You are on page 1of 73

Diktat

SENI
KERAWITAN II

DR. PURWADI, M.HUM

PENDIDIKAN BAHASA DAERAH


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Maret 2010

KATA PENGANTAR

Diktat ini disusun untuk memperlancar proses belajar mengajar Mata


Kuliah Seni Kerawitan II di Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Bahasa
dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Penyusunan diktat ini merupakan
kelanjutan dari materi Mata Kuliah Seni Kerawitan I.
Secara sistematis dalam diktat ini, menjelaskan seluk-beluk kerawitan
yang meliputi golongan lagu ladrang, ketawang dan sekar ageng beserta dengan
contoh-contohnya. Masing-masing penjelasan contoh itu disajikan dengan genep,
genah, gampang, dan gamblang.
Kehadiran diktat ini dapat digunakan oleh mahasiswa dan penggemar
budaya Jawa yang hendak mendalami, mengkaji dan mempelajari seni karawitan.
Dengan demikian pengajaran seni kerawitan dapat lebih berkembang.

Yogyakarta, 15 Maret 2010

Dr. Purwadi, M.Hum

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I

TITI LARAS GAMELAN

BAB II

LARAS PELOG DAN SLENDRO

BAB III PENGGUNAAN IRINGAN KARAWITAN


BAB IV LAGU LADRANG
BAB V

GENDHING KETAWANG

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1. SILABUS
LAMPIRAN 2. RPP
PENYUSUN

BAB I
TITI LARAS GAMELAN

Titi laras gamelan hendaknya diketahui oleh waranggana, niyaga dan para
siswa yang sedang mempelajari seni karawitan. Susunan gamelan Jawa, sebagian
besar terdiri atas instrumen pukul, dilengkapi dengan seruling, instrumen gesek,
dan siter (Dwijo Carito, 2000). Gamelan Jawa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu laras
pelog dan laras slendro. Perbedaan gamelan laras slendro dan gamelan laras pelog
terletak pada warna nadanya (Harsono Kodrat, 1982).
Ada beberapa instrumen gamelan slendro yang lebih tua, ada juga
instrumen gamelan pelog yang lebih tua dari gamelan slendro (Kodiron, 1989).
Persamaan antara gendhing slendro dan gendhing pelog ialah, keduanya dapat
digunakan untuk mengiringi salah satu macam tarian, umpamanya Tari Golek
Lambangsari. Di sini dapat digunakan gendhing laras slendro, yaitu gendhing
Lambangsari slendro manyura ketuk 2 atau gendhing Lambangsari pelog barang
ketuk 2. Umpamanya lagi Tari Gambyong, Golek Cluntang, Pangkur,
Asmaradana dan sebagainya, bisa diiringi dengan gendhing-gendhing yang sama
tetapi nadanya lain. Selain itu patokan-patokan yang ada pada gendhing-gendhing
slendro hampir sama dengan gendhing pelog.
Dalam kebudayaan Jawa seni karawitan terlalu populer. Mereka
menjadikan gamelan sebagai penyerta kehidupan (Koentjaraningrat, 1984).
Gendhing-gendhing slendro sedikit agak kalem, luwes, dan menarik hati. Inilah
kelebihan Empu-empu dalam mengolah rasa yang dituangkan dalam gendhing

slendro terutama. Anggapan pengarang, seolah-olah gendhing-gendhing slendro


konsumtip bagi orang-orang tua yang sesuai dengan irama yang mengalun lembut,
penuh kewibawaan dan ketenangan (Rekso Panuntun, 1991). Dalam suatu
pergelaran tari atau wayangan dipakai gendhing-gendhing dari jajaran laras
slendro dibunyikan dengan laras pelog oleh laras pelog atau sebaliknya.
Contohnya gendhing-gendhing Kutut Manggung, Gambir Sawit, Onang-onang,
Moncer, Asmaradana, Pangkur, Bendrong. Agar para siswa mengerti tentang
seluk beluk titi laras perlu kiranya membaca tulisan Ki Hajar Dewantara (1953)
yang berjudul Pasinaon Titi Laras Gendhing.

BAB II
LARAS PELOG DAN SLENDRO

Pengetahuan tentang alat musik dari etnis lain perlu juga diketahui oleh
para pengrawit. Misalnya musik suku Bali, Madura, Sasak, Bugis, Banjar, Batak,
Maluku dan Papua. Bangsa asing kerap mempelajari seluk-beluk musik yang ada
di kepulauan nusantara.
Berkaitan dengan itu seorang ahli karawitan, Sunardi Wisnubroto (1997)
mengatakan The gamelan has two laras (scale/tonal system), laras slendro and
laras pelog. Laras pelog, if in older times the slendro system is exclusively used in
wayang purwa, the pelog scale is used in wayang gedhog. The pelog system is a
septatonic scale of seven notes. Keterangan tersebut tentu membuat bangsa asing
lebih mengerti tentang karawitan Jawa.
Khusus untuk gendhing-gendhing laras pelog ini banyak sekali dipakai
untuk mengiringi pergelaran Wayang Gedog. Wayang Gedog adalah wayang
Panji, yaitu wayang yang menggambarkan sejarah Kerajaan Kediri dan Janggala
pada jaman dahulu kala. Dalam kesusasteraan Jawa dan Bali, Serat Panji
merupakan sastra yang populer sekali di kalangan orang-orang Jawa maupun Bali,
bahkan di negara Thailand, Kamboja, Malaysia pun mengenal sastra Panji itu.
Menurut keterangan Poerbatjaraka (1952). Pementasan pergelaran Wayang Gedog
pada jaman dahulu sering kali diadakan, malah hampir boleh dikatakan rutin,
terutama dalam Kraton Surakarta dan juga di Alun-alun Utara pada upacara
Sekaten. Kata Gedog berasal dari Kedok yang artinya Topeng. Antara tahun 1700

sampai 1800 Masehi banyak ditemukan tulisan-tulisan yang membeberkan adanya


fragmen-fragmen (petilan) tari yang menggambarkan Tari Topeng tersebut,
antaranya Tari Topeng Klana, Pentul Tembem, Gunung Sari Gandrung, Jaran
Kepang dan sebagainya yang bersumber dari Naskah-naskah Panji.
Penggunaan seni karawitan kerap terkait dengan pertunjukan wayang.
iringan pergelaran wayangan gedog. Gendhing-gendhing laras pelog 5 dipakai
untuk mengiringi jejeran I sampai perang ampyak (rampogan). Perang Ampyak
(rampogan) sesungguhnya menggambarkan para prajurit sedang berkarya, di luar
areal kraton, umpamanya memperbaiki jalan-jalan, membuat jalan-jalan baru,
nembus hutan, meratakan jalan dan sebagainya. Adapun gendhing patet 5 pelog
itu di antaranya Kombangmara, Kembangmara, Duradasih, Mayangsari, Pasang,
Jatikondang, dan Sekarteja.
Pada pergelaran wayangan jaman kuna setelah tancep kayon lalu
dibunyikan gendhing kinanti untuk mengiringi gambyongan/Ledekan. Kalau
waranggana tidak ngantuk/lelah, tari Gambyong tersebut ditarikan waranggana
sendiri pasinden. Atau sering digunakan paraga Wayang Golek yang berupa
boneka atau Wayang Petruk. Ini mengandung arti bahwa wayangan yang telah
digelarkan Ki Dalang tadi supaya dicari digoleki makna dan petunjuk yang ada
pada ceritanya untuk diterapkan dalam alam kehidupan nyata maupun
kerokhanian. Tentang teknik pembuatan gamelan telah diterangkan oleh Trimanto
(1984) dalam bukunya yang berjudul Membuat dan Merawat Gamelan.
Iringan karawitan digunakan untuk berbagai macam keperluan. Misalnya
untuk mengiringi pesta pernikahan, penobatan raja, sedekah bumi, bersih desa.

Dalam pentas drama tradisional seperti wayang wong, ludruk dan kethoprak
peranan seni karawitan amat penting.
Untuk mengiringi upacara kenegaraan atau keagamaan, banyak sekali
gendhing-gendhing yang dipakai untuk kedua upacara ini, misalnya: Srikaton,
Langengita-Srinarendra, Gendhing Denda Gede, Denda Sewu, Menyan Kobar,
Kebogiro, Carabalen, Gendhing Kinanti Badaya Srimpi Sekarsih, Lagu Dempel,
Duradasih, dan banyak lagi gendhing Bedaya untuk mengiringi tari Bedaya
Sumreg, Bedaya Ketawang, Anglir Mendung, Badaya Srimpi, juga ada yang
dipakai untuk upacara ngruwat, Sesanti dan sebagainya. Kedua instrumen
gamelan slendro maupun pelog pada masa sekarang hampir dikatakan sama
jumlahnya, maksud saya untuk mengiringi pagelaran wayang semalam suntuk,
terutama pagelaran Wayang Purwa (Harsono Kodrat, 1982). Pertunjukan wayang
akan semakin hidup apabila disertai dengan penggarapan gendhing-gendhing
karawitan yang memadai.
Simbolisme dalam pewayangan, masa kelahiran. Serat Wedhapurwaka
karya R. Ng. Ranggawarsita memberikan penjelasan makna yang dikandung jagad
pakeliran. Ini semua secara kosmis merupakan suatu lambang kelahiran atau
mulainya ada lakon (Sri Mulyono, 1989: 111). Lingkungan hidup alam batin
diambil ajaran-ajaran yang membawa manusia dari rasa nafsu naluri dan rasa keakuan meningkat ke dalam rasa kesusilaan dan pengalaman dalam masyarakat
(Abdullah Ciptoprawiro, 1986: 89).

