pengobatan harus ditangguhkan dulu selama 3 – 7 hari. mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna. 2. Hemofili B disebabkan karena defisiensi F.Hasil Memendek : Penyakit Hodkin . DIC. etc b. leukemia. Lebih dari 30 % kasus hemofili tidak disertai riwayat keluaraga.7 Pemeriksaan (Fisik dan Penunjang) 1. lalu darah keluar dari pembuluh. Bleeding Time (TT) adalah uji laboratorium untuk menentukan lamanya tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris. Kisaran nilai normalnya adalah 10-15 menit. . Hemofili A disebabkan oleh defisiensi Faktor VIII clotting activity dapat karaena sintesis menurun atau pembentukan F. .keseluruh tubuh). 1.Hasil Memanjang : ITP. Uji ini tidak boleh dilakukan jika penderita sedang mengkonsumsi antikoagulan atau aspirin. Pemeriksaan ini mengukur hemostasis dan koagulasi. LO 2. untuk mengetahui berapa lama pembentukan bekuan setelah ditambahkan trombin eksogen. mutasi timbul secara spontan. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu. C dengan struktur abnormal. yaitu jumlah dan kemampuan untuk adhesi pada jaringan subendotel dan membentuk agregasi (pemeriksaannya dengan menusukkan jarum ke lobus telinga atau tangan) menunjukkan fungsi dari kapiler dan trombosit. Thrombin Time (TT) ) merupakan waktu yang diperlukan oleh fibrinogen plasma untuk membentuk trombin. - Pembuluh darah mengerut/ mengecil.IX. Defisiensi F VIII mengganggu jalur intrinsic sehingga menyebabkan berkurangnya pembentukan fibrin . Tes Penyaring a. fungsi pembuluh darah kapiler dan trombosit.VIII diperlukan dalam pembentukan tenase complex yang akan mengaktifkan F.Akibatnya terjadilah gangguan koagulasi. Masa perdarahan tergantung atas : ketepatgunaan cairan jaringan dalam memacu koagulasi. sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.VIII. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.

Normal kemungkinan kekurangan : HMW. VII. namun hasil ini bisa bervariasi untuk tiap laboratorium tergantung pada peralatan dan reagen yang digunakan. X. hipotermia. Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) merupakan waktu yang diperlukan untuk membentuk bekuan yang stabil dalam plasma darah setelah terpapar dengan komponen dari platelet. XII. fibrinolisis. jaundice). defisiensi faktor koagulasi (II. Meningkat : Defisiensi bawaan. Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan. Pemeriksaan pada karier wanita – juga menunjukkan F. Prothrombin Time (PTT) merupakan waktu yang diperlukan plasma untuk membentuk bekuan bekuan setelah penambahan faktor jaringan. kanker hati. V. von willebrand. malaria. afibrinogenemia. DIC. Clotting Time (CT) merupakan waktu yang diperlukan darah untuk membeku pada gelas tabung.c. Pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis hemophilia namun tidak bias mendeteksi kelainan koagulasi yang ringan. Kisaran nilai normalnya adalah 5 – 15 menit. gangguan reabsorbsi usus. Nilai normal uji APTT adalah 20 – 35 detik. Uji masa protrombin (prothrombin time. VIII dan F. leukemia. PT) untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama yaitu faktor I. II.VIIIC menurun (50%) . Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin. abses hati. 2. d. Defisiensi didapat dan kondisi abnormal : Sirosis hati. X). Tes Konfirmatif . protrombin. HASIL MEMANJANG : Penyakit hati (sirosis hati. Protrombin dikonversi menjadi thrombin oleh tromboplastin yang diperlukan untuk membentuk bekuan darah. hepatitis. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai fungsi koagulasi jalur intrinsic dan umum. V. defisiensi faktr pembekuan. disfungsi platelet. Vit K. CT memanjang dijumpai pada : pengaruh heparin. Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. IX. disseminated intravascular coagulation (DIC).Jika F.IX .Pengukuran kuantitatif F. VII. hipofibrinogenemia. hemodilusi. hemorrhagic disease of the newborn (HDN). VIII defisiensi maka dilanjutkan dengan pemeriksaan faktor von Willebrand 3. Faktor yang terpengaruh VIII. e.

