You are on page 1of 37

Klausula Baku

Oleh :

Soemali

Pengantar
• Dalam era globalisasi ini, pembakuan syarat-syarat perjanjian merupakan mode yang tidak dapat dihindari. Bagi para pengusaha mungkin ini merupakan cara mencapai tujuan ekonomi yang efisien, praktis, dan cepat tidak bertele-tele. Tetapi bagi konsumen, justru merupakan pilihan yang tidak menguntungkan karena hanya dihadapkan pada suatu pilihan, yaitu, menerima walaupun dengan berat hati.

Lanjut …
• Perjanjian baku adalah wujud dari kebebasan individu pengusaha menyatakan kehendak dalam menjalankan usahanya. Dalam membuat perjanjian, pihak pengusaha selalu berada pada posisi kuat berhadapan dengan konsumen yang umumnya berposisi lemah. • Konsumen hanya dihadapkan pada dua pilihan, yaitu : take it (jika konsuumen membutuhkan silahkan ambil ), dan leave it (jika keberatan tinggalkan saja.

Syarat-syarat perjanjian yang mereka buat dan sodorkan kepada konsumen umumnya kurang mencerminkan rasa keadalan karena konsumen tidak berhak menawar syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pengusaha.Lanjut … • Dalam masyarakat kapitalis. . Menawar berarti menolak syarat-syarat yang ditentukan. sudah lumrah jika pengusaha besar mengendalikan perekonomian masyarakat (negara) dengan menjual produk atau jasa yang dihasilkannya berdasarkan modelmodel perjanjian yang mengandung syarat-syarat yang menguntungkan pihaknnya.

dengan usaha sedikit mungkin. • Dalam hubungan hukum sesama pengusaha.Lanjut … • Perjanjian baku diterima oleh para pengusaha umumnya dan dijadikan model perjanjian tidak hanya di negaranegara maju. dengan cara sepraktis mungkin. . memperoleh keuntungan sebesar mungkin. yaitu. melainkan juga di negara-negara berkembang sebagai dasar prinsip ekonomi. dalam waktu sesingkat mungkin. perjanjian baku hampir tidak menimbulkan masalah apa-apa karena mereka berpegang pada prinsip ekonomi yang sama dan menerapkan sistem bersaing secara sehat dalam melayani konsumen. dengan biaya seringan mungkin.

Lanjut … • Dalam hubungan hukum antar pengusaha dan konsumen biasa (common consumers) justru muncul permasalahan utama. . yaitu. Dalam hal ini konsumen harus menerima segala akibat yang timbul dari perjanjian tersebut walaupun akibat itu merugikan konsumen tanpa kesalahannya. kemampuan konsumen memenuhi syarat-syarat yang telah diterapkan secara baku dan sepihak oleh pengusaha. menerima dengan berat hati. yaitu. Konsumen dihadapkan pada satu pilihan.

• Dalam hubungan ini. perjanjian baku artinya perjanjian yang menjadi tolok ukur yang dipakai sebagai patokan atau pedoman bagi setiap konsumen yang mengadakan hubungan hukum dengan pengusaha. • Yang dibakukan dalam perjanjian baku ialah model.Ciri-ciri Perjanjian Baku • Perjanjian baku disebut juga perjanjian standar. • Kata baku atau standar artinya tolok ukur yang dipakai sebagai patokan. . rumusan. Dalam bahasa Inggris disebut standard contract. dan ukuran. standard agreement.

kepentingan ekonomi pengusaha lebih terjamin karena konsumen hanya menyetujui syarat-syarat yang disodorkan oleh pengusaha. • Prinsip ekonomi dan kepastian hukum dalam perjanjian baku dilihat dari kepentingan pengusaha bukan dari kepentingan konsumen. • Pembakuan syarat-syarat perjanjian. . • Ciri tersebut mencerminkan prinsip ekonomi dan kepastian hukum.Lanjut … • Ciri-ciri perjanjian baku mengikuti dan menyesuaikan perkembangan tuntutan masyarakat.

kelihatan isinya padat dan sulit dibaca dalam waktu singkat. .Lanjut … • Perjanjian baku dibuat secara tertulis berupa akta otentik atau di bawah tangan. • Perjanjian baku memuat syarat-syarat baku menggunakan kata-kata atau susunan kalimat yang teratur dan rapi. dan hal ini yang merugikan konsumen. kredita dengan jaminan. • Huruf yang dipakai kecil-kecil. • Contoh perjanjian baku adalah polis asuransi. tiket pengangkutan dan lainnya.