BAB III
PENGGUNAAN IRINGAN KARAWITAN

Seni karawitan menjadi pengiring pokok dalam pertunjukan wayang


purwa. Dalang wayang purwa menjadi figur sentral dalam pagelaran yang
melibatkan para penabuh gamelan. Peranan dalang dalam pergelaran wayang
purwa menempati posisi yang sangat penting. Dalang harus menguasai
bermacam-macam keahlian meliputi bidang sastra, bahasa, tari, musik, dan drama.
Clara van Groenendael (1987) menjelaskan bahwa pekerjaan dalang didasarkan
atas tradisi yang berabad-abad tuanya dan diturunkan selalu secara lisan,
umumnya dari ayah kepada anak laki-laki. Di samping pengetahuan dan
keterampilan yang harus dikuasai oleh mereka, misalnya tentang cerita, gending
yang dimainkan oleh penabuh gamelan, pangrawit atau niyaga, suluk, dan teknik
pergelaran, juga ada sekian banyak pengetahuan gaib yang terlibat di dalamnya.
Pengetahuan ini mengenai doa-doa dan mantra-mantra khusus, serta tata
cara tertentu dalam hal tingkah laku yang memberikan kekuatan bagi dalang
menghadapi kejadian-kejadian penting dalam kehidupan masyarakat, misalnya;
musim kering dan hama yang mengancam panen, malang mujur nasib seseorang,
dan juga keberhasilan sendiri sebagai seorang dalang. Pengetahuan gaib demikian
semata-mata hanya boleh dikuasai oleh mereka yang sudah diberkati, dan juga
yang telah menempuh beberapa bentuk pengajaran tertentu sebelumnya.

Pengetahuan yang bersifat duniawi dan yang gaib ini berpadu, dan membentuk
apa yang dinamakan padhalangan, yaitu ilmu atau seni dalang.
Claire Holt (1976:132) juga menjelaskan bahwa seni dalang yang dahulu
disampaikan dari ayah ke anak dan dari maestro ke cantrik, yang sekarang
diajarkan juga di sekolah-sekolah khusus di Jawa Tengah, menuntut pengetahuan
yang banyak, keterampilan yang tinggi dan disiplin yang besar. Selanjutnya
dijelaskan bahwa pada masa yang akan datang dan harus diketahui oleh seorang
ahli pedalangan tahap-tahap dengan urutan sebagai berikut.
Tambo atau sejarah, yaitu pengetahuan tentang ceritera-ceritera kuna,
sejarah para raja bukan hanya genealogi-genealogi mereka saja. Pemahaman yang
benar-benar tentang gendhing atau musik, cara-cara memainkan serta fase-fasenya
berupa nyanyian, diperlukan untuk iringan sebuah pertunjukan wayang. Gendheng
atau resitasi, penguasaan resitasi yang dinyanyikan yang diiringi oleh musik
gamelan, orkes instrumen-instrumen Jawa dan juga resitasi yang diucapkan yang
berhubungan dengan bunyi gamelan. Gendhung diartikan sebagai sebuah
keberanian yang tak memihak, berperilaku seperti seorang yang tak terusik oleh
apa pun, melupakan diri sendiri, tanpa malu atau takut untuk memainkan wayang
seperti orang gila.
Seni karawitan juga terkait dengan aspek kebahasaan. Bahasa berupa
penguasaan tingkat-tingkat tutur yang bermacam-macam yang cocok bagi status
setiap tokoh wayang. Ompak-ompakan atau kepandaian berbicara, 'pernyataan
yang dilebih-lebihkan' dalang harus mampu menggambarkan semua keindahan
yang dicipta dengan kata-kata yang penuh perasaan yang mempertingginya di atas

10

realitas melulu, serta dengan satu cara yang cocok bagi pawayangan. Sebagian
orang Jawa mengkaitkan antara seni karawitan dengan aspek mistik. Misalnya
saja gong besar selalu diberi sesaji. Ilmu batin atau pengetahuan spiritual yang
bertujuan supaya orang mampu menjelaskan esensi dari pengetahuan ini bila
misalnya dalang berbicara perihal seorang pendeta yang memberi nasihat kepada
seorang ksatria.
Pengetahuan spiritual di sini tidak mengacu pada agama, tetapi pada
kesempurnaan jiwa atas kekuatan magi atau kesaktian. Makna kata dalang
diinterpretasikan dalam dua pengertian. Pertama, berarti seseorang yang
berkelana, yang mengisyaratkan seorang pemain yang berkeliling. Yang lain
menghubungkan gelar itu dengan konsep-konsep kreativitas dan kecerdikan, yang
mengisyaratkan bahwa dalang adalah seorang yang memiliki keterampilan dalam
penciptaan, juga kebijakan dengan demikian gelar itu memiliki sebuah konotasi
yang mengilhami penghormatan. Nyala lampu minyak yang berkedip-kedip yang
disebut blencong di Jawa, di Bali dinamakan damar, digunakan untuk
menciptakan suasana yang lebih hangat dan lebih hidup daripada cahaya yang
ajeg atau tetap dari bola lampu listrik, yang menggambarkan kemajuan teknologi.
Dua batang pisang yang cukup kokoh untuk menopang boneka-boneka wayang
yang ditancapkan ke dalam daging batang pisang pada ujung yang runcing dari
pegangannya, dijadikan satu secara horisontal sepanjang pinggir bawah layar.
Wayang-wayang itu sendiri adalah produk kecermatan yang tak terhingga
serta memancarkan atau mencerminkan keahlian yang sangat teliti. Siluet-siluet

11

wayang pertama dipahat dari kulit kerbau, dan kemudian bentuk-bentuk serta
busana dipenuhi lubang dengan garis-garis lembut, titik-titik, lengkung-lengkung
serta relung-relung selembut rambut, yang bila dilihat di bawah sorotan atau sinar
lampu, beberapa bagian yang terkecil seperti hiasan dari benang emas kelihatan
sangat indah dilukis dan dicat warna emas sama (Wignya Sutarno, 1956).
Dalam pertunjukan pewayangan gendhing karawitan bisa membuat
suasana lebih hidup. Wayang terjepit di antara belahan yang sangat menarik dari
sebatang tangkai atau gapit yang terbelah, melengkung ke atas dan menyembul
dari sebatang pegangan runcing ujungnya. Sebagian besar wayang yang terbuat
dari kulit memiliki dua tangkai tangan yang dikaitkan pada cempurit dibuat dari
bambu atau tanduk kerbau. Ujung-ujung yang digerakkan hanyalah siku dan
sendi-sendi bahu. Demikianlah keterkaitan antara wayang dengan karawitan.

12

BAB IV
LAGU LADRANG

Ladrang Remeng
Sl. Pt. 6

Buka: 5 6 1 .

21 6 5

1111

A.

.66.

6656

1653

2232

.. 6 1

2232

321 6

5 6 12

321 6

5 6 12

321 6

3353

.356

1653

5616

6521

6 123

5616

5321

.111

2321

3212

.1 6 5

. 6 12

.1 6 5

. 6 12

.1 6 5

. 6 12

.1 6 5

1 1..

3 2 16

B.

5323

C.

D.

.
.

3 2 16

Ladrang Dwirada Meta


Sl. Pt. 6
.

Buka: 5 . 6 1

.21 6

5 11.

A.

6656

1653

3 2 16

.66.

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

2 3 5 6

2353

212 6

B.

2232

13

C.

33 6 5

212 6

33 6 5

212 6

33 65

212 6

33 6 5

3212

D.

..2.

22.3

561.

.1..

2..3

561.

6156

E.

.1..

6561

2..3

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

.5.6

6516

6156

.651 561 2 ...3

..51 6.51 6.51


.

561.

.1.6
.

.5.3

.2.2

.32

Suwuk:
F.

G.

Ladrang Kaki Tunggu Jagung


Sl. Pt. 6

12. 6

Buka: 3 1 2 3
A.

.3.6

.5.6

.3.6

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

6 3 6 5

6 3 6 2

.2 5 3

2126

.123

212 6

.5 6 1

5 5 33

2212

212 6

.5 6 1

5 5 33

2212

212 6

.5 5.

5 5 33

2213

212 6

.2
.

14

. 3. 1

2312

5321

2312

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .2

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .2

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .2

C.

Ladrang Bedhat
Sl. Pt. 6

Buka : 5 3 2 .

5.3.

5 2 .2

3 5 6 .

A.

2321

5 6 1.

2321

.111

2321

3212

.12 6

.123

212 6

.123

212 6

.123

212 6

1 165

C.

56 1.
.

B.

5.3
.

1653

.356 .356

.356

.532 .356

.356

.356

.356 .356

.356

.532 .5.5

....

.1.6

.532

D.

.323

5653

.561

.561

.535

6156

.323

5653

.563

5616

.535

6156

E.

