You are on page 1of 6

KESETIMBANGAN REDOKS Reaksi reduksi oksidasi atau redoks adalah reaksi yang melibatkan transfer elektron.

Dengan adanya transfer elektron maka terjadi perubahan bilangan oksidasi. Dalam Reaksi reduksi terjadi penurunan bilangan oksidasi, dan reaksi oksidasi terjadi kenaikan bilangan oksidasi. Reaksi reduksi selalu disertai reaksi oksidasi yang keduanya berjalan secara simultan (serentak). Spesi kimia yang mengalami reduksi mengakibatkan spesi kimia yang lain mengalami oksidasi, maka disebut oksidator. Spesi kimia yang mengalami oksidasi, penyebab terjadinya reduksi spesi kimia yang lain disebut reduktor. Contoh reaksi berikut ini menunjukkan bahwa besi II merupakan reduktor bagi bikromat. Reaksi redoks Fe2+ + Cr2O7= ? Fe2+ Cr2O7= Cr3+ Fe3+ + 1 e-

Dalam hal ini ion besi II mengalami oksidasi menjadi ion besi III dengan melepas satu elektron. Elektron yang lepas ini diberikan kepada ion bikromat sehingga mengakibatkan crom valensi 7 dalam ion bikromat tereduksi menjadi ion kromium valensi 3. Penyeimbangan reaksi dengan cara setengah reaksi sel atau metoda ion elektron didapat persamaan reaksi: 6Fe2+ Cr2O7= +14 H+ + 6e6Fe + Cr2O7 + 14 H
2+ = +

6Fe 3+ + 6 e2Cr3+ + 7 H2O
3+ 3+

(oksidasi) (reduksi)

6Fe +2Cr + 7H2O (redoks)

untuk mengingat kembali cara menyetimbangkan reaksi redok, reaksi-reaksi berikut ini dapat dicoba. Agar diperoleh keseragaman, anggap suasana reaksi asam. Dengan demikian sisi persamaan yang kekurangan oksigen ditambahkan H 2O sejumlah oksigen yang diperlukan, dan sisi yang lain ditambahkan ion H+ sejumlah yang diperlukan untuk menyetimbangkan H karena penambahan H2O. Kemudian periksa kesetimbangan muatan. Tambahkan sejumlah elektron sehingga jumlah muatan sisi kiri anak panah (reaktan) sama dengan sisi kanan anak panah (produk reaksi). Setimbangkan reaksi berikut ini 1. O2 2. Sn2+ 3. IO34. MnO4H2O2 Sn4+ I2 Mn2+ 5. Fe2+ + Sn2+ 6. Sn2+ + MnO47. KI + S4O6= 8. FeO + H2O2 → ? ? ? ?

Potensial reduksi standar: Potensial reduksi standar digunakan untuk melihat kemampuan reduksi suatu spesi kimia antara satu dengan yang lain. Potensial ini relatif terhadap elektroda hidrogen dan diukur pada suhu 25oCdan tekana satu atmosfir. Perhatikan reaksi redoks berikut ini yang dilangsungkan dalam sebuah sel elektrokimia. 2H+ + 2eAg+ + e H2 Ag Eo = 0,0 volt Eo = ? volt

Perbedaan E0 kedua elektroda disebut sebagai gaya gerak listrik (emf= electromotive force, E) Gambar 3. Skema sel pengukuran potensial reduksi standar. Eketroda sebelah kiri adalah elektroda hidrogen standar tekanan 1 atm dan larutan mengandung ion H+ 1 M. Elektrota sebelah kanan adalah elektroda/logam yang akan diukur potensial reduksinya. Tabel 5. Beberapa harga potensial standar Persamaan reaksi O3 + 2H+ + 2eO2 + H2O = S2O8 + 2 e2SO4= + MnO4 + 8H + 5eMn2+ + 4 H2O Cr2O7= +14H+ + 6e2Cr3+ +7H2O Br2 + 2e2BrAg+ + eAg Fe3+ + eFe2+ 2+ Cu 2e Cu 2H+ + 2eH2 Pb2+ + 2ePb Cr3+ + 3eCr Zn2+ + 2e Zn Al 3+ + 3eAl Ca2+ + 2eca Sr2+ + 2eSr Ba2+ + 2eBa K+ + e K Eo, volt + 2,07 + 2,01 +1,51 +1,33 +1.09 +0,80 +0,77 +0,34 0,00 - 0,13 - 0,74 - 0,76 - 1,67 - 2,76 - 2,89 - 2,90 - 2,93

