You are on page 1of 4

BugisPos Di bawah bendera PT.

. Semen Indonesia grup, PT Semen Tonasa terus berkarya dalam membangun negeri ini, dan mengukir prestasi. Karya dan prestasi perusahaan semen terkemuka ini, khususnya di Kawasan Timur Indonesia, bukan hal yang mudah didapatkan. Namun apa yang dicapai tahun ini, di usianya yang genap 45 tahun, pada Sabtu, tanggal 2 Nopember 2013, tentu dilalui dengan suatu manajemen yang solid, mapan, terencana dan profesional. Sangat wajar jika manajemen perseroan ini berkomitmen, dengan semangat 45 tahun, Semen Tonasa akan terus berkarya dalam pembangunan bangsa ini dan peduli pada lingkungan, demi mewujudkan visimisi perusahaan. Sesuai visi yang diemban, Semen Tonasa bertekad menjadi perusahaan semen terkemuka di Asia, dengan tingkat efisiensi tinggi,lebih profitable, berorientasi masa depan, lebih kompetitif di pasar domestik dan internasional. Disamping itu, dalam rangka mewujudkan salah satu misi perseroan yang terkait dengan usaha menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan terhadap masyarakat sekitarnya, Semen Tonasa secara berkelanjutan dan sistematis menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR), meliputi kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta organisasi keagamaan. Melalui program-program CSR tersebut, manajemen berharap masyarakat akan merasakan manfaat dengan kehadiran PT Semen Tonasa di lingkungan mereka dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, memang merupakan komitmen dari manajemen. Termasuk juga, komitmen manajemen untuk tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya, melalui pemanfaatan program-program CSR. Program CSR ini, merupakan kewajiban setiap perusahaan yang diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007, pada pasal 74 ayat 1 tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan (profit). Hingga September 2013, Capai Penjualan 4,41 %, Laba Rp.1,01 Triliun Saat konferensi pers yang diliput sejumlah wartawan lokal dan nasional, baik media massa cetak dan eletronik, Direktur utama PT Semen Tonasa H.Andi Unggul Attas, Kamis, (31/10/2013), menjelaskan, PT. Semen Tonasa hingga September tahun ini mencatatkan penjualan sebanyak 4,41 juta ton, yang berarti terjadi peningkatan penjualan sebesar 38,5% dibanding periode yang sama tahun 2012 lalu. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini menargetkan total penjualan hingga akhir tahun sebanyak 6,33 juta ton, naik 36,8% dibandingkan dengan tahun lalu. Hingga saat ini pangsa pasar perseroan ini secara nasional mencapai 9%, sedangkan di Kawasan Timur Indonesia sebesar 40%. Adapun nilai penjualan (prognosa) mencapai Rp3,41 triliun atau mengalami kenaikan hingga 35% pada periode yang sama tahun lalu. Laba perseroan sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) hingga September mencapai Rp1,01 triliun dari target tahun ini sebesar Rp1,43 triliun. Permitaan semen nasional hingga triwulan III tahun 2013 mencapai 41,6 juta ton atau tumbuh 5,4%, lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang naik 18,8%.