.5.3

.561

.561

.516

5323

15

Ladrang Sobah
Sl. Pt. 6

Buka : 6 1 2 3

.3.3

. 6 .1

.2.3

A.

.3.1

.3.2

.3.1

.3.2

.3.1

.3.2

.6 .5

.1. 6

.1. 6

.1. 6

.3.6

.3.5

.3.2

.5.3

.1.2

.3.2

B.

.1.2

Ladrang Sobrang
Sl. Pt. 6
Buka: 6 6 3 5

6.53

32.3

56

.3.1

.3.2

.3.1

.3.2

.3.1

.3.2

.6 .5

.1. 6

.1. 6

.1. 6

.3.6

.3.5

.3.2

.5.3

.1.2

.3.2

B.

Ladrang Peksi Kuwung


Sl. Pt. 6
.

Buka: 1 6 5 .

6. 2 .

6. 2 .

6.3.

.6 5.

.6 .5

.6 .3

.6 .5

.3.2

.3.5

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .5

.3.6

.5.6

.5.3

.5.6

2356

2123

.6 .5

2356

.3.2

.3.5

.6 .3

.6 .5

A.

B.

C.

6.5

2123

.6 .5
.

16

Ladrang Mangu
Sl. Pt. 6
.

Buka: 6 5 3 5
.

A.

6 121

3561

.5.6

.5.3

.5.6

223 6
.

.5.6

.5.3

.1.6

.3.5

.3.2

.5.6

.5.3

.1.6

.5.3

.5.6

.1.6

.3.5

.3.2

.5.3

.1.6

.2.1

.2.3

.1. 6

.3.5

.3.2

5.3.2
.

B.

C.

.5.6
.

Ladrang Erang-Erang
Sl. Pt. 6

Buka: . 2 . 3

6 5 3 2

A.

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .5

.6 .3

.6 .5

.1. 6

.3.2

B.

.. 2 3

5 6 3 5

3 5 6 5

2232

5653

.6 6 6

3 3 5 6

3 5 3 2

3565

2232

5653

21 6 5

22..

22.3

5653

21 6 5

212 6
.

.
.

C.

.3 5 6
.

.5 5 5

2 2 3 5

2 356 3353

..35

6532

5653

11..

321 6

3 5 3 2 .3 5 6

22..

2321

32 6 5

21 6 5

2232

17

D.

..23

6532

..21

321 6
.

.6 6 6

3 3 5 6

3 5 3 2 .3 5 6

11..

1121

32 6 5

3 5 6 1

....

1123

6532

.12 6

33..

33.5

6165

3231

....

1123

6532

.126

....

66..

6616

5653

21 6 5

E.

F.

5323

3 5 6 1 321 6
.

3 5 6 5 2232

5653

212 6

.3 6 .

3 5 6 1

.3.2

.1. 6

.2.1

.2. 6

.2.1

.2. 6

.2.1

.2. 6

.3.2

.5.6

Ladrang Krawitan
A.

.5.3
.

.5.6
.

B.

.5.3
.

.5.6
.

.1.6

.1.6

. 2 .1

. 2 .6

.3.5

.6.5

.3.6

.5.3

.5.2

.3.2

.3.5

.3.2

.3.5

.6.3

.1.6

.5.3

.1.6

.5.3

.2.3

.6.5

.3.2

.6.5

.3.2

.3.2

.3.2

.3.2

.5.3

.6 .5

.3.2

.3.5

. 2 .1

C.

D.

E.

.1.6

.1.6

. 2 .1

. 2 .6
.

. 2 .6

18

Ladrang Ling-Weling
Sl. Pt. 6

A.

16 3 5

5 6 3 5
.

2352
B.

C.

D.

6 5 3 2
.

16 3 6

16 3 5

3232

531 6

531 6

531 6

5656

3532

6532

6532

3232

6 5 3 2

Ladrang Sembung Gilang


Sl. Pt. 9

Buka: 2 2 2 5

321 5

6 121

6 3 5

A.

2.25

2.25

2.25

6561

B.

2.25

2.25

2.25

6561

C.

6356

2 1 2 6

D.

2 3 1 2 5321

2 3 2 1
.

561 2

3 2 16
.

1635

19

Ladrang Jangkrik Genggong


Sl. pt. 9

Buka:

165.

2 165

Lancaran:

3235

6165

32.3

5635

6165

3235

53212
.

A.

. . 23

1232

5616

5321

5516

5321

6632

.1 6 5

. . 5 2

3 5 6 5

212 .

21 6 5

212.

21 6 5

22.3

1232

B.

Ladrang Embat-Embat Penjalin


Sl. Pt. 9

A.

.55.

5565

6365

6365

6365

6365

32.3

5616

. 66.

6616

B.

C.

D.

1516

1516

1516

1516

5323

5635

.55.

5565

212.

21 6 5

212.

21 6 5

. . 23

1232

32.3
.333

2.32

5653

3565

5323

3212

2121

2356 1656

5323

2121 235.

6535 3212

3565

20

Ladrang Clunthang
Sl. Pt. 9

Buka: 5 5 5 6
A.

1652

1121

.5 . 6

.2.1

.5.6

.5.6

.5.6

.3.5

.2.1

.6.5

.3.5

.1.6

.3.5

.3.5

.2.3

.2.1

B.

2232

.1.6
.

.1.6

Cakepan:
a. Tindake sang pekik
mandhap saking gunung
anganthi repat panakawan catur
ingkang nembe mulat
ngira dewa ndharat
geter petrek-petrek
pra endhang swarane
anjawat angawe-awe ngujiwat
solahe mrih dadya sengseme
b.

Dhuh Raden sang abagus


mugi keparenga pinarak
wisma kula amethik sekar melathi
arum amrih wangi
kagema cundhuk sesumping
sangsangan amimbuhi
mencorong cahya ndika Raden

c. Wauta sang kusuma


laju tindakira
tan kengguh mring pra endhang
lir madu ature yekti
awit anuhoni
sabdane Sang Mahamuni

21

tan nedya kendel lamun


sadurunge purna jatine
d. Nglangkungi dhusun-dhusun
busekan pra janma
geng alit anyabawa
ngungun citrane sang pekik
rame sung sesanti
narka sangya maru bumi
tan kendhat ngobong dupa
pamrihe agung rejekine

Ladrang Lompong Keli


Sl. Pt. 9

Buka: . 5 . 6

.165

2222

A.

.6.5

.2.1

.6.5

.2.1

.6.5

.3.2

. 6 .1

.6 .5

.3.2

.6 .5

.3.2

.6 .5

B.

1121

Ladrang Sri Martana


Sl. Pt. 9

A.

. 2 .6

1 2 .5 . 2 .6

.6.5

.6.5

.2.1

. . . 5

.5. .

. . 5.

1 2 5. .616

.1.6

.1.6

.5.6

1.2 .

6.1.
.

. 2 .6 3 2 16

. 2 .6
.5.3
.

1.6.

.2.1
.

B.

2 61. .616 2 61

2 .5.

6.1.

6. 2 .

1.6

3 2 16 .2.3 .5.5 .5.3 .2.1


.2.1
.

1.5

22

C.

. 2 .6

1 2 .5 . 2 .6

1 2 . 5...

.6.5

.6.5

.2.3

.5.6

...5

...1

...5

...2

.5.1

.5.2

.5.3

.2.1

2...

3... 5... 6

...3

...2

...5

...1

Ladrang Wani-Wani
Sl. Pt. 9

Buka: 2 . 5 .

3.5.

2 .6 .

3.6 .5

A.

.1. 6

.3.5

.1. 6 .

.3.5

.2.3

.5.3

.6.5

.3.2

.5.3

.5.2

.5.3

.5.2

3652

36 52 356 2

B.

16..

6615

61 3 2

6532 35

Ladrang Babad Kenceng


Sl. Pt. 9

Buka: 2 5 3 5
A.

B.

26365

.3.6

.3.5

.3.6

.3.5

.2.3

.5.3

.6.5

.3.5

.5.3

.5.2

.5.3

.5.2

.5.3

.5.2

.6.3

.6.5

.1.6

.3.5

.1.6

.3.5

.2.3

.5.3

.6.5

.3.2

C.

23

Ladrang Uga-Uga
Sl. Pt. 9

Buka: 2 3 2 .

2325

61 2 1

6535

A.

232.

2325

232.

2325

232.

2325

61 2 1

6535

232.

2325

232.

2325

232.

2325

61 2 1

6535

1 6 12

16 15

1 6 12

16 15

1 6 12

16 15

6 121

6 5 3 5

1 6 12

16 15

1 6 12

16 15

1 6 12

16 15

6 121

6 5 3 5

B.

Ladrang Giyak-Giyak
Sl. Pt. 9

Buka: 2 1 2 1

2211

.6 .5

A.

.2.1

.6 .5

.2.5

.2.1

.2.1

.6 .5

..6.

.56.

. 2 .1

.5.6

.5.6

. 3.2

. . 23

56.5

.2.1

.2.1

B.

5.6.

56.1

.6 .5
.

24

Ladrang Candra Upa


Sl. Pt. 9

Buka: 5 5 6 3
A.

5656

6213

26 5

. . 5 6

1232

.21 6

5 6 12

. . 23

5.65

6621

32 6 5

B.