Reaksi kebalikannya adalah tidak spontan 2 Ag + Cu2+  2Ag + Cu2+ Reaksi ini tidak spontan (Eosel = . Selanjutnya persamaan ditulis: G = . MnO4.+ Fe 3+ Semakin positif potensial reduksi standar semakin besar kecenderungan spesies itu tereduksi. Menurut reaksi yang kedua logam perak larut dalam larutan tembaga dan dapat mengendapkan tembaga. Nilai tetapan kesetimbangan reaksi kimia. Untuk memahami kuantitas reaksi redoks perlu memahami prinsip termodinamika hubungannya dengan kesetimbangan reaksi dan beda potensial.303 RT log Kc sehingga 2.36 volt ) Spontankah reaksi berikut ini ? 1.n F Eo sel Reaksi dalam keadaan berkesetimbangan berlaku: Go = . Arah dan kuantitas reaksi redoks : 2 Ag+ + Cu  2 Ag + Cu2+ 2 Ag + Cu2+  2Ag+ + Cu atau Menurut reaksi pertama berarti logasm Cu dapat larut dalam larutan perak dan dapat mengendapkan perak.2.0. Sebaliknya semakin negatif semakin mudah tereduksi sehingga sifat reduktor semakin kuat. mol).303 RT log Kc Dengan memperhatikan persamaan 2 diperoleh: .W max . Kc. Fe2+ + Ca2+  6.303 RT Eo sel =  log kc nF 3 2 1 .2. Jika dua spesi kimia bereaksi redoks maka kespontanan dan kuantitas reaksi sangat dipengaruhi oleh perbedaan potensial reduksi standar.80 volt Eo = . Dalam hal ini Wmax = kerja maksimum elektrokimia = jumlah colomb x energi/Colomb = jumlah mol x F x E F adalah tetapan Faraday yaitu muatan listrik yang terkandung dalam satu mol elektron. G = . Manakah reaksi yang benar diantara keduanya kita lihat nilai potensial reduksi standar masing-masing logam. Cu(s) + Fe3+  3.34 volt + Eosel = + 0.36 volt 2 Ag+ + Cu  2 Ag + Cu2+ Secara spontan (Eosel = positif) perak mengendap dan tembaga melarut.n F Esel Go = .n F Eo sel = . dan potensial reduksi standar untuk reaksi redoks dapat diturunkan dari persamaan termodinamika. Persamaan termodinamika: Secara termodinamika sutau reaksi maju selalu mengalami penurunan energi bebas Gibbs ( G negatif). 2 Ag+ + 2eCu 2 Ag Cu2+ + 2eEo = + 0.0. Sn(s) + Cu2+  5. Secara ekeperimen. Pb2+ + Cd (s)  4.W max G = .RT ln Kc Go = . yang berarti semakin bersifat oksidator kuat. Zn(s) + Cu2+  2.Kespontanan. 1F sama dengan 96487 colomb/mol dan dalam perhitungan sering dibulatkan menjadi 96500 colomb/mol atau 96500 Joule/(volt .

55970 Joule. Untuk dapat menghitung konsentrasi dan kuantitas lain diluar keadaan standar diperlukan persamaan lain. log Kc nF untuk reaksi: Sn(s) + 2 Cu2+(aq) Sn2+ (aq) + 2Cu+ (aq) pers.059 Go = . Persamaan Nerst Perhitungan-perhitungan yang telah dicontohkan diatas dilakukan pada kondisi standar.29 volt) = .(2 mol) (96500 colomb) (0. Nerst  kc = 6 x 109 . F = 96500 C mol-1 diperoleh persamaan: 0.15 volt Sn2+ (aq) + 2Cu+ (aq) Eo sel = Eo Sn2+/Sn + Eo Cu 2+/Cu+ = 0.303 RT log Kc.059 (2) (0.(2 mol) (96500 joule/volt .2. Kc .0.303 RT log Kc dapat diturunkan bahwa: 2.55970 joule jawaban akhir adalah Eo sel = 0. dan Go = .29 volt) = .314 Jmol-1 K-1. Untuk reaksi kimia tipe: aA + bB  cC + dD berlaku persamaan : G = Go + RT ln Kc persamaan 1 sampai 4 adalah G = . mol) (0.29 volt n Eo sel log Kc =  0.29 Volt.n F Eo sel = .n F Eo sel Go = .2.303 RT Esel = Eo sel .8 0. Hubungan ketiga kuantitas ini terhadap kespontanan reaksi redoks adalah sbb: Go Negatif 0 Positif Kc >1 =1 <1 Eo sel Positif 0 Negatif Reaksi Spontan kesetimbangan Tidak spontan. Sn(s) + 2 Cu2+(aq) Jawab: Sn(s)  2 Cu2+(aq) + 2e Sn2+(aq) + 2e2Cu+ (aq) Eo Sn2+/Sn = .15 volt = 0.14 volt + 0. R = 8.0591 Eo sel =  log kc n 4 Dengan demikian jika salah satu dari tiga kuantitas: Go. Kc = 6 x 10 9. dan Eosel diketahui maka dua kuantitas lainnya dapat dihitung menggunakan persamaan diatas.n F Esel dan Go = . dan .14 volt Eo Cu 2+/Cu+ = 0.Pada 25oC . Harga E sel positif dan Go negatif menjelaskan bahwa reaksi yang dimaksud adalah spontan. Spontan dalam arah sebaliknya Contoh: Hitung tetapan kesetimbangan dan perubahan energi bebas Gibbs reaksi berikut ini.n F Eo sel = .29 volt) =  = 9.