9 Penatalaksanaan Pengobatan hemofilia berbeda-beda. sendi.  Terapi Suportif  Menghindari luka atau benturan  Merencanakan suatu tindakan operasi  Mengatasi perdarahan akut :  R : Rest  diistirahatkan . cukup gunakan plester. Terapi ini bertujuan melatih sendi agar tidak kaku dan rusak. untuk tipe C. Infus yang dilakukan secara berkala tiap dua atau tiga kali seminggu dapat mencegah pendarahan. Hormon ini dapat merangsang aktifnya komponen pembekuan darah. sayatan di kulit.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 LO 2. Jika sendi mulai terpengaruh oleh pendarahan dalam. penanganannya berupa pemberian cairan plasma darah melalui infus. pascatrauma atau pasca operasi Normal Normal Normal Memanjang Von Willebrand Autosomal Dominan (Inkomplit) Membran mukosa. sendi. Sementara. Pendarahan dalam yang tidak terlalu besar juga bisa ditangani dengan menempelkan es yang dililit handuk. Sedangkan. Untuk hemofilia tipe A yang ringan dan sedang. bergantung pada tipe yang diidap. dilakukan transfusi cairan yang mengandung komponen pembekuan darah. diberikan injeksi hormon. pascatrauma atau pascaoperasi Normal Memanjang Normal Memanjang atau Normal Normal Rendah Normal Negatif Normal Normal Rendah Normal LO 2.8 Diagnosis Banding Hemofilia A Pewarisan Terkait Jenis kelamin Tempat utama Otot. pasien bisa melakukan terapi fisik. Dokter bisa mengajarkan cara melakukan infus di rumah. Untuk tipe A dan B yang termasuk parah. pendarahan pascatrauma atau pasca operasi Hitung Trombosit Normal PFA-100 Normal Waktu Normal Protrombin (PT) Waktu Memanjang tromboplastin parsial (APTT) Faktor VIII C Rendah Faktor VIII R Normal (vWF) Faktor IX Normal Agregasi Normal trombosit dipicu ritosetin Hemofilia B Terkait Jenis kelamin Otot. untuk mengatasi luka kecil di kulit.

Antibodi terbentuk sebagai antagonis terhadap faktor VIII dan IX k. Reaksi transfusi alergi terhadap produk darah l. Hepatitis i. heparin & aspirin. Hindari antikoagulan. Trombosis atau tromboembolisme . asam salisilat.  Terapi gen  Dengan menggunakan vektor retrovirus. Hipertensi f. melumpuhkan b.  Desmopressin / DDAVP  Untuk merangsang peningkatan kadar aktivitas faktor VIII di plasma.     I : Ice  di kompres  C : Compressio  ditekan / di bebat  E : Elevation  ditinggikan Pemberian kortikosteroid  untuk menghilangkan inflamasi Pemberian analgetika  diindikasikan pada pasien hemartrosis dengan nyeri hebat. Perdarahan intra kranial e. Paralisis d. Rehabilitasi medik  Terapi Causa  Terapi pengganti factor pembekuan  Dilakukan selama 3X seminggu untuk menghindari kecacatan fisik (terutama sendi). AIDS (HIV) karena terpajan produk darah yang terkontaminasi. Anemia hemolitik
 m. Kontrakfur otot c.  Transplantasi lever  Pemberian vitamin K LO 2. adenovirus & adeno associated virus. AINS. Splenomegali h.  Antifibrinolitik  Untuk menstabilisasikan bekuan/ fibrin dengan cara menghambat proses fibrinolisis.10 Komplikasi a.  Pemberian faktor VIII/IX dalam bentuk rekombinan konsentrat maupun komponen darah. Kerusakan ginjal g. j. Artropati progresif.