.. 35

61.6

.2.2

..35

61.6

.. 3 2 .165

.2.2

15.6

C.

.2.2

.356

2321

.561

1615.6

.1.5

1656 5321

66.1

6535

5621

32 6 5
.

Ladrang Uluk-Uluk
Sl. Pt. 9

Buka: 2 . 1 .
A.

2.12

211. 6 . 5
.

.3.2

.3.5

.3.2

.5.6

.2.1

.2.1

.2.1

.6 .5
.

C.

1. 5 . 6

Ngelik:
B.

.5.6

.5.6

. 2 .1

.5.3

.2.3

.5.3

.6 .5

.3.2

.3.2

.5.6

.2.3

.5.6

.2.1

.2.1

.2.1

.6 .5
.

25

Ladrang Kembang Tanjung


Sl. Pt. 9

Buka: . 2 1 1

.211

2 6 21

.6 .5

A.

.2.3

.2.1

.2. 6

.2.1

.2. 6

.2.1

.2.1

.6 .5

.1.2
.

.5.6

Ngelik:
B.

.1.5

.6

. 2 .1

. 2 .6

. 2 .1

.2.1

.2.1

.6 .5

. 2 .6

Ladrang Gonjang-Ganjing
Sl. Pt. 9

2211

.6 .5

.6 .5

.2.5

.2.1

.2.1

.2.1

.6 .5

Buka: . 2 . 1

.2.1

A.

.2.1
.2.1

Ngelik:
.

B.

1.6 2 1
.

.3.2

. 6. 5

.1.6

.5.6

.5.6

.3.5

.2.1

.6 .5
.

26

Ladrang Kagok Madura


Sl. Pt. 9

Buka: 5 3 2 3
A.

51 6 1

16 15

1 6 12

16 15

1 6 12

16 15

323.

36 35

11. .

11 2 1

.165

3 2 1 2

1632

5616

3561

5321

5616

5321

5616

5321

6632

.1 6 5

323.

3635

323.

3635

323.

3635

1 6 12

16 15

C.

21

1 6 12
.

B.

.363

6535

1656
.

D.

Ladrang Gondosuli
Sl. Pt. 9

A.

B.

C.

D.

.5.6

.2.1

.5.6

.5.6

.5.6

.3.5

.2.1

.6 .5

.1.2

.6 .5

.1. 6

.3.2

.3.2

.3.2

.3.1

.6 .5

.1.2

.6 .5

.1. 6

.3.2

.5.6

.3.5

.2.1

.2.1

.3.2

.6 .5

.1. 6

.3.2

.5.6

.3.5

.2.1

.6 .5

27

Ladrang Eling-Eling Kasmaran


Sl. Pt. 9

Wirama lancaran:
321 6

5 6 12

321 6

35. .

5612

16 15

1 6 12

. 3 .2

.6 .5

.1. 6

.3.2

. 3 .2

.6 .5

.1. 6

.3.2

.3.5

.6.5

.1.6

.3.2

.1.6

.1.5

.1 .6

.3.2

A.

5 6 12

Ngelik:
.

6. 2 .1
.

B.

. 2 .1

.3.2

.1.6

.3.5
.1.2

. 2 .1

. 2 .6

.5.3

.3.5

.6.5

.1.6

.1.6

.1.5

.3.2

.1.6

.3.2

Ladrang Srikaton
Sl. Pt. Manyura

A.

B.

.2.1

.2.6

.2.1

.2.6

.2.1

.2.6

.3.6

.3.2

.5.6

.5.3

.1.6

.5.3

.2.1

.2.6

.2.1

.2.6

28

Ladrang Lipur Sari


Sl. Pt. Manyura

A.

. . . 3

. . . 2

. . . 3

. . . 2

33. .

33. .

1132

5321

3265

3561

3265

3561

23. .

3361

22.3

.1.2

33. .

33. .

1132

5356

. . 35

3516

. . 35

3561

.6.5

.1.6

Ngelik:
B.

.3.2
.

C.

6165

1653

66. .

6165

3265

3561

23. .

3361

.5.3
.

6165

1653

1632
.

5321

3 2 65

3561

22.3

.1.2

Ladrang Gonjang
Sl. Pt. Manyura

Buka: . 3 . 2

.3.2

3322

.1. 6

A.

.3.2

.1.6

.3.6

.3.2

.3.2

.3.2

.3.2

.1. 6

.3.2

.1. 6

.3.1

.2.1

.5.6

. 2 .1

. 2 .6

.5.3

.3.3

.5.6

.5.3

.5.6

.3.2

.3.1

.3.2

.1. 6

B.

C.

29

Ladrang Gonjang Seret


Sl. Pt. Manyura

Buka: . 3 . 2

.3.2

3322

.1. 6

A.

.3.2

.1.6

.3.6

.3.2

23.3

2121

23.3

2121

23.3

2163

5.63 .6

1262 1262

1262

1263

.3.3

.356

1653 21.2

23.3

23.3

2121

23.3

2163

5.63

126 3

.3.3

.356

1653 565
2.31

236

6321

2321

B.

. .

C.

2121
. .

. .

1 262 1 262
.

1 262

. .

61.1 6565

61.1

6565

61.1

6531

5636 5636

5636

5636

.6.6

1651

D.

5.6

Ladrang Pucung Rubuh


Sl. Pt. Manyura

Buka: 6 6 6 3
A.

5616

532.

5.3

.235

. 2 35

2356

5253

. . .6

. . .5

. . .3

. . .5

.. .3

. . . 5

. . . 2

.35.

2356 1 2 65 2353

.235

. 2 35

2356

5253

. . .6

. . .5

. . .5

.. .3

. . . 5

. . . 2

.35.

2356 1 2 65 2353

B.

. . .3
.

. . .2

. . .2

. .

. .

. 126

. 126

126 5

. .

2353

. . .6

. . . 5

. . . 2

. . .3

. . .2

2.6.

5.3.

2.35

2356

126 5 2 3 5 6

. . . 1

. .

. .

. .

. 126

. 126

126 5

. .

2353

. . .6

. . . 5

. . . 2

. . .3

. . .2

2.6.

5.3.

2.35

2356

126 5 2 3 5 6

. . . 1

. .

30

Ladrang Pangkur
Sl. Pt. Manyura

Buka: . 3 . 2

.3.2

3132

.12 6
.

Lancaran:
3231

321 6

1 6 32

5321

3532

6532

5321

321 6

Ompak:
.

A.

61 3 2

5321

.3.2

.1. 6

.3.2

.3.1

.3.2

. 1.6

11. .

661 2

3 2 53

.2.1

. . . 3

. . . 2

3253

6532

.3.2

.1. 6

61 3 2

5321

Ngelik:
.

B.

2. 3 . 2
. . 2 .
.

5 3 2 3

. . 35

6156

5221

3265

1653

2 2 . .

. . 35

6156

3561

6532

6321

.3.2

.1. 6

6132

Ladrang Lere-Lere
Sl. Pt. Manyura

. .

Buka: . 3 . 1

2312

11 . .
.366.

3 2 16
532

31

A.

B.

11. .

3 2 16
.

.356

.532

11. .

3 2 16

.356

.532

. . 53

212 6

.123

212 6

33. .

3321

6 123

212 6

33. .

3321

6 123

212 6

33. .

3321

6 123

212 6

.3.1

2312

.3.1

2312

.356

.532

11. .

3 2 16

Ladrang Moncer
Sl. Pt. Manyura

Buka: . 2 3 4

6532

A.

1653

5616
6532

5316

5316

3323

3235

6532

1653

. . 63

5616

3561

3235

6532

1653

5616

Ngelik:
.

B.

6532

5616

Ladrang Geger Sakutha


Sl. Pt manyura

Buka: 3 5 2 .
A.

121 6

3521

5 3 5

6 5 6 1

21 6 5

6 5 6 1

21 6 5

16 15

16 15

66. .

5326

32

B.

C.

.6. .

5326

.6. .

5326

.6. .

5326

3365

3212

3235

6532

3235

6532

5352

5352

11. .

6 5 3 5
.

Ladrang Slamet
Sl. Pt. Manyura

Buka: . 1 3 2

6 123

1132

.12 6

A.

2123

212 6

33. .

6532

5653

212 6

2123

212 6

. . 6.

1516

66. .

1 5 11 6

B.

3561
.

6532

1 132

.1 2 6
.

Ladrang Asmaradana
Sl. Pt. Manyura

Buka: . 3 . 2

.3.2

3132

.12 6
.

Lancaran:

A.

2126

2123

5321

3231

6321

3216

5321

321 6

.2.1

.2. 6

.2.1

6 123

3632

5321

3532

3126

5353

6521

3532

3126

33

Ladrang Manis
Sl. Pt. Manyura

Buka: 1 3 2 6

1235

3653

2.12 6

A.

.2.3

.2.1

.2.3

.2.1

. 2. 3

.5.3

.5.2

.1. 6

. 2 .1

. 5. 3

.5.6

.5.3

.6.5

.1.6

.3.2

.1. 6

B.

.
.

Ladrang Kembang Pepe


Sl. Pt. Manyura

Buka: 2 2 1 6

3113

A.

2.1. 6
.