emf dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi spesi kimia yang ada dalam larutan. log  nF [ Cu2+] 2 o Artinya.36 volt Eo = . dan sebaliknya energi kimia menjadi energi listrik. Pada anoda a.2. Cl2 + 2eb. Reaksi tempat terjadinya konversi energi disebut sel elektrokimia. Demikian juga spesi kimia yang tereduksi pada katoda. Cl2 + H2 + 2 OH- Bagaimana dengan elektrolisis larutan CuSO4 dan Na2SO4? ASPEK KUANTITATIF ELEKTROLISIS Michael Faraday: hubungan kuantitatif antara jumlah arus vs perubahan kimia. Sel ini terdiri dari sebuah wadah (chamber) yang berisi larutan elektrolit.83 volt 2 H2O + 2 Cl. Spesi kimia yang mana yang akan teroksidasi pada anoda ? yaitu spesi kimia yang lebih mudah teroksidasi. 2Cl. Sel elektrolisis: Suatu sel elektrokimia dimana didalamnya terjadi reaksi kimia karena ada energi listrik dari sirkuit luar.0. Gambar 4. air dapat mengalami oksidasi dan reduksi pada elektroda.1. Dua macam spesi kimia pada anoda dan katoda akan bersaing untuk melepas elektron (anoda) dan bersaing merebut elektron pada katoda. Elektrolisis lelehan NaCl Pada anoda (Oksidasi) 2Cl.Esel 2. Oleh karena itu jika lelehan garam NaCl dielektrolisis akan mengahsilkan produk yang berbeda dengan elektrolisis larutan garam NaCl. yaitu suatu sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik atau reaksi kimia dalam sel sengaja dilakukan untuk membuat energi listrik.71 volt E = . dan dua buah elektroda. Dari deret potensial reduksi standar telah kita pahami bahwa semakin positif semakin mudah di reduksi. dan semakin negatif harga potensial reduksi standar semakin mudah di oksidasi. Dengan memperhatikan potensial reduksi standar kita dapat menentukan spesi kimia yang teroksidasi/tereduksi.= katoda Gambar 4. Berdasarkan pada pemahaman ini berarti reaksi yang mungkin terjadi pada setiap elektroda adalah: Pada anoda 2Cl Cl2 + 2ePada katoda 2 H2O + 2 e  H2 + 2 OHReaksi sel Eo = . H2 + 2 OHEo = . Na+ + e  Na b. Reaksi kimia dapat berlangsung dengan bantuan aliran listrik dan listrik dapat terbentuk karena adanya reaksi kimia. Kedua sel galvani atau sel volta. tidak berjalan tanpa diberi energi dari luar.23 volt Eo = .303 RT [ Sn2+] [Cu+] 2 = E sel .1. Memperlihatkan skema sebuah sel elektrokimia yang diantara dua elektroda dihubungkan dengan alat ukur volt melalui sebuah kabel. 2 H2O + 2 e. Ag(s) .1.0.83 volt o pada katoda juga ada dua kemungkinan terjadi reaksi reduksi. Ag+ + e. dan spesi lainnya tidak teroksidasi kecuali setelah yang satunya habis.36 volt Eo = . Reaki yang terjadi dipengaruhi oleh komposisi medium. Skema sel elektrokimia Sel elektrokimia dibedakan menjadi dua yaitu pertama sel elektrolisis yaitu suatu sel yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia atau energi listrik digunakan untuk menggerakkan reaksi kimia. Cl2 + 2ePada katoda (reduksi) Na+ + e  Na + Reaksi sel 2Na + 2 Cl. ELEKTROKIMIA Elektrokimia membahas konversi energi listrik menjadi energi kimia. Maka ada dua kemungkinan reaksi oksidasi pada anoda. 2 H2O  O2 + 4 H+ + 4 epada katoda a. 2Na + Cl2 Dalam hal terdapat air. Reaksi kimia ini tidak spontan. V + _ elektroda + = anoda elektroda .