Kerusakan dari faktor VIII dimana tingkat sirkulasi yang fungsional dari faktor VIII ini tereduksi. F.VIII yang menyebabkan hemofilia berat. 4. vWF di produksi dalam kualitas normal dengan jumlah normal atau meningkat. Mutasi genetik yang ditemukan pada hemofilia A :  Transposisi basa tunggal : codon arginin menjadi stop codon yang menghentikan  sintesis F. dan pelihara kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut.11 Prognosis Prognosis baik bila diterapi dengan benar. Selain itu. Jangan sampai terjatuh atau terluka.1.  Substitusi sam amino tunggal : menyebabkan hemofilia ringan.13 Patogenesis 1. Defisiensi F VIII menggagu jalur intrinsik sehingga menyebabkan berjurangnya pembentukan fibrin. 3. hindari obat-obatan yang bersifat mengencerkan darah. Pada hemofilia A didapatkan gangguan pada proses stabilisasi sumbat trombosit oleh fibrin. Hemofilia diturunkan secara sex-linked recessive. Akibatnya terjadilah gangguan koagulasi.  Delesi beberapa ribu nukleotida : menyebabkan hemofilia berat. LO 2.Aktifasi reduksi dapat menurunkan jumlah protein faktor VIII.VIII. berhati-hatilah ketika beraktivitas. dan pasien dapat hidup secara normal Pasien harus secara rutin berkonsultasi dengan dokter spesialisnya untuk menentukan manajemen Tidak dapat disembuhkan karena herediter Terlambat dalam menanggulangi pendarahan akan berakibat ankilosis dan kematian LO 2. Hemofilia B disebabkan karena defisiensi F. 2. Dasar abnormalitas pada hemofilia A adalah defisiensi/abnormalitas protein plasma yaitu faktor anti hemofili (AHF = anti hemophilic factor/VIII).VIII bersirkulasi dalam bentuk ikatan dengan faktor von Willebrand (vWF). yang menimbulkan abnormalitas dari protein.VIII Antigen (F.12 Pencegahan Hemofilia tidak bisa dicegah.Faktor vWF disebut juga F. tapi ada beberapa cara untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Berolahraga teratur.VIIIAg) berfungsi sebagai pembawa F. dalam plasma F. Hemofilia A disebabkan oleh defisiensi F VIII clotting activity (F VIIIC) dapat karena sintesis menurun atau pembentukan F VIII. mutasi timbul secara spontan. Fungsi F.IX.VIII Pada hemofilia A. . sebab kelainan darah ini. Dalam keadaan normal. Lebih dari 30% kasus hemofilia tidak disertai riwayat keluarga. Jika tidak hati-hati.C dengan struktur abnormal. praktik cabut gigi bisa menyebabkan pendarahan. Hemofilia B disebabkan kekurangan faktor IX. Gigi dan mulut yang sehat akan mengurangi risiko mencabut gigi.VIII diperlukan dalam pembentukan tenase complex yang akan mengaktifkan F X. LO 2. Terutama bagi anak kecil. 2.

sehingga disebut jalur intrinsik. Rangkaian reaksi pertama memerlukan faktor jaringan (tromboplastin) yang dilepas endotel pembuluh saat cedera.Untaian fibrin tidak terbentuk maka dinding pembuluh yang cedera menutup. walaupun dibantu oleh fosfolipid.Faktor VIII menjadi kofaktor yang efektif untuk faktor IX yang aktif. Dalam proses ini.Faktor VIII harus dilibatkan sebelum faktor X diaktifkan. pengaktifan salah satu prokoagulan akan mengakibatkan pengaktifan bentuk penerusnya. sehingga disebut faktor ekstrinsik. hal ini dapat diuji dengan tingginya (lamanya) PTT (partial tromboplastin time). fosfolipid dan juga kalsium bekerja sama untuk membentuk fungsional aktifasi faktor X yang kompleks (”X ase”). .Namun pada penderita hemofilia faktor VIII mengalami defisiensi. Jalur intrinsik diawali dengan keluarnya plasma ataukolagen melalui pembuluh yang rusak dan mengenai kulit. faktor VIII aktif. sehingga jika trombin mengalami penurunan pembekuan yang dibentuk mudah pecah dan tidak bertahan mengakibatkan pendarahan yang berlebihan dan sulit dalam penyembuhan luka.Sedangkan faktor VIII dan IX terdapat dalam darah. sehigga hilangnya atau kekurangan kedua factor ini dapat mengakibatkan kehilangan atau berkurangnya aktifitas faktor X yang aktif dimana berfungsi mengaktifkan protrombin menjadi trombin. akibatnya proses pembekuan darah membutuhkan waktu yang lama untuk melanjutkan ketahap berikutnya.Dan perdarahan pun sulit dihentikan. dan IX harus diaktifkan berurutan.Faktor-faktor koagulasi XII. Faktor jaringan ini tidak terdapat dalam darah. karena faktor X tidak bisa diaktifkan. XI. trombosit tidak berarti tanpa faktor Xa. Pembentukan fibrin. Produksi fibrin dimulai dengan perubahan faktor X menjadi Xa (belum aktif). Kondisi seperti inilah yang menghambat pengaktifan jalur intrinsik.Secara tidak langsung juga menghambat jalur bersama. faktor IX aktif.