.5.3

.1. 6

.5.3

.1. 6

. 5. 2

.5.3

.1.2

.1. 6

.1.6

.5.3

.5.2

.5.3

.5.2

.5.3

.1.2

. 1. 6

.5.3

.5.2

.5.3

B.

.1.6

Ladrang Sekar Gadung


Sl. Pt. Manyura

Buka: 2 2 1 6

5.6 1

2.1. 6

.1. 6

.3.2

.1. 6

.3.2

.3.2

.3.5

.1. 6

.1. 6

A.

34

.1.6

.5.2

.1.6

.5.2

.5.2

.6.5

.1.6

.1. 6
.

Ladrang Jong Keri


Sl. Pt. Manyura

Buka: 6 1 3 2

.66 2 1

A.

6532

5653

66. .

2 321

32 63

6532

5321

3532

5321

3532

66. .

2 321

6523
6532
.

5653

32 65

1653

Ladrang Mugi Rahayu


Sl. Pt. Manyura

Buka: 6 6 . 6
A.

.651

653 6

132

3 6 1.

3 6 12

33. .

6 16 5

1 653

6 132

2.1.

6 .3 6

5.3.2

3 6 1.

3 6 12

Ladrang Liwung
Sl. Pt. Manyura

Buka: 6 . 1 .
.

A.

.5.6

.3.2

.5.6

.5.6

.1. 6

.6 5 3

.3.2

212 6
.

35

B.

.6 5 3

212 6

.6 5 3

212 6

.3.5

.6 .5

.6 . 5

.3.2

Ladrang Sumirat
Sl. Pt. Manyura

Buka: 1 5 6 .

1653

5652

5653

A.

5652

5653

5652

5653

5652

5653

156.

B.

156.

1653

1653
.

156.

1653

5652

5653

156.

1653

Ladrang Wilujeng
Pl. br

Buka: . 7 3 2

6723

7732

.756

A.

2723

2756

33. .

6532

5653

2756

2723

2756

. . 6.

7576

3567

6523

66. .

7676

7732

.756

Ngelik:
B.

Ladrang Sriyatna
Sl. Manyura

A.

.2.1

.2.6

.2.1

.2.6

33. .

6532

1132

.126

36

B.

C.

.2.1

.2.6

.2.1

.2.6

. . 66

2321

3265

3561

.111

6612

6321

3532

6132

6321

.3.2

.1.6

Ladrang Kapidhongdhong
Pl. 6

A.

B.

3265

2321

3265

3632

5316

1312

5616

5421

.3.2

.6.5

.2.3

.2.1

.3.2

.6.5

.2.3

.2.1

5316

1312

5316

1312

55.6

1216

2152

5421

Ladrang Sri Kretarta


Pl. 6

Buka: . 2 . 1

.2.1

2211

.6.5

A.

2126

2165

1216

2321

3265

2321

3216

2165

.2.1

.2.6

.2.1

.6.5

. . 5.

1216

2152

5421

.3.2

.6.5

22. .

5321

5621

5216

.2.1

.6.5

B.

.561
Ngelik:
. . 1.

3212

. . 23

5635

11. .

3216

2353

6532

37

. . 23

5635

2356

5321

5621

5216

.2.1

.6.5

Ladrang Semar Mantu


Sl. Manyura
Buka: . 2 2 .

2132

6516

2126

A.

2123

2126

2123

2126

2123

2126

2123

2126

2123

2126

2123

2126

2123

2126

5565

6165

1612

1635

1612

1635

1612

1635

2312

3532

5365

2132

5365

2132

5365

2132

6516

2126

.2.1

.2.3

.2.1

.2.6

.2.1

.2.3

.2.1

.2.6

.2.1

.2.3

.2.1

.2.6

212.

2153

212.

2156

212.

2153

212.

2156

212.

2153

212.

2156

212.

2153

212.

2156

.5.5

. 6. 5

.6.1

.6.5

161.

1632

161.

1635

161.

1632

161.

1635

161.

1632

161.

1635

.2.3

.6.5

.3.5

.3.2

.55.

5365

.22.

2132

.55.

5365

.22.

2132

.55.

5365

.22.

2132

.6.5

.1.6

.2.1

.2.6

B.

C.

D.

Wirama II
E.

F.

G.

H.

38

Ladrang Longgor
Pl. br

A.

. . . 7

6532

.765

3576

. . 35

6676

5327

3532

. . 23

4327

234.

4327

234.

4327

6765

2327

234.

4327

232.

2327

232.

2327

6765

2327

Buka: . 7 6 7

6563

6535

6756

A.

.5.6

.5.6

.5.6

.2.7

.2.7

.5.3

.6.5

.7.6

7576

7576

7576

3567

2327

6563

6535

6756

33.1

2353

6765

3212

3216

5352

5323

5653

6563

6563

6563

6532

5325

3253

2523

5653

6563

6563

6563

6567

2327

6563

6535

6756

B.

C.

Ladrang Manten
Pl. br

B.

C.

D.

E.

Ladrang Santi Mulya


Pelog 9.
Buka: . . . 3

3321

5612

3165

A.

6165

6165

2456

5421

6561

6561

2321

2165

39

B.

C.

2165

2165

.632

1635

. . 5.

5321

2621

3265

66..

4561

2165

4561

3212

5465

.612

1635

Ladrang Pangkur
Pl. br

Buka: . 3 . 2

.3.2

3732

2756

A.

3237

3276

7632

5327

3532

6532

5327

3276

.3.2

.3.7

.3.2

.7.6

77. .

6672

3253

.2.7

. . 53

6532

3253

6532

6732

6327

.3.2

.7.6

B.

.672
C.

. . 2.

4323

. .35

6756

22. .

4327

3265

7653

. . 35

6756

3567

6532

6732

6327

.3.2

.7.6

Ladrang Kidung Temanten


Pl. 6

Buka: Celuk
A.

B.

.21.

2165

.156

1121

.654

2465

.656

5421

. . 1.

3532

3576

3532

165.

3565

7656

5421

40

Ladrang Raja Manggala


Pl. 6

Buka: 2 1 2 3

5321

6532

5653

A.

6563

6561

2123

5321

2123

5321

6532

5652

6563

6561

2123

5321

2123

5321

2216

2165

1612

1635

1612

1635

1612

1635

1621

6561

2165

1216

2165

1216

55.2

3565

7654

2126

1561

5321

2123

5321

2123

5321

6532

5653

B.

C.

D.

E.

Ladrang Penganten Anyar


Pl. 6

A.

B.

.5.6

.2.1

.5.6

.5.6

.5.6

.3.5

.2.3

.2.1

. . . 5

. . . 6

. . .2

. . .1

. . . 5

. . . 6

. . .5

. . .6

. . 6.

6612

.321

3216

. . 6.

2321

55.2

3565

Ladrang Karonsih
Pl. br.

Buka: . 3 . 2

.3.2

3732

.756

A.

3237

3276

7276

3532

6356

5756

3237

3276

41

B.

.3.2

.3.7

.3.2

.7.6

77..

3276

3567

6532

66..

7576

7232

3276

3365

3237

.3.2

.7.6

. . 2.

4323

..35

6756

22..

4327

3265

7653

. . 35

6756

7232

3276

3365

3237

.3.2

.7.6

Ngelik

Ladrang Tedhak Saking


Pl. 5

Buka . 3 5 6

7653

2321

6123

A.

5652

5653

5652

5653

5652

5653

2321

6123

.333

1123

1132

.165

6561

3265

3231

3265

. . 55

7656

7653

2123

5676

7653

2321

6123

. . . 3

33. .

3321

6123

11. .

11. .

1132

.165

. . . 5

55.6

1132

.165

13.2

.3.1

.312

3565

. . . 5

55.6

7767

5676

767.

7656

5321

6123

567.

7656

5321

6123

1 23 5

.321

66.1

2353

B.

C.

D.

E.

42

Ladrang Eling-Eling Kasmaran


Sl. 9

A.

B.

3216

5612

3216

5612

55 . .

5612

1615

1612

.3.2

.6.5

.1.6

.3.2

.3.2

.6.5

.1.6

.3.2

.3.5

.6.5

.1.6

.3.2

.1.6

.1.5

.1.6

.3.2

.3.2

.1.2

.1.6

.3.5

.2.1

.2.6

.1.6

.3.5

.3.2

.3.5

.1.6

.3.2

.1.6

.3.5

.1.6

.3.2

. .56

1216

2152

.1.6

33..

6532

.321

6535

22. .

3216

.2.1

6535

22.3

5654

6523

2121

Ngelik

C.

Ladrang Geger Sekutha


Sl. manyura

Buka . 3 5 2

.352

1121

6535

A.

.561

2165

.561

2165

1615

1615

6616

5326

.616

5326

.616

5326

.616

5326

3365

3212

.235

6532

.235

6532

5352

5352

1121

6535

B.

C.

43

Ladrang Grompol
Sl. 6

Buka: 6 3 5 6

2321

6253

6165

6253

6165

6356

2321

3216

2365

3216

5555

Ladrang Kembang Kates


Pl. 6

Buka: . 6 1 2

1653

6123

6532

5253

6532

5253

6532

6612

1653

6123

6532

.52.

2523

5356

3532

.52.