11 F Jumlah Cu terendapkan = 0. Cu Zn  Zn2+ + 2e- V Zn Cu Jembatan .55 g/mol) = 3.10 Volt.0 gram Crom dari larutan CrCl3 yang dielektrolisis dengan arus 2.(63. detik x 1C/A . Logam tembaga yang dicelupkan dalam larutan garamnya jika dipasangkan dengan logam seng yang dicelupkan kedalam larutan garamnya membentuk sebuah sel galvani yang dapat mengeluarkan potensial listrik sebesar 1.87 g) 1 Faraday = 1 mol elektron = 96500 C contoh: Berapa gram logam Cu yang terendapkan jika larutan CuSO4 dielektrolisis(dialiri arus) 1. Jumlah Faraday = 10 800 C x 1F/96500 C = 0.5 A x 2. Reaksi kimia yang berlangsung dalam wadah adalah suatu reaksi redoks spontan. Reaksi redoks spontan.5 gram Secara umum perhitungan ini dapat ditulis dengan rumus: Amper x detik x Mr zat terendapkan Bobot zat terendapkan =  n xF atau I x t x Mr W =  n x 96500 contoh: berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghasilkan 25.0 jam x 3600detik/j = 10 800 A . Cu2+ + 2 e.(1mol Cu/ 2 F).5 Amper selama 2 jam? Jawab: Cu2+ + 2e  Cu 1 mol Cu  2 mol e 1 mol Cu  2 F jumlah listrik yang mengalir = 1. detik = 10 800 A .11 F. detik = 10 800 Colomb.1 mol elektron bereaksi dengan 1 mol perak . 1mol perak (107.75 Amper? ( 14 jam) Aplikasi elektrolisis Pemurnian logam Pelapisan logam (penyepuhan = electroplating) Colometer Sel Galvani Sel galvani adalah sel yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Ni(s) + Sn2+(1. sel kering (battery) leclanche Zn(s)  Zn2+ + 2 e. Eo .10 volt. Berapa potensial sel galvani untuk pasangan elektroda Cu-Zn tersebut jika masing-masing dicelupkan dalam larutannya 0. berapa detik waktu yang diperlukan untuk mengendapkan 21.0010 M ? 5.10 M dan 0.34 volt – (. Cl2 menjadi 2ClO3- 2.5 volt 3. Cu+ menjadi Cu2+ b.76 volt) = 1. Mn2O3 + 2NH3(aq) + H20(l) Kat.4 M ZnSO4 ? ( kunci jawaban:1. berapa mol elektron yang mampu dihasilkan dari setiap kuantitas berikut ini: a.10 M) + Cu(s) .80 M)   Al3+(0.10 M)  Ni2+(0. Zn + 2OH.3 Volt +1. batterey Ni-Cd discas Cd + 2Ni(OH)3 1.5 A dalam 30 detik 3. Ag2O + H2O + Zn  2Ag + 2OHZn(OH)2 + 2 e 2Ag + Zn(OH)2 +0.2 volt +1. Hitung Eo sel dari pasangan elektroda besi yang masing-masing dicelupkan kedalam larutan Fe2+ 0.05 M)  Zn2+ (0.020 M) + Ni(s) b.Eo zat teroksidasi Eo Cu-Zn = + 0.06 volt) Penggunaan sel galvani: 1.2 M untuk CuSO4 dan 0. Zn + 2MnO2 + 2 NH4Cl  2 MnO(OH) + Zn(NH3)2Cl3 2. Berapa mol elektron yang diperlukan untuk mengoksidasikan satu mol masing-masing unsur berikut ini: a.(anoda) + 2 MnO2(s) + 2NH4 +2e. dan G untuk setiap reaksi sel berikut ini: a.0 Amper ? 4.Garam ZnSO4 Berapa volt potensial sel galvani diatas? CuSO4 Eosel = Eo zat tereduksi .010 M) + Sn(s) c. Hitung E. Arus 1. Pb menjadi PbO2 c. 8950 C b. Accumulator Pb-PbO2 Pb + PbO2 + 2H2SO4  2PbSO4 + 2H2O Pb + SO4=  PbSO4 PbO2 + SO4= + 4H+ + 2e  PbSO4 + 2H2O Cas ulang 2PbSO4 + 2H2O  Pb + PbO2 + 2H2SO4 discas 4. Zn(s) + Cu2+(0. Al(s) + Ni2+(0. Sel mini kering perak oksida – zink (battery alkaline) Ag2O + H2O + 2e.0.4 gram Ag dari larutan AgNO3 dengan arus 10.