You are on page 1of 6

Appendicitis

Laki2, 30 tahun S: Keluhan utama nyeri perut setelah 3 hari sebelumnya nyeri disekitar umbilicus kemudian berpindah pada nyeri perut kanan bawah Riwayat mencret dan panas O: DRE: spinchter ani dbn, nyeri pada am !0, tidak ada darah Suhu: aksila 3", rectal 3# $: d%: $ppendicitis akut Dd: in&lammat'ry b'wel disease, (astr'enteritis, in&eksi saluran kencin(, batu ureter ): * lakukan pemeriksaan penunjang: a+ Lab: CBC melihat leuk'sit'sis, urinalisis menyin(kirkan in&eksi saluran kencin( b+ Radiology: a+ Pemeriksaan foto polos abdomen untuk menyin(kirkan batu saluran kencin( dan !0, kasus bias melihat apendic'lith -batu appendi%. b+ USG dapat mendeteksi appendi% saat ter ai appendicitis den(an cirri khas d'u(hnut si(n namun pada pasien den(an 'besitas dan letak apediks retr'cecal biasanya tak terlihat, c+ CT Scan den(an k'ntras 'ral atau rectal dapat mendeteksi appendicitis den(an akurasi yan( tin((i Penanganan: /erapi utama pada pasien adalah appendect'my, sehin((a pasien disarankan untuk men alani perawatan pre'perati0e: !+ Obser0asi ketat selama #*!2 am setelah timbul keluhan, lakukan tirah barin( dan puasa serta pen(ambilan sampel darah dan pemeriksaan abd'men yan( diuan( secara peri'dik 2+ )emberian antibi'tic untuk men(atasi dan mence(ah in&eksi, 'leh karena itu berikan antibi'tic br'adspectrum, baik aer'b atau anaer'b+)ada pasien den(an adanya sepsis dan adanya indikasi lapar't'mi bisa diberika antibi'tic 12+ 3+ )asien tidak b'leh terima apapun lewt mulut 3+ K'nsul ke ba( bedah untuk dilakukan apendikt'mi baik lapar't'mi atau lapar'sk'pi Abruptio Placenta 1dentitas umur: wanita 34 tahun S: Keluhan utama: nyeri abd'men, 5aru men(alami trauma Riwayat melahirkan sp'ntan sebelumnya O: )%: yeri tekan pada uterus, D66 tak terden(at, tubuh anin sulit dipalpasi 2/: darah merah kehitaman dari 0a(ina, dilatasi ser0ik -*.

8adi "#%7menit. untuk melihat kese ahteraan anin. drill hemat'ma. )lasenta pre0ia. ruptu sinus mar(inalis ): Pemeriksaan lanjutan: :5:. usia (estasi dan keadaan anin Penatalaksanaan )asien dalam p'sis tirah barin( t'tal hadap kiri. (cs:!4 )+ &isik: septal hemat'ma. sensibilitas n'rmal. K/. (a b'leh n(edan Sy'k .a sy'k 2+1n&use cairan 3+Oksi(en bila ada R<6<K RS !+1n&use cairan $tasi sh'ck 6anin hidup 6anin mati 6anin hidup 6anin mati Seksi' sesarea !+pecahkan ketuban 2+1n&use 'ksit'sin 3+)artus per0a(inam dalam " am 5ila kema uan partus (a memuaskan an perdarahn banyak lakukan seksi' sesarea Seksi' sesarea )embukaan ? ": Lahirkan per0a(inam )embukaan @ ": Seksi' sesarea FRAKTUR BAS S !RA" S: * * * * O: * * $: * * D%: :KR et causa &racture basis cranii DD: Simple head in ury 5p: !307>0. rin'rea. 't'rea telin(a kiri. untuk menilai letak plasenta. tidak ada ple(i. RR: !".2S: 5): !007"0 8adi :!00%7 menit RR: 23 97 menit $: $brupti' placenta. pupil is'k'r Keluhan utama pasien nyeri kepala setelah kecelakaan lalu lintas =ual dan muntah makin memberat Onset 20 menit yan( lalu 8yeri pada tulan( belakan( . <S. perdarahan peritemp'ral kiri.