2523

5356

3532

.356

6612

3216

5323

216.

6123

5356

3532

Ladrang Mugi Rahayu


Pl. brng

Buka: . . . 6

6765

7653

6732

367.

3532

367.

3532

3523

6765

7653

6732

44

Ladrang Raja Manggala


Pl. 6

Buka: . 1 2 3

5321

6532

33.3

6563

6561

2123

5321

2123

5321

6532

5653

2216

2165

Pangkat ngelik:
Ngelik:
1612

1645

1612

1645

1612

1645

1621

6561

2165

1216

2165

1216

55.2

3565

7654

2126

1561

2321

2123

5321

2123

5321

6532

5653

Ladrang Kumandhang
Pl. brng (Soran)

Buka: . 7 7 7

3276

5356

2222

767.

5672

7657

5672

672.

3276

5356

5352

767.

5672

7657

5672

672.

3276

7727

6535

7656

5323

7732

6356

7523

7276

3565

3232

4343

2765

.672

.765

67.7

3276

5356

5352

45

Ladrang Ayun-Ayun
Pl. 6

Buka
66532

1123

215616

Irama I & II
2321

3532

5321

3532

6356

2165

3632

5356

3636

2321

6123

6532

6253

2321

6123

6532

6253

1216

2321

6545

6356

3532

5316

2126

3636

3636

.2.3

.2.1

5151

5151

.6.5

.3.2

6262

6253

.1.2

.1.6

.2.3

.2.1

.6.5

.4.5

.6.3

.5.6

.2.1

.6.5

.3.6

.3.2

.5.3

.5.6

Irama III

Gobyog

Cakepan:
Ayun-ayun gobyog gawe gumun
Tekun sarwa rukun akeh kang kayungyun
Dadi srana iku datan jemu
Nyawiji ing panemu condhonging kalbu
Tulus rumangsang ayun-ayun
Sarwa sarwi samar ayun-ayun
Kang kadung emeng ayun-ayun
Tundhane nalangsa ayun-ayun

46

Tansah ngayun-ayun
Kayungyun temah nandhang wulangun
Marmane nyata mendah baya
Besus hangadi sarira
Hangadi busana
Karana hamung sira pindha mustika
Esemu nimas maweh welas
Murih aja anandhang kawlasih
Mara age prayogane
Tumuli gabug rasane
Kang ana tambuhana
Kang ora ana takek-ena
Mrih condhonging kalbu
Mrih aja rengu
Muga-muga adoh ing panyendhu
Bang-bang wetan suruping surya
Ing wengi tan kendhat angayun-ayun

Ladrang Asmarandhana
Slendro

Buka: 6 1 2 3

1123

2126

2123

5321

3231

6321

3216

5321

3216

.126

Ladrang Wahyu

Buka 3 5 3 2

1133

A.

5253

5253

B.

6563

6561

C.

6321

3532

D.

3123

.653

5653

47

Cakepan :
Pra taruna angudiya
Saniskara sanguning sagung dumadi
Marsudi ing kawruh kang akeh gunane
Bisane sembada tlatenana

Ladrang Kandha Manyura


Sl. Manyura

Buka: . . . 3

.561

.22.

2321

A.

.5.6

.5.3

.5.3

.2.1

.2.3

.2.1

.2.6

.5.3

.5.6

.5.6

.2.1

.6.5

.6.3

.2.1

.2.6

.5.3

.5.3

.5.6

.5.3

.5.6

.3.2

.5.3

.1.6

.5.3

.5.3

Ngelik:
B.

C.

Ladrang Nuswantoro
Pl. 6

Buka 7 6 5 6

3531

A.

6516

2165

6516

2165

7656

3532

3516

2165

1635

B.

3516

5555

2126

3231

5635

1635

2126

3231

5635

6756

1516

2365

2312

5365

2126

3221

5635

48

Ladrang Kembang Kates


Pl. nem

Buka . . . 6

6523

A.

5253

5652

5253

5652

6612

6523

6123

6532

.52 .

B.

2356

2222

2523

5356

2532

.52 .

2523

5356

2532

356.

6612

3265

3653

216.

6123

5356

3532

Ladrang Enggar-Enggar
Pl. br

Buka 7 6 5 7

3265

A.

272.

2723

272.

2723

7567

3265

7656

5323

272.

6567

6523

272.

6567

6523

7567

3265

7656

5323

B.

7656

3333

49

Ladrang Sumyar
Pl.br

Buka 3 3 2 7 6

7673

A.

7372

7372

7372

5653

5756

5257

3576

7372

7673

7672

7673

7672

7673

7672

5.56

7523

5.57

5.56

7732

5327

3365

2756

7673

7672

B.

2222

Ladrang Pancasila Sekti


Slendro manyura

Buka . 5 5 6

5323

A.

2161

6523

21. .

5356

2161

6523

.121

3216

.653

2126

3516

2126

5653

2126

35.3

2126

B.

.232

6216

50

Ladrang Srikaloka
Slendro manyura

Buka . . . .

6 123

3361

2312

A.

.3.2

.5.3

.1.6

.5.3

.2.1

.2.6

.5.3

.1.2

. . . 3

. . . 2

. . . 5

. . . 3

. . . 1

. . . 6

. . . 5

. . . 3

. . . 2

. . . 1

. . . 2

. . . 6

. . . 5

. . . 3

. . . 1

. . . 2

B.

Ladrang Sigramangsah
Slendro manyura

Buka . 5 5 .

1653

6521

3216

A.

2126

2126

3356

3532

1632

1632

5653

2126

3561

3216

3561

3216

33 . .

3356

3561

6532

1316

1312

1316

1312

55 . .

1653

6521

3216

B.

Ladrang Sumyar
Pelog barang

2 72 6

7 6 73

7 6 72

73 72

73 72

73 72

5653

5756

5257

3576

7 37 2

Buka . 3 6 5
A.

51

B.

7 6 73

7 6 72

7 6 73

7 6 72

7 6 73

7 6 72

5. 56

5.53

5.57

5.56

7732

5327

Ladrang Sigramangsah
Slendro manyura

Buka . 5 5 .

1653

6521

3216

A.

2126

2126

3356

3532

1632

1632

5653

2126

3561

3216

3561

32163

33. .

3356

3561

6532

1316

1312

1316

13125

55. .

1653

6521

3216

B.

Ladrang Ginunjing
Pelog barang

Buka . . . .

7276

3356

5352

A.

5653

5652

5653

6756

5257

5356

3356

5352

.5.6

.5.3

.5.6

.5.2

.5.6

.5.3

.5.7

.5.6

.5.2

.5.7

.5.3

.5.6

.5.3

.5.6

.5.3

.5.2

B.

52

Ladrang Srisinuba
Pelog 6

Buka . 3 3 3

6532

321 6

21 65

A.

1612

1 635

1 6 12

1 635

33. .

6532

321 6

21 65
.

Ngelik kagerong kinanthi


B.

16 1 2
.

1 635
.

16 1 2

1 635

11 . .

11 2 1

. . 56
33. .

321 2

.165

1654

2321

3 2 16

6532

321 6

21 65

C.

53

BAB V
GENDHING KETAWANG

Ketawang Ganggeng Kanyut


Pl. 6
A.

B.

C.

D.

. . 16

2165

.532

1561

. . 1.

1615

.532

5321

.6.5

.3.2

.365

3216

.15.

5621

. . 16

1231

. . 12

3565

.654

2126

. . 12

.312

.165

.612

. . 12

3565

6542

1654

.421

.421

.2.1

.6.5

Ketawang Sinom Parijotho


Sl. 9
Buka: . 6 6 6

2211

2216

2165

A.

66. .

2321

3216

2165

B.

. . . .

2356

3532

3565

.621

5216

.2.1

6535

22. .

3532

1165

2321

5621

5216

.2.1

.6.5

. . . .

2321

5216

2321

54

Ketawang Sekartejo
Sl. Manyura
Buka: . 1 2 3

.2.1

.3.2

.126

A.

22. .

2321

.3.2

.126

B.

. . . .

2321

3265

3561

. . 12

3216

3532

.126

22. .

2321

.3.2

.126

Ketawang Langengita Srinarendra


Pl. br
Buka: celuk
A.

B.

.2.3

.2.7

.5.3

.7.6

.2.3

.2.7

.5.3

.7.6

77. .

7767

22.7

6523

. . 35

6756

3567

6523

22. .

6723

.732

.756

Ketawang Mesubudi
Pl. br
A.

. . 23

2767

.672

.765

B.

22. .

2356

.2.7

6532

C.

66.7

5676

22. .

2327

D.

3265

2327

.672

3276

E.

22. .

2353

6532

.765

55

Ketawang Puspawarna
Sl. Manyura
Buka: 6 1 2 3

.2.1

3312

.126

A.

.2.3

.2.1

.3.2

.1.6

.2.3

.2.1

.3.2

.1.6

. . 6.

2321

3265

1653

6132

5321

.3.2

.1.6

.2.3

.2.1

.3.2

.1.6

B.

Ketawang Boyong Basuki


Pl. br
Buka: . . 6 7

2327

3265

.3.2

A.

.6.5

.6.3

.6.5

.3.2

B.

66..

66..