Ditambahkan Unggul, hingga akhir tahun ini, permintaan (demand) semen secara nasional diproyeksikan mengalami pertumbuhan kurang lebih 5,6% atau sebesar 58 juta ton. Melambatnya permintaan semen, kata dia lagi, juga menurunkan pertumbuhan rata-rata di industri yang hanya 5,7%. Meskipun permintaan semen di pasar nasional melambat, namun, Semen Tonasa diproyeksikan tetap mampu tumbuh 18,8% pada tahun 2013 ini, ujar Unggul optimis. Manajemen perseroan PT. Semen Tonasa sangat menyadari tanggung-jawab sosial dan lingkungan pada masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar lokasi pabrik di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Untuk memenuhi tanggung jawab itu, maka perseroan merogoh kantong dari profit yang dihasilkan untuk disalurkan pada masyarakat melalui penyaluran dana CSR. Tidak tanggung-tanggung, penyaluran dana CSR PT Semen Tonasa dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal itu seiring dengan peningkatan volume produksi dari tahun ke tahun, dengan laba perseroan yang semakin meningkat pula. Sisihkan Rp.32 Triliun untuk Menunjang Program CSR Kepala Biro Komunikasi PT Semen Tonasa, Fajar Sidik mengemukakan, PT. Semen Tonasa menyiapkan 2 (dua) persen dari keuntungan tiap tahunnya atau sekitar Rp. 32 miliar untuk dana Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk menyalurkan dana tersebut, PT Semen Tonasa membagi wilayah penyalurannya menjadi tiga ring. Ring pertama yakni sembilan desa yang terkena dampak langsung dari hadirnya pabrik semen tonasa. Ring dua yakni desa lain yang masih berada dalam wilayah kabupaten Pangkep. Sementara Ring tiga yakni wilayah lain yang masih berada di wilayah Provinsi Sulawesi selatan. Melalui dana CSR tersebut, PT Semen Tonasa juga membuat program kemitraan bagi masyarakat yakni berupa pemberian pinjaman tunai dengan bunga yang sangat kecil yakni 0.5 persen. Selain program kemitraan tersebut, Semen Tonasa juga mengutamakan penyaluran dana untuk program-program penghijauan , penanggulangan bencana alam, membantu pembangunan jalan, jembatan, bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu dan pembantu pembangunan rumah ibadah. Dikritik tapi Ukir Prestasi Beberapa waktu lalu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sorot Indonesia melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) yang ditaksir senilai Rp. 35,4 miliar yang dilakukan jajaran direksi PT Semen Tonasa. Temuan tersebut dilayangkan ke bagian Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, dengan nomor : Pidsus B/X/2013. Direktur LSM Sorot Indonesia, Amir mengemukakan, hasil investigasi timnya, ditemukan dugaan penyimpangan. Manajemen PT Semen Tonasa pun dinilai tidak transparan kepada masyarakat dalam penyaluran dana bantuan CSR tersebut. Coba transparan supaya warga yang ada disekitar Tonasa tahu. Ada dana yang juga salah peruntukan atau meleset, yang sebenarnya untuk kepentingan masyarakat sekitar tapi dimanfaatkan untuk kegiatan lain, tandas Amir.

Bukan hanya LSM yang mengkritisi manajemen PT Semen Tonasa terhadap pemanfaatan dana CSR yang dikelola. Bahkan anggota Komisi D DPRD Sulsel Ariady Arsal menuding selama ini manajemen Semen Tonasa sangat tertutup dalam menyalurkan dana-dana CSR itu. Dewan bahkan hingga saat ini tidak mampu berbuat banyak atas ketertutupan pihak Semen Tonasa dalam menyalurkan dana sosialnya, ujar Ariady. Menurut dia, bila saat ini muncul riak-riak dari publik merupakan suatu hal yang sewajarnya. Alasannya, publik ingin mengetahui dengan transparan, apakah dana sosial tersebut tersalurkan dengan benar dan tepat sasaran. Bukan hanya LSM yang mengkritisi manajemen PT Semen Tonasa terhadap pemanfaatan dana CSR yang dikelola. Bahkan anggota Komisi D DPRD Sulsel Ariady Arsal menuding selama ini manajemen Semen Tonasa sangat tertutup dalam menyalurkan dana-dana CSR itu. Dewan bahkan hingga saat ini tidak mampu berbuat banyak atas ketertutupan pihak Semen Tonasa dalam menyalurkan dana sosialnya, ujar Ariady. Menurut dia, bila saat