You are on page 1of 15

suboksipital. dan postaurikuler. Penyakit virus pada anak dan dewasa muda  Masa prodromal pendek  Pembesaran kelenjar getah bening servikal.  Erupsi berlangsung 2-3 hari  Kelainan berat disertai kelainan sendi dan purpura  Kelainan prenatal :    Abortus Kelainan kongenital Lahir mati .

dan urin. feses. manusia merupakan satusatunya host gol vertebrata .  Virus rubela tidak mempunyai host gol invertebrata.  Virus dapat ditemukan di sekret nasofaring. famili Togaviridae  Dapat diisolasi dari biakan jaringan penderita. darah. genus Rubivirus. Disebabkan oleh virus RNA.

 Viremia mencapai puncak tepat seblm erupsi  Masa penularan : 7 hari sebelum dan 5 hari sesudah erupsi  Daya tular tertinggi pada akhir masa inkubasi . dari nasofaring. atau rute pernafasan. Penularan : oral droplet.  Kemudian masuk aliran darah  viremia.

 Epidemi terjadi dengan interval 5-7 tahun.  Sering pd musim semi  Mengenai anak dan dewasa muda  Penularan :   Oral droplet Plasenta  Kelainan    pd fetus : 30% : minggu pertama kehamilan 50-60% : bulan pertama 4-5% : setelah bulan keempat .

limfadenopati . kemerahan pd konjungtiva. rinitis. nyeri tenggorok. sakit kepala. MASA  INKUBASI Berkisar antara 14 – 21 hari  MASA   PRODROMAL   Pada anak erupsi timbul scr asimptomatik Jarang disertai gejala dan tanda pada masa prodromal Pada remaja dan dewasa muda ms prodromal berlangsung 1-5 hari Gejala : demam ringan. batuk.

. dan servikal yg nyeri tekan (5-7 hr sebelum timbul eksanthema). Masa  prodromal (lanjt……)  Pd 20% penderita timbul enanthema pd hr pertama erupsi atau saat ms prodromal  tanda Forschheimer yi makula atau ptekie di palatum molle Limfadenopathi suboksipital. postaurikuler.

hr ke4 di anggota gerak . Masa    eksanthema Dimulai dr retroaurikuler. morbiliform Hari ke2 muka menghilang. hr ke-3 tubuh. muka. Berupa makula berbatas tegas meluas dan menyatu. meluas kraniokaudal.

dan bahu berupa pembengkakan.  Ensefalitis   Purpura trombositopenik  Perdarahan . nyeri Terjadi pada penderita wanita (5%). Hilang dlm 1 bulan. atralgia sendi kecil tangan. Terjadi pada penderita remaja dan dewasa. lutut. Jarang (1:5000 kasus).  Arthritis :    Sekitar 30% terjadi arthritis. kaki.

 Infeksi rubela pd ibu hamil berakibat infeksi pd janin dgn kelainan teratogenesis tergantung umur kehamilan. resorpsi embrio. tuli sensorineural.  Infeksi pd TM I  sindrom rubela kongenital (katarak. lahir mati. abortus. defek jantung)  Katarak dan defek jantung ok infeksi pada < 6 minggu .  50% ibu hamil asimptomatik.  Terjadi infeksi pd plasenta  janin  menyerang banyak organ dan jaringan  kelainan kongenital.

mikroftalmia. Defek mental tjd pd infeksi janin usia sampai 16 minggu. kel viseral. mikroftalmia. gigi.  Gejala lain : kel SSP. stenosis a.  Telinga : tuli sensorineural.pulmonalis . glaukoma.  Jantung : PDA. glaukoma.  Mata : katarak.  Gejala umum pd waktu lahir : retardasi pertumbuhan (BBL < 2500) dan psikomotorik. stenosis pulmonal. retinopati. retinopati. mikrosefali.

As salisilat. INH. barbiturat. roseola infantum.  Bakteri : demam scarlet  Erupsi obat : ampisislin. penisilin. tiazid  Beda dg morbili :   Koplik’s spot Bercak morbili lebih lama hilang . Penyakit dengan gjl eksanthema serupa rubela :  Virus : campak. pityriasis rosea. eritema mononukleosis infeksiosa.

IgM spesifik rubela  24-48 jam erupsi . trombositopenia ringan. Anamnesis    : Kontak dg penderita Kasus serupa di sekitar lingkungan (epidemi) Demam < 38. lekopenia. Serologi : HI tes untuk rubela naik 4 kali. badan Atralgia pd tangan  Penunjang   : Peningkatan sel plasma 5-20%.5 C  Pemeriksaan   fisik : Makula merah muda menyatu menjadi eritema difus di muka.

 Bisa terjadi reinfeksi  subklinis.  Imunitas pasca vaksinasi menetap 16 tahun seroprotektif 88-98%  Profilaksis :   Vaksinasi Pemeriksaan IgG dan IgM sebelum hamil . Setelah serangan akan timbul imunitas jangka panjang.  HI tes  proteksi  > 1/16 sampai 1/512.  Belum ada standar pengukuran kadar antibodi proteksi klinis.

 Tes HI titer antibodi kurang atau sebesar 1/16 maka dianggap rentan infeksi  Perlu vaksinasi pada wanita pasca pubertas dengan seronegatif  mengurangi morbiditas .  Pemeriksaan status imun rubella PENTING pd setiap ANC. Makin dini infeksi rubella pada kehamilan makin besar bahaya embriopati.