atau dokumen bukti perjanjian yang memuat syarat-syarat baku. • Rumusan syarat-syarat perjanjian dapat dibuat secara singkat berupa pasal-pasal. rumusan. rumusan.Lanjut … • Format perjanjian baku meliputi model. atau blanko formulir yang dilampiri dengan naskah syarat-syarat perjanjian. dan ukurannya. . Format ini dibakukan. diubah. sehingga tidak dapat diganti. atau dibuat dengan cara lain karena sudah dicetak. klausula-klausula tertentu. • Model perjanjian dapat berupa blanko naskah perjanjian lengkap. artinya sudah ditentukan model. dan ukuran.

Lanjut … • Syarat-syarat perjanjian yang merupakan pernyataan kehendak ditentukan sendiri secara sepihak oleh pengusaha atau organisasi pengusaha. • Pembuktian oleh pihak pengusaha yang membebaskan diri dari tanggung jawab sulit diterima oleh konsumen karena ketidaktahuannya. maka sifatnya cenderung lebih menguntungkan pengusaha daripada konsumen. • Dalam perjanjian tergambar adanya klausula eksenorasi berupa pembebasan tanggung jawab pengusaha. tanggung jawab tersebut menjadi beban konsumen. . • Syarat-syarat perjanjian dimonopoli oleh pengusaha.

Lanjut … • Jika konsumen bersedia menerima syarat-syarat perjanjian yang disodorkan kepadanya. pilihan menerima atau menolak inidalam bahasa Inggris diungkapkan dengan “ take it or leave it “. maka ditandatanganilah perjanjian itu. • Jika konsumen tidak setuju dengan syarat-syarat yang disodorkan itu. ia tidak boleh menawar syarat-syarat yang dibakukan itu. • Menawar syarat-syarat baku berarti menolak perjanjian. . Penandatanganan tersebut menunjukkan bahwa konsumen bersedia memikul beban tanggung jawab walaupun mungkin ia tidak bersalah.

Lanjut … • Dalam syarat-syarat perjanjian terdapat klausula standar mengenai penyelesaian sengketa. termasuk adanya pilihan forum dan hukum yang digunakan (choice of forum dan choice of law ). . dan melalui pengadilan. penyelesaian melalui perantara. • Penyelesaian sengketa tersebut selalu ada dalam perjanjian standar. mediasi dan arbitrasi. Klausula ini biasanya apabila terjadi sengketa diselesaikan melalui musyawarah mufakat. yaitu.

Allgemeine Geschaftbendingungen (Jerman). tanpa mempertimbangkan perbedaan kondisi yang dimiliki konsumen. kontrak standar. pad contract. perjanjian standar. contrat D’adhesion (Perancis). perjanjian baku. serta ditawarkan secara massal. standardized contract. • Kontrak baku adalah kontrak berbentuk tertulis yang telah digandakan berupa formulir-formulir. standaardvoorwaarden (Belanda).Definisi • Istilah perjanjian baku atau standar dalam istilah bahasa Inggris terdapat istilah standardized agreement. standard contract. atau kontrak baku. contract of adhesion. . yang isinya telah distandardisasi atau dibakukan terlebih dahulu secara sepihak oleh para pihak yang menawarkan.

Lanjut … • Mariam Darus Badrulzaman menyatakan bahwa perjanjian baku adalah perjanjian yang isinya dibakukan dan dituangkan dalam bentuk formulir. . namun sifatnya tertentu. • Hondius menyatakan bahwa perjanjian standar adalah konsep janji-janji tertulis yang disusun tanpa membicarakan isinya serta pada umumnya dituangkan dalam perjanjian-perjanjian yang tidak terbatas jumlahnya. • Drooglever Fortuijn menyatakan bahwa perjanjian baku adalah perjanjian di mana bagian isinya yangpenting ditentukan dalam susunan janji.

yang isinya telah disstandardisasi terlebih dahulu secara sepihak oleh produsen. serta bersifat massal tanpa mempertimbangkan perbedaan kondisi yang dimiliki konsumen. • Johanes Gunawan menyatakan bahwa perjanjian standar adalah perjanjian yang bentuknya tertulis berupa formulir-formulir.Lanjut … • Sutan Remy Sjahdeni menyatakan bahwa perjanjian baku adalah perjanjian yang hampir seluruh klausulaklausulanya sudah dibakukan oleh pemakainya dan pihak yang lain pada dasarnya tidak mempunyai peluang untuk merundingkan atau meminta perubahan. .

