You are on page 1of 12

TE ( TRANSFER EMBRIO )

ZULKARNAINI 1102101010011

PENGERTIAN TE
TRANSFER EMBRIO ADALAH SUATU PROSES DIMANA EMBRIO DIPINDAHKAN DARI SEEKOR HEWAN BETINA YANG

BERTINDAK SEBAGAI DONOR PADA WAKTU EMBRIO TERSEBUT BELUM MENGALAMI IMPLANTASI,KEPADA SEEKOR BETINA YANG BERTINDAK SEBAGAI PENERIMA SEHINGGA RESIPIEN TERSEBUT MENJADI BUNTING ( HARTANTYO )

TAHAP UTAMA DALAM TE


TRANSFER EMBRIO TERDIRI DARI BEBERAPA TAHAPAN YANG DIMULAI DARI SELEKSI DONOR. DAN SAAT INI TEERDAPAT TEKNIK-TEKNIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TRANSFER EMBRIO SEPERTI SEXING SPERMATOZOA, MIKROMANIPULASI, IN VITRO FERTILISASI DAN TRANSFER INTI. TAHAP - TAHAP TE DIANTARANYA : 1. INDUKSI SUPEROVULASI 2. SINKRONISASI ESTRUS 3. PERMANENAN EMBRIO 4. KLASIFIKASI EMBRIO 5. PENYIMPANAN EMBRIO DAN KULTUR 6. KRIOPRESERVASI 7. TRANSFER EMBRIO.

PEMANENAN EMBRIO
MEDIUM UNTUK PEMANENAN EMBRIO
1. BOVINE SERUM ALBUMINE ( BSA ) 2. 1-2% CALF SERUM ( CS )

3. Dll.

KLASIFIKASI EMBRIO DAN EVALUASI EMBRIO


EVALUASI EMBRIO MERUPAKAN FAKTOR PENENTU YANG SANGAT PENTING UNTUK KEBERHASILAN TRANSFER EMBRIO.

BIASANYA DILIHAT DIBAWAH MIKROSKOP DENGAN PEMBESARAN 100-200 x .


1. MELIHAT TAHAP PERKEMBANGAN SEL
PERKEMBANGAN EMRIO YANG DIPEROLEH HARUS SAMA DENGAN PROSES SUPEROVULASI.

TIPE MORFOLOGI SETIAP PERKEMBANGAN EMBRIO


MORULA
CAMPACT MORULA BLASTOCYST

EXAPANDED BLASTOCYST HATCHED BLASTOCYST

EVALUASI EMBRIO
KUALITAS EMBRIO DINILAI BERDASARKAN MORFOLOGI EMBRIO SEPERTI BENTUK, WARNA DENSITAS/ KEPADATAN

SITOPLASMA DAN AREA MENGALAMI DEGENERASI. TAHAP PERKEMBANGAN EMBRIO HARUS SESUAI DENGAN JUMLAH HARI SETELAH ESTUS.

KLASIFIKASI KUALITAS EMBRIO


EXCELLENT
GOOD FAIR

POOR

1.

EXCELLENTE merupakan embrio yang ideal, berbentuk bola, simetris dengan ukuran sel, warna dan tekstur yang seragam/sama. 2. GOOD Tidak sempurna seperti blastomer tertekan, berbentuk tidak berarturan dan terdapat sedikit gelembung. 3. FAIR Terbatas, tetapi bukan merupakan masalah yang serius seperti sedikit blastomer tertekan, sedikit sel mengalami degenerasi (10-30% tidak berarturan). 4. POOR Merupakan masalah serius seperti banyaknya blastomer yang tertekan, sel mengalami degenerasi, ukuran sel bervariasi, banyak terdapat gelembung dengan ukuran besar tetapi terlihat seperti massa embro yang sehat (30-50% bentuk tidak beraturan).

METODE TRANSFER EMBRIO


Ada 2 metode utama dalam transfer embrio yaitu metode operasi dan non operasi . Metode operasi menghasilkan kebuntingan yang tinggi. Metode non operasi menghasilkan kebuntingan yang tidak terlalu tinggi kecuali

teknisi mempunyai kemampuan yang tinggi di bidang TE

FAKTOR KEBERHASILAN TE
Kualitas embrio
Medium transfer Sinkronisasi estrus donor resipien

Infeksi Penetapan embrio dalam uterus Metode non operasi


Resipien,dara atau induk Status nutrisi

DAFTAR PUSTAKA
Hartantyo . 1995.pengembangan bioteknologi

peternakan. Keterkaitan penelitian pengkajian dan aplikasi. Lokakarya nasional I bioteknologi peternakan. Kerjasama kantor menristek dengan departemen pertanian. Bogor. Toelihere, M.R. 1981. Fisiologis Reproduksi pada Ternak. Angkasa. Bandung Supriatna, I dan F.H. Pasarribu. 1992. In Vitro Fertilisasi, Transfer Embrio dan Pembekuan Embrio. Depdikbud, DIKTI dan PAU IPB Bogor.