676 5

2356

.765

33.5

6765

.523

66..

6532

7232

.756

.2.3

.2.7

3265

.3.2

Ketawang Asih Prana


Sl. 9
Buka: . . . 5

5321

.2.1

.6.5

A.

. . 16

2165

.156

1216

.16 .

5612

.621

6535

56

B.

C.

D.

E.

. . 16

2165

.156

1232

.22.

5653

.253

2521

.2.5

.6.1

.615

2561

. . 56

5612

.3.5

.6.5

. . 16

5516

.153

.1.2

3235

.323

.253

2521

. . 1.

1561

.5.3

.1.2

323.

5321

.2.1

.6.5

Ketawang Subakastawa
Pl. 5
Buka: 5 6 1 2

2161

1621

5555

1216

2165

1216

2165

1216

2165

1216

2165

2321

3265

2521

3265

2321

3265

2521

3265

2121

5216

2321

3265

Ketawang Langen Gita


Sl. 9
Buka: 5 6 1 2

2161

1621

5555

2521

3216

3532

1635

2521

3216

3532

1635

57

. . 5.

6165

1216

5312

6561

3265

1216

5312

1121

5612

6621

2635

Ketawang Kinanthi Sandhung


Pl. brng
Ompak:
. . 26

7232

6723

6532

. . 6.

6656

7265

2353

. . 35

6535

2353

2765

22. .

3532

6723

6532

Gerong:

Ketawang Tumadhah
Pl. 6
Buka: . 6 6 .

6532

3216

2165

2126

2165

2126

2165

11. .

1121

3212

5321

.132

6321

2132

5321

66. .

6532

3216

2165

58

Ketawang Ganda Mastuti


Buka 6 1 2 3

1231

3312

.126

A.

5253

1232

5352

3136

B.

2321

6532

5321

3216

C.

2321

6532

5321

3216

D.

7576

5421

3532

3216

Ketawang Dhendha Gedhe


Sl. Pt. 9
Buka: 2 . 2 .

3 2 3 .5

A.

.. 5 3

2 3 5 6

B.

121 6

.5 3 2

.. 2 3

5 6 3 5

C.

.352

. . 23

5653

21 6 5

2312

. . 23

5653

21 6 5

12 6

.5 3 2

. . 2 3

.2.1

.6 .5
.

5 6 3 5

Ketawang Suba Kastawa


Sl. Pt. 9
Buka: . 2 . 1

.2.1

2211

.6 .5

A.

.1. 6

.1. 5

.1. 6

.1. 5

B.

. 2 .1

.6.5

.2.1

.6 .5

.6.5

.2.1

.6 .5

.6.5

.2.1

.6 .5

.
.

. 2 .1
.

. 2 .1

59

Ketawang Langen Gita


Sl. Pt. 9
Buka: . . 2 1

.2.1

2211

.6 .5

A.

. 2.1

.2. 6

.3.2

.6 .5

B.

. . 5.

6165

66. .

6165

1 2 15

5312

11. .

3532

. 6 21

6 5 3 5

1 2 15

5312

Ketawang Rajaswala
Sl. Pt. 9
Buka: 6 6 2 2
.

1.21

6 21 6 5
.

66. .

2321

321 6

21 6 5

66. .

2321

321 6

21 6 5

B.

632.

2365

6.2.

6165

C.

6.2.

2356

2 152

5321

D.

321 6

2321

3 21 6

21 6 5

A.

Ketawang Sukma Ilang


Sl. Pt. Manyura
A.

. . 26

1232

6 123

B.

33. .

3353

6165

C.

. . 35

6356

3561

D.

11. .

3 2 16

E.

33. .

6532

3561

6 123
.

6532

1653
.

3 2 16
.

3 2 16
6532

60

Ketawang Martapuran
Sl. Pt. Manyura
Buka: . 1 2 3

212 6

3 5 6 5

2 2 3 2

A.

. . 23

212 6

3 5 6 5

2132

B.

66. .

6656

2 165

3532

C.

5653

212 6

3365

3212

D.

.123

212 6

3365

3212

E.

.123

212 6

22. .

2232

F.

.123

212 6

33. .

6532

G.

.123

212 6

3 5 6 5

2 2 3 2
.

Ketawang Pucung
Sl. Pt. Manyura
Buka: 6 1 2 3

3221

6 3532

A.

. . 21

6 132

6 123

6532

B.

. . 21

6 132

. . 21

6 123

C.

. . 3.

33.5

6156

.523

D.

.516

2321

3532

.12 6

E.

.1 6 .

6 123

221 6

3532

61

Ketawang Puspa Warna


Sl. Pt. Manyura
Buka: 6 1 2 3

.2.1

.3312

A.

.2.3

.2.1

B.

. . 6.

2 3 2 1 3 2 65

1653

C.

. . 32

5321

.3.2

.1. 6

D.

.2.3

.2.1

.3.2

.1. 6

.3.2

.12 6

.1. 6
.

Ketawang Puspa Giwang


Sl. Pt. Manyura
Buka: . . 6 1

3212

3321

.21 6

A.

15 6 1

3532

5321

321 6

B.

33. .

3356

1 2 16

3532

C.

6 11 3 2

6653

212 6

61 3 2

Ketawang Pawukir
Sl. Pt. Manyura
Buka: 6 1 2 3

.2.1

.331

2.12 6

A.

.2.3

.2.1

.3.2

.1 .6

B.

361 2

6321

3532

C.

361 2

13 1 2

6321

3532

D.

11. .

5653

. 132

.12 6

. .

13 1 2
. .

62

Ketawang Mijil Wigaring Tyas


2126

2165

2126

2165

2126

2165

2126

2165

66. .

5561

5612

3165

1216

5216

2321

3216

5561

5412

3516

2165

Ketawang Driyasmara
5653

6532

5653

6532

5653

6532

5653

6532

66. .

6656

2321

6523

. . 35

6121

5612

3216

2321

6532

6123

6532

Ketawang Walagita
Pelog 6
.

Buka

6 12 3

.2.1

3312

.12 6

A.

2.3 .

.2 .1

.3.2

.1 . 6

B.

33. .

3356

2 321

6532

C.

5321

6654

6521

321 6

63

Ketawang Pucungwuyung
Pelog 5
Buka . 1 1 1

5 612

A.

2 16 5

2 16 5

B.

. . 5.

3561

.165

C.

2 165

4465

1654

6521

D.

. . 1.

5 612

6 6 42 1

21 65

6 621

.6 .5

2 16 5

2 16 5

Ngelik
.

3561

Ketawang Boyong Basuki


Pelog barang
Buka . . 6 7

2321

32 65

.3.2

A.

.6 .3

.6 .5

.3.2

66. .

66.7

6763

3356

.765

3567

6756

.523

66. .

6532

7232

. 756

.2.3

.2.7

3265

.3 . 2

.6 .5
.

B. Ngelik kagerong

C.

Ketawang Sitamardawa
Pelog barang
Buka . . . .

6 723

2 723

. 756

A.

.2. 7

.3.2

.7 .6

.2.3

64

B. Ngelik kagerong
.2.3

.2. 7

33 . .

3356

.765

33.5

6756

. 532

. 7 2.

6 723

. 732

. 756

Ketawang Taru Pala


Slendro 9
Buka . . 6 6

2261

2216

2165

A.

66. .

2321

321 6

2165

B.

. . 5.

121 6

2 15 3

6532

. . 21

3 2 16

2321

3216

22. .

2321

3432

5321

565.

5152

5316

2165

. .

.
.

65

DAFTAR PUSTAKA

Clara van Groenendael, 1987. Dhalang di Balik Wayang. Grafiti. Jakarta.


Dwijo Carito, 2000. Pakeliran Sedalu Natas Lampahan Semar Boyong.
Cendrawasih. Surakarta.
Harsono Kodrat, 1982. Gending-gending Karawitan Jawa. Balai Pustaka. Jakarta.
Ki Hajar Dewantara, 1953. Pasinaon Titi Laras Gendhing. Bharata. Jakarta.
Kodiron, 1989. Marsudi Karawitan Jawi. Cendrawasih. Surakarta.
Koentjaraningrat, 1984. Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka. Jakarta.
Poerbatjaraka, 1952. Kapustakan Jawi. Djambatan. Jakarta.
Rekso Panuntun, 1991. Sekar Sumawur. Cendrawasih. Surakarta.
Sunardi Wisnubroto, 1997. Sri Lestari An Introduction to Gamelan. Gama Press.
Yogyakarta.
Trimanto, 1984. Membuat dan Merawat Gamelan. Depdikbud. Yogyakarta.
Wignya Sutarno, 1956. Kawruh Pakeliran Sedalu Natas. Sadu Budi. Solo.

66

LAMPIRAN 1.