ini muncul riak-riak dari public merupakan suatu hal yang sewajarnya. Alasannya, publik ingin mengetahui dengan transparan, apakah dana sosial tersebut tersalurkan dengan benar dan tepat sasaran. Pihak manajemen PT Semen Tonasa sangat menyadari upaya-upaya nyata yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik, memang belum optimal. Hal itu bisa dirasakan, masih banyak masyarakat, terutama warga di sekitar pabrik yang belum tersentuh azas manfaat penyaluran dana CSR itu. Hal itulah yang terkadang menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Sekelompok warga tertentu yang dengan terang-terangan kerap melakukan aksi-aksi protes, semisal aksi demonstrasi yang mendiskreditkan manajemen perseroan tersebut, dengan menuding pengelolaan dana CSR tidak transparan, hanya menguntungkan keluarga besar karyawan di perusahaan tersebut. Belum lagi aksi protes warga yang mempersoalkan adanya hujan debu di sekitar lokasi pabrik, akibat hilir-mudiknya kendaraan-kendaraan besar pengangkut semen. Tindakan-tindakan warga yang melakukan perlawanan terhadap keberadaan industri semen di wilayahnya, boleh jadi hanya merupakan salah satu bentuk kekecewaan bagi sekelompok warga yang memang belum memperoleh azas manfaat dari penyaluran dana CSR itu. Agar tidak ada lagi suara-suara sumbang yang mendiskreditkan keberadaan perusahaan, manajemen PT Semen Tonasa berkomitmen akan lebih mengoptimalkan penyaluran dana CSR dengan mengambil langkah-langkah strategis, profesional dan transparan. Upaya itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Pangkep dan membentuk forum 9 desa lingkar. Meskipun mendapat sorotan miring terhadap transparansi pengelolaan dana-dana CSR, namun pihak PT. Semen Tonasa membuktikan bahwa tudingan miring yang dialamatkan pada jajaran direksi tidaklah mendasar. Sebuah prestasi level nasional ditorehkan Semen Tonasa, dari hasil pengelolaan CSR yang dilakukan dengan tepat sasaran dan memiliki azas manfaat yang begitu besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Semen Tonasa meraih dua penghargaan sekaligus di kategori yang berbeda pada ajang Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Award 2013, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan CFCD (Corporate Forum for Community Development). Pada ajang GKPM Award 2013 ini, PT Semen Tonasa berkompetisi bersama puluhan perusahaan nasional maupun multinasional, seperti PT Pertamina (Persero) Tbk, Garuda Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, Bank Negara Indonesia 46, PT HM Sampoerna, PT Kaltim Prima Coal dan masih banyak perusahaan lainnya. Malam penganugerahan penghargaan berlangsung di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta pada tanggal 2 Oktober 2013 lalu. Untuk kategori Program GKPM Award 2013 CSR Best Practice for MDGs, PT Semen Tonasa mengikutkan Program Penciptaan Akses Air Bersih sebagai wujud dari tujuan ke-7 MDGs yaitu menjamin kelangsungan lingkungan hidup, khususnya akses air bersih/air minum dan sanitasi. Di kategori ini, PT Semen Tonasa mengikutkan salah satu program CSR yaitu Pemberdayaan Keluarga Miskin dan Masyarakat Kelurahan Kalabbirang, Akses Terhadap Air Bersih secara Mandiri dan Berkelanjutan di Kelurahan Kalabbirang Kec. Minasatene, Kab. Pangkep, Prov. Sulawesi Selatan. Untuk kategori Program GKPM Award 2013 Tujuan ke-7 MDGs ini, PT Semen Tonasa memperoleh predikat Gold. Penghargaan kategori program diterima langsung Direktur Utama PT Semen Tonasa, Ir. H. A. Unggul Attas dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI. Selain kategori Program, PT Semen Tonasa juga mengikutkan perwakilannya pada kategori Perorangan GKPM Award 2013 CSR Best Practice for MDGs Tingkat Manajemen, dimana PT Semen Tonasa diwakili oleh Kepala Biro PKBL dan CSR, Ferry Djufry, SE yang berhak mendapatkan predikat Terbaik 2 di kategori Tingkat Manajemen setelah karyanya yang berjudul, CSR PT Semen Tonasa, Tonasa Bersaudara dalam Pencapaian MDGs ditetapkan sebagai salah satu pemenang. (abdul gafar)