• . • . . • .formulir-formulir dirancang dan ditawarkan pada umum atau sejumlah orang yang tidak tertentu banyaknya.formulir-formulir dirancang oleh perusahaan-perusahaan dengan bidang usaha besar. dan pemberian jasa secara massal. dan tidak secara perseorangan.Lanjut … • Lenhoff menyatakan bahwa perjanjian standar adalah perjanjian dengan ciri : • . yang bergerak dalam produksi. • .transaksi dilakukan atas dasar formulir yang telah distandardisasai. ia hanya dapat melekatkan diri pada kontrak atau menolak kontrak.formulir-formulir digunakan untuk memenuhi permintaan akan barang atau jasa secara massal. distribusi.setiap offeree tidak memiliki posisi tawar (bargaining position).

• Pitlo menyatakan bahwa perjanjian baku sebagai perjanjian paksa (dwangcontract). sebab kedudukan pengusaha itu (yang berhadapan dengan konsumen) adalah seperti pembentuk undang-undang swasta (legio particuliere wetgever).Pendapat Tentang Perjanjian Baku • Sluijter menyatakan bahwa perjanjian baku bukan perjanjian. • Asser-Rutten menyatakan bahwa setiap orang yang menandatangani perjanjian bertanggung jawab pada isi dan apa yang ditandatanganinya. • Stein menyatakan bahwa perjanjian baku dapat diterima sebagai perjanjian berdasarkan fiksi adanya kemauan dan kepercayaan yang membangkitkan kepercayaan bahwa para pihak mengikatkan diri pada perjanjian itu. .

. pelanggaran terhadap ketentuan ini akan mengakibatkan perjanjian itu tidak sah dan juga tidak mengikat sebagai undang-undang.Lanjut … • Hondius menyatakan bahwa perjanjian baku mempunyai kekuatan mengikat berdasarkan kebiasaan (gebruik) yang berlaku di lingkungan masyarakat dan lalu lintas perdagangan. • Subekti menyatakan bahwa asas konsensualisme terdapat dalam Pasal 1320 juncto Pasal 1338 KUH Perdata. • Enggens menyatakan bahwa kebebasan kehendak di dalam perjanjian adalah merupakan tuntutan kesusilaan.

akta hak tanggungan. perjanjian baku yang ditetapkan oleh pemerintah.Lanjut … • Mariam Darus Badrulzaman membagi jenis-jenis perjanjian standar terdiri : • 1. perjanjian baku timbal balik. • 2. • 4. perjanjian yang isinya ditentukan oleh kedua belah pihak. yaitu. perjanjian yang isinya ditentukan oleh pihak yang kuat kedudukannya di dalam perjanjian itu. misal perjanjian perburuhan. perjanjian yang isinya ditentukan pemerintah terhadap perbuatan-perbuatan hukum tertentu. perjanjian baku sepihak. misal akta jual beli taqnah. . yaitu. perjanjian baku yang ditentukan di lingkungan notaris atau advokat. yaitu. • 3.

exculpatory clause (Amerika).Klausula Baku • Istilah klausula baku beraneka ragam. unreasonably (Inggris). • Mariam Darus Badrulzaman menyatakan bahwa klausul eksonerasi adalah klausula yang berisi pembatasan pertanggungan jawab dari kreditur. • Sutan Remy Sjahdeni menyatakan bahwa klausul eksemsi adalah klausul yang bertujuan untuk membebaskan atau membatasi tanggung jawab salah satu pihak terhadap gugatan [ihak lainnya dalam hal yang bersangkutan tidak atau tidak dengan semestinya melaksanakan kewajibannya yang ditentuklan di dalam perjanjian tersebut. exemption clause (Inggris). klausul eksenorasi. . onredelijk bezwarend (Belanda). ada yang menggunakan klausul eksemsi.