SILABUS
SILABUS
MATA KULIAH : SENI KARAWITAN II
SIL/FBS-PBJ/252

Revisi : 00

1. Fakultas / Program Studi


2. Mata Kuliah & Kode
3. Jumlah SKS
4. Mata kuliah Prasyarat & Kode
5. Dosen

15 Maret 2010

: FBS / Pendidikan Bahasa Jawa


:
Kode
: Teori : - SKS
Praktik
: Sem: Ganjil (l)
Waktu
: .......................................
: Dr. Purwadi

Hal

: PBJ
: 2 SKS
: 16 pertemuan

I. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mahasiswa memiliki peningkatan kemampuan dan ketrampilan tentang dasardasar seni karawitan yang meliputi : sejarah gamelan, titi laras, pelog slendro,
tembang macapat, lelagon, dalang, wiyaga, waranggana, sastra, gendhing, dan
wayang. Pengetahuan dasar seni karawitan itu akan mengantarkan mahasiswa
menjadi ahli secara teoritis dan trampil secara praktis.

II. STANDARISASI KOMPETENSI MATA KULIAH

Mahasiswa lebih mampu dan lebih terampil memainkan instrumen gamelan


dengan lagu-lagu yang termasuk golongan lancaran, ladrang, sekar ageng dan
langgam. Dengan mengenal masing-masing instrumen gamelan akan
menjadikan mahasiswa secara kolektif mampu memainkan gamelan yang
disertai dengan iringan waranggana atau swarawati.

III. POKOK BAHASAN DAN RINCIAN POKOK BAHASAN


Minggu ke

Pokok Bahasan

Rincian Pokok Bahasan

Waktu

Pengenalan lanjut
jenis-jenis
instrumen gamelan
Latihan lanjut dasar
gamelan dengan
lagu lancaran

Mengetahui dan memahami jenisjenis instrumen gamelan lengkap


dalam seni karawitan.
Praktek memainkan gamelan secara
kolektif dengan lagu lancaran yang
rumit.

100

II

200

67

III

IV

VI

VII

VIII

Latihan lanjut
gamelan dengan
lagu lancaran
beserta iringan
waranggana
Latihan lanjut
gamelan dengan
lagu ladrang
Latihan lanjut
gamelan dengan
lagu ladrang dengan
diiringi waranggana
Latihan lanjut
gamelan dengan
lagu ketawang
Latihan lanjut
gamelan dengan
lagu ketawang
dengan diiringi
waranggana
Ujian akhir

Praktek memainkan gamelan secara


kolektif dengan lagu lancaran
lanjutan diiringi waranggana.

200

Praktek komprehensif memainkan


gamelan secara kolektif dengan
lagu ladrang.
Praktek komprehensif memainkan
gamelan secara kolektif dengan
lagu ladrang yang bisa diiringi
waranggana.
Praktek komprehensif memainkan
gamelan secara kolektif dengan
lagu ketawang.
Praktek komprehensif memainkan
gamelan secara kolektif dengan
lagu ketawang yang bisa diiringi
waranggana.

200
200

300
300

100

IV. REFERENSI/ SUMBER BAHAN


A. Wajib :

1. Harsono Kodrat, 1982. Gending-gending Karawitan Jawa. Balai Pustaka.


Jakarta.
2. Purwadi dan Afendy Widayat, 2005. Seni Karawitan Jawa. Pustaka Sakti.
Yogyakarta.
3. Sunardi Wisnubroto, 1997. Sri Lestari An Introduction to Gamelan. Gama
Press. Yogyakarta.
4. Trimanto, 1984. Membuat dan Merawat Gamelan. Depdikbud. Yogyakarta.
B. Anjuran :

1. Sastrowiryono, 1978. Sekar Macapat, Bimbingan Kesenian Majelis Luhur


Persatuan Taman Siswa. Yogyakarta.
2. Soetrisno R., 2004. Dimensi Moral Dalam Syair Tembang Pada Pergelaran
Wayang Purwa. Pustaka Raja. Yogyakarta.
3. Sukatmi Susantina, 2001. Inkulturasi Gamelan Jawa. Philpres. Yogyakarta.

68

V. EVALUASI
No

Komponen Evaluasi

Bobot (%)

Teknik yang dipakai dalam evaluasi berupa ujian

100 %

tulis. Nilai akhir diperoleh dari perhitungan


sebagai berikut.
NA = T + S + 2A
4
Jumlah

100%

Yogyakarta, 15 Maret 2010


Dosen

Dr. Purwadi

69

LAMPIRAN 2.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


MATA KULIAH : SENI KARAWITAN II
RPP/FBS-PBJ/252

Revisi : 00

15 Maret 2010

Hal.

1. Fakultas / Program Studi : FBS / Pendidikan Bahasa Jawa


2. Mata Kuliah & Kode
: Seni Karawitan II
Kode
: PBJ 252
3. Jumlah SKS
: Teori : - SKS
Praktik : 2 SKS
: Sem : Gasal ( )
Waktu : 16 pertemuan
4. Standar Kompetensi

: Mahasiswa lebih mampu dan lebih terampil

memainkan instrumen gamelan dengan lagulagu yang termasuk golongan lancaran, ladrang,
sekar ageng dan langgam. Dengan mengenal
masing-masing instrumen gamelan akan
menjadikan mahasiswa secara kolektif mampu
memainkan gamelan yang disertai dengan
iringan waranggana atau swarawati.
: a. Mahasiswa mengetahui pengetahuan lengkap

5. Kompetensi Dasar

tentang seni karawitan.


b. Pengetahuan itu akan lebih mengantarkan

mahasiswa menjadi ahli secara teoritis dan


trampil secara praktis.
6. Indikator Ketercapaian

: Setelah mengikuti program ini mahasiswa lebih

mampu (1) mengenal dasar-dasar seni


karawitan; (2) mengetahui jenis-jenis instrumen
gamelan; (3) dapat memainkan instrumen
gamelan itu secara kolektif dalam berkesenian.
7. Materi Pokok/Penggalan Materi : Seperangkat gamelan beserta dengan buku

petunjuk bermain seni karawitan


8. Kegiatan Perkuliahan
Tatap Muka
Komponen Langkah
PENDAHULUAN

:
Uraian Kegiatan

Estimasi
Waktu

Memberi deskripsi secara


komprehensif tentang seni
karawitan Jawa dan
instrumen gamelan

1 x tatap
muka
atau 100
menit

Metode

Media

Ceramah,
Perangkat
demonstrasi gamelan

Sumber
Bahan/
Referensi
A dan B

70

LATIHAN
GOLONGAN
LAGU
LANCARAN

Lancaran : Mahesa Kurda


dengan irama I, kemudian
dilanjutkan irama II dan
terakhir disertai dengan
iringan swarawati.

4
pertemu
an x 100
menit

Teori dan
praktek
menabuh
gamelan

Perangkat
gamelan

A dan B

LATIHAN
GOLONGAN
LAGU LADRANG

Ladrang: Ayun-ayun
dengan irama I, kemudian
dilanjutkan irama II dan
terakhir disertai dengan
iringan swarawati.

4
pertemu
an x 100
menit

Teori dan
praktek
menabuh
gamelan

Perangkat
gamelan

A dan B

LATIHAN
GOLONGAN
LAGU
KETAWANG

Ketawang : Ganda
Mastuti dengan irama I,
kemudian dilanjutkan
irama II dan terakhir
disertai dengan iringan
swarawati.

4
pertemu
an x 100
menit

Teori dan
praktek
menabuh
gamelan

Perangkat
gamelan

A dan B

PEMANTAPAN
LATIHAN

Memberi pemantapan
dengan cara
mempertinggi ketrampilan
menabuh gamelan sesuai
dengan lagu-lagu kreasi.

1 x tatap
muka
atau 100
menit

Ceramah,
Perangkat
demonstrasi gamelan

A dan B

TANYA JAWAB
AKHIR
PERKULIAHAN

Memberi kesempatan
kepada peserta kuliah
untuk menanyakan selukbeluk bahan perkuliahan
yang telah diajarkan
sehingga lebih bagus
hasilnya.

1 x tatap
muka
atau 100
menit

Ceramah,
Perangkat
demonstrasi gamelan
dan diskusi

A dan B

DAFTAR PUSTAKA

1. Harsono Kodrat, 1982. Gending-gending Karawitan Jawa. Balai Pustaka.


Jakarta.
2. Purwadi dan Afendy Widayat, 2005. Seni Karawitan Jawa. Pustaka Sakti.
Yogyakarta.
3. Sastrowiryono, 1978. Sekar Macapat. Bimbingan Kesenian Majelis Luhur
Persatuan Taman Siswa. Yogyakarta.
4. Soetrisno R., 2004. Dimensi Moral Dalam Syair Tembang Pada Pergelaran
Wayang Purwa. Pustaka Raja. Yogyakarta.
5. Sukatmi Susantina, 2001. Inkulturasi Gamelan Jawa. Philpres. Yogyakarta.

71

6. Sunardi Wisnubroto, 1997. Sri Lestari An Introduction to Gamelan. Gama


Press. Yogyakarta.
7. Trimanto, 1984. Membuat dan Merawat Gamelan. Depdikbud. Yogyakarta.

Yogyakarta, 15 Maret 2010


Dosen

Dr. Purwadi

72

PENYUSUN

DR. PURWADI, M.HUM lahir di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk,


Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Pendidikan SD sampai SMA
diselesaikan di tanah kelahirannya. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra
UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Kemudian melanjutkan studi pada
Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Gelar Doktor di UGM diperoleh
pada tahun 2001.
Kini bertugas sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Tinggal di Jl. Kakap Raya 36
Minomartani Yogyakarta 55581. Telp 0274-881020.

73