menentukan letak lesi 4+ Lab: :5: liat in&eksi sistemik b# Terapi: !+ $5:DE 2+ minimalisir kerusakan 'tak sekunder den(an pemberian 'ksi(en dan a(a 0entilasi 3+ berikan cairan is't'nic intra0ena bias RL atau 8a:l 3+ Ot'rea dan rin'rhea an(an ditamp'n 4+ 5erikan pr'&ilaksis antibi'tic mence(ah penyebaran in&eksi ke menin(en "+ pr'&ilaksis epilepsy. bilik mata depan tampak dan(kal. tiap D*! am pada mata y( dapat seran(an dan 3%! pda mata k'ntralateral 4+ 5ila perlu berikan anal(esic dan antiemetic "+ )eriksa diru uk dan dipersiapkan untuk melakukan 'perasi .4 (r 3+ /etes mata k'rtik'ster'id dan $b untuk men(uran(i eaksi in&lamasi 3+ Kl' primer tetes mata pil'kkarpin 2. kadan( pupil midiasis * Aundusk'pi: (a bisa die0aluasi *)alpasi: tampak keras $: . in eksi siliar. kasi phenit'in >+ Se(era ru uk ke ahli bedah sara& untuk penan(an selan utnya $LAUK%&A AKUT S: * 5akat bwaan: sudut bilik mata depan yan( sempit  pen((unaan midriatik dan berdiam lama di tempat yan( (elap * Rasa sakit hebat yan( men aar ke kepala * =ual. Penatalaksanaan !+ /urunkan /1O d( acetaB'lamide 400 m( dilan utkan 3%20 m( 2+ 5eta adrener(ic bl'cker 0.4. pada :/ bias melihat perdarahan pda 'tak seba(ai k'mplikasi lan utan dari &raktur 2+ =R1 $n(i'(raphy bias dilakukan untuk melihat cedera 0ascular 3+ Lumbal pun(si liat darah pada :SA 3+ EE. 2%! dan K:L 390.24*0. muntah * =ata merah ben(kak * )enrunan ta am pen(lihatan O:* 1nspeksi d( lampu senter: 1n eksi k'n uncti0a. reaksi pupil hilan(7melambat.lauk'ma akut ): Pemeriksaan penunjang: t'n'metri schi'tBC -perimetri. ('ni'sk'pi dan t'n'(ra&i dilakukan setelah edema k'rnea men(hilan(. k'rnea suram.): a# Pemeriksaan penunjang !+ :/ Scan atau 9*ray bila tidak tersedia :/ Scan untuk melihat daerah &raktur pada tulan( ten(k'rak khususnya ba(ian basal.

ser0ikal diim'bilisasi 2+ $5: 3+ )emeriksaan penun an(: a+ L$5: <rinalisis. tend'n melemah $: =enin(itis tuberk'l'sis.ula darah. :5:. suhu badan naik turun. marah. 3+ Fiperestesi umum 3+ $bmen cekun( 4+ 8 111 dan 211 serin( terkena aphasia m't'ris dan sens'ris "+ $patis. de&icit neur'l'(ic &'kal  ster'id -deksametas'n !0 m( b'lus i0. kepala ct scan 2+ )enatalaksanaann 2FRGEH >FR 3+ Kesadaran menurun. LED. re&le% pupil lambat. 0t' dada. . muntah2.>+ :ari penyebabnya kl' bentuk sekunder TRAU&A !'R( !AL S: !+ /etraparesis 2+ Riwayat trauma dan cedera %: !+ 1nspeksi: trauma 2+ )emeriksaan neur'l'(is baik m't'rik maupun sens'risnya ecara utuh $: !+ /rauma ser0ikal ): !+ )asan( c'lar E. O: !+ Kaku kuduk 2+ 8adi labil -kadan lambat. mudah kesal. elektr'lit. 5l''d type b+ Radi'l'(i: 9ray cer0ical lateralC :/*Scan 3+ Ster'id ika ada neur'l'(ical in ury. utk men(uran(i edema 4+ Ru uk ke ahli bedah sara& &'" "$ T S TB S: !+ Demam. 'bstipasi. KUL T Tinea cruris E&lu'resensi primer: =akula Iarna: hyp'pi(mentasi 5entuk: (e'(ra&is . kadar ureum elektr'lit ) :SA. menin(itis purulenta ): !+ )e penun an(: :5:.

pun((un(.6umlah : multiple7s'liter <kuran: ber0ariasi 5atas: di&us7 ill de&ined Susunan : c'n&luent Distribusi: bilateral L'kasi : lipatan paha Kulit sekitar bias terdapat pustule atau 0esikel E&l'resensi sekunder: terdapat skwama putih keperakan. biasanya ada perlekatan den(an arin(an dibawahnya dan permukaan belum bias die0alusi =ana emen: $nal'( 0it D.e'(a&is =ultiple7s'liter ?2cm /e(as Discrete -kal' multiple. k'rtik'ster'id t'pical. terdapat pustule den(an dindin( kendur 1si pus =ana emen: k'med' diekstraksi. is'tretin'in Psoriasis: E+ primer: )laJue Erytema . kerat'lytic. Distribusi: bilateral L'kasi: lutut atau siku E+ Sekunder: /erdapat skuama di atas plaJue berwarna putih keperakan. antibi'tic. den(an inti hitam d'me shaped multiple kuran( dari ! cm te(as herpeti&'rmis7discrete Distribusi: bilateral L'kasi : wa ah. anthralin SJS . Acne vulgaris: E&lu'resensi primer: )apule erytema. pake benB'yl per'%ide. dll Kulit sekitar eritema. permukaan dan perlekatan belum bias die0aluasi+ =ana emen: anti amur t'pical -imidaB'le.

5isa terdapat bula atau 0esikel. ada (radasi Susunan: c'n&luent. ulkus.E&lu'rensi primer =akula eritema den(an lesi tar(et pucat atau keun(uan 5entuk: ber0ariasi. dari milier sampai lentikuler7plakat 5atas: tidak te(as. isi ser'us =ana emen: st'p kausa. bulat. sistemik ster'id Scabies (bingung E+ primer )apul eritema den(an eksk'riasi7ulkus seperti luban( 5entuk: linear meman an( 6umlah:s'liter7multiple <kuran: ber0ariasi 5atas: te(as Susunan: serpe(in'us Distribusi: asimetris L'kasi: tan(an. permethrin t'pical . den(an dindin( kendur. (e'(ra&is 6umlah: multiple <kuran: ber0ariasi. eksk'riasi. den(an kulit sekitar erytema =ana emen: =alathi'n. ter(antun( E+ sekunder skwama putih keperakan. discrete Distribusi: bilateral L'kasi: seluruh tubuh -ter(antun(.