. or damages.Lanjut … • Kumar menyatakan exclusion clause adalah clause of a contract which purports to protect the proferens absolutely or in a limited manner against liability. excluding or modifying a remedy or a liability arising out of a breach of a contractual obligation. for breach of contract. • Klausula eksenorasi adalah syarat yang secara khusus membebaskan pengusaha dari tanggung jawab terhadap akibat yang merugikan. • David Yates menyatakan exclusion clause adalah any term in a contract restricting. or exclude his liability if the action is brought after the stipulated time. yang timbul dari pelaksanaan perjanjian.

• Klausula eksenorasi rumusan undang-undang membebankan pembuktian pada pengusaha bahwa ia tidak bersalah. • Klausula eksenorasi rumusan pengusaha membebankan pembuktian pada konsumen bahwa konsumen tidak bersalah dan inilah yang menyulitkan konsumen. dapat juga berasal dari rumusan undang-undang.Lanjut … • Klausula eksenorasi dapat berasal dari rumusan pengusaha secara sepihak. sehingga bebas tanggung jawab. . • Tujuan utama klausula eksenorasi ialah mencegah pihak konsumen merugikan kepentingan pengusaha.

• Rijken mengatakan bahwa klausula eksenorasi adalah klausula yang dicantumkan dalam suatu perjanjian dengan mana satu pihak menghindarkan diri untuk memenuhi kewajibannya membayar ganti rugi seluruhnya atau terbatas. yang terjadi karena ingkar janji atau perbuatan melanggar hukum. .Lanjut … • Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 memberikan definisi klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalamsuatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipatuhi oleh konsumen.

menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen. menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. • 2. .Lanjut … • Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 menyatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk dipedagangkan dilarang membuat dan/atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila : • 1. • 3. menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak menyerahkan kembali barang yang dibeli oleh konsumen.

memberi hak kepada pelaku usaha untuk mengurangi manfaat jasa atau mengurangi harta kekayaan konsumen yang menjadi objek jual beli jasa. • 7. mengatur perihal pembuktian atas hilangnya kegunaan barang atau pemanfaatan jasa yang dibeli oleh konsumen. lanjutan dan/atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku . menyatakan pemberian kuasa dari konsumen kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang berkaitan dengan barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran. tambahan. menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru.Lanjut … • 4. • 6. • 5.

• 8. menyatakan bahwa konsumen memberi kuasa kepada pelaku usaha untuk membebankan hak tanggungan. • Setiap klausula baku yang telah ditetapkan pelaku usaha pada dokumen atau perjanjian yang memenuhi ketentuan 1 dan 2. dan hak jaminan terhadap barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran. hak gadai. • Pelaku usaha dilarang mencantumkan klausula baku yang letak atau bentuknya sulit terlihat atau tidak dapat dibaca secara jelas atau yang mengungkapkannya sulit dimengerti. . dinyatakan batal demi hukum.Lanjut … • usaha dalam massa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya.

Lanjut … • Dilihat dari isinya terdapat 3 jenis klausula baku. pengurangan atau penghapusan tanggung jawab terhadap akibat-akibat hukum. • 2. . misalnya ganti rugi akibat wanprestasi. • 3. yaitu : • 1. penciptaan kewajiban-kewajiban yang kemudian dibebankan kepada salah satu pihak. pembatasan atau penghapusan kewajibankewajiban sendiri. misalnya penciptaan kewajiban memberi ganti rugi kepada pihak ketiga yang terbukti mengalami kerugian.

Pelaku usaha yang melanggar Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. akan menyebabkan Hakim harus membuat putusan declaratoir bahwa klausula baku tersebut batal demi hukum.000.00 ( dua milyar rupiah)..000. 2.000.Lanjut … Apabila klausula baku tersebut digugat oleh konsumen di pengadilan. .

(b) pengumuman keputusan hakim. (e) kewajiban penarikan barang dari peredaran. atau (f) pencabutan ijin usaha. . untuk ketentuan pidana pokok diancam pidana kurungan maksimal lima tahun atau pidana denda maksimal Rp 2 milyar (Pasal 62).Lanjut … • Terdapat empat persoalan dalam pengaturan sanksi pidana dalam klausula baku. Sedangkan untuk sanksi tambahan. yaitu : • 1. masih dimungkinkan dijatuhkan hukuman tambahan berupa (a) perampasan barang tertentu. soal besarnya/lamanya sanksi. di mana pelaku usaha yang melanggar Pasal 18. • (c ) pembayaran ganti rugi. (d) perintah penghentian kegiatan tertentu yang menyebabkan timbulnya kerugian konsumen.

Dalam Pasal 59 KUHP dinyatakan bahwa dalam hal-hal di mana karena pelanggaran ditentukan pidana terhadap pengurus anggota-anggota badan pengurus atau komisaris-komisaris. Pelaku usaha di sini menurut penjelasan Pasal 1 angka 3 termasuk di dalamnya korporasi. penuntutan pidana dapat dilakukan terhadap pelaku usaha dan/atau pengurusnya.Lanjut … • 2. anggota badan pengurus atau komisaris yang ternyata tidak ikut campur melakukan pelanggaran tidak dipidana. dengan demikian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengakui keberadaan pertanggungjawaban pidana korporasi. maka pengurus. Menurut Pasal 61. . kepada siapa sanksi pidana dijatuhkan.

dengan adanya sanksi pidana dalam klausula baku.Lanjut … • 3. tetapi sekarang menjadi tindak pidana • 4. menempatkan perjanjian yang memuat klausula baku. di mana perbuatan sebelum adanya undang-undang perlindungan konsumen bukan merupakan tindak pidana. pengaturan sanksi pidana dalam klausula baku adalah salah satu bentuk kriminalisasi. . tetapi secara normatif sudah termasuk dalam lapangan hukum publik. bukan lagi seratus persen dalam lingkup hukum privat.

pelanggaran terhadap ketentuan klausula baku tidak dapat dikenakan sanksi administrasi oleh BPSK. Namun.Lanjut … • Salah satu tugas dan kewenangan BPSK adalah melakukan pengawasan terhadap pencantuman klausula baku ( Pasal 52 ). . tidak termasuk dalam kompetisi BPSK untuk menjatuhkan sanksi administrasi sebagaimana diatur dalam Pasal 60. anehnya pelanggaran terhadap ketentuan klausula baku. BPSK juga berwenang menjatuhkan sanksi administrasi terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan undang-undang perlindungan konsumen. Dengan demikian.

Lanjut … • Setiap klausula baku yang telah ditetapkan oleh pelaku usaha pada dokumen/perjanjian yang memenuhi ketentuan Pasal 18 ayat (1) dan (2) dinyatakan batal demi hukum. Tuntutan perdata konsumen dapat mencakup biaya/cost selama menggunakan produk/jasa yang bersangkutan dan risiko yang diderita konsumen akibat menggunakan produk/jasa tersebut. adanya klausula baku tidak menutup kemungkinan bagi konsumen untuk melakukan tuntutan perdata kepada pelaku usaha. manakala keberadaan klausula baku tersebut merugikan kepentingan konsumen. . Dengan demikian.

Tetapi dengan pengertian sesungguhnya. Jihad nyaris identik dengan pedang dan darah.Lawan Klausula Baku Dengan Jihad Sosial • Jihad selama ini berkaitan dengan ledakan bom yang dilakukan oleh teroris. hingga masalah ritus keagamaan. dan menjadi wacana yang sangat dekat dengan kekerasan. dari masalah sosial kemanusiaan. tapi yang lebih penting adalah masalah atau dimensi sosialnya. jihad adalah bekerja keras dalam banyak hal. .

menyalahgunakan keadaan. advokat. juga melakukan gerakan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Di sisi lain. asuransi. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). dan merugikan konsumen. dan lain sebagainya agar tidak membuat klausula baku yang merugikan konsumen. Yakni dengan mengumandangkan gerakan moral kepada para notaris. leasing. perbankan. dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) untuk benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan dan penindakan terhadap klausula .Lanjut … • Perlawanan terhadap klausula baku yang merugikan dapat dilakukan dengan keteguhan hati dan sungguhsungguh membangun gerakan anti klausula baku yang menyesatkan.

.Terima Kasih • Alhamdulillah. terima kasih atas perhatiannya. memahami. semoga tetap membaca. • Wassalammualaikum Wr.Wb. dan mengembangkan materi ini secara mandiri dan ikhlas.